browser icon
You are using an insecure version of your web browser. Please update your browser!
Using an outdated browser makes your computer unsafe. For a safer, faster, more enjoyable user experience, please update your browser today or try a newer browser.

Perancangan Sistem Mikrokontroller Keluarga 8051

Posted by on March 4, 2011

Mikrokontroler 8051 merupakan suatu chip Mikrokomputer buatan Intel yang tidak memiliki ROM/EPROM internal sehingga digunakan EPROM eksternal untuk menyimpan programnya. Mikrokontroller Keluarga 8051 ini sendiri memiliki nama lain yaitu mikrokontroller keluarga MCS-51.

Ini adalah gambar Sistem Mikrokontroller 8051

Mikrokontroler 8051 memiliki keistimewaan sebagai berikut :
a. Sebuah CPU (Central Processing Unit) 8 bit yang termasuk keluarga MCS-51.
b. Osilator internal dan rangkaian pewaktu.
c. RAM internal 128 byte (on chip).
d. Empat buah programmable port I/O, masing-masing terdiri atas 8 buah jalur I/O.
e. Dua buah timer/counter 16 bit.
f. Lima buah jalur interupsi (2 buah interupsi eksternal dan 3 buah interupsi internal).
g. Sebuah port serial dengan kontrol serial full duplex UART
h. kemampuan melaksanakan operasi perkalian, pembagian dan operasi boolean (bit).
i. Kecepatan pelaksanaan intruksi per siklus 1 mikrodetik pada frekuensi clock 12 MHz.

Dengan keistimewaan di atas, pembuatan alat dengan menggunakan mikrokontroler 8051 menjadi lebih sederhana dan tidak memerlukan IC pendukung yang banyak. Boleh dikatakan mikrokontroler Intel 8051 ini mempunyai keistimewaan dari segi perangkat kerasnya.

Langkah-langkah dalam perancangan sistem mikrokontroller 8051 ini sendiri adalah melalui tahap-tahap berikut :
Pertama, kita menentukan mikrokontroler yang akan dibuat sesuai dengan kebutuhan yaitu mikrokontroller 8051. Selain itu, kita juga harus mempersiapkan komponen yang diperlukan dalam perancangan sistem mikrokontroler 8051.

Beberapa komponen-komponen dasar dari mikrokontroller 8051 yaitu :
1. 128-256 byte RAM
2. 4 kb ROM
3. 128 byte addressable memory
4. 4 I/O port masing-masing 8 bit (P0-P3)
5. 1 serial interface
6. 2-3 timer 16 bit (XTAL 1-XTAL 2)
7. 1 chip oscillator (external crystal)
8. 6 interrupt sources (2 eksternal, 3 internal, reset)
9. 64K external code program memory (hanya read) PSEN, dan
10. 64K external data memory (dapat melakukan read dan write) oleh RD,WR

Selain komponen, beberapa pin juga harus diperhatikan dan dipahami. Terdapat 40 pin pada mikrokontroler 8051, termasuk 4 port I/O yang berada pada P0-P3 :
1-8 : PORT 1 I/O
9 : RESET
10-17 : PORT 3 I/O
18 : XTAL 1
19 : XTAL 2
20 : GROUND
21-28 : PORT 2 I/O
29 : PSEN (Program Store Enable), Pin output yang terhubung ke pin OE dari ROM
30 : ALE (Address Latch Enable)
31 : EA (External Access), EA dihubungkan ke ground untuk menunjukkan bahwa code disimpan secara eksternal.
32-39 : PORT 0 I/O
40 : VCC

Kedua, setelah semua komponen-komponen dasar sudah tersedia tahap selanjutnya adalah perancangan atau penggabungan dari komponen-komponen tersebut. Setiap komponen memiliki fungsi masing-masing yang berbeda-beda. Untuk merancang sistem mikrokontroller 8051 ini kita juga membutuhkan software (program). Ada beberapa kompiler bahasa pemrograman yang dapat digunakan dalam perancangan mikrokontroler 8051, diantaranya :
1. C
2. ASSEMBLY
3. BASIC
4. PASCAL
5. PL/M
6. MODULA-2
Namun dalam prakteknya, kompiler yang sering digunakan adalah bahasa C dan Assembly. Program yang dibuat bertujuan agar microcontroller dapat bekerja, antara lain I/O Program, Timer/Counter Program, Serial Port Program, dan Interrupt Source Program.

Ketiga, setelah langkah pertama dan kedua sudah dilakukan maka tahap yang terakhir dalah pengujian (test). Dalam tahap ini setelah semua dilakukan sesuai aturan maka selanjutnya fungsi mikrokontroller 8051 ini dapat diaplikasikan sesuai dengan kebutuhan dan keinginan kita semua.