Posts Tagged ‘sperma’

Sperma Vs Wi-fi

Monday, December 5th, 2011

Wi-Fi merupakan kependekan dari Wireless Fidelity,yaitu komplotan standar yang digunakan untuk jaringan lokal nirkabel (Wireless Local Area Networks – WLAN) yang didasari pada spesifikasi IEEE 802.11. (wikipedia.com)

Wi-fi saat ini sudah seperti kebutuhan,dimana-mana orang membutuhkannya. Baik untuk pekerjaan maupun hiburan semata. Begitupulalah Universitas Brawijaya,Malang. Memborbardir nama baik dengan menggembar-gembor kekuatan Wifi yang sudah mencapai seluk beluk terdalam dari UB.Sehingga,ke akuratan informasi mahasiswa di Universitas Brawijaya tidak perlu ditanyakan lagi. Akan tetapi,apakah Wifi mempunyai efek negatif?

Penelitian di Cordoba,Argentina dan Virginia,AS menjawab pertanyaan itu.Mereka menguji hal itu (Wi-fi) dengan mengamati sampel sperma 29 pria sehat dan rata-rata berusia 34 tahun. Setiap sampel diletakkan dalam piring laboratorium dimana pada sebagian piring diletakkan laptop yang terintegrasi dengan wi-fi diatasnya selama 4 jam. Laptop tersebut diatur tetap mendownload informasi dari jaringan selama percobaan.Hasilnya,sperma yang diletakkan di bawah laptop mengalami kerusakan DNA jika dibandingkan dengan sperma yang diletakkan di tempat lain yang tidak terkoneksi wi-fi. Suhu ruangan konstan yakni 25 derajat celcius (Metro tv news).

Walaupun penelitian di atas harus dibuktikan lebih mendalam,karena sperma tidak akan lama bertahan hidup jika sudah dipenetrasikan,suhu yang tidak cocok membuat mereka mati dan sebagainya. Akan tetapi,dari penelitian ini wajib kita waspadai apalagi bagi kaum adam yang tidak ingin sistem reproduksinya terganggu dengan teknology yang sangat memudahkan pekerjaan manusia ini.

Bagaimana dengan Brawijaya? Yang telah berhasil mencapai seluk beluk setiap Universitas,Bahkan gang terjauh sekalipun. Hal ini membuktikan Universitas Brawijaya termasuk kuat dalam memancarkan signal wifi dan dapat disimpulkan bahwa semakin besar yang dipancarkan,maka semakin besar pula efek negatifnya.Apakah semua mahasiswa cowok di UB akan steril dan tidak bisa memiliki keturunan? hal itu harus menjadi perhatian kita bersama.

Kemudian,tidak jauh dari situ. Mahasiswipun harus waspada. Masih ingat bukan? pelajaran biologi di SMA. Yaitu proses spermatogenesis (pembentukan sperma) dan oogenesis (pembentukan oocyt) melalui tahapan-tahapan berupa tahap primer,sekunder, dan seterusnya. Kalau sperma menghasilkan 4 sel sperma dalam 1 kali tahap tapi oocyt hanya terbentuk 1 dari setiap prosesnya.Sehingga disimpulkan,kalau sistem reproduksi wanita bisa terganggu maka kemungkin steril lebih besar di sistem reproduksi kaum hawa itu.

Sehingga kewaspadaan kita harus ditingkatkan demi kecerahan masa depan,berikut tips-tips yang bisa dilakukan untuk meminimalisir efek nagatif penggunaan wifi :

@ Gunakan Wi-fi seperlunya saja

Penelitian di atas membuktikan,setelah 4 jam terintegrasi dengan wifi,maka kerusakan DNA akan terjadi si sel sperma.Dapat disimpulkan bahwa waktu juga berpengaruh.Lama integrasi dengan efek negatif akan berbanding lurus.Contohnya : Efek negatif kerusakan sperma akan lebih besar jika terintegrasi 10 jam dengan wifi. Jadi,manfaatkan seperlunya saja,lebih cepat lebih baik.

@ Jangan memangku laptop di paha

Semakin dekat penerima signal dengan alat reproduksi,maka kerusakan sel yang dihasilkan akan semakin parah. Jadi,posisikan laptop anda di meja atau di tempat lain,upayakan sejauh-jauh mungkin dari laptop.

@ Kalau ada kabel kenapa tidak?

Wi-fi atau wireless Fidelity berarti tanpa kabel,sehingga memanfaatkan gelombang tertentu dalam koneksinya. Sehingga kelihatan keren dan lebih maju daripada menggunakan kabel.Akan tetapi,demi masa depan kenapa tidak? Kabel? siapa takut. Selain lebih aman,menggunakan kabel koneksi akan lebih stabil dan cuuueeppeeet! (saran buat di rumah). Sehingga pertumbuhan sel gamet akan normal dan motilitasnya tinggi.

Apa pilihan anda?