Terlambat Datang Penerbangan Pesawat ke Eropa

Pengalaman saya di tahun 2013 yang jangan sampai terulang lagi. Saya menangis di Bandara Internasional Jakarta, karena ke Eropa untuk urusan pekerjaan, tiket dibayar perusahaan dan bagaimanapun caranya saya harus sampai di Swiss Eropa pada hari Senin karena ada tender di Swiss dan saya adalah person in chargenya.

traveling ke eropa
traveling ke eropa

Setelah persiapan membuat visa Schengen selesai dan visa di tangan, pada hari H, saya berangkat dari Karawang ke Bandara Jakarta. Ternyata jalanan macet banget, saya putuskan untuk ganti ojek (saat itu belum ada ojek online, saat pertama kali saya ke Swiss, Eropa). Dengan harapan saya bisa sampai di bandara tepat waktu.

Penerbangan dijadwalkan pukul 18:00 dengan Etihad. Meminta Pak Ojek untuk mencari jalan alternative menembus jalan macet, ngebut, akhirnya saya sampai di bandara pukul 17:00. Bapak Ojek menerobos larangan, motor dilarang masuk di bandara bagian depan terminal departure untuk bisa mengantarkan saya on time. Sambil membantu saya membawa koper, Pak Gojek mengantar saya jalan kaki ke terminal departure, motor diparkir di Pos Parkir karena dilarang masuk.

Tepat di counter check in, sebelum di counter check in oleh petugas diberi tahu, counter check in sudah tutup, sudah pukul 17:30 dan pesawat sudah taxiing, tidak mungkin lagi untuk ikut terbang pesawat hari itu. Tubuh saya langsung lemas dan saya menangis saat itu juga di bandara. Bagaimana tidak, saya cek harga tiketnya $4000 untuk perjalanan pulang pergi ke Swiss. Darimana saya mendapatkan uang untuk mengganti tiket berangkat, paling tidak separuh harganya, $2000.

Melihat saya menangis, petugas di sekitar counter Etihad datang ke saya, meminta untuk melihat tiket yang saya pegang. Dan kabar dari petugasnya, langsung membuat saya berhenti menangis. Penerbangan saya bisa diubah jadwalnya meski saya datang terlambat dan biasanya bila tiket biasa sudah hangus, harus membeli lagi. Untuk tiket saya, tidak hangus, karena tiket saya adalah tiket bisnis. Ha…..saya tidak tahu bila tiket bisnis, bisa ubah jadwal meski tertinggal pesawat.

Tentu saja bukan saya yang beli tiketnya, tapi perusahaan. Akhirnya, jadwal pesawat saya di reschedule keesokan harinya dan saya datang tepat hari Senin pagi di Swiss, tanpa istirahat langsung mengikuti acara tender. Dan teman-teman Swiss saya bilang, “we know how bad traffic in Jakarta, so that’s why we bought you Business ticket, for this situation” (kita tahu gimana parahnya macet di Jakarta, oleh karena itu, kita belikan kamu tiket bisnis, untuk jaga-jaga bila ada situasi seperti ini)

 

Comments are closed.