Husna Shofiansyah

this is my world. .

Klimaterik & Non Klimaterik

Perlu diketahui bahwa komoditas yang telah dipanen akan mengalami proses respirasi. Pada Pada proses respirasi terjadi proses katabolisme yaitu perombakan senyawa-senyawa kompleks yang diuraikan dengan bantuan oksigen (C6H12O6 + 6O2 -> 6CO2 + 6H2O). Proses respirasi berbeda-beda, semakin banyak oksigen yang digunakan maka proses respirasi semakin meningkat. Adanya respirasi menyebabkan komoditas tersebut mengalami perubahan seperti penuaan dan pembusukan. Proses cepat lambatnya resipasi juga dipengaruhi oleh etilen. Etilen adalah senyawa organik hidrokarbon paling sederhana yang (C2H4) berupa gas yang berpengaruh terhadap proses fisiologi tanaman, seperti pertumbuhan, pemasakan, penuaan, dan pembusukan.

Proses respirasi suatu komoditas dibagi menjadi 2, yaitu klimaterik dan non klimaterik. Pada klimaterik terjadi lonjakan waktu respirasi suatu komoditas yang sangat cepat atau lebih singkat, dimana kerusakan komoditas tersebut juga berlangsung cepat. Proses respirasi klimaterik dan proses pemasakan dapat berlangsung pada saat buah masih di pohon atau telah dipanen. Komoditas yang termasuk klimaterik seperti pisang, pepaya, kiwi, mangga, jambu, dan lain-lain. Sedangkan pada non klimaterik terjadi lonjakan waktu respirasinya yang lebih lambat dan menyebabkan kerusakan komoditas juga berlangsung lebih lambat. Komoditas yang termasuk non klimaterik seperti bengkoang, salak, nanas, jeruk bali, semangka, dan lain-lain.

 

You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply

*