Archive for the ‘ DASAR SISTEM INFORMATIKA ’ Category

LocalAreaNetwork

Membangun LAN di lingkungan Kantor/Rumah

Local Area Network (LAN) merupakan suatu hal yang tidak asing bagi Anda yang sering bekerja dengan bantuan teknologi. Dengan adanya LAN, beberapa sumber daya (resource) yang penting dapat digunakan bersama-sama tanpa mengurangi sedikitpun kinerjanya. Sebagai contoh, diasumsikan dikantor Anda terdapat 15 karyawan administrasi yang masing-2 membutuhkan printer didalam pekerjaan sehari-harinya.

Dengan kondisi tersebut, mungkin akan muncul beberapa pertanyaan :

Apakah BigBoss Anda akan membeli 15 printer bagi mereka ? tentu saja tidak karena itu adalah suatu pemborosan.

Apakah sebuah komputer yang tersambung dengan sebuah printer akan digunakan secara bergantian hanya sekedar untuk mencetak selembar surat ? Tentu saja tidak karena hal itu akan menghambat kinerja masing-2 karyawan dan akan terjadi antrian serta terbuangnya sebagian waktu secara percuma.

Bagaimana solusinya, bangunlah sebuah LAN di lingkungan ! Mengapa ?

Dengan adanya LAN, sebuah printer (atau sumber daya lainnya) dapat disharing di sebuah komputer dan karyawan yang tidak mempunyai printer dapat mengkoneksikan komputer kerjanya ke komputer terminal ketika akan melakukan pencetakan. Selain printer untuk keperluan cetak mencetak, media penyimpanan seperti Hardisk atau CD-DVD dapat juga disaring agar bisa digunakan secara bersama-sama dalam satu lingkup LAN. Tersedianya LAN juga sudah memungkinkan saat ini untuk menikmati koneksi internet bersama-sama dengan cukup menggunakan sebuah koneksi.

Perangkat LAN

Diasumsikan Anda hendak membangun sebuah LAN dengan topologi Star/Bintang dengan jenis koneksi 10/100 mbps maka perangkat yang perlu disediakan adalah :

1. Komputer yang dilengkapi Kartu Jaringan (LAN Card/Ethernet).
2. Kabel Jaringan dengan jenis UTP Cat 5 dan Konektor Kabel (RJ45).
Penggunaan kabel yang memiliki kualitas baik akan membantu meningkatkan performance LAN yang akan dibangun nantinya.
3. Tang Kabel. Digunakan untuk menjepit kabel ke konektor.
4. Switch atau Hub. Digunakan untuk media pengatur aliran data secara fisik.
5. Sistem Operasi yang mendukung fitur Networking.

Instalasi Kabel
Proses instalasi kabel pada LAN hampir sama konsepnya dengan instalasi kabel listrik. Perbedaannya adalah jenis kabel UTP sudah mulai mengalami penurunan daya transmisi sewaktu melewati jangkauan sekitar 50 meter-an. Untuk menguatkan daya agar data tidak hilang ditengah jalan dibutuhkan sebuah penguat (repeater). Pada lingkungan LAN yang tidak terlalu komplek , sebuah switch dapat dimanfaatkan sebagai pengatur sekaligus sebagai repeater agar bisa berhemat didalam melakukan pembelian perangkat.

Sebelum melakukan proses instalasi, sebaiknya di-sketsa terlebih dahulu dengan matang dan seksama jalur kabel yang hendak dipasang. Jalur yang dilewati kabel sebaiknya harus terbebas dari gangguan alam (hujan & panas), interperensi gelombang elektromagnetik dan tekanan benda-2 keras. Usahakan kabel tidak melewati daerah yang bisa menyebabkan lekukan karena akan memungkinkan kabel menjadi patah atau terbelit. Selain itu , kabel yang telah dipasang sebaiknya dilindungi dengan penutup agar tidak diganggu binatang seperti tikus atau sejenisnya.

