Bibit, Benih dan Seputar tentang Padi

2.1 Pengertian Benih

Benih adalah biji yang dipersiapkan untuk tanaman, telah melalui proses seleksi sehingga diharapkan dapat mencapai proses tumbuh yang besar. Benih siap dipanen apabila telah masak.

http://nakblogonline.com/pengertian-benih/

Berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia No.12 Tahun 1992 Tentang Sistem Budidaya Tanaman Bab I Ketentuan Umum Pasal 1 Ayat 4, benih didefenisikan sebagai berikut :

“Benih tanaman, selanjutnya disebut benih, adalah tanaman atau bagiannya yang digunakan untuk memperbanyak dan atau mengembangbiakkan tanaman”.

Dari definisi di atas jelas bahwa benih dapat diperoleh dari perkembangbiakan secara generatif maupun secara vegetatif, yang diproduksi untuk tujuan tertentu, yaitu mengembang biakkan tanaman. Dengan pengertian ini maka kita dapat membedakan antara benih (agronomy seed / seed) dengan biji (grain) yang dipakai untuk konsumsi manusia (food steff) dan hewan (feed).

 

Fase Untuk Mencapai Suatu Tingkat Kemasakan Benih

  • Ø Fase Pembuahan

Fase pertumbuhan dimulai sesudah terjadi proses penyerbukan, yang ditandai dengan pembentukan-pembentukan jaringan dan kadar air yang tinggi.

  • Ø Fase Penimbunan Zat Makanan

Fase penimbunan zat makanan ditandai dengan kenaikan berat kering benih, dan turunnya kadar air.

  • Ø Fase Pemasakan

Pada fase pemasakan, kadar air benih akan mencapai keseimbangan dengan kelembaban udara di luar, dan setelah mencapai tingkat masak benih; berat kering benih tidak akan banyak mengalami perubahan.

 

Cara Menyimpan Benih

1. Bersihkan benih dari kotoran, benih cacat, busuk, serta hewan yang mungkin masih            terbawa (untuk benih non kemasan).

2. Pastikan bahwa benih sudah kering, sehingga apabila diperlukan, dapat dilakukan   penjemuran dahulu sebelum disimpan. Benih yang belum kering benar, akan           berpotensi busuk dan terserang jamur sehingga cepat rusak.

3. Benih yang rawan serangan jamur, dapat direndam dengan larutan fungisida sesuai             standar pemakaian, kemudian dijemur lagi sampai kering.

4. Simpan dalam wadah yang tertutup rapat, sehingga respirasi benih dapat dikurangi dan      benih lebih awet.

5. Sedapat mungkin simpan pada ruangan yang dingin. Jangan simpan di ruangan yang          terlalu panas, karena akan menyebabkan benih cepat rusak dan embrio benih mati.

6. Berilah tanda/label benih, seperti asal usul benih, kapan benih diunduh, kapan mulai            disimpan dan informasi lainnya yang diperlukan, sehingga riwayat benih        terdeteksi/tidak hilang.

7. Lakukan test berkala (periode bulanan) untuk memastikan kondisi benih.

8. Usahakan tidak menyimpan benih terlalu lama. Ada benih yang mampu bertahan    bertahun-tahun, tetapi ada pula yang hanya bertahan bulanan bahkan minggu. Untuk         benih rekalsitran, ketahanan hanya dalam hitungan hari, sehingga tidak bisa disimpan.

9. Hal yang lebih penting lagi, buatlah tempat penyimpanan yang aman dan bersih.     Benih-benih tertentu sangat disukai tikus, sehingga jika sampai tikus masuk, maka    benih akan banyak mengalami kerusakan, baik karena dimakan.

http://www.agrotima.com/menu.php?id=15

2.2 Pengertian Bibit

Bibit adalah jenis varietas tanaman yang di anggap bagus dengan criteria tertentu untuk di tanam serta bisa menghasilkan produksi yang baik di saat panen. Masalah benih atau bibit untuk di Indonesia telah di atur oleh lembaga pertanian yang berwenang dalam memberikan sertifikasi agar bisa di lepas dan di pasarkan ke petani yang tentunya peredarannya di awasi.

