Print Shortlink

Manfaat Sumber Energi Matahari

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Matahari adalah suatu bola gas yang pijar dan ternyata tidak berbentuk bulat betul. Matahari mempunyai katulistiwa dan kutub karena gerak rotasinya. Garis tengah ekuatorialnya 864.000 mil, sedangkan garis tengah antar kutubnya 43 mil lebih pendek. Matahari merupakan anggota Tata Surya yang paling besar, karena 98% massa Tata Surya terkumpul pada matahari.
Di samping sebagai pusat peredaran, matahari juga merupakan pusat sumber tenaga di lingkungan tata surya. Matahari terdiri dari inti dan tiga lapisan kulit, Pertama: Lapisan Fotosfera yaitu lapisan bagian luar yang berupa gumpalan-gumpalan cahaya yang selalu berubah akibat kepulan gas dari dalamnya, bagian inilah yang kita lihat sehari-hari. Kedua: Lapisan Kromosfera yaitu bagian atmosfer matahari yang tampak seperti gelang merah disekeliling bulan ketika terjadi gerhana matahari yang tebalnya kira-kira 16.000 km. Ketiga: Lapisan Korona yaitu lapisan atmosfir matahari yang paling luar, bentuknya berubah-rubah, cahayanya keabu-abuan dan suhunya mencapai 1.000.000 oC. Untuk terus bersinar, matahari, yang terdiri dari gas panas menukar zat hidrogen dengan zat helium melalui reaksi fusi nuklir pada kadar 600 juta ton, dengan itu kehilangan empat juta ton massa setiap saat.
Matahari dipercayai terbentuk pada 4,6 miliar tahun lalu, dengan bagitu banyak manfa`at yang diberikan bagi seluruh mahluk hidup didunia terutama pada manusia. Akan tetapi dalam kenyataannya kemanfaatan tersebut belum bisa dimanfaatkan secara maksimal oleh manusia.
Oleh sebab itu penulis menuangkan ide untuk pemanfaatan sumber energi matahari secara maksimal dalam karya ilmiah ini dengan judul: “Pemanfaatan sumber energi matahari”.

A. Perumusan Masalah
Kebanyakan masyarakat sekarang hanya mengetahui sedikit dari berbagai manfaat sumber energi matahari. Dan itu lah yang menjadikan masyarakat tidak maksimal dalam memanfaatkannya.
Seharusnya masyarakat sekarang paham betul dan memanfaatkan akan sumber energi matahari yang melimpah ini, sehingga tidak tersia-siakan adanya. Oleh karena itu permasalahan dalam hal ini adalah:
1. Bagaimana cara untuk memberikan pengetahuan yang menyeluruh akan kemanfaatan sumber energi matahari bagi kehidupan masyarakat?
2. Bagaimana cara memaksimalkan penggunaan dari sumber energi matahari yang melimpah bagi masyarakat?

B. Tujuan Penulisan
Adapun yang menjadi tujuan dalam karya ilmiah ini adalah sebagai berikut:
1. Untuk memberikan pengetahuan yang menyeluruh akan kemanfaatan sumber energi matahari bagi kehidupan masyarakat.
2. Untuk memaksimalkan penggunaan dari sumber energi matahari yang melimpah bagi masyarakat.

 

BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Matahari
Matahari adalah suatu bola gas yang pijar dan ternyata tidak berbentuk bulat betul. Matahari mempunyai fungsi dan manfaat yang sangat penting bagi bumi. Energi pancaran matahari telah membuat bumi tetap hangat bagi kehidupan, membuat udara dan air di bumi bersirkulasi, dan banyak hal lainnya. Matahari juga merupakan sumber energi (sinar panas). Energi yang terkandung dalam batu bara dan minyak bumi sebenarnya juga berasal dari matahari. Matahari juga mengontrol stabilitas peredaran bumi yang juga berarti mengontrol terjadinya siang dan malam, tahun serta mengontrol planet-planet lainnya. Tanpa matahari, sulit dibayangkan kalau akan ada kehidupan di bumi.
B. Manfaat Sumber Energi Matahari
Berikut beberapa uraian manfaat sinar matahari:
1. Sinar matahari menghasilkan vitamin D.
Vitamin D membuat tulang dan gigi menjadi kuat. Vitamin ini juga mengurangi resiko kanker, diabetes, dan serangan jantung. Setiap orang memerlukan vitamin D mulai dari bayi, anak-anak, remaja, dan orang dewasa.
Vitamin D terdapat pada susu, roti, gandum, beras merah, toge, kacang panjang, kacang hijau, kacang merah. Tetapi sumber vitamin D yang terbaik adalah sinar matahari. Tubuh kita membuat vitamin D ketika kulit terkena sinar matahari.
Metabolisme Vitamin D

Menurut Dokter Anak dari Chicago, Amerika Serikat, anak-anaka memerlukan vitamin D lebih banyak, yaitu kira-kira 400 unit vitamin D setiap hari atau paling sedikit 4 gelas susu. Jadi, anak-anak dianjurkan untuk bermain di bawah matahari. Waktu terbaik untuk mendapatkan sinar matahari adalah di pagi hari hingga pk. 09.00 pagi. Setelah itu, terlalu banyak sinar matahari dapat menyebabkan kanker kulit.
Pada waktu berkas sinar ultraviolet disaring di kulit. Ia mengubah simpanan kolesterol di kulit menjadi vitamin D. Menghadapkan sebagian dari tubuh ke sinar matahari selama 5 menit memberikan 400 unit vitamin D
2. Sinar matahari mengurangi kolesterol darah.