Langkah selanjutnya adalah memasang konektor pada kedua ujung kabel. Sebelum konektor dijepitkan pada kabel, susunan serat kabel haruslah benar. Secara teori, ada 2 bentuk susunan serat kabel yaitu Straight (sejajar) dan Cross (silang). Bentuk Cross hanya bisa digunakan untuk mengkoneksikan dua PC secara langsung tanpa perantara, sedangkan untuk bentuk koneksi yang melibatkan banyak PC maka harus menggunakan bentuk Straight.

Banyak variasi didalam penyusunan pola serat kabel dan salah satu skema yang sering digunakan oleh banyak implementator jaringan adalah sebagaimana tampak pada gambar berikut :

Anda bebas memilih menggunakan pola yang mana asal kedua ujung kabel haruslah mempunyai pola sama.

Penomoran IP (Internet Protokol) Komputer

Setiap komputer yang terhubung pada LAN harus mempunyai nomor identifikasi unik sebagai pengenal antar komputer yang biasanya dikenal dengan istilah nomor IP. Dalam ilmu komputer, nomor IP dibagi menjadi 3 golongan(kelas) A,B,C. Masing-masing kelas dibedakan berdasar jangkauan(range) nomor yang tersedia dan Anda harus menggunakan salah satu kelas/golongan dalam lingkup LAN yang sama. Nomor IP pada semua komputer dapat ditentukan secara manual (statis) ataupun dapat dialokasikan secara dinamis menggunakan bantuan perangkat lain (misal : sistem DHCP ). Untuk teori lanjut tentang penggolongan nomor IP akan penulis terangkan pada tulisan mendatang yang khusus membahas bentuk penomoran IP secara lebih detil.

Menguji Koneksi LAN

Setelah semua komputer sudah terkoneksi ke LAN melalui kabel dan telah memiliki sebuah penomoran IP yang unik maka langkah selanjutnya adalah melakukan ujicoba apakah koneksi antar komputer dapat dilakukan. Cara yang paling gampang dan sederhana adalah dengan melakukan proses “Ping” antar komputer. “Ping” adalah semacam proses pengiriman sinyal pada sebuah komputer dan jika komputer target menerima sinyal yang Anda kirim maka otomatis akan direspon dengan sebuah sinyal balik ke komputer pengirim. Proses “Ping” dapat dilakukan melalui jendela Command Prompt(WIN) atau Console/Terminal(NIX) dengan mengetikkan sintak :

Ping [nomor IP]
Contoh : ping 192.168.0.18

Koneksi sukses ditandai dengan munculnya pesan “Replay xxx from xxx …..” pada layar dan selanjutnya Anda dapat bereksperimen dengan melakukan aktifitas lain seperti sharing printer, browsing internet dan lainnya.

Pencetak laser atau printer laser

Gary K. Starkweather adalah insinyur dan penemu berkebangsaan Amerika Serikat.

Pada tahun 1969, Starkweather menemukan pencetak laser di pusat penelitian Webster Xerox. Ia bekerja sama dengan sistem pencetak laser yang berfungsi penuh di Xerox PARC pada tahun 1971.

Di Apple Computer pada tahun 1990-an, Starkweather menemukan teknologi pengaturan warna, dan memimpin perkembangan Colorsync . Pada tahun 2004, ia dipilih ke United States National Academy of Engineering.

Printer atau pencetak adalah alat yang menampilkan data dalam bentuk cetakan, baik berupa teks maupun gambar/grafik, di atas kertas. Printer biasanya terbagi atas beberapa bagian, yaitu picker sebagai alat mengambil kertas dari tray. Tray ialah tempat menaruh kertas. Tinta atau toner adalah alat pencetak sesungguhnya, karena ada sesuatu yang disebut tinta atau toner yang digunakan untuk menulis pada kertas. Perbedaan toner dan tinta ialah perbedaan sistem; toner atau laser butuh pemanasan, sedangkan tinta atau inkjet tak butuh pemanasan, hanya pembersihan atau cleaning pada print-head printer tersebut.

