Ujian Akhir Semester E-Commerce

January 17th, 2012
  1. Apakah situs ub.ac.id termasuk e-commerce?  Jelaskan alasan anda dengan merujuk teori dari buku dan jurnal  yang sudah anda pelajari. Sebutkan sumbernya!

Situs ub.ac.id merupakan situs yang menerapkan e-commerce.

Onno W. Purbo dan Aang Wahyudi yang mengutip pendapatnya David Baum, menyebutkan bahwa: “e-commerce is a dynamic set of technologies, aplications, and business procces that link enterprises, consumers, and communities through electronic transaction and the electronic exchange of goods, services, and information”. Bahwa e-commerce merupakan suatu set dinamis teknologi, aplikasi dan proses bisnis yang menghubungkan perusahaan, konsumen dan komunitas melalui transaksi elektronik dan perdagangan barang, pelayanan dan informasi yang dilakukan secara elektronik. Julian Ding dalam bukunya E-commerce: Law & Practice, mengemukakan bahwa e-commerce sebagai suatu konsep yang tidak dapat didefinisikan. E-commerce memiliki arti yang berbeda bagi orang yang berbeda. E-commerce adalah kegiatan-kegiatan bisnis yang menyangkut konsumen (consumers), manufaktur (manufactures), service providers dan pedagang perantara (intermediaries) dengan menggunakan jaringan-jaringan komputer (komputer networks) yaitu internet. Melihat berbagai penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa Universitas Brawijaya membuat sebuah website yang berguna untuk menjalin hubungan yang baik antara individu maupun organisasi. Universitas Brawijaya sebagai lembaga pendidikan terus menginformasikan semua kegiatan yang dilakukan untuk menciptakan generasi yang berkualitas dan juga membangun negeri. Sehingga publik dapat mengetahui dan memberikan penilaian terhadap Universitas Brawijaya sehingga mereka dapat mempertimbangkan apakah menggunakan jasa Universitas Brawijaya. Jadi, situs ub.ac.id termasuk salah satu bentuk dari e-commerce.

  1. Berikan evaluasi terhadapat situs http://ub.ac.id beserta sub domainnya sesuai dengan teori yang sudah anda pelajari di kelas e-commerce. Berikan saran anda untuk pengembangannya.

Menurut CNET/Builder ada 7 kriteria yang menentukan sebuah website termasuk website yang baik/tidak, yaitu :

  1. Usability
    Jacob Nielsen sang guru usability, usability adalah ‘ dapatkah seorang user menemukan cara untuk menggunakan website tersebut dengan efektif ( doing things right ). Masih menurut Jacob, usability memiliki 5 karakteristik :

  • Mudah untuk dipelajari

  • Efisien untuk digunakan

  • Mudah untuk diingat

  • Tingkat frekuensi kesalahan

  • Tingkat kepuasan pemakai

Karakteristik yang telah ditentukan oleh Jacob Nielsen akan sangat sulit kita terapkan 100%, apalagi kalau sudah menyangkut kepentingan klien web, tetapi paling tidak bisa menjadi acuan yang membantu kita untuk merancang layout suatu website, agar website tersebut :

  • Mudah dipelajari penggunaannya oleh pengunjung

  • Mudah diingat dan digunakan navigasinya oleh pengunjung

  • Dapat digunakan secara efisien

  • Memperkecil tingkat kesalahan pemakaian oleh pengunjung dalam mengoperasionalkan web

  • Memuaskan pengunjung hingga akhirnya tertarik untuk kembali lagi

  1. Sistem navigasi


Navigasi yang mudah dipahami oleh pengunjung secara keseluruhan.

  1. Graphic Design


Pemilihan grafis, layout, warna, bentuk maupun typografi yang menarik visual pengunjung untuk menjelajahi website.

  1. Content
    Isi/konten yang bermanfaat ( ‘Content is king , but without good design , Content is a naked king’ ), kecuali website tersebut adalah website eksperimental/show off.

  2. Kompatibilitas
    Seberapa luas sebuah webite didukung kompabilitas peralatan yang ada, misalnya browser dengan berbagai plug-in nya ( IE, Mozilla, Opera, Netscape, Lynx, Avant, Maxthon dan masih banyak lagi dengan berbagai versi dan plugin nya)

  3. Loading time


Waktu panggil (loading time), walaupun ada banyak faktor yang akan mempengaruhi waktu panggil (loading time) website yang akan kita buka, diantaranya: besar bandwith/koneksi pengakses, kondisi webserver pada saat diakses, aplikasi yang digunakan dalam membangun website,dsb. Anda memiliki waktu 8 detik pertama untuk meyakinkan pengunjung untuk meneruskan menjelajahi website anda atau menutup browser dan pergi ke website lain. Oleh karena itu, letakkan ‘sesuatu’ di 8 detik pertama tersebut yang bisa menarik perhatian pengunjung.
Hint: ukuran sebuah halaman web html dengan image di dalamnya (tanpa flash) adalah kurang lebih 50-60 kb.

  1. Functionality
    Ini akan melibatkan programmer dengan script-scriptnya, misal PHP,ASP,Java,CGI dsb, untuk menciptakan sebuah website yang dinamis, interaktif dan ‘hidup’ yang bisa mengajak pengunjung berkomunikasi secara langsung. Seberapa baik sebuah website bekerja dari aspek teknologikal nya.

Satu hal lagi aspek yang tidak boleh kita lupakan adalah accesibility, yaitu memaksimalkan penggunaan sebuah content ketika satu/lebih indera kita dimatikan/dikurangi (khususnya mata), ingat bahwa mungkin saja pengunjung website kita adalah orang yang memiliki kekurangan secara fisik ( Accesibility Checklist Recomendationnya W3C ).

Situs yang dimiliki Universitas Brawijaya yaitu situs ub.ac.id setidaknya sudah mencakup ke tujuh kriteria tersebut. Dalam situs ini sudah menampilkan berbagai informasi dengan sangat baik. Informasi dapat dengan mudah diakses oleh konsumen. Seperti halnya, informasi pendaftaran mahasiswa, profil, lembaga, kemahasiswaan, dll. Selain itu penyajian informasi yang diberikan sangat mudah dipahami. Sehingga konsumen dalam melakukan aktifitas pencarian informasi dalam situs ini menjadi lebih mudah.

Saran untuk pengembangannya adalah

  • Penggunaan multimedia lebih digunakan dengan baik, misal memberikan gambar gerak pada situs tersebut dan juga memasukkan video tentang profil Universitas Brawijaya sehingga menarik konsumen.

  • Memperbaiki content yang belum terintegrasi dengan sistem yang lainnya

  1. Jelaskan  kekuatan, kelemahan, peluang dan hambatan  UKM di Indonesia dalam mengembangkan bisnisnya menggunakan E-commerce?  Berikan saran anda berdasar pengalaman negara lain yang sudah anda baca di jurnal-jurnal ilmiah (sciencedirect.com)

Kekuatan, kelemahan, peluang dan hambatan  UKM di Indonesia dalam mengembangkan bisnisnya menggunakan E-commerce:

  1. Kekuatan

  • Produk UKM yang tergolong unik dan kreatif

Produk-produk yang dihasilkan para UKM Indonesia cenderung unik dan kreatif. Hal ini dipengaruhi oleh keanekaragaman budaya yang dimiliki Indonesia yang dalam membuat suatu produk mencirikan budaya mereka masing-masing, contoh: batik dari kota solo memliki ciri khas yang berbeda dengan batik kalimantan. Sehingga bila dilakukan pemasaran dalam internet, akan mampu menciptakan segmen pasar yang kuat.

  •  Perkembangan IT yang sangat pesat

Mudahnya pengaksesan internet juga dipengaruhi oleh berbagai provider IT. Lokasi yang tersebar secara luas, kualitas akses internet yang baik, dan harga murah yang dapat dijangkau berbagai kalangan membuat internet bisa dinikmati masyarakat.

  • Mudahnya akses secara online

Akses secara online saat ini sangat mudah. Hal ini dikarenakan agar konsumen dalam melakukan aktifitas jual beli tidak mengalami kesulitan. Fitur-fitur yang variatif dan unik membuat konsumen merasa puas melakukan kegiatan jual beli secara online

  1. Kelemahan

  • Sistem pembayaran scara online yang masih sulit dilakukan

Saat ini masih banyak konsumen yag belum terbiasa menggunakan kartu kredit untuk melakukan pembayaran sehingga pembayaran yang dilakukan melalui bank

  • Pengetahuan konsumen tentang bisnis online yang masih kurang

Masyarakat di Indonesia masih belum terbiasa melakukan pembelian secara on-line. Ketakutan akan pembelian secara online sering muncul, misal setelah uang dikirim/dibayar barang tidak kunjung diantarkan dan pembeli tidak bisa mendatangi pihak penjual karena transaksi dilakukan di dunia maya . Pengetahuan konsumen dalam hal ini perlu dilberikan padahal banyak kelebihan yang bisa didapatkan melalui bisnis online.

  • Masih banyak UKM yang belum memiliki website untuk melakukan kegiatan jual beli

UKM yang beredar saat ini kebanyakaan berada didaerah pinggir kota jadi belum adanya akses internet di daerah tersebut. Ini mengakibatkan usaha yang mereka jalankan cenderung monoton karena usaha yang mereka jalankan tidak memiliki variasi dalam hal jual beli.

  • UKM di Indonesia belum memiliki pengetahuan tentang bisnis secara online

Menjamurnya UKM di pinggiran kota mengakibatkan pengetahuan bisnis secara online tidak dapat berjalan dengan baik dan hal ini ditambah dengan sulitnya akses internet di daerah tersebut.

  1. Peluang

  • Pengetahuan semua kalangan tentang dunia maya yang semakin banyak

Dengan berkembangnya internet maka semua kalangan dapat mengetahui banyak hal. Sekarang tidak hanya kawula muda yang menggunakan/mengakses inernet tetapi juga orang tua yan sudah bisa menggunakan internet.

  • Penggunaan media sosial

Sosial media merupakan faktor pendukung perkembangan e-commerce di Indonesia yang sangat kuat. Facebook, twitter, youtube termasuk media sosial yang banyak digunakan UKM untuk memasarkan produknya. Akses yang mudah dan dapat langsung diterima konsumen menjadi salah satu hal lebih media sosial dalam halnya jual beli. Komunitas media sosial menjadi sarana berbagi informasi yang efektif mengenai adanya atau perkembangan sebuah website/situs e-commerce baru.

  • Mulai dikenalnya e-commerce di indonesia

Saat ini bisnis secara online mulai dikenal di Indonesia, hal ini memberikan peluang yang sangat baik bagi UKM untuk menarik minat para konsumen akan produk yang dipasarkannya sehingga nantinya kepercayaan konsumen akan produk UKM dapat terbangun dengan baik.

  1. Hambatan

  • Hak Kekayaan Intelektual

Hak Kekayaan Intelektual merupakan hak yang diberikan kepada orang-orang atas hasil dari buah pikiran mereka. Biasanya hak eksklusif tersebut diberikan atas penggunaan dari hasil buah pikiran si pencipta dalam kurun waktu tertentu. Buah pikiran tersebut dapat terwujud dalam tulisan, kreasi artistik, simbol-simbol, penamaan, citra, dan desain yang digunakan dalam kegiatan ko-mersil. Produk dalam e-commerce ini tidak hanya dipasarkan kepada masyarakat di suatu negara tetapi juga masyarakat di seluruh dunia. Sehingga sering kali terjadi peniruan produk yang dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab dimana mereka mengakui bahwa produk itu milik mereka. Ini mengakibatkan UKM kecil yang memproduksi produk tersebut dan tidak memiliki kekuatan hanya membiarkan saja produknya diambil oleh oknum tersebut

  • Kejahatan internet

Maraknya kejahatan di dunia maya membuat sebuah UKM berpikir dua kali untuk membuat website atau memasarkan produknya. Saat ini, kejahatan berupa hacker dimana seseorang tanpa ijin membuka, mengakses dan mengubah data yang ada dalam sebuah website usaha. Hal ini selain merugikan pemilik website juga membuat konsumen berpikir ulang untuk melakukan transaksi jual beli karena produk yang diperjualbelikan tidak sesuai dengan kenyataan.

