Penugasan UTS TIK

AGRIPED (Agriculture’s Wikipedia): INOVASI PENGGUNAAN APLIKASI PERTANIAN MENGGUNAKAN BASIS TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI

Disusun Oleh :

Izzatul Azka; 195040201111046; 2019

1. PENDAHULUAN

  • Latar Belakang

Indonesia merupakan negara agraris dengan luas lahan pertanian yang cukup besar, masyarakat di Indonesia sebagian besar mata pencahariannya adalah di bidang pertanian. Dengan luas lahan pertanian yang mumpuni, tak menutup kemungkinan petani di Indonesia dapat lebih maju ketimbang petani di negara-negara lain. Tetapi beberapa petani di Indonesia tidak dapat menerima informasi secara cepat, karena kurangnya teknologi informasi yang mereka miliki.

Rata-rata petani di Indonesia masih kurang pemahaman tentang kemajuan teknologi saat ini, padahal kemajuan teknologi terutama di bidang pertanian dapat membantu mereka untuk melakukan kegiatan pekerjaan mereka sehari-hari. Misalnya dalam menentukan cara-cara penentuan pengendalian hama atau penggunaan pestisida yang ssesuai tata cara penggunaan yang baik dan benar. Bukan hanya itu saja tetapi mereka dapat menerima informasi secara cepat seperti data penjualan dan pembelian bahan-bahan hasil produksi pertanian yang telah mereka produksi.

Dengan memanfaatkan sumber daya alam yang melimpah, pastinya para petani dapat memaksimalkan apa yang sudah tercipta di negara ini. Ditambah lagi jika para petani dapat memanfaatkan teknologi yang sudah berkembang di era modern ini, untuk membantu mereka dalam menghadapi permasalahan yang ada tanpa harus menambah kerugian yang lebih. Jika hal-hal tadi dapat terealisasikan, tidak menutup kemungkinan para petani di Indonesia dapat bersaing dengan petani di negara-negara maju di dunia dan dapat membuat perekonomian petani di Indonesia menjadi lebih baik.

AgriPed merupakan aplikasi atau software yang bertujuan membantu para petani di Indonesia dalam memecahkan permasalahan yang sering terjadi di bidang pertanian dan mereka bisa menanyakan apa saja di aplikasi ini karena basisnya seperti wikipedia, mereka dapat menanyakan seperti cara menanggulangi hama penyakit tumbuhan, tata cara penggunaan pestisida, dan lain-lain. Untuk menjalankan aplikasinya, pengguna harus menginstall aplikasinya terlebih dahulu di laptop atau smartphone yang mereka punya lalu aplikasinya dapat berjalan dengan bantuan internet.

  • Tujuan

Adapun tujuan dari pengajuan gagasan adalah :

  1. Untuk membantu petani dalam memecahkan masalahnya secara praktis.
  2. Untuk membantu pertanian di Indonesia agar dapat bersaing dengan pertanian di negara lain yang sudah maju akan teknologi informasi.
  • Manfaat

Gagasan yang diajukan diharapkan dapat memberikan manfaat bagi pemerintah, institusi pendidikan, dan masyarakat, seperti :

  1. Memberikan solusi atas keterbelakangan teknologi informasi di bidang pertanian Indonesia.
  2. Sebagai inovasi baru aplikasi pertanian yang mudah digunakan oleh petani di Indonesia.
  3. Sebagai salah satu upaya untuk memajukan pertanian di Indonesia, sehingga tercapainya cita-cita sebagai lumbung pangan dunia di tahun 2045.

 

2. GAGASAN

  • Kondisi Terkini

Bidang pertanian merupakan aspek yang paling penting yang ada di dunia ini, terutama di Indonesia. Dengan sumber daya alam yang melimpah dapat dimanfaatkan dengan baik oleh petani di Indonesia. Tetapi petani-petani ini masih buta akan teknologi yang sudah berkembang saat ini, karena mereka masih nyaman dengan metode konvensional yang mereka miliki saat ini. Petani-petani ini masih dihantui oleh zaman kejayaannya dulu, yang mana mereka dapat menghasilkan produk tanpa menggunakan bantuan teknologi.

  • Solusi yang Pernah Ditawarkan

Solusi yang pernah ditawarkan contohnya adalah kelompok tani, kelompok tani dapat memberikan banyak dampak positif bagi kalangan petani karena mereka dapat berdiskusi satu sama lain tentang kemajuan pertanian saat ini. Akan tetapi, solusi ini terkadang terkendala dengan kehadiran masing-masing petani untuk datang menyelesaikan permasalahan terbaru dan untuk mengambil keputusan dari permasalahan yang dihadapi oleh para petani, menurut Jaya et al (2017) bahwa terdapat sebagian kelompok tani yang kesusahan untuk mengelola teknologi informasi dikarenakan minimnya tingkat pendidikan yang mereka miliki.

  • Gagasan yang Pernah Dianjurkan

Gambar 1 Agriped

AgriPed (Agriculture’s Wikipedia) adalah sebuah inovasi yang berfokus pada permasalahan mengenai butanya teknologi para petani di Indonesia. AgriPed dirancang dengan menggunakan aplikasi sehingga nantinya pihak petani dapat membuat akun untuk dapat masuk dan bergabung. Untuk server pusat mencakup seluruh wilayah nasional dan ditambah untuk setiap kecamatan akan ada server khusus yang mencakup kawasan wilayah itu sendiri. Dengan menggunakan AgriPed ini, diharapkan petani di Indonesia dapat terbantu memecahkan permasalahan yang terjadi di lahannya dan juga dapat mengetahui berbagai aspek-aspek penting mengenai pentingnya pengendalian atau pengelolaan hama terpadu. Semua yang petani butuhkan atau petani tanyakan tersedia di dalam aplikasi ini, tetapi petani perlu koneksi internet untuk menjalankannya.

