TUGAS STELA KELOMPOK 9

Muhammad Harissullah              115040201111296

Muhammad Farid                             115040201111308

Muhammad Ari. K                            115040213111044

Muhammad Rijal Muttaqin       115040201111163

                                             Kelas : K

1. Peta skala besar dan skala kecil ? Beri contoh masing-masing! Apa saja perbedaannya?

Peta skala besar

merupakan peta yang digunakan untuk menggambarkan wilayah yang relatif sempit. Peta dengan skala besar digunakan untuk menngambarkan wilayah administratif atau kegunaan lainnya yang memerlukan informasi lebih detail. Rentang skalanya adalah 1:5000 sampai 1:250.000. http://blog.ub.ac.id/reogland/files/2013/02/Peta_rupabumi_25000_lembar_120.jpg

Peta skala kecil merupakan Peta dengan skala 1:500.000 sampai 1:1.000.000. biasa digunakan untuk menggambar wilayah yang cukup luas, seperti menggambar wilayah suatu Negara. menggambarkan cakupan wilayah yang lebih luas.

http://blog.ub.ac.id/reogland/files/2013/02/jawa-barat.jpgPerbedaannya adalah Peta skala besar mencakup daerah yang terbatas namun jarak antar titik di peta lebih lebar. Informasi yang diberikan lebih detail. Angka pembanding pada skalanya kecil. Simbol pada peta skala besar juga lebih jelas dan beragam sesuai dengan ragam informasi yang disajikan. Sedangkan peta skala kecil mencakup daerah yang lebih luas namun jarak antar titik di peta pendek dan informasi yang diberikan hanya secara umum, tidak mendetail.

2. Survei tanah bertujuan umum dan khusus? Beri contoh masing-masing ? Apa kelebihan dan kekurangan masing-masing ?

Umum : Meliputi pembuatan peta pedologi sehingga dapat diketahui sebaran satuan-satuan tanahnya. Survei ini berdasarkan kenampakan morfologi pada tanah yang disurvei. Selain itu ditentukan juga dari sifat fisik, kimia, dan biologi yang telah di analisis di lapangan maupun di laboratorium. Contoh : Survei pedologi tanah di suatu wilayah tertentu.

Kelebihan

  • Berisi informasi secara keseluruhan mengenai kondisi tanah pada suatu wilayah dan juga kondisi sosial ekonomi di walayah tersebut.
  • Dapat memenuhi tujuan keseluruhan dari survei tanah.
  • Dapat memberikan informasi mengenai potensi pada suatu wilayah yang belum      Berkembang

Kekurangan

  • Belum diketahui secara pasti penggunaan tanah yang disurvei
  • Diperlukan ketelitian tinggi karena dibuat berdasarkan morfologi tanahnya

 

Khusus : Survei ini menghimpun informasi sesuai dengan yang dibutuhkan dalam tujuan tersebut. Biasanya survei ini dilakukan pada wilayah yang telah berkembang dan padat penduduk. Contoh : Survei daerah aliran sungai untuk pengembangan irigasi.

Kelebihan :

  • Penggunaan lahan seteleh survei telah diketahui secara pasti.

Kekurangan :

  • Tidak berisi informasi keseluruhan mengenai survei tanah.
  • Hasil survei hanya dapat digunakan untuk keperluan yang telah ditentukan  sebelumnya.

3. Siapa saja pengguna survei tanah ? Jelaskan secara detail apa yang dimaksud. Misalnya mengapa petani bisa memutuskan apa yang sebaiknya dilakukan atas tanahnya menggunakan hasil survei tanah dan seterusnya.

  • Pengelola Lahan, mencakup petani, peternak, pengelola kehutanan, dan pengelola perkebunan. Dengan adanaya survei tanah, kelompok tersebut dapat mengambil keputusan dalam pengelolaan lahannya sesuai dengan karakteristik tanah yang tersaji melalui survei sehingga dapat mencapai produktivitas optimal. Misalnya petani tidak akan menanam komoditas yang tidak sesuai dengan karakteristik tanah di wilayah tersebut.
  • Penyuluh Lapang, Kelompok ini harus memberikan penyuluhan pada pengelola lahan sesuai dengan hasil survei tanah yang dilakukan. Misalnya penyuluh lapang mengarahkan petani, bagaimana pengolahan lahan yang cocok dilakukan agar produktivitas tercapai optimal. dan hal tersebut akan membantu petani dalam mengambil keputusan akan lahannya
  • Industri jasa yang berhubungan dengan penggunaan lahan, mencakup lembaga kreditur, bank, dan lembaga investor. lembaga tersebut memerlukan informasi survei tanah agar mereka yakin bahwa lahan yang akan mereka gunakan untuk investasi dapat mendatangkan nilai ekonomi tinggi.
  • Perencanaan penggunaan lahan pedesaan dan perkotaan, lembaga ini berfungsi memfasilitasi dan mengarahkan penggunaan lahan tertentu di duatu wilayah berdasarkan informasi survei tanah yang ada
  • Lembaga pengendali penggunaan lahan, lembaga ini memiliki kewenangan khusus akan penggunaan lahan di suatu wilayah, tentunya kebijaksanaan yang diambil sesuai informasi survei tanah yang telah dilakukan agar lahan tersebut digunakan sesuai potensinya.
  • Badan otoritas pajak, badan ini memerlukan informasidari survei tanah untuk menentukan besarnya pajak yang akan digunakan pada pengguna lahan. semakain potensial lahannya maka pajaknya juga semakin besar
  • Pakar dalam bidang rekayasa, bidang rekayasa dalam hal ini adalah ahli keteknikan yang memanfaatkan informasi survei tanah untuk menentukan keputusan dalam pembangunan seperti gedung, jalan, pipa gas dan sebagainya agar hasil bangunan tahan lama atau tidak terjadi korosi.
  • Pengelolaan lingkungan yang menggunakan tanah sebagai unsur ekologi landskap, informasi yang didapatkan dari hasil survei tanah digunakan kelompok ini untuk menentukan lahan mana yang aman dan lahan mana yang berbahaya untuk suatu kepentingan tertentu
  • Peneliti, peneliti bertindak mengamati dan mengkaji pada suatu lahan percobaan yang diharapkan pada plot plot tersebut terdepat potensi yang berbeda dimana hasilnya akan berpengaruh dalam pengelolaan lahan tersebut.

