KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa karena akhirnya penulis dapat menyelesaikan makalah mengenai pemuliaan tanaman kacang hijau. Tujuan pembuatan makalah ini memenuhi tugas mata kuliah Pemuliaan Tanaman dan lebih memahami serta mengenal pemuliaan tanaman kacang hijau. Untuk mencapai tujuan itu penulis uraikan materi-materi yang disertai dengan penjelasan yang lebih mendalam. Penulis mengucapkan terimakasih kepada seluruh pihak yang telah membantu penyusunan makalah ini. Juga terimakasih kepada ibu dosen Sri Lestari sebagai pembimbing  penulis dalam penyelesaian makalah ini.  Serta mahasiswa fakultas pertanian yang tidak bisa penulis sebutkan satu persatu. Penulis berharap makalah ini dapat bermanfaat untuk menambah wawasan dan pengetahuan penulis. Namun makalah yang penulis sajikan masih jauh dari sempurna karena masih dalam proses tahap pembelajaran. Dan apabila ada kesalahan kata dalam penulisan dan penyusunan makalah ini, penulis menerima kritik dan saran sebagai bahan pertimbangan dan pembelajaran penulis selanjutnya.
Penulis
DAFTAR ISI
Kata Pengantar……………………………………………………………………..               1

Daftar Isi………………………………………………………………………………..             2

  1. Pendahuluan……………………………………………………………                  3

1.1 Latar Belakang…………………………………………………..                   3

1.2 Tujuan……………………………………………………………..                    8

  1. Pembahasan…………………………………………………………..                    9

2.1  Keragaman Kacang Hijau…………………………………….                  9

2.2  Metode Seleksi……………………………………………………                 10

2.3  Pengujian……………………………………………………………                 13

  1. Penutup………………………………………………………………….                   15

3.1 Kesimpulan………………………………………………………                    15

Daftar Pustaka………………………………………………………………………               16
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Kacang hijau adalah sejenis tanaman budidaya dan palawija yang dikenal luas di daerah tropika. Tumbuhan yang termasuk suku polong-polongan (Fabaceae) ini memiliki banyak manfaat dalam kehidupan sehari-hari sebagai sumber bahan pangan berprotein nabati tinggi. Kacang hijau di Indonesia menempati urutan ketiga terpenting sebagai tanaman pangan legum, setelah kedelai dan kacang tanah.
Kacang hijau sering kali di buat untuk aneka makananm seperti kue, bubur dan lain sebagainya. Dan pastinya sebagian besar dari Anda juga pernah mencicipi makanan ataupun jajanan dengan bahan kacang hijau ini. Selain enak buat makanan kacang hijau juga memiliki banyak manfaat. Zat zat yang terkandung di dalam kacang hijau di percaya memiliki khasiat untuk kesehatan badan manusia.
Berikut adalah kandungan Zat Kacang Hijau, Khasiat dan Manfaat kacang Hijau Untuk Kesehatan :
• Nutrisi Penting
Kacang hijau memiliki kandungan protein cukup tinggi dan bermanfaat sebagai sumber mineral sangat penting. Kandungan kalsium dan fosfor yang terdapat dalam kacang hijau sangat diperlukan tubuh. Selain itu kacang hijau juga memiliki kandungan lemaknya dan merupakan asam lemak tak jenuh, sehingga apabila di konsumsi sangat aman jika dikonsumsi oleh orang yang memiliki masalah kelebihan berat badan.
• Protein Tinggi
Kacang hijau juga memiliki kandungan zat protein tinggi. Kalau untuk menu masyarakat sehari-hari, kacang-kacangan merupakan alternatif sebagai sumber protein nabati terbaik. Begitu pula jika kita melihat tradisi di sekitar kita banyak sekali ibu-ibu yang sedang hamil sering dianjurkan untuk mengonsumsi kacang hijau, Hal ini agar bayi yang akan dilahirkan nantinya memiliki rambut lebat.
Untuk membantu pertumbuhan yang terjadi pada sel-sel tubuh, termasuk di dalmnya adalah sel rambut sangat membutuhkan nilai gizi yang baik terutama zat protein. Kacang hijau juga sebagai sumber protein maka apabila ada keinginan dari ibu buat sang bayi yang ingin mempunyai bayi yang berambut tebal akan terwujud.
• Zat Kalsium dan Zat fosfor
Kandungan zat kalsium serta zat fosfor yang terdapat pada kacang hijau sangat berkhasiat dan bermanfaat untuk memperkuat tulang.
• Lemak Rendah
