Archive for the ‘Opiniku’ Category

Perokok Bukanlah Calon Suami/Istri yang Baik

Monday, December 26th, 2011

Bagi anda yang sedang mencari suami/istri atau sudah ada dan ingin melanjutkan ke jenjang berikutnya,hal ini harus dipertimbangkan kelak. Perokok bukanlah calon Suami/Istri yang baik. kok bisa begitu? Jawabannya adalah sebagai berikut :

Perokok itu jorok

Perokok merupakan salah satu kelompok yang terindikasi jorok dalam hidupnya. Membawa berbagai macam kandungan berbahaya dalam genggamannya,asap yang mengotori horden dan loteng rumah menjadi warna kuning,abu rokok yang berceceran dimana-mana seperti di karpet,di tempat tidur dan ditempat lainnya. Sehingga,bagi anda yang punya suami atau istri perokok jangan harap mempunyai rumah/mobil yang bersih serta segar.

Satu pengalaman yang penulis alami,mempunyai teman perokok. Setiap sesudah makan,dia selalu menghidupkan rokoknya dan mencari barang-barang yang menyerupai mangkuk untuk abu rokoknya,selain ruangan jadi pengap dan tidak betah,abunya berceceran kemana-mana,jadi bagaimana menurut anda?

Perokok susah berhemat

Ok,selanjutnya marilah kita berhitung matematika dan ekonomi. Perokok merupakan orang yang paling boros di dunia,membelikan hasil jerih payahnya hanya untuk membakar kertas dan meniupkannya kembali,tanpa ada yang didapat,kecuali rasanya saja.

Bayangkan 1 kotak rokok harganya Rp.10.000 Beberapa teman penulis,mengatakan mereka menghabiskan 1 kota perharinya. Jadi Rp.10.000 perhari jika kita lihat sebulan maka 10.000 dikali 30 sama dengan Rp.300.000 Bagaimana rekan-rekan? Apakah opsi lain yang teman-teman bisa lakukan dengan Rp. 300.000 selain hanya untuk dibakar?

Perokok orang yang egois

Bagaimanapun sosialisnya seorang perokok,tetapi menurut penulis mereka tetap egois. Karena berlaku seenaknya saja terhadap kesehatan orang lain. Merokok di tempat umum merupakan suatu bencana yang sangat besar bagi para perokok pasif. Karena antibodi perokok pasif tidak siap dengan kehadiran asap dan racun dari seorang perokok. Benar-benar egois bukan? Hanya untuk kesengan mereka,kita jadi korban? Apakah masih mau punya istri/suami seperti itu?

Mempunyai suami/istri perokok siap-siap jadi Duda/Janda muda!

Loh? kenapa? Jawabannya mudah saja. Pasti teman-teman semua sudah tahu dampak negatif merokok? Yap! paling utama dan sering terjadi adalah penyakit paru-paru atau alat pernafasan. Sehingga rokok mempercepat umur seseorang. Kok bisa? Jawabannya mudah saja,masih ingat pelajaran biologi? sistem pernafasan dan darah? Kalau masalah kita pada paru-paru,kemudian O2 yang masuk ke tubuh menjadi terganggu,sehingga menyebabkan jantung susah mendapatkan energi dan tidak bisa bekerja maksimal. Akan tetapi,seluruh tubuh membutuhkan energi untuk beraktifitas,sehingga jantung terpaksa menggunakan tenaganya secara berlebihan,sehingga akan membuat jantung memompa sekuat-kuatnya. Sehingga arteri di jantung kemungkinan pecah dan wassalam… Ya mati. Itu hanya 1 kemungkinan loh,masih banyak yang lainnya,mungkin kena kanker,infeksi saluran pernafasan,asma,dan lain-lain.

Perokok merupakan calon ibu/ayah yang buruk

Orang tua mana yang tidak sayang dengan anaknya,tapi apakah bagi perokok juga bisa dibilang begitu? Jawabannya adalah perokok merupakan orang tua yang paling buruk bagi anak-anak. Mungkin teman-teman masih ingat dengan artikel saya sebelumnya,ternyata pecandu rokok kemungkinan besar punya anak perokok,klik disini! Selain fakta-fakta yang saya kemukakan di blog beberapa waktu yang lalu,peneliti di harvard juga menyatakan : “Beberapa gangguan yang dialami anak-anak jika terpapar asap rokok antara lain 8% mengalami gangguan belajar,6% menderita ADHD dan hampir 4% mengalami gangguan tingkah laku seperti agresif dan suka menantang.