Langkah-langkah dalam pemilihan benih atau bibit untuk pertanian dan perkebunan yang baik secara umum :

  1. Pilih jenis benih atau bibit yang di rekomendasikan pemerintah
  2. Amati sebelum memakai benih atau bibit apakah sudah banyak di pakai petani
  3. Butiran – butiran benih atau bibit baik
  4. Kalau jenis bibit yang sudah bentuk batang. Pilih batang dan daun yang subur
  5. Tidak terserang hama dan penyakit
  6. Jangan lupa minta saran dan pendapat kepada petugas penyuluh pertanian tentang             benih dan bibit
  7. Cari informasi lebih lanjut dengan petani lain tentang hasil produksi yang telah di   hasilkan
  8. dan lain sebagainya

Pemilihan benih atau bibit yang baik sangat mempengaruhi hasil panen yang tentunya harus dengan pemeliharaan yang baik.

http://kabarsukses.com/pengertian-benih-atau-bibit-tanaman-dalam-bidang-pertanian-dan-perkebunan.html

 

2.3 Pengertian padi

     Padi adalah salah satu tanaman budidaya terpenting dalam peradaban. Meskipun terutama mengacu pada jenis tanaman budidaya, padi juga digunakan untuk mengacu pada beberapa jenis dari marga (genus) yang sama, yang biasa disebut sebagai padi liar. Produksi padi dunia menempati urutan ketiga dari semua serealia, setelah jagung dan gandum. Namun demikian, padi merupakan sumber karbohidrat utama bagi mayoritas penduduk dunia.

 

Klasifikasi

Padi merupakan tanaman serealia yang tergolong suku padi-padian atau poaceae atau         sinonim dari graminae. Adapun secara ilmiah klasifikasi dari tanaman padi adalah           sebagai berikut :

Kerajaan      :  Plantae

Ordo            :  Poales

Famili          :  Poaceae

Genus          :  Oriza

Spesies         :  O. sativa

Nama binomialnya yaitu Oriza sativa.

 

Sejarah

Menurut sejarah budidayanya padi berasal dari daerah di sekitar sungai Gangga dan sungai Brahmaputra dan dari sungai Yangtse yang kemudian barulah tersebar ke seluruh dunia.  Tanaman padi memiliki ciri khas yaitu tumbuh dengan keadaan tergenang dengan air, maka para ahli menduga padi merupakan evolusi dari tanaman moyang yang hidup di rawa.  Terdapat dua spesies padi yang di budidayakan manusia, Oriza sativa dan Oriza glaberimma.

     Oriza sativa berasal dari dari daerah hulu sungai di kaki pegunungan Himalaya di India dan Tibet/Tiongkok sedangkan Oriza glaberimma berasal dari Afrika Barat tepatnya hulu sungai Niger.  Sebenarnya terdapat juga jenis padi lain yang tidak di budidayakan oleh manusia yang mana disebut juga dengan padi liar.

Pada awalnya padi jenis Oriza sativa ini terdiri dari dua subspesies yaitu indica dan japonica.  Padi japonica memiliki ciri berumur panjang dan memiliki postur tubuh yang tinggi namun mudah rebah dan paleanya memiliki bulu.  Bijinya cendrung panjang dan kualitas dari nasinya sedikit melekat atau menempel.  Sedangkan pada padi indica, sebaliknya umurnya pendek dan tubuhnya lebih kecil dari padi japonica, paleanya tidak memiliki bulu dan bijinya cendrung berbentuk ovale.  Para ahli budidaya atau pemulia tanaman padi mencoba menyilangkan padi tersebut sehingga didapatlah tanaman padi yang cukup terkenal yaitu kultivar IR8 selain itu juga dikenal varietas minor javanica yang hanya ditemukan di Indonesia tepatnya di pulau Jawa.

