Program Menghitung Nilai Akhir Kadek Dwi S

Kali ini kami akan menyuguhkan suatu program untuk menghitung nilai akhir dengan ketentuan :

  • 40% nilai tugas + 30& nilai quiz + 30% nilai UAS

-Nilai Tugas = nilai rata-rata dari 8x tugas

-Nilai Quiz = nilai rata-rata dari 2x quiz

-Nilai UAS = nilai ahir dari Ujian Akhir Semester

 

Nah ini kita tampilkan listing umum programnya :

aa1aa2

Berikut progam yang dapat anda coba :

Program dari I Kadek Dwi    : download

Categories: Uncategorized | Comments Off on Program Menghitung Nilai Akhir Kadek Dwi S

Program Menghitung Nilai Akhir Ahlal Dzikri A

Kali ini kami akan menyuguhkan suatu program untuk menghitung nilai akhir dengan ketentuan :

  • 40% nilai tugas + 30& nilai quiz + 30% nilai UAS

-Nilai Tugas = nilai rata-rata dari 8x tugas

-Nilai Quiz = nilai rata-rata dari 2x quiz

-Nilai UAS = nilai ahir dari Ujian Akhir Semester

 

Nah ini kita tampilkan listing umum programnya :

aa1aa2

Berikut progam yang dapat anda coba :

Program dari Ahlal Dzikri     : download

Categories: Uncategorized | Comments Off on Program Menghitung Nilai Akhir Ahlal Dzikri A

Assembly Language

asemmBahasa komputer dapat dikelompokkan dalam tiga kelompok esar berdasarkan jenisnya, yakni bahasa mesin (machine language), assembly language dan high level language.

  1. Machine language adalah seperangkat perintah yang dinyatakan dalam bentuk bilangan biner (hanya angka 0 dan 1) yang berfungsi untuk memberikan data dan instruksi bagaimana mengolah data kepada CPU.
  2. Assembly Language adalah bahasa komputer tingkat rendah yang memiliki banyak kode yang membantu memori untuk “mengingat data (informasi). Assembly language juga mengandung seperangkat simbolis yang berhubungan dengan perintah tertentu pada bahasa mesin.
  3. High level language disebut sebagai bahasa komputer tingkat tinggi karena berisi perintah yang dirancang mendekati bahasa manusia. Bahasa ini lebih mudah dipahami dan dipelajari oleh manusia dan digunakan untuk pembuatan program komputer tertentu.

Dengan bahasa mesin ditemukan banyak kesulitan untuk pengembangan dan perbaikan pada program yang dibuat saat itu, Tahun 1940-an komputer bertenaga listrik dibuat, dengan kecepatan yang sangat terbatas dan kapasitas memori yang mencukupi untuk programmer memprogram, kemudian terciptalah bahasa assembly (Assembly language). Read more »

Categories: Uncategorized | Comments Off on Assembly Language

Program Menghitung Nilai Akhir Harish Indra T

Kali ini kami akan menyuguhkan suatu program untuk menghitung nilai akhir dengan ketentuan :

  • 40% nilai tugas + 30& nilai quiz + 30% nilai UAS

-Nilai Tugas = nilai rata-rata dari 8x tugas

-Nilai Quiz = nilai rata-rata dari 2x quiz

-Nilai UAS = nilai ahir dari Ujian Akhir Semester

 

Nah ini kita tampilkan listing umum programnya :

aa1 aa2

Berikut progam yang dapat anda coba :

Program dari Harish Indra  : download

Categories: Contoh Program, Tugas Pemrograman Komputer | Comments Off on Program Menghitung Nilai Akhir Harish Indra T

Penggabungan Translational dan Rotational Motion dengan Free Vibration without Dumping ( with array function )

Kali ini kita akan membuat program perhitungan pengggabungan dari Translation Motion, Rotational Motion dan Free Vibration without Dumping ( with array function ). Pada dasarnya program perhitungan penggabungan kali ini sama seperti program perhitungan yang sebelumnya yaitu

1. Free Vibration without Dumping

2. Translational dan Rotational Motion

Pada kodingan atau instuksi pada perhitungan ini tidak ada perubahan yang terlalu signifikan. Pada program ini kami juga menggunakan fungsi array pada kodingan. Dapat di lihat pada screenshot di bawah ini

array1

Pada program kali ini kami menggunakan array berdimensi satu. Array berdimensi tunggal disebut juga dengan vektor, merupakan sebuah array yang terdiri dari sejumlah elemen data.

Pada baris pertama yang dikurung tersebut merupakan variabel array, dimana saya mendeklarasikan fn sebagai double dan mengalokasikan memory sebanyak tiga, yang artinya saya akan menggunakan fn sebanyak tiga kali seperti fn(1), fn (2), dan fn(3).

Ketika user menghitung frekuensi natural maka hasil dari perhitungan tersebut akan tersimpan sebagai fn(1) dan akan memunculkanya pada baris yang menunjukan hasil dari perhitungan tersebut.

  • Array atau Larik

Array atau Larik adalah sekumpulan data  yang mempunyai tipe data sejenis. Misalnya numerik atau  string, dan diidentifikasikan dengan sebuah nama variable array.

