browser icon
You are using an insecure version of your web browser. Please update your browser!
Using an outdated browser makes your computer unsafe. For a safer, faster, more enjoyable user experience, please update your browser today or try a newer browser.

Semester 6

LAPORAN PRAKTIKUM TERPADU

PERANCANGAN PROSES PRODUKSI

“BRIKET TEMPURUNG KELAPA”

 

FTP-UB-2

 

OLEH:

 1. Refa Hero P.          115100300111050

2. Zaenal Alim M.      115100300111052

3. Novita Sari             115100300111055

4. Michael Matius      115100300111058

5. Ikhlal Zupri M.       115100300111062

 

NAMA ASISTEN : Rheysa Permata Sari, STP

                               Vitta Rizky Permata Sari, STP

 

JURUSAN TEKNOLOGI INDUSTRI PERTANIAN

FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN

UNIVERSITAS BRAWIJAYA

2014

BAB I

IDENTIFIKASI KEBUTUHAN PELANGGAN

 

1.1  Pendahuluan

1.1.1      Latar Belakang

Salah satu masalah penting yang dihadapai Negara Indonsia adalah krisis sumber daya alam yang berupa energi, bahan bakar minyak (BBM) dan gas elpiji (LPG), karena energi sangat diperlukan oleh manusia untuk memenuhi aktivitas sehari-hari. Kebutuhan akan bahan bakar minyak dan gas elpiji tersebut terus meningkatseiring dengan bertambahnya jumlah penduduk di Indonesia, baik di lingkungan masyarakat maupun industri. Peningkatan jumlah konsumsi energi dari berbagai sektor dapat dilihat pada Gambar 1.

 

Gambar 1. Konsumsi Energi per Sektor (BPPT-Outlook Energi Indonesia 2013)

 

Tampak pada Gambar 1 bahwa konsumsi energi secara final dari berbagai sektor di Indoensia semakin meningkat dari tahun ke tahun. Sektor-sektor yang terdapat didalam grafik tersebut menggunakan berbagai jenis energi, salah satunya adalah bahan bakar minyak dan elpiji. Energi tersebut digunakan oleh manusia untuk melakukan berbagai aktivitaas dalam menunjang kebutuhan hidupnya.

Peningkatan kebutuhan bahan bakar minyak tersebut juga tidak diimbangi dengan ketersediannya di alam, mengingat energi merupakan sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui dan jumlahnya akan semakin menipis apabila digunakan secara terus-menerus. Dampaknya, harga bahan bakar minyak dan gas elpiji mengalami kenaikan dan menyebabkan masyarakat terganggu dengan hal tersebut karena mempengaruhi aktivitas sehari-hari. Oleh karena itu, diperlukan alternatif bahan energi lain yang dapat memenuhi kebutuhan masyarakat dan mampu menjadi alternatif bahan bakar minyak dan gas elpiji. Salah satu energialternatif yang dapat digunakan adalah briket.

Menurut Ismayana dan Mohammad (2011), briket merupakan bahan bakar alternatif yang menyerupai arang dan memiliki kerapatan yang lebih tinggi. Proses pembuatan briket ini dengan menggunakan metode pirolisis. Menurut Sanusi (2008), produk dari pirolisis selain arang adalah minyak dan gas berenergi rendah yang mudah terbakar. Bahan baku dalam pembuatan briket dapat berasal dari limbah industri, limbah organik maupun limbah perkotaan. Salah satu limbah organik yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan briket adalah tempurung kelapa. Pemanfaatan tempurung kelapa untuk dijadikan briket ini akan mampu mengurangi penggunaan kayu hasil hutan dan menghemat pengeluaran pembelian bahan bakar minyak serta gas elpiji.

Kelapa banyak ditanam hampir di seluruh Indonesia dan luas arealnya meningkat. Adanya potensi kelapa yang sangat melimpah ini hendaknya dapat dimanfaatkan dengan baik. Selama ini, tanaman kelapa umunya hanya daging buahnya saja yang diolah, sedangkan limbahnya seperti tempurung kelapa belum banyak yang memanfatkan. Tempurung kelapa ini merupakan pelindung bagian buah dan sifatnya keras. Dengan pemanfaatan tempurung kelapa sebagai bahan baku briket ini maka akan dapat mengurangi limbah kelapa, menambah nilai guna dari tempurung kelapa dan teknologi pembuatannya yang sederhana serta ketersediaan bahan baku yang melimpah.

Maka, berdasarkan beberapa penjelasan mengenai briket yang telah disebutkan diatas, kelompok kami akan mencoba melakukan pembuatan briket dari tempurung kelapa. Selain itu, dilakukan pula pengembangan produk sesuai dengan kebutuhan dan keinginan konsumen yang belum terpenuhi. Tahap awal yang akan dilakukan adalah pengembangan konsep produk dengan melakukan identifikasi kebutuhan dari konsumen.

 

1.1.2      Tujuan

Tujuan yang akan dicapai adalah pembuatan briket berbahan tempurung kelapa sebagai bahan bakar alternative, meningkatkan nilai tambah bagi tempurung kelapa serta mampu mengembangkan produk briket tempurung kelapa sesuai dengan kebutuhan konsumen.

 

BAB II

SPESIFIKASI PRODUK

 

2.1 Identifikasi Kebutuhan Pelanggan

2.1.1 Karakteristik Responden

                   Pengembangan produk dilakukan dengan cara mengidentifikasi produk terlebih dahulu serta mengidentifikasi kebutuhan pelanggan. Data mentah hasil identifikasi kebutuhan pelangggan akan diperoleh sekumpulan pernyataan kebutuhan yang akan dilakukan dengan cara teknik wawancara sebanyak 15 responden yang terdiri dari pakar, konsumen pengguna dan konsumen non pengguna briket. Kegiatan tersebut dilakukan untuk memulai proyek pengembangan produk briket yang sudah ada di pasaran. Umumnya, konsumen tidak banyak yang menggunakan produk briket, karena konsumen lebih memilih menggunakan gas elpiji. Hal ini dikarenakan produk briket tidak bertahan lama saat digunakan atau cepat habis dan mengeluarkan asap. Konsumen menginginkan adanya produk briket yang lebih baik dari briket yang sudah ada. Oleh karena itu, akan dilakukan pengembangan produk briket tempurung kelapa agar sesuai dengan kebutuhan konsumen.

 

Nama Pelanggan : Hana Pewawancara                : Novita
Alamat                 : Cengger Ayam Tanggal                          : 11 April 2014
Produk yang digunakan : Briket Tempurung Kelapa
Pekerjaan            : Mahasiswa Keperluan                      : Identifikasi Kebutuhan

Pertanyaan

Pernyataan Pelanggan

Interpretasi Kebutuhan

  1. Apakah anda menggunakan briket?
Iya, pada saat tahun baru. Pelanggan menggunakan briket pada saat memperingati tahun baru.
  1. Apakah briket yang anda gunakan, mudah dinyalakan saat pertama kali?
Mudah, saya sudah menyediakan tempat untuk meletakkan briket dan tidak perlu banyak menggunakan minyak Pelanggan telah menyediakan tempat untuk briket dan menggunakan sedikit minyak untuk menyalakan briket
  1. Apakah api yang dihasilkan merata?
merata Api yang dihasilkan oleh briket merata ke seluruh bagian briket
  1. Berapa kg jumlah briket yang anda gunakan dalam satu kali pemakaian?
1 kg saja Pelanggan menggunakan briket dalam satu kali pemakaian sebanyak 1 kg
  1. Dalam satu kali pemakaian berapa waktu yang dibutuhkan briket untuk menjadi abu?
Untuk 1 kg briket yang saya gunakan biasanya cuma bisa untuk 2 jam Waktu yang dibutuhkan briket menjadi abu selama 2 jam untuk 1 kg
  1. Berapakah kadar zat terbang yang dihasilkan untuk  satu kali pemakaian briket?
Kira-kira 10% dari total briket yang saya gunakan. Kadar zat terbang yang diketahui oleh pelanggan berkisar 10% dari briket sebanyak 1 kg
  1. Berapakah kadar abu yang dihasilkan untuk  satu kali pemakaian briket?
Banyak, yaitu sekitar 25% dari total briket yang saya gunakan. Kadar abu yang diketahui oleh pelanggan berkisar 25% dari briket sebanyak 1 kg
  1. Menurut anda perbaikan seperti apa yang dapat meningkatkan kualitas briket?
komposisi bahan-bahan yang digunakan untuk membuat briket diukur secara tepat Perbaikan yang dilakukan untuk meningkatkan kualitas briket adalah menetapkan ukuran komposisi yang tepat dalam pembuatan briket

 