Saran:

Adanya perhatian pemerintah terhadap UKM yang berada di daerah sekitarnya sehingga UKM dapat berjalan dengan baik. Pemberian fasilitas yang memadai sangat diperlukan UKM untuk memajukan usahanya, misalnya kemudahan pengaksesan internet untuk kegiatan pemasaran produk, informasi apa saja yang diperlukan UKM untuk memajukan usahanya, dll. Kejahatan internet yang marak terjadi dapat diminimalisir karena UKM dilindungi oleh pihak pemerintah. Keuntungan nantinya akan didapatkan oleh kedua belah pihak, UKM dapat menjalankan usahanya dengan baik dan pemerintah mendapatkan pemasukan dana dari usaha yang dijalankan UKM.

Penggunaan Internet untuk Mendukung Strategi Pemasaran

December 26th, 2011

Manajemen Strategic Planning

 

Kemajuan di bidang teknologi, komputer, dan telekomunikasi mendukung perkembangan teknologi internet. Dengan internet pelaku bisnis tidak lagi mengalami kesulitan dalam memperoleh informasi apapun, untuk menunjang aktivitas bisnisnya, bahkan sekarang cenderung dapat diperoleh berbagai macam informasi, sehingga informasi harus  disaring untuk mendapatkan informasi yang tepat dan relevan. Hal tersebut mengubah jaman informasi menjadi jaman internet.

Penggunaan internet dalam satrategi pemasaran berubah dari fungsi sebagai alat untuk pertukaran informasi secara elektronik menjadi alat untuk aplikasi strategi pemasaran, seperti: pemasaran, penjualan, dan pelayanan pelanggan. Pemasaran di Internet cederung menembus berbagai rintangan, batas bangsa, dan tanpa aturan-aturan yang  baku. Sedangkan pemasaran langsung, barang mengalir dalam partai-partai besar, melalui pelabuhan laut, pakai kontainer, distributor, lembaga penjamin, importir, dan lembaga bank. Pemasaran langsung lebih banyak yang terlibat dibandingkan pemasaran lewat internet. Pemasaran di internet sama dengan direct marketing, dimana konsumen berhubungan langsung dengan penjual, walaupun penjualnya berada di luar negeri.

“Pengguna internet di seluruh dunia berkisar 200 juta, 67 juta diantaranya berada di Amerika Serikat, internet di Indonesia berlipat dua kali setiap 100 hari” (Rhenald, 2000). Dari referensi tersebut penggunaan internet untuk aplikasi strategi pemasaran di Indonesia peluangnya cukup besar, tapi banyak orang tidak menyadari, karena pemain bisnis di Indonesia masih banyak kalangan tua. Menurut Rhenald “Pasar internet adalah pasar orang muda, bukan orang tua.” Dugaan Rhenald berdasarkan amatan saja “Pengguna internet di Indonesia sekitar 70% berusia 20-an, sekitar 25% usia 30-42- an, sisanya usia di atas itu. Sedangkan pemain-pemain utama bisnis berusia 45-an ke atas. Mereka adalah generasi yang terlambat bersentuhan dengan internet, bahkan dengan komputerpun mereka terlambat” (Rhenald: 1999:23).

Tempat pengakses internet di Indonesia kebanyakan dari kantor(52%), warnet(26%), sekolah/kampus(19%). Internet di Indonesia lebih banyak dipakai untuk fasilitas e-mail, yaitu sebanyak: 42%. Penggunaan internet di Indonesia digunakan untuk keperluan bisnis sebesar:43%, sedangkan keperluan pribadi sebanyak: 32% (Nielsen, 1999). Penggunaan internet di Indonesia untuk keperluan bisnis sebesar 43%, menunjukkan beberapa perusahaan telah menerapkan internet untuk berbisnis, yang dikenal dengan E-Business atau Ecommerce.

Internet mendukung komunikasi dan kerja sama global antara pegawai, konsumen, penjual, dan rekan bisnis yang lain. Internet memungkinkan orang dari organisasi atau lokasi yang berbeda bekerja sama sebagai satu tim virtual untuk mengembangkan, memproduksi, memasarkan, dan memelihara produk atau pelayanan. Dengan internet memungkinkan aplikasi Electronic Commerce (EC) dapat digunakan pada jaringan global, dan biasanya dilengkapi dengan aplikasi pemrosesan pesanan secara On-line, Electronic Data Interchange (EDI) untuk mengirim dokumen bisnis, dan keamanan sistem pembayaran Electronic Funds Transfer (EFT).

Akibat internet, pemasaran terhadap perusahaan, produk, dan pelayanan menjadi proses yang interaktif saat ini. Situs Web perusahaan bukan hanya sekedar menyajikan katalog produk dan media promosi, melainkan digunakan untuk berdialog, berdiskusi, dan berkonsultasi dengan konsumen secara On-line, bulletin boards, kuesioner elektronik, mailing lists, dan pengiriman surat elektronik. Sehingga konsumen dapat dilibatkan secara langsung dalam perancangan, pengembangan, pemasaran, dan penjualan produk.

Berikut adalah tips-tips sederhana yang dapat digunakan sebagai cara atau strategi pemasaran menggunakan fasilitas berbasis internet :

  • Buatlah Pusat Pemasaran Produk Anda. Terlebih dahulu anda lebih baik menentukan di mana dari sekian banyak fasilitas dunia maya sebagai pusat anda meletakkan info lengkap tentang produk-produk yang akan anda pasarkan. Sebagai contoh : Social Media (Facebook), ataupun forum-forum yang sangat memungkinkan bagi anda untuk meletakkan segala info tentang produk anda (foto, spesifikasi produk, harga, dll). Pusat Pemasaran Produk anda ini akan berfungsi sebagai toko virtual anda secara sederhana.
  • Tentukan Sarana Media Penunjang Pemasaran. Setelah menentukan Pusat Pemasaran Produk anda maka langkah selanjutnya adalah menentukan sarana penunjang pemasaran anda, yang nantinya bersifat me-refer kepada media pusat pemasaran produk anda. Sebagai contoh adalah TWITTER, yang dimana bisa anda gunakan secara efektif untuk memberikan update info terbaru tentang produk-produk anda serta me-refer kan kepada akun tempat Pusat Pemasaran Produk anda. Sarana media penunjang ini akan menjadi media sales anda yang mengarahkan konsumen ke toko virtual anda.
  • Update info-info Terbaru. Selalu up to date dengan info-info sarana media berbasis internet lainnya yang memungkinkan untuk difungsikan sebagai sarana marketing anda.
  • Bergabunglah dalam Forum-forum dengan tingkat trafik tinggi. Forum-forum dengan tingkat trafik pengunjung yang tinggi merupakan lahan marketing yang sangat bagus bagi anda. Pasarkan lah produk anda di forum tersebut dengan sopan kepada orang-orang yang berpotensial akan membeli produk anda tersebut.
  • Rajin melakukan searching baik dengan search engine browser anda, maupun dalam forum-forum tempat anda bergabung. Selalu lakukan sistem jemput bola, media internet dengan semua kemudahan yang diberikan juga mempunyai satu kelemahan yaitu dapat mematikan pengetahuan/awareness konsumen terhadap produk anda apabila produk anda masih belum terlalu mempunyai branding yang kuat atau bukan merupakan produk unggulan. Jangan berdiam dalam satu toko virtual tapi bergeraklah mencari orang-orang yang membutuhkan produk anda tersebut.
  • Lakukan kerjasama dengan beberapa toko virtual lainnya. Selayaknya di dunia nyata, akan lebih baik bagi anda untuk menambah 1 teman daripada 10 musuh, lakukan kerjasama dengan toko-toko virtual lainnya untuk saling mendukung dalam sistem pemasaran produk masing-masing. Ada banyak hal yang dapat anda lakukan dalam sistem kerjasama tersebut, sebagai contoh dengan pertukaran iklan toko virtual.
  • Jangan berhenti belajar! Internet atau dunia maya sangatlah cepat berkembang begitu pula dengan software, program, dan aplikasi yang ditawarkan. Untuk mendukung pemasaran produk anda maka anda juga harus terbuka akan perkembangan yang ada. Gunakan semua fasilitas internet yang bisa anda gunakan untuk menunjang pemasaran anda. Sebagai contoh: Youtube sebagai medio pencari iklan yang dapat anda gunakan dalam toko virtual anda untuk menampilkan produk yang anda jual (apabila produk anda merupakan produk retail/mudah didapatkan). (Kevin Wahyono, cara-sederhana-pemasaran-produk-efektif.html)

Jadi, di masa yang serba di dukung oleh teknologi saat ini, penggunaan internet sangat diperlukan :dalam strategi pemasaran. Dengan internet segalanya semakin mudah dan praktis.

Daftar Referensi:

  1. Kasali, Rhenald (September 1999). “Peluang Pasar di Internet Sangat Besar.” DotCOM. Hal: 23.
  2. Kasali, Rhenald (Maret 2000). “Peluang Pasar e-Commerce dan Bagaimana Menyiasatinya.” Makalah Seminar Sukses Berbisnis di era Internet: Kiat Membangun Situs Web yang Populer. Hyatt Regency, Surabaya.
  3. A.C. Nielsen (1999)
  4. Kevin Wahyono, cara-sederhana-pemasaran-produk-efektif.html

Ringkasan materi e-commerce

December 20th, 2011

ringkasan materi e-commerce

Perkembangan e-commerce di Dunia dan Indonesia

December 13th, 2011

Perkembangan e-commerce di  Dunia

Di jaman sekarang,masyarakat mengalami perubahan yang sangat cepat. Jenis kebutuhan juga cenderung cepat berubah, demikian pula cara memenuhi kebutuhan.ada hal yang mendorong dan menciptakan perubahan,hal tersebut adalah teknologi. Teknologi dapat kita temukan dimana saja baik komputer maupun telpon seluler bahkan sekarang teknologi dapat kita temukan di internet. Pada 2007, sekitar 31,5 juta orang Indonesia menggunakan internet. Rata-rata tumbuh lebih tiga juta pengguna internet tiap tahun dalam 10 tahun terakhir. Pengguna internet di Singapura tumbuh 68 persen tapi jumlah pengguna hanya 2,4 juta. Pengguna internet di Indonesia hanya tumbuh 8,9 persen tapi mencapai 20 juta orang.
Pengguna internet itu berusia 10-39 tahun. Mereka bersentuhan dengan internet di kafe, sekolah atau kampus, tempat kerja, dan rumah. Sampai dengan 20 tahun ke depan, generasi internet inilah yang akan mewarnai Indonesia.( internetworldstats.com)

Pada 2007, dapatlah dikatakan bahwa jumlah pengguna internet merupakan sisi Indonesia yang membanggakan. Penetrasinya memang masih rendah, hanya 8,5 persen dari total populasi, jauh tertinggal dari bangsa-bangsa maju seperti Jepang (68,7 persen) atau Malaysia (60 persen).
Tapi dibanding India, salah satu raksasa ekonomi dunia, penetrasi Indonesia lebih baik. Asia merupakan kawasan pengguna internet terbesar di dunia, 510 juta, mengalahkan Eropa dan Amerika Utara. Dari segi jumlah, pengguna internet Indonesia merupakan ketiga terbesar di Asia setelah Jepang dan Cina.
Jumlah 31,5 juta pengguna internet di Indonesia memang bukan jumlah yang sedikit. Jumlah itu jauh lebih besar dari seluruh penduduk satu benua Australia. Juga lebih besar dari gabungan antara penduduk Malaysia dan Singapura.( internetworldstats.com)

Saat ini di semua tempat terdapat fasilitas hotspot, mulai dari pusat perbelanjaan, hotel, rumah makan, cafe bahkan kampus. Makin banyaknya fasilitas hotspot diberbagai tempat dikarenakan  infrastruktur untuk tersedia nya internet semakin hari akan semakin mudah dan murah.

