0

modernisasi pesantren, harapan bangsa

modernisasi dalam tubuh pesantren

MODERNISASI PESANTREN

Menghadapi perubahan zaman yang begitu cepat, dunia pesantren mengalami pergeseran kearah perkermbangan yang lebih positif, baik secara struktural maupun kultural, yang menyangkut pola kepemimpinan, pola hubungan pimpinan dan santri, pola komunikasi, cara pengambilan keputusasan dan sebagainya, yang lebih memperhatikan prinsip-prinsip manajemen ilmiah dengan landasan nilai-nilai Islam. Dinamika perkembangan pesantren semacam inilah yang menampilkan sosok pesantren yang dinamis, kreatif, produktif dan efektif serta inovatif dalam setiap langkah yang ditawarkan dan dikembangkannya. Sehingga pesantren merupakan lembaga yang adaptif dan antisipatif terhadap perubahan dan kemajuan zaman dan teknologi tanpa meninggalkan nilai-nilai relegius.

Mencermati perkembangan yang terjadi pada pesantren, antara lain;

  1. Fisik

Berdasarkan hasil penelitian Arifin, pola keempat dan kelima, menunjukkan pola pesantren modern. Antara lain;

Pola ke-empat :

Untuk pola ini, pondok pesantren selain memiliki komponen-komponen fisik seperti pola ketiga memiliki pola tempat untuk pendidikan ketrampilan seperti kerajinan, perbengkelan, toko, koperasi, sawah, ladang dan sebagainya. Sehingga sebagai sarana edukatif lainnya sebagai penunjang memiliki nilai lebih dibanding dengan pola ketiga.

Pola kelima :

Dalam pola yang terakhir ini pondok pesantren telah berkembang dengan pesatnya sesuai dengan perkembangan zman dan yang lazim disebut dengan pondok pesantren moderen atau pondok pesantren pembanunan. Disamping masjid, rumah kyai/ustadz, pondok, madrasah dan atau sekolah umum, terdapat pula bangunan-bangunan fisik lainnya sebagai penunjang seperti; perpustakaan, dapur umum, rumah makan umum, kantor administrasi, toko/unit usaha, koperasi rumah penginapan tamu, ruang operasi dan sebagainya.

Sedangkan menurut klasifikasi Zimek Pada jenis C, B, dan E dapat dikategorikan pola moderen, antara lain :

Jenis C. Merupakan kelompok pesantren yang ditambah dengan lembaga pendidikan, yaitu terdapat komponen Kiai, masjid, santri, pondok, madrasah (primer). Aktifitas di pondok jenis ini dimaksudkan agar siswa/santri dapat memahami pengetahuan agama dan pengetahuan umum yang berlaku secara internasional. Dan dalam menempuh pendidikan di lembaga ini diakui oleh pemerintahan.

Jenis D. Merupakan kelompok pesantren yang memiliki fasilitas lengkap dengan pemahaman elemen madrasah (primer, sekunder, dan tersier), yaitu lembaga pendidikan yang formal dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi, dengan fasilitas belajar mengajar yang lengkap, seperti laboratorium dan perpustakaan untuk menunjang proses belajar pesantren.

Jenis E. Yaitu kelompok pesantren besar dan berfasilitas lengkap, terdiri dari pesantren induk dan pesantren cabang. Disini terdapat penambahan elemen madrasah dari yang primer hingga tersierdan fasilitas penunjang ruang ketermpilan. Pesantren induk hanya diperuntukan bagi santri yang telah tamat dalam penguasaan kitab-kitab Islam, dan hanya tinggal pematangan watak dan pengemblengan rohani secara rutin serta penguasan bahasa pengantar dasar pendidikan, yaitu Bahasa Arab. Sedangkan pesantren cabang merupakan tempat pengemblengan dasar-dasr penguasaan dan pemahaman kitab-kitab Islam serta beberapa pengenalan keahlihan dan keterampilan.

  1. Non Fisik

Sebagai upaya mengantisipasi perkembangan yang terjadi agar pesantren tetap eksis, maka terjadi suatu perubahan; dalam hal sikap pesantren semakin terbuka menerima peruabahan yang terjadi di luar pesantren. Pesantren yang di kesankan sebagai gejala pedesaan, mengalami perubahan menjadi gejala urban (perkotaan), kesan konservatif berubah menjadi liberal, pola kepemimpinan kyai centris berubah menjadi pola kolektif dalam bentuk yayasan dan organisasi.

Dalam hal kepengurusan pesantren, menurut Abdurrahman Wachid, kepengurusan pesantren adakalanya berbentuk sederhana, dimana kyai memegang pimpinan mutlak dalam segala hal, sedangkan kepemimpinannya itu seringkali diwakilkan kepada seorang ustadz senior selaku “lurah pondok” . Dalam pesantren yang telah mengenal bentuk organisatoris yang komplek, peranan “lurah pondok” ini digantikan oleh susunan pengurus lengkap dengan pembagian tugas masing-masing, walaupun ketuanya masih dinamai lurah juga.

Dari aspek sistem banyak pesantren yang menggunakan sistem klasikal, dengan metodologi yang disesuaikan dengan metode pengajaran moderen, yaitu; metode ceramah, metode kelompok, metode tanya jawab dan diskusi, metode demonstrasi dan eksperimen, metode dramatisasi. Dalam hal pengembangan materi pembelajaran, pesantren modern tidak hanya mematok kitab tertentu sebagaimana pesantren lama, namun sudah mengembangkan materi dalam bentuk kurikulum dengan muatan yang lebih komprehensif.

Kecuali dari sudut pandang fisikal, kemajuan yang telah berkembang dalam dunia pesantren juga dapat dipandang dari sudut-sudut pandang lain, antara lain, dari segi kelembagaan, kurikulum, dan metode pembelajarannnya.

 

Kelembagaan

Sejak Belanda mendirikan lembaga pendidikan umum, sekolah rakyat atau sekolah Desa dengan masa belajar selama 3 tahun di beberapa tempat di Indonesia pada tahun 1870-an telah mempengaruhi lembaga pendidikan Islam, Perkembangan selanjutnya tradisi baru pendidikan itu menjadi inkulturalisasi terhadap tradisi Asli pesantren atau surau. Banyak pesantren atau surau melakukan perubahan. Misalnya memasukkan mata pelajaran umum. Tidak hanya itu saja, ada pesantren atau surau berubah menjadi madrasah dan berubah dari fungsi aslinya.

Dalam masa-masa kesulitan ekonomi yang terjadi di Indonesia pada dekade 1950-an dan awal 1960-an, pembaharuan pesantren banyak berkenaan dengan pemberian ketrampilan khususnya dalam bidang pertanian. Santri diharapkan mempunyai bekal dan untuk mendukung ekonomi pesantren. Karena pada saat itu terjadi krisis ekonomi sehingga banyak pesantren di pedesaan seperti Tebuireng dan Rejoso, mengarahkan pada santrinya untuk terlibat dalam kegiatan-kegiatan vacational dalam bidang pertanian seperti penanaman padi, kelapa, tembakau, kopi dan lainnya. Hasil penjualan dari usaha pertanian seperti itu digunakan untuk membiayai pesantren.

Pada waktu itu pesantren-pesantren besar seperti Gontor, Tebuireng, Denanyar, Tambak beras, Tegalrejo mulai mendirikan dan mengembangkan koperasi. Dengan kopersi ini, minat kewirausahaan para santri dibangkitkan. Untuk kemudian diarahkan menuju pengembangan pengelolaan usaha-usaha ekonomi pesantren dan pengembangan ekonomi masyarakat. Itulah sebabnya, pemetaan pesantren terakhir di 10 provinsi menunjukkan bahwa dari 6015 pesantren yang diamati terdapat sebanyak 3.789 atau 63% yang sudah memiliki aktifitas ekonomi sedangkan jenis kegiatan ekonomi yang banyak dilakukan adalah koperasi (48,51%) dan pertanian 15,04%. Selanjutnya bidang peternakan 5,65% dan perikanan 5,38%. Sementara jenis-jenis lainnya seperti perbengkelan, home industri, jasa, hanya dibawah 5%.

Setelah pesantren dan sistem kelembagaan marasah modern berada di bawah tanggung jawab dan pengawasan Departemen Agama maka banyak pesantren yang mendirikan madrasah.

Pesantren mengalami perubahan yang sangat signifikan karena berlangsungnya modernisasi pesantren di Jawa sejak masa orde baru. Dalam perubahan-perubahan itu, pesantren kini memiliki empat jenis pendidikan. “Pertama, pendidikan yang berkonsentrasi pada tafaqquh fi al-din, kedua, pendidikan berbasis madrasah, ketiga, pendidikan berbasis sekolah umum dan keempat, pendidikan berbasis ketrampilan”.

Hal ini berbeda dengan apa yang dimaksudkan oleh Dr.Budiono, Ka.Balitbang DepDiknas RI, pada dasarnya pemerintah mulalui system pendidikan nasionalnya mencoba memayungi lebih nyata seluruh jalur pendidikan di negeri ini tanpa ada diskriminasi pendidikan. Menurutnya sekarang ini madrasah dan pesantren selalu termarginalkan oleh pemerintah, padahal pesantren merupakan lembaga pendidikan tertua di Indonesia yang sudah banyak memberikan pengaruhnya di tengah-tengah kehidupan masyarakat. Dengan demikian Budiono mengharapkan perubahan-perubahan yang terjadi di pesantren dapat memberikan konstribusi pemikiran dalam menentukan arah serta warna pendidikan nasional di masa depan. Budiono juga sadar, pesantren dan sekolah lainnya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing, akan tetapi melalui kerjasama bersifat kemitraan antara pemerintah dan masyarakat, kekurangan tersebut dapat diminimalisir.

Sebenarnya persoalan yang kemudian timbul dari perubahan madrasah yaitu menyangkut pembedaan antara lembaga umum dan lembaga agama, ketika madrasah dijadikan sekolah umum atau sama dengan sekolah umum maka sulit bagi kita menyebutkan mana yang berorientasi pada ilmu agama atau mengajarkan ilmu agama ? karena madrasah sekarang diharuskan mengikuti program-program pengajaran yang sama dengan sekolah umum dari pemerintah. Hal ini madrasah menjadi tidak independent.

Modernisasi pesantren telah banyak mengubah sistem dan kelembagaan pendidikan pesantren. Perubahan yang sangat mendasar misalnya terjadi pada aspek-aspek tertentu dalam kelembagaan.

Modernisasi pesantren selama ini telah merubah fungsi utamanya sebagai reproduksi ulama. Fungsi pesantren menjadi luas karena adanya berbagai tuntutan dan kebutuhan zaman. Fungsi ganda pesantren yaitu bidang keagamaan dan umum akan menghilangkan identitas pesantren sebagai pendidikan tradisional. Dalam pandangan lain Nurcholish Madjid mengatakan : “Dunia pendidikan Islam harus memodernisasi diri guna mengejar ketinggalannya dan untuk memenuhi tuntutan teknologi di masa depan.”

Perkembangan terakhir menunjukkan ada pesantren khusus yang menitik beratkan pada teknologi tertentu, seperti peternakan, pertanian, perikanan, dan lainnya. Pesantren melakukan perubahan tersebut sebagai respon terhadap pendidikan umum yang terlebih dahulu mengembangkan MIPA.

Pondok pesantren Al-Falah Pamekasan Jawa Timur yang didirikan tahun 1924 oleh K.H Muhamad Toha Jamaluddin. Pesantren ini sekarang di asuh anaknya K.H Lutfi Thoha, Pesantren ini mengalami kemajuan pesat baik sisi kelembagaan maupun aktifitasnya. Dari sisi kelembagaan selain sudah memilki badan hukum yayasan, juga sudah mendirikan madrasah formal mulai tingkt dasar (MI),menengah (MTs) dan Menengah Atas (MA) dari sisi kegiatan, sudah mengembangkan aktifitas ekonomi seperti koprasi simpan pinjam yang didirikan 1989. pada 1993 bersama ICMI Orsat pamekasan, membenuk baitulmal wat tamwil. Dalam bidang Industri kecil pesantren ini memiliki usaha konfeksi (garmen) dan kerajinan tangan. Dalam bidang agrobisnis pesantren telah memiliki lahan 1,4 Ha yang dikhususkan untuk penanaman jagung. Hal senada juga dilakukan pondok pesantren Hidayatullah Balikpapan Kalimantan Timur yang didirikan pada tahun 1971, pesantren ini juga mengembangkan kegiatan-kegiatan ekonomi produktif dan pengembangan sosial ekonomi masyarakat sekitarnya. Dimana kegiatan ekonomi yang dilakukan adalah penerbitan majalah suara Hidayatullah pada 1986 yang didistribusdikan keseluruh Indonesia, Untuk bidang perdagangan, pesantren ini memiliki CV.Hudaya yang bergerak dalam bidang perdagangan (pertokoan swalayan) kebutuhan rumah tangga dan memasarkan hasil-hasil pertanian yang diproduksi pesantren. Pesanten juga mengembangkan peternakan, perikanan dan jasa. Bidang jasa pesantren memiliki lembaga antara lain CV. Du’afa (bergerak dalam bidang konstruksi) dan angkutan umum dalam kota. Selain itu, dalam bidang peternakan pesantren ini menggunakan lahan seluas 10 Ha yang memiliki sapi potong 120 ekor dan ayam potong 3000 ekor.

Sistem pendidikan Islam tradisional khususnya pesantren yang melakukan usaha modernisasi, usaha-usaha melakukan pembaharuan misalnya muncul pesantren pertanian, peternakan, pesantren perikanan dan sebagainya. Eksperimen pesantren tersebut mencoba meniru Al-Azhar. Gagasan ini masih belum konkrit tentang konsep secara epistemologi keilmuan umum dalam wacana pendidikan Islam sekarang.

Sejalan dengan fungsi dari kelembagaan pesantren, Arief Subhan menambahkan, selama ini pesantren telah menjalankan fungsinya tidak hanya sebagai lembaga pendidikan, yaitu mengajarkan ilmu-ilmu tradisional Islam, tetapi lebih dari itu, sebagai penjaga dan pemelihara tradisi-tradisi Islam dan sebagai sumber repoduksi otoritas keislaman di lingkungan masyarakat Muslim.

Oleh karena itu, tidak usah dipaksakan untuk mengadakan pesantren pertanian, peternakan, perikanan, agro industri dan sebagainya. Bila hal itu terjadi, hanya akan menambah keruwetan. Serahkan kesemuanya pada IAIN dan yang lain. Biarkan pesantren sebagaimana fungsinya dan harus independen tanpa ada intervensi dari pemerintah, serta memberikan pelayanan keagamaan kepada masyarakat sekitar.

 

Kurikulum

Modernisasi yang dilakukan Gontor sangat berbeda dengan pesantren-pesantren yang lain di Indonesia. Gontor telah memberlakukan kurikulum yang sangat ketat. Santri harus mengikuti seluruh peraturan dalam pendidikan secara reguler dan patuh. Kurikulum Gontor mencoba memadukan antara tradisi belajar klasik dengan gaya modern Barat yang diwujudkan secara baik dalam sistem pengajaran maupun pelajarannya. “Sistem pendidikan pada Pondok Modern Gontor dijadikan sebagai model dalam memodernisasi pendidikan yang digagas oleh Nurcholis Madjid”

Sebenarnya gagasan modernisasi pesantren bertitik tolak dari modernisasi pendidikan Islam yang mempunyai akar-akar dalam gagasan tentang modernisasi pemikiran dan institusi Islam secara keseluruhan yaitu modernisasi pemikiran dan kelembagaan Islam yang merupakan prasyarat bagi kebangkitan kaum muslimin dimasa modern. Karena itu, pemikiran kelembagaan Islam (termasuk pendidikan) harus dimodernisasi sesuai dengan kerangka modernitas.

Gagasan modernisasi pendidikan Islam diawali oleh Ismail Rozi al-Faruqi yang mencoba merumuskan langkah-langkah Islamisasi sains, yang meliputi :

Penguasaan disiplin ilmu modern, penguasaan warisan Islam, penentuan relevansi Islam dengan sain modern, pencarian sintesa kreatif antara wawasan intelektual Islam dan modern, pengarahan pemikiran Islam untuk mencapai kedekatan kepada Allah.

Hal ini terjadi pengintegrasian antara ilmu Islam dan ilmu umum (Islamisasi sains). Dalam konteks Indonesia, gagasan modernisasi Islam pada awal abad 20 dengan membentuk lembaga-lembaga pendidikan modern yang menggunakan sistem pendidikan kolonial Belanda. Gagasan ini diprakarsai oleh organisasi modernis seperti Muhammadiyah, Al-Irsyad dan lain-lain.

Akan tetapi menurut Abdul Munir Mulkan, usaha integrasi kedua sistem ilmu (ilmu agama dan ilmu umum) hanya akan menambah persoalan makin ruwet. Ini disebabkan belum tersusunnya konsep ilmu integral yang ilmiah yang mampu mengatasi dikotomi ilmu umum dan agama itu sendiri. Integrasi kurikulum pesantren tidak lebih sebagai penggabungan dua sistem ilmu tanpa konsep. Akibatnya, tujuan praktis untuk meningkatkan daya saing lulusan dengan sekolah umum, menjadi sulit dipenuhi.

Keadaan tersebut menurut Ahmad El Chumaedy, pesantren dipaksa memasuki ruang konstestasi dengan institusi pendidikan lainya, sehingga memposisikan institusi pesantren untuk mempertaruhkan kualitas out-put pendidikannya agar tetap unggul dan menjadi pilihan masyarakat. Menurutnya pesantren perlu banyak melakukan pembenahan internal dan inovasi baru agar tetap mampu meningkatkan mutu pendidikannya. Oleh karena itu, Chumaedy mengharapkan pengembangan pesantren tidak saja dilakukan dengan cara memasukkan pengetahuan non- agama, melainkan agar lebih efektif dan signifikan, praktek pengajaran harus menerapkan metodologi yang lebih baru dan modern. Kalau masih berkutat pada cara lama yang kuno dan ketinggalan zaman, maka pesantren menurutnya, akan sulit untuk berkompetisi dengan institusi pendidikan lainnya.

Modernisasi yang dilakukan beberapa pesantren tersebut tidak seperti yang dilakukan dari sekolah umum plus yang dikembangkan di kalangan modernis. Mungkin modernisasi yang dilakukan pesantren mengacu pada pembentukan kreativitas dan daya kritis santri seperti yang semula menggunakan sistem halaqoh dan sorogan yang menekankan aspek kongnitif serta memandang santri untuk mandiri, seperti di Gontor. Tetapi adanya opini yang cukup kuat, modernisasi pesantren dilakukan karena adanya ekspansi dari sekolah umum plus, sehingga pesantren memasukkan ilmu-ilmu umum dalam kurikulum pesantren.

Hal ini memang menimbulkan persoalan tersendiri dalam tubuh pesantren yang mengalami modernisasi. Kebanyakan ilmu alam yang mereka (pesantren) masukkan dalam kurikulum tidak mempunyai hubungan dengan Islam. Sebagai contoh Pondok Modern Gontor salah satunya yang memasukkan kurikulum pelajaran umum, bahasa Inggris. Jelas sekali pelajaran bahasa Inggris tidak ada hubungannya dengan tradisi keilmuan dalam Islam. Hal ini beda dengan bahasa Arab yang digunakan untuk mempelajari kitab kuning dalam pesantren tradisional. Bahasa Arab mempunyai hubungan yang erat dengan bahasa Al-Qur’an.

Kalau terus-menerus dilanjutkan, hal ini akan berdampak lain seperti seorang santri yang intens dalam mempelajari bahasa Inggris atau matematika (hitung). Maka akan timbul asumsi atau opini dalam masyarakat tentang pemaknaan santri. Pemaknaan santri sekarang, orang/murid yang menuntut ilmu agama bukannya orang yang mahir berbahasa Inggris atau pandai berhitung.

Dangan demikian perbedaan dan pemilahan di atas terjadi secara alami berkembang di masyarakat. Pemaknaan santri sejak dulu hingga sekarang masih sebagai mereka yang intens pada tradisi Islam, bukan sebaliknya.

 

Metodologi

Pembaharuan pertama, dilakukan Madrasah Adabiyah yang mengadopsi seluruh kurikulum Belanda. Hanya memasukkan pelajaran agama 2 jam dalam sepekan. Selaras dengan itu, Muhammadiyah juga mengadopsi sistem dan kelembagaan pendidikan Belanda secara cukup konsisten dan menyeluruh seperti MULO, HIS, dan lain-lain. Muhammadiyah hanya memasukkan pelajaran agama yaitu metode Qur’an ke dalam kurikulumnya. Hal ini juga terjadi di pesantren dengan mengadopsi aspek tertentu dari sistem pendidikan modern, khususnya dalam kandungan kurikulum, teknik dan metode pengajaran dan sebagainya. Misalkan Pondok Modern Gontor Ponorogo melakukan modernisasi sistem dan kelembagaan pendidikan Islam Indigenous, asli Indonesia.

Pesantren Mambaul Ulum di Surakarta mengambil tempat paling depan dalam merambah bentuk respon pesantren terhadap Ekspansi pendidikan Belanda dan pendidikan modern Islam. Peantren Mambaul Ulum yang didirikan Susuhunan Pakubuwono ini pada tahun 1906 merupakan perintis dari penerimaan beberapa mata pelajaran umum dalam pendidikan pesantren. Menurut laporan inspeksi pendidikan belanda pada tahun tersebut, pesantren mambaul ulum telah memasukkan mata pelajaran membaca (tulisan latin), Aljbar, dan berhitung kedalan kurikukulmnya. Respon yang sama tetapi dalam nuansa yang sedikit berbeda terlihat dalam pengalaman Pondok Modern Gontor. Berpijak pada basis system dan kelembagaan pesantren, pada 1926 berdirilah Pondok Modern Gontor. Pondok ini selain memasukkan sejumlah mata pelajaran umum kedalam kurikulumnya, juga mendorong para santrinya untuk mempelajari Bahasa Inggris (selain bahasa Arab) dan melaksanakan sejumlah kegiatan ekstra kurikulker seperti olahraga, kesenian dan sebagainya.

Modernisasi pesantren menemukan momentumnya sejak akhir 1970-an dengan mengubah sistem dan kelembagaan pendidikan pesantren. Lebih-lebih banyak pesantren tidak hanya mengembangkan madrasah sesuai dengan pola Departemen Agama, tetapi juga mendirikan sekolah-sekolah umum dan universitas umum.

Dalam pengamatan Abdul Munir Mulkhan penggabungan kedua ilmu (ilmu agama dan ilmu umum) dengan sistem kebenaran dan metodologi berbeda sebagai akibat modernisasi, justru bisa menumbuhkan sikap ambivalen peserta didik dan bisa mengganggu perkembangan jiwanya. Dia menambahkan, penggabungan ilmu dalam sistem kurikulum pesantren modern telah menyebabkan peserta didik keberatan beban dari yang seharusnya bisa mereka pikul. Akibat lebih lanjut ialah pengembangan kemampuan peserta didik dalam menguasai ilmu yang terkesan lambat dan hasil belajar yang cenderung rendah.

Sehingga tidak heran pesantren-pesantren tersebut semakin formalis dengan sistem pengajarannya kepada santri. Adanya kurikulum yang ketat dan sistem perjenjangan telah merubah metode yang khas dalam pesantren. Di sini santri dituntut aktif dan kreatif. Lebih jauh lagi pesantren mengikuti program pemerintah yang sangat formal akademis. Di sini juga santri dijadikan seperti barang yang siap untuk diproduksi untuk menjadi ini dan itu.

Sistem yang dikembangkan pesantren modern telah menekankan pada penguasaan materi pelajaran. Karena adanya waktu dan tingkatan yang terbatas dalam proses belajar mengajar. Kecenderungan sistem pengajaran yang berorientasi pada ranah kognitif terlihat pada gagasan Habibie dan kalangan ICMI yang mengembangkan pesantren sekaligus sebagai wahana untuk menanamkan apresiasi dan bahkan bibit-bibit keahlian dalam bidang sains-teknologi.

Di sini pesantren tidak hanya menciptakan interaksi dan interpretasi keilmuan yang lebih inteks dan berpaduan antara ilmu-ilmu agama dengan ilmu-ilmu umum yang berkaitan dengan sains dan teknologi, tetapi juga penguasaan terhadap sains-teknologi untuk kepentingan/keperluan dalam masa industri dan pasca industri.

Oleh sebab itu Sekarang sistem pendidikan Islam menurut Azra : “Semakin sangat formal pendidikannya, hanya menekankan aspek pengajaran. Sementara aspek learning-nya, aspek pembentukan kepribadiannya terabaikan.

Hal ini dapat di jelaskan bahwa penekanan santri pada penguasaan kognitif lebih ditekankan. Santri dituntut besar menggunakan akal pikirnya dan intelektualnya. Lebih-lebih orientasinya pada pasar industri. Maka tidak mustahil anak diibaratkan seperti produk, padahal orientasi pendidikan Islam tidak hanya ilmu dan teknologi. Biasanya anak didik yang memfokusnya sains dan teknologi akan mengabaikan moralnya. Seperti yang terjadi di negara-negara Barat yang orientasinya bagaimana menguasai sains dan teknologi untuk menghasilkan sesuatu yang bernilai materi sehingga mengarah kepada materialisme.

0

garudaku. garudamu. garuda indonesia

0

Albert Einstein : Cerdas mencerdaskan

Albert Einstein : Sang Jenius Fisika Pembuka Tabir Rahasia Alam Semesta
an

Tuhan tidak bermain dadu dengan alam ciptaanya dan segala keajaiban ilmu pengetahuan membuktikan kodrat alam ini… Albert Einstein (1879-1955)

Albert Einstein dilahirkan di Ulm, Kerajaan Wuettemberg, Prusia Raya (sekarang Jerman) pada tanggal 14 Maret 1879. Beliau terlahir sebagai putra sulung dari pasangan Hermann Einstein dan Pauline Koch. Ayahnya berprofesi sebagai pedagang kasur bulu. Pada tahun 1980 bisnis ayahnya mengalami kegagalan. Keluarga Einstein pindah ke Munich. Di kota ini Hermann dan adiknya mendirikan perusahaan instalasi gas dan air.

Di waktu kecilnya Albert Einstein nampak terbelakang karena kemampuan bicaranya amat terlambat. Wataknya pendiam dan suka bermain seorang diri. Bulan November 1981 lahir adik perempuannya yang diberi nama Maja. Sampai usia tujuh tahun Albert Einstein suka marah dan melempar barang, termasuk kepada adiknya.

