Beton Cor Siap Pakai ? Apa Saja Keunggulannya ?

Beton Cor Siap pakai atau beton ready mix saat ini menjadi trend dalam pembangunan berbagai jenis konstruksi dan fasilitas umum. Banyak yang menggunakan untuk cor dak rumah, jalan, halaman parkir dan berbagai jenis bangunan pencakar langit.

beton cor siap pakai

Pengertian Beton Cor Siap Pakai

Istilah beton cor siap pakai dalam dunia konstruksi yaitu beton ready mix, ada juga yang menyebutnya dengan Jayamix dikarenakan brand tersebut adalah brand tertua di Indonesia.

secara singkat beton ready mix adalah beton yang sudah siap pakai tanpa perlu pengolahan agi di lapangan. Komposisi produk tersebut diantaranya yaitu Semen, Pasir, Split(kerikili) dan Air. Secara umum sama dengan pembuatan beton secara konvensional, namun pada beton ready mix ada beberapa tambahan yang membuat beton lebih cepat kering dari pada pembuatan beton secara manual.

Selain itu, beton ready mix yang diproduksi secara massal memiliki standar khusus yang dikerjakan oleh Ahli Beton di tempat produksinya, seleksi ketat juga dilakukan agar pembeli  beton / konsumen puas dengan kualitas beton yang dipakai untuk bangunan nya.

Kriteria Mutu Beton

Ada beberapa mutu pada beton ready mix diantaranya yaitu :

Mutu Beton K 100 / B-Nol
Digunakan untuk dasar atau sebagai pengeras struktur tanah labil, Mutu ini teksturnya kasar dan rendah kadar semen sehingga sulit diratakan dan dihaluskan. Biasanya hanya digunakan untuk pembukaan akses jalan maupun bangunan/ lantai dasaran.

Mutu Beton K 125, K 175 dan K-200
Digunakan untuk pengecoran non struktural jalan kecil seperti jalan lingkungan dan jalan gang sempit dengan intensitas bobot ringan seperti Motor dan Manusia. Digunakan juga untuk parkiran motor dan lainnya.

Mutu Beton K 225, K 250, K 275, dan K 300
Direkomendasikan untuk pengecoran dak bangunan bertingkat, pilar (kolom), Sloof, bor pile, dan pengecoran jalan dengan intensitas beban sedang, seperti ; mobil pribadi dan mobil muatan dibawah 20 ton

K 350, K 375 dan K 400
Direkomendasikan untuk jalan besar seperti Jalan Negara, Jalan Propinsi, Bandara, Jalan Tol juga bisa digunakan untuk proyek yang membutuhkan treatment khusus seperti kolam renang,tanki penampung, dll.

K-450, K 500 & K 600
Digunakan untuk pengerjaan non struktural yang memiliki intensitas berat / tonase besar (heavy duty) seperti pondasi mesin pabrik, jalan kawasan industri, bandar udara, lapangan alat berat, dll.
Pengiriman lebih disarankan pada malam hari, karena mutu beton ini lebih cepat kering dibanding mutu beton lainnya. (sumber : Indonesiareadymix.com)

Kelebihan Beton Cor Siap Pakai

Beton readymix memiliki beberapa kelebihan dibandingkan pembuatan beton secara manual atau menggunakan tenaga manusia, Kelebihan tersebut diantaranya :

  • Praktis 
    Beton ready mix dihadirkan dalam keadaan sudah jadi, dan bisa langsung dipakai, tidak perlu pengolahan lagi.
  • Hemat Waktu, Tenaga & Hemat Biaya ✅
    Jika kebutuhan beton lebih dari 5 kubik, akan lebih efisien menggunakan beton ready mix, dibandingkan membuatnya sendiri secara manual (tradisional).
  • Kualitas Terjamin 
    Standar beton readymix mengacu pada Standar Nasional Indonesia, sehingga aman digunakan untuk bangunan Anda.
  • Harga Beton Ready Mix Lebih Murah 
    Lebih murah, karena perusahaan beton ready mix memproduksinya secara massal dan banyak diantaranya memiliki tambang material sendiri.

Itulah tadi beberapa informasi yang dapat kami sampaikan tentang Beton Cor Siap Pakai, kurang dan lebih nya mohon maaf. Terima kasih

Apabila Anda membutuhkan beton ready mix untuk di Bogor, silahkan masuk kehalamn Harga Beton Ready Mix Bogor atau Harga Jayamix .

