RSS
 

HUKUM POSITIF DAN ETIKA

24 Feb

Hukum positif adalah hukum yang sedang berjalan atau berlaku saat ini juga pada suatu negara. Pada tiap
negara memiliki peraturan dan hukum yang diterapkan atau dipakai. Hukum sendiri dibagi menjadu dua
bagian, yaitu hukum tertulis dan tidak tertulis. Hukum tertulis ialah hukum yang didasarkan pada peraturan
perundang-undangan yang diatur oleh pejabat berwenang dan dibuat sesuai dengan undang-undang di
Indonesia. Lalu yang dimaksud dengan hukum tidak tertulis ialah hukum yang mencakup aturan adat dan
agama yang sudah turun temurun diakui oleh hukum dengan keputusan hakim. Seperti di Indonesia saat ini
diberlakukannya hukum perdata dan pidana.
Menurut Mckenzie (1862) hukum dibagi dalam empat bagian. Yaitu, dua jenis hukum positif hukum positif
ilahi, hukum positif alam, hukum positif negara merdeka, dan hukum negara. Yang pertama hukum positif
ilahi. Yaitu menyangkut tugas agama dan diturunkan dari wahyu. Yang dikontraskan oleh Mckenzie dengan
hukum alam yang dikenali oleh akal sendiri tanpa bantuan wahyu. Yang ketiga adalah hukum positif negara
merdeka, yang dibuat oleh kekuatan tertinggi di negara bagian dengan kata lain dibuat oleh manusia.
Keempat adalah hukum negara, mengatur negara dalam hubungan mereka satu sama lain.
Etika adalah ilmu tentang yang baik dan yang buruk dan tentang hak dan kewajiban moral atau akhlak.
(KBBI, 2008) etika dipakai dalam nilai-nilai dan norma moral yang menjadi pegangan bagi seorang atau
suatu kelompok dalam mengatur tingkah lakunya, etika juga dipakai dalam arti kumpulan asas dan nilai
moral yang dimaksu kode etik. Menurut Magnis Suseno (1987) etika adalah suatu ilmu yang membahas
tentang bagaimana kita harus mengikuti suatu ajaran atau moral tertentu atau bagaimana kita harus
mengambil sikap yang bertanggung jawab berhadapan dengan berbagai ajaran moral.
Perbedaan antara hukum positif dan etika adalah etika keberadaannya tidak dituliskan sedangkan hukum
ada dalam bentuk tertulis dan terbukukan sebagai hukum negara, etika bersifat subyektif dan fleksibel
sedangkan hukum bersifat jelas dan tegas. Etika tidak memerlukan alat untuk menjamin pelaksanaan nya
tetapi hukum memerlukan alat penegak hukum untuk pelaksanaannya.
Contoh pelanggaran hukum adalah mencuri, menipu, membunuh dan lain-lain. Contoh pelanggaran etika
adalah berkata tidak jujur, tidak menghargai orang lain, dan tidak menghormati orang tua.

Referensi:
Mackenzie, Thomas (1862). Studies in roman law: with comparative views of the laws of france, England,
and Scotland. Edinburgh: w. Blackwood and Son
Suseno, Magnis (1995) Pokok-Pokok Etika Profesi Hukum. Jakarta. Pradnya Paramitha

 
Comments Off on HUKUM POSITIF DAN ETIKA

Posted in hukum media

 

Hello world!

09 Jan

Selamat datang di Student Blogs. Ini adalah posting pertamaku!