Buah Klimaterik dan Non-Klimaterik, anggur merupakan contoh buah non-klimaterik

Buah merupakan salah satu kebutuhan manusia untuk memenuhi asupan gizi. Buah mengandung beberapa komponen vitamin maupun mineral yang sangat diperlukan oleh manusia dalam proses metabolisme dalam tubuh. Buah dibedakan menjadi dua macam, yaitu: buah klimakterik dan buah non klimakterik. Buah klimakterik adalah buah yang mengalami lonjakan respirasi dan produksi etilen setelah dipanen. Sedangkan buah non klimaterik adalah buah yang tidak mengalami lonjakan respirasi maupun etilen sehingga ketika dipanen buah non klimaterik harus dipanen pada saat matang utuh, hal ini berbeda dengna buah non klimaterik yang harus mengalami pemeraman untuk mencpai kematangan.

Buah anggur termasuk golongan buah yang bersifat non-klimaterik, artinya bila buah dipetik (dipanen) tidak mengakibatkan perubahan karbohidrat menjadi gula, selain itu buah anggur juga ditandai dengan tingkat produksi CO2 yang rendah dan relatif semakin menurun serta tidak berkaitan dengan perubahan komposisi buah selama pematangannya. Panen buah anggur yang terlalu awal (dini) menyebabkan rasanya masam dan warna buah kurang menarik. Oleh karena itu, penentuan saat panen yang tepat erat hubungannya dengan kualitas 9mutu) buah yang diinginkan. Panen buah anggur pada stadium matang fisiologis menghasilkan kualitas menghasilkan kualitas buah yang tinggi, rasanya manis, dan kulit buahnya menarik.

Pada buah-buahan kita kenal menjadi 3 macam tingkatan berdasarkan kematangannya yaitu pematangan atau maturity  yang berarti bahwa buah tersebut menjadi matang atau tua yang kadang-kadang belum bisa dimakan karena rasanya yang belum enak dan istilah ripening atau pemasakan, dimana buah yang sudah baik untuk dimakan yang mempunyai rasa enak, dan senescence atau pembusukan, pada kondisi ini buah telah mengalami kerusakan sehingga tidak layak lagi jika dikonsumsi.

Kematangan buah disebabkan oleh banyak hal seperti aktivitas respirasi buah, produksi etilen, penguraian senyawa pokok pada buah seperti karbohidrat dan juga asam-asam organic menjadi senyawa yang lebih sederhana lagi hal ini merupakan akibat dari metabolisme dalam jaringan tumbuhan.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CAPTCHA Image

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>