Kacang hijau memiliki Kadar lemak yang rendah sehingga apabila kacang hijau ini di buat untuk makanan tidak mudah tengik. Lemak yang terdapat dalam kacang hijau tersusun atas 73% asam lemak tak jenuh dan 27% asam lemak jenuh.
• Vitamin B1 (tiamin)
Vitamin sangat baik untuk masa pertumbuhan. Pada mulanya vitamin B1 sudah dikenal sebagai anti beri-beri. Kemudian juga di buktikan kalau vitamin B1 ini ternyata juga sangat bermanfaat dan berkhasiat untuk membantu proses pertumbuhan.
Vitamin B1 merupakan bagian dari koenzim yang memiliki fungsi sangat penting dalam oksidasi karbohidrat untuk diubah menjadi energi. Jika tidak ada vitamin B1 tubuh akan mengalami kesulitan dalam memecah karbohidrat.
Kacang hijau merupakan salah satu tanaman semusim yang berumur pendek (kurang lebih 60 hari). Tanaman ini disebut juga mungbean, green gram atau golden gram.
Kacang hijau termasuk kacang-kacangan yang mengandung protein. Kacang jenis ini memiliki berbagai macam varietas yang terbagi menjadi hibrida dan non hibrida. perkiraan prefensi petani.
Sumber mineral yang terdapat pada kacang hijau adalah kalsium dan juga fosfor. Keduanya sangat baik untuk memperkuat tulang dan gigi. Bagi mereka yang tengah menjalani program diet, kacang hijau patut dimasukkan dalam menu harian Anda. Kadar lemaknya yang rendah membuat semua makanan atau minuman olahan yang berbahan dasar kacang hijau tidak mudah tengik dan tak bikin berat badan melonjak naik.
Lemak kacang hijau terdiri dari 73% asam lemak tak jenuh dan 27% asam lemak jenuh, tak heran jika kacang hijau cukup aman bagi mereka yang menderita penyakit jantung karena kandungan asam lemak tak jenuhnya dapat menjaga kesehatan jantung Anda. Selain fosfor dan kalsium, kacang hijau mengandung vitamin yang komplet.
Mulai dari vitamin B1, B2, dan vitamin E. Vitamin B1 berguna untuk memaksimalkan kerja syaraf dalam tubuh. Kalau Anda mengalami gejala sulit berkonsentrasi, mudah tersinggung, atau kurang bersemangat, bisa jadi tubuh Anda kekurangan B1. Vitamin B1 juga menjadi sumber energi yang diperlukan oleh tubuh. Karena fungsinya yang memecah karbohidrat sehingga mengubahnya menjadi tenaga. Sedangkan vitamin E tidak hanya baik untuk peremajaan kulit, tapi juga membantu kesuburan.
Kacang hijau adalah salah satu dari banyak spesies baru saja pindah dari genus Phaseolus Vigna dan masih sering terlihat dikutip sebagai Phaseolus aureus atau Phaseolus radiatus. Variasi ini tata nama telah digunakan mengenai spesies tanaman yang sama.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Klasifikasi kacang hijau :
Kingdom         : Plantae (Tumbuhan)

Subkingdom    : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)

Super Divisi    : Spermatophyta (Menghasilkan biji)

Divisi               : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)

Kelas               : Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)

Sub Kelas        : Rosidae

Ordo                : Fabales

Famili              : Fabaceae (suku polong-polongan)

Genus              : Phaseolus

Spesies            : Phaseolus radiatus L.

Morfologi Tanaman Kacang Hijau :
Tanaman kacang hijau berbatang tegak dengan ketinggian sangat bervariasi, antara 30-60 cm, tergantung varietasnya. Cabangnya menyamping pada bagian utama, berbentuk bulat dan berbulu. Warna batang dan cabangnya ada yang hijau dan ada yang ungu.
Daunnya trifoliate (terdiri dari tiga helaian) dan letaknya berseling. Tangkai daunnya cukup panjang, lebih panjang dari daunnya. Warna daunnya hijau muda sampai hiaju tua.
Bunga kacang hijau berwarna kuning, tersusun dalam tandan, keluar pada cabang serta batang, dan dapat menyerbuk sendiri.
Polong kacang hijau berebntuk silindris dengan panjang antara 6-15 cm dan biasanya berbulu pendek. Sewaktu muda polong berwarna hijau dan dan setelah tua berwarna hitam atau coklat. Setiap polong berisi 10-15 biji.
Biji kacang hijau lebih kecil dibanding biji kacang-kacangan lain. Warna bijinya kebanyakan hijau kusam atau hijau mengilap, beberapa ada yang berwarna kuning, cokelat dan hitam . Tanaman kacang hijau berakar tunggang dengan akar.