. Pengguna Internet di dunia:
1.1463632361 Jumlah pengguna Internet di seluruh dunia (Juni 2008).
2.578.538.257 pengguna Internet di Asia
3.384.633.765 pengguna Internet di Eropa.
4.248241969 pengguna Internet di Amerika Utara.
5.139009209 pengguna Internet di Amerika Latin / Karibia.
6.51.065.630 pengguna Internet di Afrika
7.41939200 pengguna Internet di Timur Tengah.
8.20204331 pengguna Internet di Oseania / Australia.
(Dari  data Internet World Stats)

Dilihat dari data di atas, pengguna internet di Asia mayoritas warga indonesia hal ini menyebabkan Indonesia menjadi pangsa pasar netter yang sangat potensial.

Semakin cepatnya perubahan yang dialami masyarakat dan pemenuhan kebutuhan juga semakin cepat maka diperlukan informasi yang dapat memenuhi kebutuhan masyarakat  yang cepat tersebut. Oleh karena itu penggunaan internet semakin lama akan semakin dibutuhkan oleh masyarakat.

(Saya tidak melakukan plagiat)

 

Perkembangan e-commerce di Indonesia

Sejak tahun 1996, dengan berdirinya Dyviacom Intrabumi atau D-Net (www.dnet.net.id) sebagai perintis transaksi online. Wahana transaksi berupa mal online yang disebut D-Mall (diakses lewat D-Net) ini telah  membuat Perkembangan e-commerce di Indonesia. Selain itu, berdiri pula http://www.ecommerce-indonesia.com/,  dan Commerce Net Indonesia – yang beralamat di http://isp.commerce.net.id/. Sebagai Commerce Service Provider (CSP) pertama di Indonesia, Commerce Net Indonesia menawarkan kemudahan dalam melakukan jual beli di internet. Commerce Net. Lembaga- lembaga di Indonesia seperti PT Telkom dan Bank internasional Indonesia beserta pula tujuh situs yang menjadi anggota Commerce Net Indonesia, yaitu Plasa.com, Interactive Mall 2000, Officeland, Kompas Cyber Media, Mizan Online Telecommunication Mall dan Trikomsel telah melakukan kerja sama dalam melakukan pengembangan e commerce di indonesia.( alukmalay.wordpress.com/2010/10/31/e-commerce-dan-perkembangannya-di-indonesia/)

Tujuan aplikasi e-commerce adalah :

  1. Orang yang ingin membeli barang atau transaksi lewat internet hanya membutuhkan akses internet menggunakan web browser.
  2. Menjadikan portal e-commerce tidak sekedar untuk belanja, tetapi juga menjadi tempat berkumpulnya komunitas, membangun kerja sama antar komunitas dan sebagai pusat informasi
  3. Pengelolaan yang berorientasi pada pelayanan, responsif (respon yang cepat dan ramah), informatif dan komunikatif,
  4. Informasi yang up to date

Adapun manfaat e-commerce bagi masyarakat:

  • Electronic commerce memungkinkan orang untuk bekerja di dalam rumah  dan tidak banyak keluar untuk berbelanja
  • Elctronic commerce memungkinkan sejumlah barang dagangan dijual dengan harga lebih murah, sehingga orang yang kurang mampu bisa membeli lebih banyak barang.
  • Electronic commerce memungkinkan orang di seluruh penjuru dunia untuk menikmati aneka produk dan jasa yang sulit mereka dapatkan tanpa EC.
  • Electronic commerce memfasilitasi layanan publik, seperti pendidikan, pelayanan sosial yang dilaksanakan pemerintah dengan biaya yang lebih rendah, dan layanan perawatan kesehatan, misalnya, bisa menjangkau pasien di daerah pelosok.

Beberapa keuntungan yang diperoleh e-commerce:

  • Akses kepada pasar yang lebih luas dan pelanggan baru yang lebih banyak.
  • Pelanggan akan lebih mudah mendapatkan informasi yang diperlukan secara on-line.
  • Dengan menggunekan internet, layanan kepada pelanggan tidak dibatasi jarak dan waktu.
  • Penghematan berbagai macam biaya antara lain transportasi, komunikasi, telepon, fax, dll.

HAMBATAN / TANTANGAN E-COMMERCE ( alukmalay.wordpress.com/2010/10/31/e-commerce-dan-perkembangannya-di-indonesia/)

Internet Bust!

  • Tahun 1999 – 2000 bisnis “DOTCOM” menggelembung (bubble)
  • Banyak model bisnis yang belum terbukti namun ramai-ramai diluncurkan. Akhirnya hancur dengan matinya banyak perusahaan dotcom
  • Pengalaman buruk sehingga membuat orang lebih berhati-hati
  • Peluang: membuat model bisnis baru?

Infrastruktur Telekomunikasi

  • Infrastruktur Telekomunikasi di Indonesia masih terbatas dan harganya masih relatif lebih mahal
  • Padahal e-commerce bergantung kepada infrastruktur telekomunikasi
  • Peluang: deregulasi, muncul bisnis baru

Delivery Channel

  • Pengiriman barang masih ditakutkan hilang di jalan.
  • Ketepatan waktu dalam pengiriman barang
  • Jangkauan daerah pengiriman barang
  • Peluang : pengiriman barang yang terpercaya

Kultur & Kepercayaan

  • Orang Indonesia belum (tidak?) terbiasa berbelanja dengan menggunakan catalog
  • Masih harus secara fisik melihat / memegang barang yang dijual
  • Perlu mencari barang-barang yang tidak perlu dilihat secara fisik

(Saya tidak melakukan plagiat)

 

 

Riset E-Commerce

December 12th, 2011

Electronic commerce (EC) merupakan topik yang populer di media massa dan di kalangan informatika juga.

Mungkin dampaknya paling terlihat di bidang jasa keuangan dan ritel. Banyak inisiatif EC telah meningkat dalam waktu singkat.

Mereka berinisiatif termasuk membuat kartu pintar yang inovatif untuk EC yang digunakan untuk memfasilitasi, pembayaran jarak jauh dan pemeriksaan elektronik, online trading saham, obligasi dan terkait instrumen keuangan, perbankan online, dan ritel secara online (e-tailing).

Sekarang menjadi nyaman dengan Internet, dan memulai perencanaan untuk menghargai kemampuannya untuk menyediakan kekayaan yang informasi yang beragam dari seluruh dunia; jutaan situs yang hanya dengan sekali klik, membuka peluang baru bagi perdagangan dan pertukaran informasi.

Menggunakan internet tidak lagi menjadi kebaruan, hal ini menjadi bagian dari hidup kita sehari-hari seperti televisi dan telepon. Suatu revolusi sejati dengan pertumbuhan penggunaan internet, tapi internet sekarang juga mengalami revolusi kedua dan itu disebut perdagangan elektronik.

Saat ini alat dan teknis juga memungkinkan untuk melakukan perdagangan melalui Internet, dan EC berkembang sangat pesat. Kembali pada tahun 1997 pasar EC global diperkirakan pada $ 10 miliar, namun diperkirakan akan naik menjadi $ 200-300 miliar, tahun 2002.

Satu dapat dilihat menjadi bukti yaitu EC berada di World Wide Web (WWW). Banyak web komersial situs memiliki katalog dan dukungan online transaksi, namun Komisi Eropa jauh lebih dari ini. Ini mencakup segalanya dari sourcing untuk pemukiman dan semua proses yang mendasari perdagangan.

Internet WWW telah menjadi pendorong utama.

 

Menurut survei Gartner, dari 4770 pengguna Internet di seluruh 18 negara, tiga wilayah, tiga tingkat pendidikan, dan tiga tingkat pendapatan, kebanyakan orang menggunakan Internet hanya untuk email dan pencarian, sedangkan peringkat ketiga perbankan online.

Selain itu, penjualan online pengecer hanya 2,2% dari jumlah barang yang dijual di AS pada tahun 2005. Analis memperkirakan bahwa  pada tahun 2011, online e-commerce penjualan akan account hanya 7%. Jadi, Internet adalah jauh dari mencapai potensinya karena keengganan konsumen untuk terlibat dalam penggunaannya.

Kurangnya kepercayaan adalah pencegah penting. Ini adalah salah satu persyaratan mendasar untuk membangun pertukaran online hubungan. Sejak medium transaksi adalah sebuah situs web, persepsi konsumen teknologi juga mempengaruhi penggunaannya.

Penelitian sebelumnya, bagaimanapun, tidak diperiksa dampak kepercayaan, atribut teknologi, dan niat pada pengembangan hubungan pelanggan. Dalam rangka mengembangkan dan mempertahankan pelanggan setia, e-commerce perusahaan harus membangun hubungan baik dengan konsumen mereka untuk jangka panjang reksa manfaat.

Oleh karena itu, model terpadu dikembangkan untuk membantu dalam pemahaman kepercayaan dalam konteks pertukaran Internet diaktifkan hubungan dengan konsumen

 

Internet saat ini memainkan peran penting sebagai pelaku ness menengah.

Lebih dari sepertiga warga AS menggunakan Inter bersih dan hampir 40% menggunakannya sebagai media bisnis, yang disebut perdagangan elektronik (e-commerce) ( Eastin, 2002 ).

Karena ini persentase terus meningkat, sehingga tidak perlu untuk memahami mengapa dan bagaimana pengguna memilih untuk mengadopsi itu sebagai gantinya saluran offline, yang membantu peneliti dan e-commerce penyedia layanan untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang bagaimana untuk memfasilitasi masa adopsi e-commerce.

E-commerce didefinisikan dalam banyak cara sesuai dengan konteks penelitian dan keadaan tetapi kita akan fokus pada bisnis ke pelanggan e-commerce dan mengadopsi definisi oleh Grandon dan Pearson (2004) : proses membeli dan menjual produk atau jasa dengan menggunakan transmisi data elektronik melalui internet dan www.

Menurut definisi, e-commerce menyediakan banyak manfaat untuk kedua penjual dan pembeli dan karena ini Advantages dari model bisnis online selama tradisional pengecer fisik, harapan pada e-commerce meningkat.

Bagaimanapun, masalah yang ada di meskipun beberapa perusahaan telah berhasil mencapai peningkatan efisiensi operasional dan keuangan revenue dengan mengintegrasikan e-commerce ke dalam rantai nilai mereka dengan temperatur yang ities ( Brynjolfsson & Kahin, 2000 ), tidak semua perusahaan telah seragam berhasil ( Barua & Mukhopadhyay, 2000 ).

