• Jahit Mulut, 5 Mahasiswa Riau Siap Jadi Mayat di KPK

    Date: 2018.08.18 | Category: Lain - Lain | Response: 0

    Lima mahasiswa dari dua kampus di Riau mengadakan tindakan jahit mulut di halaman Gedung KPK, Jakarta.

    Tidak hanya menjahit mulutnya, mereka juga mengadakan banner memiliki ukuran besar yang bertuliskan “Pergerakan rakyat Kampar, usut selesai korupsi Bupati Kampar Jefri Noer. Banner itu juga dipakai untuk menutupi tubuhnya untuk berbaring di lantai.

    Baca juga: Jurusan di UNTAN

    Koordinator tindakan Aprianto menyampaikan, tindakan jahit mulut yang dikerjakannya adalah puncak dari kekesalannya pada hukum yang laku di Riau. Karena, dia bersama dengan teman-temannya sudah menuntut usaha hukum pada Jefri yang disangka lakukan korupsi tapi tidak ada dari hasil pihak penegak hukum.

    “Hingga kita bungkam dengan lakukan tindakan jahit mulut,” tutur Aprianto di Gedung KPK, Jalan Rasuna Said, Jakarta, Jumat (31 Oktober 2014.

    Awalannya, katanya, pihaknya akan lakukan tindakan longmarch dari Kampar ke Jakarta. Akan tetapi masyarakat Kampar tidak menghendakinya hingga masyarakat menghimpun dana untuk naik bus.

    Kehadirannya ke KPK adalah usaha untuk memperoleh keadilan karena sampai kini Bupati Kampar Jefri Noer sudah lakukan pendapat korupsi sampai sampai Rp1,4 triliun.

    Diantara pendapat korupsi yang dikerjakan Jefri Noer adalah
    Program Penyuluhan Perikanan, Pertanian, Pertanakan serta Swadaya (P4S) dengan nilai sampai Rp70 miliar. Jefri Noer disangka juga lakukan korupsi pakaian koko yang nilainya sampai Rp4 miliar.

    “Diluar itu, Jefri Noer juga lakukan pendapat cost berjalan-jalan ke Eropa yang nilainya sampai Rp2 miliar,” tuturnya.

    Berkaitan sampai kapan akan lakukan tindakan jahit mulut, Aprianto menyatakan, bila tidak disikapi serta berjumpa dengan Ketua KPK Abraham Samad karena itu pihaknya siap menanti. Jika memang perlu pihaknya siap jadi mayat bila perjuangannya tanpa hasil.

    “Pantang pulang sebelum sukses. Lebih terhormat pulang menjadi mayat dibanding pulang tidak membawa apa-apa,” tegasnya.

    Baca juga: Jurusan di POLNEP

    Kepala Kabar berita serta Publikasi KPK Priharsa Nugraha menyampaikan, KPK menjadi instansi publik antikorupsi tetap terbuka untuk terima masukan penduduk, baik berbentuk pengaduan ataupun masukan serta pendapat.

    Waktu di tanya mahasiswa akan bermalam bila tidak berjumpa Ketua KPK Abraham Samad, Priharsa menjelaskan, sampai sekarang ini pihaknya belumlah ada perwakilan yang nyampaikan pendapat korupsi Bupati Kampar ke Humas KPK.

  • 62 Perusahaan Ramaikan Bursa Kerja Undip

    Date: 2018.08.16 | Category: Lain - Lain | Response: 0

    Sekitar 62 perusahaan dari beberapa bagian memeriahkan pelaksanaan bursa kerja yang diselenggarakan Kampus Diponegoro (Undip) Semarang, hari ini.

    Bursa kerja yang laku untuk umum itu di buka dua hari (7-8 November) di Auditorium Universitas Undip Peleburan.

    Baca juga: Biaya Kuliah UNMPendaftaran UNM

    Ketua Panitia Bursa Kerja Agung Budiatmo menyampaikan, beberapa stand perusahaan yang terbagi dalam perbankan, automotif, property serta beberapa bagian yang lain itu menyiapkan beberapa ratus lowongan yang bisa diambil beberapa pencari kerja.

