Budidaya Kangkung dengan Media Tanam Hydrogel

Sebenarnya ada cukup banyak tanaman sayur yang bisa ditanam dalam media hidrogel, misalnya kangkung, sawi / caisim, bayam, tomat dan lain – lain.

Mengingat sayur jenis tersebut sangat cocok dengan karakteristik hidrogel, yaitu dalam kondisi lembab dan suplai air melimpah. Tanaman tersebut juga merupakan tanaman “rumput” yang tidak memiliki  batang keras, tetapi cenderung lunak serta batangnya tidak terlalu besar dan tidak terlalu tinggi.

1. Budidaya Kangkung

a. Pembibitan

Bibit kangkung sebaiknya berasal dari kangkung muda, berukuran 20 -30 cm. Pemilihan bibit harus memperhatikan hal-hal seperti berikut, batang besar, tua, daun besar dan bagus. Penanamannya dengan cara stek batang, kemudian ditancapkan di tanah. Sedangkan biji untuk bibit harus diambil dari tanaman tua dan dipilih yang kering serta berkualitas baik. Biji dengan ukuran diameter 3 mm, disebar dalam baris-baris berjarak 15 cm dengan jarak kira-kira 5 cm antara masing-masing biji. Kultivar yang berbiji dapat tahan tanah lembab dan tumbuh baik dalam musim hujan. Agar diperoleh hasil panen yang baik, dalam pemeliharaan pembenihan kangkung diperlukan penyiraman teratur dan kerap pada cuaca kering.

b. Pengolahan Media Tanam

Bertanam kangkung memerlukan tanah yang diberi pupuk kompos, kemudian dibuatkan petak-petak/bedengan seperti tanaman sayuran lain. Tentang panjang bedengan, tergantung kondisi lahan. Kemudian siapkan tugal dan tancapkan di atas bedengan dengan jarak 20 x 20 cm. Tiga minggu sebelum melakukan penanaman kangkung, sebaiknya tanah diolah terlebih dahulu. Kemudian tanah dicampur dengan pupuk kompos atau pupuk kandang sebanyak 10 ton per hektar, diberi air dengan ketinggian 5 cm, dibiarkan tergenang air dan diberi urea 1 kuintal per hektar. Pembentukan bedengan untuk tanaman kangkung dapat dilakukan dengan ukuran lebar 0,8-1,2 m, panjang 3-5 m, dalam ± 15-20 cm dan jarak antar bedeng 50 cm dengan membuat selokan. Ukuran tersebut dapat disesuaikan, tergantung keadaan lahan yang tersedia. Bedengan dibuat untuk kelancaran pemasukan dan pembuangan air yang berlebih serta untuk memudahkan pemeliharaan dan kegiatan lain.

c. Teknik Penanaman

Penentuan pola tanam dapat disesuaikan dengan luas lahan yang akan ditanami. Apabila bedengan dibuat dengan ukuran 2×1 m, maka bila jarak tanamnya ditentukan 20×20 cm, maka dalam satu bedengan terdapat sebanyak 50 lubang atau 50 rumpun kangkung. Pembuatan lubang tanam dapat dilakukan dengan cara ditugal, yang berjarak 20×20 cm, sedalam ± 5 cm. Setiap bedengan dapat ditentukan jumlah lubangnya (tergantung ukuran bedengan). Penanaman kangkung darat dilakukan pada sore hari yaitu jam 16.00 sampai 18.00. Hal ini bertujuan agar benih setelah ditanam tidak langsung mendapat udara kering sehingga benih cepat berkecambah.

2. Aplikasi Hydrogel

Aplikasi Hydrogel ada dua cara yaitu Aplikasi kering dan Aplikasi basah. Aplikasi kering (dry application), Hydrogel ditabur merata pada tanah yang telah dipersiapkan untuk penanaman dengan kedalaman 10 – 30 cm. Metoda ini menjamin keuntungan yang berjangka panjang. Setelah polymer menyerap air, struktur tanah akan semakin baik dan kemampuan tanah untuk menampung air (water retention capacity) akan naik. Aplikasi Basah (pre-hidrated), Hydrogel pertama-tama harus direndam dalam air sebanyak 100-200 kali berat polymer tersebut dan dibiarkan selama 1 jam sampai jenuh dan kemudian ditaburkan ke dalam tanah, kemudian ditutup dengan tanah agar polimer tidak rusak karena kontak langsung dengan sinar ultra violet. Dosis yang dianjurkan adalah 5-20 kg/ha.