Ada pula kabel fleksibel untuk pengiriman sinyal dari prosesor printer ke tinta atau toner. Kabel ini tipis dan fleksibel, namun kuat. Pada bagian belakang printer biasanya ada port paralel atau USB untuk penghubung ke komputer.

Pencetak modem merupakan alat canggih. Perkakasan elektronik yang terdapat dalam sebuah pencetak sama dengan perkakasan elektronik yang terdapat dalam komputer itu sendiri. Pencetak mempunyai 6 jenis yaitu jenis Dot-Matrix, jenis Daisy Wheel, jenis Ink-Jet / jenis Bubble Jet, jenis Chain, jenis Drum dan jenis Laser.

Pencetak laser atau printer laser adalah pencetak untuk komputer yang menggunakan teknologi diode cahaya untuk mendapatkan partikel-partikel kecil toner dari cartridge ke kertas. Alat ini sering lebih ekonomis dibanding menggunakan tinta pencetak tinta.

Proses

Pencetak laser bekerja dengan melibatkan 7 langkah:
1. Pemrosesan Gambar Raster: peosesor dalam pencetak mengubah data untuk dicetak dari format apapun yang ada, ke bitmap halaman untuk dicetak – yang kemudian disimpan dalam memori gambar raster.
2. Pengisian: Sebuah muatan elektrostatik kemudian diproyeksikan ke drum fotosensitif berputar dalam pencetak.
3. Penulisan: Sinar laser diarahkan pada cermin poligon berputar, yang mengalihkan sinar itu ke drum fotosensitif. Data yang dirasterisasi kini dibaca, dan digunakan untuk mengendalikan apakah laser itu menyala atau tidak, karena sinar itu menyapu drum – di mana ketika sinar laser mengenai drum muatannya dibalik, menciptakan gambaran listrik laten di permukaan.
4. Perkembangan: Permukaan drum kemudian dipajankan ke partikel toner bermuatan negatif, yang ditarik ke daerah di mana laser itu menulis gambaran listrik tersimpan. Toner itu akan diusir oleh muatan negatif daerah di drum di mana sinar laser tak mengenainya, dan kemudian menghilangkan muatan.
5. Transfer: Drum sekarang diputar ke kertas, mengubah gambar dari drum ke kertas (untuk membantu proses ini ada pemutar bermuatan positif di belakang kertas, yang mendorong toner dari drum dan ke kertas).
6. Penggabungan: Kertas kemudian dilewatkan melalui penggabung, di mana pemutar itu menyiapkan panas dan tekanan untuk mengikat toner ke kertas.
7. Pembersihan: Sebuah tangkai tak bermuatan listrik dan lampu penembak menghilangkan toner dan semua muatan yang tersisa di drum (semua ini akan terjadi dalam 1 revolusi drum).

DSI- Cheat Engine

CHEAT ENGINE Atau familiar di sebut CE? ialah program cheat untuk menaikan level secara cepat merubah Def menjadi lebih tinggi..
Diantara Kegunaan CHEAT ENGINE
1. Menaikan DEF Sampai 40%
2. Menambah Exp sampai 30%
3. Merubah Poin sampai 200.000

PENGENALAN UCE (universal cheat engine)

UCE adalah cheat engine dan memiliki macam-macam jenis dan kelebihan tentunya dalam hal setting.
dalam game offline kita dapat menggunakan hampir seluruh cheat engine untuk game yang kita mainkan  sesuai dengan ketentuan dan caranya masing-masing.
sedangkan dalam game online kita harus menggunakan cheat engine yang bisa bypass kedalam game online tersebut.
Bypass sendiri adalah keadaan dimana kita dapat menembus sistem game yang dilindungi oleh GameGuard semisal pada Seal Online, mereka menggunakan NProtect sebagai game guard.