4. Pertanyan apa saja yang bisa dijawab dari survei tanah ?                          

Menyimpulkan keseluruhan daerah kajian

  • Apa (kelas) taksa tanah yang dijumpai di daerah yang dikaji ?
  • Bagaimana proporsi masing-masing kelas yang ada di daerah tersebut ?
  • Berapa persen dari daerah tersebut yang diduduki oleh tanah dengan sifat-sifat tertentu ?(misalnta tanah yang berbatu pada kedalaman kurang dari 50 cm)

Pada lokasi tertentu (pada suatu daerah yang dipilih

  • Apa kelas (taksa) pada lokasi tersebut ?
  • Bagaimana sifat tanah pada lokasi tersebut ?
  • Bagaimana pola spasial dari kelas tanah pada dan di sekitar lokasi tersebut ?
  • Bagaimana pola spasial dari sifat-sifat tanah pada atau di sekitar lokasi tersebut ?

Memilih lokasi daerah yang diinginkan

  • Dimana lokasi kelas-kelas (taksa) tanah tertentu (misalnya Mollisol) di daerah tersebut dapat dijumpai.
  • Dimana lokasi tanah-tanah yang memiliki sifat-sifat tertentu (misalnya berdrainase baik, KTK tinggi, pH netral, KB> 50% dll) dapat dijumpai?
  • Dimana sifat-sifat tanah dengan pola spasial tertentu (misalnya yang berdrainase baik, KB>50%, tidak berkerikil dan lain-lain, yang berdekatan dengan tanah yang memiliki drainase buruk, KB>50%, dekat sumber air dan lain-lain) dapat dijumpai?

5. Ada berapa kategori dalam Soil Taxonomy. Apa kaitannya dengan peta tanah ?

Kategori Ordo Tanah:

Ordo tanah dibedakan berdasarkan ada tidaknya horison penciri serta jenis (sifat) dari horison penciri tersebut.

Sebagai contoh: suatu tanah yang memiliki horison argilik dan berkejenuhan basa lebih besar dari 35% termasuk ordo Alfisol. Sedangkan tanah lain yang memiliki horison argilik tetapi berkejenuhan basa kurang dari 35% termasuk ordo Ultisol.

Contoh tata nama tanah kategori Ordo:

  • Ultisol.

Kategori Sub-ordo Tanah:

Sub-ordo tanah dibedakan berdasarkan perbedaan genetik tanah, misalnya: ada tidaknya sifat-sifat tanah yang berhubungan dengan pengaruh: air, regim kelembaban, bahan iduk utama, dan vegetasi. Sedangkan pembeda sub-ordo untuk tanah ordo histosol (tanah organik) adalah tingkat pelapukan dari bahan organik pembentuknya: fibris, hemis, dan safris.

Contoh tata nama tanah kategori Sub Ordo:

  • Udult.

Keterangan:

Tanah berordo Ultisol yang memiliki regim kelembaban yang selalu lembab dan tidak pernah kering yang disebut: Udus, sehingga digunakan singkatan kata penciri kelembaban ini yaitu: Ud. Kata Ud ditambahkan pada nama Ordo tanahUltisol yang telah disingkat Ult, menjadi kata untuk tata nama kategori sub-ordo, yaitu: Udult).

Kategori Great Group Tanah:

Great Group tanah dibedakan berdasarkan perbedaan: jenis, tingkat perkembangan, susunan horison, kejenuhan basa,  regi suhu, dan kelembaban, serta  ada tidaknya lapisan-lapisan penciri lain, seperti: plinthite, fragipan, dan duripan.

Contoh tata nama tanah kategori Great Group:

  • Fragiudult.

Keterangan:

Tanah tersebut memiliki lapisan padas yang rapuh yang disebut Fragipan, sehingga ditambahkan singkatan kata dari Fragipan, yaitu: Fragi. Kata Fragi ditambahkan pada Sub Ordo: Udult, menjadi kata untuk tata nama kategori great group, yaitu: Fragiudult

Kategori Sub Group Tanah:

Sub Group tanah dibedakan berdasarkan: sifat inti dari great group dan diberi nama Typic,  sifat-sifat tanah peralihan ke:  great group lain,  sub ordo lain, dan  ordo lain, serta ke bukan tanah.

Contoh tata nama tanah kategori Sub Group:

  • Aquic Fragiudult.

keterangan:

Tanah tersebut memiliki sifat peralihan ke sub ordo Aquult karena kadang-kadang adanya pengaruh air, sehingga termasuk sub group Aquic.

Kategori Famili Tanah:

Famili tanah dibedakan berdasarkan sifat-sifat tanah yang penting untuk pertanian dan atau engineering, meliputi sifat tanah: sebaran besar butir, susunan mineral liat,  regim temperatur pada kedalaman 50 cm.

Contoh tata nama tanah pada kategori Famili:

Aquic Fragiudult, berliat halus, kaolinitik, isohipertermik.

keterangan:

Penciri Famili dari tanah ini adalah:  susunan besar butir adalah berliat halus,  susunan mineral liat adalah didominasi oleh mineral liat kaolinit,  regim temperatur adalah isohipertermik, yaitu suhu tanah lebih dari 22 derajat celsius dengan perbedaan suhu tanah musim panas dengan musim dingin kurang dari 5 derajat celsius.