  1. Penggunaan Hydrogel untuk Tanam di Lapang

Pengaplikasian media tanam hydrogel untuk di lapang adalah sebagai berikut:

  • Gali tanah sekitar 5x besar bola akar tanaman
  • Campur secara merata 2/3 tanah galian dengan hidrogel yang sudah direndam dengan larutan pupuk, rasio perbandingan antara tanah galian dengan hidrogel adalah 1 bagian hidrogel : 3 bagian tanah galian.
  • Masukan terlebih dulu sepertiga campuran tanah galian dan hidrogel di dasar lubang tanam, lalu letakan tanaman diatasnya.
  • Masukkan sisa tanah tanah galian yang telah dicampur hydrogel konsentrasikan di daerah akar.
  • Tutup dengan 1/3 tanah yang tersisa untuk menghindari kerusakan hydrogel oleh sinar ultraviolet

Atau

  • Buat 6 – 8 lubang di sekitar tanaman dengan jarak sesuai dengan lebar tajuk atau kanopi tanaman ( dengan jarak jari – jari dari titik batang ke ujung percabangan/ranting tanaman ).
  • Masukkan hidrogel yang sudah direndam dengan larutan pupuk 250gr/lubang untuk berukuran kecil dan sebanyak 500gr/lubang untuk tanaman  berukuran besar.
  • Penyiraman reguler dapat dilakukan setiap 2 atau 4 hari untuk masa adaptasi akar, Setelah itu dapat dikurangi tata cara penyiramannya. (hidrogel dapat bertahan hingga 3 – 6 bulan didalam tanah).
  • Bila sudah selama 3 – 6 bulan maka ulangi kembali.
  1. Penggunaan Hydrogel untuk Bibit Tanaman di Polybag

Sedangkan untuk bibit tanaman di polybag, cara penggunaan hydrogel yaitu:

  • Rendam hidrogel selama 4 – 6  jam dengan air dan nutrient ( pilih sesuai kebutuhan : larutan pupuk, hormon pertumbuhan dan fugisida/bakterisida ).
  • Lalu campur hidrogel yang telah mengembang dengan 1/3 bagian media  tanam  secara  merata ( perbandingan campurannya : hidrogel 1 bagian dan media tanam 3 bagian ).
  • Masukan 3/4 bagian campuran media tanam yang telah dicampur dengan hidrogel kedalam polybag, kemudian masukan tanaman disusul dengan sisa 1/4 bagian media tanam yang telah dicapur hidrogel.
  • Tutup lagi dengan tanah yang tersisa. +/- 5 cm dari permukaan tanah untuk menghindari kerusakan hydrogel oleh sinar ultraviolet.
  1. Pemindahan Tanaman dari Pot/Polybag

Persiapan pemindahan tanaman sebaiknya dilakukan setelah membuat media hidrogel yang telah siap.

  • Siramlah dahulu pot/polybag tanaman sehingga tanaman mudah dicabut.
  • Angkatlah tanaman dari pot/polybag secara hati-hati supaya tidak banyak akar yang rusak.
  • Rendam tanaman dalam air selama lebih dari 30 menit supaya tanah mudah dibersihkan.
  • Cucilah semua bagian tanaman tersebut dengan air bersih sampai seluruh daun, batang dan perakaranya bersih, perakaran yang terlalu panjang dapat dipotong.
  • Setelah diadaptasikan, periksa akar yang rusak, patah atau membusuk, akar yang demikian di buang lalu di cuci lagi.
  • Tanaman harus benar benar bersih dari tanah karena tanah dapat merusak hidrogel, juga tanah dapat membuat hydrogel ditumbuhi lumut.
  • Tanaman siap dimasukkan kedalam vas kaca transparan berisikan hydrogel, pertama-tama masukan hydrogel sebagian (1/3 volume vas) kemudian masukan tanaman lalu masukan hydrogel hingga sampai semua akar tertutup dan vas kaca terisi penuh, vas yang telah jadi siap untuk dijadikan hiasan dan ditempatkan sesuai dengan keinginan anda.

