Posts Tagged ‘genetik’

Kecanduan Merokok Juga Pengaruh Genetik!

Monday, November 21st, 2011

Ilustrasi

Menurut WHO (World Health Organization) Indonesia merupakan negara ke 3 terbesar dengan pecandu rokok aktifnya,sedangkan di ASEAN Indonesia menduduki posisi pertama dibandingkan negara-negara lain di Asia Tenggara.Sedangkan data yang diperoleh dari kompas.com menyatakan :”Peningkatan tertinggi perokok di Indonesia terjadi pada kelompok remaja umur 15-19 tahun yaitu 7,1 persen pada 17,3 persen pada tahun 2004 atau naik 144 persen selama 9 tahun.

Tidak berhenti sampai disitu,Indonesia pada tahun 2008 mencapai 240 miliar batang atau setara dengan 658 juta batang rokok perharinya,berarti uang senilai Rp.330 miliar ‘dibakar’ oleh para perokok Indonesia dalam satu harinya.Bahkan menurut Susenans 2006 menunjukkan bahwa pengeluaran untuk membeli rokok adalah 5 kali lebih besar dari pengeluaran untuk telur dan susu (2,3 persen),2 kali lipat pengeluaran untuk ikan (6,8 persen) dan 17 kali lipat pengeluaran membeli daging (0,7 persen).Sayangnya,pecandu rokok pada umumnya didominasi oleh masyarakat kalangan menengah kebawah yang harus merelakan sebagian besar dari hasil jerih payahnya¬† ‘dibakar’ secara sia-sia.

Berbagai alasan dijadikan alibi oleh sebagian besar perokok aktif di Indonesia,sebut saja Ramdael,mahasiswa salah satu Universitas Swasta di kota kembang,Bandung menyatakan “Rokok itu bukan lagi sebagai tambahan,tapi sudah seperti kebutuhan bagi saya.Jika saya punya uang Rp.10.000,saya pasti membeli rokok dulu sebelum membeli makanan”.

Hal diatas mungkin sudah banyak kita temukan ditengah masyarakat,rokok adalah hal pokok yang harus dipenuhi,setelah itu baru menyusul makanan sebagai pelengkap dari rokok. Pernyataan Ramdaelpun sejalur dengan hasil penelitian Profesor Sosisologi Fred Pampel dari University of Colorado “Di masa lalu,orang merokok untuk berbagai alasan,tetapi saat ini perokok cenderung menjadikan rokok sebagai sesuatu yang penting dalam hidupnya sehingga lebih sulit untuk berhenti”.

Fred Pampelpun melanjutkan studinya tentang rokok dengan mengaitkannya dengan faktor genetik.Menggunakan 596 pasangan kembar dimana 363 kembar identik sedangkan 233 kembar fraternal (bukan identik).Peneliti menggunakan kuesioner kesehatan dan perilaku merokok antara tahun 1960-1980.Penelitian tersebut mendapatkan jawaban yang cukup mengejutkan dimana pasangan kembar identik sekitar 65 persen dari kedua orang kembar ini akan berhenti dalam waktu 2 tahun jika salah satu kembar berhenti merokok,tapi pada kembar fraternal jumlahnya lebih kecil.Hasil penelitian tersebut menyimpulkan bahwa faktor genetik memainkan peran dalam mempengaruhi keberhasilan berhenti merokok.Hal itu telah dibuktikan dengan persentase dari dua perbandingan sampel kembar tersebut.

Seorang guru sekolah dasar,Refnida,S.Pd menambahkan “3 dari 5 anaknya merokok karena suaminya adalah seorang perokok aktif”.Sehingga hal ini telah bisa membuktikan,bahwa kecanduan rokok juga dibawa oleh pesan genetik.Istilah “Buah jatuh tidak jauh dari pohonnya” bisa di ungkapkan dengan kasus ini.

Jadi,masalah Indonesia dengan perokok aktif merupakan tugas besar bagi kita semua. Melarang bukanlah satu-satunya jalan untuk mengentikannya,tapi sikap dan perbuatan yang patut dicontohlah yang bisa mengurangi pengaruh negatif dari merokok.”jika ingin anaknya tidak merokok,maka ibu dan ayahnya harus berhenti dulu” ungkap Habyb Palyoga salah satu mahasiswa Kedokteran Hewan. Walaupun hasilnya tidak langsung terasa,mungkin saja beberapa tahun yang akan datang,Indonesia akan menjadi negara yang bebas asap rokok. Jadi tinggal berikan contoh,dan nikmati masa depan yang bebas kepulan asap rokok.Indonesia Bisa!