Posts Tagged ‘habybpalyoga’

Andai Saya Menjadi Anggota DPD RI : Entrepreneur

Friday, December 23rd, 2011

Indonesia merupakan negara dengan jumlah pengangguran terbesar se-ASEAN. Memasuki 2011 jumlah pengangguran di Indonesia pada angka 9,25 juta jiwa sehingga roda-roda perputaran ekonomi di Indonesia luamayan tersendat. Hal itupun diperparah oleh lowongan kerja yang terpusat,maksudnya hanya kota besar saja yang menyediakan banyak lowongan kerja sedangkan di daerah pinggiran hanya sedikit malahan tidak sama sekali. Sehingga sudah bisa dipastikan,jumlah jiwa yang pindah atau merantau ke kota besar makin meningkat setiap tahunnya dan memperparah keadaan kota besar dituju. Seperti Jakarta,dimana kemacetan bertambah,pemukiman liar tumbuh dimana-mana,pengemis kiriman makin banyak dan keamanan kota yang jauh dari titik aman.Sehingga kesejahteraan setiap individu terancam dan tidak ada lagi tempat yang aman walaupun di tempat ibadah sekalipun.

Kalau saya menjadi anggota DPD RI,yang pertama kali yang saya lakukan adalah membangun jiwa entrepreneur di masyarakat. Saya berusaha menanamkan pribadi yang mandiri dari sekolah dasar dengan membentuk muatan lokal entrepreneur yang wajib di setiap sekolah yang saya bawahi. Hal itupun saya terapkan di tingkat di atasnya,baik SMP/ MTs,SMA/MA sampai tingkat pendidikan paling tinggi tidak boleh luput dengan materi ini.

Apapun hal yang berhubungan dengan entrepreneur pastilah saya dukung selama itu masih di jalan yang benar dan sah menurut perundangan di Indonesia. Baik usaha kecil-kecilan,sedang sampai yang besar sekalipun jika mereka butuh. Tidak sampai disitu,saya akan mengadakan acara yang berhubungan dengan entrepreneur secara berkala setiap tahunnya. Dengan acara itu,saya harap lahir beberapa entrepreneur muda yang siap terjun ke masyarakat.Logikanya,kalau saya menghasilkan 1 entrepreneur muda setiap tahunnya,bayangkan berapa lowongan kerja yang akan tercipta jika dia mengajak teman-temannya yang lain untuk membuka cabang dan sebagainya.

Itu semua saya lakukan karena saya punya pandangan yang jauh kedepannya. Walaupun pergerakan entrepreneur itu tidak secepat yang ditargetkan pemerintah “2014 pengangguran akan tiada” tapi metode inilah yang saya pilih. Kata pepatah ” Lebih baik menghasilkan 1 tapi pasti,dibandingkan banyak tapi semu” .Jadi,saya pilih jalan pasti walaupun dampaknya terjadi sampai masa jabatan saya habis.

Tak sampai disitu, “Keberhasilan seorang pemimpin,diukur dari penerusnya”. Bagaikan presiden yang terus berganti,saya berusaha mengajak semua kalangan agar terlibat di visi ini,harapannya patah tumbuh hilang berganti ,jika saya lepas,maka masih ada penerus yang akan melanjutkan langkah saya. Sehingga cikal bakal yang telah saya bentuk selama masa jabatan tidak akan pudar begitu saja,seiring lepasnya jabatan saya.Akan tetapi,walau masa jabatan sudah habis,tapi kegiatan meneriakkan mandiri!¬† tidak akan pernah pudar,sampai hayat menjemput saya.

Kenapa saya mau melakukan itu? Jawabannya karena itulah tanggung jawab saya sebagai DPD. Yaitu memajukan daerah yang saya pimpin. Harapannya, beberapa tahun kedepannya,daerah yang saya pimpin menjadi daerah percontohan dengan ke-entrepreneurannya yang membara. Saya yakin,para perantau kembali ke daerahnya masing-masing.Pengemis sudah memiliki pekerjaan dikampungnya.Otomatis kepadatan ibukota mulai teratasi,dari kiriman sekelompok perantau dari daerah saya. Saya yakin,jika sudah mempunyai pekerjaan,niat untuk berbuat jahat akan sedikit sirna di mindset masyarakat. Maka terciptalah daerah kami yang aman dan sejahtera.

Mungkin saya,suatu saat kelak,daerah lain meniru gerakan yang kami lakukan didaerah,sehingga penyebaran lowongan kerja merata di seluruh Indonesia,dengan demikian tidak ada lagi namanya kota besar,tapi tinggal kota/kabupaten tanpa imbuhan besar. Dengan begitu,masalah tata kota dan daerah lebih bisa dikendalikan untuk menjadi Indonesia yang lebih baik. Indonesia bisa! Salam wirausaha.

