Seragam pramugari dari masa ke masa

Seragam pramugari

Cabin crew atau awak kabin merupakan profesi yang menjembatani hubungan antara sebuah maskapai penerbangan dengan para penumpangnya. Tidak heran bila penampilan dan perilaku para pramugari/pramugara sangat mempengaruhi penilaian dan bahkan kesetiaan penumpang pada maskapai tersebut.

Seragam pramugari dari masa ke masa
Salah satu aspek yang paling penting dalam penampilan adalah seragam yang dikenakan. Penasaran ingin tahu seperti apa perkembangan seragam pramugari dari masa ke masa?

Yuk, kita lihat foto-fotonya berikut ini.

 

1920an: Swiss Air
1920an-Swiss Air
Seragam pramugari yang dirancang pada tahun 1920an terlihat lebih mirip pakaian pria dibandingkan pakaian wanita. Ini bisa dilihat dari blazer panjang berkancing yang sama sekali tidak memperlihatkan lekuk tubuh. Ditambah aksesoris topi yang tidak feminin, seperti inilah penampilan pramugari pada masa itu. Tidak terlalu mengherankan karena pada masa itu fungsi utama pesawat adalah mengantarkan surat dan barang dalam jarak jauh.
Foto ini memperlihatkan pramugari Swiss Air yang sedang berpose di Bandara Tempelhof, Berlin. Di akhir tahun 1920an, maskapai itu mulai mengubah tampilan seragam pramugarinya bersamaan dengan hadirnya layanan bagi penumpang pesawat yang jumlahnya masih terbatas.

1930an: United Air
1930an-United Air

Ellen Church (kanan) adalah pramugari pertama Amerika Serikat. Seragam yang dikenakannya tampak lebih kaku daripada seragam pramugari junior yang berdiri di sampingnya. Seragam Ellen mencerminkan tren era 30an ketika wanita pada masa itu masih umum memakai baju dengan kerah tinggi dari bahan kain yang sedikit kaku. Pramugari junior di sebelah Ellen terlihat memakai seragam era 1940an yang terlihat lebih feminin darinya.
Pada masanya, Ellen bisa dibilang sebagai wanita pelopor profesi pramugari. Sebab pada masa itu tidak banyak yang berpikir bahwa wanita bisa mempunyai peran penting dalam industri aviasi. Ellen awalnya melamar pekerjaan sebagai seorang pilot untuk pesawat Boeing. Namun wanita yang sebelumnya berprofesi sebagai perawat itu malah diarahkan sebagai seorang pramugari.

1940an: Canadian Colonial Airways
1940an: Canadian Colonial Airways
Walaupun masih terlihat bergaya militer, penampilan pramugari di era 1940an mulai menunjukkan sisi feminin dari figur wanita yang menjalani profesi tersebut. Ini bisa dilihat dari ornamen kancing dan topi yang serasi dengan blazer atau roknya.
Perubahan tampilan seragam di era 1940an terjadi karena pada masa itu pesawat mulai menyadari pentingnya penampilan pramugari. Apalagi dengan meningkatnya jumlah penumpang pesawat, aspek penampilan tentu menjadi salah satu hal yang penting untuk diperhatikan selain pelayanan yang baik.

1950an: BOAC Comet
1950an: BOAC Comet
Di era 1950an, seragam pramugari relatif tidak banyak berubah dalam segi desain. Gaya militer masih menjadi ciri khasnya. Namun siluet seragamnya lebih disesuaikan dengan bentuk tubuh wanita. Di masa itu, rok pensil menjadi tren tersendiri di kalangan berbagai maskapai.
Meskipun penampilannya masih bergaya konservatif, ternyata profesi sebagai pramugari sangat bergaung di tahun 1950an. Gadis-gadis muda di era kejayaan aktris Marilyn Monroe itu sangat tertarik untuk berkarir di udara. Sayangnya, aturan untuk menjadi pramugari kala itu sangat diskriminatif di antaranya harus berkulit putih, belum menikah, cantik dan muda.

1960an: TWA
1960an: TWA
Di masa inilah untuk pertama kalinya pramugari tak lagi memakai blazer kaku seperti beberapa dasawarsa sebelumnya. Bisa dilihat dari penampilan baru pramugari era 1960an yang lebih seksi dengan rok pensil, seragam lengan pendek dengan kerah V dan topi yang membuat mereka semakin bergaya.
Pada era ini mulai banyak pesawat jet jumbo dan jumlah penumpang mengalami peningkatan dari tahun-tahun sebelumnya. Itu sebabnya para pramugari dituntut untuk semakin profesional dalam aspek pelayanan dan penampilan.

1970an: Southwest Airlines
1970an: Southwest Airlines
Para pramugari Southwest Airlines terlihat seperti gadis remaja yang siap pergi ke disko dengan penampilan mereka di masa itu. Era 70-an menandai tren seragam pramugari berlengan pendek dan celana mikro pendek, dilengkapi dengan tali pinggang, scarf berwarna-warni dan sepatu bot go-go.
Tahun 70an menjadi era di mana seragam pramugari tak lagi konvensional dan menjadi daya tarik tersendiri baik bagi para penumpang maupun para gadis yang bermimpi menjadi pramugari. Selain seragam yang menggoda, Southwest Airlines kala itu juga menghidangkan menu yang bernada cukup provokatif, seperti Passion Punchu dan Love Potionu. Namun seragam dan pelayanan seksi di udara ini tak bertahan lama. Ini dikarenakan protes keras dari para pramugari Southwest Airlines akhirnya menjadi korban pelecehan seksual oleh para penumpang.

1980an dan 1990an
1980an dan 1990an
Seragam pramugari di era ini kembali ke tren di tahun 1950an dan 1960an. Seperti di foto tersebut, pramugari terlihat memakai seragam lengan panjang dengan blazer terbuka. Penampilannya terlihat profesional dan nyaman bagi si pemakai.
Perubahan penampilan yang cukup drastis ini terjadi akibat kritik tajam dari berbagai kalangan terhadap seragam pramugari di era 70an yang dinilai terlalu vulgar. Di era ini pula, seragam pramugari tak hanya didominasi oleh rok, namun ada pula seragam yang dipasangkan dengan celana panjang demi kenyamanan pramugari saat bekerja.

2009: Singapore Airlines
2009: Singapore Airlines

Di era ini yang menonjol dalam seragam pramugari adalah keunikan dan ciri khas negara asal maskapai penerbangan. Contohnya seragam pramugari Singapore Airlines yang terlihat elegan dan menarik.
Ini menjadi pesona tersendiri bagi para penumpang yang naik maskapai tersebut. Tak hanya itu, di tahun 2000an juga menjadi titik krusial bagi para pria yang bekerja sebagai awak kabin. Meski masih didominasi oleh kehadiran kaum hawa, para pria mulai mendapat kesempatan untuk menikmati gaya hidup dan kesempatan berwisata keliling dunia.

About Sam

Mahasiswa di Jurusan Teknik Informatika Univ Brawijaya