Di dalam sebuah array, setiap rinci data disebut dengan komponen atau elemen array, ditentukan oleh suatu besaran yang disebut dengan subskrib atau index  yang menunjukkan letak sebuah elemen dalam array.

Berdasarkan banyaknya subskrib yang menentukan letak suatu elemen dalam larik dikenal adanya array dimensi satu, arary dimensi dua dan array dimensi banyak.

Array Dimensi Satu

Array dimensi satu disebut juga dengan vector, adalah sebuah array yang terdiri dari sejumlah elemen data, dan poisis setiap elemen ditentukan oleh sebuah subskrib.

Setiap array harus dideklarasikan terlebih dahulu, hal ini digunakan untuk mengalokasikan ruang memori yang akan digunakan dan juga menentukan tipe data dari elemen array.

 

Contoh 1 :       REM PROGARRAY

DIM A(5)

LET A(1)=40 : A(2)=30 : A(3)=100 : A(4)=80 : A(5)=75

C = A(1) + A(2) + A(3) + A(4) + A(5)

PRINT A(1) , A(2) , A(3) , A(4) , A(5)

PRINT “HASIL JUMLAH = “; C

END

Output:

40        30        100      80       75

HASIL JUMLAH = 325

Array Dimensi Dua

Array dimensi dua, lebih dikenal dengan matriks atau tabel, adalah sekumpulan elemen yang sejenis, dan posisi setiap elemennya ditentukan oleh dua buah subskrib yaitu nomor baris dan nomor kolom.

Contoh  :       REM PROGARRAY6

DIM M(2,3)

M(1,1)=30: M(1,2)=50: M(1,3)=20

M(2,1)=10: M(2,2)=10: M(2,3)=10

PRINT M(1,1) +M(2,2)

PRINT M(2,3)

END

Output:

40

10

Array Dimensi Banyak

Array dimensi banyak merupakan array yang dimensinya lebih dari satu.

 

Bentuk umum deklarasinya :

DIM namavar (b,k,h,…,dn) [As tipe ]           atau

DIM namavar (b1 to b2,k1to k2, h1 to h2,…, dn1 to dn2) [As tipe]

 

Contoh : DIM  M(2,3,4)         atau

DIM  M(1 to 2, 1 to 3, 1 to 4)

 

Dalam operasinya menggunakan subskrib 3 dimensi, yaitu :

M(1,1,1),M(1,1,2),M(1,1,3),M(1,1,4)

M(1,2,1),M(1,2,2),M(1,2,3),M(1,2,4)

M(1,3,1),M(1,3,2),M(1,3,3),M(1,3,4)

M(2,1,1),M(2,1,2),M(2,1,3),M(2,1,4)

M(2,2,1),M(2,2,2),M(2,2,3),M(2,2,4)

M(2,3,1),M(2,3,2),M(2,3,3),M(2,3,4)

 

Untuk mecoba program bisa download disini

 

Sumber :

“Vibration Theory” Chapter 2 by Ralph E. Blake

http://b-pemrograman.blogspot.com/

Categories: Uncategorized | Comments Off on Penggabungan Translational dan Rotational Motion dengan Free Vibration without Dumping ( with array function )

Free Vibration without Dumping ( with array function )

    Sama seperti postingan sebelumnya. Kali ini kita akan membuat program perhitungan dari tema GETARAN MEKANIS yang akan membantu memudahkan para pengguna dalam mencari permasalahan yang berhubungan dengan Getaran Mekanis.

Untuk subtema kali ini, kita akan mencari tahu :

Free Vibration without Dumping

   Didalam koding kita tambahkan sedikit keterangan sehingga memudahkan user dalam mengingat fungsinya. Langsung saja cek koding kita untuk mengetahui lebih lanjut :

array1array2array3array4

   Pada program kali ini kami menggunakan array berdimensi satu. Array berdimensi tunggal disebut juga dengan vektor, merupakan sebuah array yang terdiri dari sejumlah elemen data.

    Pada baris pertama yang dikurung tersebut merupakan variabel array, dimana saya mendeklarasikan fn sebagai double dan mengalokasikan memory sebanyak tiga, yang artinya saya akan menggunakan fn sebanyak tiga kali seperti fn(1), fn (2), dan fn(3).

    Ketika user menghitung frekuensi natural maka hasil dari perhitungan tersebut akan tersimpan sebagai fn(1) dan akan memunculkanya pada baris yang menunjukan hasil dari perhitungan tersebut.

    Array adalah sekumpulan data yang menggunakan nama variabel yang sama. Tiap-tiap nilai dari array disebut sebagai elemen dan memiliki index. Setiap elemen array adalah sebuah variabel juga. Berdasarkan banyaknya subskrib yang menentukan letak suatu elemen dalam larik dikenal adanya array dimensi satu, array dimensi dua dan array dimensi banyak.

