Archive for the ‘Uncategorized’ Category

Alasan Saya Meninggalkan Blog UB

Monday, April 8th, 2013

Sudah lama sekali rasanya saya tidak menggunakan blog UB. Adapun alasan saya meninggalkan blog ini tidak lain dan bukan karena keamanan blog ub dalam menangkal spam masih belum bisa dipercaya. Terbukti,blog saya sudah dipenuhi spam sekitar 8.592 sampai saat ini. Sayapun sudah mengadukan hal ini ke pihak yang bertanggung jawab namun mereka hanya mengatakan : ” Nanti kalau sudah tahu jawabannya,akan kami telpon” sambil saya meninggalkan nomor handphone.

Tapi sampai sekarang masih belum ada jawabannya.

Mudah-mudahan hal ini cepat teratasi,

mohon maaf dan terima kasih

Bakteri di dalam Rumen

Wednesday, January 25th, 2012

Sistem pencernaan hewan ruminansia berbeda dengan sistem pencernaan hewan monogastrik. Alat pencernaan hewan ruminansia terdiri dari organ utama dan organ asesori. Organ utamanya yaitu mulut, pharynx, oesophagus, susunan lambung yang teridir atas rumen, retikulum, omasum dan abomasum, dan usus yang terdiri atas duodenum, ileum, jejunum, colon, caecum dan rectum, berakhir di anus.

Kali ini yang tidak akan dikupas satu per satu mengenai masing-masing sistem kerja, fungsi dan lain sebaginya pada organ tersebut. Pembahasan hanya mengenai sesuatu yang unik dan menarik yaitu bakteri di dalam rumen.

Perkembangan bakteri rumen di alam sangat terbatas karena bakteri dalam rumen dapat berkembang apabila mempunyai kondisi lingkungan yang tetap dan mirip dengan kondisi dalam rumen. Secara morfologis bakteri rumen dibagi dua kelompok yakni kelompok berbentuk coccus dan kelompok yang berbentuk batang dan spiral. Masing-masing kelompok dibagi dua yakni bakteri gram + dan gram – . Pada mikroorganisme berbentuk coccus terdapat bakteri gram negatif yang aerob yaitu Lampropedia, sedangkan sisanya umumnya anaerob.

Berikut ini merupakan fungsi bakteri di dalam rumen yaitu

  1. Kelompok pencerna selulose, bakteri ini mempunyai kemampuan biokimia untuk menghasilkan selulase yang dapat menghidrolisa selulose. Contohnya yaitu Ruminococcus albus, Ruminococcus flavefaciens, Clostridium lockheadii.
  2. Kelompok bakteri pencerna hemiselulose, contohnya yaitu Bactroides ruminicola, Lachnospira multiparus.
  3. Kelompok pencerna pati, contohnya yaitu Sterptococcus bovis, Selomonas ruminantium, Bacteroides amylophillus.
  4. Kelompok bakteri pencerna gula, umumnya bakteri yang mampu mencerna polisakarida juga mampu mencerna disakarida dan monosakarida. Di dalam rumen hewan muda terdapat banyak mikroorganisme yang merombak laktose.
  5. Bakteri proteolitik, contohnya yaitu Clostridium sporogenes, Bacillus licheniformis
  6. Bakteri pembentuk amonia, klas ini merupakan duplikasi dalam beberapa hal dengan bakteri proteolitik. Amonia yang dibentuk merupakan produk yang penting untuk bakteri lain maupun untuk induk semang. Contohnya yaitu Selomonas ruminantium, Bacteroides ruminicola.
  7. 7.                  Bakteri pembentuk metan, contohnya yaitu Metanobacterium ruminantium dan M. formicium.
  8. Bakteri lipolitik, bakteri ini mampu menghidrolisa lemak menjadi glycerol ditambah asam lemak.
  9. Bakteri pembentuk vitamin
  10. Kelompok bakteri yang memanfaatkan asam, beberapa mikrooganisme yang mencerna asam laktat meskipun pada umumnya pada kondisi normal tidak terdapat dalam rumen, kecuali pada kondisi tidak normal.