2.1.2 Interpretasi Kebutuhan Pelanggan

No. Pernyataan Pelanggan Interpretasi Kebutuhan
Iya, hanya pada waktu tertentu Pelanggan menggunakan briket pada waktu tertentu
Mudah, saya sudah menyediakan tempat untuk meletakkan briket dan tidak perlu banyak menggunakan minyak Pelanggan telah menyediakan tempat untuk briket dan menggunakan sedikit minyak untuk menyalakan briket
Sulit, butuh minyak yang banyak Pelanggan menggunakan minyak yang banyak untuk menyalakan  briket
Merata Api yang dihasilkan oleh briket merata ke seluruh bagian briket
 Merata jika briket ditata merata Briket butuh ditata agar dapat mengeluarkan api sesuai posisi briket
Merata, tetapi harus dibantu dengan kipas. Pelanggan menggunakan aliran udara yang bisa dari kipas untuk meratakan api pada briket
Kurang merata Api yang dihasilkan oleh briket hanya pada sebagian briket
Mudah, hanya 1-2 menit untuk menyalakannya Sangat mudah, hanya memerlukan waktu sekitar 1 – 2 menit saja untuk menyalakan briket.
0,5 kg Pelanggan menginginkan jumlah briket satu kali pembakaran sebanyak 0,5 kg
1 kg saja Pelanggan menggunakan briket dalam satu kali pemakaian sebanyak 1 kg
2 kg Pelanggan menggunakan briket sebanyak 2 kg
Untuk 1 kg briket yang saya gunakan biasanya cuma bisa untuk 1 jam Waktu yang dibutuhkan briket untuk menjadi abu selama 1 jam untuk 1 kg
Biasanya cuma 1 jam sudah habis Waktu yang dibutuhkan briket menjadi abu selama 1 jam untuk 2 kg
40 menit Pelanggan membutuhkan briket yang dapat bertahan selama 40 menit per 2 kg briket
50 menit Pelanggan membutuhkan briket yang dapat bertahan selama 50 menit per 1 kg briket
Kira-kira 10% dari total briket yang saya gunakan. Kadar zat terbang yang diketahui oleh pelanggan berkisar 10% dari briket sebanyak 1 kg
10% Zat terbang yang diinginkan pelanggan pada briket setelah dibakar adalah 10% dari 1 kg briket
15% Briket yang digunakan pelanggan menghasilkan 15% zat terbang pada 1 kali pemakaian sebanyak 2 kg briket
<30 % Pelanggan menginginkan kadar zat terbang pada briket kurang 30%
Sekitar 20% Briket yang digunakan pelanggan menghasilkan 20% zat terbang pada 1 kali pemakaian sebanyak 1 kg briket
10 % Kadar abu yang diinginkan pelanggan pada briket setelah dibakar adalah 10%
Banyak, yaitu sekitar 25% dari total briket yang saya gunakan. Kadar abu yang diketahui oleh pelanggan berkisar 25% dari briket sebanyak 1 kg
Banyak, yaitu sekitar 30% dari total briket yang saya gunakan. Kadar abu yang diketahui oleh pelanggan berkisar 30% dari briket sebanyak 1 kg
Lebih dikurangi lagi kadar abu dan asapnya. Kalau bisa briketnya gak basah supaya mudah dinyalakan. Perbaikan yang dilakukan untuk meningkatkan kualitas adalah kadar abu dan kadar zat terbangnya sedikit serta briket mengandung sedikit air agar mudah dinyalakan
Jenis bahan dan komposisi lebih diatur lagi Perbaikan yang dilakukan untuk meningkatkan kualitas adalah penggunaan jenis bahan dan komposisi yang tepat.
Pada komposisi dan bentuk briket Pelanggan ingin briket diperbaiki dari segi komposisi briket dan bentuk briket
Pada bahan komposisi bahan campuran briket dan tingkat kepadatan briket Pelanggan ingin briket diperbaiki dari segi komposisi bahan campuran briket dan tingkat kepadatan
Mengurangi kadar air dan komposisi perekat yang tepat Pelanggan ingin briket diperbaiki dari segi kadar air lebih rendah dan komposisi perekat yang tepat
Meningkatkan komposisi tempurung kelapa Pelanggan menginginkan perbaikan kualitas briket pada komposisinya.

 

                   Hasil dari proses wawancara dengan 15 responden yang terdiri dari pakar, konsumen pengguna dan non pengguna produk briket, diperoleh data mentah berupa sekumpulan pernyataan pelanggan. Selanjutnya, dilakukan interpretasi kebutuhan pelanggan dari setiap pernyataan pelanggan tersebut dan melakukan pengelompokkan dari beberapa interpretasi kebutuhan yang serupa.  Interpretasi kebutuhan ini dilakukan untuk mengidentifikasi kebutuhan dan keinginan konsumen terkait dengan produk briket.

Berdasarkan tabel diatas, beberapa informasi yang diperoleh dari responden adalah bahwa briket digunakan oleh konsumen hanya pada waktu tertentu saja seperti peringatan hari raya dan tahun baru. Briket mudah digunakan saat pertama kali akan tetapi membutuhkan minyak yang cukup banyak untuk menyalakannya. Konsumen juga telah menyediakan tempat untuk meletakkan briket. Api yang dihasilkan cukup merata ke seluruh bagian briket yang dapat diperoleh dengan cara menata posisi briket dan memberikan aliran udara ketika digunakan. Rata-rata jumlah briket yang digunakan oleh konsumen dalam satu kali pemakaian sebanyak 0,5 kg sampai 2 kg. Waktu yang dibutuhkan briket untuk menjadi abu juga merupakan salah satu informasi yang penting karena menunjukkan briket cepat habis atau tidak. Rata-rata briket akan menjadi abu dengan waktu 40 menit sampai 1 jam tergantung jumlah briket yang digunakan.

Dalam penggunaannya, briket tidak lepas dari abu dan asap (zat terbang) yang dihasilkan oleh briket saat pembakaran dan setelah pembakaran. Hal ini merupakan salah satu kelemahan yang dimiliki oleh briket. Berdasarkan wawancara yang telah dilakukan diperoleh informasi bahwa kadar zat terbang yang dihasilkan oleh briket berkisar 10% sampai <30% dari total jumlah briket yang digunakan untuk satu kali pemakaian. Pelanggan menginginkan bahwa kadar zat terbang yang dihasilkan oleh briket kurang dari 30%. Selanjutnya, diperoleh informasi bahwa kadar abu yang dihasilkan oleh briket berkisar 25% sampai 30% dari total jumlah briket yang digunakan. Hal ini mengindikasi bahwa kadar abu yang dihasilkan oleh briket yang sudah ada di pasaran masih tinggi. Oleh karena itu, berdasarkan infromasi yang diperoleh dari konsumen, kami akan melakukan pengembangan terhadap produk briket untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen serta mampu memproduksi briket yang lebih berkualitas.

 

2.1.3 Prioritas Kebutuhan Pelanggan  

 Kemudahan Menyalakan Briket (Pertama Kali Digunakan)

Pernyataan Kebutuhan

Primer

Sekunder

Tersier

Mudah ***
Agak Sulit **
Sulit *

 

Kemerataan Nyala Api yang Dihasilkan

Pernyataan Kebutuhan

Primer

Sekunder

Tersier

Merata ***
Kurang Merata *

 

Jumlah Penggunaan (kg)/Sekali Penggunaan

Pernyataan Kebutuhan

Primer

Sekunder

Tersier

< 1 kg **
1 kg – 3 kg **
> 3 kg ***

 

Intensitas Waktu Pakai Produk

Pernyataan Kebutuhan

Primer

Sekunder

Tersier

< 1 jam **
1 jam – 2 jam **
> 2 jam ***

 

Kadar Zat Terbang yang Dihasilkan

Pernyataan Kebutuhan

Primer

Sekunder

Tersier

< 15% ***
15% – 30% **
>30% *

 

Hasil Abu Setelah Penggunaan

Pernyataan Kebutuhan

Primer

Sekunder

Tersier

< 15% ***
15% – 30% **
>30% *

 

Kadar Air pada Produk

Pernyataan Kebutuhan

Primer

Sekunder

Tersier

< 10% ***
10% – 15% **
>15% *

 

 

                   Setelah mendapat data mentah berupa pernyataan pelanggan, kemudian mengestimasikan kedalam pernyataan kebutuhan. Data diatas adalah data hierarki hasil pengelompokan beberapa pernyataan kebutuhan. Fungsi tabel-tabel diatas adalah memfokuskan pernyataan pelanggan menjadi sebuah permasalahan yang dapat diterjemahkan, sehingga masalah tersebut dapat diselesaikan. Kelompok 4 membagi kedalam 8 kategori atau hierarki. Kategori tersebut adalah hasil diskusi kelompok dari beberapa masalah yang berada dalam produk. Kemudian memberi tiap pilihan dengan bintang agar terlihat fokus atau arah pengembangan produk briket.

Pada tabel pertama adalah kemudahan menyalakan briket (pertama kali digunakan) yang difokuskan pada mudahnya penggunaan briket saat pertama kali dinyalakan agar konsumen briket mendapatkan tingkat kemudahan yang maksimal dalam menyalakan briket dan membuat briket dapat menyaingi bahan bakar yang lainnya. Tabel kedua adalah kemerataan nyala api yang dihasilkan, tim pengembang memprioritaskan faktor ini karena dilihat dari fungsi utama briket adalah sumber api. Tabel ketiga adalah jumlah penggunaan per sekali pakai pada masyarakat. Tim pengembang ingin mendapatkan informasi bagaimana ketertarikan masyarakat dalam memakai briket. Tabel keempat adalah intensitas waktu pakai produk, tabel ini memperlihatkan data lama waktu pakai produk pada saat produk digunakan. Tabel kelima adalah jumlah zat terbang hasil pembakaran, tim pengembang mengidentifikasi bahwa faktor ini paling mengganggu selama proses pembakaran sehingga tim pengembang mencari data ini agar dapat memperbaiki kekurangan faktor ini. Tabel keenam adalah hasil abu setelah pembakaran yang merupakan hasil dari pembakaran briket. Hasil sisa berupa abu ini adalah salah satu faktor yang menghambat minat masyarakat untuk menggunakan briket, sehingga tim pengembang bermaksud memperbaiki faktor ini. Tabel ketujuh adalah kadar air produk yang berpengaruh pada tingkat nyala api yang dihasilkan produk saat digunakan, produk dimaksud harus memiliki kadar air terendah agar memiliki nyala api yang maksimal.

 

No.