Selain dua subspesies O.sativa yang utama, indica dan japonica, terdapat juga subspesies minor tetapi bersifat adaptif tempatan, seperti aus (padi gogo dari Bangladesh), royada (padi pasang-surut/rawa dari Bangladesh), ashina (padi pasang-surut dari India), dan aromatic (padi wangi dari asia selatan dan Iran, termasuk padi basmati yang terkenal).  Japonica juga terbagi lagi menjadi tiga subspesies besar yaitu temperate japonica yang berasal dari China, Korea dan Jepang, tropic japonica yang berasal dari Nusantara dan aromatic.

 

Manfaat

Padi merupakan tanaman yang memiliki kandungan karbohidrat tinggi yang baik di konsumsi manusia.  Padi ini merupakan salah satu penghasil karbohidrat terbesar selain gandum dan jagung.  Padi yang dikonsumsi oleh manusia dalam bentuk beras yang di tanak menjadi nasi.  Hal tersebutlah menjadikan padi sebagai tanaman bididaya yang selalu di usahakan kualitas dan kuantitasnya.

Padi meruupakan tanaman semusim yang memiliki ciri hidup di tanah yang tergenang oleh air.  Padi juga merupakan salah satu penghasil karbohidrat yang tinggi dan baik dikonsumsi oleh manusia.  Padi berasal dari suku poaceae atau graminae dan yang sering dikonsumsi oleh manusia adalah jenis Oriza sativa dan Oriza glaberimma.

Sejarahnya padi pertama kali di budidayakan oleh masyarakat di sekitar daerah hulu sungai Gangga dan Brahmaputra dan lanjut ke sungai Yangtse yang kemudian menyebar ke seluruh penjuru dunia.  Manfaat dari padi ini yang tinggi membuat padi menjadi tanaman atau komoditi penting untuk di budidayakan.

 

Reproduksi Padi

Padi merupakan tanaman yang menyerbuk sendiri karena lebih dari 95% serbuk sari tanaman padi membuahi sel telur membuahi tanaman yang sama.  Setiap bunga pada padi memiliki enam kepala sari dan kepala putik yang bercabang.  Umumnya kedua organ ini matang pada waktu yang bersamaan.  Kepala sari kadang-kadang keluar dari palea dan lemmanya ketika ia siap untuk melakukan proses reproduksi.

Reproduksi pada padi prosesnya yaitu ketika telah terjadi pembuahan zigot dan inti polar yang telah dibuahi tersebut membelah diri.  Zigot tersebut berubah menjadi embrio dan inti polar menjadi endospermia yang mana di akhir perkembangannya sebagian besar bulir padi menagandung pati pada bagian endospermanya yang pada tanaman muda hal ini berfungsi sebagai cadangan makanan, sedangkan bagi manusia bulir inilah yang menjadi bahan makanan yang mengandung gizi yang banyak.  Dari segi genetika, satu set genom pada padi terdiri dari 12 kromosom yang diploid kecuali sel seksualnya.

Pemulian pada padi telah lama dilakukan sejak padi di budidayakan.  Hasil dari pemulian yang dikenal yaitu seperti rajalele dan pandanwangi yang merupakan salah satu ras lokal.  Namun, secara sistematis pemuliaan baru-baru ini dilakukan sejak didirikannya IRRI di Filiphina.

 

Keanekaragaman budidaya

Padi gogo

Di beberapa daerah tadah hujan orang mengembangkan padi gogo, suatu tipe padi lahan kering yang relatif toleran tanpa penggenangan seperti di sawah. Di Lombok dikembangkan sistem padi gogo rancah, yang memberikan penggenangan dalam selang waktu tertentu sehingga hasil padi meningkat.

Padi rawa

Padi rawa atau padi pasang surut tumbuh liar atau dibudidayakan di daerah rawa-rawa. Selain di Kalimantan, padi tipe ini ditemukan di lembah Sungai Gangga. Padi rawa mampu membentuk batang yang panjang sehingga dapat mengikuti perubahan kedalaman air yang ekstrem musiman.

Keanekaragaman tipe beras/nasi

Padi pera

Padi pera adalah padi dengan kadar amilosa pada pati lebih dari 20% pada berasnya. Butiran nasinya jika ditanak tidak saling melekat. Lawan dari padi pera adalah padi pulen. Sebagian besar orang Indonesia menyukai nasi jenis ini dan berbagai jenis beras yang dijual di pasar Indonesia tergolong padi pulen. Penggolongan ini terutama dilihat dari konsistensi nasinya.

