browser icon
You are using an insecure version of your web browser. Please update your browser!
Using an outdated browser makes your computer unsafe. For a safer, faster, more enjoyable user experience, please update your browser today or try a newer browser.

Pameran Poster Rancang Bangun Alat dan Mesin Pertanian

Posted by on December 25, 2013
http://prasetya.ub.ac.id/files/berita_ub/ftppameran_4484_20131224151403.jpg

Pameran rancang bangun alat oleh mahasiswa Keteknikan Pertanian

Mahasiswa Keteknikan Pertanian (TEP) angkatan 2012 menggelar Pameran Poster Rancang Bangun Alat dan Mesin Pertanian. Kegiatan ini dilangsungkan di lobi gedung F Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya (FTP-UB) pada Selasa (24/12).

Beragam Poster berisi ide kreasi perancangan alat dan mesin pertanian dipamerkan. Antara lain Pora Piro, suatu inovasi teknologi untuk menghasilkan daya listrik dari debit air rendah. Ada rancang bangun Traktor Roda 2, Kamera Pengontrol Sprayer, Oil Process, Kolektor Surya, Pencetak Briket Batubara, Bio Reaktor.

Ada juga alat pemisah padatan dan cairan untuk industri energi terbarukan mikro alga, Mesin Pembuat Kompos (Composter Rotary), Mesin Pengering Biji Kopi (Coffee Bean Drier Machine),  serta Rancang Bangun Pembangkit Linstrik Tenaga MikroHidro.

Kegiatan ini merupakan tugas pengganti ujian akhir semester mata kuliah Menggambar Teknik yang diampu Yusuf Hendrawan, STP. M.App. Env. PhD. Terdapat beberapa aspek penilaian yaitu desain poster, pemilihan ide perancangan, cara penyampaian informasi serta ketepatan dan kejelasan dalam menjawab pertanyaan.

Sekitar 50 kelompok memamerkan hasil kerja bareng. Selain memajang poster tentang Rancang Bangun Alat dan Mesin Pertanian, setiap kelompok mahasiswa ini harus mampu mempromosikan dan mempresentasikan ide dari setiap poster yang dipamerkan kepada pengunjung. Dengan begitu, maka tujuan dari kegiatan ini dapat tercapai yaitu untuk mensosialisasikan alat dan mesin mesin pertanian pada khalayak umum.

“Pameran ini sebenarnya merupakan penerapan Student Learning Center (SCL), dimana mahasiswa diberi kesempatan untuk menjelaskan ide dan pemikirannya berdasarkan referensi yang ada kepada rekan, adik kelasnya dan masyarakat umum,” tutur Yusuf. [dse/elr/denok]

Sumber : Prasetya UB