browser icon
You are using an insecure version of your web browser. Please update your browser!
Using an outdated browser makes your computer unsafe. For a safer, faster, more enjoyable user experience, please update your browser today or try a newer browser.

Kegiatan Yogi Sugito Cup Malang Open 2013

Posted by on December 25, 2013

Senin (23/12), bertempat di gedung Universitas Brawijaya (UB) Sport Club House, gelaran Turnamen Diakui Pelti (TDP) tenis lapangan yang bertajuk Yogi Sugito Cup Malang Open 2013 secara resmi dibuka oleh  Rektor UB Prof Dr Ir Yogi Sugito. Sebanyak 200 peserta yang berasal dari berbagai daerah turut hadir meramaikan perhelatan tersebut. Turnamen ini terbagi dalam kelas junior yang terdiri dari peserta U10, U12, U14, U16, U21 pada masing-masing cabang.

Dalam sambutannya, Prof Yogi memaparkan bahwa turnamen tersebut sejatinya menjadi ajang pencarian bakat remaja yang menggeluti dunia olahraga tenis lapangan. “Di berbagai daerah di Indonesia banyak sekali bermuculan bakat-bakat muda yang masih belum terasah. Sangat disayangkan apabila mereka tidak mendapat kesempatan untuk mengembangkan kemampuannya. Apalagi bidang olahraga menjadi salah satu wadah yang utama demi pencarian remaja-remaja yang memiliki potensi,” ujarnya.

Selain itu, Prof Yogi juga menyayangkan jika saat ini turnamen olahraga junior di kota Malang jarang diselenggarakan. Kurangnya antusiasme para penyelenggara juga menjadi  polemik tersendiri, mengingat turnamen junior yang digelar diperlukan prosedur yang sesuai serta standar yang baik, khususnya pada fasilitas yang ditawarkan, reward, event penyelenggaraan dan animo masyarakat itu sendiri.

Menurut Redy Gunawan selaku panitia turnamen, ada beberapa pertimbangan penting dalam penyelenggaraan turnamen junior, diantaranya adalah fasilitas yang akan digunakan oleh peserta. Fasilitas tersebut akan disurvey kelayakannya oleh Pelti sebelum digunakan untuk bertanding. “Ada tiga tempat yang digunakan dalam pertandingan. Ketiganya adalah UB Sport Club House, lapangan Pelti Jl. Surabaya dan lapangan Universitas Negeri Malang (UM),” paparnya. [indra]

Sumber : Prasetya UB