Posts Tagged ‘vs’

Immunology : Sistem Imun Ibu VS Janin

Monday, January 23rd, 2012

PENDAHULUAN

Latar Belakang

            Sistem imun adalah sistem perlindungan pengaruh luar biologis yang dilakukan oleh sel dan organ khusus pada suatu organisme. Jika sistem kekebalan bekerja dengan benar, sistem ini akan melindungi tubuh terhadap infeksi bakteri dan virus, serta menghancurkan sel kanker dan zat asing lain dalam tubuh. Jika sistem kekebalan melemah, kemampuannya melindungi tubuh juga berkurang, sehingga menyebabkan patogen, termasuk virus yang menyebabkan demam dan flu, dapat berkembang dalam tubuh. Sistem kekebalan juga memberikan pengawasan terhadap sel tumor, dan terhambatnya sistem ini juga telah dilaporkan meningkatkan resiko terkena beberapa jenis kanker.

fungsi sistem imun :

  1. Melindungi tubuh dari invasi penyebab penyakit; menghancurkan & menghilangkan mikroorganisme atau substansi asing (bakteri, parasit, jamur, dan virus, serta tumor) yang masuk ke dalam tubuh.
  2. Menghilangkan jaringan atau sel yg mati atau rusak untuk perbaikan jaringan.
  3. Mengenali dan menghilangkan sel yang abnormal,Sasaran utama: bakteri patogen & virus Leukosit merupakan sel imun utama (disamping sel plasma, makrofag, & sel mast).

Respons Imun

Tahap:

1. Deteksi & mengenali benda asing

2. Komunikasi dgn sel lain untuk berespons

3. Rekruitmen bantuan & koordinasi respons

4. Destruksi atau supresi penginvasi

Pertahanan tubuh ada 2 yaitu :

  1. Non spesifik ,natural atau sudah ada dalam tubuh (pembawaan ) merupakan pertahanan tubuh terdepan dalam melawan mikroorganisme disebut nonspesifik karena tidak ditujukan terhadap mikroorganisme tertentu meliputi :
  2. pertahanan fisik ; kulit, selaput lendir , silia saluran pernafasan
    1. pertahanan kimia ; bahan yang disekresi mukosa saluran nafas, kelenjar sebaseus kulit, kel kulit, telinga, asam HCL dalam cairan lambung , lisosim yang dikeluarkan oleh makrofag menghancurkan kuman gram – dengan bantuan komplemen, keringat, ludah , air mata dan air susu ( melawan kuman gram + ).
    2. pertahanan humoral

–            komplemen mengaktifkan fagosit dan membantu destruktif bakteri dan parasit ( menghancurkan sel membran bakteri, faktor kemotaktik yang mengarahkan makrofag ke tempat bakteri, diikat pada permukaan bakteri yg memudahkan makrofag untuk mengenal dan memakannya

–            interferon — suatu glikoprotein yg dihasilkan sel manusia yg mengandung nukleus dan dilepaskan sebagai respons terhadap infeksi virus.

  1. adaptasi atau yang muncul ( diperoleh) atau spesifik
  2. mempunyai kemampuan untuk mengenal benda asing.

sistem imun spesifik dapat bekerja sendiri untuk menghancurkan benda asing yang berbahaya, tetapi umumnya terjalin kerjasama yang baik antara antibodi, komplemen , fagosit dan antara sel T makrofag. sistem imun spesifik ada 2 yaitu;

a. sistem imun spesifik humoral.

b. sistem imun spesifik selular.

            Sistem imun juga terjadi pada induk yang sedang bunting. Dimana seorang induk dapat mentransfer suatu kompleks imun yang di produksi oleh induk itu sendiri ke anakannya melalui suatu saluran yang memiliki lapisan yang tidak hanya sumber energi berupa makanan tapi juga molekul molekul lain yang berfungsi membantu menunjang perkembangan dari sang foetus.

RUMUSAN MASALAH

–          Lapisan apakah yang menghubungkan antara induk dengan foetus, dalam sistem imun?

–          Molekul molekul apakah yang mampu menembus molekul tersebut?

–          Bagaimana mekanisme masuknya?

PEMBAHASAN

            Plasenta merupakan organ penting bagi janin, karena sebagai alat pertukaran zat antara ibu dan bayi atau sebaliknya. Plasenta berbentuk bundar atau hampir bundar dengan diameter 15-20 cm dan tebal ± 2,5 cm, berat rata-rata 500 gram. Umumnya plasenta terbentuk lengkap pada kehamilan kurang dari 16 minggu dengan ruang amnion telah mengisi seluruh kavum uteri.

Plasenta terletak di depan atau di belakang dinding uterus, agak ke atas kearah fundus uteri, dikarenakan alasan fisiologis, permukaan bagian atas korpus uteri lebih luas, sehingga lebih banyak tempat untuk berimplementasi. Plasenta berasal dari sebagian besar dari bagian janin, yaitu villi koriales atau jonjot chorion dan sebagian kecil dari bagian ibu yang berasal dari desidua basalis.