1.2 Tujuan
Pemuliaan tanaman adalah kegiatan mengubah susunan genetik individu maupun populasi tanaman untuk suatu tujuan. Pemuliaan tanaman kadang-kadang disamakan dengan penangkaran tanaman, kegiatan memelihara tanaman untuk memperbanyak dan menjaga kemurnian; pada kenyataannya, kegiatan penangkaran adalah sebagian dari pemuliaan. Selain melakukan penangkaran, pemuliaan berusaha memperbaiki mutu genetik sehingga diperoleh tanaman yang lebih bermanfaat.
Setelah melihat berbagai kelebihan yang dimiliki oleh kacang hijau tersebut, penulis ingin melakukan pemuliaan tanaman komoditas kacang hijau untuk menciptakan kacang hijau yang berbulir lebih besar, tahan terhadap kondisi lingkungan yang ekstrim dan tentunya lebih banyak mengandung zat atau vitamin yang dibutuhkan oleh manusia.

 

 

 

 

 

BAB II
PEMBAHASAN
2.1    Keragaman Kacang Hijau
Produsen Benih : UPTD Balai Perbenohan Tanaman Pangan dan Hortikultura (BPPTPH)
Varietas  yang dikembangkan : Murai, Sriti, Kutilang, Vima-1
Produksi Benih         : Label Putih (BD)    :  600 kg/tahun
Label Ungu (BP)    :  900 kg/tahun
Kacang hijau umumnya ditanam di lahan sawah pada musim kemarau setelah padi atau tanaman palawija yang lain. Di tingkat petani, rata-rata produktivitas baru mencapai 0,9 ton/ha. Sedangkan dari hasil percobaan dapat mencapai 1,15 ton/ha. Rendahnya hasil kacang hijau di tingkat petani antara lain disebabkan oleh praktek budidaya yang kurang optimal. Untuk meningkatkan produktivitas tanaman diperlukan  teknologi budidaya yang tepat. Varietas unggul baru (VUB) yang dikembangkan : Murai, Kenari, Sriti, Kutilang dan VIMA-1. Varietas unggul baru (VUB) Vima-1 mempunyai produksi tinggi, kadar berprotein tinggi, kulit mudah lunak jika direbus, sangat cocok untuk bahan baku bakpia.

PERSEDIAAN BENIH VARIETAS VIMA-1 SEBANYAK : 50 KG

Keunggulan Varietas Vima-1 : umur pendek (58 hari) kulit biji kusam (doff), kulit mudah lunak dan mengelupas jika direbus, kadar protein tinggi, sangat cocok untuk produk makanan bakpia.

2.2     Metode Seleksi

Beberapa upaya menciptakan variasi dan menyeleksi karakteristik yang diinginkan :

