hamil mudik

Tips Mudik Lebaran yang Aman untuk Ibu Hamil

Salah satu tradisi masyarakat Indonesia yang identik dengan Lebaran adalah mudik. Bagi ibu hamil, mudik lebaran bisa jadi aktivitas yang berisiko mengingat saat mudik, ibu hamil akan menempuh perjalanan jauh dengan rentang waktu yang lama. Beberapa tips mudik lebaran yang aman untuk ibu hamil berikut mungkin bisa membantu Anda.

1. Mudik saat trimester kedua

Sebenarnya bolehkah ibu hamil mudik?

Bepergian saat hamil muda atau ketika usia kandungan memasuki trimester pertama memang tidak disarankan. Pada saat hamil muda, ibu hamil tengah mengalami morning sickness dan gangguan-gangguan lainnya.

Menempuh perjalanan jauh saat hamil tua atau ketika usia kandungan memasuki trimester ketiga juga tidak kalah berisiko. Kandungan akan rawan mengalami kontraksi sehingga aktivitas mudik lebaran tidak disarankan untuk ibu hamil pada fase ini.

Jika pun ingin tetap mudik saat hamil, sebaiknya usia kandungan sudah berada di trimester kedua, tepatnya di bulan 4-6. Ini adalah periode yang paling aman untuk mudik lebaran. Di trimester ini biasanya morning sickness dan keluhan-keluhan kehamilan lain sudah mulai mereda.

Berkonsultasilah dengan dokter, perhatikan kondisi kandungan, lakukan persiapan mudik yang matang dan pilihlah jenis transportasi yang aman.

2. Transportasi yang aman untuk ibu hamil

Transportasi yang aman untuk ibu hamil apa saja?

Mudik naik motor saat hamil tidak disarankan. Selain tidak nyaman bagi ibu hamil, mengendarai motor juga bisa membahayakan kesehatan janin. Sebaiknya, pilihlah moda transportasi jalur darat lainnya, misalnya mobil, kereta ap atau bus.

Saat memutuskan untuk mudik menggunakan kereta api, pilihlah kelas yang menyediakan tempat duduk paling nyaman. Begitu pula dengan bus. Ambil spot duduk yang paling nyaman, misalnya di dekat jendela. Siapkan tisu basah, tisu kering, hand sanitizer untuk berjaga-jaga jika nanti ingin pergi ke toilet.

Bagaimana dengan transportasi laut dan udara, seperti pesawat atau kapal laut?

Boleh saja mudik saat hamil menggunakan pesawat atau kapal laut. Akan tetapi, kenyamanan bumil tetap jadi aspek pertama yang harus diprioritaskan.

3. Mudik naik mobil saat hamil

Keuntungan mudik naik mobil saat hamil ialah Anda bisa berhenti kapan saja, kontrol perjalanan juga sepenuhnya di tangan Anda sehingga bisa lebih bebas. Berikut beberapa tips mudik lebaran dengan mobil.

  • Gunakan sabuk pengaman secara menyilang dari bahu, sela-sela payudara dan atas paha. Jangan mengenakan sabuk pengaman tepat di perut.
  • Berhentilah tiap 2 jam sekali untuk jalan kaki ringan dan buang air kecil. Ini bertujuan untuk mengurangi tekanan di kandung kemih sekaligus meningkatkan aliran peredaran darah di kaki.
  • Apabila ibu hamil duduk di depan kantung udara, mundurkan jarak duduk sekitar 25 cm dari dada.
  • Hindari jalur yang rawan banjir atau tergenang air.
  • Hindari jalur yang berliku dan berbukit karena bisa memicu mual. Kalaupun terpaksa harus melewati jalur ini, agendakan waktu untuk beristirahat sejenak.
  • Jika punggung terasa pegal, cobalah untuk mengganjalnya dengan bantal atau sweater yang digulung.

4. Mudik naik pesawat saat hamil

Mudik saat hamil menggunakan pesawat aman sampai usia kandungan 36 minggu. Getaran dan kebisingan pesawat tidak punya risiko yang berarti bagi janin. Berikut beberapa tips mudik lebaran dengan pesawat.

  • Tanyakan ke pihak maskapai apa saja syarat sebelum penerbangan untuk ibu hamil.
  • Kenakan sabuk pengaman untuk berjaga-jaga saat terjadi turbulensi.
  • Sebisa mungkin pilihlah tempat duduk di dekat lorong agar lebih mudah bergerak.
  • Sesekali, gerak-gerakkan kaki, berjalan-jalan di lorong untuk meningkatkan sirkulasi darah.
  • Pastikan asupan cairan ibu hamil terpenuhi. Minumlah banyak air. Udara di kabin cenderung kering dan ibu hamil rawan dehidrasi.

5. Mudik naik kapal laut saat hamil

Sebelum memutuskan mudik saat hamil menggunakan kapal, pastikan bahwa ada setidaknya satu dokter atau perawat di atas kapal. Berikut beberapa tipsnya.

  • Pastikan pemberhentian yang dijadwalkan memiliki fasilitas medis memadai.
  • Untuk mengantisipasi mabuk laut, berkonsultasilah dulu dengan dokter kandungan Anda obat apa yang boleh dikonsumsi.
  • Siapkan perlengkapan kebersihan seperti tisu basah dan hand sanitizer untuk berjaga-jaga jika nanti perlu pergi ke toilet.
  • Cuci tangan sesering mungkin. Ini berguna untuk mencegah infeksi norovirus, yakni virus yang bisa sebabkan mual dan muntah selama 1-2 hari.
  • Perjalanan laut kadang bisa membosankan. Siapkan hiburan, misalnya membawa buku bacaan favorit.
  • Apabila ibu hamil alami muntah dan diare, segera cari perawatan medis.

Sebelum ibu hamil memutuskan untuk ikut mudik lebaran, ibu perlu berkonsultasi dengan dokter terkait keamanan moda transportasi tertentu bagi kehamilan. Selain mengikuti tips mudik lebaran di atas, ibu perlu mempertimbangkan kondisi kesehatan sendiri dan kekuatan kandungan. Bagaimanapun, kesehatan janin tetap harus diutamakan. Semoga membantu!

Reference: https://www.ruangmom.com/