Ketan

Ketan (sticky rice), baik yang putih maupun merah/hitam, sudah dikenal sejak dulu. Padi ketan memiliki kadar amilosa di bawah 1% pada pati berasnya. Patinya didominasi oleh amilopektin, sehingga jika ditanak sangat lekat.

Padi wangi

Padi wangi atau harum (aromatic rice) dikembangkan orang di beberapa tempat di Asia, yang terkenal adalah ras ‘Cianjur Pandanwangi’ (sekarang telah menjadi kultivar unggul) dan ‘rajalele’. Kedua kultivar ini adalah varietas javanica yang berumur panjang.

Di luar negeri orang mengenal padi biji panjang (long grain), padi biji pendek (short grain), risotto, padi susu umumnya menggunakan metode silsilah. Salah satu tahap terpenting dalam pemuliaan padi adalah dirilisnya kultivar ‘IR5’ dan ‘IR8’, yang merupakan padi pertama yang berumur pendek namun berpotensi hasil tinggi. Ini adalah awal revolusi hijau dalam budidaya padi. Berbagai kultivar padi berikutnya umumnya memiliki ‘darah’ kedua kultivar perintis tadi.

 

Aspek budidaya

Teknik budidaya padi telah dikenal oleh manusia sejak ribuan tahun yang lalu. Sejumlah sistem budidaya diterapkan untuk padi.

  • Ø Budidaya padi sawah (Ing. paddy atau paddy field), diduga dimulai dari daerah lembah Sungai Yangtse di Tiongkok.
  • Ø Budidaya padi lahan kering, dikenal manusia lebih dahulu daripada budidaya padi sawah.
  • Ø Budidaya padi lahan rawa, dilakukan di beberapa tempat di Pulau Kalimantan.
  • Ø Budidaya gogo rancah atau disingkat gora, yang merupakan modifikasi dari budidaya lahan kering. Sistem ini sukses diterapkan di Pulau Lombok, yang hanya memiliki musim hujan singkat.

Hama dan penyakit

http://safrilhanafi.blogspot.com/2012/02/pengertian-padi.html

2.4 Pengertian Panen

Dalam pertanian, panen adalah kegiatan mengumpulkan hasil usaha tani dari lahan budidaya. Istilah ini paling umum dipakai dalam kegiatan bercocok tanam dan menandai berakhirnya kegiatan di lahan.

Panen pada masa kini dapat dilakukan dengan mesin pemanen seperti combine harvester, tetapi dalam budidaya yang masih tradisional atau setengah trandisional orang masih menggunakan sabit atau bahkan ani-ani. Alat pemanen lain yang tidak dikenal di Indonesia adalah scythe dan reaper. Panen tanpa mesin merupakan salah satu pekerjaan dalam budidaya yang paling memakan banyak tenaga kerja. Kegiatan ini dapat langsung diikuti dengan proses pascapanen atau pengeringan terlebih dahulu.

http://id.wikipedia.org/wiki/Panen

2.5 Teknik Bercocok Tanam Padi Untuk Menghasilkan Hasil Panen Yang Maksimal :

Seleksi Bibit

Untuk mendapatkan kualitas dan hasil panen yang baik, bibit yang dipilih harus bibit yang baik dan bagus. Langkah penyeleksian dan pengolahan bibit ini adalah sebagai berikut:

  • Umur padi calon bibit di ambil yang betul-betul sudah matang dan tua
  • Ø Masukkan air kedalam bejana seleksi dan tambahkan garam secukupnya.
  • Ø Masukkan telur bebek kedalam air garam tadi. tunggu sampai telur bebek udah       merapung.
    Kemudian baru masukkan bibit yang sudah diseleksi tadi kedalam air garam tersebut.
  • Ø beberapa diantara bibit tadi ada yang merapung, kemudian yang merapung itu tidak           dipakai (dibuang).
  • Ø Bibit yang tenggelam saja yang diambil

 

Menyemai Bibit

Untuk mendapatkan hasil yang lebih baik perlu menentukan media tanam bibit atau persemaian bibit. Untuk persemaian bibit perlu diperhatikan beberpa hal antara lain :

