browser icon
You are using an insecure version of your web browser. Please update your browser!
Using an outdated browser makes your computer unsafe. For a safer, faster, more enjoyable user experience, please update your browser today or try a newer browser.

Perbedaan HDD (Hard Drive Disk) dan SSD (Solid State Drive)

Posted by on November 21, 2013

[ssdhd.gif]Hingga kini, konsumen PC hanya memiliki sedikit pilihan soal media penyimpanan data utama untuk laptop, netbook, nettop, ataupun desktop yang mereka miliki. Ketika Anda membeli netbook atau ultraportable lainnya, Anda mungkin lebih memilih solid-state drive (SSD) sebagai drive utama (C: pada OS Windows). Sedangkan desktop atau laptop memiliki hard disk drive (HDD). Kini, Anda dapat mengkonfigurasi sistem Anda dengan HDD, SSD, atau keduanya. Tapi, bagaimana memilihnya? Di sini akan dibahas mengenai perbedaan antara keduanya, serta kelebihan dan kekuranganApa itu HDD? Apa pula itu SSD? Harddisk drive (HDD) piringan tradisional merupakan media penyimpanan non-volatile (data tidak akan hilang ketika komputer dalam keadaan off) dasar pada komputer. Pada dasarnya, HDD adalah piringan metal yang memiliki lapisan magnet. Lapisan tersebut lah yang menjadi tempat penyimpanan data. Sebuah head read/write mengakses data yang tersimpan ketika piringan berputar.

SSD juga memiliki fungsi yang sama seperti HDD. Namun, data tidak disimpan pada lapisan magnetik. Melainkan pada chip-chip memori flash yang saling terhubung. Chip-chip itu bisa saja tertanam secara permanen pada motherboard, kartu PCI/PCIe, atau pada kotak yang bentuknya seperti HDD. Chip flash memori ini berbeda dengan chip yang ada pada USB thumb drive (UFD) dalam hal tipe dan kecepatan. Chip flash memori pada SSD memiliki kecepatan dan reliabilitas yang lebih tinggi daripada UFD. Dengan kapasitas yang sama, harga SSD jauh lebih mahal daripada UFD.

Sejarah HDD dan SSD
Teknologi HDD dapat dikatakan suda kuno dalam hal sejarah komputer. Perangkat yang terkenal seperti IBM 350 RAMAC di tahun 1956 yang menggunakan 50 piringan dengan lebar 24 inci untuk menampung kapasitas sebesar 3,75 MB. Dengan ukuran fisik yang hampir sama dengan dua unit kulkas, kapasitas tersebut kini hanya dapat manampung sebuah file MP3 dengan bitrate 128 Kbps. Dulunya IBM 350 hanya digunakan oleh pihak pemerintah dan industri, dan pada tahun 1969 sudah dianggap usang. Bukankah merupakan sebuah kemajuan yang besar? Form factor HDD distandarisasi pada tahun 1980 untuk kelas PC desktop dengan ukuran 5,25 inci, dan untuk kelas notebook sebesar 2,5 inci. Tidak lama kemudian menjadi 3,5 inci untuk kelas desktop dan 2,5 inci untuk notebook. Kabel antarmuka (kabel data) yang digunakan juga mengalami perubahan, yang awalnya menggunakan Serial, menjadi IDE, kemudian menjadi SCSI, dan kini menjadi SATA. Perkembangan daya tampung data yang awalnya hanya beberapa megabyte menjadi beberapa terabyte. Sekarang ini, HDD 3,5 inci memiliki kapasitas maksimal 4 TB dan 2 TB untuk HDD 2,5 inci.

IBM 350 RAMAC
SSD merupakan hal yang baru dalam sejarah komputer. Yang berawal dari impian untuk memiliki media penyimpanan data yang tidak bergerak dengan teknologi seperti bubble flash memory yang sekarat di tahun 80-an. Flash memori yang ada sekarang ini secara logis memiliki ide yang sama. Chip flash memori yang menyimpan data yang tidak memerlukan tenaga konstan untuk menjaga data tersebut disimpan. Perangkat SSD pertama dimulai ketika netbook mulai berkembang pada tahun 2000-an. Pada tahun 2007, OLPC XO-1 menggunakan sebuah SSD berkapasitas 1 GB. Kemudian ada Asus Eee PC seri 700 dengan SSD 2 GB sebagai media penyimpanan utamanya. Chip SSD pada OLPX XO-1 dan Asus Eee PC kelas low-end tertanam langsung pada motherboard. Seiring berkembangnya perangkat netbook dan ultraportable lainnya dalam hal kapabilitas, kapasitas SSD meningkat dan kemudian di-standarisasi dengan form factor notebook 2,5 inci. Sehingga konsumen dapat dengan mudah mengganti HDD lama dengan SSD baru. Kemudian form factor baru muncul, yaitu SSD yang berbentuk seperti DIMM pada Apple Macbook Air. Namun, sekarang ini SSD lebih banyak diproduksi dalam bentuk 2,5 inci. Kapasitas penyimpanan maksimal yang dicapai sekarang ini hingga 1 TB, yang tidak diragukan lagi akan terus berkembang seiring dengan waktu.
Asus Eee PC seri 700
OLPC XO-1