Kategori Seri Tanah:

Seri tanah dibedakan berdasarkan: jenis dan susunan horison, warna,  tekstur,struktur, konsistensi, reaksi tanah dari masing-masing horison, sifat-sifat kimia tanah lainnya, dan  sifat-sifat mineral dari masing-masing horison. Penetapan pertama kali kategori Seri tanah dapat digunakan nama lokasi tersebut sebagai penciri seri.

Contoh tata nama tanah pada kategori Seri:

Aquic Fragiudult, berliat halus, kaolinitik, isohipertermik, Sitiung.

Keterangan: Sitiung merupakan lokasi pertama kali ditemukan tanah pada kategori Seri tersebut.

Apa kaitannya dalam peta tanah?

Kategori dalam taxonomy tanah dapat digunakan sebagai bahan informasi untuk mendeskripsikan dan mengklasifikasikam tanah di suatu lahan.Membantu dalam pembuatan peta tanah karena dengan adanya kategori taxonomy ini memudahkan kita memberi informasi yang akan dicantumkan di peta tanah.

 6. Cari contoh peta tanah dan peta evaluasi lahan dari internet. Apa yang berbeda ?

  • Peta Tanah 

http://blog.ub.ac.id/reogland/files/2013/02/Tanah-Wonogiri1.jpg

  • Peta Evaluasi Lahan

http://blog.ub.ac.id/reogland/files/2013/02/kesesuaian-lahan-perkotaan.jpg

Perbedaannya, peta tanah menyajikan informasi sebaran jenis atau taksa tanah pada suatu wilayah yang dijadikan bahan kajian selanjutnya untuk pengambilan keputusan dan pengolahan sedangakan peta evaluasi tanah menyajikan pada suatu jenis tanah cocok untuk penggunaan suatu tujuan misalnya cocok untuk pertanaman komoditas tertentu dan sebagainya.

  • Petani : bagi petani peta yang paling bermanfaat adalah peta evaluasi lahan karena petani dengan menggunakan peta evaluasi lahan petani dapat menetukan komoditas apa yang cocok di tanam dalam kondisi kesuburan tanahnya.
  • Peneliti : sedangkan bagi peneliti peta tanah dan evaluasi lahan merupakan yang paling bermanfaat karena sebelum mereka melakukan penelitiannya sangat penting utnuk mengetahui data kenampakan fisik,budaya,potensi sumber daya dalam lahan tersebut.
  • Konsultan perkebunan : peta yang lebih bermanfaat bagi konsultan lahan adalah peta evaluasi lahan karena peta ini memberikan informasi tentang kemampuan dan potensi lahan tersebut.
  • Mahasiswa : peta tanah lebih bermanfaat bagi mahasiswa karena dengan mengetahui kenampakan fisik dan jenis suatu lahan mahasiswa dapat melakukan langkah selanjutnya.

7. Cari contoh deskripsi profil tanah (dari internet) lengkap dengan data hasil analisis tanahnya.

Tanah Alfisol

Tanah alfisol merupakan morfologi yang khas dari Alfosol dicirikan oleh horizon eluviasi dan iluviasi yang jelas, yang mana horizon permukaan umumnya berwarna terang karena dipengaruhi oleh beberapa jenis mineral seperti kuarsa yang dapat mempengaruhi warna tanah Alfisol lebih terang.

Perkembangan struktur yang berbeda diantara horizon juga merupakan morfologi yang khas dari Alfosol. Alfisol diartikan oleh horizon Argilik yaitu horizon B yang paling sedikit mengandung 1,2 kali lielt lebih besar daripada liat diatasnya. Horizon B utamanya Bt memperlihatkan struktur tersudut atau kubus, sedang sampai kuat.

Tanah Alfisol memiliki struktur tanah yang liat. Liat yang tertimbun di horizon bawah ini berasal dari horizon diatasnya dan tercuci ke bawah bersama dengan gerakan air. Dalam banyak pola Alfisol digambar adanya perubahan tekstur yang sangat jelas dalam jarak vertikal yang sangat pendek yang dikenal Taksonomi Tanah (USDA, 1985) sebagai Abrupat Tekstural Chage (perubahan tekstur yang sangat ekstrim).

Tanah Alfisol dilambangkan oleh tanah yang disebut Gray-Brown Podzolic dalam sistem lama. Alfisol mempunyai permukaan abu-abu sampai coklat, kandungan basa sampai sedang sampai besar dan mengandung horizon iluvial dimana menimbun lempung silikat. Horizon ini disebut Argilik. Jika hanya terdapat lempung silikat dan disbut natrik jika disamping lempung, lebih dari 15 % jenuh dengan natrium dengan berstruktur tiang dan pilar. Horizon lempung umumnya lebih dari 35 % jenuh basa.