Minat dan kecintaannya pada bidang ilmu fisika muncul pada usia lima tahun. Ketika sedang terbaring lemah karena sakit, ayahnya menghadiahinya sebuah kompas. Albert kecil terpesona oleh keajaiban kompas tersebut, sehingga ia membulatkan tekadnya untuk membuka tabir misteri yang menyelimuti keagungan dan kebesaran alam.

Meskipun pendiam dan tidak suka bermain dengan teman-temannya, Albert Einstein tetap mampu berprestasi di sekolahnya. Raportnya bagus dan ia menjadi juara kelas. Selain bersekolah dan menggeluti sains, kegiatan Albert hanyalah bermain musik dan berduet dengan ibunya memainkan karya-karya Mozart dan Bethoveen.

Albert menghabiskan masa kuliahnya di ETH (Eidgenoessische Technische Hochscule). Pada usia 21 tahun Albert dinyatakan lulus. Setelah lulus, Albert berusaha melamar pekerjaan sebagai asisten dosen, tetapi ditolak. Akhirnya Albert mendapat pekerjaan sementara sebagai guru di SMA. Kemudian dia mendapat pekerjaan di kantor paten di kota Bern. Selama masa itu Albert tetap mengembangkan ilmu fisikanya.

Tahun 1905 adalah tahun penuh prestasi bagi Albert, karena pada tahun ini ia menghasilkan karya-karya yang cemerlang. Berikut adalah karya-karya tersebut:
Maret: paper tentang aplikasi ekipartisi pada peristiwa radiasi, tulisan ini merupakan pengantar hipotesa kuantum cahaya dengan berdasarkan pada statistik Boltzmann. Penjelasan efek fotolistrik pada paper inilah yang memberinya hadiah Nobel pada tahun 1922.
April : desertasi doktoralnya tentang penentuan baru ukuran-ukuran molekul. Einstein memperoleh gelar PhD-nya dari Universitas Zürich.
Mei : papernya tentang gerak Brown.
Juni : Papernya yang tersohor, yaitu tentang teori relativitas khusus, dimuat Annalen der Physik dengan judul Zur Elektrodynamik bewegter Körper (Elektrodinamika benda bergerak).
September : kelanjutan papernya bulan Juni yang sampai pada kesimpulan rumus termahsyurnya : E = mc2, yaitu bahwa massa sebuah benda (m) adalah ukuran kandungan energinya (E). c adalah laju cahaya di ruang hampa (c >> 300 ribu kilometer per detik). Massa memiliki kesetaraan dengan energi, sebuah fakta yang membuka peluang berkembangnya proyek tenaga nuklir di kemudian hari. Satu gram massa dengan demikian setara dengan energi yang dapat memasok kebutuhan listrik 3000 rumah (berdaya 900 watt) selama setahun penuh, suatu jumlah energi yang luar biasa besarnya.

Tahun 1909, Albert Einstein diangkat sebagai profesor di Universitas Zurich. Tahun 1915, ia menyelesaikan kedua teori relativitasnya. Penghargaan tertinggi atas kerja kerasnya sejak kecil terbayar dengan diraihnya Hadiah Nobel pada tahun 1921 di bidang ilmu fisika. Selain itu Albert juga mengembangkan teori kuantum dan teori medan menyatu.

Pada tahun 1933, Albert beserta keluarganya pindah ke Amerika Serikat karena khawatir kegiatan ilmiahnya – baik sebagai pengajar ataupun sebagai peneliti – terganggu. Tahun 1941, ia mengucapkan sumpah sebagai warga negara Amerika Serikat. Karena ketenaran dan ketulusannya dalam membantu orang lain yang kesulitan, Albert ditawari menjadi presiden Israel yang kedua. Namun jabatan ini ditolaknya karena ia merasa tidak mempunyai kompetensi di bidang itu. Akhirnya pada tanggal 18 April 1955, Albert Einstein meninggal dunia dengan meninggalkan karya besar yang telah mengubah sejarah dunia.

Meskipun demikian, Albert sempat menangis pilu dalam hati karena karya besarnya – teori relativitas umum dan khusus – digunakan sebagai inspirasi untuk membuat bom atom. Bom inilah yang dijatuhkan di atas kota Hiroshima dan Nagasaki saat Perang Dunia II berlangsung. (An)

Sumber : IPTEKnet

0

PRINSIP-PRINSIP EKOLOGI

PRINSIP-PRINSIP EKOLOGI
Pembahasan ekologi tidak lepas dari pembahasan ekosistem dengan berbagai komponen penyusunnya, yaitu faktor abiotik dan biotik. Faktora biotik antara lain suhu, air, kelembapan, cahaya, dan topografi, sedangkan faktor biotik adalah makhluk hidup yang terdiri dari manusia, hewan, tumbuhan, dan mikroba. Ekologi juga berhubungan erat dengan tingkatan-tingkatan organisasi makhluk hidup, yaitu populasi, komunitas, dan ekosistem yang saling mempengaruhi dan merupakan suatu sistem yang menunjukkan kesatuan.

Faktor Biotik

Faktor biotik adalah faktor hidup yang meliputi semua makhluk hidup di bumi, baik tumbuhan maupun hewan. Dalam ekosistem, tumbuhan berperan sebagai produsen, hewan berperan sebagai konsumen, dan mikroorganisme berperan sebagai dekomposer.

A. Individu
Individu merupakan organisme tunggal seperti : seekor tikus, seekor kucing, sebatang pohon jambu, sebatang pohon kelapa, dan seorang manusia. Dalam mempertahankan hidup, seti jenis dihadapkan pada masalah-masalah hidup yang kritis. Misalnya, seekor hewan harus mendapatkan makanan, mempertahankan diri terhadap musuh alaminya, serta memelihara anaknya. Untuk mengatasi masalah tersebut, organisme harus memiliki struktur khusus seperti : duri, sayap, kantung, atau tanduk. Hewan juga memperlihatkan tingkah laku tertentu, seperti membuat sarang atau melakukan migrasi yang jauh untuk mencari makanan. Struktur dan tingkah laku demikian disebut adaptasi. Perhatikan Gambar 6.4.

Ada bermacam-macam adaptasi makhluk hidup terhadap lingkungannya, yaitu: adaptasi morfologi, adaptasi fisiologi, dan adaptasi tingkah laku.

1. Adaptasi morfologi
Adaptasi morfologi merupakan penyesuaian bentuk tubuh untuk kelangsungan hidupnya. Contoh adaptasi morfologi, antara lain sebagai berikut.
a. Gigi-gigi khusus
Gigi hewan karnivora atau pemakan daging beradaptasi menjadi empat gigi taring besar dan runcing untuk menangkap mangsa, serta gigi geraham dengan ujung pemotong yang tajam untuk mencabik-cabik mangsanya. Lihat Gambar 6.5.

b. Moncong
Trenggiling besar adalah hewan menyusui yang hidup di hutan rimba Amerika Tengah dan Selatan. Makanan trenggiling adalah semut, rayap, dan serangga lain yang merayap. Hewan ini mempunyai moncong panjang dengan ujung mulut kecil tak bergigi dengan lubang berbentuk celah kecil untuk mengisap semut dari sarangnya. Hewan ini mempunyai lidah panjang dan bergetah yangdapat dijulurkan jauh keluar mulut untuk menangkap serangga. Lihat Gambar 6.6.

c. Paruh
Elang memiliki paruh yang kuat dengan rahang atas yang melengkung dan ujungnya tajam. Fungsi paruh untuk mencengkeram korbannya. Perhatikan Gambar 6.7

d. Daun
Tumbuhan insektivora (tumbuhan pemakan serangga), misalnya kantong semar, memiliki daun yang berbentuk piala dengan permukaan dalam yang licin sehingga dapat menggelincirkan serangga yang hinggap. Dengan enzim yang dimiliki tumbuhan insektivora, serangga tersebut akan dilumatkan, sehingga tumbuhan ini memperoleh unsur yang diperlukan.

e. Akar
Akar tumbuhan gurun kuat dan panjang,berfungsi untuk menyerap air yang terdapat jauh di dalam tanah. Sedangkan akar hawa pada tumbuhan bakau untuk bernapas. (LihatGambar 6.9).

2. Adaptasi fsiologi
Adaptasi fisiologi merupakan penyesuaian fungsi fisiologi tubuh untuk mempertahankan hidupnya. Contohnya adalah sebagai berikut.

a. Kelenjar bau
Musang dapat mensekresikan bau busukdengan cara menyemprotkan cairan melalui sisi lubang dubur. Sekret tersebut berfungsi untuk menghindarkan diri dari musuhnya.

b. Kantong tinta
Cumi-cumi dan gurita memiliki kantong tinta yang berisi cairan hitam. Bila musuh datang, tinta disemprotkan ke dalam air sekitarnya sehingga musuh tidak dapat melihat kedudukan cumi-cumi dan gurita. (LihatGambar 6.1 0).

c. Mimikri pada kadal
Kulit kadal dapat berubah warna karena pigmen yang dikandungnya. Perubahan warna ini dipengaruhi oleh faktor dalam berupa hormon dan faktor luar berupa suhu serta keadaan sekitarnya. Lihat Gambar 6.11.

3. Adaptasi tingkah laku
Adaptasi tingkah laku merupakan adaptasi yang didasarkan pada tingkah laku. Contohnya sebagai berikut :

a. Pura-pura tidur atau mati
Beberapa hewan berpura-pura tidur atau mati, misalnya tupai Virginia. Hewan ini sering berbaring tidak berdaya dengan mata tertutup bila didekati seekor anjing.

b. Migrasi
Ikan salem raja di Amerika Utara melakukan migrasi untuk mencari tempat yang sesuai untuk bertelur. Ikan ini hidup di laut. Setiap tahun, ikan salem dewasa yang berumur empat sampai tujuh tahun berkumpul di teluk disepanjang Pantai Barat Amerika Utara untuk menuju ke sungai. Saat di sungai, ikan salem jantan mengeluarkan sperma di atas telur-telur ikan betinanya. Setelah itu ikan dewasa biasanya mati. Telur yang telah menetas untuk sementara tinggal di air tawar. Setelah menjadi lebih besar mereka bergerak ke bagian hilir dan akhirnya ke laut. Perhatikan Gambar 6.12.

B. Populasi
Kumpulan individu sejenis yang hidup padasuatu daerah dan waktu tertentu disebut populasi Misalnya, populasi pohon kelapa dikelurahan Tegakan pada tahun 1989 berjumlah 2552 batang.

Ukuran populasi berubah sepanjang waktu. Perubahan ukuran dalam populasi ini disebut dinamika populasi. Perubahan ini dapat dihitung dengan menggunakan rumus perubahan jumlah dibagi waktu. Hasilnya adalah kecepatan perubahan dalam populasi. Misalnya, tahun 1980 populasi Pinus di Tawangmangu ada 700 batang. Kemudian pada tahun 1990 dihitung lagi ada 500 batang pohon Pinus. Dari fakta tersebut kita lihat bahwa selama 10 tahun terjadi pengurangan pohon pinus sebanyak 200 batang pohon. Untuk mengetahui kecepatan perubahan maka kita membagi jumlah batang pohon yangberkurang dengan lamanya waktu perubahan terjadi :

700 – 500 = 200batang
1990-1980 10 tahun

= 20 batang/tahun

Dari rumus hitungan di atas kita dapatkan kesimpulan bahwa rata-rata berkurangnya pohon tiap tahun adalah 20 batang. Akan tetapi, perlu diingat bahwa penyebab kecepatan rata-rata dinamika populasi ada berbagai hal. Dari alam mungkin disebabkan oleh bencana alam, kebakaran, serangan penyakit, sedangkan dari manusia misalnya karena tebang pilih. Namun, pada dasarnya populasi mempunyai karakteristik yang khas untuk kelompoknya yang tidak dimiliki oleh masing-masing individu anggotanya. Karakteristik iniantara lain : kepadatan (densitas), laju kelahiran (natalitas), laju kematian (mortalitas), potensi biotik, penyebaran umur, dan bentuk pertumbuhan. Natalitas danmortalitas merupakan penentu utama pertumbuhan populasi.

Dinamika populasi dapat juga disebabkan imigrasi dan emigrasi. Hal ini khusus untuk organisme yang dapat bergerak, misalnyahewan dan manusia. Imigrasi adalahperpindahan satu atau lebih organisme kedaerah lain atau peristiwa didatanginya suatu daerah oleh satu atau lebih organisme; didaerah yang didatangi sudah terdapat kelompok dari jenisnya. Imigrasi ini akan meningkatkan populasi.

Emigrasi adalah peristiwa ditinggalkannya suatu daerah oleh satu atau lebih organisme, sehingga populasi akan menurun. Secara garis besar, imigrasi dan natalitas akan meningkatkan jumlah populasi, sedangkan mortalitas dan emigrasi akan menurunkan jumlah populasi. Populasi hewan atau tumbuhan dapat berubah, namun perubahan tidak selalu menyolok. Pertambahan atau penurunan populasi dapat menyolok bila ada gangguan drastis dari lingkungannya, misalnya adanya penyakit, bencana alam, dan wabah hama.

C. Komunitas
Komunitas ialah kumpulan dari berbagai populasi yang hidup pada suatu waktu dan daerah tertentu yang saling berinteraksi dan mempengaruhi satu sama lain. Komunitas memiliki derajat keterpaduan yang lebih kompleks bila dibandingkan dengan individu dan populasi.

Dalam komunitas, semua organisme merupakan bagian dari komunitas dan antara komponennya saling berhubungan melalui keragaman interaksinya.

D. Ekosistem
Antara komunitas dan lingkungannya selalu terjadi interaksi. Interaksi ini menciptakan kesatuan ekologi yang disebut ekosistem. Komponen penyusun ekosistem adalah produsen (tumbuhan hijau), konsumen (herbivora, karnivora, dan omnivora), dan dekomposer/pengurai (mikroorganisme).

Faktor Abiotik
Faktor abiotik adalah faktor tak hidup yang meliputi faktor fisik dan kimia. Faktor fisik utama yang mempengaruhi ekosistem adalah sebagai berikut.

a. Suhu
Suhu berpengaruh terhadap ekosistem karena suhu merupakan syarat yang diperlukan organisme untuk hidup. Ada jenis-jenis organisme yang hanya dapat hidup pada kisaran suhu tertentu.

b. Sinar matahari
Sinar matahari mempengaruhi ekosistem secara global karena matahari menentukan suhu. Sinar matahari juga merupakan unsur vital yang dibutuhkan oleh tumbuhan sebagai produsen untuk berfotosintesis.

c. Air
Air berpengaruh terhadap ekosistem karena air dibutuhkan untuk kelangsungan hidup organisme. Bagi tumbuhan, air diperlukan dalam pertumbuhan, perkecambahan, dan penyebaran biji; bagi hewan dan manusia, air diperlukan sebagai air minum dan sarana hidup lain, misalnya transportasi bagi manusia, dan tempat hidup bagi ikan. Bagi unsur abiotik lain, misalnya tanah dan batuan, air diperlukan sebagai pelarut dan pelapuk.

d. Tanah
Tanah merupakan tempat hidup bagi organisme. Jenis tanah yang berbeda menyebabkan organisme yang hidup didalamnya juga berbeda. Tanah juga menyediakan unsur-unsur penting bagi pertumbuhan organisme, terutama tumbuhan.

e. Ketinggian
Ketinggian tempat menentukan jenis organisme yang hidup di tempat tersebut, karena ketinggian yang berbeda akan menghasilkan kondisi fisik dan kimia yang berbeda.

f. Angin
Angin selain berperan dalam menentukan kelembapan juga berperan dalam penyebaran biji tumbuhan tertentu.

g. Garis lintang
Garis lintang yang berbeda menunjukkan kondisi lingkungan yang berbeda pula. Garis lintang secara tak langsung menyebabkan perbedaan distribusi organisme di permukaan bumi. Ada organisme yang mampu hidup pada garis lintang tertentu saja.

INTERAKSI ANTAR KOMPONEN

Interaksi antarkomponen ekologi dapatmerupakan interaksi antarorganisme,antarpopulasi, dan antarkomunitas.

A. Interaksi antar organisme
Semua makhluk hidup selalu bergantung kepada makhluk hidup yang lain. Tiap individu akan selalu berhubungan dengan individu lain yang sejenis atau lain jenis, baik individu dalam satu populasinya atau individu-individu dari populasi lain. Interaksi demikian banyak kita lihat di sekitar kita.

Interaksi antar organisme dalam komunitas ada yang sangat erat dan ada yang kurang erat. Interaksi antarorganisme dapat dikategorikan sebagai berikut.

a. Netral
Hubungan tidak saling mengganggu antarorganisme dalam habitat yang sama yang bersifat tidak menguntungkan dan tidak merugikan kedua belah pihak, disebut netral. Contohnya : antara capung dan sapi.

b. Predasi
Predasi adalah hubungan antara mangsa dan pemangsa (predator). Hubungan ini sangat erat sebab tanpa mangsa, predator tak dapat hidup. Sebaliknya, predator juga berfungsi sebagai pengontrol populasi mangsa. Contoh : Singa dengan mangsanya, yaitu kijang, rusa,dan burung hantu dengan tikus.

c. Parasitisme
Parasitisme adalah hubungan antarorganisme yang berbeda spesies, bilasalah satu organisme hidup pada organisme lain dan mengambil makanan dari hospes/inangnya sehingga bersifat merugikan inangnya.

contoh : Plasmodium dengan manusia, Taeniasaginata dengan sapi, dan benalu dengan pohon inang. Perhatikan Gambar 6.15

d. Komensalisme
Komensalisme merupakan hubunganantara dua organisme yang berbeda spesies dalam bentuk kehidupan bersama untuk berbagi sumber makanan; salah satu spesies diuntungkan dan spesies lainnya tidak dirugikan. Contohnya anggrek dengan pohon yang ditumpanginya.

e. Mutualisme
Mutualisme adalah hubungan antara dua organisme yang berbeda spesies yang saling menguntungkan kedua belah pihak. Contoh, bakteri Rhizobium yang hidup pada bintil akar kacang-kacangan.

B. Interaksi Antarpopulasi

Antara populasi yang satu dengan populasi lain selalu terjadi interaksi secara langsung atau tidak langsung dalam komunitasnya.Contoh interaksi antarpopulasi adalah sebagai berikut.

Alelopati merupakan interaksi antarpopulasi, bila populasi yang satu menghasilkan zat yang dapat menghalangi tumbuhnya populasi lain. Contohnya, di sekitar pohon walnut (juglans) jarang ditumbuhi tumbuhan lain karena tumbuhan ini menghasilkan zat yang bersifat toksik. Pada mikroorganisme istilah alelopati dikenal sebagai anabiosa.Contoh, jamur Penicillium sp. dapat menghasilkan antibiotika yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri tertentu.

Kompetisi merupakan interaksi antarpopulasi, bila antarpopulasi terdapat kepentingan yang sama sehingga terjadi persaingan untuk mendapatkan apa yang diperlukan. Contoh, persaingan antara populasi kambing dengan populasi sapi di padang rumput.

C. Interaksi Antar Komunitas
Komunitas adalah kumpulan populasi yang berbeda di suatu daerah yang sama dan saling berinteraksi. Contoh komunitas, misalnya komunitas sawah dan sungai. Komunitas sawah disusun oleh bermacam-macam organisme, misalnya padi, belalang, burung, ular, dan gulma. Komunitas sungai terdiri dari ikan, ganggang, zooplankton, fitoplankton, dan dekomposer. Antara komunitas sungai dan sawah terjadi interaksi dalam bentuk peredaran nutrien dari air sungai ke sawah dan peredaran organisme hidup dari kedua komunitas tersebut.

Interaksi antarkomunitas cukup komplek karena tidak hanya melibatkan organisme, tapi juga aliran energi dan makanan. Interaksi antarkomunitas dapat kita amati, misalnya pada daur karbon. Daur karbon melibatkan ekosistem yang berbeda misalnya laut dan darat. Lihat Gambar 6.16.

D. Interaksi Antarkomponen Biotik dengan Abiotik
Interaksi antara komponen biotik dengan abiotik membentuk ekosistem. Hubunganantara organisme dengan lingkungannya menyebabkan terjadinya aliran energi dalam sistem itu. Selain aliran energi, di dalam ekosistem terdapat juga struktur atau tingkat trofik, keanekaragaman biotik, serta siklus materi.

Dengan adanya interaksi-interaksi tersebut, suatu ekosistem dapat mempertahankan keseimbangannya. Pengaturan untuk menjamin terjadinya keseimbangan ini merupakan ciri khas suatu ekosistem. Apabila keseimbangan ini tidak diperoleh maka akan mendorong terjadinya dinamika perubahan ekosistem untuk mencapai keseimbangan baru.

PERKEMBANGAN EKOSISTEM

Adanya perubahan-perubahan pada populasi mendorong perubahan pada komunitas. Perubahan-perubahan yang terjadi menyebabkan ekosistem berubah. Perubahan ekosistem akan berakhir setelah terjadi keseimbangan ekosistem. Keadaan ini merupakan klimaks dari ekosistem. Apabila pada kondisi seimbang datang gangguan dariluar, kesimbangan ini dapat berubah, dan perubahan yang terjadi akan selalu mendorong terbentuknya keseimbangan baru.

Rangkaian perubahan mulai dari ekosistem tanaman perintis sampai mencapai ekosistem klimaks disebut suksesi. Terjadinya suksesi dapat kita amati pada daerah yang baru saja mengalami letusan gunung berapi. Rangkaian suksesinya sebagai berikut.

Mula-mula daerah tersebut gersang dan tandus. Setelah beberapa saat tanah akan ditumbuhi oleh tumbuhan perintis, misalnya lumut kerak. Tumbuhan perintis ini akan menggemburkan tanah, sehingga tanah dapat ditumbuhi rumput-rumputan yang tahan kekeringan. Setelah rumput-rumput ini tumbuh dengan suburnya, tanah akan makin gembur karena akar-akar rumput dapat menembus dan melapukan tanah, juga karena rumput yang mati akan mengundang datangnya dekomposer (pengurai) untuk menguraikan sisa tumbuhan yang mati. Dengan semakin subur dan gemburnya tanah maka biji-biji semak yang terbawa dari luar daerah itu akan tumbuh, sehingga proses pelapukkan akan semakin banyak. Dengan makin gemburnya tanah, pohon-pohon akan mulai tumbuh. Kehadiran pohon-pohon akan mendesak kehidupan rumput dan semak sehingga akhirnya tanah akan didominasi oleh pepohonan. Sejalan dengan perubahan vegetasi, hewan-hewan yang menghuni daerah tersebut juga mengalami perubahan tergantung pada perubahan jenis vegetasi yang ada. Ada hewan yang datang dan ada hewan yang pergi. Komunitas klimaks yang terbentuk dapat berupa komunitas yang homogen, tapi dapat juga komunitas yang heterogen. Contoh komunitas klimaks homogen adalah hutan pinus, hutan jati. Contoh komunitas klimaks yang heterogen misalnya hutan hujan tropis.

RANTAI MAKANAN
Suatu organisme hidup akan selalu membutuhkan organisme lain dan lingkungan hidupnya. Hubungan yang terjadi antara individu dengan lingkungannya sangat kompleks, bersifat saling mempengaruhi atau timbal balik. Hubungan timbal balik antara unsur-unsur hayati dengan nonhayati membentuk sistem ekologi yang disebut ekosistem. Di dalam ekosistem terjadi rantai makanan, aliran energi, dan siklus biogeokimia.

Rantai makanan adalah pengalihan energi dari sumbernya dalam tumbuhan melalui sederetan organisme yang makan dan yang dimakan.
Para ilmuwan ekologi mengenal tiga macam rantai pokok, yaitu rantai pemangsa, rantai parasit, dan rantai saprofit.

1. Rantai Pemangsa
Rantai pemangsa landasan utamanya adalah tumbuhan hijau sebagai produsen. Rantai pemangsa dimulai dari hewan yang bersifat herbivora sebagai konsumen I, dilanjutkan dengan hewan karnivora yang memangsa herbivora sebagai konsumen ke-2 dan berakhir pada hewan pemangsa karnivora maupun herbivora sebagai konsumen ke-3.

2. Rantai Parasit
Rantai parasit dimulai dari organisme besar hingga organisme yang hidup sebagai parasit. Contoh organisme parasit antara lain cacing, bakteri, dan benalu.

3. Rantai Saprofit
Rantai saprofit dimulai dari organisme mati ke jasad pengurai. Misalnya jamur dan bakteri. Rantai-rantai di atas tidak berdiri sendiri tapi saling berkaitan satu dengan lainnya sehingga membentuk jaring-jaring makanan.

4. Rantai Makanan dan Tingkat Trofik
Salah satu cara suatu komunitas berinteraksi adalah dengan peristiwa makan dan dimakan, sehingga terjadi pemindahan energi, elemen kimia, dan komponen lain dari satu bentuk ke bentuk lain di sepanjang rantai makanan.

Organisme dalam kelompok ekologis yang terlibat dalam rantai makanan digolongkan dalam tingkat-tingkat trofik. Tingkat trofik tersusun dari seluruh organisme pada rantai makanan yang bernomor sama dalam tingkat memakan.

Sumber asal energi adalah matahari. Tumbuhan yang menghasilkan gula lewat proses fotosintesis hanya memakai energi matahari dan C02 dari udara. Oleh karena itu, tumbuhan tersebut digolongkan dalam tingkat trofik pertama. Hewan herbivora atau organisme yang memakan tumbuhan termasuk anggota tingkat trofik kedua. Karnivora yang secara langsung memakan herbivora termasuk tingkat trofik ketiga, sedangkan karnivora yang memakan karnivora di tingkat trofik tiga termasuk dalam anggota iingkat trofik keempat.

5. Piramida Ekologi
Struktur trofik pada ekosistem dapat disajikan dalam bentuk piramida ekologi. Ada 3 jenis piramida ekologi, yaitu piramida jumlah, piramida biomassa, dan piramida energi.

a. Piramida jumlah
Organisme dengan tingkat trofik masing – masing dapat disajikan dalam piramida jumlah, seperti kita Organisme di tingkat trofik pertama biasanya paling melimpah, sedangkan organisme di tingkat trofik kedua, ketiga, dan selanjutnya makin berkurang. Dapat dikatakan bahwa pada kebanyakan komunitas normal, jumlah tumbuhan selalu lebih banyak daripada organisme herbivora. Demikian pula jumlah herbivora selalu lebih banyak daripada jumlah karnivora tingkat 1. Kamivora tingkat 1 juga selalu lebih banyak daripada karnivora tingkat 2. Piramida jumlah ini di dasarkan atas jumlah organisme di tiap tingkat trofik.

b. Piramida biomassa
Seringkali piramida jumlah yang sederhana kurang membantu dalam memperagakan aliran energi dalam ekosistem. Penggambaran yang lebih realistik dapat disajikan dengan piramida biomassa. Biomassa adalah ukuran berat materi hidup di waktu tertentu. Untuk mengukur biomassa di tiap tingkat trofik maka rata-rata berat organisme di tiap tingkat harus diukur kemudian barulah jumlah organisme di tiap tingkat diperkirakan.

