Posts Tagged ‘blog’

ANDAI SAYA MENJADI ANGGOTA DPD RI : SUMBAR

Wednesday, December 21st, 2011

Sumatera Barat sangat terkenal dengan masakannya yang cocok dengan semua lidah masyarakat Indonesia. Sehingga tidak heran,dari sabang sampai merauke ada rumah makan Padang,Minimal 1 rumah makan di tiap kota di seluruh Indonesia.

Andai saya menjadi anggota DPD RI khususnya daerah Sumatera Barat. Pertama yang harus saya perbaiki adalah kebiasaan Ka pajak (Ke warung kopi). Masyarakat minangkabau,khususnya kaum laki-laki Padang pasti melakukan rutinitas ini (sebagian besar). Bangun pagi,cuci muka langsung terbang ke warung langganan mereka tiap pagi. Mulai dari jam 07.00 WIB sampai jam 11.00 WIB malahan sampai ba’da zhuhur.

Kebiasaan buruk inilah yang semakin menjadi-jadi di Tanah Andalas. Hal inipun mendoktrin pemuda minangkabau agar meneruskan perjalanan leluhurnya untuk malas-malasan di pajak (warung kopi). Secara tidak langsung,kebiasaan ini menyuruh kaum muda menjadi pamaleh (pemalas), hanya memanfaatkan setengah hari buat bekerja malahan mereka berkata “lah tangguang..” (sudah nanggung).

 Cara yang saya lakukan pertama kali adalah dengan pendekatan secara emotional ke konsumen atau pelaku kebiasaan ka pajak tersebut. Kalau seandainya belum berhasil, opsi yang saya lakukan berikutnya dengan membangun dan men-support penuh komunitas “istri sayang suami” dimana kegiatan istri pada pagi hari adalah membuatkan kopi atau makanan kesukaan suami. Karena di Padang aktifitas ini sangat jarang dilakukan. Kalau masih belum bisa mengentikan kebiasaan itu,saya mulai melakukan tindakan yang “agak” keras,yaitu memberikan pilihan kepada pemilik warung kopi,agar buka lapak ba’da zhuhur atau malam hari.

Kenapa saya melakukan hal yang sepele ini sampai sekeras itu? Jawabannya begitu mudah. Ibarat pepatah “rezki dipatok ayam” hal itulah rasanya harus dihilangkan di Padang. Dimana pada pagi hari,kegiatan suami seharunya bekerja,baik ke kantor maupun ke sawah. Sayangnya di padang yang bekerja kebanyakan perempuan,baik di sawah,menjadi guru dan kegiatan kantor lainnya. Lalu kemana para laki-laki dan pemuda Padang? Jawabannya hanya dua kalau tidak merantau ya di pajak.

Nah,latarbelakang di ataslah yang membuat saya begitu antusias dengan gerakan ini (Gerakan anti ka pajak ).Harapannya 10 tahun setelah gerakan ini bisa merubah Sumatera Barat menjadi provinsi yang disiplin,pemuda melakukan hal yang positif,para pria bekerja pagi hari dan kegiatan lainnya. Tapi,para penyedia warung kopi saya coba pindahkan jamnya,yaitu pada jam ba’da zhuhur atau malam. Karena saya yakin,warung kopi merupakan salah satu tempat bersosialisasi yang baik. Kita membicarakan hal apapun bisa di warung kopi,mulai dari obrolan ringan sampai pembicaraan bisnis bisa dilakukan disini.

Walaupun gerakan yang saya lakukan tidak “wah”,tapi saya harapkan hal ini bisa merubah kebiasaan pamaleh masyarakat minangkabau bisa diatasi. Karena saya yakin,dengan kedisiplinan otomatis semua kincir-kincir mata pencaharian akan jalan stabil dan bisa meningkatkan kesejahteran semua orang.

Salam disiplin!

Opini : Pemira UB

Sunday, December 11th, 2011

PEMIRA atau Pemilihan Mahasiswa Raya merupakan suatu acara besar Universitas dalam memilih presiden Eksekutif Mahasiswa yang akan memimpin buat setahun tahun kedepannya. Sehingga,pemilihan yang jujur dan adil harus diterapkan supaya hasil yang didapat bisa dipertanggung jawabkan kedepannya.