a.       Daerah/lokasi                 : Bakdalem, Sukosari, Jumantono, Karanganyar

b.      Hari/tgl. Praktikum      : Sabtu, 20 November 2010

c.       Nomor profil/pedon     : Profil 2

d.      Tinggi tempat                    : 191 m dpl

e.       Kiblat/ arah hadap        : Barat

f.       Nama surveyor               :Kelompok 19

g.      Klasifikasi tanah

1)      USDA                     : Alfisols

2)      FAO/UNESCO  : Ferasol

3)      PPT                        : Latosol

1.        Pencandraan Bentang Lahan

Tabel 4.1.1 Pencandraan Bentang Lahan Jumantono

No. Deskripsi Keterangan
1.2.3.4.5.6.7.8.9.10. CuacaLatitudeLongitudeLerengUSDA 1993Panjang LerengFisiografi LahanTutupan lahanGeologiErosiTingkat erosiBatuan permukaan Berawan sebagian737’ 49,4” LS11056’ 54,4” BT4 %Agak miring24 mVulkanikTutupan tanamanQvl (batuan gunung lawu)Permukaan/lembarRendah1
11. Vegetasi tanaman
Jenis Kode %  Tutupan
Jagung (Zea mays)SemakKacang tanahJatiMangga(Mangivera indica)SingkongRambutanKacang kedelaiGamal CSCTTCTCT 20 %30%15 %3 %3 %8 %4%10%7%

2.        PenyidikanProfil Tanah

Tabel 4.1.2 Deskripsi Umum Profil Tanah Jumantono

No. Deskripsi Keterangan
1.2.3.4.5.2 Metode observasiJeluk mempan/ solum tanaha. Lapisan A1b. Lapisan A2c.  LapisanA3Batas Horisona.    Lapisan A1b.   Lapisan A2c.     Lapisan A3Topografi Horisona.   Lapisan A1b.   Lapisan A2c.    Lapisan A3

Perakaran

a.    Ukuran

1)        Lapisan A1

2)        Lapisan A2

3)        Lapisan A3

b.   Jumlah

1)        Lapisan A1

2)         Lapisan A2

3)        Lapisan A3

lubang kecil (SP)0-20 cm20-35 cm35-55 cmBaurBerangsurBaurRataRataRataKasarSangat kasarSangat kasar

3(banyak)

2(biasa)

1 (sedikit)

 

3.        Sifat Fisika Tanah

Tabel 4.1.3 Pengamatan Sifat-sifat Fisika Tanah Jumantono

No. Deskripsi Keterangan
1.2.3.4. Tekstura. Lapisan A1b Lapisan A2c Lapisan A3Struktura.   Tipe struktura.    Lapisan A1b.   Lapisan A2c.    Lapisan A3b.    Ukuran Struktur1)   Lapisan A12)    Lapisan A23)   Lapisan A3

c.    Derajad Struktur

a.    Lapisan A1

b.    Lapisan A2

c.     Lapisan A3

d.  Konsistensi

1)   Lapisan A1

2)   Lapisan A2

3)   Lapisan A3

e.   Warna

1)   Lapisan A1

2)    Lapisan A2

3)    Lapisan A3

Redoks

1)      Lapisan A1

2)      Lapisan A2

3)       Lapisan A3

Penetrasi (kg/cm²)

a.   Vertikal

b.   Horisontal

1)      Lapisan A1

2)      Lapisan A2

3)      Lapisan A3

4)

Geluh lempung pasiranGeluh pasiranLempungGumpal MembulatGumpal MenyudutKersaiSedangHalusHalusLemahSedangKuatSangat gembur

Gembur

Sangat teguh sekali

10 YR 3/6 (dark yellowish brown)

7,5 YR 5/6 (strong brown)

7,5 YR 4/6 (strong brown)

O2 (Baik)

O2 (Baik)

O2 (Baik)

3,6 kg/cm2

3,3 kg/ cm2

3,3 kg/cm2

3,3 kg /cm2

 

4.        Sifat Kimia Tanah

Tabel 4.1.4 Pengamatan Sifat-sifat Kimia Tanah Jumantono

No. Deskripsi Keterangan
1.2.3.4. Reaksi tanaha.   pH H2O1)   Lapisan A12)   Lapisan A23)   Lapisan A3b.    pH KCl1)   Lapisan A12)   Lapisan A23)   Lapisan A3Kadar bahan organika Lapisan A1b. LapisanA2c. LapisanA3

Kadar kapur

a. Lapisan A1

b. Lapisan A2

c.Lapisan A3

Konsentrasi

a.   Jenis

1)   Lapisan A1

2)   Lapisan A2

3)   Lapisan A3

b.   Ukuran

a.    Lapisan A1

b.   Lapisan A2

c.    Lapisan A3

c.   Macam

1.   Lapisan A1

2.   Lapisan A2

3.   Lapisan A3

6 (masam)5 (masam sangat kuat)5 (masam sangat kuat)5 (masam sangat kuat)5 (masam sangat kuat)5 (masam sangat kuat)++ ++(sangat banyak)+++ (banyak)+++ ( banyak)0 (tidak ada reaksi)0 (tidak ada reaksi)0 (tidak ada reaksi)-

Konkresi

Konkresi

Sedang

Halus

Bermangan

Bermangan

 

5.        Analisis Lengas Tanah

1.         Kadar Lengas Tanah Kering Angin

Tabel 4.1.5. Analisis Kadar Lengas Tanah Kering Angin Tanah Jumantono

Botol Ukuran A (gr) B (gr) C (gr) Kadar Lengas
A ɸ 2 mm 52,95 gr 67,122 gr 64,689 gr 20,7  %
B ɸ 2 mm 52,986 gr 68,019 gr 65,428 gr 20,8 %
C ɸ 0,5 mm 53,196 gr 69,216 gr 66,629 gr 19,3 %
D ɸ 0,5 mm 57,255 gr 70,202 gr 67,499 gr 26,4 %

4.         Batas Berubah Warna ( BBW )

Table 4.1.5.2  Batas Berubah Warna Tanah Jumantono

Botol A (gr) B (gr) C (gr) Kadar Lengas
A 53,089 53,213 53,183 31,91 %
B 52,852 53,268 53,156 36,842 %

6.        Analisis pH Tanah

Tabel 4.1.6 Analisa pH Tanah

Ctka (mm) pH H2O pH KCl
0,5 6,8 6,0

 

