Archive for the ‘Catatan Kuliah’ Category

Review Parasiter and Mikrobiology – drh. Dahlia

Thursday, February 23rd, 2012

Roles :

  1. Tolerance time are 15 minutes
  2. Hp silent
  3. No rame
  4. No contekan
  5. Two ways discussion
  6. Two directions appreciation
Untuk apa mata kuliah ini? 
Parasiter dan mikrobiology bertujuan untuk :
  • Untuk mensejahterakan manusia melalui kesehatan hewan. Jadi dasarnya ilmu ini (Parasiter dan mikrobiology).
Agen penyakit bisa disebabkan oleh agen infeksius (jamur,parasit dan lain lain) dan agen non infeksius.
Bagaimana agen infeksi menyerang?
Ada 2 transmisi :
  1. Direct : lansung. Misalnya fecal oral,genital transmision etc
  2. indirect ; tidak langsung. Misalnya transmission via food,water,vectors ect.
Sumber infeksi :
  1. Infected person
  2. Carrier
  3. Chronic
  4. Asymptomatic : ada penyakit tapi tidak bisa berkembang

Overview Bioteknology – drh.Sri Murwani

Thursday, February 23rd, 2012

Content :

  1. Molecular diagnostic
  2. molecular therapy
  3. genetic engineering
  4. genomic and proteomic
  5. ect
Kloning yaitu membentuk individu baru tanpa fertilisasi. Menghasilkan individu yang mirip sekali dengan sel mula. Akan tetapi sangat dilarang oleh agama,karena kodrat dari manusia saling berpasangan (harus terjadi fertilisasi untuk menghasilkan individu baru)

MASIH BERTAHAN DENGAN KETIDAKPASTIAN

Friday, January 27th, 2012

Banyak jenis usaha ternak di Indonesia yang mampu berkembang dengan pesat. Salah satu diantaranya adalah usaha peternakan babi. Meskipun melalui banyak kompleksitas permasalahan yang kerap menjadi kendala perkembangan usaha tersebut, namun buktinya di Indonesia hingga saat ini peternakan babi masih berdiri di Jawa maupun luar Jawa. Sudah kita ketahui bahwa bertahannya usaha peternakan ini masih menjadi pro-kontra di kalangan masyarakat lokal. Sehubungan dengan adanya peraturan dari adat masing-masing daerah, serta faktor religius yang melarang adanya konsumsi daging babi mengarah menjadi  permasalahan soiso religio.

Faktor yang dimaksud adalah kawasan penduduk yang banyak penduduk muslimnya, menjadi resisten terhadap adanya peternakan babi sehingga perijinan pendirian usah tenak bab di negara ini menjadi terbatas. Tidak bisa memilih sembarang tempat sebagai lahan usaha ternak babi. Masalah yang timbul tidak hanya dari anggapan masyarakat luar saja, tetapi banyak masalah yang muncul dari proses pengelolaan dan pengembangan usaha itu sendiri. Seperti misalnya karena belum jelasnya kepastian hukum, peternak mendapat kesulitan dalam perijinan lalu-lintas ternak impor untuk bibit unggul dari luar negeri dengan alasan beberapa negara masih belum terbebas dari Penyakit Mulut dan Kuku (PMT).

Selain itu, limbah yang dihasilkan babi menimbulkan bau yang tidak sedap dan dapat mencemari lingkungan. Masalah selanjutnya mengenai penyakit yang berasal dari hewan babi juga dapat menjangkiti manusia, sehingga harus dicari solusi pengolahan limbah yang baik agar tidak menjadi sumber polusi lingkungan dan gangguan pada masyarakat yang ada di sekitar lingkungan usaha peternakan. Meskipun pada awalnya sudah mendirikan usaha peternakan yang sesuai peraturan jauh dari pemukiman penduduk, tetapi wilayah pemukiman dan perumahan penduduk dapat berkembang pesat sehingga bisa saja bisa dalam waktu yang singkat mendekati jangkauan peternakan dan menjadi kendala baru dalam memepertahankan secara penuh usaha peternkan babi di tengah protes masyarakat. Karena kepastian hukum dalam usaha peternakan babi masih belum jelas sehingga sampai saat ini maih diperjuangkan oleh banyak pengusaha serta pihak-pihak yang mendukung.