Kelebihan dan Kekurangan
HDD dan SSD memiliki fungsi yang sama, yaitu untuk boot sistem, menyimpan aplikasi, dan menyimpan data-data pribadi. Namun, keduanya memiliki fitur unik masing-masing. Pertanyaannya, Apa bedanya? dan Kenapa memilih yang satu daripada yang lainnya? Mari kita bahas ^_^
Harga : SSD dijual dengan harga yang sangat mahal per GB-nya. Untuk membeli HDD 2,5 inci dengan kapasitas 1 TB Anda akan mengeluarkan biaya sekitar US$100. Untuk membeli SSD dengan kapasitas yang sama, Anda membutuhkan biaya sekitar US$900. Yang artinya 10 sen per GB untuk HDD, dan 90 sen per GB untuk SSD.
Kapasitas : Seperti yang sudah disebutkan di atas, kapasitas maksimal SSD sekarang ini mencapai 1 TB, dimana produknya cukup langka dan harganya yang sangat mahal. Anda mungkin lebih memilih SSD dengan kapasitas 128 GB hingga 500 GB sebagai drive utama. Untuk HDD, orang-orang biasanya memakai HDD dengan kapasitas 250 GB atau 500GB. Bagi pengguna multimedia, biasanya membutuh kapasitas yang lebih besar. HDD dengan kapasitas 1 TB sampai 4 TB biasa digunakan untuk PC kelas high-end.
Kecepatan : Di sinilah SSD menunjukkan taringnya. PC yang terpasang SSD dapat booting dalam hitungan detik, yang pasti di bawah semenit. HDD membutuhkan waktu yang lebih lama bergantung spesifikasi PC, dan tetap lebih lama daripada SSD ketika melakukan pekerjaan normal. PC atau Mac yang terpasang SSD mendapatkan skor PCMark lebih tinggi, ditambah lagi dengan skor kecepatan transfer data HDD vs SSD dimana SSD jauh lebih tinggi daripada HDD.
Fragmentasi : Dikarenakan oleh bentuk permukaan perekaman yang seperti spiral, permukaan HDD sangat baik untuk file-file berukuran besar yang terletak pada blok yang berdekatan. Dengan begitu, head dapat memulai dan mengakhiri pembacaan data dengan satu arah yang berkelanjutan. Ketika HDD mulai penuh, file-file yang berukuran besar dapat terpencar di sekitar piringan disk, yang biasa dikenal dengan fragmentasi. Walaupun algoritma baca/tulis mangalami peningkatan, yang dapat meminimalisir efek fragmentasi, fakta bahwa HDD dapat mengalami fragmentasi tak dapat dipungkiri. Sedangkan dengan SSD, Anda tak perlu dipusingkan dengan fragmentasi. Karena data disimpan pada chip dan tidak memiliki head pembacaan fisik.
Daya tahan : SSD tidak memiliki perangkat yang bergerak, jadi lebih aman dalam menyimpan dan memelihara data bahkan ketika Anda menjatuhkan laptop atau terjadi gempa ketika bekerja dengan laptop. Kebanyakan HDD memarkirkan head baca/tulis ketika sistem dalam keadaan mati, namun head tersebut selalu bergerak terus-menerus di sekitar piringan disk hingga mencapai ratusan mil/jam ketika bekerja. Selain itu, rem parkir head HDD tetap memiliki batasan. Jika Anda termasuk orang yang cukup teledor ataupun kasar terhadap perangkat Anda, maka Anda dianjurkan untuk menggunakan SSD.
Ketersediaan : Walaupun di akhir 2011 telah terjadi bencana di Thailand yang menjadi tempat pusat pabrikan HDD, namun HDD masih tetap mudah didapatkan di pasaran. Coba Anda lihat produk Western Digital, Samsung, Seagate, Toshiba, dan Hitachi, Anda dapat melihat banyaknya model HDD daripada SSD. Untuk PC dan Mac, HDD tetap akan terus dipakai, setidaknya untuk beberapa tahun ke depan.
Form factor (bentuk/ukuran) : Karena HDD bergantung pada putaran piringan, membuat terdapatnya batasan seberapa kecil ukuran sebuah HDD dapat diproduksi. Ada inisiatif untuk membuat HDD dengan ukuran 1,8 inci, namun terbentur dengan kapasitas maksimal 320 GB, sementara MP3 player dan pabrikan ponsel pintar (smartphone) telah menetapkan flash memori sebagai media penyimpanan datanya. SSD terbebas dari batasan tersebut, sehingga ukuran SSD dapat disusutkan seiring dengan waktu dan perkembangan teknologi. SSD tersedia dengan ukuran 2,5 inci dimana ukuran tersebut hanya untuk kenyamanan pengguna laptop. Seiring dengan semakin kecilnya ukuran laptop dan semakin banyaknya pengguna PC tablet untuk menjelajahi web, Anda akan melihat kemampuan SSD yang dapat beradaptasi dengan mudah dengan ukuran laptop/tablet.
Noise (Tingkat Kebisingan) : Bahkan HDD tersenyap akan menghasil sedikit kebisingan ketika piringan berputar atau ketika head baca/tulis yang terus bergerak maju-mundur. Semakin cepat sebuah HDD, maka semakin tinggi kebisingan yang dihasilkan. Sedangkan SSD tidak menghasilkan kebisingan sama sekali, hal ini dikarenakan bentuknya yang bukan mekanik.
Overall : Secara keseluruhan, HDD menang dari sisi harga, kapasitas, dan ketersediaan barang. Sedangkan SSD unggul dalam hal kecepatan, daya tahan, bentuk/ukuran, tingkat kebisingan, dan fragmentasi.
Perlu diketahui, setiap sel chip flash memori yang ada pada SSD memiliki batasan berapa kali data dapat ditulis dan dihapus. Walau begitu, dengan adanya teknologi TRIM pada SSD yang secara dinamis meningkatkan siklus baca/tulis-nya, besar kemungkinan Anda akan membuang perangkat (SSD) yang usang sebelum mengalami kesalahan baca/tulis (read/write error). Kecuali bagi pengguna multimedia high-end seperti editor video yang secara konstan membaca dan menulis data.