    “Bursa kerja ini terbuka buat siapapun, baik untuk alumni Undip sendiri ataupun penduduk umum yang mencari kerja,” katanya, Jumat (7/11/2014).

    Dia mengatakan, lewat bursa kerja yang di buka itu, beberapa pencari kerja akan dimudahkan untuk memastikan pilihan karirnya dan bisa berjumpa langsung dengan perusahaan yang dituju.

    “Tidak hanya lebih efisien, serta sangat mungkin pelamar dapat pilih tempat kerja sama dengan yang diharapkan dan jadi bahan input buat Undip untuk sesuaikan kurikulum dengan keperluan pasar kerja sekarang ini,” tutur dia.

    Bukan sekedar mempermudah beberapa pencari kerja untuk mencari pilihan karir, lewat bursa kerja itu juga, beberapa perusahaan yang ikut memeriahkan dapat juga langsung disandingkan, pilih serta memilih calon-calon karyawannya dengan efisien waktu itu juga.

    Baca juga: Biaya Kuliah UNRAMPendaftaran UNRAM

    Muhammad Anwar, salah satunya pencari kerja pada pelaksanaan bursa kerja itu menyampaikan, pelaksanaan bursa kerja yang diselenggarakan begitu menolong. Terpenting buat beberapa pencari kerja yang baru lulus kuliah.

    “Kan tidak butuh kirim lamaran ke beberapa perusahaan yang diharapkan. Kita dapat hadir ke bursa kerja serta pilih stand-stand perusahaan yang telah ada, dengan cara langsung. Baik tenaga ataupun waktu begitu efektif. Mudah-mudahan saja saya dapat di terima di salah satunya perusahaan yang berada di bursa kerja ini,” papar Anwar.

  • 122 Mahasiswa Undip Ikuti Latihan Bela Negara

    Date: 2018.08.14 | Category: Lain - Lain | Response: 0

    Sekitar 122 mahasiswa Kampus Negeri Diponegoro (Undip) Semarang ikuti Latihan Bela Negara, di markas komando (Mako) Batalyon Infanteri (Yonif) 400 Raider, Semarang.

    Baca juga: Jurusan di POLSRI

    “Latihan bela negara ini mempunyai tujuan untuk menumbuhkan perasaan cinta Tanah Air. Diluar itu juga untuk tahu dengan cara langsung kehidupan beberapa prajurit sebenarnya,” kata Aster Kasdam IV/Diponegoro Kolonel Kav Gatut, Sabtu (22/11/2014).

    Menurut dia, mahasiswa merupakan calon pemimpin hari esok. Karenanya, dalam latihan bela negara ini memerlukan pandangan wacana bela negara untuk beberapa mahasiswa.

    Dalam latihan bela negara ini, beberapa mahasiswa akan ikuti beberapa pekerjaan, diantaranya karya bakti, pengenalan lingkungan di barak prajurit, sampai renungan malam.

    Selain itu, Kapten Alfredo Siahaan sebagai Pasiops Latihan menuturkan, latihan bela negara yang ditempuh mahasiswa Undip ini menjadi sisi dari sosialisasi bela negara buat mahasiswa di Jateng serta DIY.

    Baca juga: Jurusan di POLINELA

    “Pekerjaan bela negara ini mempunyai tujuan memberikan nilai-nilai kejuangan serta nasionalisme,” terangnya.

    Menurut dia, beberapa mahasiswa akan dididik tentang dasar-dasar kepemimpinan, membuat kepribadian, membina fisik, serta pembentukan mental.

  • SEED, Aplikasi Android Pendeteksi Stroke Buatan Mahasiswa UB

    Date: 2018.08.13 | Category: Lain - Lain | Response: 0

    Mahasiswa Fakultas Pengetahuan Computer (Filkom) Kampus Brawijaya (UB) sukses membuat aplikasi berbasiskan android SEED, untuk menjumpai penyakit stroke.

    SEED sekarang ini tengah dalam proses peningkatan yang dikerjakan oleh tiga mahasiswa dari Filkom UB, yaitu Dedin Anike Putra (2015/Tehnik Informatika), Muhammad Dimas Setiawan Sanapiah (2014/Tehnik Informatika), serta Azifatul Istna Hanifah (2016/Skema Info).