Klasifikasi Kebutuhan

Bobot

Mudah dinyalakan saat pertama kali digunakan

4

Nyala api merata

4

Intensitas waktu pakai produk lama

5

Zat terbang yang dihasilkan sedikit

4

Hasil abu setelah penggunaan sedikit

3

Kadar air pada produk sekecil mungkin

5

 

Tabel diatas menjelaskan mengenai penetapan derajat kepentingan relatif atau bobot untuk setiap kategori prioritas kebutuhan pelanggan. Hal ini berfungsi untuk mengetahui penting dan tidaknya setiap kategori kebutuhan yang dinyatakan dengan bobot, sehingga tim pengembang dapat mengalokasikan sumber daya secara tepat pada kebutuhan yang diprioritaskan. Rentang bobot yang kami gunakan adalah bernilai 5 untuk bobot tertinggi dan bernilai 2 sebagai skala terendah. Berdasarkan tabel penetapan derajat kepentingan diatas, maka dapat diperoleh bahwa intensitas waktu pakai briket lama dan kadar air pada briket berjumlah sesedikit mungkin menjadi kebutuhan yang paling diperhatikan. Kategori selanjutnya yang diperhatikan yaitu kemudahan penggunaan briket saat pertama kali dinyalakan, nyala api yang merata, dan kadar zat terbang. Kemudian kategori yang paling akhir untuk diperhatikan adalah hasil abu setelah penggunaan briket berjumlah sedikit.

 

2.1.4 Analisa Hasil Dan Proses

                   Berdasarkan hasil identifikasi pelanggan dengan melakukan wawancara terhadap 15 responden mengenai briket didapatkan informasi kebutuhan pelanggan yang belum terpenuhi dan kebutuhan lain yang diinginkan. Mayoritas kebutuhan konsumen akan produk briket belum terpenuhi. Mereka menjelaskan bahwa briket membutuhkan minyak yang cukup banyak saat pertama kali briket akan dinyalakan. Api yang dihasilkan oleh briket cukup merata dan memerlukan tindakan untuk memperoleh api yang merata seperti menata briket dan memberikan aliran udara. Selain itu, intensitas waktu pakai produk briket rata-rata 1 jam untuk 1 kg sampai 2 kg, sehingga dapat dikatakan briket cepat habis saat dibakar. Briket juga menghasilkan zat terbang dan kadar abu yang cukup tinggi dimana hal ini memberikan kerugian bagi konsumen.

Kebutuhan yang diinginkan dan diharapkan oleh konsumen mengenai briket adalah adanya perbaikan untuk meningkatkan kualitas briket. Perbaikan yang diinginkan oleh konsumen antara lain briket tidak menimbulkan abu dan zat terbang dalam jumlah yang terlalu banyak. Konsumen menginginkan adanya perbaikan terkait dengan komposisi bahan campuran briket, jenis bahan yang digunakan dan bentuk briket. Selain itu, diperlukan penurunan terhadap kadar air briket dan komposisi perekat yang tepat untuk menghasilkan briket yang lebih berkualitas. Berdasarkan keinginan konsumen tersebut, dibutuhkan adanya inovasi dari proses pembuatan dan bahan baku yang digunakan untuk meningkatkan kualitas briket sesuai dengan kebutuhan dan harapan konsumen. Maka, inovasi yang dapat dilakukan adalah memperbaiki proses pembuatan terkait dengan komposisi bahan baku yang digunakan dan teknik pembuatan yang benar. Selain itu, menggunakan bahan baku yang ketersediannya cukup melimpah dan memanfaatkan limbah yang ada, salah satunya adalah tempurung kelapa yang akan kami gunakan dalam pembuatan briket ini. Karena tempurung kelapa sendiri merupakan limbah yang mudah didapat dan belum termanfaatkan secara maksimal. Sehingga dengan adanya pemanfaatan limbah sebagai bahan baku dampaknya akan menurunkan biaya produksi pembuatan briket dan menghasilkan briket dengan harga yang lebih murah. Agar diperoleh bahan baku berupa tempurung kelapa secara kontinyuitas dan proses pembuatan briket berjalan dengan lancar, maka akan dilakukan kerjasama dengan penjual kelapa di daerah sekitar Kota Malang.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB III

SPESIFIKSI PRODUK

3. Spesifikasi Produk

3.1 Kebutuhan Pelanggan dan Skala Kepentingan

NO.

Produk

Klasifikasi kebutuhan

Skala Kepentingan

Briket Tempurung Kelapa Mudah dinyalakan saat pertama kali digunakan 4
Briket Tempurung Kelapa Nyala api merata 4
Briket Tempurung Kelapa Intensitas waktu pakai produk lama 5
Briket Tempurung Kelapa Zat terbang yang dihasilkan sedikit 4
Briket Tempurung Kelapa Hasil abu setelah penggunaan sedikit 3
Briket Tempurung Kelapa Kadar air pada produk sekecil mungkin 5
Briket Tempurung Kelapa Tingkat panas api produk tinggi 4

                                                 

                   Penetapan derajat kepentingan relatif atau bobot untuk setiap kategori prioritas kebutuhan pelanggan. Hal ini berfungsi untuk mengetahui penting dan tidaknya setiap kategori kebutuhan yang dinyatakan dengan bobot, sehingga tim pengembang dapat mengalokasikan sumber daya secara tepat pada kebutuhan yang diprioritaskan. Rentang bobot yang kami gunakan adalah bernilai 5 untuk bobot tertinggi dan bernilai 2 sebagai skala terendah. Berdasarkan tabel penetapan derajat kepentingan diatas, maka dapat diperoleh bahwa intensitas waktu pakai briket lama dan kadar air pada briket berjumlah sesedikit mungkin menjadi kebutuhan yang paling diperhatikan. Kategori selanjutnya yang diperhatikan yaitu kemudahan penggunaan briket saat pertama kali dinyalakan, nyala api yang merata, dan kadar zat terbang yang sedikit. Kemudian kategori yang paling akhir untuk diperhatikan adalah hasil abu setelah penggunaan briket berjumlah sedikit.

 

3.2 Metrik Kebutuhan Pelanggan

No Kebutuhan Metric Satuan Skala kepentingan
4,5 Jumlah Kg 4,3
1,2,6 Komposisi % 4,5
3 Waktu menit 5
7 Kalor Joule 4

 

Setelah mengelompokkan data kebutuhan pelanggan dan bobot yang telah diberikan,  kemudian dibentuk tabel matrik kebutuhan pelanggan dengan pengelompokkan menjadi beberapa macam kebutuhan berbeda menurut matrik dan satuan yang dibutuhkan. Tabel ini berfungsi untuk menerjemahkan kebutuhan pelanggan menjadi pernyataan kebutuhan yang bisa direalisasikan menjadi spesifikasi pengembangan produk. Dalam tabel ini dikelompokkan menjadi 3 tabel yang difungsikan untuk mengelompokkan kebutuhan yang kemudian memiliki ukuran berupa matrik dan memiliki satuan. Dengan demikian tim pengembang memiliki ukuran dan batasan yang jelas dalam spesifikasi pengembangan produk.

Matriks 1

             Matriks/

spesifikasi

 

 

   Kebutuhan

Komposisi Jumlah Waktu Kalor
Mudah dinyalakan saat pertama kali digunakan      
Nyala api merata      
Intensitas waktu pakai produk lama

 

 

 
Zat terbang yang dihasilkan sedikit

 

  •  

 

 

Hasil abu setelah penggunaan sedikit

 

 

 

Kadar air pada produk sekecil mungkin
  •  
 

 

 

Tingkat panas api produk tinggi    

 

 

Matrik ini adalah hasil implementasi matrik kebutuhan pelanggan menjadi matriks. Hasil dari matriks merefleksikan secara langsung nilai produk yang memuaskan kebutuhan pelanggan, menerjemahkan semua kebutuhan pelanggan menjadi sekumpulan nilai spesifikasi yang tepat dan terukur, agar memuaskan kebutuhan pelanggan. Data matriks menterjemahkan data dari tabel sebelumnya. Tabel diatas mempermudah tim pengembang untuk membuat spesifikasi pengembangan produk sebagai data masukan yang untuk dianalisis atau dibandingkan dengan data pesaing. Dari perbandingan data diatas dengan data pesaing maka  akan didapatkan data yang akan menjadi patokan untuk kemudian diteruskan untuk diolah ke tahap berikutnya.

3.3 Informasi Pesaing IKHLAL

No

Kebutuhan

Metrik/

Spesifikasi

Satuan

Kepentingan

Pesaing

Sekam Padi

SNI Arang Kayu

Batu bara

Mudah dinyalakan saat pertama kali digunakan

Komposisi

%

4

10

15

20

Nyala api merata

Komposisi

%

4

Merata

Merata

merata

Intensitas waktu pakai produk lama

Waktu

menit

5

90

90

120

Zat terbang yang dihasilkan sedikit

Jumlah

Kg

4

19%

20%

15 %

Hasil abu setelah penggunaan sedikit

Jumlah

kg

3

6%

8%

14%

Kadar air pada produk sekecil mungkin

Komposisi

%

5

6%

8%

8 %

Tingkat panas api produk tinggi

Kalor

Joule

4

390

550

550

 

Berdasarkan hasil pengamatan terhadap pesaing, diperoleh data persentasi dari metrik kebutuhan pelanggan. Dilihat dari kebutuhan pelanggan terhadap tujuan penggunaan dengan spesifikasi kadar air pada briket pesaing. Informasi yang dimaksud terdiri dari karakteristik produk tersebut seperti kadar air, komposisi, hasil asap dan nyala api, harga, daya tahan saat di bakar serta bahan baku. Informasi yang didapat akan digunakan untuk referensi perancangan pengembangan produk agar nantinya tercipta produk yang dapat bersaing dan tepat sasaran ke konsumen. Sementara jenis pesaing terdapat tiga jenis yakni briket dari tempurung kelapa, briket dari kayu dan briket dari batu bara.

