PETA TANAH PULAU SAMOSIR


 

peta samosirSecara Geografis Kabupaten Samosir terletak pada 20 24‘ -  20 25‘ Lintang Utara dan 980 21‘ -  990 55‘ BT. Secara Administratif Wilayah Kabupaten Samosir diapit oleh tujuh Kabupaten, yaitu di sebelah Utara berbatasan dengan Kabupaten Karo dan Kabupaten Simalungun; di sebelah Timur berbatasan dengan Kabupaten Toba Samosir; di sebelah Selatan berbatasan dengan Kabupaten Tapanuli Utara dan Kabupaten Humbang Hasundutan; dan di sebelah Barat berbatasan dengan Kabupaten Dairi dan Kabupaten Pakpak Barat.

Berdasarkan hasil Kajian Teknis Pemanfaatan Sumberdaya Alam dan Pengelolaan Lingkungan Hidup Kawasan Danau Toba (KTPSDA & PLHDT) oleh Lembaga Penelitian Institut Teknologi Bandung (LP ITB) tahun 2001, kondisi kelerengan lapangan pada DTA Danau Toba ini dapat digambarkan sebagai berikut :

  • Pada bagian Utara Kawasan Danau Toba ini yakni wilayah yang merupakan bagian dari Tanah Karo, DTA relatif sempit dan memeiliki relief bergunung dengan lereng terjal. Sedangkan arah tepi danau memiliki relief berombak hingga berbukit yang sebagian digunakan untuk budidaya pertanian. Pada wilayah yang terjal kemiringannya mencapai > 75 %, sedangkan pada dataran yang sempit kemiringannya < 3 %.
  • Kearah Timur dan Tenggara di daerah Parapat – Porsea – Balige memiliki relief datar hingga bergunung. Di sisi Timur dan Tenggara ke arah batas DTA terdapat dataran yang relatif luas yang digarap oleh masyarakat setempat sebagai lahan sawah. Tepi batas DTA merupakan wilayah berbukit hingga bergunung dengan kemiringan lahan mencapai > 75 %.
  • Bagian Selatan kawasan Danau Toba merupakan dataran hingga wilayah berbukit ke arah batas DTA. Pada daerah yang datar dengan kemiringan lahan < 3 %, diusahakan oleh masyarakat setempat sebagai lahan pertanian, sedangkan ke arah batas DTA memiliki kontur relief berbukit hingga bergunung.
  • Di bagian Barat hingga Utara merupakan dataran dan perbukitan hingga bergunung, dengan lereng terjal ke arah tepi danau, seperti di sekitar Tele, Silalahi, dan Tongging. Lereng terjal di wilayah ini mencapai kelerengan > 75 %.
  • Pulau Samosir memiliki dataran yang relatif luas di sekililing tepian Danau Toba dengan kemiringan < 3 %. Ke arah tengah pulau reliefnya bergunung dan berlereng terjal dengan

 

 

  1. 1.      Iklim dan Cuaca

Sebagai daerah pertanian dan sebagian penduduknya hidup dan menggantungkan dengan pertanian, curah hujan merupakan salah satu faktor eksternal yang menentukankeberhasialn pertanian penduduk. Rata-rata curah hujan yang terjadi di Kabupaten Samosir pada tahun 2003 berdasarkan hasil pengamatan dari 7 (tujuh) stasiun pengamatan adalah sebesar 177 mm / bulan dengan jumlah hari hujan sebanyak 11 hari.
Temperatur Kabupaten Samosir berkisar antara 170 C -  290 C dengan kelembaban udara rata-rata 85 persen dan tergolong dengan beriklim tropis. Curah hujan tertinggi terjadi bulan November dengan rata-rata 440 mm dengan jumlah hari hujan sebanyak 15 hari. Curah hujan terendah terjadi pada bulan Juni s/d Agustus berkisar dari 31 s/d 56 mm per bulan, dengan hari hujan 5 s/d 7 hari. Kecamatan yang tertinggi rata-rata curah hujannya adalah Harian sebesar 302 mm, sedangkan yang terendah adalah Nainggolan rata-rata sebesar 120 mm.

 

  1. 2.      Jenis Tanah

Topografi dan kontur tanah di Kabupaten Samosir pada umumnya berbukit dan bergelombang. Berdasarkan pada Klasifikasi Tanah menurut Balai Rehabilitasi Lahan dan Konservasi Tanah (BRLKT) Wilayah I, wilayah ini memiliki Podsolik Merah Kuning yang berasosiasi dengan Latosol dan Litosol. Daerah berbatu kapur ditutupi oleh tanah Podsolik Coklat (peka erosi) dan tanah Renzina. Tanah Andosol dan tanah Podsolik Coklat Kelabu dijumpai di atas batuan vulkanik.

Danau ini merupakan danau oligotropik (perairan kurus dan dalam) dengan bagian yang subur terdapat di sekitar cekungan Pangururan, Porsea, dan Prapat. Perairan danau ini terletak di atas tanah andesit dan leterit yang kekurangan mineral terlarut, memiliki kandungan besi yang tinggi, sedangkan unsur N, P dan Ca sangat rendah

 

  1. 3.      Penggunaan Lahan

Kabupaten Samosir memiliki 10 buah sungai yang keseluruhannya bermuara ke Danau Toba. Sebahagian dari sungai tersebut telah dimanfaatkan untuk mengairi lahan sawah seluas 3.987 ha, lahan sawah yang beririgasi setengah teknis (62,13 % dari luas yang ada). Panjang saluran irigasi di Kabupaten Samosir mencapai 74,77 km, terdiri dari irigasi setengah teknis 70,63 km (21,53 km saluran primer dan 49,10 km saluran sekunder) dan irigasi sederhana 4,14 km. Luas lahan produktif di Kabupaten Samosir (2002) mencapai 69.798 ha, terdiri dari lahan sawah 7.247 ha (10,4 %), dan lahan kering 62.551 ha (89,6 %). Terbatasnya sarana irigasi, modal dan tenaga kerja kasar mengakibatkan hanya 14.110 ha (22,56 %) lahan kering yang dikelola. Selebihnya merupakan lahan tidur seluas 48.441 ha atau 77,44 % dari lahan kering yang dapat dikelola. Beberapa contoh tanaman yang tumbuh pada wilayah ini yaitu: bawang, padi, kacang tanah, cabai, jagung, jahe, lengkuas, alpukat, mangga dan kelapa.

gambar4 pangururan landscape

Category: Uncategorized

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CAPTCHA Image

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>