    Baca juga: Biaya Kuliah PNBPendaftaran PNB

    Dedin Anike Putra, Ketua Team menyampaikan, SEED merupakan suatu aplikasi berbasiskan android untuk menganalisis tanda-tanda awal penyakit stroke memakai algoritme klasifikasi k-NN.

    “Perancangan serta pembangunan aplikasi SEED dilatarbelakangi oleh tingginya tingkat kematian yang dikarenakan penyakit stroke,” tuturnya di Malang, Kamis (26/7/2018).

    Berdasar pada data yang dikumpulkan dari Penelitian Kesehatan Basic 2013, di ketahui stroke adalah salah satunya pemicu kematian paling banyak di Indonesia dengan nilai prevalensi sebesar 12,1 per 1000 masyarakat.

    Hal seperti ini membuat stroke jadi penyakit ke empat paling tinggi yang terkena oleh penduduk Indonesia. Bukan sekedar di Indonesia, penyakit stroke menempati rangking ke-2 di semua dunia menjadi penyakit yang mengakibatkan kematian dengan presentasi 11,3% dari keseluruhan kematian yang ada.

    Biasanya, katanya, stroke terkena oleh orang yang berumur 40 tahun keatas. Akan tetapi sekarang ini, tidak tutup peluang orang diusia muda dapat juga diserang stroke.

    Data dari Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Kota Malang, selama tahun 2016 pasien penyakit stroke 30% nya masih tetap diusia muda, yakni pada umur 18 – 40 tahun . Hal seperti ini karena gaya hidup yang tidak sehat.

    Dengan memakai jargon “SEED, Gunakan Aplikasi, untuk Indonesia Sehat!”, Dedin menyatakan, peningkatan aplikasi SEED diinginkan bisa menolong penduduk untuk terlepas dari penyakit stroke.

    Baca juga: Biaya Kuliah LSPRPendaftaran LSPR

    Dengan SEED, penduduk bisa mengatur keadaan kesehatannya dengan gampang serta murah. Diluar itu, dokter bisa menolong untuk mencerdaskan penduduk mengenai kemungkinan serta bahaya penyakit stroke lewat aplikasi ini.

    Untuk memakai SEED, penduduk mesti menginputkan beberapa data supaya aplikasi bisa lakukan diagnosis. Data itu seperti tinggi tubuh, berat tubuh, kisah fibrilasi atrium, kisah keluarga, desakan darah, rutinitas merokok, rutinitas kegiatan fisik, gula darah, serta cholesterol.

    “Data itu nanti akan dipakai dalam proses klasifikasi oleh skema dengan memakai algoritme k-NN yang setelah itu aplikasi akan tampilkan hasil serta referensi,” tutur Dedin.

  • Pemerintah Dorong Hasil Riset Universitas Dikomersilkan

    Date: 2018.08.10 | Category: Lain - Lain | Response: 0

    Pemerintah dalam hal seperti ini Kementerian Penelitian & Tehnologi Pendidikan Tinggi, menggerakkan supaya hasil penelitian serta riset yang dikerjakan oleh kampus, bisa dikomersialisasikan.

    Baca juga: Biaya Kuliah STKSPendaftaran STKS

    Menteri Penelitian & Tehnologi Pendidikan Tinggi Muhammad Nasir mengutarakan, sampai kini hasil riset serta penelitian cuma berhenti pada riset untuk publikasi semata-mata.

    ” Saya menyongsong baik apakah yang telah dinisiasi UI (Kampus Indonesia) dalam rencana menghilirasi hasil penelitian serta mengkomersialisasikannya. Sampai kini, cuma berhenti pada peneilitian untuk publikasi saja. Walau sebenarnya itu tidak cukuplah semestinya cuma untuk koleksi saja, ” tutur dia di Balai Kartini, Jakarta, Senin (1/12/2014).

    Menurut dia, pengomersialisasian hasil penelitian bisa jadi basic ilmu dan pengetahuan untuk semakin maju serta bereksperimen dalam melawan ASEAN Economic Community (AEC) 2015.

