Archive for June, 2013

Masjid Nabawi sepanjang 14 abad

posted by HHanir Hapes
Jun 21

Dalam kitab Shahih Bukhari dan Sahih Muslim, Rasululloh SAW, bersabda :

“Tidak diupayakan dengan bersusah payah untuk bepergian jauh, kecuali ke ketiga masjid; ke masjidku, masjid Al Haram dan ke masjid Al Aqsha.”

 

“(Menunaikan) sholat di masjidku adalah lebih baik daripada (menunaikan) seribu kali sholat di masjid-masjid lainnya, kecuali di Masjid Al Haram.”

 

Tanah Masjid Nabawi semula adalah sebuah lahan milik dua anak yatim, Suhail dan Sahal. Lahan itu kemudian dijual kepada Rasululloh SAW untuk membangun masjid.

Rasululloh SAW membangun masjidnya yang mulia dua kali, yaitu pada tahun 1 H dan 7 H.

Pondasinya dibuat dari batu dan dindingnya dari batu bata. Atapnya dibuat dari pelepah dan daun korma. Rasululloh SAW ikut serta membangun masjid tersebut bersama para sahabat. Beliau mengangkut batu-batu dan batu bata bersama mereka.

 

Buku-buku sejarah Madinah Munawwarah mengutip riwayat yang menunjukkan bahwa setiap yang ditambahkan ke Masjid Nabawi adalah termasuk masjid Nabi SAW.

Ibnu Syabh dan Yahya Ad Dilami meriwayatkan dari Abu Hurairah r.a bahwa Rasululloh SAW bersabda;

“Seandainya masjid ini diperluas hingga ke San’a (Yaman), maka ia tetap sebagai masjidku.”

 

MIHRAB NABAWI

 

Tidak ada mihrab di Masjid Nabawi pada masa Rasululloh SAW dan masa Khulafaur Rasyidin.

Mihrab yang ada sekarang dibangun oleh Al Asyraf Qaitabi. Tempat Rasululloh SAW menunaikan sholat bersama para sahabat sebagai imam kearah Ka’bah terletak di ujung barat dari lengkungan mihrab itu.

 

PILAR-PILAR DI DALAM MASJID NABAWI

 

  1. Tiang Al Mukhallaqah, tiang yang menjadi tanda sholat Nabi SAW.
  2. Tiang As Sayyidah A’isyah, tiang ketiga dari arah mimbar Nabi dan ketiga dari arah kubur Nabi serta ketiga dari arah kiblat (selatan). Dikenal juga dengan tiang Muhajirin, karena para muhajirin biasa berkumpul di dekat tiang ini.
  3. Tiang At Taubah, dikenal juga tiang Abu Lababah. Abu Lababah bin Munjir Al Anshari pernah mengikatkan diri di tiang ini selama beberapa belas malam setelah di khianati oleh orang Yahudi Bani Quraidhah.
  4. Tiang tempat penjagaan, dinamai juga tiang Ali Bin Abi Thalib, karena beliau sering menunaikan sholat ditempat itu.
  5. Tiang tempat tidur, tiang yang menempel ke pagar. Nabi SAW pernah punya tempat tidur dari pelepad dan daun korma yang diletakkan dekat tiang ini.
  6. Tiang para utusan. Rasululloh SAW sering duduk disitu menerima para delegasi Arab. Dikenal juga tiang MAjlis Al Qiladah.
  7. Tiang segi empat kubur Nabi SAW, dinamai juga Maqam Jibril.
  8. Tiang Tahajjud, letaknya di belakang rumah AsSayyidah Fatimah ra. Rasululloh SAW menunaikan sholat tahajjud disitu, setelah orang-orang pulang.

 

 

 

AR-RAUDHAH YANG DISUCIKAN ALLOH SWT

 

“Tempat yang ada diantara rumahku dan mimbarku adalah suatu taman dari taman-taman syurga.”

Demikian bunyi sebuah hadits Nabi yang diriwayatkan di dalam dua kitab hadits Shahih Bukhari dan Shahih Muslim.

Dalam kitab Shahih Bukhari ada tambahannya,

“dan mimbarku itu ada dikolamku (di akhirat nanti).”

 

PERLUASAN MASJID NABAWI

 

Setelah Masjid Nabawi diperluas oleh Rasululloh SAW, maka masjid Nabawi juga pernah diperluas oleh Khalifah Umar bin Khattab dan Utsman bin Affan. Kemudian oleh Al Walid bin Abdul Malik, lalu oleh Al Mahdi Al ‘abbasi, setelah itu oleh Asyraf Qaitabi, sesudah itu oleh Sultan Abdul Majid Al Utsmani, dan akhirnya oleh Raja Abdul Aziz Ali Su’ud. Disamping perluasan itu, mereka juga melakukan pemugaran dan perbaikan.