 TUGAS STELA MINGGU 2 KELOMPOK 9

Muhammad Harissullah                 115040201111296

Muhammad Farid                                 115040201111308

Muhammad Ari. K                                115040213111044

Muhammad Rijal Muttaqin           115040201111163

                                               Kelas : K

1. Ada beberapa istilah dalam kuliah ini, dalam kuliah minggu 1 dan 2 ada beberapa istilah yang perlu pemahaman, berikan penjelasan (definisi dan penjelasannya), misalnya :

  • Survei tanah adalah penelitian tanah di lapangan dan dilaboratorium yang dilakukan secara sistematis dengan metode-metode tertentu terhadap suatu daerah (areal) tertentu yang ditunjang oleh informasi dan sumber-sumber lain yang relevan
  • Evaluasi lahan adalah proses pengukuran, pencatatan, dan pengumpulanketerangan mengenai suatu areal tanah untuk mengevaluasi kegunaannya
  • Peta tanah merupakan peta yang dibuat untuk memperlihatkan sebaran taksa tanah dalam hubungannya dengan kenampakan fisik dan budaya dari permukaan bumi. Setiap peta tanah digambarkan garis-garis batas tanah-tanah yang dijumpai di lapangan. Dalam setiap peta tanah selalu berisikan lebih dari satu satuan peta tanah.
  •  Profil tanah, merupakan Penampang vertikal tanah yang ditempati horizon – horizon dan dibawahnya terdapat bahan induk.
  • Skala Peta adalah dimana menunjukkan perbandingan jarak antara dua tempat titik pada peta, dengan jarak sebenarnya di lapangan.
  • Satuan peta tanah yaitu dimana kelompok lahan atau tanah yang memiliki karakteristik yang sama.
  • Delineasi batas tanah yaitu dimana merupakan batasan-batasan tanah atau gars-garis batah tanah yang ada di lapangan.
  • Polygon di dalam tanah yaitu disebut dengan satuan peta tanah (SPT), dimana hanya terdiri atas satu taksa tanah yang disebut konsosiasi, atau dapat pula terdiri atas lebih dari 2 taksa tanah berupa (asosiasi atau kompleks) yang didefinisikan mengikuti sistem klasifikasi tanah yang digunakan.
  • Pedon, adalah Tubuh tiga dimensi dari tanah dengan dimensi – dimensi lateral, Pedon biasanya mempunyai luas antara 1 hingga 10 meter. Dimana horizon – horizon terputus atau siklik.
  • Legenda merupakan pengidentifikasian satuan peta serta memberikan informasi tentang satuan-satuan yang terdapat dalam suatu peta tanah dimana yang dilambangka dengan berbagai macam bentuk symbol.
  • Foto udara yaitu dimana pengambilan gambar atau foto melalui udara atau angkasa dengan menggunakan alat satelit.
  • Stereoskop merupakan alat untuk mengamati peta tanah.

2. Buat halaman yang berisi resume bahan kajian kuliah minggu pertama, yang berisi penjelasan (definisi dan penjelasannya) .

Pada kuliah minggu pertama kami diajarkan atau diberi materi mengenai apa itu survei tanah dan evaluasi lahan. Dalam materi ini kita dapat mengetahui bagaimana itu survei tanah dan evaluasi lahan serta apa saja yang terkait di materi tersebut. Pertama kita jadi tahu apa itu survei tanah, evaluasi lahan, satuan peta, legenda peta, foto udara, peta tanah, skala peta, delinease, serta kegiatan-kegiatan yang dilakukan pada survei tanah.

Berikut ini definisi dari istilah-istilah yang muncul pada materi pertama ini , yaitu :

  • Survei tanah adalah penelitian tanah di lapangan dan di laboratorium, yang di lakukan secara sistematis dengan metode-metode tertentu terhadap suatu daerah (areal) tertentu, yang ditunjang oleh informasi dari sumber-sumber lain yang relevan.
  • Evaluasi lahan adalah proses pengukuran, pencatatan, dan pengumpulan keterangan mengenai suatu areal tanah untuk mengevaluasi kegunaannya.
  • Satuan peta tanah yaitu dimana kelompok lahan atau tanah yang memiliki karakteristik yang sama.
  • Legenda peta  merupakan pengidentifikasian satuan peta serta memberikan informasi tentang satuan-satuan yang terdapat dalam suatu peta tanah dimana yang dilambangka dengan berbagai macam bentuk symbol.
  • Pemetaan tanah/penentuan batas satuan peta tanah  adalah penggambaran bentuk satuan geografis pada suatu peta dasar (peta topografi/ mosaik-foto). Tiap SPT ditandai dengan symbol, yang dijelaskan dalam legenda peta.
  • Foto udara yaitu dimana pengambilan gambar atau foto melalui udara atau angkasa dengan menggunakan alat satelit.
  • Peta tanah merupakan peta yang dibuat untuk memperlihatkan sebaran taksa tanah dalam hubungannya dengan kenampakan fisik dan budaya dari permukaan bumi. Setiap peta tanah digambarkan garis-garis batas tanah-tanah yang dijumpai di lapangan. Dalam setiap peta tanah selalu berisikan lebih dari satu satuan peta tanah.
  • Skala Peta adalah dimana menunjukkan perbandingan jarak antara dua tempat titik pada peta, dengan jarak sebenarnya di lapangan.
  • Delineasi batas tanah yaitu dimana merupakan batasan-batasan tanah atau gars-garis batah tanah yang ada di lapangan.
  • Sifat tanah dipengaruhi oleh 5 faktor pembentuk tanah : bahan induk, topografi, iklim, waktu dan organisme.
  • Lithosekuens adalah  tanah yang memiliki factor pembentuk dari bahan induk berbeda tetapi keempat faktor pembentuk lainnya sama.