Media Penyimpanan Yang Cocok Untuk Anda

Media penyimpanan manakah yang cocok untuk kebutuhan Anda? SSD atau HDD? Atau keduanya? Mari kita bahas ^_^ .
HDD
Pekerja Multimedia dan Pengunduh (Downloader) Kelas Berat : Pekerja multimedia dan kolektor video membutuhkan kapasitas yang besar. Anda dapat menggunakan HDD dengan ukuran terbesar yaitu 4 TB.
Pengguna dengan Dana Terbatas : Anda dapat mendapatkan HDD yang berukuran besar dengan harga yang murah.
Seniman Grafis : Editor video dan grafis biasanya lebih cocok menggunakan HDD karena keharusannya membaca dan menulis data secara terus-menerus yang dapat memperpendek umur media penyimpanan data. Mengganti HDD jauh lebih murah daripada mengganti SSD.
Pengguna Umum : Jika Anda tidak mempersoalkan masalah kecepatan dan daya tahan akan getaran, sebaiknya menggunakan HDD daripada SSD.
SSD
Road Warriors : Pengguna yang lebih sering menghabiskan waktunya bekerja di jalanan dan sering berpindah-pindah, lebih membutuhkan keamanan extra untuk media penyimpanan datanya.
Speed Demons : Jika Anda termasuk orang yang membutuhkan kecepatan tinggi, SSD lebih cocok buat Anda daripada HDD.
Seniman Grafis dan Teknisi : Walau di atas telah disebutkan kalau seniman grafis lebih cocok menggunakan HDD, namun ada kalanya dibutuhkan kecepatan untuk menyelesaikan pekerjaannya. Pengguna ini merupakan kandidat pengguna dual drive (menggunakan SSD dan HDD).
Editor Audio : Ketika Anda merekam musik, Anda pasti tak ingin mendengar suara bising yang dihasilkan oleh HDD.
Demikian artikel tentang pembahasan HDD dan SSD, semoga dapat membantu Anda untuk menentukan perangkat yang cocok untuk pekerjaan Anda ^_^.

Sumber : Agihcabe[dot]Net