Perlu kita ketahui bahwa usaha tersebut juga telah terbukti mampu memberikan kontribusi yang cukup berarti, baik bagi ekonomi keluarga peternak maupun terhadap sumbangan devisa bagi negara. Bagi peternak, usaha tersebut telah banyak berperan dalam membantu biaya pendidikan maupun perekonomian keluarga. Bahkan bagi masyarakat Indonesia seperti etnis Batak, Tionghoa, Manado dan Toraja masih melakoni ternak babi sebagai tradisi. Disamping itu, ternak babi juga sangat memegang peranan penting dalam seluruh kegiatan sosial budaya mereka. Misalnya, mulai dari kehadiran seorang bayi ditengah-tengah keluarga hingga kepergian anggota keluarga untuk selamanya menghadap Sang Pencipta, ternak babi tetap mengambil peranan yang penting.

Bagi perekonomian negara, usaha peternakan babi dalam skala besar mampu mengurangi pengangguran dan telah menyumbangkan devisa yang cukup besar. setiap bulan negara kita mengekspor sebanyak 3.000 ton daging babi ke negara tetangga Singapura dari 3.870 ton kebutuhan mereka. Selebihnya kekurangan tersebut dipenuhi oleh negara lain, seperti Australia, Amerika dan Thailand.

Akan banyak alasan untuk mempertahankan usaha perternakan babi di Indonesia, lebih-lebih jika dikembangkan dan diberi perindungan hukum yang sah. Namun demikian, selama ini usaha tersebut sepertinya kurang mendapat perhatian, terlebih-lebih dari pemerintah kita dalam memeberi peraturan-peratran yang membantu serta kepastian hukum yang riil untuk peternak babi. Terkait dengan perijinan dan lalu-lintas ternak maupun penyakitnya, maka akan lebih bijaknsana jika substansi riil dicarikan solusinya terlebih dahulu.

Immunology : Sistem Imun Ibu VS Janin

Monday, January 23rd, 2012

PENDAHULUAN

Latar Belakang

            Sistem imun adalah sistem perlindungan pengaruh luar biologis yang dilakukan oleh sel dan organ khusus pada suatu organisme. Jika sistem kekebalan bekerja dengan benar, sistem ini akan melindungi tubuh terhadap infeksi bakteri dan virus, serta menghancurkan sel kanker dan zat asing lain dalam tubuh. Jika sistem kekebalan melemah, kemampuannya melindungi tubuh juga berkurang, sehingga menyebabkan patogen, termasuk virus yang menyebabkan demam dan flu, dapat berkembang dalam tubuh. Sistem kekebalan juga memberikan pengawasan terhadap sel tumor, dan terhambatnya sistem ini juga telah dilaporkan meningkatkan resiko terkena beberapa jenis kanker.

fungsi sistem imun :

  1. Melindungi tubuh dari invasi penyebab penyakit; menghancurkan & menghilangkan mikroorganisme atau substansi asing (bakteri, parasit, jamur, dan virus, serta tumor) yang masuk ke dalam tubuh.
  2. Menghilangkan jaringan atau sel yg mati atau rusak untuk perbaikan jaringan.
  3. Mengenali dan menghilangkan sel yang abnormal,Sasaran utama: bakteri patogen & virus Leukosit merupakan sel imun utama (disamping sel plasma, makrofag, & sel mast).

Respons Imun

Tahap:

1. Deteksi & mengenali benda asing

2. Komunikasi dgn sel lain untuk berespons

3. Rekruitmen bantuan & koordinasi respons

4. Destruksi atau supresi penginvasi

Pertahanan tubuh ada 2 yaitu :

  1. Non spesifik ,natural atau sudah ada dalam tubuh (pembawaan ) merupakan pertahanan tubuh terdepan dalam melawan mikroorganisme disebut nonspesifik karena tidak ditujukan terhadap mikroorganisme tertentu meliputi :
  2. pertahanan fisik ; kulit, selaput lendir , silia saluran pernafasan
    1. pertahanan kimia ; bahan yang disekresi mukosa saluran nafas, kelenjar sebaseus kulit, kel kulit, telinga, asam HCL dalam cairan lambung , lisosim yang dikeluarkan oleh makrofag menghancurkan kuman gram – dengan bantuan komplemen, keringat, ludah , air mata dan air susu ( melawan kuman gram + ).
    2. pertahanan humoral

–            komplemen mengaktifkan fagosit dan membantu destruktif bakteri dan parasit ( menghancurkan sel membran bakteri, faktor kemotaktik yang mengarahkan makrofag ke tempat bakteri, diikat pada permukaan bakteri yg memudahkan makrofag untuk mengenal dan memakannya

–            interferon — suatu glikoprotein yg dihasilkan sel manusia yg mengandung nukleus dan dilepaskan sebagai respons terhadap infeksi virus.