Hal ini diperlukan untuk menentukan kondisi yang tepat untuk mengadopsi e-commerce dan faktor-faktor yang memfasilitasi atau menghambat mereka dalam melakukan migrasi dari saluran fisik tradisional ke Internet ( Teo, Wei, & Benbasat, 2003 ).

Akibatnya, penelitian berkelanjutan telah dilakukan untuk menyelidiki mengapa beberapa perusahaan telah berhasil lebih dari yang lain.

Studi mempertimbangkan mikro, meso, dan isu-isu makro di bawah berdiri keberhasilan atau adopsi e-commerce.

Pertama, studi di tingkat makro menekankan pengaruh faktor lingkungan seperti budaya atau geografis pada aspek membangun struktur sebagai penentu utama dari e-commerce adopsi.

Untuk Misalnya, Teo dan Ranganathan (2004) memeriksa beberapa faktor lingkungan yang memfasilitasi adopsi e-commerce dengan mengidentifikasi perbedaan utama antara e-commerce perusahaan dan perusahaan offline tradisional

 

Globalisasi dan teknologi informasi (TI) yang radikal mengubah wajah bisnis dan organisasi.

IT sedang diadopsi dan dimasukkan ke dalam hampir semua organisasi, yang telah berinvestasi di TI infrastruktur untuk keberhasilan keseluruhan bisnis mereka.

Ada minat dalam penggunaan elektronik commerce (EC) sebagai sarana untuk melakukan bisnis transaksi.

Untuk banyak bisnis, telah menjadi prioritas.

Dengan menggunakan EC, perusahaan dapat berhubungan dengan mitra dagang mereka dengan tepat pada waktunya.

Tidak dapat diterima secara universal definisi EC.

Namun, dalam penelitian ini, kita mengikuti definisi yang diberikan oleh Kalakota dan Whinston didasarkan pada berikut ini: Dari perspektif komunikasi, EC adalah pengiriman informasi, produk/layanan, atau membaya melalui saluran telepon, jaringan komputer, atau cara lain.

Dari perspektif proses bisnis, EC adalah penerapan teknologi menuju otomatisasi transaksi bisnis dan alur kerja.

Dari perspektif layanan, EC adalah alat yang digunakan untuk keinginan perusahaan, konsumen.

Dari perspektif online, EC menyediakan topi yang mampu membeli dan menjual produk dan informasi di Internet dan layanan online lainnya.

EC adalah area yang menarik untuk penelitian, karena sifatnya relatif baru dan meledak pertumbuhan

 

Munculnya e-commerce adalah menciptakan perubahan mental yang cara bisnis dilakukan.

Perubahan ini mengubah cara di mana setiap perusahaan memperoleh kekayaan dan menciptakan pemegang saham nilai.

Segudang komputasi yang kuat dan komunikasi teknologi yang memungkinkan organisasi untuk dapat merampingkan proses bisnis mereka, meningkatkan layanan pelanggan dan menawarkan produk-produk digital dan jasa.

Pergeseran dalam pemasaran yang mendasari kekuatan pendorong yang memikat banyak organisasi untuk merangkul e-commerce.

Namun, seperti mereka belajar, organisasi harus melanjutkan dengan hati-hati sebagai jalan untuk tumbuhnya e-commerce teknologi, informasi, dan perilaku konsumen.

Demikian pula perusahaan, menetapkan bahwa dapat dilihat e-commerce saling berhubungan dengan bisnis mereka.

 

Meskipun internet awalnya dirancang untuk sektor publik, sektor swasta yang tampaknya yang paling aktif mengeksplorasi dan mengeksploitasi potensinya.

Semakin banyak organisasi yang menggunakan Internet sebagai media pemasaran untuk berkomunikasi dengan global yang lebih luas, sementara juga menciptakan hubungan yang lebih erat dengan keyakinan kepada masing-masing pelanggan.

Keuntungan dari fenomena elektronik yaitu jelas, akses mudah, hambatan masuk rendah, kemampuan untuk berkomunikasi sejumlah besar informasi, biaya dan perawatan yang murah.

Informasi evaluasi teknologi adalah sebuah proses untuk menilai kontribusi informasi sistem investasi.

Sebagai contoh, Willcocks (1992) sistem evaluasi sebagai proses pembentukan oleh kuantitas- teknik dan atau kualitatif nilai IS / IT proyek kepada organisasi.

Dalam hal waktu dari evaluasi, disarankan bahwa ada dua titik utama di kontribusi yang dievaluasi dilakukan sebelum pembangunan sistem, untuk membenarkan investasi, dan kemudian evaluasi dilakukan dalam pelaksanaan berikut,

 

Kecepatan perkembangan informasi dan teknologi komunikasi telah secara substansial mengubah lanskap organisasi computing.

Perdagangan elektronik (E-commerce), termasuk Berbasis web commerce, mobile commerce (M-com saling berhubungan) dan di mana-mana commerce (U-commerce), didasarkan tidak hanya pada perkembangan yang berkaitan dengan senyawa internet, tetapi juga pada sebelum technologis dan organisasi inovasi yang timbul dari kombinasi telekomunikasi dan komputasi organisasi.

Dalam dekade terakhir, E-commerce melalui Internet (yaitu, berbasis web com- saling berhubungan) telah secara substansial mempengaruhi bisnis dunia dan akan terus menjadi penting.

 

Dalam organisasi modern, pengetahuan adalah fundamental dari dasar, dan informasi teknologi (TI) adalah suatu keharusan.

Penting untuk mengelola pengetahuan.

Dalam konteks terbaru, dua faktor utama menentukan kelangsungan hidup masa depan atau keberhasilan organisasi: perdagangan elektronik dan pengetahuan dari pelanggan, Mendorong adopsi e-commerce dan penggunaan internet sebagai platform untuk akses dan mengumpulkan pengetahuan yang penting dari pelanggan.

Dalam kata lain, keberhasilan e-commerce semakin tergantung pada manajemen pengetahuan.

Pelanggan Manajemen Pengetahuan (CKM) adalah pengetahuan (KM) instrumen manajemen dan teknik untuk mendukung pertukaran pengetahuan antara suatu perusahaan dan pelanggannya, Memungkinkan perusahaan untuk membuat keputusan yang tepat terhadap strategi bisnis.

Namun, masih ada yang perlu dilakukan untuk lebih mengelaborasi konsep pelanggan pengetahuan dan CKM.

Pengetahuan, didefinisikan sebagai informasi dikombinasikan dengan pengalaman, konteks, interpretasi dan refleksi, Dapat dibagi menjadi eksplisit pengetahuan dan pengetahuan implisit.

Pengetahuan pelanggan juga dapat diklasifikasikan sebagai pengetahuan tepi untuk, tentang atau dari pelanggan.

KM adalah eksplisit dan sistematis manajemen pengetahuan yang vital dan asosiasi dan diasosiasikan proses penciptaan, organisasi, difusi, dan eksploitasi.

 

Sistem Informasi (IS) kadang-kadang menghindari akademisi dalam mempelajari masalah yang menjadi perhatian mendesak organisasi Neos dan gagal mengatasi masalah yang menjadi perhatian langsung.

Tujuan penerapan teori stakeholder untuk mengidentifikasi masalah akademik:

1. Menggunakan teori stakeholder untuk menyarankan cara-cara reorganisasi e-Commerce penelitian,

2. Survei yang ada literatur untuk mengidentifikasi para pemangku kepentingan bahwa e-Commerce penelitian biasanya ditangani,

3. Mengidentifikasi para pemangku kepentingan tidak cukup ditangani dengan e-Commerce dan mengusulkan penelitian yang relevan topik penelitian sehubungan dengan para stakeholder, dan

4. Siapkan e-Commerce peneliti untuk mengatasi masalah di masa depan e-Commerce praktisi.

Perusahaan di seluruh dunia telah mengadopsi e-commerce (EC) dalam operasi mereka dan telah menuai manfaat darinya.

Sementara perusahaan di negara maju teknologi seperti AS dan Inggris telah menyebarkan EC untuk keuntungan perusahaan, sedangkan perusahaan-perusahaan di negara berkembang seperti India gagal mengikuti corak.

Meskipun telah banyak diakui oleh para peneliti bahwa adopsi EC oleh perusahaan di negara-negara berkembang adalah suatu indikator ekonomi penting dari pertumbuhan, banyak perusahaan di India masih belum menyadari potensi manfaat dari EC.

 

Dalam penelian commerce,  terdapat dua sudut pandang yang berbeda yaitu tampilan berbasis pelanggan dan produk berbasis view.

Keduanya dipelajari secara terpisah untuk menentukan strategi pemasaran yang optimal konsumen.

Yang pertama berfokus pada pelanggan browsing / mencari / membeli perilaku untuk menemukan pelanggan yang berharga, yang terakhir berkonsentrasi pada popularitas produk untuk menemukan portofolio produk yang optimal.

Penelitian terbaru telah bergeser fokus dari popularitas terhadap fenomena ekor panjang dan faktor mengemudi, namun, sedikit yang diketahui tentang efisien dan efektif metode untuk mempromosikan kanan (kepala-ekor atau misalnya) produk ke kanan (misalnya VIP atau Non-VIP) pelanggan.

Para Studi saat ini mengintegrasikan dua sudut pandang untuk memberikan wawasan yang lebih besar dan dengan demikian mengembangkan lebih strategi pemasaran yang komprehensif.

Ini menunjukkan bahwa pelanggan VIP membuat sebagian besar pembelian.

Selain itu, terlepas dari jumlah mereka yang tinggi kepala dan ekor-produk pembelian, mereka juga menampilkan yang berbeda situs browsing / mencari perilaku dibandingkan dengan non-VIP pelanggan.

Akhirnya, dapat mengidentifikasi lima pelanggan segmen dan strategi pemasaran yang sesuai garis.

 

Hal ini diterima secara luas bahwa perusahaan harus mampu membedakan pelanggan yang berharga atau produk dari yang tidak berharga, dan dengan demikian sejalan mengalokasikan sumber daya perusahaan yang tersedia.

Berdasarkan, atas dua sudut pandang yang berbeda, tampilan berbasis pelanggan dan tampilan produk berbasis telah muncul.

Pelanggan dengan tinggi frekuensi atau jumlah pembelian pembelian besar dari perusahaan diharapkan untuk menunjukkan loyalitas yang lebih besar dan menghasilkan lebih besar keuntungan untuk perusahaan.

Ide prioritas pelanggan didasarkan pada nilai pelanggan menyiratkan bahwa pelanggan harus menerima perlakuan pemasaran bervariasi.

Sebagai contoh, sebagian besar perusahaan menawarkan program-program loyalitas pelanggan yang berharga, namun, mereka sering menerapkan taktik up-selling atau cross-selling untuk memotivasi pelanggan kurang berharga.

Dengan demikian, berbeda karakteristik perilaku yang terkait dengan berbagai jenis pelanggan mendorong perusahaan untuk mempekerjakan penjualan mereka.

 

Sudut pandang yang terakhir berasal dari konsep manajemen produk profil, dan menyatakan bahwa perusahaan telah perlu untuk mengidentifikasi profil produk yang optimal yang dapat menghasilkan penjualan tambahan, penurunan risiko, dan menjamin potensi pertumbuhan.

Berdasarkan Prinsip Pareto, perusahaan harus memilih dan mempertahankan rentang yang terbatas popular produk untuk meningkatkan tingkat perputaran persediaan dan mengurangi biaya unit yang terkait dengan pembelian dan penyimpanan.

Untuk mencapai tujuan tersebut, perusahaan harus memantau angka penjualan setiap produk dan terus menerus meluncurkan produk baru untuk menggantikan yang usang atau tidak populer.