    Baca juga: Biaya Kuliah STMIPendaftaran STMI

    ” Dalam melawan AEC, rasa-rasanya terpenting sekali kita coba kerjakan hal seperti ini. Di mana penelitian cuma publikasi, kita naikkan supaya membuahkan hak paten, menghilirasi serta mengkomersialisasikan hasil itu, ” tukasnya.

  • Undip Resmi Buka Klinik dan Lab Kebencanaan

    Date: 2018.08.08 | Category: Lain - Lain | Response: 0

    Kampus Diponegoro (Undip) Semarang sah buka klinik serta laboratorium kebencanaan yang ada di Desa Gulon, Kecamatan Salam, Kabupaten Magelang.

    Baca juga: Jurusan di POLIMDO

    Klinik serta laboratorium kebencanaan itu sebetulnya telah diresmikan semenjak Juli lantas, akan tetapi karena tetap harus menanti izin sah pemerintah, pembukaan klinik serta laboratorium itu baru bisa dikerjakan dengan sah pada Senin (22/12).

    Ketua Instansi Riset serta Dedikasi Penduduk (LPPM) Undip, Prof Ocky Karnarajasa, menyampaikan, pengelolaan klinik serta laboratorium kebencanaan itu diserahkan rektor pada LPPM Undip. “Poliklinik itu ketika normal akan memberi service kesehatan buat penduduk umum. Sedang saat berlangsung bencana, bisa menjadi tempat pengungsian buat masyarakat yang jadi korban, ” katanya, tempo hari.

    Baca juga: Jurusan di UNM

    Ketua Pengelola Klinik serta Laboratorium Kebencanaan Undip, dr Abdul Mughni Rozy, menyampaikan, arah utama dibukanya klinik serta laboratorium itu untuk memberi rehabilitasi buat korban bencana Gunung Merapi. “Klinik serta laboratorium kebencanaan itu bisa digunakan penduduk seputar, ” katanya.

  • Mahasiswa Sastra Arab UI Menghilang

    Date: 2018.08.06 | Category: Lain - Lain | Response: 0

    Danny Ashri Fajar Purba, 21, mahasiswa Jurusan Sastra Arab Fakultas Pengetahuan Budaya (FIB) Kampus Indonesia (UI), diberitakan menghilang semenjak Rabu (14/1) dari Apartemen Margonda Residence.

    Pihak keluarga yang cemas dengan kehadiran Danny pada akhirnya melapor ke Polresta Depok pada Kamis (15/1). Ibu Danny, Dewi Tresnasih, menyampaikan anaknya itu mempunyai nilai akademik yang baik. Danny aktif di komune marawis serta turut Festival Timur Tengah dan jadi panitia beberapa acara. Dia sudah sempat lihat gelagat meresahkan dari anaknya yang sekarang bertubuh lebih tegap serta berat tubuh yang menyusut.

    Baca juga: Biaya Kuliah ATMIPendaftaran ATMI

    Pada September 2014, berat tubuh Danny sampai 100 kg lebih. Akan tetapi pada 26 Desember 2014 saat Dewi berjumpa Danny, berat anaknya itu berkurang sampai 80 kg. “Badannya tambah lebih tegap serta mempunyai berewok, ” tutur Dewi yang tinggal di Batam, Kepulauan Riau. Danny mempunyai ciri fisik tinggi seputar 180 cm serta berat 80 kg.

    Dia juga berkacamata, berewokan, serta rambut ikal. Keluarga sekarang masih tetap kesusahan temukan Danny. Wakil Rektor Bagian Akademik serta Kemahasiswaan UI Bambang Wibawarta mengakui sudah mengetahui berita menghilangnya salah satunya mahasiswanya. Sekarang ini pihak universitas turut menelusuri serta memahami masalah itu.

    “Pihak keluarga telah melaporkannya ke Polresta Depok, ” tuturnya tempo hari. Beberapa staf pengajar serta rekanan Danny ikut juga dimintai info. Pihaknya juga masih tetap menanti info kelanjutan dari kepolisian. “Kami juga bekerjasama dengan kepolisian untuk hal seperti ini, ” katanya. Dia menyatakan belumlah ada kepastian tentang pendapat yang di kuatirkan pihak keluarga.