Informasi bermanfaat lainnya dapat mengunjung Halaman Utama Kami pada halaman Blog Beranda Kami.

Cara Membuat RAB Rumah

Rumah adalah sebuah tempat untuk berlindung, beristirahat dan berkumpulnya para anggota keluarga. Oleh karena itu, buatlah rumah senyaman mungkin, baik untuk Anda maupun anggota keluarga Anda.

Bagi Anda yang ingin membangun sebuah rumah, tentu ada banyak hal yang harus Anda pertimbangkan sebelum membangun rumah tersebut, seperti harga bahan baku, upah pekerja, pajak dan lain sebagainya. Seluruh anggaran tersebut tentunya juga harus Anda susun secara rapi dan detail. Hal tersebut bertujuan agar skema pembiayaan pembangunan rumah dapat terlihat dengan jelas.

Jika Anda tidak menyusun anggaran tersebut, dikhawatirkan akan terjadinya anggaran yang bocor dan mengakibatkan terjadinya pembengkakan budget yang besar. Tentunya pembengkakan budget tersebut sangat merugikan untuk Anda, bukan? Oleh karena itu, penting untuk Anda membuat RAB (Rencana Anggaran Biaya) rumah agar Anda tidak kebingungan mengatur anggaran pembangunan rumah Anda. selain itu Anda juga dapat terjauh dari pembengkakan budget.

Lantas bagaimana cara membuat RAB tersebut?

Sebelum Anda mengetahui cara membuat RAB, alangkah lebih baik, Anda ketahui terlebih dahulu apa itu RAB. RAB atau cost planning merupakan perkiraan biaya yang dibutuhkan untuk setiap pekerjaan pembangunan atau proyek konstruksi. Sehingga dengan adanya RAB ini, Anda dapat mengetahui berapa total perkiraan biaya yang Anda butuhkan untuk membangun sebuah rumah mulai dari awal hingga selesai pembangunan. RAB ini sangat diperlukan sebagai acuan Anda dalam pengerjaan rumah yang akan Anda buat agar pembangunan tersebut berjalan dengan lancar. Selain itu, RAB juga dapat digunakan sebagai patokan Anda ketika rumah tersebut ingin Anda jual kembali. Terdapat 2 cara dalam menghitung RAB, yaitu  menghitung RAB dengan sistem meter persegi dan sistem analisi harga satuan bangunan. Kedua sistem tersebut tentunya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Berikut ini adalah informasi mengenai kedua cara menghitung RAB

  • Cara menghitung RAB dengan sistem meter persegi

Kelebihan cara menghitung RAB dengan sistem meter persegi ini adalah sistem ini menawarkan perhitungan waktu yang lebih cepat, sehingga tidak memakan waktu yang lama untuk menyusun RAB. Selain itu, cara ini juga dapat digunakan oleh masyarakat umum yang belum mengenal ilmu RAB secara mendalam. Jika Anda ingin menghitung RAB dengan sistem meter persegi ini, pastikan Anda menyiapkan data-data yang nantinya Anda perlukan dalam membangun sebuah rumah. Data-data tersebut seperti data luas bangunan rumah dan harga bangunan untuk setiap meter perseginya. Selain itu, cara ini juga menuntut Anda untuk menyesuaikan harga dengan waktu pengerjaan rumah, serta lokasi bangunan tersebut berada.

Namun, menghitung RAB dengan sistem meter persegi juga memiliki kekuranagn. Kekurangan tersebut seperti tingkat ketelitiannya masih jauh dibawah sistem analisa harga satuan pekerjaan. Kemudian, tidak bisa dijadikan patokan untuk menghitung kebutuhan material dan tenaga bangunan. Selain itu, cara ini juga tidak bisa dijadikan sebagai dasar perjanjian kontrak kerja proyek kontruksi.

Contoh dari menghitung RAB sistem meter persegi ini, misalnya Anda ingin membangun sebuah rumah dengan lebar 10 m dan panjangnya 15 m, maka luas bangunan rumah Anda adalah 150 m2. Kemudian asumsikan saja harga bangunannya 2 juta rupiah per m2. Maka, Anda tinggal mengalikan luas rumah Anda dengan harga bangunan per m2, yakni 150 m2 x Rp. 2000.000 = Rp. 300.000.000. Jadi, rumah dengan luas 150 m2 ini, Anda membutuhkan biaya sebesar Rp.300.000.000

  • Cara menghitung RAB dengan sistem analisis harga satuan bangunan

Kelebihan cara menghitung RAB dengan sistem analisis harga satuan bangunan ini adalah tingkat ketelitiaannya lebih baik dari pada cara lainnya, karena cara ini dianggap sangat detail. Namun, sebelum menggunakan cara ini, Anda harus menyiapkan beberapa keperluan, seperti membuat gambar atau denah bangunan rumah yang Anda inginkan. Selain itu, Anda juga harus membuat daftar spesifikasi material bangunan dan harga material tersebut. Anda juga harus merinci daftar pekerjaan, mencantumkan upah pekerja atau tukang, serta menghitung volume item pekerjaan.