 

Namun, dalam lingkungan e-commerce dengan ruang yang terbatas dan rendah biaya-saham, teori ekor panjang mengusulkan bahwa ekonomi baru distribusi memungkinkan kita untuk mempertimbangkan sejumlah besar ekor-produk, yang secara kolektif dapat menciptakan pasar baru sebesar yang kita sudah tahu.

Akibatnya, dengan menambahkan dan memelihara berbagai macam produk, perusahaan dapat menarik pelanggan tambahan dari beberapa segmen dan dengan demikian meningkatkan penjualan.

Selain itu, meskipun perbedaan antara prinsip Pareto dan ekor panjang teori, mereka sebenarnya saling melengkapi dalam yang populer (kepala) produk dan produk ekor cenderung untuk menarik segmen pelanggan yang berbeda. Meskipun kedua sudut pandang yang berbeda telah banyak diselidiki dan dibahas secara terpisah, sangat sedikit studi telah meneliti apakah ada hubungan saling tergantung antara mereka.

Selanjutnya, mengingat kedua sudut pandang dalam isolasi mungkin tidak benar menangkap pola pembelian yang tepat dari setiap pelanggan, yang dapat menyebabkan saran strategi pemasaran yang tidak pantas.

Sebagai contoh, mempertimbangkan dua VIP pelanggan,

 

Gellersen dan Gaedke, Aoyama, dan Russo dan Graham berkomentar bahwa penyewaan dari aplikasi dalam lingkungan berbasis web pemerintah secara radikal berbeda dari cara biasa memberikan perangkat lunak, dan membebankan sepenuhnya struktur dan pendekatan yang berbeda pada aplikasi pembangunan. Quan et al. berkomentar pada berbagai macam keterampilan teknis yang diperlukan untuk web berbasis pengembangan aplikasi.

Niederst telah berkomentar pada kebutuhan untuk desainer web untuk memiliki pemahaman tentang antarmuka manusia komputer masalah desain website termasuk navigasi, fungsi dan grafis, tetapi tidak meneliti bagaimana keterampilan ini sebenarnya diperoleh atau digunakan.

Lesu dan Chung berpendapat bahwa situs web desainer perlu memiliki keterampilan desain navigasi, dalam rangka untuk menghindari memproduksi website berantakan.

Morris dan Hinrichs berkomentar pada kemampuan desain baru kembali quired untuk desain situs web lebih dari sistem tradisional desain seperti peningkatan pemahaman keterampilan interaksi dan penanganan informasi, khususnya navigasi dan desain pluralistik.

Pressman et al. berpendapat bahwa melibatkan serta desain baru keterampilan, berbasis web proyek pembangunan juga melibatkan waktu pengembangan lebih pendek dan siklus hidup produk.

Palmer dan Griffith berkomentar bahwa pada kebutuhan untuk desainer website harus memahami baik pemasaran dan teknis gugat desain website.

Conallen telah menyatakan bahwa sejak aplikasi berbasis web menjalankan bisnis logika, model yang paling penting dari sebuah berbasis web sistem harus fokus pada logika bisnis, bukan pada rincian presentasi.

Gellersen dan Gaedke, Wiegers dan Russo dan Graham menyatakan bahwa pengembangan berbasis web aplikasi masih banyak.

Gellersen dan Gaedke juga berkomentar bahwa ada sistematis pendekatan untuk pengembangan web proyek pada umumnya, dan bahwa sebagian besar web saat ini pengembangan aplikasi dan manajemen praktek bergantung pada pengetahuan dan pengalaman dipengembang individual.

Singkatnya, banyak peneliti telah berkomentar bahwa sistem berbasis web pembangunan sangat berbeda dari jenis lain pengembangan IT bekerja, namun, keterampilan yang dibutuhkan untuk berhasil melakukan pekerjaan berbasis web pengembangan sistem dalam praktek yang sebenarnya tidak tampaknya telah diperiksa secara rinci.

 

Sumber referensi:

1. Sciencedirect

a. journal homepage: www.elsevier.com/locate/im

· E-commerce and its impact on operations management

· The role of trust in e-commerce relational exchange: A unified model

· A prediction model for success of services in e-commerce using decision tree: E-customer’s attitude towards online service

· A literature review and classification of electronic commerce research

· E-commerce and corporate strategy: an executive perspective

· Skills required in developing electronic commerce for small and medium enterprises: case based generalization approach

· The role of trust in e-commerce relational exchange: A unified model

· Towards formulation of a comprehensive framework for the evaluation of investments in sell-side e-commerce

· Rational fads in investor reactions to electronic commerce announcements: An explanation of the Internet bubble

· Analysis of E-commerce innovation and impact: a hypercube model

· Inter- and intra-firm diffusion of technology: The example of E-commerce An analysis based on Swiss firm-level data

· An empirical study of product differences in consumers E-commerce adoption behavior

· Association of users with software agents in e-commerce

· Customer Knowledge Management and E-commerce: The role of customer perceived risk

· Adopters and non-adopters of business-to-business electronic commerce in Singapore

· THE EVOLUTION OF E-COMMERCE RESEARCH: A STAKEHOLDER PERSPECTIVE

· A review of e-commerce literature on India and research agenda for the future

· Consumer-to-Consumer Electronic Commerce: A distinct Research stream

· A review of e-commerce literature on India and research agenda for the future

· Head or Tail? An Integrative Analysis of Customer Value and Product Portfolio

 

 

Marketing Strategic Planning

December 12th, 2011

Marketing Strategy” untuk UKM

Strategi pemasaran saat ini sangat dibutuhkan oleh usaha-usaha yang tergolong menengah ke bawah. Hal ini dilakukan agar usaha yang mereka jalankan setidaknya dapat bersaing dengan usaha yag tergolong besar. Kekurangan dari usaha menengah ke bawah yaitu kualitas rendah dari pemegang jabatan, sakit anti-risiko kemampuan karena mereka terlalu kecil skala dan kurangnya kerja sama, kekurangan dana operasi, tekanan tinggi dari biaya, semakin intens industri persaingan, decreasingly efisiensi pasar, yang menjadi hambatan yang menghambat usaha kecil dan menengah untuk menjadi lebih profesional, kuat, dan lebih besar. Di sisi lain, untuk produsen skala besar, munculnya ledakan perusahaan hilir di pasar sirkulasi akan memaksa mereka untuk mempertahankan orang-orang menengah yaitu saluran distributor keci dan mendistribusikan saluran tampilan. Tidak teratur dan meratanya yang tenaga kerja berlebih yang berkualitas, sumber daya dan biaya.

Cina dan Thailand adalah contoh negara yang usaha menengah ke bawah menerapkan strategi pemasaran yang sangat baik. beberapa usaha kecil dan menengah, yang sudah mencapai kinerja yang menonjol dalam penjualan dan pertumbuhan, memiliki beberapa karakteristik yang jelas dari manajemen rantai pasokan dalam modus bisnis mereka. Kebanyakan dari mereka sudah membangun kerja sama jangka panjang dengan pemasok utama mereka. Tingkat operasi modal dan pengendalian persediaan jauh lebih baik daripada perusahaan yang lain dalam industri. Dalam rangka pemanfaatan sumber daya yang lebih luas perusahaan kecil dan menengah dengan perusahaan komersial berukuran besar harus mengintegrasikan rantai pasokan hulu dan hilir, membuat sebuah lingkaran untuk operasi. Lingkaran seperti yang pertama kali membangun jaring klien stabil sehingga menjamin penjualan yang besar perbulan, keuntungan berikutnya yaitu harga produk lebih kompetitif, diskon dan memenangkan kepercayaan dari pemasok sebagai akibat dari penjualan yang besar, maka kecepatan mempercepat arus kas dan persediaan untuk memenuhi keuntungan dapat lebih, dan akhirnya skala operasi diperluas. Lingkaran yang baik juga bisa menguntungkan mereka untuk memperluas pembiayaan saluran dari bank, perusahaan investasi, pemangku kepentingan individu dan keuangan lainnya.

Untuk setiap usaha kecil dan menengah, ketika menetapkan atau mengatur strategi operasi dan sistem, setiap pengambilan keputusan harus didasarkan pada kerangka rantai pasokan, karena fungsi rantai pasokan kerjasama seperti integrasi sumber daya, multi-channel keuangan, multi-channel informasi mendapatkan, risiko-berbagi dan kesempatan-memperoleh, yang tak tergantikan. Sebuah modus operasi yang layak dari perusahaan kecil dan menengah komersial dapat disimpulkan sebagai berikut:

  • Strategi Produk. Memilih produk utama dengan keuntungan jangka panjang, bukan menurut keuntungan windfall untuk keuntungan perusahaan (saluran, logistik, permintaan dan sebagainya), collocating dengan produk yang mendukung variasi, dalam rangka bahwa layanan one stop pembelian dapat diberikan kepada klien dengan mudah.

  • Bisnis modus. Kecil keuntungan setiap transaksi, tetapi lebih cepat kecepatan perputaran modal dan persediaan.

  • strategi rantai suplai. Klien premium jaminan bersih baik kinerja penjualan, yang membantu perusahaan memenangkan kepercayaan dari pemasok mereka untuk membangun aliansi rantai pasokan strategis. Aliansi Stabil membantu perusahaan memiliki kemampuan untuk tawar-menawar atau memiliki kemampuan untuk menjadi agen besar.

  • Informasi Strategi berbagi. Respon yang cepat terhadap perubahan pasar adalah dasar untuk menangkap peluang. Cepat respon ditentukan oleh jumlah dan kualitas informasi yang didapatkan dari kedua arah rantai pasokan. Untuk membangun saluran antara mitra aliansi dengan mekanisme dan teknologi IT dijamin akan sedikit lain yaitu pesaing dalam memperbaiki harga yang kompetitif, memprediksi permintaan pasar dan menyesuaikan tingkat persediaan di muka.

  • Modal operasi. Menurut investigasi usaha kecil dan menengah, modal adalah faktor yang lebih penting daripada kerja di kontribusi keuntungan dan pengembangan usaha. Kecil dan menengah perusahaan komersial dengan bantuan hubungan rantai pasokan koperasi juga bisa beroperasi seperti perusahaan modal skala besar.

Sebagai akibat dari meningkatnya globalisasi internasional, peluang komersial telah menjadi rute penting untuk pertumbuhan dan perkembangan corporate, dengan meningkatnya jumlah perusahaan memasuki arena global. Sebuah modus internasionalisasi sering dipekerjakan dan salah satu pendekatan yang paling umum diadopsi oleh kecil dan menengah perusahaan dalam usaha mereka untuk memasuki pasar luar negeri adalah ekspor.Hal ini dapat dianggap berasal dari fakta bahwa khusus masuk pasar asing dan ekspansi kendaraan dianggap sebagai kurang sumber daya-sarat dan, dengan demikian, kurang berisiko strategi dalam comparison dengan alternatif lain dari keterlibatan internasional seperti usaha patungan atau integrasi saluran. Pemeriksaan literatur pemasaran internasional mengungkapkan sejumlah studi konseptual dan empiris yang fokus pada manajemen perilaku ekspor perusahaan dan kesuksesan.Namun, daerah, yang telah menerima riset mutakhir perhatian di bidang pemasaran internasional, kekhawatiran mereka akan penjualan personal dan kegiatan penjualan perusahaan manajemen yang mengadopsi untuk masuk, menembus dan memperluas di pasar ekspor.

