RSS
 

intelektual penggerak perubahan

09 Oct

Dilihat dari berbagi akspek kehidupan yang di alami saat ini . Sungguh mengenaskan . Dari aspek kesehatan , semakin meningkatnya jumlah penderita HIV/AIDS, orang miskin dilarang sakit karena harga berobat sangatlah mahal, semakin meningkatnya penderita busung lapar di daerah terpencil dan daerah kumuh . Dari aspek politik ,  semakin meningkatnya kasus-kasus korupsi di berbagai instansi pemerintahan di negara Indonesia tercinta ini. Dari aspek sosial budaya, sudah terjangkitnya virus pergaulan bebas di lingkungan para pelajar maupun di kalangan mahasiswa. Padahal budaya Indonesia  penuh dengan tata krama yang khas . Namun saat ini sulit di temui . Dari aspek hukum , keadilan saat ini sulit sekali di terapkan dalam setiap diri individu . Siapa saja yang berduit bisa terbebas dari hukum.  Anggapan kalangan kaum berada untuk bebas dari hukum tinggal bayar saja oknum-oknum. Gampangkan. Sungguh ironis. Tidakkah bersedih hati jika melihat kondisi saat ini. Bukalah mata lihat di sekeliling.

Lalu apa hubungannya intelektual dengan permasalah ini. Tentu saja ada hubungannya. Nah, intelektual adalah bagian dari masyarakat. Intelektuallah yang bisa mengerakkan roda kehidupan masyarakat. Terbukti saat-saat runtuhnya pemerintahan orde baru yang di pimpin presiden Soeharto saja bisa runtuh . Dan ini tidak terlepas dari peran intelektual. Jadi intelektual bisa merubah kondisi permasalah

Lalu apa yang harus dilakukan . Diam aja kan tidak apa-apa . Asalkan bisa jaga diri sendiri dulu. Permasalahan itu ya di urus masing-masing individu .  Mungkin inilah anggapan yang sudah merasuki setiap individu terutama para intelektual . Asalkan bisa berprestasi . Memiliki gelr yang banyak itu sudah merupakan suatu perubahan yang bisa merubah kondisi masyarakat. Itulah yang sudah merasuki dalam pikiran kaum intelektual.

Fakta kurangnya intelektual yang hanya sekedar berjalan . Mereka hanya berpikir bagaimana bisa terkenal . Yang penting bisa dikenal orang . Ikut berbagai lomba , organisasi-organisasi dan unit kegiatan mahasiswa . Gelar yang banyak itulah yang di serbu para inteltual kita. Dampaknya rasa individuallah yang semakin di tonjolkan . Mereka tidak melihat lagi lingkungan yang sudah semakin menyedihkan ini. Walaupun ikut bakti sosial , mengadakan amal , dan sosialisasi pendidikan . Namun itu hanya bersifat sementara . Dan hanya segelintir orang yang mengikuti kegiatan ini. Sungguh menyedihkan juga para intelektual saat ini (mahasiswa) di sibukan dengan rutinitas tugas-tugas kuliah . Mereka kurang diberi ruang untuk melihat kondisi masyarakat saat ini. Dan menjadi kurangnya mengasah potensi diri .

Oleh karena itu , diperlukan kesadaran dan pemahaman yang diemban oleh intelektual dalam memahami ideologi yang hakiki. Ideologi merupakan titik awal dalam menjalankan aktivitas. Intelektual yang hanya berideologi individualis, hanya menginginkan material , jabatan dan keuntungan diri semata.  Intelektual yang berideologi bahwa dirinya bagian dari masyarakat yang harus merubah kondiri saat ini itulah yang harus dikembangkan . Karena kan kesadarannya dan pemahamananlah yang membuat hatinya tergerak untuk merubah kondisi yang terpuruk tadi. Intelektual yang tidak mencari jabatan ataupun keuntungan diri semata.

Intelektual yang berideologi yang benar lah yang akan merubah kondisi . Merubah keterpurukan ini. Menjadi kesejahteraan yang hakiki.

 

Leave a Reply

 
*