HIMMABA

HIMMABA merupakan sebuah Organisasi Mahasiswa Ekstra Kampus (OMEK) dengan basis kulturalnya diyakini kehadirannya adalah untuk mewujudkan peran sebagai Kholifah Fil Ard meneruskan risalah kenabian, merahmati segenap alam, dengan landasan kaedah pesantren “Menjaga hal lama yang baik dan mengambil hal baru yang lebih baik” HIMMABA merasa punya kewajiban untuk membentuk kerangka dasar keilmuan yang kuat dan paradigma yang bermuara pada Islam progresif, untuk mewujudkan insan ulama yang profesional yang nantinya mampu memberikan sumbangan pada masyarakat. Himpunan Mahasiswa Malang Alumni Bahrul ‘Ulum atau lebih singkat disebut HIMMABA, adalah para mahasiswa alumni Pondok Pesantren Bahrul ‘Ulum Tambakberas Jombang yang berada di Malang dan terhimpun dalam suatu wadah organisasi yang menamakan dirinya HIMMABA.
Latar Belakang Berdirinya HIMMABA
Tidak lama dahulu kala, diawali dari sebuah tradisi Pondok Pesantren, Yaitu mengedepankan dan membudayakan budaya sowan ke pengasuh dan dewan asatidz, maka sekelompok alumni yang statusnya berpredikat sebagai mahasiswa sowan ke Pondok Pesantren dengan membawa secercah harapan semoga melalui media silaturrahim yang dijalinnya akan selalu mengalir do’a dan keberkahan ilmu yang diperolehnya dari Pondok Pesantren. Sehingga kemudahan dan kemanfaatan ilmu dasar yang diperoleh akan memberikan rangsangan bagi pengembangan potensi dan aktualisasi keilmuan yang perlu dioptimalkan, dan Alhamdulillah rambu – rambu yang diberikan oleh pengasuh memberikan aroma segar bagi berlangsungnya sebuah komitmen bersama untuk membangun sebuah bangunan ide demi meningkatkan daya guna dan nilai yang telah Allah berikan kepada seluruh hambanya.
Awal Berdirinya HIMMABA
Sekitar tahun 1983 tepatnya pada tanggal 13 Desember disebuah Kampus Tua Fakultas Tarbiyah IAIN Sunan Ampel Malang tepatnya didepan gedung Kuliah Jurusan Bahasa Arab (pada saat itu) yang diprakarsai oleh beberapa pewakilan dari masing – masing Peguruan Tinggi dan disaksikan oleh utusan dari Pondok Pesantren Bahrul ‘Ulum Tambakberas Jombang didirikanlah sebuah oganisasi kemahasiswaan HIMMABA dengan diprakarsai oleh 14 tokoh. didasari oleh landasan fikir yang amat sederhana sekali yaitu ingin merealisasikan pesan Al Maghfurlah KH. Moch. Najib Abd. Wahab (yang kala itu sebagai Pengurus Yayasan Pondok Pesantren Bahrul ‘Ulum) agar membimbing adik – adiknya dan melestarikan budaya baik Pesantren dalam menapaki kehidupan Perguruan Tinggi,  pesan ini normatif sifatnya sehingga diperlukan reformulasi konsep dan acuan serta orientasi. Berdirinya HIMMABA ternyata mendapat sambutan hangat dari para alumni, hal ini ditandai dengan menyusul berdirinya IMABAYA di Surabaya dan HIMABU di Yogyakarta. Disamping itu berdirinya HIMMABA pada aplikasinya setelah berdiri, jeda waktu satu tahun HIMMABA tidak pernah berkiprah dan mengadakan kegiatan, bahkan simbol legalitas dari sebuah oganisasipun belum dilakukan, hal ini dikarenakan satu alasan kendala media transpotasi penghubung antara Pergurusan tinggi dan mahasiswa masih konvensional sekali, baru sekitar tahun 1984 mulai diadakan konsolidasi personal antara alumni senior dan junior (sebutan saat itu), hal ini bisa dilakukan selain tersedianya alat transpotasi juga jumlah alumni yang berada di Malang kian betambah, dan setelah terakumulasinya ide dan saran dibuatlah kesepakatan bersama untuk memulai berkiprah mengabdikan diri ditengah-tengah pergumulan masyarakat yang hiterogen pemahaman keagamaan dan konsep hidupnya. Pada awal menapaki kiprahnya sempat mendapat reaksi dari sesama organisasi kemahasiswaan, bentuk reaksi itu ada yang mempermasalahkan wilayah kerja HIMMABA sama dengan wilayah kerja organisasi lain sehingga kehadiran HIMMABA dianggapnya sebagai ancaman atau paling tidak penghambat bagi keberlangsungan program-progam organisasi lain, akan tetapi ada juga yang memberikan sambutan hangat, dengan harapan akan terjadi kompetisi yang sehat tentang system, model kaderisasi organisasi, aktualisasi potensi diri, pemberian menu-menu program organisasi yang aspiratif dan akomodatif serta futuristik. Dari kondisi yang demikian maka mengetuk hati para deklarator untuk menentukan orientasi organisasi yang tertumpu pada sebuah visi dan misi HIMMABA yang sebetulnya mempunyai platform yang jauh berbeda dengan organisasi lain kendatipun dalam aplikasi program ada keidentikan, namun secara substansi tidak. Rumusan visi, misi dan orientasi HIMMABA pada awalnya telah digodok oleh tim yang dibentuk pada tahun 1985 yang terdiri dari :