 

 

3.4 Target Ideal dan Target Marginal

No.

Metrik

Kebutuhan

Metrik

Satuan

Skala Kepentingan

Nilai Marginal

Nilai Ideal

4,5

Jumlah

Kg

4,3

15 – 25%

21%

4,5

Jumlah

Kg

4,3

6-8%

8%

1,2,6

Komposisi

%

4,5

10-20%

12%

1,2,6

Komposisi

%

4,5

Merata

Merata

1,2,6

Komposisi

%

5,5

6-8%

7%

3

Waktu

menit

5

90-120

120

7

Kalor

Joule

4

390-550

500

 

                   Dari data informasi tebel pesaing, diperoleh spesifikasi produk seperti yang ada pada table di atas.                   Nilai marginal merupakan rentang nilai antara nilai terendah hingga nilai tertinggi. Nilai ideal merupakan perkiraan nilai terbaik atau rata-rata dari spesifikasi produk.

 

3.5 Spesifikasi Produk Akhir

No. Metrik

Metrik

Satuan

Nilai

Jumlah

Kg

20%

Jumlah

Kg

8%

Komposisi

%

12%

Komposisi

%

Merata

Komposisi

%

7%

Waktu

menit

120

Kalor

Joule

500

 

Tabel spesifikasi akhir berfungsi untuk menunjukkan spesifikasi akhir dari dari produk yang akan diproduksi. Dari nilai ideal yang ditetapkan, dipilih sebagai nilai dari produk briket yang akan dibuat, diharapkan nantinya bisa menjawab sesuai kebutuhan pelanggan terhadap produk briket yang baik. Kadar air pada briket 7%, untuk memperoleh briket dengan kualitas terbaik, briket diproduksi dengan komposisi yang dapat menghasilkan nyala api merata. Zat terbang yang dihasilkan 20%, dengan hasil abu 8 %. Diperoleh dari tabel dharapkan lama pemakaian produk briket berkisar 120 menit dan menghasilkan kalor 500 Joule dimana bahan bakunya terbuat dari tempurung kelapa.

3.6 Analisa Hasil dan Proses

Setelah melakukan tahapan pembuatan target spesifikasi didapatkan spesifikasi produk akhir briket. Berdasarkan data spesifikasi akhir produk, kami dapat merefleksikan target dalam pengembangan produk. Bahan baku yang akan kami gunakan untuk pembuatan briket yaitu tempurung kelapa. Briket yang akan kami jual akan di desain terkait komposisi briket kadar airnya sampai dengan 7% dan merubah komposisi untuk menghasilkan briket yang apinya merata. Briket juga diperbaiki terkait zat terbang dan hasil abu yang dihasilkan lebih sedikit, yaitu untuk zat terbang yang dihasilkan maksimal 20% dan kadar abu yang dihasilkan maksimal 8%. Briket yang kami buat dapat digunakan oleh konsumen selama 120 menit atau 2 jam sehingga tidak cepat habis. Sesuai dengan kebutuhan konsumen akan panas yang dihasilkan oleh briket, maka briket yang kami buat akan menghasilkan panas sampai dengan 500 joule.. Segmentasi pasar yang kami bidik adalah pedagang makanan seperti penjual sate dan ayam bakar serta inu-ibu rumah tangga, sehingga produk dapat memenuhi lebih dari satu segmen pasar. Spesifikasi dari produk briket yang akan kami buat didasarkan pada data spesifikasi yang sudah kami rencanakan. Briket nantinya dapat memiliki kegunaan yaitu sebagai bahan bakar alternatif pengganti bahan bakar yang tidak dapat diperbarui.

BAB IV

PENYUSUNAN DAN SELEKSI KONSEP

4.1 Black Box

2

Gambar 2. Black Box

4.2 Penyelidikan Eksternal

Pada tahap penyelidikan eksternal di dapat rangkuman dari permasalahan penggunaan briket yaitu zat terbang yang dihasilkan, nyala api yang tidak rata, intensitas waktu pakai briket yang tidak lama, hasil abu setelah penggunaan, kadar air pada produk, dan kemudahan dalam nyala api . Melihat dari permasalahan di dalam kuesioner tempurung kelapa, memang apabila tempurung kelapa dibakar secara langsung akan berasap dan berbau. Ini berasal dari zat terbang atau volatile matter dan belerang yang tidak terbakar secara sempurna. Untuk menghindari masalah tersebut sebelum di briket, bahan baku dikarbonisasi atau di arangkan terlebih dahulu dengan proses bahan baku dipanaskan tanpa oksigen, zat terbang yang berupa ter, minyak dan gas akan diuapkan sehingga tersisa arang dari tempurung kelapa (Dinas PERINDAGKOP, 2004). Kandungan air juga berpengaruh pada nilai kalor yang dihasilkan. Apabila kandungan airnya tinggi maka kalori yang dihasilkan briket sebagian kalori akan dipergunakan lebih dahulu untuk menguapkan air yang terdapat dalam briket. Akibatnya, sebagian kalor yang dihasilkan oleh briket terpaksa sebagian dipakai untuk menguapkan air. Kalori sisa, baru dapat dimanfaatkan sebagai penghasil panas, baik dengan cara pemanasan kontak langsung ataupun cara pemanasan kontak tidak langsung (Sukandarrumidi, 2006).

 

4.3 Penyelidikan Internal

Dari permasalahan pada kuesioner terdapat 6 hal yang dikeluhkan oleh pengguna briket. Pengguna briket memiliki masalah pada briket yang memiliki kadar zat terbang yang berlebih, untuk mengatasinya semua bahan diusahakan dalam keadaan kering, karena kelembapan dan kadar air yang banyak menyebabkan asap yang banyak dan kadang berbau. Pemberian angin pada saat penyalaan awal akan membantu briket cepat menjadi bara sehingga asap dan bau yang dihasilkan dari pembakaran briket akan berkurang. Penambahan unsur kapur dalam komposisi briket juga dapat mengurangi kadar asap, biasanya komposisi kapur terbaik 1%. Permasalahan selanjutnya adalah nyala api yang tidak merata. Untuk itu dalam hal pembuatan briket agar nantinya yang dihasilkan briket yang sesuai maka sebelum pembuatannya bahan baku terlebih dahulu dijemur sehingga kadar airnya rendah. Selain itu perlu juga memperbesar komposisi agar nantinya dapat membantu dalam mempercepat proses penyalaan. Briket yang nantinya sudah dicetak harus dikeringkan terlebih dahulu dengan cara dijemur atau dipanaskan dengan oven sebelum dikemas. Hal ini untuk menghindari briket lembab saat digunakan nantinya. Permasalahan yang selanjutnya adalah intensitas waktu pakai briket yang kurang lama. Pemilihan bahan baku dengan kalori tinggi biasanya berpengaruh terhadap daya tahan briket atau dengan cara dikarbonasi. Dengan memperbesar komposisi tempurung kelapa maka akan semakin lama dan semakin panas hasil pembakarannya. Selain itu pengeringan hasil briket juga perlu dilakukan agar nantinya briket yang lembab dan basah akan berpengaruh besar terhadap panas yang dihasilkan. Kadar air akan berpengaruh pada nilai kalor yang dihasilkan. Semakin rendah nilai kalor maka panas yang dihasilkan akan semakin berkurang dan lama pembakaran akan semakin cepat. Tempurung kelapa dengan nilai kalor rendah akan mengakibatkan kadar air menjadi banyak sehingga menyulitkan dalam penyalaan, berasap dan panas yang kurang. Solusinya adalah dengan cara pengeringan (mengurangi kadar air) dan dengan cara menaikkan kadar kalori tempurung kelapa. Untuk kemudahan dalam penyalaan briket sebaiknya bahan baku dalam keadaan kering bisa dengan perlakuan dijemur terlebih dahulu, sehingga kadar airnya rendah. Briket yang sudah dicetak dikeringkan terlebih dahulu dengan cara dijemur atau dengan cara dipanaskan dengan oven sebelum dikemas. Hal ini untuk menghindari briket lembab saat digunakan.

 

4.4 Menggali Secara Sistematis

3

Gambar 3. Pohon Klasifikasi Konsep

4.5 Seleksi Konsep

Kriteria

Briket Arang

Briket

Tempurung Kelapa

Briket

Briket Kulit Durian

(Referensi)

Intensitas waktu pakai produk

+

+

+

0

Kadar air sekecil mungkin

+

+

+

0

Zat terbang yang dihasilkan

+

0

Nyala api yang dihasilkan

+

+

+

0

Jumlah (+)

3

4

3

Jumlah (-)

1

1

Jumlah (0)

4

Score

2

4

2

0

Ranking

3

1

2

4

Apakah Diteruskan ?

Tidak

Ya

Tidak

Tidak

 

BAB V

ARSITEKTUR PRODUK

5.1 Teknologi Dasar dan Prinsip Kerja Produk

Pada pembuatan briket, teknologi yang digunakan adalah termasuk teknologi yang biasa digunakan. Peralatan yang digunakan adalah tong untuk tempat melakukan pembakaran batok kelapa menjadi arang, oven untuk mengeringkan arang selain dengan bantuan sinar matahari, alat pencetak briket, kemudian peralatan umum seperti palu, baskom dan peralatan lainnya yang terlibat dalam pembuatan briket. Proses pembuatan briket pada umumnya akan melewati beberapa proses seperti pengarangan, penghancuran, pencampuran bahan, pencetakan dan pengeringan. Prinsip kerja produk pada umumnya adalah sebagai bahan bakar alternatif yang biasanya digunakan masyarakat untuk memasak.