 

Bakteri rumen telah beradaptasi untuk hidup pada kondisi fisik rumen yang relatif tetap yakni Ph 5,5 – 7,0 , anaerob atau ada oksigen tetapi sangat sedikit, suhu 39-40°C dan pada konsentrasi produk fermentasi yang kontinu, walaupun tidak banyak. Karena kondisi fisik yang relatif tetap setiap saat tersebut, maka rumen merupakan habitat bakteri yang sangat baik.

Sekian dulu utak utik mengenai bakteri rumen semoga bermanfaat dan semakin menambah wawasan anda. (rrw)

 

Referensi:

Soeharsono. 2010. Fisiologi Ternak. Bandung: Widya Padjajaran.

 

 

Immunology : Sistem Imun Ibu VS Janin

Monday, January 23rd, 2012

PENDAHULUAN

Latar Belakang

            Sistem imun adalah sistem perlindungan pengaruh luar biologis yang dilakukan oleh sel dan organ khusus pada suatu organisme. Jika sistem kekebalan bekerja dengan benar, sistem ini akan melindungi tubuh terhadap infeksi bakteri dan virus, serta menghancurkan sel kanker dan zat asing lain dalam tubuh. Jika sistem kekebalan melemah, kemampuannya melindungi tubuh juga berkurang, sehingga menyebabkan patogen, termasuk virus yang menyebabkan demam dan flu, dapat berkembang dalam tubuh. Sistem kekebalan juga memberikan pengawasan terhadap sel tumor, dan terhambatnya sistem ini juga telah dilaporkan meningkatkan resiko terkena beberapa jenis kanker.

fungsi sistem imun :

  1. Melindungi tubuh dari invasi penyebab penyakit; menghancurkan & menghilangkan mikroorganisme atau substansi asing (bakteri, parasit, jamur, dan virus, serta tumor) yang masuk ke dalam tubuh.
  2. Menghilangkan jaringan atau sel yg mati atau rusak untuk perbaikan jaringan.
  3. Mengenali dan menghilangkan sel yang abnormal,Sasaran utama: bakteri patogen & virus Leukosit merupakan sel imun utama (disamping sel plasma, makrofag, & sel mast).

Respons Imun

Tahap:

1. Deteksi & mengenali benda asing

2. Komunikasi dgn sel lain untuk berespons

3. Rekruitmen bantuan & koordinasi respons

4. Destruksi atau supresi penginvasi

Pertahanan tubuh ada 2 yaitu :

  1. Non spesifik ,natural atau sudah ada dalam tubuh (pembawaan ) merupakan pertahanan tubuh terdepan dalam melawan mikroorganisme disebut nonspesifik karena tidak ditujukan terhadap mikroorganisme tertentu meliputi :
  2. pertahanan fisik ; kulit, selaput lendir , silia saluran pernafasan
    1. pertahanan kimia ; bahan yang disekresi mukosa saluran nafas, kelenjar sebaseus kulit, kel kulit, telinga, asam HCL dalam cairan lambung , lisosim yang dikeluarkan oleh makrofag menghancurkan kuman gram – dengan bantuan komplemen, keringat, ludah , air mata dan air susu ( melawan kuman gram + ).
    2. pertahanan humoral

–            komplemen mengaktifkan fagosit dan membantu destruktif bakteri dan parasit ( menghancurkan sel membran bakteri, faktor kemotaktik yang mengarahkan makrofag ke tempat bakteri, diikat pada permukaan bakteri yg memudahkan makrofag untuk mengenal dan memakannya

–            interferon — suatu glikoprotein yg dihasilkan sel manusia yg mengandung nukleus dan dilepaskan sebagai respons terhadap infeksi virus.