kelebihan cheat engine:
-hanya membutuhkan satu program saja minimal untuk semua cheat yang dibutuhkan.
-adress-adress dan value bisa digunakan untuk membuat trainer.
-dapat di-update sehingga memudahkan bypass ke game-game online seluruh dunia.
-rata-rata merupakan freeware dan tidak diperjualbelikan.
-mudah dipergunakan.
-menggunakan sistem scan, sehingga adress yang masuk dapat terus disaring hingga menjadi valid
-berguna sekali bagi yang tidak ingin susah-susah untuk bermain game.
-adress dapat disave dalam format .ct yang dapat digunakan semua cheat engine di dunia.

kekurangan cheat engine:
-penggunaan ALT-TAB yang terlalu sering ketika memainkan game akan lebih cepat menghabiskan memori terutama yang berkapasitas rendah.
-dalam beberapa engine terdapat pula trojan atau virus.
-tingkatan cara penggunaan yang semakin lama semakin rumit akan membuat orang menyerah mempelajarinya.

SETTING

untuk setting biasanya lebih diperlukan untuk masuk kedalam game online.
sedangkan untuk game offline tidak begitu berpengaruh.

gambar setting dari sebuah cheat engine.

PEMBELAJARAN SINGKAT
berikut merupakan contoh apliksai Cheat Engine
dengan game The Sims Makin` Magic dengan spuc3ngine sebagai Cheat Enginenya

berikut cara dan screenshotnya :

-membuka terlebih dahulu cheat engine yang ingin dipergunakan, dalam hal ini sebagai contoh menggunakan spuc3engine.

-masuk ke dalam game yang ingin di-hack dan pastikan kita bisa menggunakan ALT-TAB.

-open process game yang  ingin kita hack dan mulai memainkan game yang kita inginkan.

-mencari value yang ingin kita ubah disini sebagai contoh akan mengubah value simoloens (uang dalam sims).

-tekan ALT-TAB untuk menuju ke Cheat Engine kita lalu scan value simoleons  dengan menekan tombol “first Scan”.

-setelah kita mendapatkan adress yang benar-benar valid(biasanya terdapat lebih dari satu adress, tapi disini  agak beruntung karena hanya menemukan satu adress saja yang berarti itu adalah valid adress.

-mengganti value dari adress tersebut menjadi sesuai dengan yang kita inginkan lalu klik “OK”

-perhatikan dan pastikan bahwa value memang berganti dengan melihat kotak sebelah kiri.

-kembali lagi ke game  dan check hasil tersebut, maka kita tidak perlu rumit-rumit lagi untuk “nge-hack”.

-tekan tombol frozen untuk men-freeze value kita agar semisal kita memakainya tidak akan mnerus berkurang.

WINDOWS XP Professional

WINDOWS XP Professional Microsoft Windows XP Professional kependekan dari Microsoft Windows Experience Professional merupakan sistem operasi berbasis grafis (gambar) dengan berbagai fasilitas, dan kemudahan dalam pengoperasiannya.Microsoft Windows XP ini merupakan salah satu produk unggulan dari Microsoft Corporation yang secara resmi dikeluarkan pada tanggal 25 Oktober 2001. Microsoft Windows XP yang selanjutnya yang disingkat dengan Windows XP ini merupakan kelanjutan dari dari Windows versi sebelumnya dengan berbagai fasilitas yang ada didalamnya, baik merupakan fasilitas penyempurnaan maupun fasilitas terbaru yang tidak ada pada versi sebelumnya. Dengan Windows XP ini anda akan dipermudah dalam penggunaannya, lebih menyenangkan, lebih cepat, kompatibel dengan berbagai perangkat lunak (software) maupun perangkat keras (hardware). Hal inilah yang menyebabkan semakin banyak pengguna sistem operasi Windows XP ini dalam masyarakat. Banyak perubahan yang terjadi dalam system operasi Microsoft Windows XP ini, mulai dari masalah registrasi,kelengkapan driver, peningkatan performance, design interface baru, Internet Explorer dengan versi terbaru yang mengarahkan orientasi user dalam penggunaannya, sampai sesuatu yang belum pernah diterapkan pada Microsoft Windows generasi-generasi sebelumnya, yaitu Firewall.