Piramida biomassa berfungsi menggambarkan perpaduan massa seluruh organisme di habitat tertentu, dan diukur dalam gram.
Untuk menghindari kerusakan habitat maka biasanya hanya diambil sedikit sampel dan diukur, kemudian total seluruh biomassa dihitung. Dengan pengukuran seperti ini akan didapat informasi yang lebih akurat tentang apa yang terjadi pada ekosistem.

c. Piramida energi
Seringkali piramida biomassa tidak selalu memberi informasi yang kita butuhkan tentang ekosistem tertentu. Lain dengan Piramida energi yang dibuat berdasarkan observasi yang dilakukan dalam waktu yang lama. Piramida energi mampu memberikan gambaran paling akurat tentang aliran energi dalam ekosistem.

Pada piramida energi terjadi penurunan sejumlah energi berturut-turut yang tersedia di tiap tingkat trofik. Berkurang-nya energi yang terjadi di setiap trofik terjadi karena hal-hal berikut.

1. Hanya sejumlah makanan tertentu yang ditangkap dan
dimakan oleh tingkat trofik selanjutnya.
2. Beberapa makanan yang dimakan tidak bisa dicemakan dan
dikeluarkan sebagai sampah.
3. Hanya sebagian makanan yang dicerna menjadi bagian dari
tubuh organisms, sedangkan sisanya digunakan sebagai
sumber energi.

ALIRAN ENERGI

Energi dapat diartikan sebagai kemampuan untuk melakukan kerja. Energi diperoleh organismee dari makanan yang dikonsumsinya dan dipergunakan untuk aktivitas hidupnya.

Cahaya matahari merupakan sumber energi utama kehidupan. Tumbuhan berklorofil memanfaatkan cahaya matahari untuk berfotosintesis. Organisme yang menggunakan energi cahaya untuk merubah zat anorganik menjadi zat organik disebut
kemoautotrof Organisme yang menggunakan energi yang didapat dari reaksi kimia untuk membuat makanan disebut kemoautotrof

Energi yang tersimpan dalam makanan inilah yang digunakan oleh konsumen untuk aktivitas hidupnya. Pembebasan energi yang tersimpan dalam makanan dilakukan dengan cara oksidasi (respirasi).


Golongan organisme autotrof merupakan makanan penting bagi organisme heterotrof, yaitu organisme yang tidak dapat membuat makanan sendiri misalnya manusia, hewan, dan bakteri tertentu. Makanan organisme heterotrof berupa bahan organik yang sudah jadi.

Aliran energi merupakan rangkaian urutan pemindahan bentuk energi satu ke bentuk energi yang lain dimulai dari sinar matahari lalu ke produsen, konsumen primer, konsumen tingkat tinggi, sampai ke saproba di dalam tanah. Siklus ini berlangsung dalam ekosistem.

SIKLUS BIOGEOKIMIA

Materi yang menyusun tubuh organisme berasal dari bumf. Materi yang berupa unsurunsur terdapat dalam senyawa kimia yang merupakan Materi dasar makhluk hidup dan tak hidup.

Siklus biogeokimia atau siklus organikanorganik adalah siklus unsur atau senyawa kimia yang mengalir dari komponen abiotik ke biotik dan kembali lagi ke komponen abiotik. Siklus unsur-unsur tersebut tidak hanya melalui organisme, tetapi jugs melibatkan reaksireaksi kimia dalam lingkungan abiotik sehingga disebut siklus biogeokimia.

Siklus-siklus tersebut antara lain: siklus air, siklus oksigen, siklus karbon, siklus nitrogen, dan siklus sulfur. Di sini hanya akan dibahas 3 macam siklus, yaitu siklus nitrogen, siklus fosfor, dan siklus karbon.

1. Siklus Nitrogen (N2)
Gas nitrogen banyak terdapat di atmosfer, yaitu 80% dari udara. Nitrogen bebas dapat ditambat/difiksasi terutama oleh tumbuhan yang berbintil akar (misalnya jenis polongan) dan beberapa jenis ganggang. Nitrogen bebas juga dapat bereaksi dengan hidrogen atau oksigen dengan bantuan kilat/ petir.

Tumbuhan memperoleh nitrogen dari dalam tanah berupa amonia (NH3), ion nitrit (N02- ), dan ion nitrat (N03- ).

Beberapa bakteri yang dapat menambat nitrogen terdapat pada akar Legum dan akar tumbuhan lain, misalnya Marsiella crenata. Selain itu, terdapat bakteri dalam tanah yang dapat mengikat nitrogen secara langsung, yakni Azotobacter sp. yang bersifat aerob dan Clostridium sp. yang bersifat anaerob. Nostoc sp. dan Anabaena sp. (ganggang biru) juga mampu menambat nitrogen.

2. Siklus Fosfor
Di alam, fosfor terdapat dalam dua bentuk, yaitu senyawa fosfat organik (pada tumbuhan dan hewan) dan senyawa fosfat anorganik (pada air dan tanah).

Fosfat organik dari hewan dan tumbuhan yang mati diuraikan oleh dekomposer (pengurai) menjadi fosfat anorganik. Fosfat anorganik yang terlarut di air tanah atau air laut akan terkikis dan mengendap di sedimen laut. Oleh karena itu, fosfat banyak terdapat di batu karang dan fosil. Fosfat dari batu dan fosil terkikis dan membentuk fosfat anorganik terlarut di air tanah dan laut. Fosfat anorganik ini kemudian akan diserap oleh akar tumbuhan lagi. Siklus ini berulang terus menerus. Lihat Gambar


Gbr. Siklus Fosfor di Alam

3. Siklus Karbon dan Oksigen
Di atmosfer terdapat kandungan COZ sebanyak 0.03%. Sumber-sumber COZ di udara berasal dari respirasi manusia dan hewan, erupsi vulkanik, pembakaran batubara, dan asap pabrik.

Karbon dioksida di udara dimanfaatkan oleh tumbuhan untuk berfotosintesis dan menghasilkan oksigen yang nantinya akan digunakan oleh manusia dan hewan untuk berespirasi.

Hewan dan tumbuhan yang mati, dalam waktu yang lama akan membentuk batubara di dalam tanah. Batubara akan dimanfaatkan lagi sebagai bahan bakar yang juga menambah kadar C02 di udara.

Di ekosistem air, pertukaran C02 dengan atmosfer berjalan secara tidak langsung. Karbon dioksida berikatan dengan air membentuk asam karbonat yang akan terurai menjadi ion bikarbonat. Bikarbonat adalah sumber karbon bagi alga yang memproduksi makanan untuk diri mereka sendiri dan organisme heterotrof lain. Sebaliknya, saat organisme air berespirasi, COz yang mereka keluarkan menjadi bikarbonat. Jumlah bikarbonat dalam air adalah seimbang dengan jumlah C02 di air. Lihat Gambar

 

Gbr. Siklus Karbon dan Oksigen di Alam

SUKSESI

Komunitas yang terdiri dari berbagai populasi bersifat dinamis dalam interaksinya yang berarti dalam ekosistem mengalami perubahan sepanjang masa. Perkembangan ekosistem menuju kedewasaan dan keseimbangan dikenal sebagai suksesi ekologis atau suksesi.

Suksesi terjadi sebagai akibat dari modifikasi lingkungan fisik dalam komunitas atau ekosistem. Proses suksesi berakhir dengan sebuah komunitas atau ekosistem klimaks atau telah tercapai keadaan seimbang (homeostatis).

Di alam ini terdapat dua macam suksesi, yaitu suksesi primer dan suksesi sekunder.

1. Suksesi primer
Suksesi primer terjadi bila komunitas asal terganggu. Gangguan ini mengakibatkan hilangnya komunitas asal tersebut secara total sehingga di tempat komunitas asal terbentuk habitat baru. Gangguan ini dapat terjadi secara alami, misalnya tanah longsor, letusan gunung berapi, endapan Lumpur yang baru di muara sungai, dan endapan pasir di pantai. Gangguan dapat pula karena perbuatan manusia misalnya penambangan timah, batubara, dan minyak bumi. Contoh yang terdapat di Indonesia adalah terbentuknya suksesi di Gunung Krakatau yang pernah meletus pada tahun 1883. Di daerah bekas letusan gunung Krakatau mula-mula muncul pioner berupa lumut kerak (liken) serta tumbuhan lumut yang tahan terhadap penyinaran matahari dan kekeringan. Tumbuhan perintis itu mulai mengadakan pelapukan pada daerah permukaan lahan, sehingga terbentuk tanah sederhana. Bila tumbuhan perintis mati maka akan mengundang datangnya pengurai. Zat yang terbentuk karma aktivitas penguraian bercampur dengan hasil pelapukan lahan membentuk tanah yang lebih kompleks susunannya. Dengan adanya tanah ini, biji yang datang dari luar daerah dapat tumbuh dengan subur. Kemudian rumput yang tahan kekeringan tumbuh. Bersamaan dengan itu tumbuhan herba pun tumbuh menggantikan tanaman pioner dengan menaunginya. Kondisi demikian tidak menjadikan pioner subur tapi sebaliknya.

Sementara itu, rumput dan belukar dengan akarnya yang kuat terns mengadakan pelapukan lahan.Bagian tumbuhan yang mati diuraikan oleh jamur sehingga keadaan tanah menjadi lebih tebal. Kemudian semak tumbuh. Tumbuhan semak menaungi rumput dan belukar maka terjadilah kompetisi. Lama kelamaan semak menjadi dominan kemudian pohon mendesak tumbuhan belukar sehingga terbentuklah hutan. Saat itulah ekosistem disebut mencapai kesetimbangan atau dikatakan ekosistem mencapai klimaks, yakni perubahan yang terjadi sangat kecil sehingga tidak banyak mengubah ekosistem itu. Lihat Gambar 7.11.

2. Suksesi Sekunder
Suksesi sekunder terjadi bila suatu komunitas mengalami gangguan, balk secara alami maupun buatan. Gangguan tersebut tidak merusak total tempat tumbuh organisme sehingga dalam komunitas tersebut substrat lama dan kehidupan masih ada. Contohnya, gangguan alami misalnya banjir, gelombang taut, kebakaran, angin kencang, dan gangguan buatan seperti penebangan hutan dan pembakaran padang rumput dengan sengaja.

Contoh komunitas yang menimbulkan suksesi di Indonesia antara lain tegalan-tegalan, padang alang-alang, belukar bekas ladang, dan kebun karet yang ditinggalkan tak terurus. Lihat Gambar 7.12.

SUSUNAN DAN MACAM EKOSISTEM

Ekosistem merupakan suatu interaksi yang kompleks dan memiliki penyusun yang beragam. Di bumi ada bermacam-macam ekosistem.

1. Susunan Ekosistem
Dilihat dari susunan dan fungsinya, suatu ekosistem tersusun atas komponen sebagai berikut.

a. Komponen autotrof
(Auto = sendiri dan trophikos = menyediakan makan).
Autotrof adalah organisme yang mampu menyediakan/mensintesis makanan sendiri yang berupa bahan organik dari bahan anorganik dengan bantuan energi seperti matahari dan kimia. Komponen autotrof berfungsi sebagai produsen, contohnya tumbuh-tumbuhan hijau.

b. Komponen heterotrof
(Heteros
= berbeda, trophikos = makanan).
Heterotrof merupakan organisme yang memanfaatkan bahan-bahan organik sebagai makanannya dan bahan tersebut disediakan oleh organisme lain. Yang tergolong heterotrof adalah manusia, hewan, jamur, dan mikroba.

c. Bahan tak hidup (abiotik)
Bahan tak hidup yaitu komponen fisik dan kimia yang terdiri dari tanah, air, udara, sinar matahari. Bahan tak hidup merupakan medium atau substrat tempat berlangsungnya kehidupan, atau lingkungan tempat hidup.

d. Pengurai (dekomposer)
Pengurai adalah organisme heterotrof yang menguraikan bahan organik yang berasal dari organisme mati (bahan organik kompleks). Organisme pengurai menyerap sebagian hasil penguraian tersebut dan melepaskan bahan-bahan yang sederhana yang dapat digunakan kembali oleh produsen. Termasuk pengurai ini adalah bakteri dan jamur.

2. Macam-macam Ekosistem
Secara garis besar ekosistem dibedakan menjadi ekosistem darat dan ekosistem perairan. Ekosistem perairan dibedakan atas ekosistem air tawar dan ekosistem air Laut.

a. Ekosistem darat
Ekosistem darat ialah ekosistem yang lingkungan fisiknya berupa daratan. Berdasarkan letak geografisnya (garis lintangnya), ekosistem darat dibedakan menjadi beberapa bioma, yaitu sebagai berikut.

1. Bioma gurun
Beberapa Bioma gurun terdapat di daerah tropika (sepanjang garis balik) yang berbatasan dengan padang rumput.

Ciri-ciri bioma gurun adalah gersang dan curah hujan rendah (25 cm/tahun). Suhu slang hari tinggi (bisa mendapai 45°C) sehingga penguapan juga tinggi, sedangkan malam hari suhu sangat rendah (bisa mencapai 0°C). Perbedaan suhu antara siang dan malam sangat besar. Tumbuhan semusim yang terdapat di gurun berukuran kecil. Selain itu, di gurun dijumpai pula tumbuhan menahun berdaun seperti duri contohnya kaktus, atau tak berdaun dan memiliki akar panjang serta mempunyai jaringan untuk menyimpan air. Hewan yang hidup di gurun antara lain rodentia, ular, kadal, katak, dan kalajengking.

2. Bioma padang rumput
Bioma ini terdapat di daerah yang terbentang dari daerah tropik ke subtropik. Ciri-cirinya adalah curah hujan kurang lebih 25-30 cm per tahun dan hujan turun tidak teratur. Porositas (peresapan air) tinggi dan drainase (aliran air) cepat. Tumbuhan yang ada terdiri atas tumbuhan terna (herbs) dan rumput yang keduanya tergantung pada kelembapan. Hewannya antara lain: bison, zebra, singa, anjing liar, serigala, gajah, jerapah, kangguru, serangga, tikus dan ular

3. Bioma Hutan Basah
Bioma Hutan Basah terdapat di daerah tropika dan subtropik.
Ciri-cirinya adalah, curah hujan 200-225 cm per tahun. Species pepohonan relatif banyak, jenisnya berbeda antara satu dengan yang lainnya tergantung letak geografisnya. Tinggi pohon utama antara 20-40 m, cabang-cabang pohon tinngi dan berdaun lebat hingga membentuk tudung (kanopi). Dalam hutan basah terjadi perubahan iklim mikro (iklim yang langsung terdapat di sekitar organisme). Daerah tudung cukup mendapat sinar matahari. Variasi suhu dan kelembapan tinggi/besar;
suhu sepanjang hari sekitar 25°C. Dalam hutan basah tropika sering terdapat tumbuhan khas, yaitu liana (rotan), kaktus, dan anggrek sebagai epifit. Hewannya antara lain, kera, burung, badak, babi hutan, harimau, dan burung hantu.

4. Bioma hutan gugur
Bioma hutan gugur terdapat di daerah beriklim sedang,
Ciri-cirinya adalah curah hujan merata sepanjang tahun. Terdapat di daerah yang mengalami empat musim (dingin, semi, panas, dan gugur). Jenis pohon sedikit (10 s/d 20) dan tidak terlalu rapat. Hewannya antara lain rusa, beruang, rubah, bajing, burung pelatuk, dan rakoon (sebangsa luwak).

5. Bioma taiga
Bioma taiga terdapat di belahan bumi sebelah utara dan di pegunungan daerah tropik. Ciri-cirinya adalah suhu di musim dingin rendah. Biasanya taiga merupakan hutan yang tersusun atas satu spesies seperti konifer, pinus, dap sejenisnya. Semak dan tumbuhan basah sedikit sekali. Hewannya antara lain moose, beruang hitam, ajag, dan burung-burung yang bermigrasi ke selatan pada musim gugur.

6. Bioma tundra
Bioma tundra terdapat di belahan bumi sebelah utara di dalam lingkaran kutub utara dan terdapat di puncak-puncak gunung tinggi. Pertumbuhan tanaman di daerah ini hanya 60 hari. Contoh tumbuhan yang dominan adalah Sphagnum, liken, tumbuhan biji semusim, tumbuhan kayu yang pendek, dan rumput. Pada umumnya, tumbuhannya mampu beradaptasi dengan keadaan yang dingin.

Hewan yang hidup di daerah ini ada yang menetap dan ada yang datang pada musim panas, semuanya berdarah panas. Hewan yang menetap memiliki rambut atau bulu yang tebal, contohnya muscox, rusa kutub, beruang kutub, dan insekta terutama nyamuk dan lalat hitam.

b. Ekosistem Air Tawar
Ciri-ciri ekosistem air tawar antara lain variasi suhu tidak menyolok, penetrasi cahaya kurang, dan terpengaruh oleh iklim dan cuaca. Macam tumbuhan yang terbanyak adalah jenis ganggang, sedangkan lainnya tumbuhan biji. Hampir semua filum hewan terdapat dalam air tawar. Organisme yang hidup di air tawar pada umumnya telah beradaptasi.
Adaptasi organisme air tawar adalah sebagai berikut.

Adaptasi tumbuhan
Tumbuhan yang hidup di air tawar biasanya bersel satu dan dinding selnya kuat seperti beberapa alga biru dan alga hijau. Air masuk ke dalam sel hingga maksimum dan akan berhenti sendiri. Tumbuhan tingkat tinggi, seperti teratai (Nymphaea gigantea), mempunyai akar jangkar (akar sulur). Hewan dan tumbuhan rendah yang hidup di habitat air, tekanan osmosisnya sama dengan tekanan osmosis lingkungan atau isotonis.

Adaptasi hewan
Ekosistem air tawar dihuni oleh nekton. Nekton merupakan hewan yang bergerak aktif dengan menggunakan otot yang kuat. Hewan tingkat tinggi yang hidup di ekosistem air tawar, misalnya ikan, dalam mengatasi perbedaan tekanan osmosis melakukan osmoregulasi untuk memelihara keseimbangan air dalam tubuhnya melalui sistem ekskresi, insang, dan pencernaan.

Habitat air tawar merupakan perantara habitat laut dan habitat darat. Penggolongan organisme dalam air dapat berdasarkan aliran energi dan kebiasaan hidup.

1. Berdasarkan aliran energi, organisme dibagi menjadi autotrof (tumbuhan), dan fagotrof (makrokonsumen), yaitu karnivora predator, parasit, dan saprotrof atau organisme yang hidup pada substrat sisa-sisa organisme.

2. Berdasarkan kebiasaan hidup, organisme dibedakan sebagai berikut.
a. Plankton;
terdiri alas fitoplankton dan zooplankton;
biasanya melayang-layang (bergerak pasif) mengikuti gerak aliran air.
b. Nekton;
hewan yang aktif berenang dalam air, misalnya ikan.
c. Neuston;
organisme yang mengapung atau berenang di permukaan air atau
bertempat pada permukaan air, misalnya serangga air.
d. Perifiton; merupakan tumbuhan atau hewan yang melekat/bergantung
pada tumbuhan atau benda lain, misalnya keong.
e. Bentos; hewan dan tumbuhan yang hidup di dasar atau hidup pada
endapan. Bentos dapat
sessil (melekat) atau bergerak bebas,
misalnya cacing dan remis. Lihat Gambar.

Di danau terdapat pembagian daerah berdasarkan penetrasi cahaya matahari. Daerah yang dapat ditembus cahaya matahari sehingga terjadi fotosintesis disebut daerah fotik. Daerah yang tidak tertembus cahaya matahari disebut daerah afotik. Di danau juga terdapat daerah perubahan temperatur yang drastis atau termoklin. Termoklin memisahkan daerah yang hangat di atas dengan daerah dingin di dasar.

Komunitas tumbuhan dan hewan tersebar di danau sesuai dengan kedalaman dan jaraknya dari tepi. Berdasarkan hal tersebut danau dibagi menjadi 4 daerah sebagai berikut.

a) Daerah litoral
Daerah ini merupakan daerah dangkal. Cahaya matahari menembus dengan optimal. Air yang hangat berdekatan dengan tepi. Tumbuhannya merupakan tumbuhan air yang berakar dan daunnya ada yang mencuat ke atas permukaan air.

Komunitas organisme sangat beragam termasuk jenis-jenis ganggang yang melekat (khususnya diatom), berbagai siput dan remis, serangga, krustacea, ikan, amfibi, reptilia air dan semi air seperti kura-kura dan ular, itik dan angsa, dan beberapa mamalia yang sering mencari makan di danau.

b. Daerah limnetik
Daerah ini merupakan daerah air bebas yang jauh dari tepi dan masih
dapat ditembus sinar matahari. Daerah ini dihuni oleh berbagai
fitoplankton, termasuk ganggang dan sianobakteri. Ganggang
berfotosintesis dan bereproduksi dengan kecepatan tinggi selama
musim panas dan musim semi.

Zooplankton yang sebagian besar termasuk Rotifera dan udang-
udangan kecil memangsa fitoplankton. Zooplankton dimakan oleh ikan-
ikan kecil. Ikan kecil dimangsa oleh ikan yang lebih besar, kemudian
ikan besar dimangsa ular, kura-kura, dan burung pemakan ikan.

c. Daerah profundal
Daerah ini merupakan daerah yang dalam, yaitu daerah afotik danau.
Mikroba dan organisme lain menggunakan oksigen untuk respirasi
seluler setelah mendekomposisi detritus yang jatuh dari daerah
limnetik. Daerah ini dihuni oleh cacing dan mikroba.

d. Daerah bentik
Daerah ini merupakan daerah dasar danau tempat terdapatnya bentos
dan sisa-sisa organisme mati.

 

Gbr. Empat Daerah Utama Pada Danau Air Tawar

Danau juga dapat dikelompokkan berdasarkan produksi materi organik-nya, yaitu sebagai berikut :

a. Danau Oligotropik
Oligotropik merupakan sebutan untuk danau yang dalam dan
kekurangan makanan, karena fitoplankton di daerah limnetik tidak
produktif. Ciricirinya, airnya jernih sekali, dihuni oleh sedikit organisme,
dan di dasar air banyak terdapat oksigen sepanjang tahun.

b. Danau Eutropik
Eutropik merupakan sebutan untuk danau yang dangkal dan kaya akan
kandungan makanan, karena fitoplankton sangat produktif. Ciri-cirinya
adalah airnya keruh, terdapat bermacam-macam organisme, dan
oksigen terdapat di daerah profundal.

Danau oligotrofik dapat berkembang menjadi danau eutrofik akibat adanya materi-materi organik yang masuk dan endapan. Perubahan ini juga dapat dipercepat oleh aktivitas manusia, misalnya dari sisa-sisa pupuk buatan pertanian dan timbunan sampah kota yang memperkaya danau dengan buangan sejumlah nitrogen dan fosfor. Akibatnya terjadi peledakan populasi ganggang atau blooming, sehingga terjadi produksi detritus yang berlebihan yang akhirnya menghabiskan suplai oksigen di danau tersebut.

Pengkayaan danau seperti ini disebut “eutrofikasi”. Eutrofikasi membuat air tidak dapat digunakan lagi dan mengurangi nilai keindahan danau.

2. Sungai
Sungai adalah suatu badan air yang mengalir ke satu arah. Air sungai dingin dan jernih serta mengandung sedikit sedimen dan makanan. Aliran air dan gelombang secara konstan memberikan oksigen pada air. Suhu air bervariasi sesuai dengan ketinggian dan garis lintang.

Komunitas yang berada di sungai berbeda dengan danau. Air sungai yang mengalir deras tidak mendukung keberadaan komunitas plankton untuk berdiam diri, karena akan terbawa arus. Sebagai gantinya terjadi fotosintesis dari ganggang yang melekat dan tanaman berakar, sehingga dapat mendukung rantai makanan.

Komposisi komunitas hewan juga berbeda antara sungai, anak sungai, dan hilir. Di anak sungai sering dijumpai Man air tawar. Di hilir sering dijumpai ikan kucing dan gurame. Beberapa sungai besar dihuni oleh berbagai kura-kura dan ular. Khusus sungai di daerah tropis, dihuni oleh buaya dan lumba-lumba.

Organisme sungai dapat bertahan tidak terbawa arus karena mengalami adaptasi evolusioner. Misalnya bertubuh tipis dorsoventral dan dapat melekat pada batu.

Beberapa jenis serangga yang hidup di sisi-sisi hilir menghuni habitat kecil yang bebas dari pusaran air.

c. Ekosistem air laut

Ekosistem air laut dibedakan atas lautan, pantai, estuari, dan terumbu karang.

1. Laut
Habitat laut (oseanik) ditandai oleh salinitas (kadar garam) yang tinggi dengan ion CI- mencapai 55% terutama di daerah laut tropik, karena suhunya tinggi dan penguapan besar. Di daerah tropik, suhu laut sekitar 25°C. Perbedaan suhu bagian atas dan bawah tinggi. Batas antara lapisan air yang panas di bagian atas dengan air yang dingin di bagian bawah disebut daerah termoklin.

Di daerah dingin, suhu air laut merata sehingga air dapat bercampur, maka daerah permukaan laut tetap subur dan banyak plankton serta ikan. Gerakan air dari pantai ke tengah menyebabkan air bagian atas turun ke bawah dan sebaliknya, sehingga memungkinkan terbentuknya rantai makanan yang berlangsung balk. Habitat laut dapat dibedakan berdasarkan kedalamannya dan wilayah permukaannya secara horizontal.

1. Menurut kedalamannya, ekosistem air laut dibagi sebagai berikut.
a. Litoral merupakan daerah yang berbatasan dengan darat.
b.
Neretik merupakan daerah yang masih dapat ditembus cahaya
matahari sampai bagian dasar dalamnya ± 300 meter.
c. Batial merupakan daerah yang dalamnya berkisar antara 200-2500 m
d. Abisal merupakan daerah yang lebih jauh dan lebih dalam dari
pantai (1.500-10.000 m).