  1. adaptasi atau yang muncul ( diperoleh) atau spesifik
  2. mempunyai kemampuan untuk mengenal benda asing.

sistem imun spesifik dapat bekerja sendiri untuk menghancurkan benda asing yang berbahaya, tetapi umumnya terjalin kerjasama yang baik antara antibodi, komplemen , fagosit dan antara sel T makrofag. sistem imun spesifik ada 2 yaitu;

a. sistem imun spesifik humoral.

b. sistem imun spesifik selular.

            Sistem imun juga terjadi pada induk yang sedang bunting. Dimana seorang induk dapat mentransfer suatu kompleks imun yang di produksi oleh induk itu sendiri ke anakannya melalui suatu saluran yang memiliki lapisan yang tidak hanya sumber energi berupa makanan tapi juga molekul molekul lain yang berfungsi membantu menunjang perkembangan dari sang foetus.

RUMUSAN MASALAH

–          Lapisan apakah yang menghubungkan antara induk dengan foetus, dalam sistem imun?

–          Molekul molekul apakah yang mampu menembus molekul tersebut?

–          Bagaimana mekanisme masuknya?

PEMBAHASAN

            Plasenta merupakan organ penting bagi janin, karena sebagai alat pertukaran zat antara ibu dan bayi atau sebaliknya. Plasenta berbentuk bundar atau hampir bundar dengan diameter 15-20 cm dan tebal ± 2,5 cm, berat rata-rata 500 gram. Umumnya plasenta terbentuk lengkap pada kehamilan kurang dari 16 minggu dengan ruang amnion telah mengisi seluruh kavum uteri.

Plasenta terletak di depan atau di belakang dinding uterus, agak ke atas kearah fundus uteri, dikarenakan alasan fisiologis, permukaan bagian atas korpus uteri lebih luas, sehingga lebih banyak tempat untuk berimplementasi. Plasenta berasal dari sebagian besar dari bagian janin, yaitu villi koriales atau jonjot chorion dan sebagian kecil dari bagian ibu yang berasal dari desidua basalis.

Plasenta mempunyai dua permukaan, yaitu permukaan fetal dan maternal. Permukaan fetal adalah permukaan yang menghadap ke janin, warnanya keputih-putihan dan licin. Hal ini disebabkan karena permukaan fetal tertutup oleh amnion, di bawah nampak pembuluh-pembuluh darah. Permukaan maternal adalah permukaan yang menghadap dinding rahim, berwarna merah dan terbagi oleh celah-celah yang berasal dari jaringan ibu. Jumlah celah pada plasenta dibagi menjadi 16-20 kotiledon.

Gambar 1. Permukaan plasenta

Penampang plasenta terbagi menjadi dua bagian yang terbentuk oleh jaringan anak dan jaringan induk. Bagian yang terdiri dari jaringan anak disebut membrana chorii, yang dibentuk oleh amnion, pembuluh darah janin, korion dan villi. Bagian dari jaringan ibu disebut piring desidua atau piring basal yang terdiri dari desidua compacta dan desidua spongiosa.

Gambar 2. Struktur plasenta

Fungsi Plasenta

Fungsi dari plasenta adalah:

  1. Nutrisi: tempat pertukaran zat dan pengambilan bahan nutrisi untuk tumbuh kembang janin
  2. Respirasi: memberikan O2 dan mengeluarkan CO2 janin
  3. Ekskresi: mengeluarkan sisa metabolisme janin
  4. Endokrin: sebagai penghasil hormonhormon kehamilan seperti HCG, HPL, esterogen, progesteron
  5. Imunologi: menyalurkan berbagai komponen antibodi ke janin
  6. Farmakologi: menyalurkan obat-obatan yang diperlukan janin, diberikan melalui ibu
  7. Proteksi: barier terhadap infeksi bakteri dan virus, zat toksik

disimpulkan bahwa pada plasenta terdapat suatu lapisan yang disebut membrana chorii, yang dibentuk oleh amnion, pembuluh darah janin, korion dan villi. Tugas dari membran tersebut adalah memaksukan molekul yang dibutuhkan oleh induk. Molekul yang dapat dimasukan antara lain yaitu sumber energi dan molekul yang berguna untuk perkembangan embrio. Selain itu terdapat imunoglobulin E (IgE), yang masuk sebagai sistem imun. Hal ini dikarenakan bahwa ukuran Ig E ini jauh lebih kecil dari pada imunogobulin yang lain. Selain itu terdapat molekul molekul yang menunjang sistem imun seperti hormon.