Contoh dari menghitung RAB dengan sistem analisi harga satuan bangunan ini, misalnya Anda ingin memasang ubin rumah seluas 150 m2. Untuk mengetahui biaya pemasangan ubin tersebut, maka Anda harus mengalikannya dengan harga satuan ubin. Misal harga satuan ubinnya adalah Rp. 150.000. Maka, 150 m2 x Rp.150.000 = Rp. 22.500.000. Jadi, total biaya pemasangan ubin dengan bangunan seluas 150 m2 tersebut adalah Rp. 22.500.000.

Menghitung RAB ini memang susah-susah gampang. Dikatakan gampang karena RAB sebenarnya hanya mengalikan antar volume pekerjaan dengan harga satuan pekerjaan. Dikatakan susdah karena ada banyak item pekerjaan yang harus Anda sertakan di dalam RAB. Oleh karena itu dalam membuat RAB diperlukan ketelitian dari pembuatnya. Untuk membuat RAB, terdapat 5 langkah  yang harus Anda perhatikan. Kelima langkah tersebut antara lain:

  • Mempersiapkan gambar kerja

Gambar kerja merupakan rujukan untuk menentukan daftar pekerjaan yang akan dihitung dalam RAB. Gambar kerja ini juga digunakan untuk menentukan semua jenis pekerjaan, spesifikasi dan ukuran bahan bangunan. Kegunaan tersebut dapat memudahkan Anda untuk menghitung volume pekerjaan. Gambar kerja yang dibuat juga bermanfaat untuk beberapa keperluan proyek Anda. Keperluan tersebut mulai dari pembuatan izin mendirikan bangunan (IMB) dan pembuatan surat perjanjian kontrak kerja (SPK).

  • Menghitung volume pekerjaan

Langkah selanjutnya yaitu menghitung volume pekerjaan. Volume pekerjaan ini didapat dengan cara menghitung banyaknya volume pekerjaan per m2 atau per unit. Buatlah setiap item pekerjaan yang akan Anda lakukan. Jumlah total dari volume pekerjaan ini nantinya akan dikalikan dengan harga satuan pekerjaan, sehingga didapatkan jumlah biaya pekerjaan.

  • Membuat harga dan menentukan harga satuan pekerjaan

Harga satuan pekerjaan juga bisa disebut dengan harga upah dan material. Tentukan upah dan harga material bangunan Anda sesuaikan dengan harga yang berlaku di daerah Anda tinggal. Dalam menentukan upah pekerja, sebaiknya Anda bicarakan terlebih dahulu dengan pekerja. Hal ini bertujuan untuk mengantisipasi apabila pekerja meminta tambahan upah dari yang sudah disepakati bersama sebelumnya.

  • Menghitung jumlah biaya pekerjaan

Setelah itu, langkah selanjutnya yaitu menghitung jumlah biaya pekerjaan dengan mengalikan volume pekerjaan dengan harga satuan. Misal, penghitungan biaya pemasangan ubin per m2 dikalikan dengan biaya upah pekerja.

 

  • Rekapitulasi

Langkah terakhir yang harus Anda perhatikan dalam membuat RAB yaitu rekapitulasi. Rekapitulasi sendiri merupakan jumlah total masing-masing sub pekerjaan, seperti pekerjaan persiapan, pekerjaan pondasi, atau pekerjaan beton. Kemudian setiap pekerjaan ditotal sehingga akan ditemukan jumlah keselutuhan biaya proyek.

RAB sangat diperlukan sebagai acuan dalam pengerjaan proyek kontruksi agar pembangunan berjalan dengan lancar. Maka dari itu, dalam pembuatan RAB perlu dilakukan dengan rinci dan jelas. Hal tersebut bertujuan agar dana dan budget digunakan secara tepat.

Jika anda ingin menambahkan informasi beton siap pakai, bisa juga menngunjungi halaman Harga Beton Ready Mix semoga informasi yang kami berikan dapat bermanfaat untuk Anda.