1.      Drs. In’am Sulaiman
2.      Nushah Ahmad, BA
3.      Drs. Rofi’uddin
4.      Drs. Abd. Rosyad
5.      Moh. Thohir
6.      Mahfudz
7.      Affandi
8.      A. Djazuli
9.      Drs. Sutiaji
Untuk dijadikan acuan dalam berkiprah dan beraksi, hal ini dilakukan perbaikan dan penyempurnaan terus menerus demi terkondisinya sebuah organisasi. Perjalanan waktu begitu cepat berlalu, tak ada yang peduli untuk menghimpun sebuah sejarah, hingga
bagai organisasi tanpa ada sebuah cerita. Akhirnya pada tahun 1996 pada masa kepengurusannya Mashuda dari UNISMA dibentuklah sistem koordinator di setiap Perguruan Tinggi di Malang, dan di IAIN dikoordinatori oleh Syifa’ul Qulub.
Merintis Berdirinya HIMMABA Cabang
Karena dirasa masih belum bisa maksimal dalam mengkoordinir warga HIMMABA di berbagai Perguruan Tinggi di Malang, maka pada pertengahan September 2000 diadakanlah pertemuan di Pondok Pesantren Ainul Yaqin UNISMA yang dihadiri dari berbagai perwakilan Perguruan Tinggi di Malang yang menghasilkan kesepakatan untuk mengadakan Kongres HIMMABA. Akhirnya dilaksanakanlah Kongres HIMMABA I pada bulan Nopember 2000 di Pond. Pest. Bahrul ‘Ulum Ngantang Malang yang dihadiri dan dibuka langsung oleh KH. Drs. Fadhlullah Malik (Ketua Yayasan PPBU). Dari hasil Kongres tersebut terbentuklah FK2 (Forum Komunikasi Komisariat) dan terpilihlah Abdullah Mudzakkir (STAIN) sebagai Koordinator dan Awwaluddin Susanto (UMM) sebagai Sekretaris.
Ide awal pembentukan FK2 pada dasarnya adalah untuk merangsang bagi Perguruan Tinggi di Malang demi terbentuknya kepengurusan Koms. HIMMABA dan sebagai fasilitator antar Komisariat di setiap Kampus di kota Malang. Masa kepengurusan FK2 berakhir dengan diadakannya Kongres HIMMABA II di Ponpes. At Taufiq Sengkaling Malang, pada awal 2004. dan terpilihlah (UM) sebagai Ketua Cabang HIMMABA dan Didik Zahid Fauzi (UIN) sebagai Sekretarisnya. Pada Kongres HIMMABA II inilah pembahasan AD/ART HIMMABA dikaji lebih lanjut, pengesahan PPTA (Pedoman Penyelenggaraan Tertib Administrasi) yang dijadikan pedoman administrasi baik kepengurusan Cabang maupun Komisariat HIMMABA, pengesahan GBPK (Garis Besar Program Kerja) sebagai landasan gerak dan pengesahan struktur keorganisasian di tingkatan Cabang dan hubungannya dengan Komisariat HIMMABA. Pada pelaksanaan Kongres HIMMABA III, yang diadakan di UIN Malang pada bulan April 2005 terpilihlah Anang Sugiarto (UIN) sebagai Ketua Cabang dan Misbakhul Munir (UIN) sebagai sekretarisnya. Namun sayang sekali semenjak tahun 2006 HIMMABA Cabang vakum tanpa ada kejelasan kepengurusan. Akhirnya pada bulan September 2011 diadakanlah Kongres HIMMABA IV yang diadakan di SMA Wahid Hasyim Dinoyo. Pada Kongres tersebut terpilihlah Muhammad Khoiron (UIN) sebagai Ketua Cabang dan Ulil Albab (UIN) sebagai sekretarisnya. Pada bulan Februari 2012 diadakanlah Kongres HIMMABA V yang bertempat di Pesantren Roudhotusyifa’ Wendit Malang. Pada Kongres tersebut terpilihlah Ali Ma’sum (UNISMA) sebagai Ketua dan Siti Khoirun Na’imah (UM) sebagai sekretarisnya. Sampai sekarang HIMMABA Cabang sudah menjalani 4 periode, antara lain:
No
Nama
Periode
Tahun Menjabat
1.
A. Ahsanuddin
Periode I
2004 – 2005
2.
Anang Sugiarto
Periode II
2005 – 2006
3.
Muhammad Khoiron
Periode III
2011 – 2012
4
Ali Ma’sum
Periode IV
2012 – 2013
Sumebr Data
Drs. Abd. Rosyad
Drs. Sutiaji
Drs.Taufiq Jalil
Saiful Mustofa, S.Ag

Abdullah Mudzakkir, SS

http://www.himmaba.com/