             Mekanisme dari masuknya sistem tersebut anatara lain sebagai berikut :

Fungsi utama plasenta adalah untuk pertukaran metabolik antara aliran darah maternal fetal dan produksi hormon.  Transmisi dari antibodi maternal, yang merupakan turunan dari dua fungsi utama diatas, merupakan awal dari masalah yang telah dibahas sebelumnya. Imunitas mulai berkembang diakhir trimester awal kehamilan dimana fetus  membuat semua komponen dari complement (salah  satu  bagian  imunitas alamiah). IgG yang terdapat dalam tubuh fetus hampis seluruhnya merupakan IgG maternal yang mulai diangkut dari ibu ke fetus sekitar minggu ke-14. Dengan cara inilah, fetus mendapatkan passive immunity melawan berbagai penyakit infeksi. ImunoglobulinG merupakan antibodi dengan struktur  terkecil diantara  empat antibodi lainnya  yaitu monomer. Selain karena strukturnya yang monomer, transpor IgG bergantung pada reseptor Fc yang biasa disebut neonatal Fc reseptor (FcRn). Selama kehamilan, beberapa maternal IgG terikat pada reseptor FcRn yang diekspresikan oleh plasenta dan IgG akan di transport secara aktif ke sirkulasi fetal.

PENUTUP

Kesimpulan

Dapat disimpulkan bahwa pada plasenta terdapat suatu lapisan yang disebut membrana chorii, yang dibentuk oleh amnion, pembuluh darah janin, korion dan villi. Tugas dari membran tersebut adalah memaksukan molekul yang dibutuhkan oleh induk. Molekul yang dapat dimasukan antara lain yaitu sumber energi dan molekul yang berguna untuk perkembangan embrio. Selain itu terdapat imunoglobulin E (IgE), yang masuk sebagai sistem imun. Hal ini dikarenakan bahwa ukuran Ig E ini jauh lebih kecil dari pada imunogobulin yang lain. Selain itu terdapat molekul molekul yang menunjang sistem imun seperti hormon.

Daftra Pustaka

Brunner, Suddarth. 2001. Buku Ajar Keperawatan Medical Bedah Edisi 8. Jakarta: EGC.
Price, Wilson. 2005. Pathophysiology Edisi 6. Jakarta:EGC

Oleh :

ADITYA RENDRA S 105130107111016/KELAS C

DITYA SULANDA B 105130101111059/KELAS C

HABYB PALYOGA   105130101111089/KELAS C

Reproduksi Sel

Friday, January 20th, 2012

Reproduksi Sel

Kita mengenal tiga jenis reproduksi sel,yaitu Amitosis,Mitosis dan Meiosis (Pembelahan Reduksi).Amitosis adalah reproduksi sel dimana sel membelah diri secara langsung tanpa melalui tahap-tahap pembelahan sel.Pembelahan cara ini banyak dijumpai pada sel sel yang berdifat prokariotik,misalnya pada bakteri,ganggang biru dll.

                Mitosis adalah cara reproduksi sel dimana sel membelah melalui tahap-tahap teratur yaitu profase,metafase,anafase dan telofase.Antara tahapan telofase ke tahap profase berikutnya terdapat masa istrirahat sel yang dinamakan interfase (tahap ini tidak termasuk tahap pembelahan sel).Pada tahap interfase inti sel melakukan sintesis bahan-bahan inti.

                Secara garis besar ciri dari setiap tahapan pembelahan pada mitosis adalah sebagai berikut :

  1. Profase

Pada tahap ini yang terpenting adalah benang-benang kromatin menebal menjadi kromosom dan kromosom mulai berduplikasi menjadi kromatif.

  1. Metafase

Pada tahap ini kromosom.kromatid berjejer teratur dibidang pembelahan (bidang equator) sehingga pada tahap inilah kromosom/kromatid mudah di amati dan di pelajari

  1. Anafase

Pada fase ini kromatid akan tertarik oleh benang gelendong menuju ke kutub-kutub pembelahan sel.

  1. Telofase

Pada tahap ini terjadi peristiwa kariokinesis (pembagian inti menjadi dua bagian) dan sitokinesis (pembagian sitoplasma menjadi dua bagian).