Strategi pemasaran yang digunakan oleh usaha menengah ke bawah yang baru merintis dapat juga dengan menggunakan bauran promosi yaitu:

  1. Iklan

Kegiatan untuk menawarkan barang pada orang banyak melalui berbagai media iklan pada waktu yang sama. Media yang dipakai bermacam-macam mengikuti perkembangan jaman seperti surat kabar, majalah, radio, televisi, poster, sticker, spanduk, kalender dan lain-lainnya.

  1. Promosi Penjualan

Kegiatan promosi lain yang dilakukan secara aktif oleh penjualan, selain personal selling, dan periklanan.

  1. Penjualan Personal

Kegiatan untuk menawarkan barang atau jasa langsung kepada calon pembeli. Penjual berusaha untuk menemui calon pembeli dan berhadapan muka dengan penjual.

  1. Direct Marketing

Sistem pemasaran yang bersifat interaktif, yang memanfaatkan satu atau beberapa media iklan untuk menimbulkan respon yang terukur dan atau transaksi di sembarang lokasi.

  1. Publisitas

Sejumlah informasi tentang seseorang,barang, atau organisasi yang disebarluaskan ke masyarakat melaluimedia tanpa dipungut biaya, atau tanpa pengawasan dari sponsor.

  1. Public Relation

Fungsi manajemen yang membangun dan mempertahankan hubungan yang baik dan bermanfaat antara organisasi dengan public yang mempengaruhi kesuksesan atau kegagalan organisasi tersebut.

  1. Event

Sebuah event yang biasanya dilaksanakan untuk mendapatkan perhatian media yang bermuara pada perhatian publik tentang perusahaan (atau organisasi) atau produk perusahaan.

  1. Social Media

Salah satu bentuk marketing dengan menggunakan konsep Social Media. Memasarkan (marketing) sesuatu (product, brand, issue, etc) menggunakan tools-tools social media dengan memanfaatkan ‘masyarakat yang turut berpartisipasi di social media’ dalam campaignya.

Usaha yang mereka jalankan dengan menggunakan bauran pemasaran nantinya tidak monoton dan dapat berjalan dengan baik karena sebelumnya sudah dipersiapkan. Dengan menggunakan bauran pemasaran usaha yang mereka rintis setidaknya tidak tertinggal jauh oleh usaha yang sudah berskala besar.

Sumber Referensi:

  • Luis Garay, XavierFontb. Doing good to do well? Corporate social responsibility reasons, practices and impacts in small and medium accommodation enterprises. International Journal of Hospitality Management. journal homepage: www.elsevier.com/locate/ijhosman

  • Konstantinos Poulis, MoYamin, EfthimiosPoulis. Domestic firms competing with multinational enterprises: The relevance of resource-accessing alliance formations. International BusinessReview. journal homepag : www.elsevier.com/locate/ibusrev

  • Jouni Kauremaa, MikkoKa¨rkka¨inen, TimoAla-Risku. Customer initiated interorganizational information systems: The operational impacts and obstacles for small and medium sized suppliers. Int. J. Production Economics. journal homepage: www.elsevier.com/locate/ijpe

  • Yao Lia, Yongping Huangb, Jia Yu c, Chenggui Zhaod. Operation Mode of Small and Medium-sized CommercialEnterprises at Western Area in China Based on Supply Chain. www.sciencedirect.com

  • Bill Merrilees, Sharyn Rundle-Thiele, Ashley Lye. Marketing capabilities: Antecedents and implications for B2B SME performance. Industrial Marketing Management. www.sciencedirect.com

  • M. Levya, P. Powellb, R. Galliers. Assessing information systems strategydevelopment frameworks in SMEs. Information & Management. www.sciencedirect.com

  • Evangelia Katsikea, Robert E. Morgan. Exploring export sales management practices in small- andmedium-sized firms. Industrial Marketing Management. www.sciencedirect.com

  • Paulo Carlos Kaminskia, Antonio Carlos de Oliveirab, Tiago Marques Lopesa. Knowledge transfer in product development processes: A case study insmall and medium enterprises (SMEs) of the metal-mechanic sectorfrom Sa˜o Paulo, Brazil. www.sciencedirect.com

  • Kemakorn Chaiprasit, Orapin Santidhirakul. Happiness at Work of Employees in Small andMedium-sized Enterprises, Thailand. Procedia – Social and Behavioral Sciences. www.sciencedirect.com

  • Mastura Jaafar, Siti Aishah Maideen. Ecotourism-related products and activities, and the economic sustainabilityof small and medium island chalets. Tourism Management. journal homepage: www.elsevier.com/locate/tourman

  • Robert W. Greenhalgh. Informationand the transnational SMEcontroller. Management Accounting Research. http://www.idealibrary.com on

Delapan Bauran Promosi

December 8th, 2011
  1. Iklan(Advertising)

Pemberitahuan kepada khalayak / orang ramai mengenai barang atau jasa yang dijual dan dipasang di dalam media massa, seperti surat kabar / koran, majalah dan media elektronik seperti radio, televisi dan internet. Dari pengertian iklan tersebut dapat disimpulkan bahwa iklan dibuat dengan tujuan untuk menarik perhatian dan mendorong atau membujuk pembaca iklan agar memiliki atau memenuhi permintaan pemasang iklan.

Contoh:Jual pulsa indosat transfer paling murah

  1. Promosi Penjualan

Merupakan suatu bujukan langsung yang menawarkan insentif atau nilai lebih untuk suatu produk pada sales force, distributor atau konsumen langsung dengan tujuan utama yaitu menciptakan penjualan yang segera.

Contoh: Perusahaan-perusahaan penerbangan berusaha untuk memberikan penawaran-penawaran menarik. Garuda airlines membuka devisi City link memberikan harga murah untuk penerbangan ke Surabaya, itu dimaksud untuk mengimbangi lion air yang juga memberikan harga yang murah.

  1. Penjualan Personal

Interaksi langsung dengan satu calon pembeli atau lebih guna melakukan presentasi, menjawab pertanyaan, dan menerima pesanan.

Contoh:Asuransi jiwa, mobil, sistem komputer dan konsultasi manajemen

  1. Direct Marketing

Sistem pemasaran yang bersifat interaktif, yang memanfaatkan satu atau beberapa media iklan untuk menimbulkan respon yang terukur dan atau transaksi di sembarang lokasi.

Contoh:Suatu perusahaan memasang iklan untuk mempromosikan produk terbaru, dan memberikan ringtone dan wallpaper gratis, jika pengguna ponsel mengirimkan sms ke nomor tertentu (hal ini dilakukan oleh beberapa perusahaan otomotif)

  1. Publisitas

Sejumlah informasi tentang seseorang, barang, atau organisasi yang disebarluaskan ke masyarakat melalui media tanpa dipungut biaya, atau tanpa pengawasan dari sponsor.

Contoh:Sampoerna mensponsori Tour d’ISSI, balap sepeda nasional yang mendorong publisitas-publisitas gratis dalam koran-koran, radio dan tv.

  1. Public Relation

Fungsi manajemen yang membangun dan mempertahankan hubungan yang baik dan bermanfaat antara organisasi dengan public yang mempengaruhi kesuksesan atau kegagalan organisasi tersebut. (Cutlip, 2007:6)

Contoh:Iklan Esia Versi RINGGO. Pada iklan Esia versi RINGGO ini (dibikin 2 versi), menggambarkan gimana segmen entry-level dari pengguna ponsel begitu bingungnya memilih kartu prabayar dengan berbagai iming-iming tarif yang murah oleh operator. Di akhir cerita, tentu saja ujung-ujungnya Esia menjadi pilihan si talent karna tarifnya paling murah.

  1. Event

Sebuah event yang biasanya dilaksanakan untuk mendapatkan perhatian media yang bermuara pada perhatian publik tentang perusahaan (atau organisasi) atau produk perusahaan.

Contoh:Perusahaan Honda membuat klub motor Honda Tiger yang bertujuan untuk mewadahi pecinta motor Tiger dengan jadwal touring bareng,dll.

  1. Social Media

Aspek kontennya yang diciptakan oleh masyarakat umum (sosial): sebuah penggabungan sosiologi dengan fasilitas teknologi. Merubah hubungan komunikasi one-to-many (dari media yang dimilki para pemodal saja) ke many-to-many (dari masyarakat untuk masyarakat).
Social Media Marketing adalah salah satu bentuk marketing dengan menggunakan konsep Social Media. Memasarkan (marketing) sesuatu (product, brand, issue, etc) menggunakan tools-tools social media dengan memanfaatkan ‘masyarakat yang turut berpartisipasi di social media’ dalam campaignya.

Contoh:WordPress, Wikipedia, Kaskus, Youtube

Perbedaan antara delapan bauran pemasaran:

  • Iklan :Memiliki endoser dan biasanya produknya diproduksi secara massal.

  • Promosi penjualan:Promosi yang menggunakan diskon,voucher, dan promo buy one get one

  • Penjualan personal:Promosi penjualan dengan menggunakan jasa SPG atau yang lainnya yang sejenis sebagai motor gerak promosinya.

  • Direct marketing :Promosi dengan adanya media perantara dan produknya biasanya terbatas dan tak diproduksi secara massal.

  • Publisitas :Satu-satunya promosi yang tak berbayar

  • Public relation :Lebih menekankan untuk mempromosikan secara tak langsung melalui penyampaian informasi melalui tokoh-tokoh masyarakat

  • Event :Lebih menekankan pada program yang berkelanjutan terhadap suatu komunitas yang menggunakan produk perusahaan

  • Social media :Media sosial menjadi salah satu bauran promosi yang lebih tepat menggunakan teknologi internet.

Sumber- sumber:

Minggu, 28 November 2010

November 6, 2008

2 March, 2008

on 2009/04/07

Rabu, 01 Juli 2009

Selasa, 22 Januari 2008

13 Oktober 2011

May 2nd, 2009

Kejahatan Internet di Indonesia

December 5th, 2011

Kejahatan Internet di Indonesia

Indonesia bukan hanya terkenal sebagai negara terkorupsi di dunia, melainkan juga negara dengan carder tertinggi di muka bumi, setelah Ukrania. Carder adalah penjahat di internet, yang membeli barang di toko maya (online shoping) dengan memakai kartu kredit milik orang lain.

Saat ini meski pengguna internet Indonesia masih sedikit dibanding negara Asia Tenggara lainnya, apalagi dibanding Asia atau negara-negara maju, nama warga Indonesia di internet sudah tercemar. Indonesia masuk blacklist di sejumlah online shoping ternama, khususnya di amazon.com dan ebay.com Kartu kredit asal Indonesia diawasi bahkan diblokir. Sesungguhnya, sebagai media komunikasi yang baru, internet memberikan sejuta manfaat dan kemudahan kepada pemakainya. Namun internet juga mengundang ekses negatif, dalam berbagai tindak kejahatan yang mengglobal. Misalnya, tindak penyebaran produk pornorgrafi, pedofilia, perjudian, sampah (spam), bermacam virus, sabotase, dan aneka penipuan, seperti carding, phising, spamming, dll. Yang gawat, nama negara terseret karenanya.

Ini dapat berdampak buruk pada Negara yang tersangkut kejahatan internet. Selain dapat mempengaruhi hubungan dengan Negara lain juga dapat memberikan pandangan buruk terhadap Negara yang terkena kasus tersebut. Oleh karena itu peran pemerintah sangat diperlukan dalam menangani kasus seperti ini, segala cara harus dilakukan selain bekerja sama dengan pihak yang ahli dalam menangani kasus seperti ini sampai memberikan hukuman yang berat bagi pelaku yang kedapatan melakukan kejahatan. Dengan begitu kejahatan seperti ini dapat sedikit berkurang.