5.2 Variasi Produk

Variasi produk yang akan dibuat adalah variasi dari bentuk dan komposisi perekatnya. Dari segi bentuk, pada umumnya bentuk dari briket adalah kubus, persegi panjang, bulat dan silinder. Untuk inovasi bentuk briket, maka akan dibuat variasi dengan bentuk silinder dan berrongga. Kegunaan rongga dalam hal ini adalah untuk membuat briket lebih mudah kering dan mudah terbakar. Untuk komposisi perekat biasanya dahulu digunakan tanah liat dan tepung kanji, dan sekarang untuk variasinya terletak pada jumlah komposisi perekat yang lebih sedikit agar pembakaran pada briket pada titik maksimal.

5.3 Skema Produk

Untuk skema produk briket pada umumnya di gambarkan seperti gambar di bawah ini. Produk briket terdahulu pada umum berbentuk seperti persegi panjang dan sedikit cembung atau berbentuk bulat serta berwarna hitam dan tidak berrongga. Briket terdiri dari komponen-komponen atau komposisi penyusun yang terdiri dari arang, komponen perekat dan air.

4

Gambar 4. Skema Produk Briket Tempurung Kelapa

5.4 Mengelompokan Elemen

Elemen-elemen yang terdiri dari briket adalah bahan baku, dan campuran perekat. Bahan baku dari briket adalah batok kelapa yang sudah menjadi arang dan dalam keadaan kering. Sedangkan perekat dari tepung kanji  di campur saat proses pencampuran adonan. Batok kelapa tersedia dari pemasok yaitu petani kelapa, sedangkan tepung kanji sangat mudah di dapat di pasaran.

5.5 Membuat Rancangan

5

Gambar 4. Skema Briket Tempurung Kelapa

5.6 Mengidentifikasi Interaksi Fundamental dan Insidental

Proses pembuatan briket terdiri dari proses pengarangan, penghancuran, pencampuran komponen bahan baku, pencetakan dan pengeringan. Awalnya batok kelapa yang kering dibakar didalam tong sampai menjadi arang, kemudian batok kelapa yang sudah menjadi arang di hancurkan menjadi serbuk arang. Serbuk arang kemudian dicampurkan dengan bahan perekat seperti tepung kanji atau tanah liat dan ditambahkan sedikit air agar adonan tercampur dan mudah dicetak setelah itu proses selanjutnya adalah pencetakan briket. Setelah briket dicetak kemudian briket dikeringkan.

66

Lampiran 1. Tabulasi Data Pelanggan

Nama Pelanggan : Ahmad Fuadi Pewawancara                : Novita Sari
Alamat                 : Gading Asri Tanggal                          : 7 Maret 2014
Produk yang digunakan : Briket
Pekerjaan            : Mahasiswa Keperluan                      : Identifikasi Kebutuhan Pelanggan

Pertanyaan

Pernyataan Pelanggan

Interpretasi Kebutuhan

  1. Apakah anda menggunakan briket?
Tidak

 

 

Responden menggunakan bahan bakar lain selain briket

  1. Mengapa anda menggunakan briket?

Tidak Tahu

 

 

 

Responden belum dapat memberikan alasan karena belum menggunakan briket

  1. Seberapa sering anda menggunakan briket?

Belum Pernah

 

 

 

Responden belum pernah menggunakan briket dalam satuan kurun waktu

 

  1. Berapa harga briket yang anda ketahui?

Rp 10.000 per kg

 

 

Harga briket yang diketahui responden yaitu Rp 10.000 per kg

  1. Bentuk briket seperti apa yang anda ketahui?

Silindris

 

 

 

Bentuk briket yang diketahui responden adalah silindris

  1. Apakah anda mengetahui bahan dari briket?

Dari arang

 

 

 

Briket menggunakan bahan baku berupa arang

  1. Berapa lama prakiraan waktu penggunaan briket yang anda ketahui?

15 menit per buah

 

 

 

Pelanggan memperkirakan daya tahan lama penggunaan briket yaitu 15 menit per biji briket dan cepat habis

  1. Apa saja keuntungan dari penggunaan briket?

Murah, tahan lama, apinya cukup panas, mudah dibuat, bahan baku melimpah

 

Briket memberikan keuntungan yaitu harganya yang dapat dijangkau. Briket dapat digunakan dalam jangka waktu yang cukup lama. Api yang dihasilkan dari briket cukup panas. Proses penggunaan briket mudah. Bahan baku yang dapat digunakan untuk pembuatan briket jumlahnya melimpah..

  1. Apa saja kerugian dari penggunaan briket?

Banyak abunya, kurang praktis, memakan tempat yang cukup besar

 

Briket yang digunakan mengeluarkan abu yang cukup banyak

  1. Inovasi seperti apa yang anda inginkan?

Bahan bakunya dari kulit gabah, merang, daun kering pohon yang jatuh dan bentuk briket yang lebih efisienPelanggan menginginkan pembuatan briket berbahan baku kulit gabah, merang dan daun kering

  1. Kemasan untuk briket seperti apa yang anda inginkan?

Di taruh di box kardus tanpa plastik, netto 25kg per box

 

 

Pelanggan menginginkan kemasan briket berupa box kardus tanpa plastik dengan netto 25kg per box

  1. Menurut anda, apa saja usulan perbaikan untuk briket?

Bentuknya bulat dan banyak rongganya biar efisien, ukurannya disesuaikan dengan waktu briket terbakar habis, diberikan informasi tentang briket di kemasannya misalkan 1 briket dapat menyala selama 15 menit, untuk memasak 1 liter air diperlukan 3 briketPelanggan menginginkanbentuk briket bulat dan memiliki rongga yang banyak, agar lebih efisien saat digunakan. Adanya informasi lama waktu penggunaan briket misalnya 1 briket dapat menyala selama 15 menit, untuk memasak 1 liter air diperlukan 3 briket.

 

 

 

Nama Pelanggan : Nia Tri K. Pewawancara                : Novita Sari
Alamat                 : Jl. Bendungan Sigura-gura 5 Tanggal                          : 7 Maret 2014
Produk yang digunakan : Briket
Pekerjaan            : Mahasiswa Keperluan                      : Identifikasi Kebutuhan Pelanggan

Pertanyaan

Pernyataan Pelanggan

Interpretasi Kebutuhan

  1. Apakah anda menggunakan briket?
Tidak Responden menggunakan bahan bakar lain selain briket
  1. Mengapa anda menggunakan briket?
Tidak Responden belum dapat memberikan alasan karena belum menggunakan briket

 

  1. Seberapa sering anda menggunakan briket?

Tidak PernahResponden belum pernah menggunakan briket dalam satuan kurun waktu

  1. Berapa harga briket yang anda ketahui?

Rp 5.000 per kgHarga briket yang diketahui responden yaitu Rp 5.000 per kg

  1. Bentuk briket seperti apa yang anda ketahui?

Bulat dan kotakBentuk briket yang diketahui responden adalah bulat dan kotak

 

 

  1. Apakah anda mengetahui bahan dari briket?

Tahu, dari arang kayuBriket menggunakan bahan baku berupa arang

 

 

  1. Berapa lama prakiraan waktu penggunaan briket yang anda ketahui?

1 hariPelanggan memperkirakan daya tahan lama penggunaan briket selama 1 hari.

  1. Apa saja keuntungan dari penggunaan briket?

Murah, bahan briket mudah didapatBriket memberikan keuntungan yaitu harganya yang dapat dijangkau. Bahan baku yang dapat digunakan untuk pembuatan briket mudah didapat.

  1. Apa saja kerugian dari penggunaan briket?

Cepat habis bila digunakan. Kalau basah briketnya tidak bisa digunakanBriket cepat habis bila digunakan saat pembakaran. Briket bisa digunakan saat kondisi kering.

  1. Inovasi seperti apa yang anda inginkan?

Bentuk/variasi bentuknya. Lebih tahan lama/tidak cepat habis saat dibakar. Kemasan tahan air.Pelanggan menginginkan adanya variasi bentuk dari bentuk. Pelanggan menginginkan briket lebih tahan lama saat digunakan untuk pembakaran. Pelanggan menginginkan kemasan briket tahan terhadap air.

  1. Kemasan untuk briket seperti apa yang anda inginkan?

Kemasan kedap airPelanggan menginginkan kemasan briket tahan terhadap air.

  1. Menurut anda, apa saja usulan perbaikan untuk briket?

Kemasan briketnya diperbaiki. Tahan air.Pelanggan menginginkan kemasan briket tahan terhadap air.