Lithosekuens = f (BI) + C1+C2+C4+C4

Toposekuens =f (Topografi) + C1+C2+C4+C4

Klimosekuens = f (Climate) + C1+C2+C4+C4

Biosekuens = f (Organisme) + C1+C2+C4+C4

Kronosekuens = f (Waktu) + C1+C2+C4+C4

3. Setiap minggu akan muncul istilah-istilah baru dari bahan kajian yang diberikan, tambahkan pada halaman tersebut.

  • Grid adalah penetuan titik yang diterapkan pada survei tanah dengan memperhatikan kedetailan tertentu.
  • Glay adalah warna tanah yang keabuan karena tergenang air yang sangat lama.
  • Redoxymorphyl adalah suatu bentuk tanah yang disebabkan proses reduksi dan oksidasi contohnya di daerah Lamongan.
  • Kontur adalah garis khayal untuk menggambarkan semua titik yang mempunyai ketinggian yang sama diatas atau dibawah permukaan laut.

Monolit adalah merupakan contoh tanah tidak terganggu yang diawetkan dan sengaja dibuat sebagai alat bantu visual untuk pengajatan tentang sifat-sifat dan jenis tanah.

TUGAS STELA MINGGU 3 KELOMPOK 9

Muhammad Harissullah              115040201111296

Muhammad Farid                             115040201111308

Muhammad Ari. K                            115040213111044

Muhammad Rijal Muttaqin        115040201111163

                                                          Kelas : K

1. Metode survei tanah menggunakan dua pendekatan utama, yaitu pendekatan sintetik dan analitik. Jelaskan persamaan dan perbedaan kedua pendekatan tersebut!

Dalam pendekatan sintetik dilakukan pengamatan di lapang terlebih dahulu,kemudian dilakukanpengelompokan satuan peta sebanyak keragaman yang ada sedangkan dalam pendekatan analitik landskep dibagi ke dalam tubuh alami berdasarkan karakteristikeksternal seperti landform,vegetasi dan  tanah permukaan.Setelahitu dilakukan penentuan karakteristik tanah pada masing – masing satuan tersebut melalui pengamatan dan pengambilan contoh tanah. Jadi dapat dikatakan bahwa perbedaan dan persamaan pendekatan sintetik dan analitik  adalah:

Persamaan

Merupakan suatu pendekatan yang dilakukan yang bertujuan untuk membagi permukaan tanah sebagai suatu ‘kontinum’ ke dalam satuan-satuan tertentu dalam membuat peta tanah.

Perbedaan

http://blog.ub.ac.id/riskyhanti/files/2013/03/perbedaan-Analitis-Sintetis.jpg

Macam sintetik

  • Synthetic approach, mengamati, mendiskripsi dan mengkalsifikasikan profil-profil tanah (pedon) pada beberapa lokasi di daerah survei. Kemudian membuat  (mendeleniasi) batas di sekitar daerah yang mempunyai profil tanah yang serupa (mempunyai taksa tanah yang serupa), sesuai dengan kriteria klasifikasi yang digunakan.
  • Umumnya digunakan pada daerah yang tidak memiliki foto udara, daerah yang besar atau luas dan berskala besar.
  • Teknik pelaksanaan biasanya menggunakan metode survei grid.

Macam Analitik

  • Analictical approach, membagi kontinum atas persil-persil atau satuan-satuan berdasarkan pada pengamatan perubahan dalam sifat-sifat tanah ‘eksternal’ (sifat bentang alam), melalui intreprestasi foto udara, yang diteruskan dengan melakukan pengamatan dan pengklasifikasian tanah untuk masing-masing satuan yang disebut.
  • Umumnya digunakan pada daerah yang berskala kecil.
  • Teknik pelaksanaan biasanya menggunakan metode fisiografi.http://blog.ub.ac.id/andylaw/files/2013/03/B2.pnghttp://blog.ub.ac.id/andylaw/files/2013/03/A3.png

 Contoh kedua pendekatan tersebut

Pendekatan sintetik di terapkan pada daerah dengan tingkat prediksi rendah (low predictabilitry) yaitu petunjuk eksternal tidak membantu memisahkan tanah yang berbeda.

2. Dalam menyiapkan survei tanah dengan menggunakan pendekatan analitik, apa saja yang harus dilakukan?

Yang harus dilakukan adalah melakukan foto udara terlebih dahulu, yang kemudian diteruskan dengan melakukan pengamatan dan pengklasifikasian tanah untuk masing-masing satuan yang dibuat tersebut. Dan pada teknik pelaksanaannya menggunakan metode fisiografi, yaitu dengan menentukan batas (mendeleniasi) satuan fisiografi atau wujud lahan (landform) terlebih dahulu sebelum ke lapangan.

Dalam pendekatan analitik ,pertama lanskep dibagi kedalam tubuh tanah ‘alami’,berdasarkan karakteristikeksternal seperti landform,vegetasi dan  tanah permukaan.Setelahitu dilakukan penentuan karakteristik tanah pada masing – masing satuan tersebut melalui pengamatan dan pengambilan contoh tanah. Pendekatan analitik berasal dari kata ‘analisis’ yang berarti membagi tubuh tanah ‘alami’ yang didasarkan pada sifat – sifat eksternal. Dengn demikian tahapan dalam pendekatan ini adalah:

  • Membagi lanskep ke dalam komponen – komponen sedemikian rupa yang diperkirakan akan memiliki tanah yang berbeda
  • Melakukan kharakterisasi satuan –satuan yang dihasilkan melalui pengamatan dan pengambilan contoh tanah dilapang.

