Oleh    : Imam Habibie.M

Dosen : Nanang Suryadi, SE.,MM

Logika untuk menghubungkan pengendalian dengan strategi didasarkan pada garis pemikiran berikut ini:

  1. Perusahaan  yang berbeda umumnya beroperasi dalam konteks strategi yang berbeda.
  2. Strategi yang berbeda memerlukan prioritas tugas, faktor kunci keberhasilan, keterampilan, perspektif, dan perilaku yang berbeda untuk pelaksanaan yang efektif.
  3. Sistem pengendalian adalah sistem pengukuran yang mempengaruhi perilaku dari orang-orang yang aktivitasnya sedang diukur.
  4. Dengan demikian, keprihatinan yang selalu ada dalam merancang sistem pengendalian sebaiknya adalah apakah prilaku yang dipengaruhi oleh system tersebut tetap konsisten dengan strategi.
  •  STRATEGI KORPORAT

Strategi korporat dibuat untuk mencapai tujuan atau gol yang direncanakan baik dalam jangka menengah maupun jangka panjang. Semakin canggih dan semakin dapat mengakomodasi semua kepentingan dan peluang, tentu semakin baik, tinggal menjalani dan tibalah perusahaan di tujuan.

Dalam strategi harus tercermin alokasi sumber daya dengan return yang maksimal yang merupakan nilai tambah bagi perusahaan baik secara kuantitatif maupun kualitatif. Pada kenyataannya banyak perusahaan yang membuat strategi tanpa memperhitungkan dengan baik antara penggunaan sumber daya dan penambahan nilai bagi perusahaan.

Strategi dibedakan dan dipersiapkan untuk jangka menengah satu-tiga tahun ke depan, sementara jangka panjang setiap tiga-lima tahun. Seharusnya ada benang merah antara satu strategi ke strategi yang lain untuk melihat perkembangan dan faktor-faktor penunjangnya.

Sangat diperlukan sebuah konsistensi pendekatan dalam penyusunan strategi yang dilakukan secara teratur, tidak kapan-kapan, dan tidak pula kapan perlu, di mana pada intinya bagaimana perusahaan melakukan alokasi dan relokasi sumber daya dan mengurangi bahkan jika mungkin sekaligus meniadakan penghalang-penghalang agar kecepatan perkembangan dan perluasan lebih terjamin.

  •  STRATEGI  UNIT BISNIS

Strategi unit bisnis sering juga disebut dengan kata strategi bersaing,strategi bisnis yang berfokus pada peningkatan posisi bersaing produk dan jasa perusahaan dalam industri atau segmen pasar tertentu yang dilayani perusahaan.

 Proses strategi unit bisnis meliputi beberapa tahap:

1. Misi bisnis : misi khusus suatu bisnis

2. Analisis SWOT

- Analisis lingkungan eksternal (peluang dan ancaman), dapat dilihat dari:                       

Lingkungan makro: demografi, ekonomi,alam, tehnologi, politik-hukum, sosial-budaya)

Lingkungan mikro : pesaing, konsumen, suplier, distributor, dealer)

- Analisis lingkungan internal (kekuatan/kelemahan

3. Formulasi tujuan

Kriteria tujuan:

a. Harus diatur secara hirarki, dari yang paling penting ke yang paling tidak  penting.

b. Tujuan harus dinyatakan secara kuantitatif  bila memungkinkan

c. Tujuan harus realistis

d. Tujuan harus konsisten

4. Formulasi strategi

Strategi adalah suatu cara untuk mencapai tujuan.

Strategi generik Porter:

- Kepemimpinan biaya keseluruhan

- Differensiasi

- Fokus (fokus pada satu atau lebih segmen)

5. Aliansi strategis

Untuk mencapai efektivitas, perusahaan seringkali memerlukan partner/rekanan strategis.

Beberapa aliansi strategis yang dapat dilakukan adalah :

a. Aliansi produk atau jasa : satu perusahaan melisensikan perusahaan lain untuk memproduksi produknya, atau dua perusahaan bersama-sama memasarkan produk pelengkap atau produk baru.

b. Aliansi promosi: satu perusahaan setuju untuk mempromosikan produk/jasa perusahaan lain, contoh : McDonald’s dengan Disney film.

c. Aliansi logistik: satu perusahaan menawarkan jasa logistik untuk produk perusahaan lain

d. Kolaborsi penetapan harga

6. Formulasi program dan implementasi

Setelah strategi dikembangkan, maka harus didukung oleh program-program. Dan setelah program-program dibuat, harus diestimasi biayanya.

Dan pada saat perusahaan akan mengimplementasi strategi, harus memperhatikan stakeholder dan kebutuhan mereka.

7. Feedback dan Pengawasan

Dalam mengimplementasikan strateginya, perusahaan harus menelusuri hasil dan memonitor pengembanganbaru.

  •  RENCANA PEMASARAN

Perencanaan pemasaran strategis adalah proses manajemen yang mengarah pada perencanaan pemasaran. Perencanaan ini merupakan urutan logis dan serangkaian aktivitas ke arah penetapan tujuan pemasaran dan perumusan rencana untuk mencapai tujuannya. Perencanaan pemasaran adalah penerapan yang sudah direncanakan dari sumber daya pemasaran untuk mencapai tujuan pemasaran. Dengan demikian perencanaan pemasaran merupakan sebuah proses sistematis dalam merancang dan mengkoordinasi keputusan pemasaran.

Langkah-langkah pokok dalam perencanaan pemasaran meliputi :
1. melakukan analisis situasi
Analisis yang dilakukan dalam tahap ini adalah analisis SWOT (streghts, weaknesses, opportunities, dan threats). Analisis ini mencakup peluang dan masalah yang ditimbulkan oleh trend an situasi pembeli, pesaing, biaya dan regulasi. Selain itu, termasuk pula di dalammnya adalah kekuatan dan kelemahan yang dimiliki perusahaan.

2. Menetapkan tujuan/sasaran
Tujuan dirumuskan secara spesifilk dan mengidentifikasi tingkat kinerja yang diharapkan untuk dicapai organisasi pada waktu tertentu di masa datang, dengan mempertimbangkan realitas masalah dan peluang lingkungan serta kekuatan dan kelemahan perusahaan.

3. Menyusun strategi dan program
Berdasarkan tujuan yang telah ditetapkan, pengambil keputusan kemudian merancang strategi (tindakan jangka panjang untuk mencapai tujuan) dan program (tindakan jangka pendek spesifik untuk mengimplementasikan strategi).

Hasil dari perencanaan pemasaran yang berfokus pada konsumen dapat menghasilkan sebuah keunggulan bersaing melalui :

1) harga yang lebih rendah di bandingkan dengan para pesaing untuk manfaat yang sama atau

2) keunikan manfaat yang dapat menutupi harga tinggi. Analisis keunggulan bersaing menunjukkan perbedaan dan keunikannya di antara para pesaing. Bagi perusahaan yang ingin menikmati keunggulan bersaing di pasar, antara produknya, dan produk pesaing harus dapat di rasakan di pasaran.Keunggulan bersaing diperoleh dengan mencari aspek-aspek diferensiasi yang akan di nilai superior oleh konsumen sasaran dan yang tidak mudah diduplikasikan oleh pesaingnya.

File Download :

strategi Korporat.pdf

strategi Korporat.doc