 

 

 

Nama Pelanggan : Luthfa Pewawancara                : Novita Sari
Alamat                 : Kediri Tanggal                          : 7 Maret 2014
Produk yang digunakan : Briket
Pekerjaan            : Mahasiswa Keperluan                      : Identifikasi Kebutuhan Pelanggan

Pertanyaan

Pernyataan Pelanggan

Interpretasi Kebutuhan

  1. Apakah anda menggunakan briket?
Tidak Responden menggunakan bahan bakar lain selain briket
  1. Mengapa anda menggunakan briket?
Tidak Responden belum dapat memberikan alasan karena belum menggunakan briket.
  1. Seberapa sering anda menggunakan briket?
Tidak Pernah Responden belum pernah menggunakan briket dalam satuan kurun waktu
  1. Berapa harga briket yang anda ketahui?
Rp 5.000 per kg Harga briket yang diketahui responden yaitu Rp 5.000 per kg
  1. Bentuk briket seperti apa yang anda ketahui?
Bulat dan kotak Bentuk briket yang diketahui responden adalah bulat dan kotak

 

  1. Apakah anda mengetahui bahan dari briket?

Tempurung kelapaBriket dapat dikembangkan dengan menggunakan bahan baku non kayu

 

 

  1. Berapa lama prakiraan waktu penggunaan briket yang anda ketahui?

1 kg dalam 1 hariPelanggan memperkirakan daya tahan lama penggunaan briket 1 kg untuk 1 hari

  1. Apa saja keuntungan dari penggunaan briket?

Bahan bakar non fosilBriket menggunakan bahan baku non fosil seperti tempurung kelapa

  1. Apa saja kerugian dari penggunaan briket?

Cepat habis bila digunakan pembakaran dan susah dicariBriket cepat habis bila digunakan saat pembakaran

  1. Inovasi seperti apa yang anda inginkan?

Briket dengan variasi bentuk lain yang lebih menarikPelanggan menginginkan adanya variasi bentuk

  1. Kemasan untuk briket seperti apa yang anda inginkan?

Kemasan anti airPelanggan menginginkan kemasan briket tahan terhadap air

  1. Menurut anda, apa saja usulan perbaikan untuk briket?

Dibuat agar pemakaiannya lebih efisien dan tidak cepat habisBriket menggunakan ukuran yang sesuai dengan kebutuhan agar lebih efisien saat digunakan

 

 

 

Nama Pelanggan : Lindah Rahayu W. Pewawancara                : Novita Sari
Alamat                 : Perum. Dwiga Tanggal                          : 7 Maret 2014
Produk yang digunakan : Briket
Pekerjaan            : Mahasiswa Keperluan                      : Identifikasi Kebutuhan Pelanggan

Pertanyaan

Pernyataan Pelanggan

Interpretasi Kebutuhan

  1. Apakah anda menggunakan briket?
Tidak Responden menggunakan bahan bakar lain selain briket

 

  1. Mengapa anda menggunakan briket?

TidakResponden belum dapat memberikan alasan karena belum menggunakan briket

  1. Seberapa sering anda menggunakan briket?

Belum pernahResponden belum pernah menggunakan briket dalam satuan kurun waktu

  1. Berapa harga briket yang anda ketahui?

Rp 8.000 per kgHarga briket yang diketahui responden yaitu Rp 8.000 per kg

  1. Bentuk briket seperti apa yang anda ketahui?

Lonjong dan kotakBentuk briket yang diketahui responden adalah bulat dan kotak

  1. Apakah anda mengetahui bahan dari briket?

TahuResponden mengetahui bahan dari briket

  1. Berapa lama prakiraan waktu penggunaan briket yang anda ketahui?

2 hariPelanggan memperkirakan daya tahan lama penggunaan briket selama 2 hari.

 

 

  1. Apa saja keuntungan dari penggunaan briket?

Tidak tahuResponden belum mengetahui keuntungan dari penggunaan briket

  1. Apa saja kerugian dari penggunaan briket?

Tidak tahuResponden belum mengetahui kerugian dari penggunaan briket

  1. Inovasi seperti apa yang anda inginkan?

Briket bau wangi dan praktisResponden menginginkan briket memiliki bau yang wangi dan praktis

  1. Kemasan untuk briket seperti apa yang anda inginkan?

Kemasan yang tahan terhadap airResponden menginginkan kemasan yang tahan terhadap air

  1. Menurut anda, apa saja usulan perbaikan untuk briket?

Kemasan lebih menarikResponden menginginkan kemasan lebih menarik

 

 

 

Nama Pelanggan : Rizal Mahfuddin Pewawancara                : Refa Hero P.
Alamat     : Jl.Veteran no.68 Malang Tanggal                          : 10 Maret 2014
Produk yang digunakan : Briket
Pekerjaan : Mahasiswa Keperluan                      : Identifikasi Kebutuhan Pelanggan

Pertanyaan

Pernyataan Pelanggan

Interpretasi Kebutuhan

  1. Apakah anda menggunakan briket?
Pernah

 

 

Pengguna pernah menggunakan briket

  1. Mengapa anda menggunakan briket?

Sesuai keperluan/kebutuhan

 

 

Pengguna menggunakan briket untuk keperluan tertentu saja

  1. Seberapa sering anda menggunakan briket?

Setahun sekali (idul adha)

 

 

 

Briket digunakan untuk saat tertentu saja

  1. Berapa harga briket yang anda ketahui?

Rp 5.000 per kg

 

 

 

Briket berharga 5000 rupiah per kg

  1. Bentuk briket seperti apa yang anda ketahui?

Yang menyerupai arang

 

 

 

Bentuk briket menyerupai arang

  1. Apakah anda mengetahui bahan dari briket?

Tempurung kelapa, kayu

 

 

 

Briket dapat terbuat dari tempurung kelapa dan kayu

  1. Berapa lama prakiraan waktu penggunaan briket yang anda ketahui?

Tergantung Penggunaan

 

 

 

Daya tahan briket tergantung penggunaan

  1. Apa saja keuntungan dari penggunaan briket?

Murah

 

 

 

Keuntungan briket salah satunya adalah murah

  1. Apa saja kerugian dari penggunaan briket?

Nyala api kecil, asap banyakKerugian briket nyala api kecil dan asap banyak

  1. Inovasi seperti apa yang anda inginkan?

Bentuk dan bahan bakuBriket dapat diinovasi dari faktor bentuk dan bahan baku

  1. Kemasan untuk briket seperti apa yang anda inginkan?

Plastik saja sudah cukup

 

 

Briket dapat dikemas dengan plastic

  1. Menurut anda, apa saja usulan perbaikan untuk briket?

Tidak ada

 

 

 

 

 

 

 

 

Nama Pelanggan : Edvin Gama P. Pewawancara                : Refa Hero P.
Alamat     : Jl.Kertoraharjo no.68 Malang Tanggal                          : 10 Maret 2014
Produk yang digunakan : Briket
Pekerjaan : Mahasiswa Keperluan                      : Identifikasi Kebutuhan Pelanggan

Pertanyaan

Pernyataan Pelanggan

Interpretasi Kebutuhan

  1. Apakah anda menggunakan briket?
Pernah

 

 

Pengguna pernah menggunakan briket

  1. Mengapa anda menggunakan briket?

Bahan bakar lain sedang langka

 

 

Pengguna menggunakan briket sewaktu BB lain langka

  1. Seberapa sering anda menggunakan briket?

Pada saat tertentu saja

 

 

Pengguna menggunakan pada saat tertentu

  1. Berapa harga briket yang anda ketahui?

Rp 3.500 per kg

 

 

 

Harga briket berkisar 3.500 rupiah per kg

  1. Bentuk briket seperti apa yang anda ketahui?

Kotak dan Lingkaran

 

 

 

Bentuk briket adalah kotak dan lingkaran

  1. Apakah anda mengetahui bahan dari briket?

Yang saya ketahui dari kayu

 

 

Briket terbuat dari kayu

  1. Berapa lama prakiraan waktu penggunaan briket yang anda ketahui?

Kira-kira sekitar 1 jam

 

 

Daya tahan briket jika dibakar sekitar 1 jam

  1. Apa saja keuntungan dari penggunaan briket?

Murah, bahan tidak gampang langka

 

 

 

Keuntungan briket murah dan bahan tidak gampang langka

  1. Apa saja kerugian dari penggunaan briket?

Menyebabkan polusi dan menyisakan abuKerugian briket dapat menyebabkan polusi dan menyisakan abu

  1. Inovasi seperti apa yang anda inginkan?

Mungkin berbentuk lingkaran dan panjang, dan bahan baku menggunakan yang menghasilkan sedikit polusiInovasi berupa bentuk lingkaran dan panjang serta bahan baku yang menghasilkan sedikit polusi

  1. Kemasan untuk briket seperti apa yang anda inginkan?

Yang bisa menjaga kualitas briket dan tentunya ramah lingkungan

 

 

Kemasan bisa menjaga kualitas briket dan rama lingkungan

  1. Menurut anda, apa saja usulan perbaikan untuk briket?

Mungkin bisa berbau wangi, dan lebih tahan lama

 

 

 

Usulan pengguna adalah briket berbau wangi dan lebih tahan lama

 

Nama Pelanggan : Febry Setiawan Pewawancara                : Refa Hero P.
Alamat     : Jl.Sumbersari gang IV no.58 Malang Tanggal                          : 10 Maret 2014
Produk yang digunakan : Briket
Pekerjaan : Mahasiswa Keperluan                      : Identifikasi Kebutuhan Pelanggan

Pertanyaan

Pernyataan Pelanggan

Interpretasi Kebutuhan

  1. Apakah anda menggunakan briket?
YA

 

 

Pengguna pernah menggunakan briket

  1. Mengapa anda menggunakan briket?

Karena kepraktisannya

 

 

Briket digunakan karena kepraktisannya

  1. Seberapa sering anda menggunakan briket?

Tidak terlalu sering

 

 

Pengguna menggunakan pada saat tertentu

  1. Berapa harga briket yang anda ketahui?

 

 

Pengguna perlu memperhatikan agar mengetahui harga briket

  1. Bentuk briket seperti apa yang anda ketahui?

Tabung/silinder

 

 

Bentuk briket berupa tabung/silinder

  1. Apakah anda mengetahui bahan dari briket?

Sekam padi, kayu, jerami

 

 

 

Briket dibuat dari sekam padi, kayu dan jerami

  1. Berapa lama prakiraan waktu penggunaan briket yang anda ketahui?

1 jam

 

 

Daya tahan briket jika dibakar sekitar 1 jam

  1. Apa saja keuntungan dari penggunaan briket?

Menghantarkan kalor yang baik

 

 

 

Briket dapat menghantarkan panas yang baik

  1. Apa saja kerugian dari penggunaan briket?

Banyak asapEfek samping briket adalah asap yang banyak

  1. Inovasi seperti apa yang anda inginkan?

Briket yang warnanya tidak pekat dan tidak banyak asapInovasi briket terdapat pada warna dan polusi asap

  1. Kemasan untuk briket seperti apa yang anda inginkan?

Dari PlasatikKemasan briket dapat dari plastik

  1. Menurut anda, apa saja usulan perbaikan untuk briket?

Tidak ada

 

 

 

 

Nama Pelanggan : Yulyan Rindiyani Pewawancara                : Refa Hero P.
Alamat     : Jl.MT.Hariono no.17 Malang Tanggal                          : 10 Maret 2014
Produk yang digunakan : Briket
Pekerjaan : Mahasiswa Keperluan                      : Identifikasi Kebutuhan Pelanggan

Pertanyaan

Pernyataan Pelanggan

Interpretasi Kebutuhan

  1. Apakah anda menggunakan briket?
Tidak
  1. Mengapa anda menggunakan briket?
 –
  1. Seberapa sering anda menggunakan briket?