2. Menurut wilayah permukaannya secara horizontal, berturut-turut dari
tepi laut semakin ke tengah, laut dibedakan sebagai berikut.
a. Epipelagik merupakan daerah antara permukaan dengan kedalaman
air sekitar 200 m.
b.
Mesopelagik merupakan daerah dibawah epipelagik dengan kedalam
an 200-1000 m. Hewannya misalnya ikan hiu.
c. Batiopelagik merupakan daerah lereng benua dengan kedalaman
200-2.500 m. Hewan yang hidup di daerah ini misalnya gurita.
d. Abisalpelagik merupakan daerah dengan kedalaman mencapai
4.000m; tidak terdapat tumbuhan tetapi hewan masih ada. Sinar
matahari tidak mampu menembus daerah ini.
e. Hadal pelagik merupakan bagian laut terdalam (dasar). Kedalaman
lebih dari 6.000 m. Di bagian ini biasanya terdapat lele laut dan
ikan Taut yang dapat mengeluarkan cahaya. Sebagai produsen di
tempat ini adalah bakteri yang bersimbiosis dengan karang
tertentu.

Di laut, hewan dan tumbuhan tingkat rendah memiliki tekanan osmosis sel yang hampir sama dengan tekanan osmosis air laut. Hewan tingkat tinggi beradaptasi dengan cara banyak minum air, pengeluaran urin sedikit, dan pengeluaran air dengan cara osmosis melalui insang. Garam yang berlebihan diekskresikan melalui insang secara aktif.

2. Ekosistem pantai
Ekosistem pantai letaknya berbatasan dengan ekosistem darat, laut, dan daerah pasang surut.

Ekosistem pantai dipengaruhi oleh siklus harian pasang surut laut. Organisme yang hidup di pantai memiliki adaptasi struktural sehingga dapat melekat erat di substrat keras.

Daerah paling atas pantai hanya terendam saat pasang naik tinggi. Daerah ini dihuni oleh beberapa jenis ganggang, moluska, dan remis yang menjadi konsumsi bagi kepiting dan burung pantai.

Daerah tengah pantai terendam saat pasang tinggi dan pasang rendah. Daerah ini dihuni oleh ganggang, porifera, anemon laut, remis dan kerang, siput herbivora dan karnivora, kepiting, landak laut, bintang laut, dan ikan-ikan kecil.

Daerah pantai terdalam terendam saat air pasang maupun surut. Daerah ini dihuni oleh beragam invertebrata dan ikan serta rumput laut.

Komunitas tumbuhan berturut-turut dari daerah pasang surut ke arah darat dibedakan sebagai berikut.

1. Formasi pes caprae
Dinamakan demikian karena yang paling banyak tumbuh di gundukan pasir adalah tumbuhan
Ipomoea pes caprae yang tahan terhadap hempasan gelombang dan angin; tumbuhan ini menjalar dan berdaun tebal. Tumbuhan lainnya adalah Spinifex littorius (rumput angin), Vigna, Euphorbia atoto, dan Canaualia martina. Lebih ke arah darat lagi ditumbuhi Crinum asiaticum (bakung), Pandanus tectorius (pandan), dan Scaeuola Fruescens (babakoan).

2. Formasi baringtonia
Daerah ini didominasi tumbuhan baringtonia, termasuk di dalamnya Wedelia, Thespesia, Terminalia, Guettarda, dan Erythrina.

Bila tanah di daerah pasang surut berlumpur, maka kawasan ini berupa hutan bakau yang memiliki akar napas. Akar napas merupakan adaptasi tumbuhan di daerah berlumpur yang kurang oksigen. Selain berfungsi untuk mengambil oksigen, akar ini juga dapat digunakan sebagai penahan dari pasang surut gelombang. Yang termasuk tumbuhan di hutan bakau antara lain Nypa, Acathus, Rhizophora, dan Cerbera.

Jika tanah pasang surut tidak terlalu basah, pohon yang sering tumbuh adalah: Heriticra, Lumnitzera, Acgicras, dan Cylocarpus.

3. Estuari
Estuari (muara) merupakan tempat bersatunya sungai dengan laut. Estuari sering dipagari oleh lempengan lumpur intertidal yang luas atau rawa garam.

Salinitas air berubah secara bertahap mulai dari daerah air tawar ke laut. Salinitas ini juga dipengaruhi oleh siklus harian dengan pasang surut aimya. Nutrien dari sungai memperkaya estuari.

Komunitas tumbuhan yang hidup di estuari antara lain rumput rawa garam, ganggang, dan fitoplankton. Komunitas hewannya antara lain berbagai cacing, kerang, kepiting, dan ikan. Bahkan ada beberapa invertebrata laut dan ikan laut yang menjadikan estuari sebagai tempat kawin atau bermigrasi untuk menuju habitat air tawar. Estuari juga merupakan tempat mencari makan bagi vertebrata semi air, yaitu unggas air.

4. Terumbu karang
Di laut tropis, pada daerah neritik, terdapat suatu komunitas yang khusus yang terdiri dari karang batu dan organisme-organisme lainnya. Komunitas ini disebut terumbu karang. Daerah komunitas ini masih dapat ditembus cahaya matahari sehingga fotosintesis dapat berlangsung.

Terumbu karang didominasi oleh karang (koral) yang merupakan kelompok Cnidaria yang mensekresikan kalsium karbonat. Rangka dari kalsium karbonat ini bermacammacam bentuknya dan menyusun substrat tempat hidup karang lain dan ganggang.

Hewan-hewan yang hidup di karang memakan organisme mikroskopis dan sisa organik lain. Berbagai invertebrata, mikro organisme, dan ikan, hidup di antara karang dan ganggang. Herbivora seperti siput, landak laut, ikan, menjadi mangsa bagi gurita, bintang laut, dan ikan karnivora.

BIOSFER

Seluruh ekosistem di dunia disebut biosfer. Dalam biosfer, setiap makhluk hidup menempati lingkungan yang cocok untuk hidupnya. Lingkungan atau tempat yang cocok untuk kehidupannya disebut habitat. Dalam biologi kita sering membedakan istilah habitat untuk makhluk hidup mikro, seperti jamur dan bakteri, yaitu disebut substrat.

Dua spesies makhluk hidup dapat menempati habitat yang sama, tetapi tetap memiliki relung (nisia) berbeda. Nisia adalah status fungsional suatu organisme dalam ekosistem. Dalam nisianya, organisme tersebut dapat berperan aktif, sedangkan organisme lain yang sama habitatnya tidak dapat berperan aktif. Sebagai contoh marilah kita lihat pembagian nisia di hutan hujan tropis.

 
KESEIMBANGAN LINGKUNGAN

Definisi lingkungan hidup adalah kesatuan ruang dengan semua benda, daya keadaan, dan makhluk hidup, termasuk di dalamnya manusia dan perilakunya.

Komponen lingkungan terdiri dari faktor abiotik (tanah, air, udara, cuaca, suhu) dan faktor biotik (tumbuhan dan hewan, termasuk manusia).

Lingkungan hidup balk faktor biotik maupun abiotik berpengaruh dan dipengaruhi manusia. Segala yang ada pada lingkungan dapat dimanfaatkan oleh manusia untuk mencukupi kebutuhan hidup manusia, karena lingkungan memiliki daya dukung. Daya dukung lingkungannya adalah kemampuan lingkungan untuk mendukung perikehidupan manusia dan makhluk hidup lainnya.

Dalam kondisi alami, lingkungan dengan segala keragaman interaksi yang ada mampu untuk menyeimbangkan keadaannya. Namun tidak tertutup kemungkinan, kondisi demikian dapat berubah oleh campur tangan manusia dengan segala aktivitas pemenuhan kebutuhan yang terkadang melampaui Batas.

Keseimbangan lingkungan secara alami dapat berlangsung karena beberapa hal, yaitu komponen-komponen yang ada terlibat dalam aksi-reaksi dan berperan sesuai kondisi keseimbangan, pemindahan energi (arus energi), dan siklus biogeokimia dapat berlangsung. Keseimbangan lingkungan dapat terganggu bila terjadi perubahan berupa pengurangan fungsi dari komponen atau hilangnya sebagian komponen yang dapat menyebabkan putusnya mata rantai dalam ekosistem. Salah satu faktor penyebab gangguan adalah polusi di samping faktor-faktor yang lain.

 

Polusi
Biologi Kelas 1 > Lingkungan
37
< Sebelum Sesudah >
Polusi atau pencemaran lingkungan adalah masuknya atau dimasukkannya makhluk hidup, zat energi, dan atau komponen lain ke dalam lingkungan, atau berubahnya tatanan lingkungan oleh kegiatan manusia atau oleh proses alam sehingga kualitas lingkungan turun sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan lingkungan menjadi kurang atau tidak dapat berfungsi lagi sesuai dengan peruntukannya (Undang-undang Pokok Pengelolaan Lingkungan Hidup No. 4 Tahun 1982).

Sifat polutan adalah:
1. merusak untuk sementara, tetapi bila telah bereaksi dengan zat
lingkungan tidak merusak lagi

2. merusak dalam jangka waktu lama.
Contohnya Pb tidak merusak bila konsentrasinya rendah. Akan tetapi
dalam jangka waktu yang lama, Pb dapat terakumulasi dalam tubuh
sampai tingkat yang merusak.

Macam-macam Pencemaran
Macam-macam pencemaran dapat dibedakan berdasarkan pada tempat terjadinya, macam bahan pencemarnya, dan tingkat pencemaran.

a. Menurut tempat terjadinya
Menurut tempat terjadinya, pencemaran dapat digolongkan menjadi tiga, yaitu pencemaran udara, air, dan tanah.

1. Pencemaran udara
Pencemar udara dapat berupa gas dan partikel. Contohnya sebagai berikut.
a. Gas HzS. Gas ini bersifat racun, terdapat di kawasan gunung berapi,
bisa juga dihasilkan dari pembakaran minyak bumi dan batu bara.

b. Gas CO dan COz. Karbon monoksida (CO) tidak berwarna dan tidak
berbau, bersifat racun, merupakan hash pembakaran yang tidak
sempurna dari bahan buangan mobil dan mesin letup. Gas COZ dalam
udara murni berjumlah 0,03%. Bila melebihi toleransi dapat meng-
ganggu pernapasan. Selain itu, gas C02 yang terlalu berlebihan di
bumi dapat mengikat panas matahari sehingga suhu bumi panas.
Pemanasan global di bumi akibat C02 disebut juga sebagai efek rumah
kaca.

c. Partikel SO2 dan NO2. Kedua partikel ini bersama dengan partikel cair
membentuk embun, membentuk awan dekat tanah yang dapat
mengganggu pernapasan. Partikel padat, misalnya bakteri, jamur,
virus, bulu, dan tepung sari juga dapat mengganggu kesehatan.

d. Batu bara yang mengandung sulfur melalui pembakaran akan meng-
hasilkan sulfur dioksida. Sulfur dioksida ber$ama dengan udara serta
oksigen dan sinar matahari dapat menghasilkan asam sulfur. Asam ini
membentuk kabut dan suatu saat akan jatuh sebagai hujan yang
disebut hujan asam. Hujan asam dapat menyebabkan gangguan pada
manusia, hewan, maupun tumbuhan. Misalnya gangguan pernapasan,
perubahan morfologi pada daun, batang, dan benih.

Sumber polusi udara lain dapat berasal dari radiasi bahan radioaktif, misalnya, nuklir. Setelah peledakan nuklir, materi radioaktif masuk ke dalam atmosfer dan jatuh di bumi. materi radioaktif ini akan terakumulusi di tanah, air, hewan, tumbuhan, dan juga pada manusia. Efek pencemaran nuklir terhadap makhluk hidup, dalam taraf tertentu, dapat menyebabkan mutasi, berbagai penyakit akibat kelainan gen, dan bahkan kematian.

Pencemaran udara dinyatakan dengan ppm (part per million) yang artinya jumlah cm3 polutan per m3 udara.

2. Pencemaran air
Polusi air dapat disebabkan oleh beberapa jenis pencemar sebagai berikut.

a. Pembuangan limbah industri, sisa insektisida, dan pembuangan
sampah domestik, misalnya, sisa detergen mencemari air. Buangan
industri seperti Pb, Hg, Zn, dan CO, dapat terakumulasi dan bersifat
racun.

b. Sampah organik yang dibusukkan oleh bakteri menyebabkan 02 di air
berkurang sehingga mengganggu aktivitas kehidupan organisme air.

c. Fosfat hasil pembusukan bersama h03 dan pupuk pertanian
terakumulasi dan menyebabkan
eutrofikasi, yaitu penimbunan mineral
yang menyebabkan pertumbuhan yang cepat pada alga
(Blooming
alga). Akibatnya, tanaman di dalam air tidak dapat berfotosintesis
karena sinar matahari terhalang.

Salah satu bahan pencemar di laut ada lah tumpahan minyak bumi, akibat kecelakaan kapal tanker minyak yang sering terjadi. Banyak organisme akuatik yang mati atau keracunan karenanya. (Untuk membersihkan kawasan tercemar diperlukan koordinasi dari berbagai pihak dan dibutuhkan biaya yang mahal. Bila terlambat penanggulangan-nya, kerugian manusia semakin banyak. Secara ekologis, dapat mengganggu ekosistem laut.

Bila terjadi pencemaran di air, maka terjadi akumulasi zat pencemar pada tubuh organisme air. Akumulasi pencemar ini semakin meningkat pada organisme pemangsa yang lebih besar.

3. Pencemaran tanah
Pencemaran tanah disebabkan oleh beberapa jenis pencemaran berikut ini :
a. sampah-sampah pla.stik yang sukar hancur, botol, karet sintesis,
pecahan kaca, dan kaleng
b. detergen yang bersifat
non bio degradable (secara alami sulit
diuraikan)
c. zat kimia dari buangan pertanian, misalnya insektisida.

4. Polusi suara
Polusi suara disebabkan oleh suara bising kendaraan bermotor, kapal terbang, deru mesin pabrik, radio/tape recorder yang berbunyi keras sehingga mengganggu pendengaran.

b. Menurut macam bahan pencemar
Macam bahan pencemar adalah sebagai berikut.

1. Kimiawi; berupa zat radio aktif, logam (Hg, Pb, As, Cd, Cr dan Hi),
pupuk anorganik, pestisida, detergen dan minyak.
2. Biologi; berupa mikroorganisme, misalnya
Escherichia coli, Entamoeba
coli, dan Salmonella thyposa.
3. Fisik; berupa kaleng-kaleng, botol, plastik, dan karet.

c. Menurut tingkat pencemaran
Menurut WHO, tingkat pencemaran didasarkan pada kadar zat pencemar dan waktu (lamanya) kontak. Tingkat pencemaran dibedakan menjadi 3, yaitu sebagai berikut :

1. Pencemaran yang mulai mengakibatkan iritasi (gangguan) ringan pada
panca indra dan tubuh serta telah menimbulkan kerusakan pada
ekosistem lain. Misalnya gas buangan kendaraan bermotor yang
menyebabkan mata pedih.
2. Pencemaran yang sudah mengakibatkan reaksi pada faal tubuh dan
menyebabkan sakit yang kronis. Misalnya pencemaran Hg (air raksa)
di Minamata Jepang yang menyebabkan kanker dan lahirnya bayi
cacat.
3. Pencemaran yang kadar zat-zat pencemarnya demikian besarnya
sehingga menimbulkan gangguan dan sakit atau kematian dalam
lingkungan. Misalnya pencemaran nuklir.

2. Parameter Pencemaran
Dengan mengetahui beberapa parameter yang ads pads daerah/kawasan penelitian akan dapat diketahui tingkat pencemaran atau apakah lingkungan itu sudah terkena pencemaran atau belum. Paramaterparameter yang merupakan indikator terjadinya pencemaran adalah sebagai berikut :
a. Parameter kimia
Parameter kimia meliputi C02, pH, alkalinitas, fosfor, dan logam-logam
berat.
b. Parameter biokimia
Parameter biokimia meliputi BOD (Biochemical Oxygen Demand), yaitu
jumlah oksigen dalam air. Cars pengukurannya adalah dengan
menyimpan sampel air yang telah diketahui kandungan oksigennya
selama 5 hari. Kemudian kadar oksigennya diukur lagi. BOD digunakan
untuk mengukur banyaknya pencemar organik.

Menurut menteri kesehatan, kandungan oksigen dalam air minum atau BOD tidak boleh kurang dari 3 ppm.

c. Parameter fisik
Parameter fisik meliputi temperatur, warna, rasa, bau, kekeruhan, dan radioaktivitas.

d. Parameter biologi
Parameter biologi meliputi ada atau tidaknya mikroorganisme, misalnya, bakteri coli, virus, bentos, dan plankton

 

Perubahan Lingkungan
38
 
Perubahan lingkungan mempengaruhi berbagai aspek kehidupan. Perubahan yang terjadi pada lingkungan hidup manusia menyebabkan adanya gangguan terhadap keseimbangan karena sebagian dari komponen lingkungan menjadi berkurang fungsinya. Perubahan lingkungan dapat terjadi karena campur tangan manusia dan dapat pula karena faktor alami. Dampak dari perubahannya belum tentu sama, namun akhirnya manusia juga yang mesti memikul serta mengatasinya.

1. Perubahan Lingkungan karena Campur Tangan Manusia
Perubahan lingkungan karena campur tangan manusia contohnya penebangan hutan, pembangunan pemukiman, dan penerapan intensifikasi pertanian.

Penebangan hutan yang liar mengurangi fungsi hutan sebagai penahan air. Akibatnya, daya dukung hutan menjadi berkurang. Selain itu, penggundulan hutan dapat menyebabkan terjadi banjir dan erosi. Akibat lain adalah munculnya harimau, babi hutan, dan ular di tengah pemukiman manusia karena semakin sempitnya habitat hewan-hewan tersebut. Lihat Gambar 8.8.

Pembangungan pemukiman pada daerah-daerah yang subur merupakan salah satu tuntutan kebutuhan akan pagan. Semakin padat populasi manusia, lahan yang semula produktif menjadi tidak atau kurang produktif.

Pembangunan jalan kampung dan desa dengan cara betonisasi mengakibatkan air sulit meresap ke dalam tanah. Sebagai akibatnya, bila hujan lebat memudahkan terjadinya banjir. Selain itu, tumbuhan di sekitamya menjadi kekurangan air sehingga tumbuhan tidak efektif melakukan fotosintesis. Akibat lebih lanjut, kita merasakan pangs akibat tumbuhan tidak secara optimal memanfaatkan CO2, peran tumbuhan sebagai produsen terhambat.

Penerapan intensifikasi pertanian dengan cara panca usaha tani, di satu sisi meningkatkan produksi, sedangkan di sisi lain bersifat merugikan. Misalnya, penggunaan pupuk dan pestisida dapat menyebabkan pencemaran. Contoh lain pemilihan bibit unggul sehingga dalam satu kawasan lahan hanya ditanami satu macam tanaman, disebut pertanian tipe monokultur, dapat mengurangi keanekaragaman sehingga keseimbangan ekosistem sulit untuk diperoleh. Ekosistem dalam keadaan tidak stabil. Dampak yang lain akibat penerapan tipe ini adalah terjadinya ledakan hama.

2. Perubahan Lingkungan karena Faktor Alam
Perubahan lingkungan secara alami disebabkan oleh bencana alam. Bencana alam seperti kebakaran hutan di musim kemarau menyebabkan kerusakan dan matinya organisme di hutan tersebut. Selain itu, terjadinya letusan gunung menjadikan kawasan di sekitarnya rusak.

 

Pengelolaan Lingkungan
39
 
Sehubungan dengan pemanfaatan sumber daya alam, agar lingkungan tetap lestari, harus diperhatikan tatanan/tata cara lingkungan itu sendiri. Dalam hal ini manusialah yang paling tepat sebagai pengelolanya karena manusia memiliki beberapa kelebihan dibandingkan dengan organisme lain. Manusia mampu merombak, memperbaiki, dan mengkondisikan lingkungan seperti yang dikehendakinya, seperti:

1. manusia mampu berpikir serta meramalkan keadaan yang akan
datang
2. manusia memiliki ilmu dan teknologi
3. manusia memiliki akal dan budi se
hingga dapat memilih hal-hal yang
baik.

Pengelolaan lingkungan hidup adalah upaya terpadu dalam pemanfaatan, penataan, pemeliharaan, pengawasan, pengendalian, pemulihan, dan pengembangan lingkungan hidup.

Pengelolaan ini mempunyai tujuan sebagai berikut.
1. Mencapai kelestarian hubungan manusia dengan lingkungan hidup
sebagai tujuan membangun manusia seutuhnya.
2. Mengendalikan pemanfaatan sumber daya secara bijaksana.
3. Mewujudkan manusia sebagai pembina lingkungan hidup.
4. Melaksanakan pembangunan berwawasan lingkungan untuk
kepentingan generasi sekarang dan mendatang.

Melindungi negara terhadap dampak kegiatan di luar wilayah negara yang menyebabkan kerusakan dan pencemaran lingkungan.

Melalui penerapan pengelolaan lingkungan hidup akan terwujud kedinamisan dan harmonisasi antara manusia dengan lingkungannya.

Untuk mencegah dan menghindari tindakan manusia yang bersifat kontradiksi dari hal-hal tersebut di atas, pemerintah telah menetapkan kebijakan melalui Undang-undang Lingkungan Hidup.

Undang-undang lingkungan hidup

Undang-undang tentang ketentuan-ketentuan pokok pengelolaan lingkungan hidup disahkan oleh Presiden Republik Indonesia pada tanggal 11 Maret 1982. Undang-undang ini berisi 9 Bab terdiri dari 24 pasal. Undang-undang lingkungan hidup bertujuan mencegah kerusakan lingkungan, meningkatkan kualitas lingkungan hidup, dan menindak pelanggaran-pelanggaran yang menyebabkan rusaknya lingkungan.

Undang-undang lingkungan hidup antara lain berisi hak, kewajiban, wewenang dan ketentuan pidana yang meliputi berikut ini.
1. Setiap orang mempunyai hak atas lingkungan hidup yang balk dan
sehat.
2. Setiap orang berkewajiban memelihara lingkungan dan mencegah
serta menanggulangi kerusakan dan pencemaran lingkungan
3. Setiap orang mempunyai hak untuk berperan serta dalam rangka
pengelolaan lingkungan hidup. Peran serta tersebut diatur dengan
perundang-undangan.
4. Barang siapa yang dengan sengaja atau karena kelalaiannya
melakukan perbuatan yang menyebabkan rusaknya lingkungan hidup
atau tercemamya lingkungan hidup diancam pidana penjara atau
denda.

Upaya pengelolaan yang telah digalakkan dan undang-undang yang telah dikeluarkan belumlah berarti tanpa didukung adanya kesadaran manusia akan arti penting lingkungan dalam rangka untuk meningkatkan kualitas lingkungan serta kesadaran bahwa lingkungan yang ada saat ini merupakan titipan dari generasi yang akan datang.

Upaya pengelolaan limbah yang saat ini tengah digalakkan adalah pendaurulangan atau recycling. Dengan daur ulang dimungkinkan pemanfaatan sampah, misalnya plastik, aluminium, dan kertas menjadi barang-barang yang bermanfaat.

Usaha lain dalam mengurangi polusi adalah memanfaatkan tenaga surya. Tenaga panas matahari disimpan dalam sel-sel solar untuk kemudian dimanfaatkan dalam keperluan memasak, memanaskan ruangan, dan tenaga gerak. Tenaga surya ini tidak menimbulkan polusi.

Selain tenaga surya, tenaga angin dapat pula digunakan sebagai sumber energi dengan menggunakan kincir-kincir angin.

Di beberapa negara maju telah banyak dilakukan pemisahan sampah organik dan anorganik untuk keperluan daur ulang. Dalam tiap rumah tangga terdapat tempat sampah yang berwarna-warni sesuai peruntukkannya.

Sumber Daya Alam
40
 
Alam pada dasarnya mempunyai sifat yang beraneka ragam, namun serasi dan seimbang. Oleh karena itu, perlindungan dan pengawetan alam harus terus dilakukan untuk mempertahankan keserasian dan keseimbangan itu.

Semua kekayaan bumi, baik biotik maupun abiotik, yang dapat dimanfaatkan untuk kesejahteraan manusia merupakan sumber daya alam. Tumbuhan, hewan, manusia, dan mikroba merupakan sumber daya alam hayati, sedangkan faktor abiotik lainnya merupakan sumber daya alam nonhayati. Pemanfaatan sumber daya alam harus diikuti oleh pemeliharaan dan pelestarian karena sumber daya alam bersifat terbatas.

Sumber daya alam ialah semua kekayaan bumi, baik biotik maupun abiotik yang dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan manusia dan kesejahteraan manusia, misalnya: tumbuhan, hewan, udara, air, tanah, bahan tambang, angin, cahaya matahari, dan mikroba (jasad renik).

Menurut urutan kepentingan, kebutuhan hidup manusia, dibagi menjadi dua sebagai berikut.
1. Kebutuhan Dasar.
Kebutuhan ini bersifat mutlak diperlukan untuk hidup sehat dan aman.
Yang termasuk kebutuhan ini adalah sandang, pangan, papan, dan
udara bersih.

2. Kebutuhan sekunder.
Kebutuhan ini merupakan segala sesuatu yang diperlukan untuk lebih
menikmati hidup, yaitu rekreasi, transportasi, pendidikan, dan hiburan.

Mutu lingkungan
Pandangan orang dalam memenuhi kebutuhan hidupnya memang berbeda-beda karena antara lain dipengaruhi oleh faktor ekonomi, pertimbangan kebutuhan, sosial budaya, dan waktu.

Semakin meningkat pemenuhan kebutuhan untuk kelangsungan hidup, maka semakin baik pula mutu hidup. Derajat pemenuhan kebutuhan dasar manusia dalam kondisi lingkungan disebut mutu lingkungan.

Daya dukung lingkungan
Ketersediaan sumber daya alam untuk memenuhi kebutuhan dasar, dan tersedianya cukup ruang untuk hidup pada tingkat kestabilan sosial tertentu disebut daya dukung lingkungan. Singkatnya, daya dukung lingkungan ialah kemampuan lingkungan untuk mendukung perikehidupan semua makhluk hidup.

Di bumi ini, penyebaran sumber daya alam tidak merata letaknya. Ada bagianbagian bumi yang sangat kaya akan mineral, ada pula yang tidak. Ada yang baik untuk pertanian ada pula yang tidak. Oleh karena itu, agar pemanfaatannya dapat berkesinambungan, maka tindakan eksploitasi sumber daya alam harus disertai dengan tindakan perlindungan. Pemeliharaan dan pengembangan lingkungan hidup harus dilakukan dengan cara yang rasional antara lain sebagai berikut :
1. Memanfaatkan sumber daya alam yang dapat diperbaharui dengan
hati-hati dan efisien, misalnya: air, tanah, dan udara.
2. Menggunakan bahan pengganti, misalnya hasil metalurgi (campuran).
3. Mengembangkan metoda menambang dan memproses yang efisien,
serta pendaurulangan (recycling).
4. Melaksanakan etika lingkungan berdasarkan falsafah hidup secara
damai dengan alam.