Selain sifat-sifat yang berubah,kesehatan mereka juga akan terpengaruh. Karena anak-anak masih dalam pertumbuhan. Dengan sedikit paparan rokok saja,kemungkinan besar pertumbuhan anak akan terganggu,mulai dari kurang optimalnya pertumbuhan otak,kerusakan saluran pernafasan,antibodi yang melemah sehingga anak-anak sangat rentan terhadap penyakit.

Jadi bagaimana pilihan anda? tetap memilih perokok atau berpaling ke yang lebih menjanjikan?

Thats your choise!

habybpalyoga.

www.habybpalyoga.blogspot.com

www.blog.ub.ac.id/habybpalyoga

Kampusku Malang Nyawanya Hilang

Monday, December 19th, 2011

Dilarang Merokok

Universitas Brawijaya merupakan salah satu universitas terbaik di Indonesia. Perlahan tapi pasti,mulai menapakkan langkahnya di kancah international melalui kerjasama-kerjasama yang beragam di setiap kampus,fakultas maupun tingkat lebih rendah. Ikatan itupun mulai beragam dari masalah kampus,kepemudaan sampai ikatan hobi dan kreatifitas lainnya.

Salah satu kreatifitas yang didukung penuh UB adalah tari,terbukti UB selalu melaksanakan kegiatan Gebyar Festival Tari (GFT) tingkat universitas dalam rangka mempertahankan budaya luhur khususnya di dunia tari. Universitas mengharapkan keberlanjutan budaya yang eksotis ini tetap ada sampai kiamat,agar anak cucu kelak masih bisa menikmati pesona kreatifitas budaya leluhurnya.

Selain itu acara itu dilakukan agar perilaku dan perbuatan pemuda khususnya masyarakat UB bisa terkendali sesuai dengan pesan moral yang diberikan oleh penari.Kemudian selalu bersikap positif dan mengenyampingkan kegiatan-kegiatan yang tidak berguna bahkan terkesan menghambur-hamburkan uang atau istilah dalam islam dikenal dengan kata mubazir.

Akan tetapi,dibalik kelebihan diadakan GFT itu,ada beberapa hal yang penulis sayangkan disana (Gedung diadakan GFT),acara yang seharusnya berjalan lancar dan nyaman harus diracuni oleh kepulan asap para perokok. Dan ironisnya,asap itu berasal dari mulut-mulut petinggi UB yang duduk dibarisan depan.

Seakan-akan kami dibuat bingung dengan tingkah laku mereka. Kami digembar-gemborkan agar hidup sehat dan selalu melakukan kegiatan positif,akan tetapi ketika kami melakukannya,malah begini akibatnya. Harus segera konsultasi ke dokter dan berita acaranya “Dampak yang kami dapatkan setelah menonton GFT di samantha krida Malang”. Memang tidak enak bunyinya,tapi itulah yang akan terjadi jika hal itu tetap dilanjutkan dan tidak adanya larangan merokok di tempat umum di kawasan UB.

Rokok merupakan permasalahan yang cukup rumit dan sulit dalam pemecahannya. Larangan merokok seakan-akan hanya sekedar hitam di atas putih,tidak ada ketegasan dalam melakukannya. Tragisnya,hal tersebut bisa terjadi mengingat yang membuat aturan jugalah perokok.

Gazebopun juga tidak luput jadi tempat penyebaran kanker paru-paru. Asap terbang kesana kemari,dari satu meja ke meja lainnya. Contohnya hari ini (19/12/11) di gazebo depan perpustakaan UB,disaat penulis menulis artikel ini. Asap rokok begitu sesak di dalam dada,sehingga konsentrasi penulis cukup terganggu dan tidak betah di area gazebo yang seharusnya menjadi tempat yang nyaman dan menyehatkan agar pelajaran ataupun materi kuliah bisa disera ketika udara fresh dan segar.

Harapannya,UB menyeleksi tempat-tempat yang sekiranya dijadikan tempat larangan merokok,seperti gazebo,ruangan resmi,dan di dalam kelas. Aturan dendapun bisa dimanfaatkan agar aturan itu bida diterapkan. Akan tetapi,aturan ini harus disetarakan bagi semua masyarakat UB,baik petinggi,kariawan,maupun mahasiswanya sekalipun. Agar tidak ada pihak yang merasa dikecewakan.