1.1 REGISTRASI Dalam hal masalah registrasi, Microsoft Windows XP telah mengimplementasikan Windows Product Activation (WPA) dalam sistemnya. Artinya, dalam hal ini Microsoft menginginkan semua informasi tentang penggunanya. Karena dalam hal ini Microsoft memaksa penggunanya untuk melakukan registrasi dan pengguna diberi waktu selama 14 hari untuk melakukan aktivasi. Jika aktivasi ini tidak dilakukan sesuai dengan prosedur yang telah digariskan maka Microsoft Windows XP akan macet dan tidak dapat digunakan lagi. Yang paling menonjol dalam hal aktivasi ini adalah bahwa pihak Microsoft menyediakan kombinasi dari 35 angka yang terus berubah. Dalam hal ini pengguna harus memasukkan nya ke dalam Activation Mask yang telah disediakan pihak Microsoft. Jika proses ini dapat dilewati maka Microsoft Windows XP akan dapat digunakan kembali.

1.2 KELENGKAPAN DRIVER Windows XP dibentuk dengan kompabilitas tinggi terhadap software-software yang ada sekarang. Bahkan Windows XP telah dipersiapkan untuk mendukung program-program berarsitektur Windows generasi sebelumnya seperti Windows 9x/Me/NT/2000. hal ini akan memberikan kemudahan dalam menggunakan software-software lama berarsitektur Windows 9x/Me/NT/2000. Namun demikian banyak juga program yang tidak bekerja dengan baik bahkan tidak mau berjalan karena adanya emulasi yang dipersiapkan oleh Windows XP ini, khususnya untuk software-software yang memiliki driver khusus untuk menjalankannya. Dari sisi hardware, tidak semua hardware kompatibel dengan sistem Windows XP. Hanya dari sisi multimedia dan kamera digital terdapat perkembangan yang mengembirakan.

1.3 PERFORMANCE YANG HANDAL Telah terjadi banyak perubahan dari sisi performance pada Windows XP ini. Penambahan kecepatan pada event-event tertentu, seperti saat booting, yang bahkan kecepatannya bias melampaui kecepatan booting Windows 2000. Feature terbaru yang tak kalah menariknya adalah bahwa kita dapat melakukan pergantian user (pada Windows generasi sebelumnya, harus menggunakan logoff), tanpa harus menutup aplikasi yang sedang aktif (hal ini tidak berlaku pada logoff), yaitu dengan menggunakan switch user. Dari sisi tampilan, terdapat desktop gaya baru dari Windows XP yang disebut dengan Luna. Gaya desktop ini berbeda total jika dibandingkan dengan desktop yang dimiliki oleh generasi Windows 9x/Me bahkan Windows 2000.

Windows tersebut merupakan minimum persyaratan untuk fungsionalitas dasar. Persyaratan aktual berbeda-beda, tergantung pada konfigurasi sistem dan program dan fitur yang Anda pilih untuk diinstal. Jika Anda menginstal Windows XP melalui jaringan, Anda mungkin perlu ruang hard disk tambahan.