                Meosis (pembelahan reduksi) adalah reproduksi sel melalui tahap-tahap pembelahan seperti pada mitosis,tetapi dalam prosesnya terjadi pengurangan (reduksi) jumlah kromosom.Meosis terbagi menjadi dua tahap besar yaitu Meosis 1 dan Meosis II.Baik meosis I maupun meosis II terbagi lagi menjadi tahap-tahap seperti pada mitosis.

Pembelahan Sel

Wednesday, January 18th, 2012

Pada sel prokariota yang tidak memiliki inti sel, siklus sel terjadi melalui suatu proses yang disebut pembelahan biner, sedang pada sel eukariota yang memiliki inti sel, siklus sel terbagi menjadi dua fasa fungsional, fasa S dan M, dan fasa persiapan, G1 dan G2:[3]

  1. Fasa S (sintesis)

Merupakan tahap terjadinya replikasi DNA. Pada umumnya, sel tubuh manusia membutuhkan waktu sekitar 8 jam untuk menyelesaikan tahap ini. Hasil replikasi kromosom yang telah utuh, segera dipilah bersama dengan dua nuklei masing-masing guna proses mitosis pada fasa M.

  1. Fasa M (mitosis)

Interval waktu fasa M kurang lebih 1 jam. Tahap di mana terjadi pembelahan sel (baik pembelahan biner atau pembentukan tunas). Pada mitosis, sel membelah dirinya membentuk dua sel anak yang terpisah. Dalam fasa M terjadi beberapa jenjang fasa, yaitu:[4]

        • Profasa, fasa terjadinya kondensasi kromosom dan pertumbuhan pemintalnya. Pada saat ini kromosom terlihat di dalam sitoplasma.
        • Prometafasa, pada fasa ini sampul inti sel terlarut dan kromosom yang mengandung 2 kromatid mulai bermigrasi menuju bidang ekuatorial (piringan metafasa).
        • Metafasa. kondensasi kromosom pada bidang ekuatorial mencapai titik puncaknya
        • Anafasa. Tiap sentromer mulai terpisah dan tiap kromatid dari masing-masing kromosom tertarik menuju pemintal kutub.
        • Telofasa. Kromosom pada tiap kutub mulai mengalami dekondensasi, diikuti dengan terbentuknya kembali membran inti sel dan sitoplasma perlahan mulai membelah
        • Sitokinesis. Pembelahan sitoplasma selesai
  1. Fasa G (gap)

Fasa G yang terdiri dari G1 dan G2 adalah fasa sintesis zat yang diperlukan pada fasa berikutnya. Pada sel mamalia, interval fasa G2 sekitar 2 jam, sedangkan interval fasa G1 sangat bervariasi antara 6 jam hingga beberapa hari. Sel yang berada pada fasa G1 terlalu lama, dikatakan berada pada fasa G0 atau “quiescent”. Pada fasa ini, sel tetap menjalankan fungsi metabolisnya dengan aktif, tetapi tidak lagi melakukan proliferasi secara aktif. Sebuah sel yang berada pada fasa G0 dapat memasuki siklus sel kembali, atau tetap pada fasa tersebut hingga terjadi apoptosis.

Pada umumnya, sel pada orang dewasa berada pada fasa G0. Sel tersebut dapat masuk kembali ke fasa G1 oleh stimulasi antara lain berupa: perubahan kepadatan sel, mitogen atau faktor pertumbuhan, atau asupan nutrisi.

  1. Interfasa

Merupakan sebuah jedah panjang antara satu mitosis dengan yang lain. Jedah tersebut termasuk fasa G1, S, G2.[

 

B. PEMBELAHAN SEL

1. MITOSIS

Mitosis atau pembelahan inti merupakan stadium akhir dari siklus sel dan merupakan satadium yang paling pendek, yaitu kurang lebih 10% dari keseluruhan waktu yang dibutuhkan untuk satu kali siklus.Selama pemebelahan inti, struktur kromosom tanpak mengalami perubahan-perubahan secara progresif.

DNA pada sel eukariotik sangat panjang.Panjang DNA pada manusia berkisar 3 m atau kira-kira 300.000 kali lebih besar dari diameter sel tersebut. Sebelum sel membelah, semua DNA harus disalin dan dibagi rata agar setiap sel anak memiliki genom lengkap. Replikasi dan distribusi DNA dalam jumlah banyak itu terkelola dengan baik karena molekul- molekul DNA dikemas menjadi kromosom. Setiap species sel eukariotik memiliki jumlah kromosom yang khas di dalam setiap nukleus sel. Misalnya sel somatik manusia (semua sel tubuh kecuali sel reproduktif atau gamet) mengandung 46 kromosom. Sel sperma dan sel telur manusia memiliki jumlah kromosom setengah kromosom sel somatik, yaitu 23 kromsom.