1. Macam-macam sumber Daya Alam
Sumber daya alam dapat dibedakan berdasarkan sifat, potensi, dan jenisnya.
a. Berdasarkan sifat
Menurut sifatnya, sumber daya alam dapat dibagi 3, yaitu sebagai berikut :
1. Sumber daya alam yang terbarukan (renewable), misalnya: hewan,
tumbuhan, mikroba, air, dan tanah. Disebut ter barukan karena dapat
melakukan reproduksi dan memiliki daya regenerasi (pulih kembali).
2.
Sumber daya alam yang tidak terbarukan (nonrenewable), misalnya:
minyak tanah, gas bumf, batu tiara, dan bahan tambang lainnya.
3.
Sumber daya alam yang tidak habis, misalnya, udara, matahari,
energi pasang surut, dan energi laut.

b. Berdasarkan potensi
Menurut potensi penggunaannya, sumber daya alam dibagi beberapa macam, antara lain sebagai berikut.
1.
Sumber daya alam materi; merupakan sumber daya alam yang
dimanfaatkan dalam bentuk fisiknya. Misalnya, batu, besi, emas,
kayu, serat kapas, rosela, dan sebagainya.
2.
Sumber daya alam energi; merupakan sumber daya alam yang
dimanfaatkan energinya. Misalnya batu bara, minyak bumi, gas bumi,
air terjun, sinar matahari, energi pasang surut laut, kincir angin, dan
lain-lain.
3.
Sumber daya alam ruang; merupakan sumber daya alam yang berupa
ruang atau tempat hidup, misalnya area tanah (daratan) dan
angkasa.

c. Berdasarkan jenis
Menurut jenisnya, sumber daya alam dibagi dua sebagai berikut :
1. Sumber daya alam nonhayati (abiotik); disebut juga sumber daya
alam fisik, yaitu sumber daya alam yang berupa benda-benda mati.
Misalnya : bahan tambang, tanah, air, dan kincir angin.
2. Sumber daya alam hayati (biotik); merupakan sumber daya alam
yang berupa makhluk hidup. Misalnya: hewan, tumbuhan, mikroba,
dan manusia.

Uraian di sini hanya akan ditekankan pada sumber daya alam hayati, termasuk di dalamnya sumber daya manusia (SDM).

2. Sumber Daya Tumbuhan
Berbicara tentang sumber daya alam tumbuhan kita tidak dapat menyebutkan jenis tumbuhannya, melainkan kegunaannya. Misalnya berguna untuk pangan, sandang, pagan, dan rekreasi. Akan tetapi untuk bunga-bunga tertentu, seperti melati, anggrek bulan, dan Rafflesia arnoldi merupakan pengecualian karena ketiga tanaman bunga tersebut sejak tanggal 9 Januari 1993 telah ditetapkan dalam Keppres No. 4 tahun 1993 sebagai bunga nasional dengan masing-masing gelar sebagai berikut.

1. Melati sebagai bunga bangsa.
2. Anggrek bulan sebagai bunga pesona.
3.
Raffiesia arnoldi sebagai bunga langka.

Tumbuhan memiliki kemampuan untuk menghasilkan oksigen dan tepung melalui proses fotosintesis. Oleh karena itu, tumbuhan merupakan produsen atau penyusun dasar rantai makanan.

Eksploitasi tumbuhan yang berlebihan dapat mengakibatkan kerusakan dan kepunahan, dan hal ini akan berkaitan dengan rusaknya rantai makanan.

Kerusakan yang terjadi karena punahnya salah satu faktor dari rantai makanan akan berakibat punahnya konsumen tingkat di atasnya. Jika suatu spesies organisme punah, maka spesies itu tidak pernah akan muncul lagi. Dipandang dari segi ilmu pengetahuan, hal itu merupakan suatu ke rugian besar.

Selain telah adanya sumber daya tumbuhan yang punah, beberapa jenis tumbuhan langka terancam pula oleh kepunahan, misalnya Rafflesia arnoldi (di Indonesia) dan pohon raksasa kayu merah (Giant Redwood di Amerika). Dalam mengeksploitasi sumber daya tumbuhan, khususnya hutan, perlu memperhatikan hal-hal sebagai berikut.
a. Tidak melakukan penebangan pohon di hutan dengan semena-mena
(tebang habis).
b. Penebangan kayu di hutan dilaksanakan dengan terencana dengan
sistem tebang pilih (penebangan selektif). Artinya, pohon yang
ditebang adalah pohon yang sudah tua dengan ukuran tertentu yang
telah ditentukan.
c. Cara penebangannya pun harus dilaksanakan sedemikian rupa
sehingga tidak merusak pohon-pohon muda di sekitarnya.
d
. Melakukan reboisasi (reforestasi), yaitu menghutankan kembali hutan
yang sudah terlanjur rusak.
e. Melaksanakan aforestasi, yaitu menghutankan daerah yang bukan
hutan untuk mengganti daerah hutan yang digunakan untuk keperluan
lain.
f. Mencegah kebakaran hutan.

Kerusakan hutan yang paling besar dan sangat merugikan adalah kebakaran hutan. Diperlukan waktu yang lama untuk mengembalikannya menjadi hutan kembali.

Hal-hal yang sering menjadi penyebab kebakaran hutan antara lain sebagai berikut :
a. Musim kemarau yang sangat panjang.
b. Meninggalkan bekas api unggun yang membara di hutan.
c. Pembuatan arang di hutan.
d. Membuang puntung rokok sembarangan di hutan.

Untuk mengatasi kebakaran hutan diperlukan hal-hal berikut ini.
a. Menara pengamat yang tinggi dan alat telekomunikasi.
b. Patroli hutan untuk mengantisipasi kemungkinan kebakaran.
c. Sistem transportasi mobil pemadam kebakaran yang siap digunakan.

Pemadaman kebakaran hutan dapat dilakukan dengan dua cara seperti berikut ini :
a. Secara langsung dilakukan pada api kecil dengan penyemprotan air.
b. Secara tidak langsung pada api yang telah terlanjur besar, yaitu
melokalisasi api dengan membakar daerah sekitar kebakaran, dan
mengarahkan api ke pusat pembakaran. Biasanya dimulai dari daerah
yang menghambat jalannya api, seperti: sungai, danau, jalan, dan
puncak bukit.

Pengelolaan hutan seperti di atas sangat penting demi pengawetan maupun pelestariannya karena banyaknya fungsi hutan seperti berikut ini :
1. Mencegah erosi; dengan adanya hutan, air hujan tidak langsung jatuh
ke permukaan tanah, dan dapat diserap oleh akar tanaman.
2. Sumber ekonomi; melalui penyediaan kayu, getah, bunga, hewan, dan
sebagainya.
3. Sumber plasma nutfah; keanekaragaman hewan dan tumbuhan di
hutan memungkinkan diperolehnya keanekaragaman gen.
4. Menjaga keseimbangan air di musim hujan dan musim kemarau.
Dengan terbentuknya humus di hutan, tanah menjadi gembur. Tanah
yang gembur mampu menahan air hujan sehingga meresap ke dalam
tanah, resapan air akan ditahan oleh akar-akar pohon. Dengan
demikian, di musim hujan air tidak berlebihan, sedangkan di musim
kemarau, danau, sungai, sumur dan sebagainya tidak kekurangan air.

3. Sumber Daya Hewan
Seperti pada ketiga macam bunga nasional, sejak tanggal 9-1-1995, ditetapkan pula tiga satwa nasional sebagai berikut :
1. Komodo
(Varanus komodoensis) sebagai satwa nasional darat.
2. Ikan Solera merah sebagai satwa nasional air.
3. Elang jawa sebagai satwa nasional udara.

Selain ketiga satwa nasional di atas, masih banyak satwa Indonesia yang langka dan hampir punah. Misalnya Cendrawasih, Maleo, dan badak bercula satu.

Untuk mencegah kepunahan satwa langka, diusahakan pelestarian secara in situ dan ex situ. Pelestarian in situ adalah pelestarian yang dilakukan di habitat asalnya, sedangkan pelestarian ex situ adalah pelestarian satwa langka dengan memindahkan satwa langka dari habitatnya ke tempat lain.

Sumber daya alam hewan dapat berupa hewan liar maupun hewan yang sudah dibudidayakan. Termasuk sumber daya alam satwa liar adalah penghuni hutan, penghuni padang rumput, penghuni padang ilalang, penghuni steppa, dan penghuni savana. Misalnya badak, harimau, gajah, kera, ular, babi hutan, bermacam-macam burung, serangga, dan lainnya.

Termasuk sumber daya alam hewan piaraan antara lain adalah lembu, kuda, domba, kelinci, anjing, kucing, bermacam- macam unggas, ikan hias, ikan lele dumbo, ikan lele lokal, kerang, dan siput.

Terhadap hewan peliharaan itulah sifat terbarukan dikembangkan dengan baik. Selain memungut hasil dari peternakan dan perikanan, manusia jugs melakukan persilangan untuk mencari bibit unggul guns menambah keanekaragaman ternak.

Dipandang dari peranannya, hewan dapat digolongkan sebagai berikut :
a. Sumber pangan, antara lain sapi, kerbau, ayam, itik, lele, dan mujaer.
b. Sumber sandang, antara lain bulu domba dan ulat sutera.
c. Sumber obat-obatan, antara lain ular kobra dan lebah madu.
d. Piaraan, antara lain kucing, burung, dan ikan hiss.

Untuk menjaga kelestarian satwa Langka, maka penangkapan hewan-hewan dan juga perburuan haruslah mentaati peraturan tertentu seperti berikut ini :
1. Para pemburu harus mempunyai lisensi (surat izin berburu).
2. Senjata untuk berburu harus tertentu macamnya.
3. Membayar pajak dan mematuhi undang-undang perburuan.
4. Harus menyerahkan sebagian tubuh yang diburunya kepada petugas
sebagai tropy, misalnya tanduknya.
5. Tidak boleh berburu hewan-hewan langka.
6. Ada hewan yang boleh ditangkap hanya pada bulan-bulan tertentu
saja. Misalnya, ikan salmon pada musim berbiak di sungai tidak boleh
ditangkap, atau kura-kura pads musim akan bertelur.
7. Harus melakukan konvensi dengan baik. Konuensi ialah aturan-aturan
yang tidak tertulis tetapi harus sudah diketahui oleh si pemburu
dengan sendirinya. Misalnya, tidak boleh menembak hewan buruan
yang sedang bunting, dan tidak boleh membiarkan hewan buas
buruannya lepas dalam keadaan terluka.

Akan tetapi, seringkali peraturan-peraturan tersebut tidak ditaati bahkan ada yang diam-diam memburu satwa langka untuk dijadikan bahan komoditi yang berharga. Satwa yang sering diburu untuk diambil kulitnya antara lain macan, beruang, dan ular, sedangkan gajah diambil gadingnya.

Sumber Daya Mikroba
Di samping sumber daya alam hewan dan tumbuhan terdapat sumber daya alam hayati yang bersifat mikroskopis, yaitu mikroba. Selain berperan sebagai dekomposer (pengurai) di dalam ekosistem, mikroba sangat penting artinya dalam beberapa hal seperti berikut ini :

a. sebagai bahan pangan atau mengubah bahan pangan menjadi bentuk
lain, seperti tape, sake, tempe, dan oncom
b. penghasil obat-obatan (antibiotik), misalnya, penisilin
c. membantu penyelesaian masalah pencemaran, misalnya pembuatan
biogas dan daur ulang sampah
d. membantu membasmi hama tanaman,
misalnya Bacillus thuringiensis
e. untuk rekayasa genetika, misalnya, pencangkokan gen virus dengan
gen sel hewan untuk menghasilkan interferon yang dapat melawan
penyakit karena virus.

Rekayasa genetika dimulai Tahun 1970 oleh Dr. Paul Berg. Rekayasa genetika adalah penganekaragaman genetik dengan memanfaatkan fungsi materi genetik dari suatu organisme. Cara-cara rekayasa genetika tersebut antara lain: kultur jaringan, mutasi buatan, persilangan, dan pencangkokan gen. Rekayasa genetika dapat dimanfaatkan untuk tujuan berikut ini :

1. mendapatkan produk pertanian baru, seperti “pomato”, merupakan
persilangan dari potato (kentang) dan tomato (tomat)
2. mendapatkan temak yang berkadar protein lebih tinggi
3. mendapatkan temak atau tanaman yang tahan hama
4. mendapatkan tanaman yang mampu menghasilkan insektisida sendiri.

Akhir-akhir ini tampak bahwa penggunaan sumber daya alam cenderung naik terus, karena:

a. pertambahan penduduk yang cepat
b. perkembangan peradaban manusia yang didukung oleh kemajuan sains
dan teknologi.

Oleh karena itu, agar sumber daya alam dapat bermanfaat dalam waktu yang panjang maka hal-hal berikut sangat perlu dilaksanakan.

1. Sumber daya alam harus dikelola untuk mendapatkan manfaat yang
maksimal, tetapi pengelolaan sumber daya alam harus diusahakan
agar produktivitasnya tetap berkelanjutan.

2. Eksploitasinya harus di bawah batas daya regenerasi atau asimilasi
sumber daya alam.

3. Diperlukan kebijaksanaan dalam pemanfaatan sumber daya alam yang
ada agar dapat lestari dan berkelanjutan dengan menanamkan
pengertian sikap serasi dengan lingkungannya.

4. Di dalam pengelolaan sumber daya alam hayati perlu adanya
pertimbangan-pertimbangan sebagai berikut :
a. Teknologi yang dipakai tidak sampai merusak kemampuan sumber
daya untuk pembaruannya.
b. Sebagian hasil panen harus digunakan untuk menjamin
pertumbuhan sumber daya alam hayati.
c. Dampak negatif pengelolaannya harus ikut dikelola, misalnya
dengan daur ulang.
d. Pengelolaannya harus secara serentak disertai proses
pembaruannya.

5. Sumber Daya Manusia
Manusia dibedakan dari sumber daya alam hayati lainnya karena manusia memiliki kebudayaan, akal, dan budi yang tidak dimiliki oleh tumbuhan maupun hewan. Meskipun paling tinggi derajatnya, namun dalam ekosistem, manusia juga berinteraksi dengan lingkungannya, mempengaruhi dan dipengaruhi lingkungannya sehingga termasuk dalam salah satu faktor saling ketergantungan. Berbeda dengan sumber daya hayati lainnya, penggunaan sumber daya manusia dibagi dua, yaitu sebagai berikut :
a. Manusia sebagai sumber daya fisik
Dengan energi yang tersimpan dalam ototnya manusia dapat bekerja
dalam berbagai bidang, antara lain: bidang perindustrian,
transportasi, perkebunan, perikanan, perhutanan, dan peternakan.

b. Manusia sebagai sumber daya mental
Kemampuan berpikir manusia merupakan suatu sumber daya alam
yang sangat penting, karena berfikir merupakan landasan utama bagi kebudayaan. Manusia sebagai makhluk hidup berbudaya, mampu
mengolah sumber daya alam untuk kepentingan hidupnya dan mampu
mengubah keadaan sumber daya alam berkat kemajuan ilmu dan
teknologinya. Dengan akal dan budinya, manusia menggunakan
sumber daya alam dengan penuh kebijaksanaan. Oleh karena itu,
manusia tidak dilihat hanya sebagai sumber energi, tapi yang
terutama ialah sebagai sumber daya cipta (sumber daya mental) yang
sangat penting bagi perkembangan kebudayaan manusia.

Nilai Biologi, Ekonomi Dan Budaya Dari Sumber Daya Alam
41
>
Alam yang serasi adalah alam yang mengandung berbagai komponen ekosistem secara seimbang. Komponen-komponen dalam ekosistem senantiasa saling bergantung.

Keseimbangan inilah yang harus tetap dijaga agar pelestarian keanekaragaman dalam sumber daya alam tetap terjamin. Keseimbangan akan terganggu jika komponen di dalamnya terganggu atau rusak.

Terjadinya banjir, gunung meletus, gempa bumi, wabah penyakit, dan sebagainya dapat menyebabkan adanya kerugian dalam bidang ekonomi, biologi, bahkan perusakan peninggalan-peninggalan budaya.

1. Sejarah Perlindungan dan Pengawetan Alam (PPA)
Gerakan perlindungan alam dimulai di Perancis, tahun 1853 atas usul Para pelukis untuk melindungi pemandangan alam di Fontainbleau di Paris.

Sebagai peletak dasar atau gagasan perlindungan alam adalah FWH Alexander Von Humbolt (seorang ahli berkebangsaan Jerman, 1769-1859), sehingga beliau diakui sebagai Bapak Ekologi sedunia. Tokoh organisasi internasional di bidang ini adalah Paul Sarazin (Swiss). Oleh karena keadaan perang maka dasar-dasar organisasi ini baru terbentuk pada tahun 1946 di Basel, dan tahun 1947 di Brunnen.

Perlindungan dan Pengawetan Alam di Indonesia lahir pada tahun 1912 di Bogor, tokohnya Dr. SH. Kooders. Menurut Undang-undang Perlindungan Alam, pencagaralaman di Indonesia dibedakan menjadi 2, yaitu sebagai berikut :

1. Cagar alam.
Penamaan ini berlaku di daerah yang keadaan alam (tanah, flora, dan keindahan) mempunyai nilai yang khas bagi ilmu pengetahuan dan kebudayaan serta bagi kepentingan umum sehingga dirasa perlu untuk dipertahankan dan tidak merusak keadaannya. Cagar alam dapat diartikan Pula sebagai sebidang lahan yang dijaga untuk melindungi flora dan fauna di dalamnya.

2. Suaka margasatwa.
Istilah ini berlaku untuk daerah-daerah yang keadaan alamnya (tanah, fauna, dan keindahan) memiliki nilai khas bagi ilmu pengetahuan dan kebudayaan sehingga perlu dilindungi.

Kedua istilah di atas kemudian dipadukan menjadi Perlindungan dan Pengawetan Alam (PPA).

Cagar Biosfer
Cagar Biosfer adalah perlindungan alam yang meliputi daerah yang telah dibudidayakan manusia, misalnya untuk pertanian secara tradisional (bukan tataguna lahan modern, misalnya: pabrik, jalan raya, pertanian dengan mesin). Selain cagar alam dan cagar biosfer terdapat juga istilah cagar budaya yang memiliki arti perlindungan terhadap hasil kebudayaan manusia, misalnya perlindungan terhadap candi dan daerah sekitamya. Strategi pencagaralaman sedunia (World Conservation Strategy) memiliki tiga tujuan, yaitu:

1. memelihara proses ekologi yang esensial dan sistem pendukung
kehidupan
2. mempertahankan keanekaragaman genetis
3. menjamin pemanfaatan jenis dan ekosistem secara berkelanjutan.

Ketiga tujuan ini paling berkaitan. Pencagaralaman tidak berlawanan dengan pemanfaatan jenis dan ekosistem. Akan tetapi, pemanfaatan itu haruslah dilakukan dengan cara yang menjamin adanya kesinambungan. Artinya, kepunahan jenis dan kerusakan ekosistem tidak boleh terjadi. Demikian pula, terjaganya ekosistem dari kerusakan tidak hanya melindungi keanekaragaman jenis, melainkan juga proses ekologi yang esensial.

Nilai-nilai dalam perlindungan alam
N
ilai-nilai yang terkandung dalam perlindungan alam meliputi nilai ilmiah, nilai ekonomi, dan nilai budaya yang saling berkaitan. Secara terperinci, nilai-nilai yang dimiliki dalam perlindungan dan pengawetan alam dapat dijelaskan sebagai berikut :

1.Nilai ilmiah,
yaitu kekayaan alam, misalnya, hutan dapat digunakan sebagai tempat penelitian biologi untuk pengembangan ilmu (sains). Misalnya, botani, proteksi tanaman, dan penelitian ekologi.

2. Nilai ekonomi,
yaitu perlindungan alam ditujukan untuk kepentingan ekonomi. Misalnya pengembangan daerah wisata. Hal ini akan mendatangkan berbagai lapangan kerja. Hutan dengan hasil hutannya, dan Taut dapat menjadi sumber devisa bagi negara.

3. Nilai budaya,
yaitu flora dan fauna yang khas maupun hasil budaya manusia pada suatu daerah dapat menimbulkan kebanggaan tersendiri, misalnya Candi Borobudur, komodo, dan tanaman khas Indonesia (melati dan anggrek).

4. Nilai mental dan spiritual,
misalnya dengan perlindungan alam, manusia dapat menghargai keindahan alam serta lebih mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Seperti telah kita ketahui bersama, bahwa sumber daya alam hayati terdiri dari hewan, tumbuhan, manusia, dan mikroba yang dapat kita manfaatkan untuk kesejahteraan hidup manusia. Pemanfaatan sumber daya tersebut antara lain di bidang sandang, pangan, papan, dan perdagangan. Oleh karena dimanfaatkan oleh berbagai tingkatan manusia dan berbagai kepentingan, maka diperlukan campur tangan berbagai pihak dalam melestarikan sumber daya alam hayati. Pihak-pihak yang memanfaatkan sumber daya alam balk negeri maupun swasta memiliki kewajiban yang sama dalam pelestarian sumber daya alam hayati. Misalnya, pabrik pertambangan batu bara, selain memanfaatkan batu tiara diharuskan pula untuk mengolah limbah industrinya agar tidak mencemari daerah sekitamya dan merusak ekosistem. Pabrik-pabrik, seperti pabrik obat-obatan, selain memanfaatkan bahan dasar dari hutan diwajibkan pula untuk melakukan penanaman kembali dan mengolah limbah industrinya (daur ulang) agar tidak merusak lingkungan.

2. Macam-macam Bentuk (Upaya Pelestarian Sumber Daya Alam Hayati)
Usaha pelestarian sumber daya alam hayati tidak lepas dari usaha pelestarian lingkungan hidup. Usaha-usaha dalam pelestrian lingkungan hidup bukan hanya tanggung jawab pemerintah saja, melainkan tanggung jawab kita semua.

Untuk menggalakkan perhatian kita kepada pelestarian lingkungan hidup, maka setiap tanggal 5 Juni diperingati sebagai Hari Lingkungan Sedunia. Di tingkat Internasional, peringatan Hari Lingkungan Hidup ditandai dengan pemberian penghargaan kepada perorangan atau pun kelompok atas sumbangan praktis mereka yang berharga bagi pelestarian lingkungan atau perbaikan lingkungan hidup di tingkat lokal, nasional, dan internasional. Penghargaan ini diberi nama “Global 500” yang diprakarsai Program Lingkungan PBB (UNEP = United Nation Environment Program).

Di tingkat nasional, Indonesia tidak ketinggalan dengan memberikan hadiah, sebagai berikut.

a. Kalpataru
Hadiah Kalpataru diberikan kepada berikut ini.
1. Perintis lingkungan hidup,
yaitu mereka yang telah mempelopori untuk mengubah lingkungan
hidup yang kritis menjadi subur kembali.
2.
Penyelamat lingkungan hidup,
yaitu mereka yang telah menyelamatkan lingkungan hidup yang rusak.
3.
Pengabdi lingkungan hidup,
yaitu petugas-petugas yang telah mengabdikan dirinya untuk
menjaga kelestarian lingkungan hidup.

Kalpataru berupa pahatan Kalpataru tiga dimensi yang berlapis emas murni. Pahatan ini mencontoh pahatan yang terdapat pada Candi Mendut yang melukiskan pohon kehidupan serta mencerminkan sikap hidup manusia Indonesia terhadap lingkungannya, yaitu keselarasan dan keserasian dengan alam sekitarnya.

b. Adipura
Hadiah Adipura diberikan kepada berikut ini.
1. Kota-kota terbersih di Indonesia.
2. Daerah-daerah yang telah berhasil membuat Laporan Neraca
Kependudukan dan Lingkungan Hidup Daerah (NKLD).

Selain usaha-usaha tersebut di atas, usaha lain yang tidak kalah pentingnya adalah didirikannya bermacam-macam perlindungan alam seperti Taman Wisata, Taman hasional, Kebun Raya, Hutan Buru, Hutan Lindung, dan Taman Laut.

Macam-macam Perlindungan Alam (PPA)
Perlindungan alam dibagi menjadi dua, yaitu perlindungan umum dan perlindungan dengan tujuan tertentu.

1. Perlindungan alam umum
Perlindungan alam umum merupakan suatu kesatuan (flora, fauna, dan tanahnya). Perlindungan alam ini dibagi menjadi tiga macam, yaitu sebagai berikut :
a. Perlindungan alam ketat;
merupakan perlindungan terhadap keadaan alam yang dibiarkan tanpa
campur tangan manusia, kecuali dipandang perlu. Tujuannya untuk
penelitian dan kepentingan ilmiah, misalnya Ujung Kulon.
b. Perlindungan alam terbimbing; merupakan perlindungan keadaan alam
yang dibina oleh Para ahli, misalnya Kebun Raya Bogor.
c. National Park atau Taman Nasional; merupakan keadaan alam yang
menempati suatu daerah yang lugs dan ticlak boleh ada rumah tinggal
maupun bangunan industri. Tempat ini dimanfaatkan untuk rekreasi
atau taman wisata, tanpa mengubah ciri-ciri ekosistem. Misalnya:
Taman Safari di Cisarua Bogor dan Way Kambas.