3. Lihat pada peta landform Pujon dan sekitanya di bawah. Gambaran relief wilayah     tersebut disajikan pada peta di bawahnya (peta relief)

a. Diskusikan apakah pendekatan yang akan dipakai, jelaskan alasannya.

Kami akan menggunakan pendekatan analitik karena kami belum bisa menentukan komponen atau titik pada peta dengan baik. Oleh karena itu untuk membatu perlu dilakukan pengamatan terlebih dahulu terhadap wilayahnya.

b. Jika akan melakukan survei tanah pada skala 1:25.000 plot pengamatan Saudara jika:

  • Menggunakan grid kaku

Dalam metode grid kaku, jarak pengamatan dibuat secara teratur pada jarak tertentu untuk menghasilkan jalur segiempat seluruh daerah survey. Pengamatan tanah dilakukan dengan pola teratur, jarak pengamatan tergantung dari skala peta. Pada peta semi detail ( 1 : 25.000 ) dengan luas lahan 4.600 ha dan jumlah titik yang ideal adalah 184 titik, maka luas tiap 1 cmpada peta mewakili 25 ha di lahan sebenarnya.

http://blog.ub.ac.id/riskyhanti/files/2013/03/Jawaban-no-3-grid-kaku.jpg

  • Menggunakan grid bebas

Dalam metode grid bebas, jarak pengamatan tidak perlu samadalam dua arah, namun tergantung pada fisiografi daerah survey. Jika terjadi perubahan fisiografi yang menyolok dalam jarak dekat, perlu pengamatan lebih rapat,sedangkan landform relatif seragam makajarak pengamatan dapat dilakukan berjauhan, dengan demikian dapat disimpulkan  Kerapatan pengmatan disesuaikan dengan kebutuhan skala survei serta tingkat kerumitan pola tanah di lapangan. Metode ini biasanya dilaksanakan pada skala 1:12.500 sampai dengan 1: 25.000.Pelaksanaan survei ini diiawali dengan analisis fisiografi melalaui interpretasi foto udara secara detail.

http://blog.ub.ac.id/riskyhanti/files/2013/03/Jawaban-no-3-fisiografis.jpg

http://blog.ub.ac.id/riskyhanti/files/2013/03/jawaban-no-3-fisiografis-2.jpg

  • Menggunakan pendekatan fisiografis dengan menggunakan key area dan transek.

http://blog.ub.ac.id/riskyhanti/files/2013/03/Soal-no-3-1.jpg

http://blog.ub.ac.id/riskyhanti/files/2013/03/soal-no-3-2.jpg

http://blog.ub.ac.id/andylaw/files/2013/03/B2.pnghttp://blog.ub.ac.id/andylaw/files/2013/03/A3.png

 

TUGAS STELA MINGGU 4 KELOMPOK 9

Muhammad Harissullah              115040201111296

Muhammad Farid                             115040201111308

Muhammad Ari. K                            115040213111044

Muhammad Rijal Muttaqin       115040201111163

                                                             Kelas : K

1. Mengapa perlu ditentukan luasan SPT terkecil 0.4 cm2?

Karena untuk memudahkan menghitung dan memperkirakan perbesaran dalam keadaan yang sebenarnya dalam pembuatan peta.

2. Apakah dibenarkan kita membesarkan peta analog (misalnya peta tanah cetak) dgn scanner/foto copy skala 1 : 250.000 menjadi 1 : 50.000? JELASKAN!

  • Dibenarkan jika kita membesarkan peta analog dengan scanner/foto copy skala 1 : 250.000 menjadi 1 : 50.000, karena akan semakin kecil kenampakkan wilayah yang digambarkan dan semakin sedikit pula jumlah dan macam pengamatan yang dilakukan persatuan luasan tertentu. Sebaliknya apabila kita mengecilkan skala peta, semakin luas areal kenampakkan permukaan bumi yang tergambar dalam peta dan semakin banyak pula jumlah dan macam pengamatan yang dilakukan persatuan luasan tertentu.
  • Peta analog (antara lain peta topografi, peta tanah, dsb.) adalah peta dalam bentuk cetakan/hard print. Pada umumnya peta analog dibuat dengan teknik kartografi, sehingga sudah mempunyai referensi spasial seperti koordinat, skala, arah mata angin dsb. Peta analog dapat dikonversi menjadi peta digital dapat dilakukan dengan proses digitasi atau scan. Digitasi akan menghasilkan data vector sedangkan scan akan menghasilkan data berupa raster. Teknik input dua format data ini secara detil akan disampaikan pada bab selanjutnya. Peta analog, harus melalui proses scanning atau di konversi menggunakan digitizer. Bila di Scan masih memerlukan tahap “smoothing” atau simplifikasi , maka penyederhanaan bagian peta yang sesuai untuk GIS.
  • Contoh hasil scanning peta analog:

http://blog.ub.ac.id/noviadwirani/files/2013/03/hasil-scanning-peta-analog.jpg

3. Skala Peta

a. Berapa luas di lapangan untuk suatu SPT berukuran 0.8 cm2 pd peta berbagai skala seperti pada butir- butir di bawah?

b. Berapa intensitas pengamatan untuk peta berbagai skala seperti pada butir-butir di bawah?