  1. adaptasi atau yang muncul ( diperoleh) atau spesifik
  2. mempunyai kemampuan untuk mengenal benda asing.

sistem imun spesifik dapat bekerja sendiri untuk menghancurkan benda asing yang berbahaya, tetapi umumnya terjalin kerjasama yang baik antara antibodi, komplemen , fagosit dan antara sel T makrofag. sistem imun spesifik ada 2 yaitu;

a. sistem imun spesifik humoral.

b. sistem imun spesifik selular.

            Sistem imun juga terjadi pada induk yang sedang bunting. Dimana seorang induk dapat mentransfer suatu kompleks imun yang di produksi oleh induk itu sendiri ke anakannya melalui suatu saluran yang memiliki lapisan yang tidak hanya sumber energi berupa makanan tapi juga molekul molekul lain yang berfungsi membantu menunjang perkembangan dari sang foetus.

RUMUSAN MASALAH

–          Lapisan apakah yang menghubungkan antara induk dengan foetus, dalam sistem imun?

–          Molekul molekul apakah yang mampu menembus molekul tersebut?

–          Bagaimana mekanisme masuknya?

PEMBAHASAN

            Plasenta merupakan organ penting bagi janin, karena sebagai alat pertukaran zat antara ibu dan bayi atau sebaliknya. Plasenta berbentuk bundar atau hampir bundar dengan diameter 15-20 cm dan tebal ± 2,5 cm, berat rata-rata 500 gram. Umumnya plasenta terbentuk lengkap pada kehamilan kurang dari 16 minggu dengan ruang amnion telah mengisi seluruh kavum uteri.

Plasenta terletak di depan atau di belakang dinding uterus, agak ke atas kearah fundus uteri, dikarenakan alasan fisiologis, permukaan bagian atas korpus uteri lebih luas, sehingga lebih banyak tempat untuk berimplementasi. Plasenta berasal dari sebagian besar dari bagian janin, yaitu villi koriales atau jonjot chorion dan sebagian kecil dari bagian ibu yang berasal dari desidua basalis.

Plasenta mempunyai dua permukaan, yaitu permukaan fetal dan maternal. Permukaan fetal adalah permukaan yang menghadap ke janin, warnanya keputih-putihan dan licin. Hal ini disebabkan karena permukaan fetal tertutup oleh amnion, di bawah nampak pembuluh-pembuluh darah. Permukaan maternal adalah permukaan yang menghadap dinding rahim, berwarna merah dan terbagi oleh celah-celah yang berasal dari jaringan ibu. Jumlah celah pada plasenta dibagi menjadi 16-20 kotiledon.

Gambar 1. Permukaan plasenta

Penampang plasenta terbagi menjadi dua bagian yang terbentuk oleh jaringan anak dan jaringan induk. Bagian yang terdiri dari jaringan anak disebut membrana chorii, yang dibentuk oleh amnion, pembuluh darah janin, korion dan villi. Bagian dari jaringan ibu disebut piring desidua atau piring basal yang terdiri dari desidua compacta dan desidua spongiosa.

Gambar 2. Struktur plasenta

Fungsi Plasenta

Fungsi dari plasenta adalah:

  1. Nutrisi: tempat pertukaran zat dan pengambilan bahan nutrisi untuk tumbuh kembang janin
  2. Respirasi: memberikan O2 dan mengeluarkan CO2 janin
  3. Ekskresi: mengeluarkan sisa metabolisme janin
  4. Endokrin: sebagai penghasil hormonhormon kehamilan seperti HCG, HPL, esterogen, progesteron
  5. Imunologi: menyalurkan berbagai komponen antibodi ke janin
  6. Farmakologi: menyalurkan obat-obatan yang diperlukan janin, diberikan melalui ibu
  7. Proteksi: barier terhadap infeksi bakteri dan virus, zat toksik