  • Langkah-Langkah Untuk Mengimplementasikan Gagasan

PENANGANAN PERMASALAHAN PERTANIAN

  •    Isu Strategis :

Pengetahuan :

  1. Hama dan Penyakit tani yang hanya sesaat
  2. Iklim Kurangnya pemahaman
  3. Teknik Budidaya akan teknologi
  • Tantangan :
  1. Diskusi Kelompok
  • Kebijakan :
  1. Kelompok Tani

IMPLEMENTASI GAGASAN

AGRIPED solusi Mengatasi Minimnya Pengetahuan Petani melalui Teknologi Informasi

STAKEHOLDER

Pemerintah, Tokoh Masyarakat dan Perangkat Desa

 OPERASIONAL

Programmer, Penyuluh, Akademisi, BMKG, Videografer dan Editor

2.5 Pihak-Pihak yang Membantu Mengimplementasikan Gagasan

Pengimplementasian rancangan AgriPed sebagai solusi untuk mengatasi permasalahan minimnya pengetahuan petani dengan menerapkan teknologi informasi agar dapat terealisasikan, maka pihak-pihak yang turut membantu adalah sebagai berikut :

 

  1. Pemerintah Pemerintah sebagai pihak yang berwenang didalam memutuskan suatu kebijakan seta peraturan demi terelealisasikannya AgriPed antara lain :
  2. Kementrian Pertanian, mempunyai peran didalam perencanaan, pelaksanaan, serta regulasi sistem serta penoperasiaannya.
  3.  Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika yang mempunyai peran tentang informasi iklim serta menjadi pihak yang terkait dengan forum.
  4. Dinas Pertanian, yang berwenang untuk memberikan informasi mengenai teknik budidaya yang termasuk didalamnya ialah mengenai hama dan penyakit.
  5. Penyuluh, mempunyai peran didalam pengedukasian masyarakat pertanian, serta memberikan teknik teknik didalam usaha pertanian maupun mengenai suatu inovasi.
  6. Programmer

Peran yang diemban oleh programmer yaitu didalam merencanakan , mendesain ataupun didalam pengoperasian yang berkaitan dengan aplikasi yang dibuat.

  1. Akademisi Pertanian Akademisi Pertanian

mempunyai peran seperti Penyuluh yaitu didalam pemberian pengetahuan yang terbaru akan pertanian serta menjadi pemberi materi didalam forum.

  1. Tokoh Masyarakat dan Perangkat Desa

Peranan yang dilakukan oleh Tokoh Masyarakat maupun perangkat desa ialah dengan memotivasi atau dengan mempengaruhi masyarakat pertanian agar dapat mengikuti hal ini.

  1. Videografer/Editor

Mempunyai peranan dalam memproduksi dan mengedit video tutorial.

 

3. Kesimpulan

3.1 Konsep AgriPed sebagai Solusi Mengatasi Minimnya Pengetahuan Petani melalui Bidang Teknologi Informasi

AgriPed merupakan aplikasi atau software yang bertujuan membantu para petani di Indonesia dalam memecahkan permasalahan yang sering terjadi di bidang pertanian dan mereka bisa menanyakan apa saja di aplikasi ini karena basisnya seperti wikipedia, mereka dapat menanyakan seperti cara menanggulangi hama penyakit tumbuhan, tata cara penggunaan pestisida, dan lain-lain.

3.2 Teknik Implementasi yang Akan Dilakukan

Langkah-langkah atau tahapan yang harus dilalui untuk dapat merealisasikan AgriPed sebagai solusi mengatasi minimnya pengetahuan petani dengan melaui pendidikan multidimensi yaitu :

Tahun                           Program                                         Kegiatan

2020-2023     Tahap Pembahasan dan Perencanaan   1. Pembahasan dengan Pemerintah

2. Pembahasan serta Perencanaan Pembangunan

3. Pematangan Konsep

4. Pembuatan Regulasi

 

2023-2024     Tahap Peninjauan dan Persiapan          1. Peninjauan Kembali Konsep Perencanaan Pembangunan

2. Persiapan Pengujian Konsep Yang diterapkan

 

2024-2026      Tahap Pembuatan, Kerjasama,           1. Pembuatan Sistem Pengujian

2. Kerja sama pihak

3. Pengisian Informasi

4. Pengujian sistem, evaluasi

 

2026-2027        Pengenalan                                         1. Pengenalan kepada Publik

 

2027                Pengoperasian                                     1. Penggunaan Langsung Oleh Masyarakat

 

3.3 Prediksi Hasil yang Akan Diperoleh

            Apabila AgriPed ini dapat terealisaikan dan berjalan secara kontinyu maka diprediksi :

  1. Semakin meningkatknya pengetahuan petani.
  2. Produktivitas pertanian yang meningkat.
  3. Perekonomian petani meningkat.
  4. Pertanian Indonesia semakin maju.
  5. Tercapainya cita-cita Indonesia sebagai lumbung pangan dunia 2045.

 

  

DAFTAR PUSTAKA

Jaya, S.Sarwoprasodjo, M. Hubeis dan B.G. Sugihen,2017, Tingkat Keberdayaan Kelompok Tani pada Pengelolaan Usahatani Padi di Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Tengah, J. Penyuluhan Vol. 13 No. 2