  • Ø Tanah yang diambil untuk menyemai bibit harus tanah yang lebih baik dan bagus
  • Ø Untuk media semai bisa kita pakai baki, bejana yang luas dan datar, atau dibuatkan dari papan yang dialas dengan palstik.
  • Ø Campur tanah yang sudah dipilih dengan pupuk kompos atau pukpuk kandang
  • Ø Ratakan tanah di media semai kira-kira ketebalan 2 cm
  • Ø Taburkan bibit yang sudah diseleksi dimedia semai
  • Ø Jaga kelembaban semaian benih.
  • Ø Tunggu sampai benih berumur 10 hari

 Pengolahan Lahan/Sawah

Sementara kita menunggu bibit sampai berumur 10 hari lahan tempat tanam sudah harus dibereskan atau digarap sedemikian rupa sehingga nanti setelah benih siap tanam tidak terjadi kendala. Untuk pengolahan lahan tersebut sebagai berikut:

  • Ø Sawah yang sudah selesai dipanen jerami atau daun padi bekas panen hendaknya jangan dibakar atau dibuang biarkan lapuk di sawah (lahan) karena ini bisa dijadikan kompos.
  • Ø Lahan sudah dibajak diratakan dan dipetak-petak agar kita lebih mudah mengontrol airnya.
  • Ø Lahan diratakan dan usahakan air sawah itu hanya berada di petak artinya air lahan pecak-pecak (lacok-lacok minang).
  • Ø Garislah lahan dengan ukuran jarak garis 35 cm.
  • Ø Dua hari sebelum tanam lahan di taburi pupuk sebaiknya pupuk yang dipakai adalah pupuk organik.

 

Cara Tanam

Setelah lahan siap tanam, maka bibit yang sudah berumur 10 hari siap di pindahkan ke lahan tanam. Untuk menanam padi caranya sebagai berikut:

  • Ø Untuk bibit yang disemai dalam baki bisa baki langsung diangkat ke lahan siap tanam atau benih diangkat kelahan tanam dengan dicabut dahulu dari media semai (khusus untuk yang dicabut hati-hati jangan sampai padi yang menempel pada benih terlepas).
  • Ø Tanam benih dilahan dengan jarak tanam 35 cm
  • Ø Menanam benih jangan sampai dibenam seperti menanam benih ala konvensional.
  • Ø Ambil benih yang padinya masih menempel dan cukup di letakkan diatas tanah dengan sedikit menggesekkan benih ketanah dan kemudian ditutup dengan tanah setujuk jari.
  • Ø Jaga media tanam jangan samapi digenang air.

Perawatan

Untuk mendapatkan hasil panen yang maksimal harus dilakukan perawatan yang intensif. Dan perawatan yang dilakukan tidak jauh berbeda dengan perawatan tanam padi yang sudah kita warisi dari nenek moyang terdahulu. Beberapa langkah perawatan yang perlu dilakukan:

  • Ø Setelah padi berumur 10 hari setelah tanam semprotlah dengan pupuk organik (untuk pupuk organik diserahkan kepada kita masing-masing).
  • Ø Umur 25 hari semprot lagi (pada usia ini padi sudah bisa diberi air yang agak banyak)
  • Ø Umur 40 hari ulangi lagi penyemprotan
  • Ø Umur 60 hari kembali lagi disemprot (atau berilah pupuk seperti biasa kita bertanam padi disini dianjurkan pakai pupuk organik)
  • Ø Pertumbuhan padi yang baik dan bagus adalah untuk satu rumpun menghasilkan 45 sampai dengan 60 batang padi
  • Ø Biasanya padi bisa menghasilkan anak sampai 100 batang, tetapi ukuran itu tidak menghasilkan panen yang maksimal karena akan berpengaruh kepada buah yang dihasilkan.
  • Ø Setelah usia 2 bualan genangilah air sawah agar pertumbuhan anak padi tidak bertambah.

http://siroychery.blogspot.com/2011/01/tekhnik-bercocok-tanam-padi-agar-dapat.html