Kacang hijau merupakan tanaman yang mampu dikembangkan menggunakan penyerbukan sendiri (self pollination). Penyerbukan sendiri memiliki berbagai macam metode, salah satunya adalah metode seleksi massa. Seleksi massadan seleksi galur murni dapat diterapkan terhadap tanaman dengan semua moda reproduksi.
Seleksi massa adalah salah satu metode seleksi yang tertua untuk memilih bahan tanam yang lebih baik pada generasi berikut. Dalam program pemuliaan, seleksi ini juga merupakan yang paling sederhana dan banyak pemulia hanya mengandalkan nalurinya dalam menjalankan metode ini, meskipun dasar ilmiah untuk pelaksanaannya sudah tersedia.
Seleksi massa yaitu pemilihan dan penanaman kembali dengan tidak memperhatikan asal usulnya (tidak dipisah). Hasil dari seleksi massa yaitu populasi yang homozigot tetapi tidak seragam.
Seleksi massa dapat berupa :
a.       Seleksi massa positif
Seleksi dilakukan pada tanaman yang menampilkan fenotipe yang baik dari suatu populasi tanaman dan membiarkan tanaman yang tidak diseleksi untuk tetap tumbuh di lapangan Memilih sejumlah tanaman terbaik dan bijinya dicampur untuk dijadikan benih.
b.      Seleksi massa negative
Menyingkirkan tanaman yang tidak dikehendaki, biji tanaman-tanaman sisa dicampur untuk benih.
c.  Seleksi Massa Metode Hallet’s (1869)
Tanaman yang akan diseleksi ditanam pada lingkungan yang baik dan diberi pemupukan,irigasi,proteksi dan sebagainya yang optimum.
d. Seleksi Massa Metode Rimpau’s (1867)
Berlawanan dengan Metode Hallet’s yaitu tanaman ditanam pada lingkungan yang tercekam seperti pemupukan,pengairan ,Budidaya yang minim.
Kelebihan dan kekurangan seleksi massa
Kelebihan :
• sederhana dan mudah karena seleksi massa hanya diddasarkan penotipe tanpa uji keturunan.
Kekurangan :
•  Oleh karena fenotipe dipengaruhi lingungan, maka tanaman yang mempunyai fenotipe baik dan terpilih belum tentu mempunyai genotype baik.
•  Tanaman homozigot dan heterozigot mempunyai fenotipe sama untuk sifat yang dikendalikan oleh gen dominan.
Varetas yang dihasilkan :
• Tidak seseragam varietas hasil seleksi galur murni.
• Mempunyai ketahanan terhadap perubahan lingkungan / lingkungan ekstrim perubahan genotipe.
TUJUAN SELEKSI MASSA :
Memperbaiki populasi secara umum dengan memilih dan mencampur genotipe – genotipe superior.
Kelemahan :
1. Tanaman yang dipilih mungkin tidak homosigot dan akan segregrasi pada generasi berikutnya.
2. Hanya berguna untuk sifat – sifat dengan hertabilitas tinggi. Umumnya tidak efisien apabila “ ALELE “ yang akan dihilangkan frekuensinya rendah.
3. Lebih efektif untuk sifat – sifat yang terlihat sebelum pembuangan dari sifat – sifat yang terlihat setelah pembuangan.
4. Mengembangkan kultivar baru dengan mengembangkan rata-rata penampilan populasinya

Contoh : tanaman kedelai, gandum, tembakau telah berhasil dengan menggunakan seleksi massa.

Kebaikan Seleksi Massa :
1. Sederhana, mudah pelaksanaannya dan cepat untuk memperbaiki mutu tanaman, oleh karena :
Tanpa ada pengujian untuk generasi berikutnya.
Tanpa ada pengawasan persilangan untuk produksi keturunan selanjutnya.
Lebih bersifat ART dari pada SCIENC

2. Merupakan cara untuk memperbaiki mutu varietas lokal dengan cepat untuk memenuhi kebutuhan petani dan merupakan langkah pertama dalam memperbaiki mutu tanaman.
SELEKSI MASSA dapat dibedakan menjadi 2 :

1.       Seleksi Massa Positip

2.       Seleksi Massa Negatip

1. Seleksi Massa Positip

Dilakukan dengan jalan memilih tanaman yang baik fenotipenya dari suatu populasi tanaman yang ada. Biji tanaman terpilih untuk ditanam pada generasi / tahun berikutnya. Tanaman yang tidak terpilih biasanya dipanen untuk konsumsi.

2. Seleksi Massa Negatip

Dilakukan dengan menghilangkan semua tanaman yang tipenya menyimpang dari tujuan seleksi.

Misal : – tanaman sakit

– tanaman rebah

Apabila Seleksi Massa digunakan sebagai metode seleksi untuk tanaman

penyerbuk sendiri maka mempunyai kelemahan antara lain :

1. Tidak meungkin dapat mengetahui apakah tanaman yang dikelompokkan homosigot / heterosigot untuk suatu karakter dominan tertentu, jadi seleksi fenotipe harus dilanjutkan untuk generasi berikut.

2. Lingkungan luar mempengaruhi penampilan tanaman sehingga sulit untuk mengetahui apakah tanaman yang superior menurut fenotipenya disebabkan faktor genetik atau lingkungan.

2.3 Pengujian

Dilakukan 3 kali penanaman (I dan II untuk menghasilkan benih populasi yang diperlukan untuk pengujian, sedangkan penanaman III adalah penanaman pengujian). Penanaman pengujian menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 6 ulangan.

Tujuan Pengujian Adaptasi Varietas Tanaman, adalah :

1.      Mengetahui kemampuan sifat atau karakteristik suatu varietas/ galur/hibrida/klon dalam menyesuaikan diri dengan lingkungannya.