Jenis-jenis Kejahatan

Kejahatanpun mendapat tempat yang spesial di sini. Mulai dari penipuan sederhana sampai yang sangat merugikan, ancaman terhadap seseorang atau kelompok, penjualan barang-barang ilegal, sampai tindakan terorisme yang menewaskan ribuan orang juga bisa dilakukan menggunakan komputer dan Internet. Melihat semakin meningkatnya kejahatan di internet dan dunia komputer, mulai banyak negara yang merespon hal ini. Dengan membuat pusat-pusat pengawasan dan penyidikan kriminalitas di dunia cyber ini diharapkan kejahatan cyber tidak akan terus berkembang merajalela tak terkendali.

Tindakan, perilaku, perbuatan yang termasuk dalam kategori kejahatan komputer atau Cybercrime adalah sebagai berikut:

  • Penipuan finansial melalui perangkat komputer dan media komunikasi digital.
  • Sabotase terhadap perangkat-perangkat digital, data-data milik orang lain, dan jaringan komunikasi data.
  • Pencurian informasi pribadi seseorang maupun organisasi tertentu.
  • Penetrasi terhadap sistem komputer dan jaringan sehingga menyebabkan privasi terganggu atau gangguan pada fungsi komputer yang Anda gunakan (denial of service).
  • Para pengguna internal sebuah organisasi melakukan akses-akses ke server tertentu atau ke internet yang tidak diijinkan oleh peraturan organisasi.
  • Menyebarkan virus, worm, backdoor, trojan pada perangkat komputer sebuah organisasi yang mengakibatkan terbukanya akses-akses bagi orang-orang yang tidak berhak.

Jenis-jenis kejahatan cybercrime berdasarkan aktivitasnya:

  • Cyber Espionage. Merupakan kejahatan yang memanfaatkan jaringan internet untuk melakukan kegiatan mata-mata terhadap pihak lain, dengan memasuki sistem jaringan komputer (computer network system) pihak sasaran. Kejahatan ini biasanya ditujukan terhadap saingan bisnis yang dokumen ataupun data-data pentingnya tersimpan dalam suatu sistem yang computerized.Biasanya si penyerang menyusupkan sebuah program mata-mata yang dapat kita sebut sebagai spyware.
  • Infringements of Privacy. Kejahatan ini ditujukan terhadap informasi seseorang yang merupakan hal yang sangat pribadi dan rahasia. Kejahatan ini biasanya ditujukan terhadap keterangan pribadi seseorang yang tersimpan pada formulir data pribadi yang tersimpan secara computerized, yang apabila diketahui oleh orang lain maka dapat merugikan korban secara materil maupun immateril, seperti nomor kartu kredit, nomor PIN ATM, cacat atau penyakit tersembunyi dan sebagainya.
  • Data Forgery. Merupakan kejahatan dengan memalsukan data pada dokumen-dokumen penting yang tersimpan sebagai scriptless document melalui internet. Kejahatan ini biasanya ditujukan pada dokumen-dokumen e-commerce dengan membuat seolah-olah terjadi “salah ketik” yang pada akhirnya akan menguntungkan pelaku.
  • Unauthorized Access to Computer System and Service. Kejahatan yang dilakukan dengan memasuki/menyusup ke dalam suatu sistem jaringan komputer secara tidak sah, tanpa izin atau tanpa sepengetahuan dari pemilik sistem jaringan komputer yang dimasukinya. Biasanya pelaku kejahatan (hacker) melakukannya dengan maksud sabotase ataupun pencurian informasi penting dan rahasia. Namun begitu, ada juga yang melakukan hanya karena merasa tertantang untuk mencoba keahliannya menembus suatu sistem yang memiliki tingkat proteksi tinggi. Kejahatan ini semakin marak dengan berkembangnya teknologi internet/intranet.bagi yang belum pernah dengar, ketika masalah Timor Timur sedang hangat-hangatnya dibicarakan di tingkat internasional, beberapa website milik pemerintah RI dirusak oleh hacker.Kisah seorang mahasiswa fisipol yang ditangkap gara-gara mengacak-acak data milik KPU.dan masih banyak contoh lainnya.
  • Cyber Sabotage and Extortion. Merupakan kejahatan yang paling mengenaskan.Kejahatan ini dilakukan dengan membuat gangguan, perusakan atau penghancuran terhadap suatu data, program komputer atau sistem jaringan komputer yang terhubung dengan internet. Biasanya kejahatan ini dilakukan dengan menyusupkan suatu logic bomb, virus komputer ataupun suatu program tertentu, sehingga data, program komputer atau sistem jaringan komputer tidak dapat digunakan, tidak berjalan sebagaimana mestinya, atau berjalan sebagaimana yang dikehendaki oleh pelaku. Dalam beberapa kasus setelah hal tersebut terjadi, maka pelaku kejahatan tersebut menawarkan diri kepada korban untuk memperbaiki data, program komputer atau sistem jaringan komputer yang telah disabotase tersebut, tentunya dengan bayaran tertentu. Kejahatan ini sering disebut sebagai cyber-terrorism.
  • Offense against Intellectual Property. Kejahatan ini ditujukan terhadap Hak atas Kekayaan Intelektual yang dimiliki pihak lain di internet. Sebagai contoh adalah peniruan tampilan pada web page suatu situs milik orang lain secara ilegal, penyiaran suatu informasi di internet yang ternyata merupakan rahasia dagang orang lain, dan sebagainya.Dapat kita contohkan saat ini.Situs mesin pencari bing milik microsoft  yang konon di tuduh menyerupai sebuah situs milik perusahaan travel online.
  • Illegal Contents. Merupakan kejahatan dengan memasukkan data atau informasi ke internet tentang sesuatu hal yang tidak benar, tidak etis, dan dapat dianggap melanggar hukum atau mengganggu ketertiban umum. Sebagai contohnya adalah pemuatan suatu berita bohong atau fitnah yang akan menghancurkan martabat atau harga diri pihak lain, hal-hal yang berhubungan dengan pornografi atau pemuatan suatu informasi yang merupakan rahasia negara, agitasi dan propaganda untuk melawan pemerintahan yang sah, dan sebagainya.Masih ingat dengan kasus prita mulyasari yang sampai saat ini belum selesai.Hanya gara-gara tulisan emailnya yang sedikit merusak nama baik sebuah institusi kesehatan swasta dia di seret ke meja hijau.
  • Carding. Adalah kejahatan dengan menggunakan teknologi computer untuk melakukan transaksi dengan menggunakan card credit orang lain sehingga dapat merugikan orang tersebut baik materil maupun non materil.dalam artian penipuan kartu kredit online.
  • Cracking. Kejahatan dengan menggunakan teknologi computer yang dilakukan untuk merusak system keamanan suatu system computer dan biasanya melakukan pencurian, tindakan anarkis begitu merekan mendapatkan akses. Biasanya kita sering salah menafsirkan antara seorang hacker dan cracker dimana hacker sendiri identik dengan perbuatan negative, padahal hacker adalah orang yang senang memprogram dan percaya bahwa informasi adalah sesuatu hal yang sangat berharga dan ada yang bersifat dapat dipublikasikan dan rahasia.Sedang Cracker  identik dengan orang  yang mampu merubah suatu karakteristik dan properti sebuah program sehingga dapat digunakan dan disebarkan sesuka hati padahal program itu merupakan program legal dan mempunyai hak cipta intelektual

Aspek dari  cybercrime sendiri dapat di bagi menjadi 5, yaitu:

  1. Ruang lingkup kejahatan
  2. Sifat kejahatan
  3. Pelaku kejahatan
  4. Modus kejahatan
  5. Jenis kerugian yang ditimbulkan

Faktor-Faktor Penyebab Cybercrime

Beberapa faktor yang menyebabkan kejahatan komputer kian marak dilakukan antara lain adalah:

  • Akses internet yang tidak terbatas.
  • Kelalaian pengguna komputer. Hal ini merupakan salah satu penyebab utama kejahatan komputer.
  • Mudah dilakukan dengan resiko keamanan yang kecil dan tidak diperlukan peralatan yang super modern. Walaupun kejahatan komputer mudah untuk dilakukan tetapi akan sangat sulit untuk melacaknya, sehingga ini mendorong para pelaku kejahatan untuk terus melakukan hal ini.
  • Para pelaku merupakan orang yang pada umumnya cerdas, mempunyai rasa ingin tahu yang besar, dan fanatik akan teknologi komputer. Pengetahuan pelaku kejahatan komputer tentang cara kerja sebuah komputer jauh diatas operator komputer.
  • Sistem keamanan jaringan yang lemah.
  • Kurangnya perhatian masyarakat. Masyarakat dan penegak hukum saat ini masih memberi perhatian yang sangat besar terhadap kejahatan konvesional. Pada kenyataannya para pelaku kejahatan komputer masih terus melakukan aksi kejahatannya.
  • Belum adanya undang-undang atau hukum yang mengatur tentang kejahatan komputer.

Contoh kejahatan internet di Indonesia:

Kasus klikbca.com (situs asli Internet banking BCA). Seorang yang bernama Steven Haryanoto, seorang hacker dan jurnalis pada Majalah Web, membeli domain-domain yang mirip dengan situs internet banking BCA. Nama domainnya adalah www.klik-bca.com, kilkbca.com, clikcba.com, klicka.com, dan klikbac.com. Isi situs-situs plesetan ini nyaris sama. Jadi, jika publik tidak benar mengetik nama asli domain-nya, maka mereka akan masuk ke situs plesetan ini. Hal ini menyebabkan identitas pengguna (user_id) dan nomor identitas personal dapat diketahui. Diperkirakan, ada sekitar 130 nasabah BCA tercuri datanya.

(saya tidak melakukan plagiat)

 

 

uts e-commerce

November 15th, 2011

1. Jelaskan bagaimana hubungan E-Commerce terhadap supply chain management!

E-commerce memang berhubungan dengan supply chain managament karena E-commerce dengan segala kemudahannya membantu perusahaan dalam melakukan perencanaan, mengorganisasikan, menjalankan, sera melakukan pengontrolan terhadap rantai pasokan mereka. Dengan ini e-commerce bisa melakukan penghematan baik waktu dan biaya yang akan dihabiskan dalam hal rantai pasokan, selain itu peningkatan intensitas produksi perusahaan tentu harus didukung oleh manajemen rantai pasokan yang baik pula. Pasokan yang akan di atur untuk masuk dalam produksi harus bisa di atur dengan mudah, sehingga manajemen rantai pasokan tersebut bisa diatur dengan mudah melalui direktori online yang tentunya sangat membantu perusahaan untuk melakukan pengawasan dengan baik. Supply chain management selalu mempunyai masalah mengenai waktu pemesanan dengan waktu pengiriman dan waktu kedatangan barang yang telah dibutuhkan dalam kegiatan operasionalnya. Hal ini bisa diatasi dengan sistem yang canggih dan terintegrasi dengan otomatisasi database. Dengan hal ini sistem yang akan bekerja secara otomatis untuk mengaturnya. Sehingga dengan E-commerce ini tentunya dengan mudah melakukan berbagai hal mengenai supply chain management yang tentunya dapat meningkatkan tingkat efisiensi dan efektivitas perusahaan baik dalam hal waktu maupun biaya yang dikeluarkan. Jadi, manfaat dari hubungan antara E-Commerce dengan Supply Chain Management adalah meningkatnya hubungan perusahaan dengan konsumen secara langsung, berkurangnya biaya pengiriman produk, serta meningkatkan efektivitas perusahaan dalam memproduksi.