Di dalam setiap kromosom eukariotik terdapat satu molekul DNA linear yang sangat panjang yang mewakili ribuan gen. DNA ini berkaitan dengan berbagai jenis protein yang mempertahankan struktur kromosom dan membantu mengontrol aktivitas gen. Kompleks protein-DNA yang lasim disebut kromatin diorganisasi menjadi serat yang tipis dan panjang. Setelah sel menduplikasi genomnya dalam persiapan pembelahan, kromatin ini memadat. Kromatin ini tergulung dan terlipat sangat padat sehingga terbentuk kromosom yang tebal yang dapat diamati dengan mikroskop cahaya

Gambar 2. Tahap-tahap Pembelahan Mitosis (Sheeler and Bianchi,

1983)

Setiap kromosom terduplikasi terdiri atas dua kromatid saudara

(sister chromatid).

Kedua kromatid yang mengandung salinan molekul DNA kromosom yang identik, mula-mula saling berlekatan satu dengan yang lain. Dalam bentuk padatnya, kromosom ini memiliki “pinggang” yang ramping pada daerah khusus yang disebut sentromer. Pada proses pembelahan sel selanjutnya, kromatid saudara dari semua kromosom ditarik saling menjauh dan dikemas kembali sebagai kumpulan lengkap di dalam dua nukleus baru, masing-masing satu pada setiap ujung sel. Mitosis, yaitu pembelahan nukleus, biasanya segera diikuti oleh sitokinesis, yaitu pembelahan sitoplasma.

Pada proses pembelahan ini, dari satu sel diperoleh dua sel anak yang memiliki informasi genetik yang equivalen dengan sel induknya .

Gambar 3. Duplikasi dan Distribusi Kromosom Selama Mitosis

(Campbell dan Mitchell, 2002)

ProfaseProfase merupakan transisi dari fase G2 ke fase pembelahan

inti atau mitosis (M) dari siklus sel. Profase adalah stadium pertama

dari mitosis. Kromatin yang menyebar selama interfase secara perlahan-lahan terkondensasi menjadi kromosom yang mantap. Jumlah kromatin yang tepat merupakan ciri khas dari setiap species, sekalipun pada species yang berbeda dapat mempunyai jumlah kromatin yang sama. Selain itu pada profase salut inti mulai berdegenerasi dan secara perlahan-lahan inti menjadi tidak tampak, dan terjadilah pembentukan spindel mikrotubul.

PEMBELAHAN MITOSIS

         Pembelahan mitosis menghasilkan sel anakan yang jumlah kromosomnya sama dengan jumlah kromosom sel induknya, pembelahan mitosis terjadi pada sel somatic (sel penyusun tubuh).
Sel – sel tersebut juga memiliki kemampuan yang berbeda – beda dalam melakukan pembelahannya, ada sel – sel yang mampu melakukan pembelahan secara cepat, ada yang lambat dan ada juga yang tidak mengalami pembelahan sama sekalisetelah melewati masa pertumbuhan tertentu, misalnya sel – sel germinatikum kulit mampu melakukan pembelahan yang sangat cepat untuk menggantikan sel – sel kulit yang rusak atau mati. Akan tetapi sel – sel yang ada pada organ hati melakukan pembelahan dalam waktu tahunan, atau sel – sel saraf pada jaringan saraf yang sama sekali tidak tidak mampu melakukan pembelahan setelah usia tertentu. Sementara itu beberapa jenis bakteri mampu melakukan pembelahan hanya dalam hitungan jam, sehingga haya dalam waktu beberapa jam saja dapat dihasilkan ribuan, bahkan jutaan sel bakteri. Sama dnegan bakteri, protozoa bersel tunggal mampu melakukan pembelahan hanya dalam waktu singkat, misalkan amoeba, paramecium, didinium, dan euglena.
Pada sel – sel organisme multiseluler, proses pembelahan sel memiliki tahap – tahap tertentu yang disebut siklus sel. Sel – sel tubuh yang aktif melakukan pembelahan memiliki siklus sel yang lengkap. Siklus sel tersebut dibedakan menjadi dua fase(tahap ) utama, yaitu interfase dan mitosis. Interfase terdiri atas 3 fase yaitu fase G, ( growth atau gap), fase S (synthesis), fase G2(growth atau Gap2).
Pembelahan mitosis dibedakan atas dua fase, yaitu kariokinesis dan sitokinesis, kariokinesis adalah proses pembagian materi inti yang terdiri dari beberapa fase, yaitu Profase, Metafase, dan Telofase. Sedangkan sitokinesis adalah proses pembagian sitoplasma kepada dua sel anak hasil pembelahan.