Pada tahun 1982 diadakan Konggres Taman hasional sedunia di Bali (World National Park Conggres). Dalam konggres itu Pemerintah Indonesia mengumumkan 16 taman nasional (TN) yang ada di Indonesia, yaitu sebagai berikut.
01. TN. Kerinci Seblat (Sumbar, Jambi. Bengkulu) ± 1.485.000 Ha
02. TN. Gunung Leuser (Sumut, Aceh) ± 793.000 Ha
03. TN. Barisan Selatan (Lampung, Beng kulu) ± 365.000 Ha
04. TN. Tanjung Puting (Kalteng) ± 355.000 Ha
05. TN. Drumoga Bone (Sulut) ± 300.000 Ha
06. TN. Lore Lindu (Sulteng) t 231.000 Ha
07. TN. Kutai (Kaltim) ± 200.000 Ha
08. TN. Manusela Wainua (Maluku) ± 189.000 Ha
09. TN. Kepulauan Seribu (DKI) ± 108.000 Ha
10. TN. Ujung Kulon (Jabar) ± 79.000 Ha
11. TN. Besakih (Bali) ± 78.000 Ha
12. TN. Komodo (HTB) ± 75.000 Ha
13. TN. Bromo Tengger, Semeru (Jatim) ± 58.000 Ha
14. TN. Meru Betiri (Jatim) ± 50.000 Ha
15. TN. Baluran (Jatim) ± 25.000 Ha
16. TN. Gede Pangrango (Jabar) ± 15.000 Ha

b. Perlindungan alam dengan tuljuan tertentu
Macam perlindungan alam dengan tujutertentu adalah sebagai berikut :
a.
Perlindungan geologi;
merupakan perlindungan alam yang bertujuan melindungi formasi
geologi tertentu, misalnya batuan tertentu.
b.
Perlindungan alam botani;
merupakan perlindungan alam yang bertujuan melindungi komunitas
tumbuhan tertentu, misalnya Kebun Raya Bogor.
c.
Perlindungan alam zoologi;
merupakan perlindungan alam yang bertujuan melindungi hewan-
hewan langka serta mengembangkannya dengan cara memasukkan
hewan sejenis ke daerah lain, misalnya gajah.
d.
Perlindungan alam antropologi;
merupakan perlindungan alam yang bertujuan melindungi suku bangsa
yang terisolir,misalnya Suku Indian di Amerika, Suku Asmat di Irian
Jaya, dan Suku Badui di Banten Selatan.
e.
Perlindungan pemandangan alam;
merupakan perlindungan yang bertujuan melindungi keindahan alam,
misalnya Lembah Sianok di Sumatera Barat.
f.
Perlindungan monumen alam;
merupakan perlindungan yang bertujuan melindungi benda-benda alam
tertentu, misalnya stalagtit, stalagmit, gua, dan air terjun.
g.
Perlindungan suaka margasatwa;
merupakan perlindungan dengan tujuan melindungi hewan-hewan
yang terancam punch, misalnya badak, gajah, dan harimau Jawa.
h. Perlindungan hutan;
merupakan perlindungan yang bertujuan melindungi tanah, air, dan
perubahan iklim.
i.
Perlindungan ikan;
merupakan perlindungan yang bertujuan melindungi ikan yang
terancam punah.

Bentuk-bentuk PPA di atas harus diusahakan secara terpadu karena fauna akan lestari apabila flora dan habitatnya lestari juga.

0

RESPON KACANG PANJANG TERHADAP PEMUPUKAN ORGANIK DAN ANORGANIK DI LOKASI PRIMA TANI LAHAN KERING KECAMATAN GEROKGAK KABUPATEN BULELENG, BALI

RESPON KACANG PANJANG TERHADAP PEMUPUKAN ORGANIK DAN ANORGANIK DI LOKASI PRIMA TANI LAHAN KERING KECAMATAN GEROKGAK KABUPATEN BULELENG, BALI I Nyoman Adijaya, Made Rai Yasa dan Made Sukadana Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Bali ABSTRAK Kacang panjang (Vigna sinensis) merupakan salah satu komoditas yang diintroduksikan di lokasi Prima Tani di Desa Sanggalangit, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng, Bali. Komoditas ini diharapkan dapat menjadi sumber pendapatan harian petani setempat pada musim kemarau. Penelitian dirancang dengan percobaan faktorial dengan dua perlakuan yaitu dosis pupuk organik (pupuk kandang sapi yang difermentasi fermentor Ruminno Bacillus) yaitu 2 ton/ha, 4 ton/ha dan 6 ton/ha, sedangkan dosis pupuk an-organik yang digunakan yaitu A: (25 kg Urea/ha, 25 kg SP-36/ha dan 50 kg KCl/ha), A2: (2 kali A1) dan A3: (2 kali A2). Hasil analisis menunjukkan terjadi interaksi antara perlakuan pupuk organik dan anorganik yang digunakan pada variabel jumlah panen dan siklus panen sedangkan terhadap variabel rata-rata berat buah/panen dan produksi per 100 m2 tidak terjadi interaksi. Perlakuan kombinasi pupuk organik dosis 6 ton/ha dengan dosis pupuk kimia P3: (100 kg Urea/ha, 100 kg SP-36/ha dan 200 kg KCl/ha) memberikan jumlah panen dan siklus panen tertinggi masing-masing 19,07 kali dan 37,56 hari. Rata-rata berat buah/panen tidak berbeda nyata antar perlakuan baik akibat pengaruh perlakuan pupuk organik dan pupuk an-organik dengan kisaran 563,31 gram – 578,78 gram/3m2. Produksi per 100 m2 meningkat akibat pemberian pupuk organik dimana penggunaan 6 ton pupuk organik/ha memberikan produksi 339,42 kg meningkat 6,30% dan 12,43% dibandingkan penggunaan 4 ton/ha dan 2 ton/ha, sedangkan peningkatan pemberian pupuk an-organik sebanyak 100% dan 200% memberikan peningkatan produksi masing-masing 7,06% dan 14,09% dibandingkan perlakuan P1: (25 kg Urea/ha, 25 kg SP-36/ha dan 50 kg KCl/ha) yang menghasilkan 299,61 kg/100 m2. Kata kunci: respon kacang panjang, pupuk organik dan anorganik, lahan kering PENDAHULUAN Kacang panjang merupakan tanaman sayuran yang banyak dibutuhkan untuk kebutuhan sayuran setiap hari. Pada umumnya kacang panjang banyak diusahakan di lahan sawah dan sangat jarang dibudidayakan di lahan kering. Di Bali Utara kacang panjang banyak diusahakan di pematang sawah bersamaan dengan tanaman padi. Pada pengusahaannya kebanyakan petani hanya menggunakan pupuk kimia saja, sehingga apabila hal ini dilakukan secara terus-menerus akan menyebabkan terjadi ketergantungan akan pupuk kimia dan penurunan kualitas lahan. Kacang panjang merupakan tanaman hortikultura semusim yang diintroduksikan di lokasi Prima Tani di Desa Sanggalangit, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng, Bali. Hasil kajian Suratmini dkk., (2003) mendapatkan bahwa usahatani kacang panjang dengan pemanfaatan air embung di musim kemarau memberikan keuntungan yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan usahatani tanaman pangan seperti jagung atau kacang tanah pada luasan yang sama. Lebih lanjut Adijaya, dkk (2004) menyatakan kacang panjang mampu memberikan tambahan pendapatan petani setempat pada musim kemarau di Desa Patas, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng walaupun skala usahanya sempit. Pada luasan 100 m2 mampu menghasilkan keuntungan setara dengan sepuluh kali luas usahatani jagung, sehingga usahatani kacang panjang menjadi pilihan petani setempat. Introduksi kacang panjang di lokasi Prima Tani di Desa Sanggalangit diharapkan mampu memberikan alternatif pendapatan harian petani di musim kemarau, karena adanya potensi air embung di daerah tersebut. Pada pengusahaannya diintroduksikan teknis budidaya dengan mengoptimalkan sumberdaya lokal yang ada seperti pemakaian pupuk kandang sehingga pemakaian input luar dapat ditekan. Hasil pengkajian di lokasi penelitian menunjukkan pemanfaatan pupuk kandang/organik memberikan dampak positif pada usahatani tanaman seperti peningkatan produksi bawang merah (Oktafianus, 2003) sehingga perlu dikaji penggunaan pupuk organik dan an-organik pada usahatani kacang panjang. Selain itu dewasa ini kecenderungan yang semakin meningkat adalah tuntutan pelaksanaan sistem pertanian yang berkelanjutan (sustainable) dan ramah lingkungan (ecofriendly), dan dua kata kunci ini merupakan tuntutan global (Rubiyo, et al., 2004) METODOLOGI PENELITIAN Penelitian dilakukan lokasi Prima Tani Lahan Kering BPTP Bali di Desa Sanggalangit, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng, Bali pada musim kemarau yaitu dari bulan Agustus sampai dengan Nopember 2005. Penelitian dirancang menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial dengan perlakuan dosis pupuk organik (pupuk kandang sapi difermentasi dengan fermentor Rumino Bacillus) dengan tiga tingkat dosis yaitu 2 ton/ha, 4 ton/ha dan 6 ton/ha, serta perlakuan paket dosis pupuk an-organik yaitu P1(25 kg Urea/ha + 25 kg SP-36/ha dan 50 kg KCl/ha), P2 (2 kali P1) dan P3 (2 kali P2), sehingga diperoleh 9 perlakuan kombinasi yang masing-masing diulang sebanyak 3 kali. Petak percobaan berukuran 3,0 m x 1,0 m dengan jarak tanam 45 cm x 25 cm dua tanaman per lubang tanam. Pupuk organik dan an-organik (SP-36 dan KCl) diberikan 3 hari sebelum penanaman dengan cara ditebarkan pada petak percobaan, sedangkan pemupukan Urea diberikan umur 7 hari dan 28 hari setelah tanam masing-masing setengah dosis. Ajir dipasang pada umur tanaman 14 hari setelah tanam. Pemeliharaan tanaman meliputi penyiraman setiap 3-4 hari, penyiangan dilakukan umur 14 hari dan 28 hst, sedangkan pengendalian hama dan penyakit tanaman dilakukan dengan penyemprotan insektisida setiap 1 minggu sekali atau disesuaikan dengan kondisi tanaman di lapangan. Variabel yang diamati yaitu jumlah panen, berat buah per panen, siklus produksi dan produksi. Data dianalisis sidik ragam dilanjutkan dengan uji BNT. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil analisis statistik menunjukkan terjadi interaksi antara perlakuan dosis pupuk organik (pupuk kandang sapi yang difermentasi dengan dekomposer Ruminno Bacillus) dengan perlakuan paket dosis pupuk an-organik yang digunakan terhadap variabel jumlah panen dan siklus produksi kacang panjang sedangkan terhadap variabel berat buah per panen dan produksi tidak terjadi interaksi. Interaksi antara perlakuan dosis pupuk organik Ruminno Bacillus dengan paket pupuk an-organik menunjukkan perlakuan kombinasi pupuk organik dosis 6 ton/ha dengan paket pupuk kimia 100 kg Urea/ha, 100 kg SP-36/ha dan 200 kg KCl/ha (P3) memberikan jumlah panen tertinggi yaitu 19,07 kali (Tabel 1). Peningkatan dosis pupuk organik maupun an-organik pada perlakuan kombinasi menghasilkan jumlah panen yang semakin tinggi dan menghasilkan jumlah panen yang berbeda nyata (P<0,05), kecuali pada perlakuan kombinasi dosis pupuk organik 2 ton/ha peningakatan dosis pupuk kimia sampai menjadi 100% (P3) tidak menunjukkan pengaruh nyata (P>0,05). Tabel 1. Interaksi Pupuk Organik Ruminno Bacillus dengan Pupuk An-organik Terhadap Frekuensi Panen (Kali) Kacang Panjang di Lahan Kering Desa Sanggalangit, Kecamatan Gerokgak, Buleleng, Bali Tahun 2005 Pupuk Anorganik Pupuk Rumino Bacillus 2 ton/ha 4 ton/ha 6 ton/ha P1 (Dosis 25%) 15,00 d 15,34 d 17,07 c P2 (Dosis 50%) 15,11 d 16,96 c 18,07 b P3 (Dosis 100%) 15,12 d 18,45 ab 19,07 a Keterangan: Angka-angka yang diikuti huruf yang sama berbeda tidak nyata pada uji BNT taraf 5% Hal yang sama juga terlihat pada variabel siklus produksi kacang panjang, dimana kombinasi perlakuan dosis pupuk organik 6 ton/ha dan dosis pupuk kimia 100% memberikan siklus panen terlama yaitu 37,56 hari tidak berbeda dengan dosis pupuk organik 4 ton/ha dengan siklus produksi 36,67 hari. Peningkatan dosis pupuk kimia maupun dosis pupuk organik memberikan siklus panen yang semakin lama kecuali pada perlakuan pupuk organik 2 ton/ha peningkatan dosis pupuk kimia tidak memberikan siklus produksi yang berbeda (Tabel 2). Terhadap variabel rata-rata berat panen dan produksi per satuan luas menunjukkan tidak terjadi interaksi antara perlakuan dosis pupuk organik dan an-organik yang digunakan. Peningkatan dosis pupuk organik dan paket dosis pupuk kimia yang digunakan tidak berpengaruh nyata terhadap rata-rata berat buah per panen yang dihasilkan, sedangkan terhadap produksi per satuan luas beda nyata (Tabel 3). Kisaran berat buah per panen yang dihasilkan yaitu 563,27 g – 578,31 g dengan perlakuan pupuk kimia sedangkan perlakuan dosis pupuk organik dengan kisaran 567,17 g – 576,59 g per 3 m2. Tabel 2. Interaksi Pupuk Organik Ruminno Bacillus dengan Pupuk An-organik Terhadap Siklus Produksi (Hari) Kacang Panjang di Lahan Kering Desa Sanggalangit, Kec. Gerokgak, Buleleng, Bali Tahun 2005 Pupuk Anorganik Pupuk Rumino Bacillus 2 ton/ha 4 ton/ha 6 ton/ha P1 (Dosis 25%) 30,23 d 30,89 d 30,89 c P2 (Dosis 50%) 30,22 d 33,78 c 35,78 b P3 (Dosis 100%) 30,56 d 36,67 ab 37,56 a Keterangan: Angka yang diikuti oleh huruf sama pada kolom yang sama menunjukkan tidak berbeda nyata pada taraf uji BNT 5% Produksi kacang panjang per 100 m2 meningkat dengan peningkatan dosis pupuk kimia dari dosis 25% menjadi 50% dan 100% yaitu masing-masing 7,06% dan 14,09%, sedangkan peningkatan dosis pupuk organik dari 2 ton/ha menjadi 4 ton/ha dan 6 ton/ha meningkatkan produksi sebesar 6,30% dan 12,43%. Paket pupuk kimia yang digunakan yaitu Urea, SP-36 dan KCl merupakan pupuk kimia yang merupakan sumber hara N, P, dan K. Unsur hara ini dibutuhkan relatif lebih banyak dibandingkan unsur hara lainnya sehingga keberadaan hara tersebut menjadi salah satu pembatas produksi tanaman. Sutejo (2002) menyatakan N berperan dalam pertumbuhan vegetataif tanaman, semakin tinggi pemberian N akan mempercepat sintesis karbohidrat. Unsur P berperan pada pembentukan bunga dan buah tanaman sedangkan K meningkatkan kualitas buah yang dihasilkan. Dari hasil tersebut diatas peningkatan paket dosis dari 25 kg Urea/ha, 25 kg SP-36/ha dan 50 kg KCl/ha (dosis 25%) menjadi dosis 100% berkorelasi positif terhadap peningkatan produksi kacang panjang. Tabel 3. Pengaruh Pupuk Organik Ruminno Bacillus dan Pupuk An-organik Terhadap Rata-Rata Berat Panen dan Produksi Kacang Panjang di Lahan Kering Desa Sanggalangit, Kec. Gerokgak, Buleleng, Bali Tahun 2005 Perlakuan Variabel Rata-rata berat buah/panen (g) Produksi/3 m2 (kg) Produksi/100 m2 (kg) Pupuk Anorganik P1 (Dosis 25%) 578,31 a 8,99 b 299,61 b P2 (Dosis 50%) 571,42 a 9,62 ab 320,75 b P3 (Dosis 100%) 563,27 a 9,92 a 341,85 a BNT 5% – 0,78 28,52 Pupuk Rumino Bacillus 2 ton/ha 569,25 a 8,72 b 301,89 b 4 ton/ha 576,59 a 9,63 ab 320,91 ab 6 ton/ha 567,17 a 10,18 a 339,42 a BNT 5% – 0,78 28,52 Keterangan: Angka yang diikuti oleh huruf sama pada kolom yang sama menunjukkan tidak berbeda nyata pada taraf uji BNT 5% Peningkatan pemberian dosis pupuk kandang sapi/pupuk organik dari 2 ton/ha sampai 6 ton/ha juga memberikan tren produksi serupa. Peningkatan dosis akan memberikan peningkatan kandungan hara, selain peran pupuk organik lainnya seperti memperbaiki sifat fisik tanah yang tidak kalah pentingnya. Ma’shum et. al. (1992) mengemukakan bahwa pupuk organik memasok berbagai macam hara terutama senyawa organik berkonsentrasi rendah dan tidak mudah larut dalam air. Karena memasok berbagai hara dengan konsentrasi rendah dan tidak mudah larut, pupuk organik tidak akan menimbulkan ketimpangan hara dalam tanah, bahkan dapat memperbaiki neraca hara, sehingga pada tanah miskin sangat diperlukan penambahan bahan organik. Lebih lanjut Hairusyah dan Arifin (1992) menyatakan bahwa miskinnya kandungan bahan organik dan unsur hara tanah merupakan faktor pembatas produksi utama disamping keasaman tanah. Rendahnya kandungan bahan organik tanah mengurangi daya sangga tanah dan memudahkan pencucian unsur hara dari lingkungan perakaran sehingga menurunkan efisiensi pupuk. (Karama, et al., 1990). Oleh karena itu penanganan rendahnya kadar bahan organik tanah harus menjadi prioritas utama untuk mempertahankan sistem usahatani berkelanjutan, karena kadar bahan organik tanah yang rendah dapat mempercepat laju degradasi kesuburan tanah. KESIMPULAN Terjadi interaksi antara perlakuan pupuk organik dan paket pupuk kimia terhadap jumlah panen dan siklus produksi kacang panjang. Perlakuan kombinasi dosis pupuk organik 6 ton/ha dengan paket dosis pupuk kimia Urea dan SP-36 masing-masing 100 kg/ha serta KCl 200 kg/ha (P3) memberikan jumlah panen dan siklus produksi tertinggi yaitu masing-masing 19,07 hari dan 37,56 hari. Peningkatan dosis pupuk organik menjadi 4 ton/ha dan 6 ton/ha meningkatkan produksi kacang panjang sebesar 6,30% dan 12,43% dari 301,89 kg yang dihasilkan pada dosis 2 ton/ha. Peningkatan paket dosis pupuk an-organik/kimia menjadi dosis 50% dan 100% meningkatkan produksi kacang panjang sebesar 7,06% dan 14,09% dari 299,61 kg yang dihasilkan pada paket dosis 25% (masing-masing 25 kg Urea/ha, 25 kg SP-36/ha dan 50 kg KCl/ha). DAFTAR PUSTAKA Adijaya, I.N., M, Suprapto dan M. Rai Yasa. 2004. Succes Strory Pengembangan Sistem Usahatani Terpadu pada Lahan Kering di Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng Bali. Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Bali. Pusat Penelitian dan Pengembangan Sosial Ekonomi Pertanian. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Departemen Pertanian. Hairunsyah dan M.Z. Arifin. 1992. Kajian Pemberian Pupuk Kandang dan Fosfat Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Pipilan Kering pada Tanah Pasiran dan Lempengan. Hasil-Hasil Penelitian Jagung 1991/1992. Balai Penelitian Tanaman Pangan. Banjarbaru. Karama, A.S., A. Rasyid Marzuki dan I. Manwan. 1990. Penggunaan Pupuk Organik Pada Tanaman Pangan. Prosiding Lokakarya Nasional Efisiensi Penggunaan Pupuk V, Cisarua, 11-13 Nopember 1990. Puslittanak. Bogor. Ma’shum, M., Lolita, E.S. Mahrup dan Sukartono. 1992. Perubahan Kalium Pada Tanah Tegalan Akibat Pemberian Pupuk Kandang. Laporan Penelitian Fakultas Pertanian. Unram. Oktafianus, M.M. 2003. Pengaruh Kerapatan Tanam dan Jenis Pupuk Organik Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Bawang Merah di Lahan Kering. Tesis Pasca Sarjana Fakultas Pertanian Universitas Udayana. Denpasar. Rubiyo, S. Guntoro dan W. Trisnawati. 2004. Pengaruh Dosis Pupuk Kandang Kambing Terhadap Pertumbuhan Awal Kopi Arabika S-795 Hasil Konversi dari Kopi Robusta Bali. Prosiding Seminar Nasional Revitalisasi Teknologi Kreatif dalam Mendukung Agribisnis dan Otonomi Daerah. Pusat Penelitian dan Pengembangan Sosial Ekonomi Pertanian. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Departemen Pertanian. Suratmini, I.N. Adijaya, IGAK. Sudaratmaja dan M. Sumartini. 2003. Pengkajian Sistem Usahatani pada Lahan Marginal. Laporan Akhir. Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Bali. Pusat Penelitian dan Pengembangan Sosial Ekonomi Pertanian. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Departemen Pertanian. Sutejo, M.M. 2002. Pupuk dan Cara Pemupukan. Penerbit Rineka Cipta. Yakarta.

0

kelangsungan hidup organisme

KELANGSUNGAN HIDUP ORGANISME

MATERI 4 KELAS IX

ADAPTASI

  • Merupakan proses penyesuaian diri makhluk hidup dengan keadaan lingkungan sekitarnya.
  • Masing-masing individu mempunyai cara yang berbeda dalam penyesuaian diri dengan lingkungannya, ada yang mengalami perubahan bentuk tubuh (adapatasi Morfologi), ada yang mengalami perubahan proses metabolisme tubuh (adaptasi Fisiologi) dan ada juga yang mengalami perubahan sikap dan tingkah laku (adaptasi tingkah laku).
  • Adapatasi akan dilakukan oleh makhluk hidup bila keadaan lingkungan sekitarnya membahayakan atau tidak menguntungkan bagi dirinya, sehingga perlu untuk menyelamatkan atau mempertahankan kehidupannya.

Macam adaptasi :

  1. Adaptasi MORFOLOGI
  • Merupakan proses penyesuaian diri makhluk hidup yang memperlihatkan perubahan bentuk dan struktur tubuh.
  • Pada Hewan
  • Ciri adaptasi hewan darat :
  1. Kulit tebal dengan lapisan zat tanduk.
  2. Anggota gerak tubuh disesuaikan dengan habitat.
  3. Pada daerah tertentu seperti gurun pasir, mempunyai kantung air seperti pada Unta.

 

  • Ciri adaptasi hewan air :
  1. Tubuhnya berbentuk torpedo (stream line).
  2. Permukaan tubuh licin karena berlendir.
  3. Anggota gerak tubuh berupa sirip.

 

 

  1. Perubahan bentuk paruh burung. Biasanya berdasarkan pada makanannya, seperti :
  • Paruh bentuk sisir, bagian atas agak melengkung pada Pelican, Flamingo untuk menyaring makanan yang berupa algae, udang kecil dan rumput laut.
  • Paruh bentuk kecil, runcing dan panjang pada Kolibri untuk menghisap madu.
  • Paruh bentuk pendek dan kuat pada Nuri, Pipit, Kakatua, Gelatik untuk memakan biji-bijian.
  • Paruh bentuk pendek, besar, kuku dan kuat pada Elang, Rajawali untuk mengoyak mangsanya.
  • Paruh bentuk pipih pada Itik, Bebek untuk mengambil makanan yang diperairan (ikan atau udang kecil, algae).
  • Paruh bentuk pahat pada Pelatuk untuk memahat batang pohon yang telah lapuk.

 

  1. Perubahan bentuk kaki/cakar burung. Biasanya berdasarkan pada habitat dan cara hidupnya, seperti :
  • Kaki pencekram dengan cakar bentuk yang kuat, tajam dan pendek pada Elang, Rajawali, burung Hantu untuk mencengkram mangsanya.
  • Kaki perenang dengan selaput renang pada Itik, Bebek, Angsa , Pelikan untuk mendayung saat berenang di air.
  • Kaki yang kuat pada Kasuari untuk berlari atau berjalan.
  • Kaki pemanjat dengan dua jari kearah depan dan dua jari kearah belakang pada Pelatuk untuk memanjat pohon.
  • Kaki burung petengger dengan jari yang panjang dan semua jari terletak pada satu bidang datar. Dijumpai pada Kutilang, Kenari, Poksai, Finch, Wambi untuk hinggap diranting-ranting pohon.

 

  1. Perubahan tipe mulut pada Insect/serangga. Biasanya berdasarkan pada makanannya, seperti :
  • Tipe mulut menggigit dan mengunyah pada Belalang, Jangkrik.
  • Tipe mulut menusuk dan menghisap pada Nyamuk.
  • Tipe mulut menghisap pada Kupu-kupu.
  • Tipe mulut menghisap dan menjilat pada Lebah madu dan Lalat.

 

  1. Perubahan gigi hewan. Biasanya berdasarkan pada makanannya, seperti :
  • Gigi taring (dens caninus) besar dan runcing pada hewan Carnivora untuk menagkap dan mengoyak daging.
  • Gigi geraham depan (dens premolare) dan geraham belakang (dens molare) berbentuk lebar dan datar. Dijumpai pada hewan memamah biak (hewan Ruminansia) untuk mengunyah, menggilas dan menghaluskan rumput/daun-daunan.

 

  • Pada Tumbuhan
  1. Tumbuhan Xerofit yaitu tumbuhan yang hidup apad aderah yang kekurangan air/minim air. Contohnya Kurma dan Kaktus. Kaktus memilki ciri adaptasi :
  • Batang yang lunak kaya akan air untuk mencukupi kebutuhan air.
  • Lapisan lilin/kutikula pada batang yang tebal untuk mengurangi penguapan.
  • Akar serabut yang panjang untuk mencari air dan hara mineral.
  • Daun yang kecil berbentuk duri untuk mengurangi penguapan.

 

  1. Tumbuhan Hidrofit yaitu tumbuhan yang hidup pada perairan atau daerah yang kaya akan air. Contohnya Teratai, Eceng Gondok (Eicchornia crassipes), Kangkung, Paku air (Azolla pinata) dengan cirri adapatasi :
  • Daun yang lebar, tipis dan banyak stomata untuk mempercepat penguapan.
  • Akar serabut dan tangkai yang berongga yang kaya akan Oksigen sehingga memungkinkan untuk mengapung.

 

  1. Tumbuhan Higrofit yaitu tumbuhan yang hidup di daerah yang lembab atau kadar air yang sedang/basah. Contohnya adalah Golongan Bryophyta (Lumut) dan Pterydophyta (Paku), Talas/Keladi dengan ciri adaptasi :
  • Daun lebar dan tipis untuk mempercepat penguapan.
  • Memiliki stomata lebih banyak dari golongan Xerofit.
  • Memiliki lapisan lilin/kutikula yang tipis.
  • Sering melakukan gutasi (yaitu penetesan pada ujung daun melalui celah pada tepi daun yang disebut hidatoda/gutatoda).

 

  1. Tumbuhan darat. Biasanya termasuk tumbuhan dataran rendah dan dataran tinggi yang meliputi tumbuhan tingkat tinggi. Ciri adaptasi :
  • Daun kecil dan tebal.
  • Stomata sedikit.
  • Kulit luar yang tebal.

