Tugas Sosiologi Pertanian

  1. Terdapat 4 tipe pola pemukiman, yaitu:
    1. Mengelompok murni, yaitu masyarakatnya mengelompok sendiri tanpa adanya interverensi dari pemerintah (tidak diatur oleh pemerintah), oleh karena itu hubungan antara masyarakat lebih dekat dan kerja sama akan terjadi lebih intensif, dengan begitu sektor pertanian akan lebih berkembang karena interaksi antara masyarakat yang baik akan memungkinkan (kondusif) untuk terjadinya perkembangan di sektor pertanian.
    2. Mengelompok tidak murni, yaitu masyarakatnya hidup berkelompok karena adanya interferensi dari pemerintah atau mengumpul dengan sengaja yang diatur oleh pemerintah, hubungan antara warga masyarakat sama saja atas dasar ketidak alamian, bisa saja hubungan yang terjadi kurang membaik ataupun tidak sekondusif dengan yang alami, maka dari itu pengembangan yang terjadi mungkin saja tidak sebaik dengan yang mengelompok secara murni sebab hubungan mereka terjadi bukan karena kehendak sendiri.
    3. Menyebar teratur, yaitu masyarakatnya hidup dengan tempat tinggal yang menyebar satu sama lainnya namun dengan jarak yang tidak terlalu jauh, dengan kehidupan yang seperti ini warga dapat melakukan kegiatan pertanian dengan sistem ladang karena terdapat lahan disekitar rumahnya yang kosong.
    4. Menyebar tidak teratur, umumnya terdapat di daerah dataran tinggi atau daerah pegunungan api dan daerah yang kurang subur, penduduk akan mendirikan pemukiman secara tersebar karena mencari daerah yang tidak terjal, morfologinya rata dan relatif aman. Mata pencaharian penduduk pada pola pemukiman ini sebagian besar dalam bidang pertanian, ladang, perkebunan dan peternakan
  2. SDA yang ada antara lain Lahan (sawah, Tegal, Kebun dan lain sebagainya), Air, Iklim (basah dan kering) Hutan atau Tumbuhan dan mineral (Tambang). Dari masing-masing SDA tersebut, tidak mungkin perlakuan yang dilakukan sama, sehingga masing-masingnya memiliki cara tersendiri.
  • Lahan, untuk lahan sawah perlakuannya berbeda dengan tegal dan kebun, sawah identik untuk tanaman padi yang butuh banyak air saat tanam awalnya, cara mengolahnya perlu di “leb” atau direndam air banyak sehingga berlumpur, tegal dan kebun tidak berbeda jauh hanya skala yang digunakan, tegal umumnya untuk kebutuhan sendiri jadi pengolahannya tak terlalu intensif dan peralatannya sederhana, untuk kebun karena skalanya luas pengolahannya menggunakan alat yang lebih modern dan dalam jumlah banyak.
  • Air, ada sumber air alami dari sungai dan air yang diupayakan berupa sumur, penggunannya berbeda, air sungai karena sifatnya tidak sebersih dengan sumur  bisa dimanfaatkan untuk kegiatan pertanian, air sumur untuk keperluan sehari-hari.
  • Iklim, terdapat musim hujan dan musim kemarau, iklim ini berkaitan dengan penanaman tanaman, maka dengan musim yang berbeda tersebut penanamannya pun juga disesuaikan dengan kondisi iklim
  • Hutan atau tumbuhan, hutan ini dibagi menjadi beberapa, yaitu hutan lindung/reservasi, hutan produksi dan hutan masyarakat, hutan lindung tidak sama dengan hutan produksi dalam hal pengambilan isinya, hutan lindung tidak boleh banyak diambil karena hutan ini disiapkan oleh pemerintah untuk keperluan penghijaun yang dapat mengurangi dampak polusi, hutan produksi sesuai dengan namanya maka digunakan untuk diambil hasilnya, sedangkan hutan masyarakat adalah hutan yang pemanfaatannya digunakan oleh masyarakat untuk keperluan sehari-hari misalnya diambil kayu sebagai bahan bakar atau ditanami tanaman semusim
  • Mineral / hasil tambang, hasil tambang yang ada antara lain minyak bumi, emas, batu bara dan perak, minyak bumi diolah untuk bahan bakar kendaraan, emas diolah untuk perhiasan, batu bara juga digunakan sebagai bahan bakar kendaraan khususnya menggunakan diesel, sedangkan perak ada yang digunakan untuk perhiasan dan untuk pelapis barang yang bernilai elite lainnya.
  1. Sumber daya buatan manusia yang penting dalam pengembangan agribisnis antara lain:
  • Fasilitas transportasi dan komunikasi, baik itu sarana dan prasarana transportasi, seperti kendaraan, fungsinya untuk mengangkut hasil panen ataupun hasil olahan yang siap untuk dipasarkan ke konsumen, prasarana transportasi misalnya jalan raya dan jembatan. Fungsinya untuk melancarkan perjalanan jika akan dilakukan pengiriman barang. Komunikasi misalnya kantor pos, media massa dan alat komunikasi lainnya misal handphone, fungsinya untuk mengetahui informasi dan alat untuk saling tukar informasi.
  • Fasilitas kesehatan dan kesejahteraan, yaitu semua fasilitas untuk melayani kesehatan masyarakat yang mana dengan kesehatan kegiatan pengembangan agribisnis dapat terwujud dengan baik, sedangkan untuk kesejahteraan masyarakat berhubungan dengan keuangan yang bisa diperoleh oleh seseorang, dengan kondisi keuangan yang didapat oleh masyarakat maka kemungkinan besar untuk pengembangan agribisnis dapat dilakukan.
  • Agen pelayananan dan penawaran, contoh dari agen pelayanan adalah penyedia produk agribisnis, dengan adanya penyedia maka konsumen dapat mudah untuk mendapatkannya yang berguna untuk pengembangan agribisnis.
  • Fasilitas industri dan pasar, yaitu fasilitas untuk industri pengolahan dan untuk pemasaran ke konsumen, fungsi fasilitas industri adalah mengolah hasil pertanian menjadi produk yang memiliki nilai ekonomis lebih, produk pertanian yang telah diolah dapat dipasarkan ke pasar tradisional ataupun ke pasar modern agar dapat dinikmati langsung oleh konsumen.
  • Fasilitas finansial / keuangan, dengan keuangan yang ada, misalnya modal dari koperasi atau bank, dapat dibuka kegiatan pengembangan agribisnis.
  • Fasilitas pendidikan, baik itu pendidikan secara formal maupun informal, untuk saat ini sudah banyak pendidikan secara informal, salah satu contohnya adalah kegiatan penyuluhan di lapangan oleh teknisi pertanian, hal ini sangat penting sekali untuk menambah pengetahuan dan wawasan petani, sehingga dengan begitu diharapkan petani dapat melakukan kegiatan agribisnis dengan baik.