  1. Berapa harga briket yang anda ketahui?

  1. Bentuk briket seperti apa yang anda ketahui?

Silinder, kubus

 

Pengguna mengetahui bentuk briket adalah silinder dan kubus

  1. Apakah anda mengetahui bahan dari briket?

Sekam padi, kayu

 

Briket dapat dibuat dari sekam padi dan kayu

  1. Berapa lama prakiraan waktu penggunaan briket yang anda ketahui?

45 menit

 

 

Daya tahan briket jika dibakar sekitar 45 menit

  1. Apa saja keuntungan dari penggunaan briket?

EkonomisBriket dipilih karena nilai ekonomisnya

  1. Apa saja kerugian dari penggunaan briket?

Banyak asap, kotor ditangan, Kadar CO tinggiBriket dapat menimbulkan banyak asap dan kadar CO yang tinggi

  1. Inovasi seperti apa yang anda inginkan?

Asapnya sedikit, CO rendah, abunya sedikitBriket diperbaiki agar menimbulkan asap sedikit, kadar CO rendah dan abu sedikit

  1. Kemasan untuk briket seperti apa yang anda inginkan?

Biodegradable

 

Masukan pengguna briket dapat dibuat dari bahan biodegradable

  1. Menurut anda, apa saja usulan perbaikan untuk briket?

Tetap mempertahankan ekonomis, mudah dibawa, bentuknya unikBriket dapat murah, mudah dibawa dan bentuknya unik

 

 

Nama Pelanggan : Moch. Ulul Khilmi Pewawancara                : Refa Hero P.
Alamat     : Jl.Veteran no.68 Malang Tanggal                          : 10 Maret 2014
Produk yang digunakan : Briket
Pekerjaan : Mahasiswa Keperluan                      : Identifikasi Kebutuhan Pelanggan

Pertanyaan

Pernyataan Pelanggan

Interpretasi Kebutuhan

  1. Apakah anda menggunakan briket?
YA

Pengguna pernah menggunakan briket

  1. Mengapa anda menggunakan briket?

Karena briket harganya murah dan mudah didapatBriket murah dan mudah didapat

  1. Seberapa sering anda menggunakan briket?

Hanya waktu tertentu

 

Briket digunakan untuk saat tertentu saja

  1. Berapa harga briket yang anda ketahui?

Rp 3.000 per bungkusHarga briket sekitar 3000 per bungkus

  1. Bentuk briket seperti apa yang anda ketahui?

Bulat dan kotak

 

Bentuk briket bulat dan kotak

  1. Apakah anda mengetahui bahan dari briket?

Tempurung kelapa, serabut kayuBahan baku briket dari tempurung kelapa dan serabut kayu

  1. Berapa lama prakiraan waktu penggunaan briket yang anda ketahui?

1 jam

 

 

Daya tahan briket jika dibakar sekitar 1 jam

  1. Apa saja keuntungan dari penggunaan briket?

Murah, praktis, mudah didapatBriket dipilih karena murah, praktis, dan mudah didapat

  1. Apa saja kerugian dari penggunaan briket?

Nyala api kecil, susah dinyalakanBriket mempunyai nyala api kecil dan sulit dinyalakan

  1. Inovasi seperti apa yang anda inginkan?

Asap sedikit, briket tahan lamaBriket diharapkan dapat menimbulkan asap yang sedikit dan tahan lama

  1. Kemasan untuk briket seperti apa yang anda inginkan?

Plastik tebal, karung

 

Kemasan briket dari plastik tebal dan karung

  1. Menurut anda, apa saja usulan perbaikan untuk briket?

Bentuknya lebih diiovasiBriket dapat diinovasi dari segi bentuk

 

 

Nama Pelanggan : Baharuddin Jusuf H Pewawancara                : Ikhlal Zupri Manurung
Alamat                 : Jl. Jombang III A No. 19 Tanggal                          : 7 Maret 2014
Produk yang digunakan : Briket
Pekerjaan            : Wiraswasta Keperluan                      : Identifikasi Kebutuhan Pelanggan

Pertanyaan

Pernyataan Pelanggan

Interpretasi Kebutuhan

  1. Apakah anda menggunakan briket?
Iya

 

 

Responden pernah menggunakan briket

  1. Mengapa anda menggunakan briket?

Karena murah

 

 

Harga briket yang Murah

 

  1. Seberapa sering anda menggunakan briket?

Setiap hariResponden rutin menggunakan briket

  1. Berapa harga briket yang anda ketahui?

Rp 3000/kgHarga briket berkisar Rp 3000/kg

  1. Bentuk briket seperti apa yang anda ketahui?

SilinderBriket yang digunakan berbentuk silinder

  1. Apakah anda mengetahui bahan dari briket?

Iya Tahu. kayuBriket terbuat dari bahan kayu

  1. Berapa lama prakiraan waktu penggunaan briket yang anda ketahui?

1 jam/kgBriket digunakan selama 1 jam untuk setiap 1 kg

  1. Apa saja keuntungan dari penggunaan briket?

–  Tidak berbahaya

 

–  Banyak tersediaMudah dalam penggunaannya dan selalu tersedia di pasaran

  1. Apa saja kerugian dari penggunaan briket?

–  Asap banyakKandungan air pada briket rendah

  1. Inovasi seperti apa yang anda inginkan?

tahan lama bara apinyaBara api yang dihasilkan tahan lama dalam penggunaannya

  1. Kemasan untuk briket seperti apa yang anda inginkan?

Kemasan plastikDikemas menggunakan kemasan plastik

  1. Menurut anda, apa saja usulan perbaikan untuk briket?

–  Asap sedikit

 

–  Panas yang awet/tahan lama

–  Bentuk ekonomisKandungan air pada briket rendah, bara api yang dihasilkan lebih tahan lama dan bentuk briket yang ekonomis

 

 

Nama Pelanggan : Riza Nofyanti Pewawancara                : Ikhlal Zupri Manurung
Alamat                 : Jl. Industri Barat No. 20 Malang Tanggal                          : 7 Maret 2014
Produk yang digunakan : Briket
Pekerjaan            : Mahasiswa Keperluan                      : Identifikasi Kebutuhan Pelanggan

Pertanyaan

Pernyataan Pelanggan

Interpretasi Kebutuhan

  1. Apakah anda menggunakan briket?
Tidak melakukan sosialisasi pengenalan briket kepada responden
  1. Mengapa anda menggunakan briket?
Tidak
  1. Seberapa sering anda menggunakan briket?
Tidak
  1. Berapa harga briket yang anda ketahui?
Tidak tahu melakukan sosialisasi pngenalan briket dan harga briket kepada responden
  1. Bentuk briket seperti apa yang anda ketahui?
Bulat, Kotak Briket yang diketahui responden Bulat dan kotak
  1. Apakah anda mengetahui bahan dari briket?
Batu Bara, Tempurung kelapa, Kayu Briket dapat dibuat dari bahan batu bara, tempurung kelapa dan kayu.
  1. Berapa lama prakiraan waktu penggunaan briket yang anda ketahui?
Tidak tahu lama waktu penggunaan Briket dilengkapi keterangan lama waktu pada saat pemakaian briket
  1. Apa saja keuntungan dari penggunaan briket?
Lebih tahan lama bara apinya Briket dibuat lebih tahan lama pada saat penggunaan
  1. Apa saja kerugian dari penggunaan briket?
Susah dinyalakan Briket dapat dinyalakan dengan mudah
  1. Inovasi seperti apa yang anda inginkan?
Dibuat lebih cepat nyala Briket dapat dinyalakan dengan mudah dan cepat
  1. Kemasan untuk briket seperti apa yang anda inginkan?
Kedap udara Briket dikemas dengan kemasan kedap udara
  1. Menurut anda, apa saja usulan perbaikan untuk briket?
Lebih cepat menyala Briket lebih mudah dalam pengunaannya

 

Nama Pelanggan : Deny Purwanto Pewawancara                : Ikhlal Zupri Manurung
Alamat                 : Jl. Kendal Sari IV no. 27 Malang Tanggal                          : 7 Maret 2014
Produk yang digunakan : Briket
Pekerjaan            : Mahasiswa Keperluan                      : Identifikasi Kebutuhan Pelanggan