Persyaratan hardware minimum untuk Windows XP Home Edition adalah: Prosesor Pentium 233-megahertz (MHz) atau yang lebih cepat (disarankan 300 MHz) RAM sekurangnya 64 megabyte (MB) (disarankan 128 MB) Ruang hard disk sekurangnya 1.5 gigabyte (GB) Drive CD-ROM atau DVD-ROM Keyboard dan Mouse Microsoft atau beberapa perangkat penunjuk kompatibel lainnya Adaptor video dan monitor dengan resolusi Super VGA (800 x 600) atau yang lebih tinggi Kartu suara Speaker atau headphone Prosesor Pentium 233-megahertz (MHz) atau yang lebih cepat (disarankan 300 MHz) RAM sekurangnya 64 megabyte (MB) (disarankan 128 MB) Ruang hard disk sekurangnya 1.5 gigabyte (GB) Drive CD-ROM atau DVD-ROM Keyboard dan Mouse Microsoft atau beberapa perangkat penunjuk kompatibel lainnya Adaptor video dan monitor dengan resolusi Super VGA (800 x 600) atau yang lebih tinggi Kartu suara Speaker atau headphone

Persyaratan hardware minimum untuk Windows XP Professional meliputi: Prosesor Pentium 233-megahertz (MHz) atau yang lebih cepat (disarankan 300 MHz) RAM sekurangnya 64 megabyte (MB) (disarankan 128 MB) Ruang hard disk sekurangnya 1.5 gigabyte (GB) Drive CD-ROM atau DVD-ROM Keyboard dan Mouse Microsoft atau beberapa perangkat penunjuk kompatibel lainnya Adaptor video dan monitor dengan resolusi Super VGA (800 x 600) atau yang lebih tinggi Kartu suara Speaker atau headphone Prosesor Pentium 233-megahertz (MHz) atau yang lebih cepat (disarankan 300 MHz) RAM sekurangnya 64 megabyte (MB) (disarankan 128 MB) Ruang hard disk sekurangnya 1.5 gigabyte (GB) Drive CD-ROM atau DVD-ROM Keyboard dan Mouse Microsoft atau beberapa perangkat penunjuk kompatibel lainnya Adaptor video dan monitor dengan resolusi Super VGA (800 x 600) atau yang lebih tinggi Kartu suara Speaker atau headphone

Keunggulan Windows XP

• Microsoft Windows XP memiliki stabilitas yang tinggi terhadap sistem yang dimilikinya.

• Aplikasi yang dijalankan pada system Windows XP dapat dijalankan oleh komputer lain melalui internet.

• Dengan menggunakan Remote Assistence kita dapat memonitor kerusakan komputer yang terjadi pada komputer lain dari jarak jauh melalui internet.

• Memiliki sistem keamanan yang dapat digunakan untuk melindungi folder-folder khusus agar dapat digunakan oleh pemiliknya sendiri.

• Windows XP dapat digunakan untuk berbagi aplikasi secara real time ke seluruh dunia.

Kekurangan Windows Xp

• Pihak Microsoft sangat membatasi kenyamanan pemakaian terhadap sistem operasi Windows XP ini dimana setiap pengguna harus melakukan aktivasi pihak Microsoft pada periode-periode tertentu.

• Tidak adanya Java Virtual Machine seperti generasi-generasi Windows sebelumnya.

Pengertian E-Learning

Sekilas perlu kita pahami ulang apa e-Learning itu sebenarnya. E-Learning adalah pembelajaran jarak jauh (distance Learning) yang memanfaatkan teknologi komputer, jaringan komputer dan/atau Internet. E-Learning memungkinkan pembelajar untuk belajar melalui komputer di tempat mereka masing-masing tanpa harus secara fisik pergi mengikuti pelajaran/perkuliahan di kelas. E-Learning sering pula dipahami sebagai suatu bentuk pembelajaran berbasis web yang bisa diakses dari intranet di jaringan lokal atau internet. Sebenarnya materi e-Learning tidak harus didistribusikan secara on-line baik melalui jaringan lokal maupun internet, distribusi secara off-line menggunakan media CD/DVD pun termasuk pola e-Learning. Dalam hal ini aplikasi dan materi belajar dikembangkan sesuai kebutuhan dan didistribusikan melalui media CD/DVD, selanjutnya pembelajar dapat memanfatkan CD/DVD tersebut dan belajar di tempat di mana dia berada.