Plasenta mempunyai dua permukaan, yaitu permukaan fetal dan maternal. Permukaan fetal adalah permukaan yang menghadap ke janin, warnanya keputih-putihan dan licin. Hal ini disebabkan karena permukaan fetal tertutup oleh amnion, di bawah nampak pembuluh-pembuluh darah. Permukaan maternal adalah permukaan yang menghadap dinding rahim, berwarna merah dan terbagi oleh celah-celah yang berasal dari jaringan ibu. Jumlah celah pada plasenta dibagi menjadi 16-20 kotiledon.

Gambar 1. Permukaan plasenta

Penampang plasenta terbagi menjadi dua bagian yang terbentuk oleh jaringan anak dan jaringan induk. Bagian yang terdiri dari jaringan anak disebut membrana chorii, yang dibentuk oleh amnion, pembuluh darah janin, korion dan villi. Bagian dari jaringan ibu disebut piring desidua atau piring basal yang terdiri dari desidua compacta dan desidua spongiosa.

Gambar 2. Struktur plasenta

Fungsi Plasenta

Fungsi dari plasenta adalah:

  1. Nutrisi: tempat pertukaran zat dan pengambilan bahan nutrisi untuk tumbuh kembang janin
  2. Respirasi: memberikan O2 dan mengeluarkan CO2 janin
  3. Ekskresi: mengeluarkan sisa metabolisme janin
  4. Endokrin: sebagai penghasil hormonhormon kehamilan seperti HCG, HPL, esterogen, progesteron
  5. Imunologi: menyalurkan berbagai komponen antibodi ke janin
  6. Farmakologi: menyalurkan obat-obatan yang diperlukan janin, diberikan melalui ibu
  7. Proteksi: barier terhadap infeksi bakteri dan virus, zat toksik

disimpulkan bahwa pada plasenta terdapat suatu lapisan yang disebut membrana chorii, yang dibentuk oleh amnion, pembuluh darah janin, korion dan villi. Tugas dari membran tersebut adalah memaksukan molekul yang dibutuhkan oleh induk. Molekul yang dapat dimasukan antara lain yaitu sumber energi dan molekul yang berguna untuk perkembangan embrio. Selain itu terdapat imunoglobulin E (IgE), yang masuk sebagai sistem imun. Hal ini dikarenakan bahwa ukuran Ig E ini jauh lebih kecil dari pada imunogobulin yang lain. Selain itu terdapat molekul molekul yang menunjang sistem imun seperti hormon.

             Mekanisme dari masuknya sistem tersebut anatara lain sebagai berikut :

Fungsi utama plasenta adalah untuk pertukaran metabolik antara aliran darah maternal fetal dan produksi hormon.  Transmisi dari antibodi maternal, yang merupakan turunan dari dua fungsi utama diatas, merupakan awal dari masalah yang telah dibahas sebelumnya. Imunitas mulai berkembang diakhir trimester awal kehamilan dimana fetus  membuat semua komponen dari complement (salah  satu  bagian  imunitas alamiah). IgG yang terdapat dalam tubuh fetus hampis seluruhnya merupakan IgG maternal yang mulai diangkut dari ibu ke fetus sekitar minggu ke-14. Dengan cara inilah, fetus mendapatkan passive immunity melawan berbagai penyakit infeksi. ImunoglobulinG merupakan antibodi dengan struktur  terkecil diantara  empat antibodi lainnya  yaitu monomer. Selain karena strukturnya yang monomer, transpor IgG bergantung pada reseptor Fc yang biasa disebut neonatal Fc reseptor (FcRn). Selama kehamilan, beberapa maternal IgG terikat pada reseptor FcRn yang diekspresikan oleh plasenta dan IgG akan di transport secara aktif ke sirkulasi fetal.

PENUTUP

Kesimpulan

Dapat disimpulkan bahwa pada plasenta terdapat suatu lapisan yang disebut membrana chorii, yang dibentuk oleh amnion, pembuluh darah janin, korion dan villi. Tugas dari membran tersebut adalah memaksukan molekul yang dibutuhkan oleh induk. Molekul yang dapat dimasukan antara lain yaitu sumber energi dan molekul yang berguna untuk perkembangan embrio. Selain itu terdapat imunoglobulin E (IgE), yang masuk sebagai sistem imun. Hal ini dikarenakan bahwa ukuran Ig E ini jauh lebih kecil dari pada imunogobulin yang lain. Selain itu terdapat molekul molekul yang menunjang sistem imun seperti hormon.

Daftra Pustaka

Brunner, Suddarth. 2001. Buku Ajar Keperawatan Medical Bedah Edisi 8. Jakarta: EGC.
Price, Wilson. 2005. Pathophysiology Edisi 6. Jakarta:EGC

Oleh :

ADITYA RENDRA S 105130107111016/KELAS C

DITYA SULANDA B 105130101111059/KELAS C

HABYB PALYOGA   105130101111089/KELAS C