1. Kariokinesis

          Kariokinesis selama mitosis menunjukkan cirri yang berbeda – beda pada tiap fasenya. Beberapa aspek yang dapat dipelajari selama proses pembagian materi inti berlangsung adalah berubah – ubah pada struktur kromosom,membran inti, mikro tubulus dan sentriol. Cirri dari tiap fase pada kariokinesis adalah:
a)  Profase
1. Benang – benang kromatin berubah menjadi kromosom. Kemudian setiap kromosom membelah menjadi kromatid dengan satu sentromer.
2. Dinding inti (nucleus) dan anak inti (nucleolus) menghilang.
3. Pasangan sentriol yang terdapat dalam sentrosom berpisah dan bergerak menuju kutub yang berlawanan.
4. Serat – serat gelendong atau benang – benang spindle terbentuk diantara kedua kutub pembelahan.

b)  Metafase
Setiap kromosom yang terdiri dari sepasang kromatida menuju ketengah sel dan berkumpul pada bidang pembelahan (bidang ekuator), dan menggantung pada serat gelendong melalui sentromer atau kinetokor.

c) Anaphase
Sentromer dari setiap kromosom membelah menjadi dua dengan masing – masing satu kromatida. Kemudian setiap kromatida berpisah dengan pasangannya dan menuju kekutub yang berlawanan. Pada akhir nanfase, semua kroatida sampai pada kutub masing – masing.

d) Telofase
Pada telofase terjadi peristiwa berikut:

  1. Kromatida yang berada jpada kutub berubah menjasadi benang – benangkromatin kembali.
  2. Terbentuk kembali dinding inti dan nucleolus membentuk dua inti baru.
  3. Serat – serat gelendong menghilang.
  4. Terjadi pembelahan sitoplasma (sitokenesis) menjadi dua bagian, dan terbentuk membrane sel pemisah ditengah bidang pembelahan. Akhirnya , terbentuk dua sel anak yang mempunyai jumlah kromosom yang sama dengan kromosom induknya.

Hasil mitosis:
1. Satu Sel induk yang diploid (2n) menjadi 2 sel anakan yang masing – masing diploid.
2. Jumlah kromosom sel anak sama dengan jumlah kromosom sel induknya.

2 Sitokinesis

          Selama sitokinesis berlangsung, sitoplasma sel hewan dibagi menjadi dua melalui terbentuknya cincin kontraktil yang terbentuk oleh aktin dan miosin pada bagian tengah sel. Cincin kontraktil ini menyebabkan terbentuknya alur pembelahan yang akhirnya akan menghasilkan dua sel anak. Masing – masing sel anak yang terbentuk ini mengandung inti sel, beserta organel – organel selnya. Pada tumbuhan, sitokinesis ditandai dengan terbentuknya dinding pemisah ditengah – tengah sel. Tahap sitokinesis ini biasanya dimasukkan dalam tahap telofase.


Keterangan
:
(a) Sitokinesis pada hewan
(b) Sitokinesis pada tumbuhan

Sebelum profase masing-masing kromosom mengalami duplikasi selama fase sintesis dari siklus sel. Setiap kromosom terdiri atas dua kromatid sister yang bergabung pada suatu tempat yang disebut sentromer atau kinetockor. Pada awal profase, massa mikrotubul sitoplasma yang merupakan bagian dari sitoskeleton rusak dan membentuk kelompok molekul-molekul tubulin yang besar. Molekul-molekul tubulin digunakan kembali untuk konstruksi komponen utama aparatus mitosis atau spindel mitosis. Spindel mitosis merupakan struktur benang bipolar yang sebagian besar disusun oleh mikrotubul yang mula-mula terbentuk di luar nukleus. Pusat pembentukan spindel atau kumparan pada kebanyakan sel hewan ditandai dengan adanya sentriol. Pasangan sentriol pada sel mula-mula berduplikasi dengan suatu proses yang dimulai tepat sebelum fase sintesis.