Ada beberapa pengertian berkaitan dengan e-Learning sebagai berikut :

Pembelajaran jarak jauh.

E-Learning memungkinkan pembelajar untuk menimba ilmu tanpa harus secara fisik menghadiri kelas. Pembelajar bisa berada di Semarang, sementara “instruktur” dan pelajaran yang diikuti berada di tempat lain, di kota lain bahkan di negara lain. Interaksi bisa dijalankan secara on-line dan real-time ataupun secara off-line atau archieved.

Pembelajar belajar dari komputer di kantor ataupun di rumah dengan memanfaatkan koneksi jaringan lokal ataupun jaringan Internet ataupun menggunakan media CD/DVD yang telah disiapkan. Materi belajar dikelola oleh sebuah pusat penyedia materi di kampus/universitas, atau perusahaan penyedia content tertentu. Pembelajar bisa mengatur sendiri waktu belajar, dan tempat dari mana ia mengakses pelajaran.

Pembelajaran dengan perangkat komputer

E-Learning disampaikan dengan memanfaatkan perangkat komputer. Pada umumnya perangkat dilengkapi perangkat multimedia, dengan cd drive dan koneksi Internet ataupun Intranet lokal. Dengan memiliki komputer yang terkoneksi dengan intranet ataupun Internet, pembelajar dapat berpartisipasi dalam e-Learning. Jumlah pembelajar yang bisa ikut berpartisipasi tidak dibatasi dengan kapasitas kelas. Materi pelajaran dapat diketengahkan dengan kualitas yang lebih standar dibandingkan kelas konvensional yang tergantung pada kondisi dari pengajar.

Pembelajaran formal vs. informal

E-Learning bisa mencakup pembelajaran secara formal maupun informal. E-Learning secara formal, misalnya adalah pembelajaran dengan kurikulum, silabus, mata pelajaran dan tes yang telah diatur dan disusun berdasarkan jadwal yang telah disepakati pihak-pihak terkait (pengelola e-Learning dan pembelajar sendiri). Pembelajaran seperti ini biasanya tingkat interaksinya tinggi dan diwajibkan oleh perusahaan pada karyawannya, atau pembelajaran jarak jauh yang dikelola oleh universitas dan perusahaan-perusahaan (biasanya perusahan konsultan) yang memang bergerak di bidang penyediaan jasa e-Learning untuk umum. E-Learning bisa juga dilakukan secara informal dengan interaksi yang lebih sederhana, misalnya melalui sarana mailing list, e-newsletter atau website pribadi, organisasi dan perusahaan yang ingin mensosialisasikan jasa, program, pengetahuan atau keterampilan tertentu pada masyarakat luas (biasanya tanpa memungut biaya).

Pembelajaran yang ditunjang oleh para ahli di bidang masing-masing.

Walaupun sepertinya e-Learning diberikan hanya melalui perangkat komputer, e-Learning ternyata disiapkan, ditunjang, dikelola oleh tim yang terdiri dari para ahli di bidang masing-masing, yaitu:

Subject Matter Expert (SME) atau nara sumber dari pelatihan yang disampaikan

Instructional Designer (ID), bertugas untuk secara sistematis mendesain materi dari SME menjadi materi e-Learning dengan memasukkan unsur metode pengajaran agar materi menjadi lebih interaktif, lebih mudah dan lebih menarik untuk dipelajari

Graphic Designer (GD), mengubah materi text menjadi bentuk grafis dengan gambar, warna, dan layout yang enak dipandang, efektif dan menarik untuk dipelajari

Ahli bidang Learning Management System (LMS). Mengelola sistem di website yang mengatur lalu lintas interaksi antara instruktur dengan siswa, antarsiswa dengan siswa lainnya.