Beberapa hari lagi,Universitas Brawijaya akan melaksanakan pesta besar ini.Akan tetapi,kontroversi yang beredar sungguh membuat gempar mahasiswa dan sulit dalam menentukan pilihan. Ada beberapa pihak yang menggembar gemborkan “Calon no X jangan dipilih! dia didalangi oleh bla bla bla…” di salah satu jejaring sosial yang tenar di kalangan masyarakat UB. Belum lagi perlawanan,dan jawaban yang disampaikan pihak tertuduh “Jangan percaya,dia itu ingin kalian memilih nomor z agar UB menjadi  bla bla…”

Memang bukan rahasia lagi,kalau politik di Indonesia memang penuh dengan kontroversi. Tapi sikap saling menyalahkan di kedua pihak adalah suatu kebodohan yang dilakukan mereka. Debat pendapat memang hobi petinggi-petinggi di Indonesia baik secara langsung maupun via media-media sosial yang anyar saat ini.

Dari salah satu akun twitter (@ub_unofficial) menggembar gemborkan agar jangan memilih calon EM dari komunitas KAMMI “Admin mendukung seluruh calon presiden EM kecuali dari KAMMI”.Kicauan itu secara terang-terangan dilontarkan di situs tersebut. Sedangkan di beberapa teman dari KAMMI menyatakan :”Kalian jangan langsung percaya,mungkin saja admin akun itu bagian dari calon lain”.

Saya sangat bingung,kayaknya golput saja” ungkap salah satu rekan dari Kedokteran Hewan. Dia menambahkan “Sudah 3 tahun Kedokteran Hewan berdiri,belum ada manfaat dari presiden EM yang kita rasakan,jadi apa manfaatnya buat memilih? “

Cukup kompleks memang,bagaimana mungkin ini bisa terjadi di Almamater tercinta? 3 suara berbeda dan saling menyalahkan. Tim sukses dan para calon saling menyalahkan,sedangkan yang memilih tidak ada? bagaimana ini?

Salah satu teman dari FISIP menyatakan : “Kayaknya EM hanya dipilih oleh MABA,biasalah…MABA merupakan mangsa yang empuk untuk di doktrin”. Apakah itu yang dinamakan politik yang bersih,bebas jujur dan adil? Kayaknya masih perlu evaluasi yang berkepanjangan.

Solusi

Ketidakpercayaan Mahasiswa di Universitas Brawijaya terhadap EM diawali oleh janji-janji belaka dari EM dan tidak bisa diwujudkan. Sampai sekarang masih banyak aspirasi yang tidak didengarkan,contohnya masalah SPP proposional yang tidak tepat dan mahalnya biaya kuliah sebagai kampus negri.Ditambah oleh penyelewengan dana yang tidak pernah di usut.

Lantas,kalau tidak bisa menjalankan aspirasi,buat apa kami punya pemimpin? lirih salah satu mahasiswa yang penulis tanyakan.Jadi calon presiden EM,kalian harus kurangi TOA kalian membunyikan sirine dan langkahkan kaki,dan kerjakan apa yang kalian bisa.

Kemudian,debat yang tidak perlu sebaiknya di buang jauh-jauh. Percuma saja kan,kalau seorang pemimpin saling menjatuhkan di depan umum,apalagi di twitter,sebagai jejaring sosial sejuta umat.Yang tahu masalah intra kampus bukan hanya UB,tapi juga teman-teman dari Universitas Lainnya bahkan belahan dunia lain. Malu bukan?

Jadi tinggalkan debat kalian,tapi cukup buktikan apa yang kalian lakukan.

Terakhir,datang dari beberapa issue,katanya salah satu logo calon plagiat dari salah satu bank yang terkenal di Jawa Timur. Usahakanlah seorang pemimpin tidak melakukan hal yang sehina itu,bayangkan saja sejuta umat tau,kalian melakukan hal itu. Buat apa kami memilih si presiden yang tukang contek? Kami lebih menghargai karya yang jelek,daripada bagus tapi plagiat! Hina!

Talk less do more! Selamat memilih!