2.    Memperoleh data yang akurat mengenai keunggulan yang dimiliki varietas/galur/hibrida/klon yang bersangkutan dibandingkan dengan varietas yang sudah ada atau varietas baru atau varietas yang sudah dilepas, sebelum varietas tersebut dilepas sebagai varietas unggul.

Inventarisasi penyebaran varietas diperlukan untuk mengetahui proporsi/komposisi penyebaran jenis dan varietas tanaman yang ada pada suatu daerah di seluruh provinsi di Indonesia, baik yang sudah dilepas maupun yang belum dilepas, varietas lokal maupun introduksi (benih impor).

Dari hasil inventarisasi penyebaran varietas tersebut dapat dilihat varietas yang paling dominan disuatu daerah dan memiliki potensi untuk dikembangkan di daerah lain yang sesuai kondisi agroklimatnya.

Tujuan Inventarisasi Penyebaran Varietas, adalah :

1.      Mengetahui jenis-jenis/varietas hortikultura (terutama yang sudah dilepas) dan luas penyebarannya di tiap propinsi diseluruh Indonesia.

2.      Mempelajari kemungkinan pengembangan suatu jenis tanaman/varietas hortikultura ke daerah lain yang sesuai kondisi agroklimatnya.

3.      Mengetahui penyebaran jenis/varietas yang benihnya berasal dari benih impor (varietas introduksi yang digemari petani)

4.      Mengetahui jenis/varietas hortikultura langka yang terdapat disuatu daerah, yang mempunyai prospek untuk dikembangkan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Seleksi massa biasanya digunakan untuk memurnikan kultivar campuran atau populasi tanaman dengan seleksi dan memperbanyak tanaman yang fenotipenya sama dan biasanya seleksi massa bertujuan untuk mengembangkan kultivar baru dengan mengembangkan rata-rata penampilan populasinya

Kultivar yang diperoleh dan seleksi massa merupakan campuran genotipe yang sama dan diduga kuat homosigot .pemuliaan tanaman yang digunakan adalah metode seleksi massa dan seleksi ear to row.

Hasil seleksi massa banyak memberikan keuntungan seperti,memiliki daya adaptasi luas karena lebih dapat menyesuaikan diri terhadaplingkungan yang beragam, memberikan kestabilan yang cukup stabil padakondisi lingkungan yang beragam, lebih tahan terhadap kerusakan secaramenyeluruh terhadap serangan suatu penyakit, namun memiliki kelemahankarena tidak diketahui secara pasti tetuanya. Sedangkan seleksi ear to rowmemiliki keuntungan untuk dapat menduga susunan genotipenya karenadiketahui tetuanya, dan memilki kelemahan dalam hal adaptasi terhadaplingkungan karena sangat dipengaruhi oleh penurunan sifat tetuanya terhadaplingkungan sehingga dalam pertanamannya perlu diperhatikan kondisi fisiklingkungannya untuk mendapatkan suatu populasi yang seragam.

  Kemajuan seleksi bernilai positif untuk seleksi massa tongkol untuk kacang hijau dibandingkan dengan kultivar lain yang menggunakan ear to row

  Metode seleksi yang paling baik digunakan untuk kacang hijau  adalah

seleksi massa, sedangkan untuk tongkol ,tebu dll adalah seleksi ear to row

Daftar Pustaka
Anonim. Pemuliaan Tanaman Menyerbuk Sendiri 2.http://www.scribd.com/doc/21970389/Pemuliaan-Tan-Menyerbuk-Sendiri-2. Diakses tanggal 23 Maret 2012.

Anonim. Pemuliaan Tanaman.http://id.wikipedia.org/wiki/Pemuliaan_tanaman. Diakses tanggal 23 Maret 2012.

Anonim. Seleksi Massa. http://id.wikipedia.org/wiki/Seleksi_massa. Diakses tanggal 23 Maret 2012.

Anonim. Pemuliaan Tanaman.http://fp.uns.ac.id/~hamasains/bab6pemuliaan.htm. Diakses tanggal 23 Maret 2012.

  1. Loraine says:

    I was curious if you ever thought of changing the page layout of your site? Its very well written; I love what youve got to say. But maybe you could a little more in the way of content so people could connect with it better. Youve got an awful lot of text for only having 1 or two pictures. Maybe you could space it out better?

  2. tutu dress says:

    Hello! Do you know if they make any plugins to assist with Search Engine Optimization? I’m trying to get my blog to rank for some targeted keywords but I’m not seeing very good success. If you know of any please share. Thanks!

CAPTCHA Image
*