    Baca juga: Biaya Kuliah IKJPendaftaran IKJ

    Dari info rekan Danny serta pengajar di FIB UI tidak ada gelagat meresahkan apapun. Di mata rekan-rekannya Danny merupakan mahasiswa yang baik serta tetap berlaku lumrah. Sesudah terima laporan dari pihak keluarga, polisi masih tetap mencari kehadiran Danny.

    “Kami masih tetap susuri satu per satu peluang ada info kehadiran yang berkaitan, ” tutur Kapolresta Depok Kombes Pol Ahmad Subarkah. Dia malas berspekulasi atas misteri hilangnya Danny, termasuk juga pendapat hilangnya Danny yang diduga ikut serta satu pekerjaan spesifik maupun pekerjaan terlarang yang lain. “Belum sampai kesana. Saya akan teliti lagi bagaimana perubahannya, ” kata dia.

  • Kriminolog UI Sebut Jakarta Memang Tidak Aman

    Date: 2018.08.05 | Category: Lain - Lain | Response: 0

    Kriminolog dari Kampus Indonesia (UI) Yogo Tri Hendriarto menilainya, banyak aspek yang membuat Jakarta tidak aman.

    Baca juga: Jurusan di UNSRAT

    Diantaranya merupakan aspek psikologis. Sebagian orang terasa takut karena mungkin saja dia banyak lihat tayang an kriminil hingga perasaan takutnya tinggi.

    ” Kalaupun disebut tidak nyaman pasti ada faktornya. Diantaranya di pengaruhi psikologis seorang. Tidak nyaman itu mesti disaksikan dari semua segi dari mulai lingkungan, transportasi serta keamanan, ” kata Yogo, Jumat (30/1/2015)

    Disadari dia, Jakarta memang tidak aman untuk bekerja saat 24 jam. Karena memang tidak ada skema pengamanan yang mensupport. Lalu minimnya penerangan umum serta tidak ada petugas yang berjaga 24 jam.

    Baca juga: Jurusan di UNIMA

    Tentang hasil survey yang launching Economist Intelligence Unit (EIU) dengan mengatakan Jakarta menjadi kota sangat tidak aman, Yogo menanyakan cara yang dipakai dalam survey itu. Apa populasi yang jadi sampelnya mewakili penduduk Jakarta atau tidak .

    Lalu analisa apakah yang dipakai hingga muncul hasil semacam itu. ” Tetap harus dikaji lagi tentang cara serta polulasi sampelnya, ” ujarnya.

  • Guru Besar USU Tewas Tenggelam

    Date: 2018.08.02 | Category: Lain - Lain | Response: 0

    Guru Besar Fakultas Matematika serta Pengetahuan Pengetahuan Alama (FMIPA) Kampus Sumatera Utara (USU), Retno Widhiastuti, meninggal terbenam di perairan Iboih, Sabang, Aceh, tempo hari seputar jam 01. 00 WIB, sesudah perahu yang ditumpanginya pecah ditabrak ombak.

    Kecelakaan perahu ini berlangsung waktu korban bersama dengan rombongan dosen program pendidikan (prodi) biologi serta mahasiswa pascasarjana USU sejumlah 14 orang lakukan observasi lapangan. Akan tetapi rekanan korban, Nurzahara Pasaribu mengutarakan, mereka dari Departemen Biologi FMIPA USU liburan ke lokasi wisata Pantai Iboih, Pulau Weh, Kota Sabang.

    Baca juga: Biaya Kuliah ITENASPendaftaran ITENAS

    “Rencana kami akan snorkeling (selam permukaan) di perairan di seputar Pulau Rubiah yang bersisihan dengan Pantai Iboih. Karena kami ada 14 orang menyewa dua perahu wisata, satu perahu optimal delapan orang, ” tuturnya, tempo hari.

