BIOKIMIA ENZIM KATALASE

2.1 Sifat dan Fungsi  Enzim Katalase

          Berikut ini adalah sifat dan fungsi enzim katalase :

Sifat enzim katalase

  • Termolabil, atau rentan rusak jika suhu lingkungan terlalu panas.
  • Denaturasi, Menyebabkan enzim tidak bisa melakukan fungsinya.
  • Dipengaruhi oleh suhu, jika suhu lingkungan terlalu panas maka enzim ini tidak mampu bekerja secara optimal.
  • Perubahan pH, Enzim katalase dapat bekerja pada rentan keasaman    (pH) yang sempit. Dan dapat bekerja maksimum pada pH netral
  • Konsentrasi substrat dapat meningkatkan kecepatan reaksi bila jumlah enzim tetap.
  • Konsentrasi enzim, peningkatan kecepatan reaksi tersebut terjadi hingga mencapai kecepatan konstan.
  • Keberadaan aktivator yang merupakan molekul atau ion yang memacu kerja enzim, contohnya ion logam seperti Ca,Mg,Ni,Mn dan Cl.
  • Adanya Inhibitor yang merupakan molekul atau ion yang menghambat kerja enzim.

 

  1. Fungsi Enzim katalase

 

Fungsi enzim katalase yaitu memecahkan ikatan hidrogen peroksida, menjadi hidrogen dan air. Hidrogen peroksida merupakan salah satu zat sisa hasil sampingan dari metabolisme tubuh, baik manusia, hewan, maupun tumbuhan. Apabila hidrogen peroksida tidak diuraikan, maka akan terjadi kematian sel secara massal. Enzim katalase mampu memecah ikatan hidrogen peroksida, menjadi dua zat yang tidak berbahaya, yaitu hidrogen (H2) dan Air (H2O).  Selain itu, enzim ini di dalam tubuh manusia juga menguraikan zat-zat oksidatif lainnya seperti fenol, asam format, maupun alkohol yang juga berbahaya bagi tubuh manusia.

 

2.2 Struktur Kimia Enzim Katalase

Katalase memiliki empat rantai polypeptide, masing-masing terdiri dari 500 lebih asam amino. Catalase juga memiliki empat grup heme yang dibentuk dari cincin protoporphyrin yang mengandung atom besi tunggal. Berat molekulnya: 118.054,25 gram/mol. Struktur sekunder : 31% helical (22 helik; 161 residu) 16% beta sheet (19 strands; 82 residu).

 

2.3 Reaksi Kimia Enzim Katalase

Senyawa H2O2 ( Hidrogen Peroksida ) merupakan bahan kimia organik yang memiliki sifat oksidator kuat dan bersifat racun dalam tubuh. Senyawa peroksida harus segera di uraikan menjadi  air (H2O) dan oksigen (O2) yang tidak berbahaya. Enzim katalase mempercepat reaksi penguraian peroksida (H2O2) menjadi air (H2O) dan oksigen (O2). Penguraian perPenguraian peroksida (H2O) ditandai dengan timbulnya gelembung. Bentuk reaksi kimianya adalah:

H2O        H2O + O2

 

 

Kesimpulan :

Katalase adalah enzim yang mengandung empat gugus heme, pada tulang, membran mukosa, ginjal dan hati. Aktifitas enzim ditemukan dalam mitokondria, sitoplasma dan peroksosom. Enzim ini mempunyai reaksi kimia H2O        H2O + O2. Enzim katalase inimempunyai fungsi yaitu memecahkan hidrogen peroksida (bersifat racun) menjadi zat yang tidak berbahaya, yaitu hydrogen (H2) dan air (H2O).

 

 

DAFTAR PUSTAKA

Anna Pedjiadi,dkk.2006.Dasar-Dasar Biokimia.Penerbit Universitas Indonesia Press. Jakarta.

Anonymous.2008.http://mr-fabio2.blogspot.com/2008/09/laporan-enzim-katalase.html. Diakses pada tanggal 24 Maret 2011.

Anonymous.2011.http://id.shvoong.com/medicine-and-health/medicine-history/2068678-enzim-katalase-protein-terkait-fe/. Diakses pada tanggal 24 Maret 2011.

Anonymous.2011.http://www.scribd.com/doc/46464665/Laporan-Diskusi-Enzim-Katalase. Diakses pada tanggal 24 Maret 2011.

Syamsuri, Istamar. 2006. Biologi. Erlangga. Jakarta.