Opini : Pemira UB

Sunday, December 11th, 2011

PEMIRA atau Pemilihan Mahasiswa Raya merupakan suatu acara besar Universitas dalam memilih presiden Eksekutif Mahasiswa yang akan memimpin buat setahun tahun kedepannya. Sehingga,pemilihan yang jujur dan adil harus diterapkan supaya hasil yang didapat bisa dipertanggung jawabkan kedepannya.

Beberapa hari lagi,Universitas Brawijaya akan melaksanakan pesta besar ini.Akan tetapi,kontroversi yang beredar sungguh membuat gempar mahasiswa dan sulit dalam menentukan pilihan. Ada beberapa pihak yang menggembar gemborkan “Calon no X jangan dipilih! dia didalangi oleh bla bla bla…” di salah satu jejaring sosial yang tenar di kalangan masyarakat UB. Belum lagi perlawanan,dan jawaban yang disampaikan pihak tertuduh “Jangan percaya,dia itu ingin kalian memilih nomor z agar UB menjadi¬† bla bla…”

Memang bukan rahasia lagi,kalau politik di Indonesia memang penuh dengan kontroversi. Tapi sikap saling menyalahkan di kedua pihak adalah suatu kebodohan yang dilakukan mereka. Debat pendapat memang hobi petinggi-petinggi di Indonesia baik secara langsung maupun via media-media sosial yang anyar saat ini.

Dari salah satu akun twitter (@ub_unofficial) menggembar gemborkan agar jangan memilih calon EM dari komunitas KAMMI “Admin mendukung seluruh calon presiden EM kecuali dari KAMMI”.Kicauan itu secara terang-terangan dilontarkan di situs tersebut. Sedangkan di beberapa teman dari KAMMI menyatakan :”Kalian jangan langsung percaya,mungkin saja admin akun itu bagian dari calon lain”.

Saya sangat bingung,kayaknya golput saja” ungkap salah satu rekan dari Kedokteran Hewan. Dia menambahkan “Sudah 3 tahun Kedokteran Hewan berdiri,belum ada manfaat dari presiden EM yang kita rasakan,jadi apa manfaatnya buat memilih? “

Cukup kompleks memang,bagaimana mungkin ini bisa terjadi di Almamater tercinta? 3 suara berbeda dan saling menyalahkan. Tim sukses dan para calon saling menyalahkan,sedangkan yang memilih tidak ada? bagaimana ini?

Salah satu teman dari FISIP menyatakan : “Kayaknya EM hanya dipilih oleh MABA,biasalah…MABA merupakan mangsa yang empuk untuk di doktrin”. Apakah itu yang dinamakan politik yang bersih,bebas jujur dan adil? Kayaknya masih perlu evaluasi yang berkepanjangan.

Solusi

Ketidakpercayaan Mahasiswa di Universitas Brawijaya terhadap EM diawali oleh janji-janji belaka dari EM dan tidak bisa diwujudkan. Sampai sekarang masih banyak aspirasi yang tidak didengarkan,contohnya masalah SPP proposional yang tidak tepat dan mahalnya biaya kuliah sebagai kampus negri.Ditambah oleh penyelewengan dana yang tidak pernah di usut.

Lantas,kalau tidak bisa menjalankan aspirasi,buat apa kami punya pemimpin? lirih salah satu mahasiswa yang penulis tanyakan.Jadi calon presiden EM,kalian harus kurangi TOA kalian membunyikan sirine dan langkahkan kaki,dan kerjakan apa yang kalian bisa.

Kemudian,debat yang tidak perlu sebaiknya di buang jauh-jauh. Percuma saja kan,kalau seorang pemimpin saling menjatuhkan di depan umum,apalagi di twitter,sebagai jejaring sosial sejuta umat.Yang tahu masalah intra kampus bukan hanya UB,tapi juga teman-teman dari Universitas Lainnya bahkan belahan dunia lain. Malu bukan?

Jadi tinggalkan debat kalian,tapi cukup buktikan apa yang kalian lakukan.

Terakhir,datang dari beberapa issue,katanya salah satu logo calon plagiat dari salah satu bank yang terkenal di Jawa Timur. Usahakanlah seorang pemimpin tidak melakukan hal yang sehina itu,bayangkan saja sejuta umat tau,kalian melakukan hal itu. Buat apa kami memilih si presiden yang tukang contek? Kami lebih menghargai karya yang jelek,daripada bagus tapi plagiat! Hina!

Talk less do more! Selamat memilih!