Archive for March, 2010

WINDOWS XP Professional

WINDOWS XP Professional Microsoft Windows XP Professional kependekan dari Microsoft Windows Experience Professional merupakan sistem operasi berbasis grafis (gambar) dengan berbagai fasilitas, dan kemudahan dalam pengoperasiannya.Microsoft Windows XP ini merupakan salah satu produk unggulan dari Microsoft Corporation yang secara resmi dikeluarkan pada tanggal 25 Oktober 2001. Microsoft Windows XP yang selanjutnya yang disingkat dengan Windows XP ini merupakan kelanjutan dari dari Windows versi sebelumnya dengan berbagai fasilitas yang ada didalamnya, baik merupakan fasilitas penyempurnaan maupun fasilitas terbaru yang tidak ada pada versi sebelumnya. Dengan Windows XP ini anda akan dipermudah dalam penggunaannya, lebih menyenangkan, lebih cepat, kompatibel dengan berbagai perangkat lunak (software) maupun perangkat keras (hardware). Hal inilah yang menyebabkan semakin banyak pengguna sistem operasi Windows XP ini dalam masyarakat. Banyak perubahan yang terjadi dalam system operasi Microsoft Windows XP ini, mulai dari masalah registrasi,kelengkapan driver, peningkatan performance, design interface baru, Internet Explorer dengan versi terbaru yang mengarahkan orientasi user dalam penggunaannya, sampai sesuatu yang belum pernah diterapkan pada Microsoft Windows generasi-generasi sebelumnya, yaitu Firewall.

1.1 REGISTRASI Dalam hal masalah registrasi, Microsoft Windows XP telah mengimplementasikan Windows Product Activation (WPA) dalam sistemnya. Artinya, dalam hal ini Microsoft menginginkan semua informasi tentang penggunanya. Karena dalam hal ini Microsoft memaksa penggunanya untuk melakukan registrasi dan pengguna diberi waktu selama 14 hari untuk melakukan aktivasi. Jika aktivasi ini tidak dilakukan sesuai dengan prosedur yang telah digariskan maka Microsoft Windows XP akan macet dan tidak dapat digunakan lagi. Yang paling menonjol dalam hal aktivasi ini adalah bahwa pihak Microsoft menyediakan kombinasi dari 35 angka yang terus berubah. Dalam hal ini pengguna harus memasukkan nya ke dalam Activation Mask yang telah disediakan pihak Microsoft. Jika proses ini dapat dilewati maka Microsoft Windows XP akan dapat digunakan kembali.

1.2 KELENGKAPAN DRIVER Windows XP dibentuk dengan kompabilitas tinggi terhadap software-software yang ada sekarang. Bahkan Windows XP telah dipersiapkan untuk mendukung program-program berarsitektur Windows generasi sebelumnya seperti Windows 9x/Me/NT/2000. hal ini akan memberikan kemudahan dalam menggunakan software-software lama berarsitektur Windows 9x/Me/NT/2000. Namun demikian banyak juga program yang tidak bekerja dengan baik bahkan tidak mau berjalan karena adanya emulasi yang dipersiapkan oleh Windows XP ini, khususnya untuk software-software yang memiliki driver khusus untuk menjalankannya. Dari sisi hardware, tidak semua hardware kompatibel dengan sistem Windows XP. Hanya dari sisi multimedia dan kamera digital terdapat perkembangan yang mengembirakan.

1.3 PERFORMANCE YANG HANDAL Telah terjadi banyak perubahan dari sisi performance pada Windows XP ini. Penambahan kecepatan pada event-event tertentu, seperti saat booting, yang bahkan kecepatannya bias melampaui kecepatan booting Windows 2000. Feature terbaru yang tak kalah menariknya adalah bahwa kita dapat melakukan pergantian user (pada Windows generasi sebelumnya, harus menggunakan logoff), tanpa harus menutup aplikasi yang sedang aktif (hal ini tidak berlaku pada logoff), yaitu dengan menggunakan switch user. Dari sisi tampilan, terdapat desktop gaya baru dari Windows XP yang disebut dengan Luna. Gaya desktop ini berbeda total jika dibandingkan dengan desktop yang dimiliki oleh generasi Windows 9x/Me bahkan Windows 2000.

Windows tersebut merupakan minimum persyaratan untuk fungsionalitas dasar. Persyaratan aktual berbeda-beda, tergantung pada konfigurasi sistem dan program dan fitur yang Anda pilih untuk diinstal. Jika Anda menginstal Windows XP melalui jaringan, Anda mungkin perlu ruang hard disk tambahan.