3.  Perawatan

Cara melakukan perawatan tanaman menggunakan media tanam hydrogel yaitu:

  • Apabila tanaman kotor, bersihkanlah dengan tissue basah atau lap bersih hingga mengkilap. (sebaiknya dilakukan 4 hari sekali).
  • Apabila setelah ± 1 atau 2 bulan hydrogel terlihat menyusut, keluarkan tanaman & hydrogel dari vas kemudian rendam hydrogel hingga mengembang ( lakukukan seperti langkah aplikasi hidrogel ) kemudian tiriskan dan masukkan kembali hydrogel lalu tanaman kedalam vas. 
  • Jika tanaman menguning, kemungkinan pertama tanaman kekurangan unsur hara. Daun tanaman yang menguning sebaiknya dipotong/digunting. Kemudian diatasi dengan pemberian pupuk daun (hyponex, gandasil D, Forest, dll) dilakukan dengan cara menyemprot daun  menggunakan hand sprayer. Pupuk dapat dibeli di toko-toko pertanian. Kemungkinan kedua, tanaman kurang mendapat cahaya matahari. Penaggulangannya, vas berisi hydrogel dilapisi dengan lapisan gelap (tak tembus cahaya) misalnya polybag, karton hitam, kain, dll sampai yang terlihat hanya tanamannya saja. Kemudian letakkan di tempat  yang terkena sinar matahari pagi.  (sebaiknya langkah ini dilakukan 1-2 minggu sekali atau sebulan sekali).
  • Bila tanaman telah besar pindahkan tanaman ke tanah /pot yang lebih besar.

4.    Panen dan Pasca Panen

Cara memanen, pangkas batangnya dengan menyisakan sekitar 2-5 cm di atas permukaan tanah atau meninggalkan 2-3 buku tua. Panen dilakukan pada sore hari. Panenan dilakukan dengan cara memotong kangkung yang siap panen dengan ciri batang besar dan berdaun lebar. Panen dilakukan 2-3 minggu sekali. Setiap kali habis panen, biasanya akan terbentuk cabang-cabang baru. Setelah 5 kali panen atau 10-11 kali panen maka produksi kangkung akan menurun baik secara kuantitatif maupun kualitatif. Jika sudah terlihat berbunga, sisakan ± 2 m2 untuk dikembangkan terus menjadi biji yang kira-kira memakan waktu 40 hari sampai dapat dikeringkan.

Kangkung yang baru dipanen dikumpulkan dan kemudian disatukan sebanyak 15-20 batang kangkung dalam satu ikatan. Dalam penyimpanan (sebelum dipasarkan), agar tidak cepat layu, kangkung yang telah diikat celupkan dalam air tawar bersih dan tiriskan dengan menggunakan anjang-anjang.

5. Keuntungan Menggunakan Hydrogel

Hidrogel berfungsi menyerap dan menyimpan air dan nutrisi untuk tanaman dalam jumlah besar. hidrogel dapat terurai melalui pembusukan oleh mikroba sehingga produk ini aman digunakan. Hidrogel tidak larut dalam air tetapi dia hanya menyerap dan akan melepaskan air dan nutrisi secara proporsional pada saat dibutuhkan oleh tanaman. Dengan demikian tanaman akan selalu mempunyai persediaan air dan nutrisi setiap saat karena hidrogel berfungsi menyerap dan melepaskan ( absorption – release cycles) .Hidrogel mampu menyerap air sebanyak 100 – 200 kali berat hidrogel itu sendiri.

Hidrogel ini dapat digunakan untuk pengganti media tanah dan campuran media tanam pada tanaman pot, lahan pertanian, perkebunan, hutan dll. Fungsi hidrogel membantu mengurangi volume dan frekuensi penyiraman tanaman , untuk pengiriman tanaman ( ekspor) , hidrogel akan menyediakan air dan memenuhi kebutuhan air tanaman.

Keuntungan penggunaan hydrogel sebagai media tanam, yaitu :

  • Memastikan keteresediaan air sepanjang tahun.
  • Mengurangi ferekuensi penyiraman / irigasi hingga 50%.
  • Mengurangi hilangnya air dan nutrient disebabkan oleh leaching dan evaporasi.
  • Memperbaiki physical properties dari compact soils dengan membentuk aerasi udara yang baik.
  • Meningkatkan pertumbuhan tanaman karena air dan nutrient selalu tersedia di sekitar tanaman sehingga mengoptimalkan penyerapan oleh akar.
  • Mengurangi angka mortalitas.
  • Mengurangi pencemaran lingkungan dari erosi dan pencemaran air tanah.
  • Terurai secara alami oleh mikroba menjadi H2O, CO2, dan komponen Nitrogen.

Sumber :

Fery. 2012. Hidrogel. http://idehidrogel.blogspot.com/p/hidrogel.html

Guramalem. 2011. Cara Budidaya Kangkung. http://konsultasisawit.blogspot.com/ 2011/09/cara-budidaya-kangkung.html