2. Jelaskan bagaimana E-Commerce dapat mengurangi siklus waktu, meningkatkan kinerja, karyawan dan memberikan dukungan terhadap fasilitasi pelanggan!

Mengurangi siklus waktu

Dengan e-commerce pada supply chain management mampu meningkatkan tingkat efisiensi dan efektivitas perusahaan baik dalam waktu maupun biaya yang dikeluarkan. Dengan hal ini terlihat bahwa dengan e-commerce dapat mengurangi siklus waktu.

Meningkatkan kinerja karyawan

Perusahaan sudah menggunakan e-commerce untuk melakukan koordinasi alur kinerja melalui direktori online. Peningkatan kinerja tersebut dapat terlihat dari pemberian tugas dengan lebih terstruktur dan kemudahan akses bagi karyawan mengenai apa yang harus mereka lakukan besok di pagi hari di kantor mereka. Sehingga karyawan dapat mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya secara dini untuk pekerjaan yang ttelah menanti esok hari. Sehingga perusahaan dapat meningkatkan kinerja karyawan melalui e-commerce.

Memberikan dukungan terhadap fasilitasi pelanggan

Dengan e-commerce informasi yang diberikan kepada pelanggan dapat diberikan secara lengkap dan jelas. Memudahkan pelanggan dalam melakukan transaksi pembayaran bahkan dalam membandingkan harga, merek, maupun spesifikasi barang atau jasa yang akan dibeli. Proses yang dilakukan cepat, nyaman, dan mudah, oleh karena itu EC sangat memberikan dukungan dalam memberikan fasilitas dan layanan bagi pelanggan. EC dapat merubah bentuk pelayanan yang semula harus datang langsung ke suatu instansi yang dituju ataupun melalui via telepon, tapi sekarang menjadi pelayanan yang on-line disetiap waktu dimanapun berada sehingga dapat memudahkan dalam menangani segala transaksi. Tampilan media ecommerce menjadikan pelanggan dapat leluasa melihat segala aktivitas yang dilakukan oleh sebuah perusahaan dalam memasarkan produknya.

 3. Bandingkan antara “marketplaces” dengan “marketspaces”. Apa keunggulan dan keterbatasan masing-masing!

a)      Marketplaces
Marketplaces adalah tempat di mana transaksi perdagangan dengan sejumlah uang atau pertukaran antara penjual dan pembeli atas barang dan jasa terjadi. Proses transaksi perdagangan terjadi secara langsung (face to face) dan komunikasi juga dilakukan secara langsung (2 arah).

Kelebihan :

  1. Pembeli dan penjual bertemu langsung dan bertransaksi secara langsung.
  2. Konsumen dapat berkomunikasi langsung dengan penjual, sehingga kecil kemungkinan terjadi perbedaan persepsi antara penjual dan pembeli.
  3. Dapat membangun image positif perusahaan karena dapat secara langsung menunjukkan kepada konsumen mengenai proses pelayanan dan kualitas produk yang ditawarkan.
  4. Kepercayaan bisa dengan mudah diperoleh, rasa aman karena bisa langsung bertemu penjual/ pembeli.
  5. Pembeli menerima barang dan penjual menerima uang pembayaran saat itu juga, ketika transaksi sedang berlangsung.
  6. Tidak perlu menggunakan alat bantu dalam berhubungan seperti jaringan atau koneksi internet dalam melakukan transaksi.

Keterbatasan :

  1. Proses lama, memerlukan biaya yang tidak sedikit dan tidak bisa dilakukan sewaktu-waktu.
  2. Tidak fleksibel, karena pembeli dan penjual wajib bertemu di tempat yang disebut sebagai pasar.

b)      Marketspace
marketplaces yang dilakukan melalui media elektronik di mana terjadi perubahan dalam beberapa proses dalam perdagangan dan rantai persediaan baik transaksi, pertukaran informasi, maupun pembayarannya.

Kelebihan :

  1. Mengurangi biaya perolehan atas suatu informasi yang berharga.
  2. Perusahaan dapat memperluas jaringan pemasaran produk maupun jaringan kerjasama dengan pihak-pihak luar.
  3. Konsumen dapat bertanya secara cepat dan langsung dan online kepada produsen tentang produk-produk yang ditawarkan
  4. transaksi dapat lebih cepat dan mudah dilakukan dimana saja selama ada jaringan internet, adanya fleksibilitas, tersedianya informasi yang lengkap.

Keterbatasan :

  1. sistem keamanan internet yang belum memadai sehingga kepercayaan dari para konsumen terhadap transaksi lewat internet sangat lemah.
  2. Adanya risiko yang besar akan terjadinya tindak kejahatan penipuan dan pembajakan serta adanya keterbatasan jaringan internet di wilayah terpencil.
  3. Perlu adanya tambahan biaya untuk alat-alat khusus sperti koneksi internet, modem, dan sebagianya.
  4. Ketika transaksi sudah berlangsung, pembeli tidak langsung menerima barang yang dibeli, sedangkan penjual juga tidak menerima uang secara langsung.
  5. Ancaman dari pihak-pihak banyak.

4. Bandingkan harga Sony digital Camera pada: http://shopping.com , http://mysimon.com , http://bottomdollar.com , http://bizrate.com , dan http://pricescan.com . Situs mana yang memberikan harga terbaik? Dimana anda mendapatkan informasi terbaik?

Perbandingan harga SONY Digital Camera (Sony Cyber Shot DSC T700)

  • Shopping.com                      : Price: $ 281-$350 at 9 stores
  • Mysimon.com                      : Price: $ 292 – $335 at 3 stores
  • Bottomdollar.com            : Price: $ 289 – $ 293.88 at 2 stores
  • Bizrate.com              : Price: $ 292 – $419 at 5 stores
  • Pricescan.com                      : Price: $288,95 – $ 329,77 at 7 stores

Menurut saya situs yang memberikan harga terbaik adalah shopping.com. Dari data yang diperoleh di atas, dapat kita lihat bahwa shopping.com memberikan harga yang paling murah, dan membarikan penawaran yang lebih banyak, yaitu pada sembilan toko. Selain itu, situs yang memberikan informasi terbaik adalah shopping.com karena memberikan informasi lebih dengan kisaran harga yang paling murah sampai yang termahal di 9 webstores yang menyediakan Sony Cyber Shot T700.

5. Jelaskan bagaimana trust, kepuasan, loyalitas konsumen pada E-commerce (Tunjukkan berdasarkan riset yang termuat di jurnal http://sciencedirect.com sebagai rujukan)!

  • Faktor trust

Merupakan salah satu faktor kritis dalam e-commerce, terutama menyangkut competence trust dan goodwill trust. Transaksi melalui internet tidak bisa jalan tanpa adanya faktor kepercayaan. Apalagi pihak-pihak yang terlibat belum tentu bisa bertatap muka secara langsung. Faktor kepercayaan ini sangat sukar dibangun, namun sangat mudah sekali dirusak. Oleh karena itu dibutuhkan tiga faktor utama dalam rangka membangun dan mempertahankan trust, yaitu kepuasan pelanggan, reputasi dan itikad baik pemasok, serta pengakuan dari pihak ketiga

  • Faktor kepuasan

Pada E-Commerce sangat bergantung pada penggunaan konsumen akan situs yang ada (bergantung pada keinginan Subjektif), dimana apabila situs tersebut memberikan apa yang diinginkan konsumen maka konsumen akan puas dan sebaliknya.
Hal penting yang dilakukan oleh online vendors dalam menarik dan menciptakan pelanggan baru yaitu loyalitas.

  • Loyalitas konsumen

Selain itu loyalitas pelanggan berdampak baik untuk perkembangan dan keuntungan dari  vendors. Loyalitas pelanggan pada suatu vendor akan menyebabkan pelanggan tersebut melakukan lebih banyak transaksi dengan vendor tersebut. Salah satu cara untuk meningkatkan loyalitas pelanggan terhadap penggunaan e-commerce adalah dengan memberikan pelayanan yang berkualitas baik, yang diharapkan dapat membuat pelanggan untuk kembali melakukan transaksi dengan vendor tersebut.

6. Jelaskan bagaimana penerapan segmentasi pada E-commerce!

Segmentasi pasar merupakan proses pemisahan konsumen ke dalam beberapa kelompok untuk memimpin penelitian pasar, iklan, dan penjualan. Pasar konsumen dapat dipisahkan melalui beberapa cara, seperti melalui geografi, demografi, psikografi (gaya hidup), dan keuntungan yang diperoleh. Jadi dalam e-commerce setiap perusahaan perlu melakukan penelitian terhadap pasar terlebih dahulu mengenai produknya. Tahap selanjutnya adalah perusahaan perlu memutuskan siapa target konsumennya, di mana hal ini akan sangat berguna dalam membentuk layout dasar situs yang akan digunakan. Setelah tahapan ini berjalan dan situs telah dibuka, perusahaan perlu melakukan berbagai evaluasi terhadap kinerjanya sebelum dan setelah situs dibuka. Dari hasil evaluasi inilah perusahaan melakukan berbagai perbaikan terhadap situsnya agar lebih baik dan komunikatif sehingga mampu menarik perhatian atau minat konsumen.

7. Cari contoh 3 situs yang menerapkan B2B menggunakan E-commerce. Berikan gambaran (ceritakan) tentang situs-situs tersebut!

  • Amazon.Com

Dari segi tampilannya, amazon.com lebih terlihat mewah dan space yang lebar dengan kesan luas. Ketika kali pertama masuk, kesan pertama yang mungkin timbul dari para user, situs ini menyenangkan untuk buat berbelanja secara online, sehingga para user biasanya betah untuk browsing atau surfing di amazon.com. Produk yang ditampilkan sudah digolongkan sesuai dengan kategori yang disediakan oleh amazon.com. Dan yang menjadi keunggulan di sini adalah tampilannya yang selalu baru atau update terus menerus. Keunggulan lain situs ini adalah pada gambar bukan tulisan. Tiap produk yang ditawarkan diwakili dengan display produk itu sendiri. Namun, dari setiap tampilan display, produk tidak selalu disertai dengan cantuman harga. Dengan demikan, “membuat” para user untuk meng-click produk tersebut jika user ingin tahu harga yang ditawarkan. Ketika sudah masuk pada produk yang diinginkan, user kembali dihadapkan pada berbagi pilihan yang menarik. Ada tampilan harga asli (list price) dan harga special khusus pembelian di amazon.com (our price) dengan keterangan biaya yang dapat dihemat customer bila membeli di amazon.com.

  • Wal Mart.Com

Wal Mart merupakan perusahaan pengecer terbesar di dunia dan menggunakan B2B dalam bisnis onlinenya. Dengan B2B tiap bulan Wal Mart dapat dengan mudah memberikan laporan rugi laba kepada tiap supplier utamanya atas tiap barang yang diterima dari supplier yang bersangkutan. Wal Mart membuat suatu inisiatif yang dinamakan Collaborative Forecasting and Replenishment (CFAR) untuk membantu retailer dan suppliernya berkolaborasi dalam suatu prakiraan tunggal jangka pendek, kemudian membakukannya dengan memindahkan dari dunia angan-angan ke dalam realita work order.

  • www.Barangjasa.Com

www.Barangjasa.Com lebih khusus kepada jual-beli barang dan jasa. Di www.Barangjasa.Com disediakan menu-menu berupa forum jual-beli, tukar link web, blog barang dan jasa, berita dan artikel maupun direktori bisnis. Hampir semua kategori produk iklan ada, disertai pula pengaturan iklan dan jumlah keseluruhan iklan. Posting-posting terbaru selalu ditampilkan di halaman awal beserta jumlah member beserta komentar mereka.