Jawaban:

Perhitungan:

Misal: 1: 10000, luas peta = 0,8 cm2

Luas asli = 0,8 x (10000)2 = 8 x 107x 108 = 8 x 107x 10-8= 8×10-1

– Eksplorasi 1:1.000.000

L.sebenarnya = 0.8 cm2 x (1.000.000)2

= 0.8 x 1012 cm2

= 0.8 x 104 ha

– Tinjau 1:250.000

L.sebenarnya = 0.8 cm2 x (250.000)2

=  0.8 x 625 x 108

= 500 x 108 cm2

= 500 ha

– Semi detil 1:50.000

L.sebenarnya = 0.8 cm2 x (50.000)2

=  0.8 x 25 x 108

= 20 x 108  cm2

= 20 ha

– Detil 1:25.000

L.sebenarnya = 0.8 cm2 x (25.000)2

=  0.8 x 625 x 106

= 500 x 106 cm2

= 5 ha

– Sangat Detil 1:5000

L.sebenarnya = 0.8 cm2 x (5000)2

=  0.8 x 25 x 106

= 20 x 106 cm2

= 20-1 ha

TUGAS STELA MINGGU 5 KELOMPOK 9

Muhammad Harissullah             115040201111296

Muhammad Farid                             115040201111308

Muhammad Ari. K                            115040213111044

Muhammad Rijal Muttaqin       115040201111163

                                                    Kelas : K

1. Metode survei tanah menggunakan dua pendekatan utama, yaitu pendekatan sintetik dan analitik. Jelaskan persamaan dan perbedaan kedua pendekatan tersebut

Dalam menggunakan pendekatan sintetik untuk membagi permukaan tanah sebagai suatu satuan peta tanah adalah dengan cara mengamati, mendeskripsikan dan mengklasifikasikan profil-profil tanah sesuai dengan taksonomi yang digunakan sebagai acuan untuk memberi batas pada peta tanah yang ada, batas tersebut dapat digunakan untuk menggabungkan daerah sekitar pengamatan yang memiliki profil serupa atau yang berbeda dengan yang lain seusai denga klasifikasi taksonomi yang digunakan. Jadi dapat dikatakan bahwa perbedaan dan persamaan pendekatan sintetik dan analitik  adalah :

http://blog.ub.ac.id/riskyhanti/files/2013/03/perbedaan-Analitis-Sintetis.jpg

Berikan contoh kedua pendekatan tersebuthttp://blog.ub.ac.id/andylaw/files/2013/03/B2.pnghttp://blog.ub.ac.id/andylaw/files/2013/03/A3.png

2. Dalam menyiapkan survei tanah dengan menggunakan pendekatan analitik, apa saja yang harus dilakukan?

  • Pendekatan analitik (analytical approach), membagi ‘kontinum’ atas persil-persil atau satuan-satuan berdasarkan dalam pengamatan perubahan dalam sifat-sifat tanah eksternal (sifat bentang lahan), melalui interpretasi foto udara, yang diteruskan dengan melakukan pengamatan dan pengklasifikasian tanah untuk masing-masing satuan yang dibuat tersebut.Teknik pelaksanaannya menggunakan metode fisiografi. Survei ini diawali dengan melakukan interpretasi foto udara (IFU) untuk mendelineasi landform yang terdapat di daerah survei, diikuti dengan pengecekan lapangan terhadap komposisi satuan peta, biasanya hanya di daerah pewakil. Survei ini umumnya diterapkan skala 1:50.000 – 1:200.000. Metode ini hanya dapat diterapkan jika tersedia foto udara yang berkualitas tinggi. Batas satuan peta sebagian besar atau seluruhnya didelineasi dari hasil IFU

3. Lihat pada peta landform Pujon dan sekitanya di bawah. Gambaran relief wilayah     tersebut disajikan pada peta di bawahnya (peta relief)

a. Diskusikan apakah pendekatan yang akan dipakai, jelaskan alasannya.

Dengan menggunakan pendekatan analitik, karena belum bisa menentukan komponen atau titik pada peta dengan baik. Oleh karena itu untuk membatu perlu dilakukan pengamatan terlebih dahulu terhadap wilayah yang akan diamati.

b. Jika akan melakukan survei tanah pada skala 1:25.000 plot pengamatan Saudara jika:

Menggunakan grid kaku
Dalam metode grid kaku, jarak pengamatan dibuat secara teratur pada jarak tertentu untuk menghasilkan jalur segiempat seluruh daerah survey. Pengamatan tanah dilakukan dengan pola teratur, jarak pengamatan tergantung dari skala peta. Pada peta semi detail ( 1 : 25.000 ) dengan luas lahan 4.600 ha dan jumlah titik yang ideal adalah 184 titik, maka luas tiap 1 cm2 pada peta mewakili 25 ha di lahan sebenarnya.

http://blog.ub.ac.id/riskyhanti/files/2013/03/Jawaban-no-3-grid-kaku.jpg

  • Menggunakan grid bebas

Dalam metode grid bebas, jarak pengamatan tidak perlu samadalam dua arah, namun tergantung pada fisiografi daerah survey. Jika terjadi perubahan fisiografi yang menyolok dalam jarak dekat, perlu pengamatan lebih rapat,sedangkan landform relatif seragam makajarak pengamatan dapat dilakukan berjauhan, dengan demikian dapat disimpulkan  Kerapatan pengmatan disesuaikan dengan kebutuhan skala survei serta tingkat kerumitan pola tanah di lapangan. Metode ini biasanya dilaksanakan pada skala 1:12.500 sampai dengan 1: 25.000.Pelaksanaan survei ini diiawali dengan analisis fisiografi melalaui interpretasi foto udara secara detail.

  • http://blog.ub.ac.id/riskyhanti/files/2013/03/Jawaban-no-3-fisiografis.jpghttp://blog.ub.ac.id/riskyhanti/files/2013/03/jawaban-no-3-fisiografis-2.jpg
  • Menggunakan pendekatan fisiografis dengan menggunakan key area dan transek.http://blog.ub.ac.id/riskyhanti/files/2013/03/Soal-no-3-1.jpghttp://blog.ub.ac.id/riskyhanti/files/2013/03/soal-no-3-2.jpg