 

  1. Adaptasi FISIOLOGI
  • Merupakan proses penyesuaian diri makhluk hidup terhadap lingkungan sekitarnya yang memperlihatkan perubahan sistem metabolisme dalam tubuhnya.
  • Pada Manusia
  1. Jumlah sel darah merah (s.d.m) pada manusia yang tinggal di dataran tinggi akan lebih banyak bila dibandingkan dengan yang tinggal didataran rendah.
  2. Fungsi retina yang dapat menyesuaikan diri dengan banyaknya impuls cahaya yang masuk.

 

  • Pada Hewan
  1. Enzim selulose pada hewan herbivore (memamahbiak/Rumaninansia) yang dapat mengubah zat selulosa pada makananya.
  2. Enzim selulase pada cacing Teredo navalis yang digunakan untuk melumatkan kayu.
  3. Ikan air laut dan ikan air tawar
    Ikan air laut Ciri adaptasi Ikan air tawar
    Sedikit Pengeluaran urine Banyak
    Pekat Urine yang diekskresikan Encer
    Banyak Minum air Sedikit
    Lebih rendah dari pada air laut Tekanan osmosis sel tubuh ikan Lebih tinggi dari pada air tawar
    Lebih tebal Dinding sel tubuh Laebih tipis
  4. Resistensi serangga. Hal ini disebabkan penyemprotan insektisida yang terus menerus sehingga membuat organ tubuh serangga menjadi kebal terhadap zat tersebut.
  5. Ketajaman indera pada hewan-hewan tertentu. Seperti indera penglihatan pada burung Hantu, indera pendengaran pada Kelelawar dan indera penciuman pada Anjing.
  6. Kelenjar kapur pada cacing untuk menetralisir keasaman pada makanannya.

 

  • Pada Tumbuhan
  1. Zat alelopati yaitu zat yang dapat menghambat pertumbuhan organisme/individu yang berada disekitarnya. Dikeluarkan pada beberapa tumbuhan tertentu sperti fungsi penghasil antibiotic Penisilin yaitu Peniciullium sp. Penicillium sp akan mengeluarkan zat penisilin yang dapat membuat individu disekitarnya menjadi mati.

 

  1. Adaptasi FISIOLOGI
  • Merupakan proses penyesuaian diri makhluk hidup terhadap lingkungannya dengan cara memperlihatkan tingkah laku.
  • Pada Hewan
  1. Anak rayap yang baru lahir akan menjilati dubur rayap dewasa guna mendapatkan Protozooa jenis Flagellata (hewan ini kaaya akan enzim selulose) untuk mencerna kayu.
  2. Mimikri yaitu perubahan warna kulit hewan yang disesuaikand engan warna lingkungan sekitarnya. Terjadi pada Bunglon.
  3. Autotomi yaitu proses pemutusan bagian tubuh hewan guna mempertahankan kehidupannya. Terjadi pada Cecak atau Tokek.
  4. Eksdisi yaitu proses pengelupasan kulit pada hewan tertentu untuk kelangsungan hidupnya. Terjadi pada Ular dan Udang.
  5. Penggulungan tubuh bila keadaan membahayakan bagi hewan tertentu. Terjadi pada Keluwing.
  6. Pengeluaran tinta pada Cumi-cumi untuk penyelamatan diri.
  7. Kerbau yang berkubang di dalam lumpur untuk menyamakan suhu pada tubuhnya dengan lingkungan sekitar.
  8. Munculnya ikan Paus ke permukaan air untuk menghirup Oksigen setiap 30 menit sekali.
  9. Migrasi pada class Aves untuk mencari makanan dan pada ikan Salmon untuk melakukan reproduksi (bertelur) di daerah air tawar.
  10. Hibernasi yaitu masa istirahat dan menghemat energy pada musim dingin. Terjadi pada Ular, Kelelewar, Marmut, Landak.
  11. Estivasi yaitu masa istirahat dan menghemat energy pada musim kemarau. Terjadi pada Katak/Rana sp.

 

  • Pada Tumbuhan
  1. Pengguguran daun pada musim kemarau yang panjang, berguna untuk mengurangi penguapan . Terjadi pada tumbuhan Jati, Flamboyan dan Akasia.
  2. Pengatupan daun pada Putri Malu/Mimmosa pudica bila ada impuls berupa sentuhan.
  3. Pengatupan daun pada siang hari yang terik, untuk mengurangi penguapan. Daun akan terlihat layu tetapi tidak mati.
  4. Penggulungan daun pada siang hari. Terjadi pada tumbuhan jagung/Zea mays.

 

Perilaku adaptif

  1. Perilaku MAKAN yaitu perilaku yang diperlihatkan oleh individu/organisme dalam memperoleh makanannya. Contohnya :
  1. Ngengat dengan belalai yang panjangnya 25 cm, karena ia mendapatkan makanan dari bunga anggrek tropis yang memiliki panjang nectar 25 cm.
  2. Mimikri agresif yaitu mengembangakan alat pemikat dengan meniru bentuk mangsa dari pemangsa lain. Terjadi pada Anglerfish/Lophius americanus.

 

  1. Perilaku MEMPERTAHANKAN DIRI yaitu perilaku yang diperlihatkan oleh individu untuk mempertahan keselamatan diri dari musuh atau keadaan yang berbahaya. Contohnya :
  1. Melarikan diri pada Siggung dengan mengeluarkan bau yang menyengat dari kelenjar bau.
  2. Kamuflase pada Ngengat yang memiliki bintik mata pada sayapnya.
  3. Mimikri pada Bunglon.
  4. Menggunakan senjata bertahan pada Landak dengan duri pada tubuhnya.
  1. Perilaku BERTAHAN HIDUP PADA LINGKUNGAN FISIK yaitu perilaku yang diperlihatkan oleh individu untuk bertahan hidup pada kondisi fisik yang berubah dengan cepat. Contohnya :
  1. Lebah madu pekerja memukulkan sayapnya untuk mengipasi sarang saat suhu tinggi.
  2. Lebah madu pekerja mencari air untuk menyejukkan sarang.
  3. Lebah akan menggetarkan sayapnya untuk menghangatkansaranag pada musim dingin.

 

  1. Perilaku REPRODUKTIF yaitu perilaku yang diperlihatkan individu untuk memperoleh keturunannya. Contohnya :
  1. Burung merak/Pavo sp jantan akan mengepakkan sayapnya untuk menarik perhatian merak betina.
  2. Hewan Rusa, Antelope jantan yang berkelahi untuk memperoleh yang betina.
  3. Katak/Rana sp jantan yang menyanyi saat musim kawin tiba untuk menarik perhatian yang katak betina.
  4. Hewanyang mengeluarkan bau menyengat pada hewan jantan untuk menarik perhatian hewan betina.

 

Faktor yang menentukan adaptasi

  1. Individu daratan
  1. Persediaan air tanah, seperti :
  • Adaptasi tumbuhan di lingkungan sedikit air dengan mengurangi penguapan, menyediakan cadangan air.
  • Adaptasi tumbuhan di lingkungan lembab dengan memiliki daun lebar dan tipis, banyak stomata dan gutasi.

 

  1. Kisaran suhu, seperti :
  • Memiliki bulu tebakdan banyak lemak untuk suhu dingin.
  • Hibernasi dan estivasi.
  • Berkubang dilumpur.
  • Burung mandi untuk mengatur suhu tubuh.

 

  1. Keadaan tanah
  • Jenis tanah akan menentukan jenis tumbuhan dan hewan yang mendominasi suatu daerah.
  • Macam lingkungan darat :
  • Daerah GURUN
  • Ciri tumbuhan :
  • Akarnya panjan dan dalam.
  • Daun kecil atau tak berdaun.
  • Batang memiliki jaringan spons untuk menyimpan air.
  • Kulit luar pada daun tebal.
  • Jumlah stomata sedikit.

 

  • Ciri hewan :
  • Bertubuh kecil.
  • Hidup dalam lubang.
  • Ex : Tikus gurun, Kelinci gurun, Ular.

 

  • Daerah HUTAN BASAH
  • Ciri Tumbuhan :
  • Berkayu.
  • Berdaun lebat.
  • Jenisnya beragam.
  • Ex : Meranti, Rotan, Kamper.

 

  • Ciri hewan :
  • Ex : Babi hutan, Macam tutul, Kera, Rusa.

 

  • Daerah HUTAN GUGUR
  • Ciri tumbuhan :
  • Menggugurkan daunnya pada musim gugur.

 

  • Daerah TUNDRA
  • Ciri Tumbuhan :
  • Didominasi oleh Lumut

 

  • Ciri hewan :
  • Ex : Jenis burung, Angsa, Pinguin dan Reindier.

 

  • Daerah TAIGA
  • Ciri tumbuhan :
  • Ex : Pinus, Cemara

 

  • Ciri hewan :
  • Ex : Beruang hitam, Moose (Rusa kutub), Beaver (hewan pengerat).

 

  • Daerah SABANA/PADANG RUMPUT
  • Ciri tumbuhan :
  • Ex : Rumput

 

  • Ciri hewan :
  • Ex : Bison, Zebra, Kuda, Domba, Singa dn Belalang.

 

  1. Individu Perairan
  1. Salinitas/kadar garam perairan
  • Masing-masing perairan memiliki salinitas yang berbeda,seperti di air tawar salinitasnya adalah 0,06% sedangkan air laut salinitasnya 3,5 %.
  • Salinitas akan mempengaruhi perbedaan tebal-tipisnya lapisan kulit, tingkah laku, susunan atau fungsi organ tubuh organisme perairan.

 

  1. Kedalaman air
  • Semakin dalam suatu perairan makasemakin besar/tinggi pula tekanan yang terjadi.
  • Mempengaruhi intensitas cahaya yang diperoleh individu.Semakin dalam maka semakin sedikit cahaya yang diperoleh.
  • Ex :
  • Ikan Pari dengan tubuh pipih dan lebar.
  • Ikan Cucut dengan tubuh langsing.
  • Gurat sisi/linea lateralis pada tubu ikan.
  • Gelembung udara pada tubuh ikan untuk dapat turun dan naik pada perairan.

 

  1. Intensitas cahaya
  • Semakin keruh dan dalam suatu perairan maka intensitas cahaya yang masuk semakin sedikit/rendah.
  • Mempengaruhi suhu air dan aderajat fotosintesis. Dibagi menjadi 3 daerah yaitu daerah fotik, daerah perbatasan (remang-remang), daerah afotik. Semakin kearah daerah afotik makam intensitas cahaya yang masuk perairan akan semakin berkurang. Hal ini akan mempengaruhi organisme yang hidup di dalamnya.

 

  1. Kadar Oksigen
  • Daerah permukaan kadar oksigenlebih banyak dibandingkan dengan daerah di bawahnya.
  • Semakin keruh suatu perairan maka kadar oksigen semakin berkurang/rendah.
  • Ciri adaptasinya adalah :
  • Perluasan labirin.
  • Munculnya ikan ke permukaan
  • Tubuh ikan ramping dan berlendir.
  • Tumbuhan Algae banyak memiliki kantung/gelembung udara untuk mengapung.
  • Tumbuhan air banyak memiliki rongga udara pada batang untuk mengapung. Pada Teratai, Kangkung, Eceng Gondok dll.

 

SELEKSI ALAM

  • Merupakan proses penyeleksian secara alamiah oleh lingkungan sekitar (alam) untuk memilah-milah individu yang memiliki sifat yang sesuai dan meleyapkan sifat-sifat yang tidak sesuai dari suati populasi. Sehingga bila makhluk hidup tidak mampu beradaptasi dengan baik maka akan terseleksi dengan sendirinya oleh alam. Alam akan mempertahankan individu dengan sifat yang baik yang mampu bertahan hidup pada lingkungan sekitar.

 

  • Lingkungan mempunyai peran yang sangat penting dalam peristiwa seleksi alam. Sehingga hasil dari seleksi alam ini adalah individu baru yang berbeda dengan individu asal/induk.

 

  • Seleksi alam terjadi karena adanya faktor-faktor pembatas yang terdapat di alam seperti factor makanan, perubahan lingkungan, predator, tempat tinggal, mendapatkan pasangan dll. Kesemua factor-faktor pembatas tersebut terdapat di alam, sehingga dengan demikian alam sendirilah yang menyeleksi individu.

 

  • Charles Darwin, Bapak Evolusi, adalah seorang scientis yang mengemukakan teori Evolusi yang dikenal dengan teori seleksi alam pada tahun 1859. Teori seleksi alam mengatakan :
  1. “Species yang hidup sekarang ini berasal dari species-species yang hidup pada masa silam”.
  2. “Evolusi terjadi karena adanya seleksi alam”.

 

  • Seleksi alam terdiri dari 2 tahapan yaitu proses adaptasi dan evolusi (yaitu proses terbentuknya individu/species baru yang terjdi secara perlahan-lahan dan dalam jangka waktu yang lama).

 

  • Contoh Seleksi Alam :
  1. Jerapah yang bervariasi lehernya karena adanya factor pembatas berupa factor makanan maka munculah Jerapah berleher panjang yang merupakan persilangana dari Jerapah berleher pendek dan berleher panjang.

 

  1. Burung Finch (Pipit) yang bermigrasi dari Ekuador, Amerika Selatan menuju Kepulauan Galapagos. Hal ini juga terjadi karena adanya factor pembatas berupa factor makanan. Dari burung Finch dengan paruh pendek, pemakan biji-bijian, akan beradaptasi dengan lingkungan yang baru serta makanan yang tersedia sehingga munculah burung Finch dengan berbagai macam paruh tergantung dari jenis makananya. Dengan demikian species yang muncul di kemudian hari berbeda dengan species pertama kali yang datang di kepulauan Galapagos.

 

  1. Kupu-kupu Biston betularia, dengan sayap berwarna putih berbintik-bintik pada awalnya lebih banyak dibandingkan dengan Biston betularia dengan sayap hitam. Pada saat terjadinya revolusi industry di Inggris, jumlah Biston betularia bersayap putih bintik-bintik semakin berkurang dan migrasi ke daerah pedesaan. Sedangkan Biston betularia bersayap hitam tetap bertahan. Untuk yang bersayap putih bintik-bintik lama kelamaan akan tersingkirkan atau terseleksi sehingga tinggalah yang bersayap hitam. Biston betularia bersayap hitam tetap bertahan karena warna sayapnya yang tersamar dengan warna jelaga, sedangkan yang bersayap putih bintik-bintik akan cepat tertangkap oleh predator. Biston betularia bersayap putih bintik-bintik tetap dapat hidup di pedesaan karena mereka hidup di pohon-pohon dan tersamarkan dengan warna lumut kerak (Lichenes) dengan jumlah yang semakin berkurang.

 

  • Contoh individu yang hampir punah dewasa ini :
  1. Rhinoceros sondaicus/badak bercula satu (Javanese Rhinoceros), merupakan Mammalia darat, herbivore. Banyak dijumpai di hutan Ujung Kulon, Banten dan jumlahnya tinggal 60 ekor (sampai 2008). Dilindungi oleh pemerintah dan dikembangkan di Taman Nasional Ujung Kulon, Banten.
  2. Rhinoceros sumatraensis/badak Sumatra (Sumatranese Rhinoceros), merupakan Mammalia darat, herbivore. Dilindungi oleh Pemerintah dan banyak di jumpai di Taman Nasional Kerinci-Seblat, Sumatra Barat dan Jambi dan Taman Nasional Gunung Leuser, Aceh dan Sumatra Utara, dengan jumlah 700 ekor (sampai 2008).
  3. Leucopsar rothschildi/Jalak Bali (Balinese Starling), merupakan Aves pemakan hewan dan tumbuhan. Dikenal dengan suara dan bulu yang indah. Dilindungi oleh pemerintah dan banyak di jumpai di Bali Bird Park, Gianyar – Bali serta Taman Nasional Bali Barat, Bali.
  4. Varanus commodoensisi/Komodo (Komodo Dragon), merupakan Reptilia tertua yang masih ada, memiliki kulit yang keras bersisik kecil. Kepala lancip, runcing serta rahang yang kuat dan lidah panjang dengang ujung bercabang. Panjangnya mencapai 200 -400 cm. Dilindungi oleh pemerintah dn banyak dijumpai di Taman Nasional Komodo, Pulau Komodo-Nusa Tenggara Timur (NTT).
  5. Santalum album/Pohon cendana (Yellow sandal wood), merupakan tumbuhan berkayu yang khas dengan bau yang berasal dari getahnya.
  6. Rafflesia arnoldi/Bunga Rafflesia (Rafflesia Flower), merupakan bunga yang mengeluarkan bau yang khas menyengat tidak sedap, yang berguna untuk menarik serangga. Dilindungi oleh pemerintah dan banyak di jumpai di Taman Nasional Bukit Barisan Selatan, lampung dan Bengkulu.
  7. Diospyros celbiea/Pohon Ebony (Ebony Tree), merupakan tumbuhan berkayu hitam dengan tinggi mencapai 7 – 10 meter. Dimanfaatkan untuk hiasan, ukiran, mebel, patung kayu. Dilindungi oleh pemerintaha dan banyaka di jumpai di Pulau Sulawesi.

 

REPRODUKSI ORGANISME (TUMBUHAN DAN HEWAN)

  • Merupakan kemampuan makhluk hidup untuk menghasilkan individu baru yang memiliki sifat yang sama dengan induknya.
  • Tingkat reproduksi yaitu kemampuan suatu organisme dalam menghasilkan keturunan.
  • Semakin tinggi tingkat organisme maka semakin semakin rendah tingkat reproduksinya, dan jumlah keturunan yang dihasilkan sedikit. Sedangkan waktu yang diperlukan dalam menghasilkan keturunan tersebut relative lama.
  • Semakin rendah tingkat organisme maka semakin tinggi tingkat reproduksinya dan jumlah keturunan yang dihasilkan banyak. Sedangkan waktu yang diperlukan dalam menghasilkan keturunan tersebut relative cepat.
  • Viabilitas yaitu kemampuan makhluk hidup untuk mempertahankan sifat-sifat yang baik dalam dirinya.
  • Nidasi atau gestasi yaitu masa kehamilan pada makhluk hidup. Lama waktunya tergantung dari tingkatan makhluk itu sendiri.

 

Reproduksi Hewan

  • Dibedakan menjadi 2 yaitu vegetative (asexual/tidk kawin) dan generative (sexual/kawin).
  • Reproduksi vegetative dapat dengan cara :
  1. Membelah diri/Biner terjadi pada Amoeba sp dan Paramaecium sp.
  2. Spora terjadi pada Plasmodium sp.
  3. Tunas terjadi pada Hydra sp dan Saccharomyces sp.
  4. Fragmentasi terjadi pada Cacing/vermes.
  5. Parthenogenesis terjadi pada lebah madu.

 

  • Reproduksi generative dapat dengan cara :
  1. Konjugasi yaitu persatuan dua gamet yang belum jelas jenis kelamin. Ex : Spirogyra sp
  2. Isogamy yaitu persatuan dua macam gamet yang memiliki bentuk dan ukuran yang sama. Ex : Ulotrix sp
  3. Anisogamy yaitu persatuan dua macam gamet yang berbeda ukuran dan bentuknya. Ukuran gamet jantan lebih kecil dari pada gamet betina. Ex : Vertebrata.
  4. Fertilisasi pada makhluk hidup tingkat tinggi. Ex : Kucing, Anjing, domba, Kuda, dll.

 

Reproduksi tumbuhan

  • Reproduksi vegetative dapat dengan cara :
  1. Alamiah :
  • Stolon/geragih pada Arbei ,Pegaga, Rumput teki, Stroberi.
  • Tunas pada Musa paradisiaca/pisang, tebu, bamboo.
  • Rhizome/akar tinggal pada familia Zingiberaceae (jahe-jahean) seperti lengkuas, jahe, kunyit, kencur.
  • Tunas adventif pada Cocor bebek, kersen/sery,kesemek, cemara .
  • Umbi akar pada wortel, singkong, dahlia.
  • Umbi batang/tuber pada kentang dan ubi jalar.
  • Umbi lapis/bulbus pada bawang merah dan bawang Bombay.
  • Spora pada Fungi.

 

  1. Buatan :
  • Mencangkok pada rambutan, mangga/Mangifera indica, durian/Durio zibethinus dll.
  • Merunduk pada stroberi
  • Menempel (okulasi) pada tumbuhan tingkat tinggi dan berkambium seperti jambu biji/Psidium guajava.
  • Menyambung (mengenten/kopulasi) pada tumbuhan tingkat tinggi dan berkambium seperti mangga.
  • Stek batang pada singkong.
  • Stek daun pada Daun Begonia sp
  • Cloning

 

  • Reproduksi generative dapat denga cara :
  1. Polinasi/penyerbukann merupakan peristiwa sampainya serbuksari pada tujuannya (kepala putik untuk Angiospermae dan tetes penyeburkan/bakal biji untuk Gymnospermae).

 

  • Macam polinasi dengan perantara :
  1. Anemogami yaitu polinasi dengan perantara angin, terjadi pada rumput, tebu, alang-alang. Biasanya pada tumbuhan dengan cirri :
  • Bunga tidak bermahkota.
  • Serbuk sari bergantungan, banyak dan ringan.
  • Kepala putik besar.

 

  1. Zoidogami yaitu polinasi dengan perantara hewan, macamnya :
  • Entomogami dengan serangga. Bunga biasanya memiliki mahkota dengan warna menyolok, mempunyai bau yang khas dan ada kelenjar nectar.
  • Ornithogami dengan burung/Aves. Biasanya bunga memiliki kelenjar nectar.
  • Kiropteropgami dengan kelelawar. Biasanya pada bunga yang mekar malam hari.
  • Malakogami dengan Mollusca. Biasanya pada tumbuhan air.

 

  1. Hidrogami yaitu polinasi dengan bantuan air. Biasanya pada tumbuhan air. Ex : Hydrilla verticillata.
  2. Anthropogami yaitu polinasi dengan bantuan manusia (disengaja oleh manusia). Ex : Vanili.

 

  • Berdasarkan asal serbuk sari maka polinasi dibedakan menjadi :
  1. Autogami yaitu polinasi yang terjadi pada satu bunga dari satu pohon.
  2. Kleistogami yaitu persarian sendiri yang terjadi pada saat bunga belum mekar.
  3. Geitonogami yaitu polinasi yangterjadi sendiri pada dua buah bunga yang berbeda tetapi masih dalam satu pohon.
  4. Alogami yaitu polinasi yang terjadi pada serbuk sari yang berasal dari individu lain (pohon lain) yang masih sama varietasnya.
  5. Bastar yaitu polinasi yang terjadi pada serbuk sari yang berasal dari individu lain yang berbeda varietasnya.

 

  1. Fertilisasi merupakan proses persatuan/peleburan antara gamet betina (sel ovum) dengan gamet jantan (sel sperma). Macamnya :
  1. Pembuahan tunggal, biasanya terjadi pada tumbuhan Gymnospermae. Ex : Pinus merkusii, Cemara lantana, Gnetum gnemon, Cycas rumphii.

 

  1. Pembuahan ganda biasanya terjadi pada tumbuhan Angiospremae yaitu Dikotil dan Monokotil.

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Hidayati. 2004. BIOLOGI PRAKTIS Untuk SMP Kelas I, II dan III. Ringkasan dan Contoh Soal. Penerbit

Hikmah Sejati-Bantul, Yogyakarta.

Kadaryanto, at al. 2007. BIOLOGI 3. Penerbit Yudhistira, Jakarta.

Nurhayati, N. 2008. Pelajaran IPA-BIOLOGI BILINGUAL untukSMP/MTs.Kelas IX. Yrama Widya, Bandung.

Prawirohartono, S. dan Hadisumarto, S. 1999. Sains BIOLOGI 2b. Untuk SMU Kelas 2 Tengah Tahun

Kedua Sesuai Kurikulum 1994. Penerbit Bumi Aksara, Jakarta.

Prawirohartono, S. dan Kuncorowati. 2003. BIOLOGI Untuk Kelas 3 SLTP Kurikulum 1994. Semester 1 dan

Semester 2. Penerbit Bumi Aksara, Jakarta.

Saktiyono. 2004. Sains Biologi SMP 2. Esis – Penerbit Erlangga, Jakarta.

Tim IPA SMP/MTs. 2007. Ilmu Pengetahuan Alam 3. PT. Galaxy Puspa Mega, Jakarta.

Tim IPA SMP/MTs. 2001. BIOLOGI 3.Untuk SLTP Kelas 3. PT. Galaxy Puspa Mega, Jakarta.