    Saat dalam perjalanan menuju titik penyelaman, perahu wisata yang mereka tumpangi dihempas gelombang sampai terbelah. Semua penumpang perahu berupaya selamatkan diri. “Waktunya cepat sekali. Kami semua cemas.

    Tidak berapakah lama hadir beberapa perahu selamatkan kami. Saya sudah sempat lihat korban berpegangan pada sebatang kayu, ” katanya. Nurzahara yang juga Ketua Departemen Biologi FMIPA USU terombang- ambing ombak tampak banyak menelan air laut.

    Korban sudah sempat dievakuasi serta dikasih napas buatan, tetapi nyawanya tidak tertolong. “Dari 14 orang rombongan kami yang naik perahu wisata itu, tiga salah satunya tidak kenakan jaket pelampung, termasuk juga korban, ” tuturnya. Jenazah korban setelah itu dibawa dari Sabang menuju Pelabuhan Ulee Lheue Banda Aceh dengan memakai kapal feri.

    Dari pelabuhan, jenazah korban dibawa ke rumah sakit di Banda Aceh untuk diautopsi. Rombongan korban pergi dari Medan pada Selasa (11/2) malam serta datang di Sabang, Rabu (11/2) seputar jam 12. 00 WIB. Info dari Kepolisian Resor (Polres) Sabang mengatakan, perahu nahas yang dinakhodai Ilyas, 41, nelayan asal Gampong Iboih itu, ditumpangi tujuh penumpang, termasuk juga korban.

    Ke enam penumpang itu bernama Saleha Hanum, 40 ; Nurzahara Pasaribu, 51 ; Eli Masnu, 50 ; Safruddin Ilyas, 49 ; Gamatiki, 30 ; serta Erni Jumilawati, 45. Ke-7 penumpang itu sudah sempat terombang-ambing di laut sesudah perahu yang mereka tumpangi pecah dihempaskan ombak laut. Akan tetapi, ke enam penumpang itu sukses diselamatkan.

    Mengenai tempat peristiwa di Aruh Bale Jurong Teupin Layeu Gampong Iboih, Kecamatan Sukakarya, Sabang. Awal mulanya, rombongan korban nikmati panorama bawah laut di Aruh Bale Jurong Teupin Layeu yang berjarak seputar 15 mtr. dari daratan. Tidak diduga hadir ombak menghantam keras hingga menyebabkan perahu alami patah dibagian tengah serta terbenam.

    Peristiwa ini tampak rombongan yang lain di perahu berlainan lalu hadir mengevakuasi korban satu per satu. Penyelamatan ini menyebabkan perahu penolong jadi keunggulan kemampuan penumpang karena cuma dapat mengangkat optimal 10 orang. Perahu itu juga oleng serta hampir terbenam.

    Baca juga: Biaya Kuliah MARANATHAPendaftaran MARANATHA

    Mujur seputar dua menit lalu hadir empat perahu yang lain yang mengangkat beberapa korban. Beberapa penumpang secara langsung dibawa ke Puskesmas Iboih untuk kontrol medis. Sabri Emita, dosen yang turut rombongan penelitian menyampaikan, waktu peristiwa cuaca lumayan baik, tetapi ombak agak tinggi serta angin tidak bertiup kencang.

    Dia lihat peristiwa yang menyebabkan partnernya wafat karena ada di perahu lainnya. “Kami ke Sabang untuk riset. Saya tidak dapat narasi banyak karena tengah di kapal ingin berlayar ke Banda Aceh. Jenazah Prof Retno telah dikafani serta dijadwalkan pergi ke Medan malam hari ini (semalam), ” katanya.

    Terpisah, Dekan FMIPA USU, Sutarman, mengakui terperanjat atas peristiwa yang menewaskan partnernya. “Mewakili civitas akademika FMIPA USU serta rekan sejawat, kami ikut berduka cita atas berpulang Bu Retno. Beliau satu angkatan dengan saya. Beliau ini pekerja keras, gigih untuk mengajar.