Pertanyaan

Pernyataan Pelanggan

Interpretasi Kebutuhan

  1. Apakah anda menggunakan briket?
Iya Responden pernah menggunakan briket
  1. Mengapa anda menggunakan briket?
Karena Murah Harga briket yang murah
  1. Seberapa sering anda menggunakan briket?
Tidak tentu, hanya pada saat dibutuhkan Responden hanya menggunakan pada waktu tertentu
  1. Berapa harga briket yang anda ketahui?
2000/kg Harga briket berkisar Rp 2000/kg
  1. Bentuk briket seperti apa yang anda ketahui?
Silinder Responden hanya menggunakan briket berbentuk silinder
  1. Apakah anda mengetahui bahan dari briket?
Iya tahu, tempurung kelapa
  1. Berapa lama prakiraan waktu penggunaan briket yang anda ketahui?
1-2 jam/kg Responden menghabiskan 1kg briket dalam waktu 1-2 jam
  1. Apa saja keuntungan dari penggunaan briket?
Harga murah, panas konstan Harga briket yang murah, briket menghasilkan bara api yang tahan lama
  1. Apa saja kerugian dari penggunaan briket?
susah dinyalakan Briket dapat dinyalakan dengan mudah
  1. Inovasi seperti apa yang anda inginkan?
Briket dalam bentuk yang ekonomis dengan masa pakai yang lebih tahan lama Briket yang murah dan dapat dipakai dalam waktu yang cukup lama
  1. Kemasan untuk briket seperti apa yang anda inginkan?
Kemasan plastik Briket dikemas dengan kemasan plastic
  1. Menurut anda, apa saja usulan perbaikan untuk briket?
–  Lebih awet panasnya/apinya

–  Asapnya lebih sedikit-       Briket menghasilkan bara apai yang lebih tahan lama

–       Kandungan air pada briket rendah

 

Nama Pelanggan : Randy Yulidar Pewawancara                : Ikhlal Zupri Manurung
Alamat                 : Jl. Kerto sentono Tanggal                          : 7 Maret 2014
Produk yang digunakan : Briket
Pekerjaan            : Mahasiswa Keperluan                      : Identifikasi Kebutuhan Pelanggan

Pertanyaan

Pernyataan Pelanggan

Interpretasi Kebutuhan

  1. Apakah anda menggunakan briket?
Iya Responden pernah menggunakan briket
  1. Mengapa anda menggunakan briket?
Karena lebih hemat bahan bakar Briket lebih ekonomis dalam penggunaannya
  1. Seberapa sering anda menggunakan briket?
Tiga hari sekali Responden menggunkan briket setiap tiga hari sekali
  1. Berapa harga briket yang anda ketahui?
5000/kg Responden membeli briket dengan harga 5000/kg
  1. Bentuk briket seperti apa yang anda ketahui?
Kubus Responden menggunakan briket bentuk kubus
  1. Apakah anda mengetahui bahan dari briket?
Dari jerami Briket berbahan baku dari jerami
  1. Berapa lama prakiraan waktu penggunaan briket yang anda ketahui?
2 jam/kg Responden menghabiskan 1 kg briket selama 2 jam
  1. Apa saja keuntungan dari penggunaan briket?
–   Hemat bahan bakar

–   Lebih ekonomisPenggunaan briket lebih hemat dan ekonomis

  1. Apa saja kerugian dari penggunaan briket?

–   Asapnya lebih banyak

 

–   Cara menyalakan sulit-       Briket yang menghasilkan asap sedikit

–       Briket dapat dinyalakan dengan waktu yang cukup lama

  1. Inovasi seperti apa yang anda inginkan?

Bisa menghasilkan aroma yang wangiBriket diberi aroma pewangi

  1. Kemasan untuk briket seperti apa yang anda inginkan?

Kardus besarBriket dikemas dalam kemasan kardus besar

  1. Menurut anda, apa saja usulan perbaikan untuk briket?

–  Ada sumbu buat menyalakan

 

–  Bahan baku dari bekas bakaran sampah-       Briket dilengkapi sumbu penyala

–       Briket dibuat dari hasil bakaran sampah

 

Nama Pelanggan : Hery Syahputra Pewawancara                : Ikhlal Zupri Manurung
Alamat                 : Jl. Bunga srigading dalam no. 64 Malang Tanggal                          : 7 Maret 2014
Produk yang digunakan : Briket
Pekerjaan            : Mahasiswa Keperluan                      : Identifikasi Kebutuhan Pelanggan

Pertanyaan

Pernyataan Pelanggan

Interpretasi Kebutuhan

  1. Apakah anda menggunakan briket?
Tidak menggunakan briket melakukan sosialisasi pengenalan briket kepada responden
  1. Mengapa anda menggunakan briket?
Tidak
  1. Seberapa sering anda menggunakan briket?
Tidak
  1. Berapa harga briket yang anda ketahui?
Tidak melakukan sosialisasi pngenalan briket dan harga briket kepada responden
  1. Bentuk briket seperti apa yang anda ketahui?
Silinder Briket berbentuk silinder
  1. Apakah anda mengetahui bahan dari briket?
Ya, dari kayu dan tempurung kelapa Briket terbuat dari kayu dan tempurung kelapa
  1. Berapa lama prakiraan waktu penggunaan briket yang anda ketahui?
Tidak tahu Briket dilengkapi keterangan lama waktu pada saat pemakaian briket
  1. Apa saja keuntungan dari penggunaan briket?
Tidak tahu Informasi mengenai keunggulan briket
  1. Apa saja kerugian dari penggunaan briket?
Asapnya banyak Briket yang menghasilkan asap sedikit

 

  1. Inovasi seperti apa yang anda inginkan?

Asapnya dibuat sedikitKadar air pada briket rendah

  1. Kemasan untuk briket seperti apa yang anda inginkan?

Kedap udaraBriket dikemas dengan kemasan kedap udara

  1. Menurut anda, apa saja usulan perbaikan untuk briket?

Mengurangi asap yang dihasilkan dari pembakaranKandungan air pada briket rendah

 

 

Nama Pelanggan : Mohammad Isrofi Pewawancara                : Ikhlal dan Novita
Alamat                 : – Tanggal                          : 11 Maret 2014
Produk yang digunakan : Briket
Pekerjaan            : Laboran Bioindustri Keperluan                      : Identifikasi kebutuhan

Pertanyaan

Pernyataan Pelanggan

Interpretasi Kebutuhan

  1. berapa lama waktu yang dibutuhkan dalam pembuatan briket?
Apabila bahannya sudah siap, sudah ditumbuk halus dan sudah dicampur maka pembuatannya ya lebih cepat, kira-kira 1 jam untuk pembakarannya. Kalau batoknya kering jug cepat. Kalau mulai dari awal sampai akhir tergantung banyaknya briket yang mau dibuat. Saya pernah membuat 23 biji briket dalam 1 hari. Pembuatan briket akan lebih cepat dengan waktu kurang lebih 1 jam dengan syarat semua bahan sudah siap untuk dicetak. Kondisi batok harus dalam keadaan kering. Waktu yang dibutuhkan untuk pembuatan briket mulai dari pengarangan hingga pencetakan briket bergantung jumlah briket yang akan dibuat. Responden telah melakukan pembuatan briket dalam 1 hari dan menghasilkan 23 biji briket.
  1. Berapa kapasitas produksi briket yang dihasilkan dalam satu kali produksi?
1 briket butuh kira-kira 10 gram dari bahan halusnya. Tergantung mau berapa ketebalannya.

Berat briket sekitar 10 gram dan ketebalannya menyesuaikan.

  1. Apa saja kesulitan yang dihadapi dalam pembuatan briket?

Kesulitannya waktu mencetaknya. Soalnya gak gampang melepas dari cetakan. Biasanya gak jadi.Briket di buat lebih basah dari biasanya agar mudah dikeluarkan dari cetakan

  1. Menurut anda, karakteristik briket yang memiliki kualitas bagus seperti apa?

Keras biar lama bara apinya dan tidak cepat hancur.

 

 

 

Briket lebih keras dan padat agar nyala apinya lama dan kuat

  1. Menurut anda, bagaimana kualitas bahan baku yang bagus untuk pembuatan briket?

Batoknya harus kering biar cepat. Kalau pakai kayu biasa waktu pengarangannya bisa cepat habis. Kalau batok tidak cepat habis.Bahan baku batok kelapa untuk membuat briket dalam keadaan kering

  1. Apa yang harus dilakukan untuk mengurangi asapnya?

Kadar airnya harus sedikit. Biar asapnya sedikit dan nyala apinya besar. Sebelum dihancurkan, batoknya harus kering dulu biar kadar airnya sedikit.Batok di keringkan terlebih dahulu

  1. Apa yang harus dilakukan agar api yang dihasilkan besar dan tahan lama?

Kadar airnya dikurangi. Komposisinya harus tepat dan juga pengepresannya dilakukan dengan benar.

 

Kadar air sedikit, komposisi bahan tepat, proses pencetakan benar.

 

Lampiran 2.

Beberapa roses wawancara.

 

 

 

 

 

 

 

Lampiran

Nama Pelanggan : Pewawancara                :
Alamat                 : Tanggal                          :
Produk yang digunakan :
Pekerjaan            : Keperluan                      :

Pertanyaan

Pernyataan Pelanggan

  1. Apakah anda menggunakan briket?
  1. Mengapa anda menggunakan briket?
  1. Seberapa sering anda menggunakan briket?
  1. Berapa harga briket yang anda ketahui?
  1. Bentuk briket seperti apa yang anda ketahui?
  1. Apakah anda mengetahui bahan dari briket?
  1. Berapa lama prakiraan waktu penggunaan briket yang anda ketahui?
  1. Apa saja keuntungan dari penggunaan briket?
  1. Apa saja kerugian dari penggunaan briket?
  1. Inovasi seperti apa yang anda inginkan?
  1. Kemasan untuk briket seperti apa yang anda inginkan?

 

  1. Menurut anda, apa saja usulan perbaikan untuk briket?

 

 

 

 

 

 

 


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CAPTCHA Image

*