Persyaratan hardware minimum untuk Windows XP Home Edition adalah: Prosesor Pentium 233-megahertz (MHz) atau yang lebih cepat (disarankan 300 MHz) RAM sekurangnya 64 megabyte (MB) (disarankan 128 MB) Ruang hard disk sekurangnya 1.5 gigabyte (GB) Drive CD-ROM atau DVD-ROM Keyboard dan Mouse Microsoft atau beberapa perangkat penunjuk kompatibel lainnya Adaptor video dan monitor dengan resolusi Super VGA (800 x 600) atau yang lebih tinggi Kartu suara Speaker atau headphone Prosesor Pentium 233-megahertz (MHz) atau yang lebih cepat (disarankan 300 MHz) RAM sekurangnya 64 megabyte (MB) (disarankan 128 MB) Ruang hard disk sekurangnya 1.5 gigabyte (GB) Drive CD-ROM atau DVD-ROM Keyboard dan Mouse Microsoft atau beberapa perangkat penunjuk kompatibel lainnya Adaptor video dan monitor dengan resolusi Super VGA (800 x 600) atau yang lebih tinggi Kartu suara Speaker atau headphone

Persyaratan hardware minimum untuk Windows XP Professional meliputi: Prosesor Pentium 233-megahertz (MHz) atau yang lebih cepat (disarankan 300 MHz) RAM sekurangnya 64 megabyte (MB) (disarankan 128 MB) Ruang hard disk sekurangnya 1.5 gigabyte (GB) Drive CD-ROM atau DVD-ROM Keyboard dan Mouse Microsoft atau beberapa perangkat penunjuk kompatibel lainnya Adaptor video dan monitor dengan resolusi Super VGA (800 x 600) atau yang lebih tinggi Kartu suara Speaker atau headphone Prosesor Pentium 233-megahertz (MHz) atau yang lebih cepat (disarankan 300 MHz) RAM sekurangnya 64 megabyte (MB) (disarankan 128 MB) Ruang hard disk sekurangnya 1.5 gigabyte (GB) Drive CD-ROM atau DVD-ROM Keyboard dan Mouse Microsoft atau beberapa perangkat penunjuk kompatibel lainnya Adaptor video dan monitor dengan resolusi Super VGA (800 x 600) atau yang lebih tinggi Kartu suara Speaker atau headphone

Keunggulan Windows XP

• Microsoft Windows XP memiliki stabilitas yang tinggi terhadap sistem yang dimilikinya.

• Aplikasi yang dijalankan pada system Windows XP dapat dijalankan oleh komputer lain melalui internet.

• Dengan menggunakan Remote Assistence kita dapat memonitor kerusakan komputer yang terjadi pada komputer lain dari jarak jauh melalui internet.

• Memiliki sistem keamanan yang dapat digunakan untuk melindungi folder-folder khusus agar dapat digunakan oleh pemiliknya sendiri.

• Windows XP dapat digunakan untuk berbagi aplikasi secara real time ke seluruh dunia.

Kekurangan Windows Xp

• Pihak Microsoft sangat membatasi kenyamanan pemakaian terhadap sistem operasi Windows XP ini dimana setiap pengguna harus melakukan aktivasi pihak Microsoft pada periode-periode tertentu.

• Tidak adanya Java Virtual Machine seperti generasi-generasi Windows sebelumnya.

Pengertian E-Learning

Sekilas perlu kita pahami ulang apa e-Learning itu sebenarnya. E-Learning adalah pembelajaran jarak jauh (distance Learning) yang memanfaatkan teknologi komputer, jaringan komputer dan/atau Internet. E-Learning memungkinkan pembelajar untuk belajar melalui komputer di tempat mereka masing-masing tanpa harus secara fisik pergi mengikuti pelajaran/perkuliahan di kelas. E-Learning sering pula dipahami sebagai suatu bentuk pembelajaran berbasis web yang bisa diakses dari intranet di jaringan lokal atau internet. Sebenarnya materi e-Learning tidak harus didistribusikan secara on-line baik melalui jaringan lokal maupun internet, distribusi secara off-line menggunakan media CD/DVD pun termasuk pola e-Learning. Dalam hal ini aplikasi dan materi belajar dikembangkan sesuai kebutuhan dan didistribusikan melalui media CD/DVD, selanjutnya pembelajar dapat memanfatkan CD/DVD tersebut dan belajar di tempat di mana dia berada.

Ada beberapa pengertian berkaitan dengan e-Learning sebagai berikut :

Pembelajaran jarak jauh.