Di sini, pembelajar bisa melihat modul-modul yang ditawarkan, bisa mengambil tugas-tugas dan test-test yang harus dikerjakan, serta melihat jadwal diskusi secara maya dengan instruktur, nara sumber lain, dan pembelajar lain. Melalui LMS ini, siswa juga bisa melihat nilai tugas dan test serta peringkatnya berdasarkan nilai (tugas ataupun test) yang diperoleh.

E-Learning tidak diberikan semata-mata oleh mesin, tetapi seperti juga pembelajaran secara konvensional di kelas, e-Learning ditunjang oleh para ahli di berbagai bidang terkait.

A. Merakit CPU P4
Sebelum merakit CPU , terlebih dahulu kita merakit Mainboard atau Motherboard . Langkah – langkahnya sebagai berikut:
1.Merakit Motherboard Gigabyte 8ST667 Series
• Menyiapkan Motherboard yang akan dipasang
• Memasang Prosesor pada socket processor yang ada pada motherboard
• Memasang kipas (fan) atau cooler Prosesor diatas processor
• Memasang Memori (DDR atau SDRAM) pada slot memori
2.Merakit CPU
• Memasang Motherboard pada chassing CPU dan membautnya
• Memasang VGA Card pada slot AGP
• Memasang LAN Card dan Sound Card pada slot PCI
• Memasang Hard Disk pada Chassing
• Memasang Floppy Disk pada Chasing
• Memasang CD ROM pada Chassing
• Membaut VGA Card , LAN Card , Hard disk , CD ROM dan Floppy disk
• Memasang kabel ATA pada CD ROM dan Hard disk , kemudian dihubungkan ke IDE 1 dan IDE 2 pada Motherboard
• Memasang kabel FDD pada Floppy disk , kemudian menghubungkannya pada Motherboard
• Menghubungkan kabel power atau ATX dari Power Supply ke Motherboard
• Menghubungkan kabel power dari Power Supply ke Hard disk , Floppy disk , dan CD ROM
• Menghubungkan kabel LED HDD , Power , Speaker , serta Reset ke Front Panel pada Motherboard
• Menyalakan CPU , kemudian kita menuju BIOS SETUP dengan cara menekan Del , untuk melihat apakah Hard disk , CD ROM , dan Floppy disk dapat dibaca atau terdetect .

B.Menginstall Microsoft XP Profesional
• Menyalakan komputer kemudian menuju BIOS SETUP dengan menekan del untuk mengubah booting pertama
• Setelah masuk BIOS SETUP kita menuju Advanced BIOS Features kemudian enter
• Masuk ke Boot Sequence kemudian mengubah first boot dengan CD ROM kemudian tekan esc untuk keluar
• Menekan F10 untuk keluar dan menyimpan lalu ketik Y enter
• Masukkan CD Microsoft XP Professional ke dalam CD ROM lalu tekan F8 untuk menyetujui penginstalan
• Membuat partisi dengan menyorot kapasitas Hard disk tekan D lalu L kemudian sorot kembali kapasitas lalu tekan C untuk membuat partisi
• Membuat partisi yang diinginkan lalu enter , kemudian buat partisi lagi seperti langkah-langkah sebelumnya
• Memilih File sistem (FAT atau NTFS) kemudian enter
• Untuk memformat partisi tekan enter
• Menunggu setup format hingga 100%
• Menunggu setup copying files hingga 100%
• Setelah restart akan muncul tampilan Microsoft XP Profesional klik Next untuk melanjutkan
• Mengisi registrasi nama user dan organisasi lalu klik next
• Mengisi product key lalu next
• Mengisi password lalu klik next (jika tidak mau mengisi password langsung saja klik next)
• Mengatur setting waktu dan tanggal kemudian next
• Tampilan penginstallan muncul kembali dan tunggu hingga selesai
• Muncul Display setting , klik OK
• Muncul Monitor setting , klik OK
• Mengisi nama user lalu klik Finish
• Setelah penginstalan selesai dan restart ubah kembali Boot Sequence seperti semula atau first boot HDD .