Semangat! buat UB yang bebas asap rokok!

Smoker,Golongan yang Mudah Ditipu

Thursday, December 15th, 2011

Indonesia merupakan negara penghasil tembakau terbaik di dunia. Tembakau hampir tumbuh di sepanjang wilayah Indonesia tanpa terkecuali. Sehingga usaha rokok di Indonesia cukup menjanjikan dan menguntungkan. Baik bagi pemilik usaha,masyarakat sekitar dan pendapatan negarapun menjadi naik karenanya.

Akan tetapi,efek samping perusahaan rokok yang mengakar di seluruh pulau di Indonesia,menjadi titik tumpu bagi oknum-oknum tertentu menjual rokok secara besar-besaran,dan tidak terkendali. Sehingga anak-anak dibawah umurpun bisa dengan mudah membeli rokok di negara yang lucu ini. Kita pasti masih ingat dengan salah satu bocah di Sumatera Selatan yang sangat fasih menghisap rokok dikepit dikedua jarinya.

Promosi yang terkesan berlebihanpun dinilai berhasil dalam menggembor para perokok Indonesia dalam mengosumsi alat hisap ini. Kesan perkasa dan jantan menjadi latar belakang komunitas perokok Indonesia mengosumsi rokok. Awalan mencoba-coba sampai ketagihan tidak bisa dihindarkan lagi. Kebanyakan iklan rokok si televisi memanfaatkan aktor nan gagah,berotot,dan kuat. Dengan beberapa pengaturan sedemikian rupa akhirnya terjadilah aksi-aksi yang “wah” ala pemeran iklan. Sehingga terciptalah anggapan positif terhadap rokok,”Keren!” imbuh salah satu siswa SMP yang kami tanyai.

Tapi,apakah benar rokok itu membuat kita kuat,maskulin dan perkasa? Jawabannya adalah TIDAK!. Kita pasti masih ingat label kecil di belakang bungkus rokok? Merokok dapat menyebabkan kanker,serangan jantung,gangguan kehamilan dan janin. Tapi kenapa masih banyak yang merokok?

Pria perkasa dan jantan pada iklan di tv itu hanyalah bualan belaka,para perokok sudah tertipu dibuatnya. Logikanya,para pria yang jantan dan perkasa salah satu syaratnya adalah kuat dalam bekerja dan pastinya harus hebat di ranjang. Benar bukan?

Banyak sekali kita lihat para perokok aktif tidak menyukai olahraga lari,malas malasan dan banyak makan.Itu semua terjadi karena paru-paru mereka sudah tidak bekerja maksimal. Sehingga pertukaran oksigen di darah berkurang,sehingga kemampuan jantung memompa darah berkurang sehingga sel-sel tidak mampu menghasilkan energi secara maksimal,karena kekurangan energi itulah perokok menjadi cepat lelah.Bahayanya,kalau pengguna rokok tetap memaksakan pekerjaannya itu akan berakibat fatal,bisa-bisa berujung kematian.

Sejalur dengan hal di atas,karena jantung sudah kewalahan menyuplai darah keseluruh tubuh tapi tidak mendapatkan energi yang cukup,membuat suplai darah ke alat vital bisa terganggu atau tidak sama sekali. Hal itu menyebabkan tidak mampunya alat vital pria ereksi dengan sempurna. Sehingga istilah jantan di ranjang tidak bisa diberikan kepada pecandu rokok lagi.

Dapat disimpulkan,bahwa perokok adalah golongan orang-orang yang mudah ditipu melalui promosi yang sedimikian rupa. Bahasa gaul anak sekarang :”Korban Iklan…” Jadi bagaimana teman-teman? Apakah masih mau merokok atau keperkasaanmu hilang? Tinggal pilih.

Opini : Pemira UB

Sunday, December 11th, 2011

PEMIRA atau Pemilihan Mahasiswa Raya merupakan suatu acara besar Universitas dalam memilih presiden Eksekutif Mahasiswa yang akan memimpin buat setahun tahun kedepannya. Sehingga,pemilihan yang jujur dan adil harus diterapkan supaya hasil yang didapat bisa dipertanggung jawabkan kedepannya.