E-Learning memungkinkan pembelajar untuk menimba ilmu tanpa harus secara fisik menghadiri kelas. Pembelajar bisa berada di Semarang, sementara “instruktur” dan pelajaran yang diikuti berada di tempat lain, di kota lain bahkan di negara lain. Interaksi bisa dijalankan secara on-line dan real-time ataupun secara off-line atau archieved.

Pembelajar belajar dari komputer di kantor ataupun di rumah dengan memanfaatkan koneksi jaringan lokal ataupun jaringan Internet ataupun menggunakan media CD/DVD yang telah disiapkan. Materi belajar dikelola oleh sebuah pusat penyedia materi di kampus/universitas, atau perusahaan penyedia content tertentu. Pembelajar bisa mengatur sendiri waktu belajar, dan tempat dari mana ia mengakses pelajaran.

Pembelajaran dengan perangkat komputer

E-Learning disampaikan dengan memanfaatkan perangkat komputer. Pada umumnya perangkat dilengkapi perangkat multimedia, dengan cd drive dan koneksi Internet ataupun Intranet lokal. Dengan memiliki komputer yang terkoneksi dengan intranet ataupun Internet, pembelajar dapat berpartisipasi dalam e-Learning. Jumlah pembelajar yang bisa ikut berpartisipasi tidak dibatasi dengan kapasitas kelas. Materi pelajaran dapat diketengahkan dengan kualitas yang lebih standar dibandingkan kelas konvensional yang tergantung pada kondisi dari pengajar.

Pembelajaran formal vs. informal

E-Learning bisa mencakup pembelajaran secara formal maupun informal. E-Learning secara formal, misalnya adalah pembelajaran dengan kurikulum, silabus, mata pelajaran dan tes yang telah diatur dan disusun berdasarkan jadwal yang telah disepakati pihak-pihak terkait (pengelola e-Learning dan pembelajar sendiri). Pembelajaran seperti ini biasanya tingkat interaksinya tinggi dan diwajibkan oleh perusahaan pada karyawannya, atau pembelajaran jarak jauh yang dikelola oleh universitas dan perusahaan-perusahaan (biasanya perusahan konsultan) yang memang bergerak di bidang penyediaan jasa e-Learning untuk umum. E-Learning bisa juga dilakukan secara informal dengan interaksi yang lebih sederhana, misalnya melalui sarana mailing list, e-newsletter atau website pribadi, organisasi dan perusahaan yang ingin mensosialisasikan jasa, program, pengetahuan atau keterampilan tertentu pada masyarakat luas (biasanya tanpa memungut biaya).

Pembelajaran yang ditunjang oleh para ahli di bidang masing-masing.

Walaupun sepertinya e-Learning diberikan hanya melalui perangkat komputer, e-Learning ternyata disiapkan, ditunjang, dikelola oleh tim yang terdiri dari para ahli di bidang masing-masing, yaitu:

Subject Matter Expert (SME) atau nara sumber dari pelatihan yang disampaikan

Instructional Designer (ID), bertugas untuk secara sistematis mendesain materi dari SME menjadi materi e-Learning dengan memasukkan unsur metode pengajaran agar materi menjadi lebih interaktif, lebih mudah dan lebih menarik untuk dipelajari

Graphic Designer (GD), mengubah materi text menjadi bentuk grafis dengan gambar, warna, dan layout yang enak dipandang, efektif dan menarik untuk dipelajari

Ahli bidang Learning Management System (LMS). Mengelola sistem di website yang mengatur lalu lintas interaksi antara instruktur dengan siswa, antarsiswa dengan siswa lainnya.

Di sini, pembelajar bisa melihat modul-modul yang ditawarkan, bisa mengambil tugas-tugas dan test-test yang harus dikerjakan, serta melihat jadwal diskusi secara maya dengan instruktur, nara sumber lain, dan pembelajar lain. Melalui LMS ini, siswa juga bisa melihat nilai tugas dan test serta peringkatnya berdasarkan nilai (tugas ataupun test) yang diperoleh.

E-Learning tidak diberikan semata-mata oleh mesin, tetapi seperti juga pembelajaran secara konvensional di kelas, e-Learning ditunjang oleh para ahli di berbagai bidang terkait.