disimpulkan bahwa pada plasenta terdapat suatu lapisan yang disebut membrana chorii, yang dibentuk oleh amnion, pembuluh darah janin, korion dan villi. Tugas dari membran tersebut adalah memaksukan molekul yang dibutuhkan oleh induk. Molekul yang dapat dimasukan antara lain yaitu sumber energi dan molekul yang berguna untuk perkembangan embrio. Selain itu terdapat imunoglobulin E (IgE), yang masuk sebagai sistem imun. Hal ini dikarenakan bahwa ukuran Ig E ini jauh lebih kecil dari pada imunogobulin yang lain. Selain itu terdapat molekul molekul yang menunjang sistem imun seperti hormon.

             Mekanisme dari masuknya sistem tersebut anatara lain sebagai berikut :

Fungsi utama plasenta adalah untuk pertukaran metabolik antara aliran darah maternal fetal dan produksi hormon.  Transmisi dari antibodi maternal, yang merupakan turunan dari dua fungsi utama diatas, merupakan awal dari masalah yang telah dibahas sebelumnya. Imunitas mulai berkembang diakhir trimester awal kehamilan dimana fetus  membuat semua komponen dari complement (salah  satu  bagian  imunitas alamiah). IgG yang terdapat dalam tubuh fetus hampis seluruhnya merupakan IgG maternal yang mulai diangkut dari ibu ke fetus sekitar minggu ke-14. Dengan cara inilah, fetus mendapatkan passive immunity melawan berbagai penyakit infeksi. ImunoglobulinG merupakan antibodi dengan struktur  terkecil diantara  empat antibodi lainnya  yaitu monomer. Selain karena strukturnya yang monomer, transpor IgG bergantung pada reseptor Fc yang biasa disebut neonatal Fc reseptor (FcRn). Selama kehamilan, beberapa maternal IgG terikat pada reseptor FcRn yang diekspresikan oleh plasenta dan IgG akan di transport secara aktif ke sirkulasi fetal.

PENUTUP

Kesimpulan

Dapat disimpulkan bahwa pada plasenta terdapat suatu lapisan yang disebut membrana chorii, yang dibentuk oleh amnion, pembuluh darah janin, korion dan villi. Tugas dari membran tersebut adalah memaksukan molekul yang dibutuhkan oleh induk. Molekul yang dapat dimasukan antara lain yaitu sumber energi dan molekul yang berguna untuk perkembangan embrio. Selain itu terdapat imunoglobulin E (IgE), yang masuk sebagai sistem imun. Hal ini dikarenakan bahwa ukuran Ig E ini jauh lebih kecil dari pada imunogobulin yang lain. Selain itu terdapat molekul molekul yang menunjang sistem imun seperti hormon.

Daftra Pustaka

Brunner, Suddarth. 2001. Buku Ajar Keperawatan Medical Bedah Edisi 8. Jakarta: EGC.
Price, Wilson. 2005. Pathophysiology Edisi 6. Jakarta:EGC

Oleh :

ADITYA RENDRA S 105130107111016/KELAS C

DITYA SULANDA B 105130101111059/KELAS C

HABYB PALYOGA   105130101111089/KELAS C

Andai Saya Menjadi Anggota DPD RI : Entrepreneur

Friday, December 23rd, 2011

Indonesia merupakan negara dengan jumlah pengangguran terbesar se-ASEAN. Memasuki 2011 jumlah pengangguran di Indonesia pada angka 9,25 juta jiwa sehingga roda-roda perputaran ekonomi di Indonesia luamayan tersendat. Hal itupun diperparah oleh lowongan kerja yang terpusat,maksudnya hanya kota besar saja yang menyediakan banyak lowongan kerja sedangkan di daerah pinggiran hanya sedikit malahan tidak sama sekali. Sehingga sudah bisa dipastikan,jumlah jiwa yang pindah atau merantau ke kota besar makin meningkat setiap tahunnya dan memperparah keadaan kota besar dituju. Seperti Jakarta,dimana kemacetan bertambah,pemukiman liar tumbuh dimana-mana,pengemis kiriman makin banyak dan keamanan kota yang jauh dari titik aman.Sehingga kesejahteraan setiap individu terancam dan tidak ada lagi tempat yang aman walaupun di tempat ibadah sekalipun.