Beberapa hari lagi,Universitas Brawijaya akan melaksanakan pesta besar ini.Akan tetapi,kontroversi yang beredar sungguh membuat gempar mahasiswa dan sulit dalam menentukan pilihan. Ada beberapa pihak yang menggembar gemborkan “Calon no X jangan dipilih! dia didalangi oleh bla bla bla…” di salah satu jejaring sosial yang tenar di kalangan masyarakat UB. Belum lagi perlawanan,dan jawaban yang disampaikan pihak tertuduh “Jangan percaya,dia itu ingin kalian memilih nomor z agar UB menjadi¬† bla bla…”

Memang bukan rahasia lagi,kalau politik di Indonesia memang penuh dengan kontroversi. Tapi sikap saling menyalahkan di kedua pihak adalah suatu kebodohan yang dilakukan mereka. Debat pendapat memang hobi petinggi-petinggi di Indonesia baik secara langsung maupun via media-media sosial yang anyar saat ini.

Dari salah satu akun twitter (@ub_unofficial) menggembar gemborkan agar jangan memilih calon EM dari komunitas KAMMI “Admin mendukung seluruh calon presiden EM kecuali dari KAMMI”.Kicauan itu secara terang-terangan dilontarkan di situs tersebut. Sedangkan di beberapa teman dari KAMMI menyatakan :”Kalian jangan langsung percaya,mungkin saja admin akun itu bagian dari calon lain”.

Saya sangat bingung,kayaknya golput saja” ungkap salah satu rekan dari Kedokteran Hewan. Dia menambahkan “Sudah 3 tahun Kedokteran Hewan berdiri,belum ada manfaat dari presiden EM yang kita rasakan,jadi apa manfaatnya buat memilih? “

Cukup kompleks memang,bagaimana mungkin ini bisa terjadi di Almamater tercinta? 3 suara berbeda dan saling menyalahkan. Tim sukses dan para calon saling menyalahkan,sedangkan yang memilih tidak ada? bagaimana ini?

Salah satu teman dari FISIP menyatakan : “Kayaknya EM hanya dipilih oleh MABA,biasalah…MABA merupakan mangsa yang empuk untuk di doktrin”. Apakah itu yang dinamakan politik yang bersih,bebas jujur dan adil? Kayaknya masih perlu evaluasi yang berkepanjangan.

Solusi

Ketidakpercayaan Mahasiswa di Universitas Brawijaya terhadap EM diawali oleh janji-janji belaka dari EM dan tidak bisa diwujudkan. Sampai sekarang masih banyak aspirasi yang tidak didengarkan,contohnya masalah SPP proposional yang tidak tepat dan mahalnya biaya kuliah sebagai kampus negri.Ditambah oleh penyelewengan dana yang tidak pernah di usut.

Lantas,kalau tidak bisa menjalankan aspirasi,buat apa kami punya pemimpin? lirih salah satu mahasiswa yang penulis tanyakan.Jadi calon presiden EM,kalian harus kurangi TOA kalian membunyikan sirine dan langkahkan kaki,dan kerjakan apa yang kalian bisa.

Kemudian,debat yang tidak perlu sebaiknya di buang jauh-jauh. Percuma saja kan,kalau seorang pemimpin saling menjatuhkan di depan umum,apalagi di twitter,sebagai jejaring sosial sejuta umat.Yang tahu masalah intra kampus bukan hanya UB,tapi juga teman-teman dari Universitas Lainnya bahkan belahan dunia lain. Malu bukan?

Jadi tinggalkan debat kalian,tapi cukup buktikan apa yang kalian lakukan.

Terakhir,datang dari beberapa issue,katanya salah satu logo calon plagiat dari salah satu bank yang terkenal di Jawa Timur. Usahakanlah seorang pemimpin tidak melakukan hal yang sehina itu,bayangkan saja sejuta umat tau,kalian melakukan hal itu. Buat apa kami memilih si presiden yang tukang contek? Kami lebih menghargai karya yang jelek,daripada bagus tapi plagiat! Hina!

Talk less do more! Selamat memilih!

Kecanduan Merokok Juga Pengaruh Genetik!

