Posts Tagged ‘nyawa’

Kampusku Malang Nyawanya Hilang

Monday, December 19th, 2011

Dilarang Merokok

Universitas Brawijaya merupakan salah satu universitas terbaik di Indonesia. Perlahan tapi pasti,mulai menapakkan langkahnya di kancah international melalui kerjasama-kerjasama yang beragam di setiap kampus,fakultas maupun tingkat lebih rendah. Ikatan itupun mulai beragam dari masalah kampus,kepemudaan sampai ikatan hobi dan kreatifitas lainnya.

Salah satu kreatifitas yang didukung penuh UB adalah tari,terbukti UB selalu melaksanakan kegiatan Gebyar Festival Tari (GFT) tingkat universitas dalam rangka mempertahankan budaya luhur khususnya di dunia tari. Universitas mengharapkan keberlanjutan budaya yang eksotis ini tetap ada sampai kiamat,agar anak cucu kelak masih bisa menikmati pesona kreatifitas budaya leluhurnya.

Selain itu acara itu dilakukan agar perilaku dan perbuatan pemuda khususnya masyarakat UB bisa terkendali sesuai dengan pesan moral yang diberikan oleh penari.Kemudian selalu bersikap positif dan mengenyampingkan kegiatan-kegiatan yang tidak berguna bahkan terkesan menghambur-hamburkan uang atau istilah dalam islam dikenal dengan kata mubazir.

Akan tetapi,dibalik kelebihan diadakan GFT itu,ada beberapa hal yang penulis sayangkan disana (Gedung diadakan GFT),acara yang seharusnya berjalan lancar dan nyaman harus diracuni oleh kepulan asap para perokok. Dan ironisnya,asap itu berasal dari mulut-mulut petinggi UB yang duduk dibarisan depan.

Seakan-akan kami dibuat bingung dengan tingkah laku mereka. Kami digembar-gemborkan agar hidup sehat dan selalu melakukan kegiatan positif,akan tetapi ketika kami melakukannya,malah begini akibatnya. Harus segera konsultasi ke dokter dan berita acaranya “Dampak yang kami dapatkan setelah menonton GFT di samantha krida Malang”. Memang tidak enak bunyinya,tapi itulah yang akan terjadi jika hal itu tetap dilanjutkan dan tidak adanya larangan merokok di tempat umum di kawasan UB.

Rokok merupakan permasalahan yang cukup rumit dan sulit dalam pemecahannya. Larangan merokok seakan-akan hanya sekedar hitam di atas putih,tidak ada ketegasan dalam melakukannya. Tragisnya,hal tersebut bisa terjadi mengingat yang membuat aturan jugalah perokok.

Gazebopun juga tidak luput jadi tempat penyebaran kanker paru-paru. Asap terbang kesana kemari,dari satu meja ke meja lainnya. Contohnya hari ini (19/12/11) di gazebo depan perpustakaan UB,disaat penulis menulis artikel ini. Asap rokok begitu sesak di dalam dada,sehingga konsentrasi penulis cukup terganggu dan tidak betah di area gazebo yang seharusnya menjadi tempat yang nyaman dan menyehatkan agar pelajaran ataupun materi kuliah bisa disera ketika udara fresh dan segar.

Harapannya,UB menyeleksi tempat-tempat yang sekiranya dijadikan tempat larangan merokok,seperti gazebo,ruangan resmi,dan di dalam kelas. Aturan dendapun bisa dimanfaatkan agar aturan itu bida diterapkan. Akan tetapi,aturan ini harus disetarakan bagi semua masyarakat UB,baik petinggi,kariawan,maupun mahasiswanya sekalipun. Agar tidak ada pihak yang merasa dikecewakan.

Semangat! buat UB yang bebas asap rokok!