    Array dimensi dua, lebih dikenal dengan matriks atau tabel, adalah sekumpulan elemen yang sejenis, dan posisi setiap elemennya ditentukan oleh dua buah subskrib yaitu nomor baris dan nomor kolom.
Bentuk umum array berdimensi dua
DIM namavar (baris,kolom) [As tipe]
atau
DIM namavar ( baris1 to baris2, kolom1 to kolom2) [As tipe
    Array berdimensi banyak atau bisa disebut juga array Multidimensi merupakan array yang memiliki banyak buah elemen bertipe array. Dengan kata lain, array Multidimensi dimensi memiliki lebih dari satu buah subskrip, yang biasanya dipresentasikan dengan baris dan kolom.
Bentuk umum Array berdimensi banyak
DIM namavar (b,k,h,…,dn) [As tipe ]
atau
DIM namavar (b1 to b2,k1to k2, h1 to h2,…, dn1 to dn2) *As tipe]
contoh Array berdimensi banyak
DIM M(2,3,4) atau
DIM M(1 to 2, 1 to 3, 1 to 4)

   Pada dasarnya program kami tak berbeda jauh dari program kami yang sebelum sebelumnya.Maka dari itu, jika masih bingung dengan fungsi-fungsi pada program diatas, telah kami sediakan link-link postingan sebelumnya dibawah ini :

1. Contoh Program Sederhana Qbasic

2. Quiz Sederhana dengan QBasic

3. Mengubah Fungsi String ke Numerik dan Sebaliknya

4. Contoh Perintah kondisi SELECT CASE pada QBasic

5. Contoh Program Fungsi Perulangan (Loop) QBasic

6. Program Pengolahan Data dengan Sequential File

Untuk mencoba koding dan program kami bisa didownload disini

Sumber :

“Vibration Theory” Chapter 2 by Ralph E. Blake

http://b-pemrograman.blogspot.com/

Categories: Contoh Program, Tugas Pemrograman Komputer | Tags: , | 1 Comment

Progam Perhitungan Translational dan Rotational Motion

        Kali ini kita akan membuat program perhitungan dari tema GETARAN MEKANIS  yang akan membantu memudahkan para pengguna dalam mencari permasalahan yang berhubungan dengan Getaran Mekanis.

Untuk subtema program pertama, kita akan mencari tahu :
1. Translational Motion / Gerak Translasi
2. Rotational Motion / Gerak Rotasi

Didalam koding kita tambahkan keterangan sehingga memudahkan kita dalam mengingat fungsinya. Langsung saja cek koding kita untuk mengetahui lebih lanjut : Read more »

Categories: Contoh Program, Tugas Pemrograman Komputer | Tags: , , | Comments Off on Progam Perhitungan Translational dan Rotational Motion

Program Pengolahan Data dengan Sequential File

Pada QBasic pengolahan file dapat dibagi atas tiga jenis, yaitu :

1. SEQUENTIAL FILE

2. RANDOM FILE

3. BINARY FILE

       Pada kali ini kita membahas Sequential File. Pada Sequential file (file urut) proses pengolahannya dilakukan secara linier dari awal sampai akhir, tanpa bisa kembali kebagian sebelumnya, kecuali proses dimulai lagi dari awal. Jadi dalam pengolahan datanya bersifat first in first out, artinya pembacaan data dari file ini harus dimulai dari data yang paling awal.

Pada program kali ini kita tambahkan dengan beberapa metode lainya didalamnya yaitu metode making decision dan Looping. Berikut Penjelasanya

Read more »

Categories: Contoh Program, Tugas Pemrograman Komputer | Tags: , , | 1 Comment

Contoh Program Fungsi Perulangan (Loop) QBasic

          Perulangan pada Qbasic merupakan suatu kondisi yang memenuhi untuk melakukan perulangan statement tertentu sampai kondisi tersebut tidak terpenuhi sehingga perulangan dihentikan.

Jenis perulangan pada QBasic, yaitu :

– DO WHILE … LOOP adalah untuk mengulangi suatu perintah (instruksi) selama while (suatu kondisi) memenuhi syarat (bernilai TRUE) dan akan berhenti apabila while tidak lagi memenuhi syarat (bernilai FALSE).

-WHILE …. WEND adalah sama dengan DO WHILE … LOOP, Tapi WHILE …WEND bentuk penulisannya hanya satu dan tidak memiliki perintah exit untuk memberhentikan proses yang berulang-ulang sebelum berakhir.

dan ada satu jenis lagi yang sekaligus kita gunakan dalam contoh program Qbasic kali ini, yaitu FOR … NEXT

FOR … NEXT adalah pengontrol jalannya perulangan pada program, dimana statement tersebut akan mengalami perulangan selama kondisi atau pernyataan masih memenuhi syarat.

Bentuk Umumnya: Read more »

Categories: Contoh Program, Tugas Pemrograman Komputer | Tags: , , | 3 Comments

Contoh Perintah kondisi SELECT CASE pada QBasic

intro

 

 

Yahh disini kita akan menunjukan contoh program dengan menggunakan perintah Select Case. Pertama kita akan membahas fungsi yang akan kita gunakan pada pemograman diatas, yaitu : Read more »

Categories: Contoh Program, Tugas Pemrograman Komputer | Tags: , , , | 2 Comments