Kalau saya menjadi anggota DPD RI,yang pertama kali yang saya lakukan adalah membangun jiwa entrepreneur di masyarakat. Saya berusaha menanamkan pribadi yang mandiri dari sekolah dasar dengan membentuk muatan lokal entrepreneur yang wajib di setiap sekolah yang saya bawahi. Hal itupun saya terapkan di tingkat di atasnya,baik SMP/ MTs,SMA/MA sampai tingkat pendidikan paling tinggi tidak boleh luput dengan materi ini.

Apapun hal yang berhubungan dengan entrepreneur pastilah saya dukung selama itu masih di jalan yang benar dan sah menurut perundangan di Indonesia. Baik usaha kecil-kecilan,sedang sampai yang besar sekalipun jika mereka butuh. Tidak sampai disitu,saya akan mengadakan acara yang berhubungan dengan entrepreneur secara berkala setiap tahunnya. Dengan acara itu,saya harap lahir beberapa entrepreneur muda yang siap terjun ke masyarakat.Logikanya,kalau saya menghasilkan 1 entrepreneur muda setiap tahunnya,bayangkan berapa lowongan kerja yang akan tercipta jika dia mengajak teman-temannya yang lain untuk membuka cabang dan sebagainya.

Itu semua saya lakukan karena saya punya pandangan yang jauh kedepannya. Walaupun pergerakan entrepreneur itu tidak secepat yang ditargetkan pemerintah “2014 pengangguran akan tiada” tapi metode inilah yang saya pilih. Kata pepatah ” Lebih baik menghasilkan 1 tapi pasti,dibandingkan banyak tapi semu” .Jadi,saya pilih jalan pasti walaupun dampaknya terjadi sampai masa jabatan saya habis.

Tak sampai disitu, “Keberhasilan seorang pemimpin,diukur dari penerusnya”. Bagaikan presiden yang terus berganti,saya berusaha mengajak semua kalangan agar terlibat di visi ini,harapannya patah tumbuh hilang berganti ,jika saya lepas,maka masih ada penerus yang akan melanjutkan langkah saya. Sehingga cikal bakal yang telah saya bentuk selama masa jabatan tidak akan pudar begitu saja,seiring lepasnya jabatan saya.Akan tetapi,walau masa jabatan sudah habis,tapi kegiatan meneriakkan mandiri!  tidak akan pernah pudar,sampai hayat menjemput saya.

Kenapa saya mau melakukan itu? Jawabannya karena itulah tanggung jawab saya sebagai DPD. Yaitu memajukan daerah yang saya pimpin. Harapannya, beberapa tahun kedepannya,daerah yang saya pimpin menjadi daerah percontohan dengan ke-entrepreneurannya yang membara. Saya yakin,para perantau kembali ke daerahnya masing-masing.Pengemis sudah memiliki pekerjaan dikampungnya.Otomatis kepadatan ibukota mulai teratasi,dari kiriman sekelompok perantau dari daerah saya. Saya yakin,jika sudah mempunyai pekerjaan,niat untuk berbuat jahat akan sedikit sirna di mindset masyarakat. Maka terciptalah daerah kami yang aman dan sejahtera.

Mungkin saya,suatu saat kelak,daerah lain meniru gerakan yang kami lakukan didaerah,sehingga penyebaran lowongan kerja merata di seluruh Indonesia,dengan demikian tidak ada lagi namanya kota besar,tapi tinggal kota/kabupaten tanpa imbuhan besar. Dengan begitu,masalah tata kota dan daerah lebih bisa dikendalikan untuk menjadi Indonesia yang lebih baik. Indonesia bisa! Salam wirausaha.