Monday, November 21st, 2011

Ilustrasi

Menurut WHO (World Health Organization) Indonesia merupakan negara ke 3 terbesar dengan pecandu rokok aktifnya,sedangkan di ASEAN Indonesia menduduki posisi pertama dibandingkan negara-negara lain di Asia Tenggara.Sedangkan data yang diperoleh dari kompas.com menyatakan :”Peningkatan tertinggi perokok di Indonesia terjadi pada kelompok remaja umur 15-19 tahun yaitu 7,1 persen pada 17,3 persen pada tahun 2004 atau naik 144 persen selama 9 tahun.

Tidak berhenti sampai disitu,Indonesia pada tahun 2008 mencapai 240 miliar batang atau setara dengan 658 juta batang rokok perharinya,berarti uang senilai Rp.330 miliar ‘dibakar’ oleh para perokok Indonesia dalam satu harinya.Bahkan menurut Susenans 2006 menunjukkan bahwa pengeluaran untuk membeli rokok adalah 5 kali lebih besar dari pengeluaran untuk telur dan susu (2,3 persen),2 kali lipat pengeluaran untuk ikan (6,8 persen) dan 17 kali lipat pengeluaran membeli daging (0,7 persen).Sayangnya,pecandu rokok pada umumnya didominasi oleh masyarakat kalangan menengah kebawah yang harus merelakan sebagian besar dari hasil jerih payahnya¬† ‘dibakar’ secara sia-sia.

Berbagai alasan dijadikan alibi oleh sebagian besar perokok aktif di Indonesia,sebut saja Ramdael,mahasiswa salah satu Universitas Swasta di kota kembang,Bandung menyatakan “Rokok itu bukan lagi sebagai tambahan,tapi sudah seperti kebutuhan bagi saya.Jika saya punya uang Rp.10.000,saya pasti membeli rokok dulu sebelum membeli makanan”.

Hal diatas mungkin sudah banyak kita temukan ditengah masyarakat,rokok adalah hal pokok yang harus dipenuhi,setelah itu baru menyusul makanan sebagai pelengkap dari rokok. Pernyataan Ramdaelpun sejalur dengan hasil penelitian Profesor Sosisologi Fred Pampel dari University of Colorado “Di masa lalu,orang merokok untuk berbagai alasan,tetapi saat ini perokok cenderung menjadikan rokok sebagai sesuatu yang penting dalam hidupnya sehingga lebih sulit untuk berhenti”.

Fred Pampelpun melanjutkan studinya tentang rokok dengan mengaitkannya dengan faktor genetik.Menggunakan 596 pasangan kembar dimana 363 kembar identik sedangkan 233 kembar fraternal (bukan identik).Peneliti menggunakan kuesioner kesehatan dan perilaku merokok antara tahun 1960-1980.Penelitian tersebut mendapatkan jawaban yang cukup mengejutkan dimana pasangan kembar identik sekitar 65 persen dari kedua orang kembar ini akan berhenti dalam waktu 2 tahun jika salah satu kembar berhenti merokok,tapi pada kembar fraternal jumlahnya lebih kecil.Hasil penelitian tersebut menyimpulkan bahwa faktor genetik memainkan peran dalam mempengaruhi keberhasilan berhenti merokok.Hal itu telah dibuktikan dengan persentase dari dua perbandingan sampel kembar tersebut.

Seorang guru sekolah dasar,Refnida,S.Pd menambahkan “3 dari 5 anaknya merokok karena suaminya adalah seorang perokok aktif”.Sehingga hal ini telah bisa membuktikan,bahwa kecanduan rokok juga dibawa oleh pesan genetik.Istilah “Buah jatuh tidak jauh dari pohonnya” bisa di ungkapkan dengan kasus ini.

Jadi,masalah Indonesia dengan perokok aktif merupakan tugas besar bagi kita semua. Melarang bukanlah satu-satunya jalan untuk mengentikannya,tapi sikap dan perbuatan yang patut dicontohlah yang bisa mengurangi pengaruh negatif dari merokok.”jika ingin anaknya tidak merokok,maka ibu dan ayahnya harus berhenti dulu” ungkap Habyb Palyoga salah satu mahasiswa Kedokteran Hewan. Walaupun hasilnya tidak langsung terasa,mungkin saja beberapa tahun yang akan datang,Indonesia akan menjadi negara yang bebas asap rokok. Jadi tinggal berikan contoh,dan nikmati masa depan yang bebas kepulan asap rokok.Indonesia Bisa!