Bukan Sekedar Objek Wisata, Situ Lengkong juga Merupakan Situs Budaya dan Sejarah di Ciamis

Bukan Sekedar Objek Wisata, Situ Lengkong juga Merupakan Situs Budaya dan Sejarah di Ciamis

C:\Users\Ade Yayat Priyatna\AppData\Local\Microsoft\Windows\Temporary Internet Files\Content.Word\Situ Lengkong Panjalu.jpg

Situ Lengkong merupakan salah satu objek wisata di Ciamis yang cukup diperhitungkan di Tatar Galuh. Situ dengan luas yang lumayan ini dilengkapi dengan sebuah pulau kecil di bagian tengahnya, yang disebut dengan Nusa Gede.

Situ Lengkong sendiri merupakan danau yang memiliki luas mencapai 57,95 hektar, dengan luas Nusa Gede mencapai 9,25 hektar. Sehigga jika digabungkan, luas wilayah Situ Lengkong ini mencapai 67,20 hektar. Cukup luas untuk sebuah arena rekreasi. Situ Lengkong sendiri terletak di kecamatan Panjalu Kabupaten Ciamis. Tepat sekitar 731 meter di atas permukaan laut.

Sementara untuk bagian dalamnya, tepatnya pulau bernama Nusa Gede di bagian tengah danau ini kini berubah fungsi jadi hutan lindung di bawah pengawasan Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA). Dengan sebuah situs penting di dalamnya, yang diurus oleh Suaka Peninggalan Sejarah dan Purbakala yang berlokasi di Serang.

Situs penting ini sendiri tidak lain merupakan situs peninggalan sejarah dari zaman kerajaan Panjalu, dengan luas sekitar setengah hektar. Di situs ini juga terdapat makam seseorag yang dipercaya sebagai Mbah Panjalu, seorang tokoh penyebar islam terkenal di Panjalu.

Selain sebagai lokasi wisata, Situ Panjalu dan Nusa Gede ini juga berfungsi sebagai penghubung antara masa kini dan masa lampau. Dimana masyarakat Panjalu masih memelihara sebuah adat warisan dari leluhur mereka, yakni upacara adat Nyangku.

Sejarah Singkat Situ Lengkong dan Nusa Gede Panjalu

Sebagaimana situs peninggalan sejarah lainnya, Situ Lengkong dan Nusa Gede juga memiliki sejarah tersendiri. Menurut legenda yang dipercaya warga Panjalu, Situ Lengkong ini bukanlah danau pada mulanya. Melainkan danau buatan manusia, melalui kuasa tuhan.
Menurut catatan pada abad ke-15, dikisahkan di awal abad ke-7 masehi di tanah sunda ini sudah ada kerajaan hindu bernama kerajaan Panjalu. Kerajaan hindu ini dipimpin oleh raja bernama Prabu Syang Hyang Cakradewa kala itu. Sang raja menginginkan putra mahkotnya, yang kelak akan menjadi penerus raja haruslah memiliki ilmu yang aling tinggi dan tiada tertandingi.

Sang putra mahkota, Borosngora akhirnya pergi berkelana untuk memenuhi keinginan ayahnya tersebut. Namun sayang, sepanjang perjalanan, tidak satupun resi, pendeta maupun petapa yang mampu memberikan ilmu tersebut. Hingga ia tiba di kota Makkah, dimana ia akhirnya menemukan apa yang ia tuju. Ia mempelajari ilmu tertinggi yang sempurna seperti keinginan ayahnya, yakni mempelajari dua kalimat syahadat. Ajaran Islam, ajaran Rasulullah SAW.

Setelah usai mempelajari Islam, Borosngora diperkenankan pulang dan dibekali sejumlah peralatan. Yakni air zamzam, pakaian kesultanan, perangkat pedang serta Cis. Pangeran Borosngora berangkat pulang dari Makkah, dengan memikul tugas untuk menjadi raja serta menyebarkan islam di tanah airnya.

Sepulangnya dari Makkah, Borosngora diangkat jadi Raja. Dan kerajaan Panjalu pun mulai memluk Islam sebagai agama mereka. Selanjutnya, pangeran Borosngora yang kini jadi raja diberi gelar sebagai Syang Hyang Borosngora.

Selanjutnya, diceritakan bahwa pada suatu saat, prabu Borosngora menyiramkan air Zamzam yang ia bawa dari Makkah di sebuah lembah bernama Pasir Jambu. Air yang ia tumpahkan di sana lambat laun makin banyak dan terus makin banyak, hingga pada akhirnya mengubah Pasir Jambu tersebut menjadi sebuah situ yang kini dikenal sebagai Situ Lengkong.

Lalu prabu Borosngora memindahkan istana kerajaan yang sebelumnya berlokasi di Dayeuh Luhur dipindahkan ke Nusa Gede. Alasannya tidak lain karena lokasi Nusa Gede yang sangat strategis untuk sebuah istana, dengan Situ Lengkong sebagai benteng keraton.
Sementara peralatan prabu Borosngora, yakni pedang dan Cis disimpan di museum kerajaan yang kini dikenal sebagai Bumi Alit.

Demikianlah sejarah singkat dibalik keberadaan dari Situ Lengkong atau yang juga dikenal sebagai Situ Panjalu, serta Nusa Gede dan situs sejarah di dalamnya, pastikan selalu mengupdate berita Ciamis terkini dari Rancah Post sebagai referensi Anda.