pemakaian os linux untuk warnet

2012
03.17

badai sweeping warnet pada awal tahn 2005 dalam rangka penegakan UU HAKI oleh pemerintah berimbas pada pengadaan pengkajian internal. apakah tetap menggunakan system operasi bajakan atau menggunakan system operasi terbuka (open Source) linux.

 linuk vs windows

Pemerintah melakui Depkominfo yang mempunyai program/project IGOS (Indonesia Goes Open Source) juga melakukan dukungan bagi komunitas warnet yang tidak mampu membeli lisensi dengan mengeluarkan CD IGOS.

Pemakaian Software OpenSource (Lisensi Terbuka) jelas merupakan sesuatu yang abru  bagi kebanyakan masyarakan awam di Indonesia, sehingga akan beresiko ditinggal pelanggan dan turunnya omset, ditambah  lagi apabila tidak ditunjang dengan kemampuan SDM yang dipunyai warnet dalam memanage perubahan ini. Jelas ini merupakan resiko besar bagi sebuah bisnis. Dari segi investasi biaya pemakaian Software OpenSource jelas sangat minim bahkan boleh dibilang nol rupiah. Pemakaian Software OpenSource juga membolehkan bagi para penggunanya untuk memodifikasi merubah dan mendistribusikan dengan bebas maka akan memacu kreatifitas dari paara penggunanya.

Warnet yang memilih beralih pada open source memiliki pertimbangan

  1. .Biaya Investasi yang relatif minim.
  2. Adanya kemampuan dan kemauan SDM untuk melakukan migrasi.
  3. Hasil pengkajian bahwa Linux Desktop sebenarnya mudah.
  4. Adanya penyesuaian bentuk tampilan dan isi dari OS Linux yang dipilih agar mudah digunakan oleh pelanggan yang sudah terbiasa dengan OS Windows.
  5. Kebutuhan software pendukung yang sudah ada di System Operasi Linux dan semuanya OpenSource.
  6. Dukungan driver hardware yang sudah lengkap pada System Operasi Linux.
  7. Optimisme bahwa kemudahan penggunaan System Operasi adalah karena faktor kebiasaan.
  8. Meningkatkan pelayanan bagi pelanggan.
  9. Melakukan Training penggunaan Linux sebagai System Operasi di Warnet.

 

sumber : http://linux.kampustembalang.com/content/view/20/2/
linux.or.id

Your Reply

CAPTCHA Image
*