A. Merakit CPU P4
Sebelum merakit CPU , terlebih dahulu kita merakit Mainboard atau Motherboard . Langkah – langkahnya sebagai berikut:
1.Merakit Motherboard Gigabyte 8ST667 Series
• Menyiapkan Motherboard yang akan dipasang
• Memasang Prosesor pada socket processor yang ada pada motherboard
• Memasang kipas (fan) atau cooler Prosesor diatas processor
• Memasang Memori (DDR atau SDRAM) pada slot memori
2.Merakit CPU
• Memasang Motherboard pada chassing CPU dan membautnya
• Memasang VGA Card pada slot AGP
• Memasang LAN Card dan Sound Card pada slot PCI
• Memasang Hard Disk pada Chassing
• Memasang Floppy Disk pada Chasing
• Memasang CD ROM pada Chassing
• Membaut VGA Card , LAN Card , Hard disk , CD ROM dan Floppy disk
• Memasang kabel ATA pada CD ROM dan Hard disk , kemudian dihubungkan ke IDE 1 dan IDE 2 pada Motherboard
• Memasang kabel FDD pada Floppy disk , kemudian menghubungkannya pada Motherboard
• Menghubungkan kabel power atau ATX dari Power Supply ke Motherboard
• Menghubungkan kabel power dari Power Supply ke Hard disk , Floppy disk , dan CD ROM
• Menghubungkan kabel LED HDD , Power , Speaker , serta Reset ke Front Panel pada Motherboard
• Menyalakan CPU , kemudian kita menuju BIOS SETUP dengan cara menekan Del , untuk melihat apakah Hard disk , CD ROM , dan Floppy disk dapat dibaca atau terdetect .

B.Menginstall Microsoft XP Profesional
• Menyalakan komputer kemudian menuju BIOS SETUP dengan menekan del untuk mengubah booting pertama
• Setelah masuk BIOS SETUP kita menuju Advanced BIOS Features kemudian enter
• Masuk ke Boot Sequence kemudian mengubah first boot dengan CD ROM kemudian tekan esc untuk keluar
• Menekan F10 untuk keluar dan menyimpan lalu ketik Y enter
• Masukkan CD Microsoft XP Professional ke dalam CD ROM lalu tekan F8 untuk menyetujui penginstalan
• Membuat partisi dengan menyorot kapasitas Hard disk tekan D lalu L kemudian sorot kembali kapasitas lalu tekan C untuk membuat partisi
• Membuat partisi yang diinginkan lalu enter , kemudian buat partisi lagi seperti langkah-langkah sebelumnya
• Memilih File sistem (FAT atau NTFS) kemudian enter
• Untuk memformat partisi tekan enter
• Menunggu setup format hingga 100%
• Menunggu setup copying files hingga 100%
• Setelah restart akan muncul tampilan Microsoft XP Profesional klik Next untuk melanjutkan
• Mengisi registrasi nama user dan organisasi lalu klik next
• Mengisi product key lalu next
• Mengisi password lalu klik next (jika tidak mau mengisi password langsung saja klik next)
• Mengatur setting waktu dan tanggal kemudian next
• Tampilan penginstallan muncul kembali dan tunggu hingga selesai
• Muncul Display setting , klik OK
• Muncul Monitor setting , klik OK
• Mengisi nama user lalu klik Finish
• Setelah penginstalan selesai dan restart ubah kembali Boot Sequence seperti semula atau first boot HDD .

M.I.T

Suatu pembelajaran e-learning melalui video memberikan suatu kontribusi besar dalam pembelajaran di bidang TI.

Salah satu universitas dunia yang memakai pembelajaran ini adalah MIT ( Massachusetts Institute of Technology ) yakni sebuah universitas dunia yang memimpin dalam sains dan teknologi, dan juga banyak bidang lainnya.

Sebuah pembelajaran e-learning mengenai OSILASI pada bidang fisika , dmana Prof. Walter HG Lewin salah seorang guru besar MIT  memberikan pengajaran fisika dari teori2 dasar hingga penjabaran-penjabaran yang ia kemukakan  disertakan pengujian teori untuk mendapatkan validitas akan teori yang super “njelime” itu.

Video berdurasi 50 menit berjudul Lec 30 8.01 Physics I Classical Mechanics yang membahas cakupan tentang ; Simple Harmonic Oscillations ; Energy Considerations ; Torsional Pendulum. Sedikitnya mampu memberikan gambaran cukup akan bagaimana suatu teori diperoleh dari suatu pengujian secara sistematik, karna disini Prof. Walter HG Lewin mampu menghadirkan serta menghidupkan fisika disertai pengujian teori dengan alat peraga sederhana namun mampu mengangkat materi yang tengah dikupas.

MIT OpenCourseWare (OCW) adalah sebuah penerbitan maya berbasis web yang isinya semua kursus MIT konten. OCW terbuka dan tersedia untuk seluruh dunia dan merupakan kegiatan MIT permanen.