Dengan mengubah kolesterol di bawah kulit menjadi vitamin D, menyebabkan tubuh memberikan peringatan kepada kolesterol yang ada dalam darah untuk keluar dari darah menuju ke kulit, sehingga mengurangi kolesterol dalam darah.
3. Sinar matahari menjadi penawar infeksi dan pembunuh bakteri.
Matahari dapat membunuh bakteri penyakit, virus dan jamur. Hal itu berguna untuk perawatan TBC, erysipelas, keracunan darah, peritonitis, pneumonia, mumps, asma saluran pernapasan. Bahkan beberapa dari virus penyebar kanker dibinasakan oleh sinar ultraviolet ini. Infeksi jamur, termasuk candida, bereaksi terhadap sinar matahari. Bakteri di udara dibinasakan dalam waktu 10 menit oleh sinar matahari.
4. Sinar matahari mengurangi gula darah.
Cahaya matahari bagaikan insulin yang memberikan kemudahan penyerapan glukosa masuk ke dalam sel-sel tubuh. Ini merangsang tubuh untuk mengubah gula darah (glukosa) menjadi gula yang tersimpan (glycogen), yang tersimpan di hati dan otot, sehingga menurunkan gula darah
5. Sinar Matahari meningkatkan kebugaran pernafasan.
Sinar matahari dapat meningkatkan kapasitas darah untuk membawa oksigen dan menyalurkannya ke jaringan-jaringan. Faktor lain yang bisa membantu meningkatkan kebugaran pernafasan ialah bahwa glikogen bertambah di hati dan otot setelah berjemur matahari.
6. Sinar matahari menolong dalam membentuk dan memperbaiki tulang-tulang.
Dengan bertambahnya tingkat vitamin D dalam tubuh karena terkena sinar matahari, bisa meningkatkan penyerapan kalsium. Ini menolong pembentukan & perbaikan tulang dan mencegah penyakit seperti rakhitis dan osteomalacia (pelembutan tulang tidak Normal).
7. Sinar matahari meningkatkan beberapa jenis kekebalan.
Sinar matahari menambah sel darah putih terutama limfosit, yang digunakan untuk menyerang penyakit. Antibodi (gamma globulins) bertambah. Pengaruh ini bertahan sampai 3 minggu. Nitrofil membunuh kuman-kuman lebih cepat setelah pernafasan dengan sinar matahari. Sepuluh menit di bawah sinar ultraviolet satu atau dua kali setiap minggu dapat mengurangi flu 30-40 %.
8. Fotosintesis
Tumbuhan yang tidak mendapatkan sinar matahari menjadi pucat dan lemah, meskipun cukup mendapat panas. Stephen Hales (1727) mengemukakan bahwa sinar matahari diperlukan mutlak, meskipun tidak sama untuk berbagai tumbuhan. J. Ingenhouse (1720-1799) mengemukakan bahwa fotosintesis terjadi didaun hijau. Disini terjadi pembentukan gula dari air dan gas asam arang. Terkenal dengan nama asimilasi zat karbon.
Reaksi kimia sederhana, sbb:
+ + sinar matahari → +
Energi matahari yang ditangkap pada fotosintesis, dilepas kembali sebagai energy tumbuh, gerak, panas dan proses kehidupan lainnya.

BAB III
PENUTUP

A. Simpulan
Dari pemaparan diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa Matahari adalah sumber energi yang sangat bermanfaat bagi keberlangsungan kehidupan mahluk hidup didunia. Berikut spesifikasi manfaat sumber energi matahari:
1. Sinar matahari menghasilkan vitamin D.
2. Sinar matahari mengurangi kolesterol darah.
3. Sinar matahari menjadi penawar infeksi dan pembunuh bakteri.
4. Sinar matahari mengurangi gula darah.
5. Sinar Matahari meningkatkan kebugaran pernafasan.
6. Sinar matahari menolong dalam membentuk dan memperbaiki tulang-tulang.
7. Sinar matahari meningkatkan beberapa jenis kekebalan.
8. Fotosintesis
B. Saran
1. Seharusnya masyarakat memperhatikan betul akan kemanfaatan yang diberikan oleh sinar energi matahari.
2. Bagi pemerintah sebaiknya memberikan fasilitas-fasilitas penunjang kepada masyarakat dalam memanfaatkan sumber energi matahari ini.

DAFTAR PUSTAKA

Kastama, Emo. 1987. Menjelajah ke Alam Atom sampai Bintang – Ilmu Alamiah Dasar. Jakarta: Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia

Nursyifa. 2011. Hikmah Penciptaan. Diakses dari www. http://nursyifa.hypermart.net/info_baru/hikmah_penciptaan.html

Tjasyono, Bayong. 2000. Pengantar Geosains. Bandung: Penerbit ITB

Leave a Reply

CAPTCHA Image

*