 

 

 

☺ © ea/materi4/recis/bio 9/october/08 ♥☺

 

 

 

 



0

penyelesaian permasalahan

ihwansaja: eh trus litbangmu piye?? ayo wis kita garap berdua.. bertiga sama ulid
ihwansaja: kita buat kejutan..
Novit Cuwit: ndak mau…………
Novit Cuwit: ak tinggal saja.
ihwansaja: wah masak nurun ari..
Novit Cuwit: ho, ndak mas, klo pun serupa itu bukan karena aq nyontek dia…..
Novit Cuwit: tapi memenag HMI komperta ndak butuh litbang
ihwansaja: ya nggak juga kalau gt
ihwansaja: banyak keputusan2 komisariat yang tidak pakai data
ihwansaja: contohnya majunya medea
ihwansaja: dan mungkin naiknya nuvil
ihwansaja: itu pertanda litbang dibutuhkan
ihwansaja: kumaha sih
Novit Cuwit: ndak papa mas, sakarepe ketum wae wes…….
Novit Cuwit: klo mau terus maju, ya wita absen saja
Novit Cuwit: gt aja kok repot
Novit Cuwit: biar tau tuh ya orang2, bingungnya jadi litbang yang tanpa arahan
Novit Cuwit is typing a message.
Novit Cuwit: nihil n impossible
ihwansaja: ya kita kan punya kewajiban ngingetin.. litbang ngingetinnya dengan tulisan data yang menunjukkan kesalahan// Tuh kan ari nya muncul lagi kan dek.. aq dampingi wis..asal kamu nggakputus asa, aq temani wis..
Novit Cuwit: ari?
Novit Cuwit: mana mas?
ihwansaja: itu sifatnya muncul di kamu…
Novit Cuwit: buad apa mas, sekarang lho, mas rosyid juga katanya mau demisioner.
Novit Cuwit: aq ndak mau klo alasan litbang buad data hanya karena RAK, bubarkan saja HMI
Novit Cuwit: hahaha
hooooooooo, ini organisasi umat mas, klo aq sih, klo emang ndak bener yo diingatkan, klo diingatkan pancet yo ditinggalkan saja, mengko rusak malahan
Last message received on 1/9/2011 at 10:58 PM
ihwansaja: itu pola pikir yang keliru dik, bahaya mentalitas seperti itu kalau dirimu sudah berkeluarga.. Walaupun besok kiamat, selama masih ada benih ditangan kita kita harus tetap menananm. Bukan buat rak TAPI BUAT NAMA BAIK. saya bekerja dikom bertaruh nama baik.. demikian juga di kantor danng begitu.. di kampus ku sekarang.. adik tidak boleh patah ara
ihwansaja: ng
Novit Cuwit: seng sadar mung aq E mas, mas rosyid juga sudah pernah tak sms kok, mengenai litbang “jadi slama ini litbang tuh fungsinya pa, cuma sebar2 kertas gt…..dirapat2 kami tidak pernah difungsikan” buyar saja litbang……..
Novit Cuwit: bk siti juga dah q bilangin GT, malah dijawab “dibicarakan dulu ya??”
Novit Cuwit: opo ae…………..
Novit Cuwit: capek dweeeeeeeeh
ihwansaja: ya seperti diskusi kit kemarin Wita gimana mau dianggep kalau nggak bisa mencitrakan diri untuk dianggep…
Novit Cuwit: ya, seharusnya klo memang membentuk bidang itu, klo memang butuh bidang itu, ya bukan disuruh jalan sendiri mas…….
Novit Cuwit: aq juga pernah jadi ketua……
Novit Cuwit: lo ada yang salah entah dari bidangnya atau dari ketidak pahaman akan ranahanya…..
Novit Cuwit: dipantau dan diarahkan…
Novit Cuwit: iki ora
Novit Cuwit: malah dijarno keleleran
ihwansaja: ya rosyid, kamu, siti, ulid, risa, kan sama2 belajar apalagi wita sudah senior, harus membantu memberi contoh baik. Kalau begitu wita kan tau seharusnya mengambil sikap.. ya arahkanlah adik2mu ulid dan risa.. dalam konteks ini wit apun tidak bertanggungjawab…
Novit Cuwit: ndak papa2 mas, belajar jadi orang yg ndak tanggung jawab. biar pernah….hihihihi
ihwansaja: wita bilang2in orang tdk btgjawab tapi sendirinya nggak tanggungjawab…
ihwansaja: adik2 jangan kamu korbankan
ihwansaja: harus kamu lindungi
ihwansaja: dan kamu besarkan hatinya
ihwansaja: bersikaplah seperti senior dik…
ihwansaja: bersikaplah seperti seorang kakak
ihwansaja: kalau kamu begini, apa bedanya kamu sama si arbi dan erlangga??
ihwansaja: yang 2010 itu
Novit Cuwit: insya allah……doakan saja mood ku ke HMI cepet balik…….dan apa yg mas ihwan inginkan terwujud
ihwansaja: kita sebagai nanti kamu kayak ari lagi..nggak bisa berubah
Novit Cuwit: hoooooooo, mungki ni juga akibatnya mas, terlalu keras dan tidak menyerah walau hati terluka
Novit Cuwit: hahahaha
Novit Cuwit: gombal mode on
Novit Cuwit: hayo, sekarang giliran mas, menilai aq ke mas ari
ihwansaja: ya melihat sikapmu pada organisasi.. kalian berdua serupa tapi tak sama..
ihwansaja: aq pikir dulu wita bertanggungjawab, pelindung adik2 dan tegar..\
Novit Cuwit: hayo harus obyektif mas nieh.
Novit Cuwit: jangan dikaitkan dengan organisasi
ihwansaja: Litbang itu harus obyektif dalam memandang, semua hal itu saling terkait, apalagi bicara mentalitas organisasi dan mentalitas pacaran..
ihwansaja: satu mencerminkan yang lain.. demikian sebaliknya
ihwansaja: itu penilaianku, tak ulang ya.. aq pikir dulu wita bertanggungjawab, pelindung adik2 dan tegar..
Novit Cuwit: ooooooooh, so sweet……
Novit Cuwit: sangking tegarnya hingga menjdi batu yang keras…….
Novit Cuwit: tanya kenapa?????
Novit Cuwit: yo karna adek sampean itu…..
Novit Cuwit: wanita ternyata memang harus tegar
Novit Cuwit: tapi pada tempatnya
Novit Cuwit: hehehe

ihwansaja: ya payah lah kalau karena cowok terus kamu jadi begitu…
Novit Cuwit: iya2, payah dweh.n bla bla bla bla………
Novit Cuwit: diterima deh masukannya mas ihwan
ihwansaja: aq sayang sama wita, tapi witanya yang nggak sayang diri sendiri//
ari begitu memberi pengqruh banyak sama kamu
ihwansaja: jejaknya masih terasa ya??
ihwansaja: sampai bisa ngerubah sifat mu dik
Novit Cuwit: kadang mas…..
Novit Cuwit: tapi ini adalah pilihan bukan suatu yang bisa dipaksakan……
Novit Cuwit: aq anggap HMI bukan lagi sekedar membalas budi atau berkumpul saja
tapi bener2 organisasi yang harus dijalankan
Novit Cuwit: mood q ndk bagus saat ini…..jadi esmosi terus mas klo ngomong litbang
ihwansaja: pilihan harus dipertanggung jawabkan…
ihwansaja: aq relakan diriku membantu kamu di litbang.
ihwansaja: apalagi terus masalahnya..
ihwansaja: jangan emosian gt dik..
Novit Cuwit: siip, sudah saya curhatkan dan tidaka ada tanggpan oleh pemimpin diatas saya.
ihwansaja: ya ini bukan ttg pemimpin diatasmu
ihwansaja: tapi tentang wita dan Ihwan
ayo aq bantu
Novit Cuwit:
Novit Cuwit: g mempan mas, rayuan mas ihwan terhadap adeknya……
ihwansaja: subhanallah
Novit Cuwit: okey, dilimpahkan saja ke mbk sisti or risa or ulid
ihwansaja: subhanallah
Novit Cuwit: walhamdulillah
Novit Cuwit: terutama kepada risa n ulid yang akan meneruskan tampuk kepemimpinan kdepan………siiiiiiip
Novit Cuwit: gt piye mas……
Novit Cuwit: aq tidak meragukan klo mas memang sayang kepada smua anggota HMI
ihwansaja: kamu mau lari dari tanggungjawab gitu?? nggak kasian sama ulid dan risa.
ihwansaja: makanya dik, nggak usah bilang2in orang nggak tanggung jawab, ke-AQ annya tinggi, dll.. kalau diri sendiri seperti itu..
Novit Cuwit: ndak lari, jalan aja, capek mas.
Novit Cuwit: hihihihi
Novit Cuwit: insya allah dipantau dari jauh
Novit Cuwit is typing a message.
Novit Cuwit: tugas tetep dilaksanakan sesuai proker…….
tapi yo ndak bisa perfect
ihwansaja: coba aq mau tanya sih sama kamu wit. Ini logika berorganisasi. Apa ukurannya perfect
ihwansaja: ??
Novit Cuwit: sesuai dengan idealisasi yang dmiliki seseorang mas
Novit Cuwit: perfectnya versi manusia aja
ihwansaja: jawab gini aja nggak bisa kamu dik
ihwansaja: apa ukuran perfect bagi proker suatu organisasi?? latanya pernah jadi ketua??
ihwansaja: coba jawab..
Novit Cuwit: terlaksana keseluruhan dan sesuai dengan tujuan
ihwansaja: maksudnya keseluruhan??
ihwansaja: tujuan apa?
ihwansaja: iki jawaban termbulet dari seorang yg ngaku pernah jadi ketua
ihwansaja: kalau kamu ngerti organisasi jawabanya sangat simple
ihwansaja: kalau pernah jadi ketua beneran pasti bisa jawab dengan jelas
Novit Cuwit: hahaha
Novit Cuwit: ada lagi ketu bo ongan
Novit Cuwit: kalaupun HMI yang sekarang, sebernya hanya butuh perbaikan dari yang lalu……

Novit Cuwit: perfect adalah pemikiran idealis seseorang terhadap apa yang diinginkan dan berharap bisa 100% tercapai
ihwansaja: kamu lho yang bilang ketua boongan.. ayo dijawab dik.. ini ngukur sejauhmana tingkat kedewasaan mu berorganisasi.. masuk 2007, sekarang udah 2011. 4 tahun sudah masak nggak bisa menjawab dengan lugas pertanyaan itu??? “perfect adalah pemikiran idealis seseorang terhadap apa yang diinginkan dan berharap bisa 100% tercapai” itu mah Haidar juga tau
Novit Cuwit: maleznya lagi, ndak ada yang sadar itu……..pengennya biasa2 aja…..
Novit Cuwit: ya sudah dituruti….
Novit Cuwit: lha sekarang malah ndak ada fungsinya……..
ihwansaja: apa ukuran proker di hmi.organisasi lain itu dikatakan perfect?
ihwansaja: ukuran dik
ihwansaja: parameter
ihwansaja: masak nggak bisa jawab?
Novit Cuwit: hahaha
Novit Cuwit: iya wes ndak bisa jawab…
Novit Cuwit: ngkat jempol
ihwansaja: payah kan dirimu itu.
Novit Cuwit: iya payah wes………….hehehehe
Novit Cuwit: siiiiiiiiip
ihwansaja: katanya pernah jadi ketua.. ngerti berorganisasi??
Novit Cuwit: ndak ngerti mas, apa ya organisasi itu?
ihwansaja:
Novit Cuwit:
Novit Cuwit: hehe
ihwansaja: sudah sepayah ini juga masih nggak mau belajar..
ihwansaja: pantas saja litbang nggak dianggap
Novit Cuwit: iya, wita khan memeng ndak ngerti……
makanya dingertiin
ihwansaja: bukan diingetin
ihwansaja: wita harus belajar
ihwansaja: berorganisasi dengan baik kalau mau mengerti
ihwansaja: jangan mutungan
Novit Cuwit: okey, tentornya mas ihwan
Novit Cuwit: les privat wes
ihwansaja: berorganisasi itu nggak bisa dibawa dengan mentalitas mutungan kayak gitu.. wita harus stuggle.. apalagi udah senior. Malu ah sma adik2.. apalagi nanti ada yang menggkaitkan mutunganmu sama putusmu sama ari mu itu.. “wita menyerah di litbang karena ditinggal kekasih”..ampun deh dik… aq bantu kamu, tapi kamu juga bantu dirimu juga
Novit Cuwit: memang ada yang bilang gt, jarangnya wita ke kom gara2 putus sama mas ari……
ah tapi kuping tebel ae wes…
Novit Cuwit: ha mereka ndak tau aq tuh sibuk apa aja
Novit Cuwit: mutungnya barusan aja kok mas, tenanag aja
Novit Cuwit: hitung2 pembelajarang bad adek, khan dah dikasih contoh, hrus ngapain ja
ihwansaja: bukan kuping yang kudu tebel, tapi hati yang kudu lapang. Tebel kuping kan jebol juga kalau inteansitasnya tinggi, namun kedalaman dan kelapangan hati akan menawarkan apa saja…
ihwansaja: pokok wita maasih bertahan di litbang aq akan bantu
Novit Cuwit: insya allah ndak janji ya mas…..
Novit Cuwit: wita sekarang moody nya lebih fluktuatif
ihwansaja: lagi mens kah?? kok labil gitu?
Novit Cuwit: hooo ndak mas……banyak TJ
Novit Cuwit: prisma…..
Novit Cuwit: asisten
Novit Cuwit: skripsi
Novit Cuwit: KKP
Novit Cuwit: biasa lah mahasiswa
ihwansaja: masih kalah banyak sama aq waktu aq di litbang..
Novit Cuwit: iya wes
Novit Cuwit: ercaya klo kalah mas
Novit Cuwit: kemampuan orang khan beda2
Novit Cuwit: sadar kok wita
Novit Cuwit: ndak usah sama mas ihwan
Novit Cuwit: ama temen senagkatan aja juga ada
Novit Cuwit: yang lebih dari pada q sekarang
Novit Cuwit: tapi moodnya yang cepet banget berubah
Novit Cuwit: iya wes
Novit Cuwit: ercaya klo kalah mas
Novit Cuwit: kemampuan orang khan beda2
Novit Cuwit: sadar kok wita
Novit Cuwit: ndak usah sama mas ihwan
Novit Cuwit: ama temen senagkatan aja juga ada
Novit Cuwit: yang lebih dari pada q sekarang
Novit Cuwit: tapi moodnya yang cepet banget berubah
Novit Cuwit: ngerasanya baru akhir ni mas
Novit Cuwit is typing a message.
Novit Cuwit: aq juga aneh…..
ihwansaja: profesional dong, [acaran putus bukan berarti kiamat. Kalau ari tau chatinganmu sama aku ini dia pasti jingkrak2…
Novit Cuwit: haduuuuh, bukan karena ari……
Novit Cuwit: karena yang tadi lho mas
Novit Cuwit: haduuuuuuuuh balik lg nieh ceritanya
ihwansaja: karena ari…
ihwansaja: buktikan kalau bukan karena ari
Novit Cuwit: sudah dibuktikan gt lho……………..
Novit Cuwit: tau ndak aq selama ini gmn?
ihwansaja:
Novit Cuwit: haaaaa. ndak taau khan mas……
ihwansaja: ngapain juga aq harus tau?
ihwansaja:
Novit Cuwit: lha makanya jangan menilai dulu klo ndak tau…..
Novit Cuwit: liadnya pake satu mata sih…..
ihwansaja: hahahahha
Novit Cuwit: jadi setengah deh
Novit Cuwit: hihiihi
ihwansaja: emang ngapain gitu kamu selama ini bgm/
Novit Cuwit: waaaaaaaaaaaah, katanya ndak au tau….
Novit Cuwit:
ihwansaja: ya sudah nggak usah wis.. aq menghargai a]kamu aja.. kalau mau cerita aq dengerin
ihwansaja: nggak cerita ya nggak papa..
Novit Cuwit: hehehehehe
Novit Cuwit: fokus wae mas……
Novit Cuwit: nang litbang khan…….
Novit Cuwit: intinya aq ngerasa aneh dengan ketum hari ini,
Novit Cuwit: tak coba kiiiiiiii, ndak melakukan aktivitas litbang……
Novit Cuwit: yo tetep kok mas……
ihwansaja: ketum juga mikirnya ngerasa aneh sama kamu
Novit Cuwit: jujur……………aq ngerasa aneh dengan pemimpin yg begitu…….fungsinya apa yo mas……
Novit Cuwit: q jadi bingung
dak nyalahkan wes
Novit Cuwit: mending kerhja aja. salah yo jarno, bener yo jarno……
Novit Cuwit: gt lho mas jadinya……
ihwansaja: ya kamu sampaikanlah sama orangnya di rapat presidium.. kamu sampaikan uneg2mu itu jangan main kasak-kusuk gini.. itu tandanya rosyid percaya kalau wita nggak seperti kader2 lain..wita kan punya pengalaman di prosma, dll..dianggap cukup untuk dewasa diorganisasi..
ihwansaja: kamu sampaikan saja ke rosyid
ihwansaja: apa yg jadi uneg2mu itu
ihwansaja: beres kan masalahanya??
ihwansaja: km beraninya dibelakang
ketemu orangnya diem aja, kalau orangnya nggak ada protas-protes
ihwansaja: piye to??
Novit Cuwit: sudah, dan mas juga bisa kroscek ke mas rosyid
ihwansaja: kalau belum juga ya di surati, tertulis.
Novit Cuwit: hemmmmmmmmmm
Novit Cuwit: perlu ya?
ihwansaja: ya ini kan organisasi. harus tyerdokumentasi semuanya
Novit Cuwit: apa kurang keras gt mas?
apa orangnya lupa
ihwansaja: bukan kerasnya
ihwansaja: tapi sesuatu yang tertulis itu akan abadi.. dan jadi pengingat bersama
ihwansaja: ya nati aq cek ke rosyid apa dia pernah kamu bilangin dan kamu kritik begitu di rapat
Novit Cuwit: kritik yang pernah q bilang di rapat atau ke mas rosyid langsung
ihwansaja: semua aq cek
Novit Cuwit: 1. komunikasi yang sekarang ada, sanagt tidak komnikatif dan kondusif di dalam kepengurusan
Novit Cuwit: 2. personel litbang merasa tidak difngsikan di moment apapun
ihwansaja: litbang skrg bisa nggak sih buat analisa swot?
Novit Cuwit: 3. litbang pernah meminta diadakan pendalaman materi terkaid litbang khususnya, agar kinerja tidak menurut persepsi sendiri tapi atas SOP litbang. heheheh gaya bahasanay kacau, maap ya mas
ihwansaja: litbang skrg bisa nggak sih buat analisa swot?
Novit Cuwit: 50%……………….
ihwansaja:
ihwansaja: cuman segitu?
Novit Cuwit: sangat rendahkan…..
ihwansaja: nggak bisa buaty analisa swot mau minta di fungsikan disegala momen??
Novit Cuwit: ksudnya….antar yakin tau tidak mas
Novit Cuwit: litbang sdah bilang di rapat….
Novit Cuwit: wot akan diberikan ketika data2 terkumpul……
ihwansaja: kalau kalian litbang g bisa buat swot.. kalian mau bisa dipercaya bagaimana??? nggak punya kapasitas minta banyak peran..
Novit Cuwit: mulai dari kinerja pengurus, data base kader, minat bakat dan kegiatan kom lainyya
ihwansaja: “akan diberikan ketika data2 terkumpul……”
Novit Cuwit: lha mereka iya2 ja
ihwansaja: litbang yang cari
Novit Cuwit: dan menurut litbang yg sekarang itu benar…………
ihwansaja: ah payaaaaaaaahh
ihwansaja: gitu kok masih mutungan. kalian tuh banyak kekurangan ora pantes mutungan
ihwansaja: ora pantes nggak akur satu sama lain
Novit Cuwit: pantes aja…..
ihwansaja: pantaslah kalian nggak dianggap
Novit Cuwit: sapa yang larang
Novit Cuwit: hiiiiiiiiiiiiiii
Novit Cuwit: ndak papa klo ndak dianggep
Novit Cuwit: hiiiiiiiiiiii
ihwansaja: secara personal kamu nggak tau apa ukuran perfect suatu proker. secara team nggak bisa buat swot. Jantungnya litbang itu ya di swot itu.. eh malah kalian nggak bisa…
ihwansaja: payah…
Novit Cuwit: heem payah wes………
Novit Cuwit: q terima saja mas, apa kata sampean……….
Novit Cuwit: khan krisan
Novit Cuwit: kritik n aran
Novit Cuwit: saran
ihwansaja: 2. personel litbang merasa tidak difngsikan di moment apapun ——>> emang kalian bisa apa???
ihwansaja: bukan salahnya ketum itu, tapi salahkah kredibilitas kalian yang tidak mumpuni
ihwansaja: tidak mumpuni nggak papap tapi mbokyao mau di jari dan tidak mutungan
Novit Cuwit: apa yang diminta dan menurut litbang perlu akan kami lakukan……………………
ihwansaja: gitu lho dik
Novit Cuwit: awalnya berfikir begitu….
ihwansaja: coba buat quisioner dalam 3 hari ini bisa nggak???
Novit Cuwit: tapi lama2 yoooo aneh…ndak bisa, mau blajar yah walaupun hasilnya aneh.
ihwansaja: kalau nggak bisa ya jangan salahkan orang lain. “lihatlah kedalam sebelum bicara” itu pesennya Ebiet G. Adde

0

dasar-dasar teknik sidang

Dasar – dasar Teknik Sidang

 

Secara sederhana, sidang merupakan bentuk diskusi resmi yang diikuti orang banyak untuk memutuskan sesuatu dengan mekanisme-mekanisme yang jelas/teratur. Mekanisme-mekanisme yang dibuat dan diberlakukan di sidang bertujuan agar sidang yang dilakukan berjalan aman, aspiratif, dan demokratis. Oleh karena itu aturan main sidang harus jelas.

 

Segala keputusan yang berhubungan dengan kepijakan public akan selalu diambil melalui mekanisme sidang. Sehingga semua pihak yang berkepentinagn dengan kebijakan publek pasti akan berkumpul untuk ikut dalam proses itu.

Macam-macam Sidang:

1. Sidang Komisi

Sidang ini hanya diikuti oleh anggota komisi saja untuk memudahkan perumusan dan pengambilan kebijakan sementara sehingga pembahasan bidang yang telah ditentukan lebih terfokus. Keputusan pada sidang komisis bersifat non permanen (dapat berubah) kemudian dibawa kedalam sidang pleno untuk mendapat keputusan terakhir.

2. Sidang Pleno

Biasa disebut sidang besar yang diikuti oleh seluruh peserta sidang tanpa kecuali.. Sidang pleno dilakukan untuk memberi keputusan final agenda sidang yang telah dirumuskan sebelumnya pada sidang komisi. Pembahasan agenda, tatib, dan LPJ menggunakan sidang jenis ini.

 

Perangkat Sidang

 

1. Pimpinan Sidang/presidium

Pimpinan sidang berperan sebagai pengatur jalannya sidang agar menghasilkan keputusan yang disepakati bersama. Pimpinan sidang tidak boleh berpihak pada salah satu pihak peserta dan hanya boleh memutuskan sesuatu atas persetujuan peserta sidang.

Pimpinan sidang dipilih oleh peserta sidang dan biasanya berjumlah ganjil. Satu sebagai notulen dan dua orang pimpinan sidang yang lain secara bergantian memimpin sidang sesuai kesepakatan.

 

2. Peserta Sidang

Peserta sidang ditentukan berdasarkan tatib yang telah disepakati. Biasanya terdiri dari peserta penuh dan peserta peninjau. Seluruh hak dan kewajiban peserta diatur di tatib.

 

3. Notulensi

Bertugas untuk mencatat jalannya persidangan

 

4. Palu Sidang

Demi kelancaran maka diperlukan palu sidang yang telah disepakati bersama baik bentuk maupun wujudnya. Aturan ketukan palu sidang sbb :

1 x : mengukuhkan kesepakatan.

2 x : pertukaran pimpinan sidang, penundaan sidang, pencabutan penundaan (baik untuk lobby, istirahat, atau penundaan sidang untuk beberapa lama)

3 x : menetapkan keputusan, membuka dan menutup sidang.

4x : untuk menenangkan peserta sidang atau meminta peserta memperhatikan jalannya sidang.

 

 

 

Quorum

Adalah syarat sahnya sidang untuk dapat diadakan, karena tingkat qauorum menunjukkan sejauh mana tingkat representasi dari peserta sidang. Semakin tinggi jumlah quorum, semakin tinggi pula tingkat representasi dari sidang tersebut.

 

6. Draft Materi Sidang

Meliputi bahan-bahan yang akan dibahas dalam persidangan. Biasanya terdiri dari draft tatib, AD/ART, PPO, GBHO, dll yang disusun sebelumnya oleh tim perumus sidang atau panitia khusus.

 

 

 

Macam-macam Interupsi

Macam-macam interupsi sbb :

Point of clarification : interupsi untuk menjernihkan/meluruskan isi pembahasan.

Point of order : interupsi yang digunakan untuk meminta pimpinan sidang meluruskan jalannya sidang apabila keluar dari konteks, atau sidang dianggap janggal.

Point of information : interupsi untuk memberikan informasi, baik tentang pembicaraan yang tidak sesuai atau informasi yang berkaitan dengan kondisi yang menjadi pokok pembahasan atau hal-hal yang dipandang urgen untuk diinformasikan.

Point of privilege : interupsi yang berfungsi untuk meminta ijin dalam persidangan.

 

 

0

darah juang

Darah Juang

Lagu ini dikarang oleh John Sonny Tobing, mantan mahasiswa Filsafat UGM pada 1990an. Saya tak pernah kenal dia, tapi saya kenal karyanya. Bila lagu ini masuk dapur rekaman, saya kira, dia patut mendapat banyak royalti.

Namun saya tahu industri rekaman sebuah bentuk kapitalisasi yang cukup nyata. Lagu “Darah Juang” hanya digemari oleh kalangan terbatas, cukup terbatas untuk ukuran pasar rekaman lagu. Pasar tidak melihatnya sebagai potensi yang cukup menguntungkan.

Selain itu, umumnya aktivis sosial yang sering menyanyikan lagu ini adalah mereka para penentang kapitalisme dan globalisasi ekonomi. Dua terminologi yang merupakan jelmaan terbesar dari apa yang kita sebut sebagai ‘pasar’.

Di sini negeri kami
Tempat padi terhampar
Samuderanya kaya raya
Tanah kami subur, Tuhan …

Di negeri permai ini,
Berjuta rakyat bersimbah luka
Anak kurus tak sekolah
Pemuda desa tak kerja

Mereka dirampas haknya
Tergusur dan lapar
Bunda relakan darah juang kami,
Tuk membebaskan rakyat

Mereka dirampas haknya
Tergusur dan lapar
Bunda relakan darah juang kami,
Padamu kami berjanji
Padamu kami berbakti

Namun ada yang berpendapat bahwa lagu di atas diciptakan agak keroyokan, di antaranya oleh seorang aktifis bernama Andi Munajat, orang Pangandaran yang mengenyam pendidikan di Fakultas Filsafat Universitas Gadjah Mada.

0

darah juang

Darah Juang
Lagu ini dikarang oleh John Sonny Tobing, mantan mahasiswa Filsafat UGM pada 1990an. Saya tak pernah kenal dia, tapi saya kenal karyanya. Bila lagu ini masuk dapur rekaman, saya kira, dia patut mendapat banyak royalti.

Namun saya tahu industri rekaman sebuah bentuk kapitalisasi yang cukup nyata. Lagu “Darah Juang” hanya digemari oleh kalangan terbatas, cukup terbatas untuk ukuran pasar rekaman lagu. Pasar tidak melihatnya sebagai potensi yang cukup menguntungkan.

Selain itu, umumnya aktivis sosial yang sering menyanyikan lagu ini adalah mereka para penentang kapitalisme dan globalisasi ekonomi. Dua terminologi yang merupakan jelmaan terbesar dari apa yang kita sebut sebagai ‘pasar’.
Di sini negeri kami
Tempat padi terhampar
Samuderanya kaya raya
Tanah kami subur, Tuhan …
Di negeri permai ini,
Berjuta rakyat bersimbah luka
Anak kurus tak sekolah
Pemuda desa tak kerja
Mereka dirampas haknya
Tergusur dan lapar
Bunda relakan darah juang kami,
Tuk membebaskan rakyat
Mereka dirampas haknya
Tergusur dan lapar
Bunda relakan darah juang kami,
Padamu kami berjanji
Padamu kami berbakti

Namun ada yang berpendapat bahwa lagu di atas diciptakan agak keroyokan, di antaranya oleh seorang aktifis bernama Andi Munajat, orang Pangandaran yang mengenyam pendidikan di Fakultas Filsafat Universitas Gadjah Mada.

Copyright © 2017 — Islamistis | Site design by Trevor Fitzgerald