  • Unair: Dua Profesor Ambil Formulir Pendaftaran

    Date: 2018.08.01 | Category: Lain - Lain | Response: 0

    Tingkatan penentuan rektor Kampus Airlangga (Unair) diawali. Di hari pertama pendaftaran tempo hari, dua akan calon rektor (bacarek) ambil formulir di sekretariat Panitia Seleksi Calon Rektor (PSCR) di lantai 4 Gedung Rektorat Universitas C Mulyorejo.

    Baca juga: Biaya Kuliah POLNEP

    Mereka merupakan Prof. Nasronuddin, Ketua Tropical Disease Center atau Instansi Penyakit Tropis ; dan Prof. Djoko Santoso, Wakil Dekan II Fakultas Kedokteran (FK). Mereka hadir sendiri-sendiri tanpa team sukses. Berdasar pada pantauan KORAN SINDO JATIM, Nasronuddin hadir jam 09. 00 WIB serta Djoko pada jam 09. 30 WIB.

    Kedua-duanya di terima Ketua Senat Unair Prof. Muhammad Amin bersama Ketua PSCR Prof. Soetjipto. Nasronuddin sudah sempat mengemukakan latar belakang penyalonannya. “Saya telah lumayan lama jadi pegawai negeri sipil (PNS) di Unair, yaitu semenjak 1984. Lama mengabdi di Unair. Banyak inspirasi yang akan saya sumbangkan untuk Unair, ” kata Nasronuddin.

    Pria asal Ponorogo ini ingin Unair ke depan lebih memberi peran untuk pembangunan nasional. Masalah modal maju turut penentuan rektor, Nasronuddin mengakui memilikinya. Apakah itu? “Pengalaman saya memimpin institut ini, Instansi Penyakit Tropis. Ini merupakan miniatur Unair. Di instansi penelitian ini, ada semua fakultas, semua instansi, ” katanya. Nasronuddin dalam memimpin Instansi Penyakit Tropis cukuplah sukses memperluas kerja sama Unair dengan beberapa pihak didalam ataupun luar negeri.

    “Pengalaman saya ini membuahkan hal yang baik. Instansi ini menjadi juara serta jadi pusat favorit iptek nasional serta akreditasi nasional. Agustus 2013 diputuskan jadi institusi penguatan penelitian, jaringan kerja sama internasional. Sukses kuatkan kelembagaan di jaringan jadi modal saya. Ini miniatur Unair, ” katanya. Disinggung masalah status Unair menjadi perguruan tinggi negeri dengan tubuh hukum (PTN BH), disadari Nasronuddin, menjadi modal strategis.

    Universitas dapat otonomi, dapat lebih leluasa, akan tetapi bukan tanpa batas. PTN BH, katanya, menuntut Unair dapat membuat neraca keuangan sesuai dengan ketentuan. Bagaimana program untuk Unair di Banyuwangi? “Keberadaan Unair di daerah untuk memajukan daerah. Unair Banyuwangi sesuai dengan instruksi kementerian. Jadi pekerjaan Unair untuk bantu daerah lainnya. Dari sekian waktu Unair di Banyuwangi diperluas fakultas serta prodi, ” katanya.

    Prof. Djoko Santoso tidak ingin ketinggal mengemukakan latar belakang kemauan mencalonkan diri. “Sebagai masyarakat Unair, jadi saya ingin mengabdikan diri untuk memberi arah Unair ke depan menurut vs yang saya miliki, ” kata Djoko. Unair serta perguruan tinggi lainnya, kata Djoko, jadi sisi pertahanan bangsa tanpa senjata serta miliki dampak mengagumkan. Tidak hanya ingin melanjutkan capaian rektor saat ini, Djoko ingin jadikan universitas lebih inovatif.

    Baca juga: Biaya Kuliah UNSYIAHBiaya UKT UNSYIAH

    “Bekerja dengan team, memantapkan Unair menjadi universitas negeri terunggul nomer empat di Indonesia. Produk yang keluar dari Unair menjadi alumni dapat berkiprah di nasional serta internasional, ” katanya. Djoko juga ingin meningkatkan Unair dengan investasi, yaitu menguliahkan dosen ke luar negeri termasuk juga pemberian beasiswa mahasiswa. “Take and give. Unair berikan beasiswa, berikan modal dahulu. Ada biaya spesial, ” tuturnya.