Duplikasi menghasilkan dua pasang sentriol. Masing-masing pasangan sentriol sekarang menjadi pusat mitosis yang membentuk pusat bagi susunan mikrotubul radial yang disebut aster. Kedua aster tersebut terletak berdampingan dekat salut inti. Pada profase akhir, berkas-berkas mikrotubul polar berinteraksi diantara dua aster, mula- mula memnajang dan tanpak mendorong sentriol ke bagian sepanjang sisi salut inti. Dengan cara ini spindel mitosis bipolar terbentuk. Spindel mitosis terdiri dari mikrotubul dan mikrofilamen yang berasosiasi dengan protein. Berdasarkan perlekatannya, spindel mitosis dibagi menjadi dua yaitu serabut-serabut bipolar yang merentang dari dua kutub spindel ke arah ekuator, dan serabut-serabut kinetokor yang melekat pada sentromer pada setiap kromatid dan merentang ke arah spindel.

Prometafase

Prometafse (metafase awal) dimulai secara tiba-tiba dengan rusaknya inti yang pecah menjadi fragmen-fragmen membran yang tidak dapat dibedakan dengan potongan-potongan retikulm endoplasma. Fragmen-fragmen tersebut tetap berada disekitar kumparan atau spindel selama mitosis. Kumparan-kumparan yang terletak di luar inti sekarang dapat masuk ke daerah inti.

Pada saat prometafase, kromosom-kromosom bermigrasi ke arah pusat spindel. Gerakan tersebut disebabkan karena adanya gerakan yang beragitasi yang disebabkan oleh adanya interaksi antara benang-benang kinetokor dengan komponen-komponen lain dari spindel.

Metafase

Selama metafase, sentromer dari setiap kromosom berkumpul pada bagian tengah spindel pada bidang ekuator. Pada tempat-tempat ini, sentromer-sentromer diikat oleh benang-benang spindel yang terpisah, dimana setiap kromatid dilekatkan pada kutub-kutub spindel yang berbeda. Kadang-kadang benang-benang spindel tidak berasosiasi dengan kromosom dan merentang secara langsung dari satu kutub ke kutub yang lain. Pada saat metafase, sentromer- sentromer diduplikasi dan setiap kromatid menjadi kromosom yang berdiri sendiri atau independen..

Anafase

Anafase dimulai secara tiba-tiba ketika pasangan kinetochor

pada masing-masing kromatid terdorong secara perlahan-lahan menuju kutub spindel. Jadi anafase ditandai dengan terjadinya pemisahan kromatid sister membentuk anak kromosom yang bergerak menuju kutub spindel yang berlawanan.

Telofase

Ketika kromatid-kromatid anakan yang terpisah sampai di kutub, benang-benang kinetochor lenyap, benang-benang kumparan kembali memanjang dan salut inti yang baru kembali terbentuk disekitar masing-masing kromatid anakan. Kromosom nujkleulus tanpak kembali dan mitosis berakhir.

2. SITOKINESIS

Sitokinesis Pada Sel Hewan

Sitoplasma terbagi oleh suatu proses yang dikenal sebagai cleavage yang biasanya dimulai pada akhir anafase dan telofase. Membran pada bagian tengah sel tertarik ke dalam membentuk alur cleavage yang tegak lurus pada sumbu kumparan diantara nukleus dan secara bertahap menyempit hingga pada akhirnya putus dan membentuk dua sel anak secara terpisah.

Sitokinesis Pada Sel Tumbuhan

Berbeda dengan sel hewan, sel tumbuhan tidak mampu membentuk lekuk cleavage. Hal ini disebabkan karena adanya dinding sel yang kaku. Sitokinesis pada dinsing sel tumbuhan tinggi melibatkan vesikula-vesikula yang berasal dari badan golgi dan mikrotubul-miktotubul yang tersusun paralel dan disebut fragmoplas. Vesikula-vesikula yang berasal dari badan golgi berasosiasi dengan mikrotubula fragmoplas dan ditranslokasikan sepanjang mikrotubula ke arah daerah ekuatorial. Vesikula-vesikula tersebut selanjutnya terakumulasi pada daerah dimana mikrotubula fragmoplas mengalami overlap. Vesikula-vesikula selanjutnya berfusi satu sama lain membentuk lempeng sel (Cell plate). Vesikula-vesikula tadi berisi senyawa-senyaw pembentuk papan sel dan dinding sel seperti pektin, hemiselulosa dan selulosa.

Lempeng sel meluas secara lateral hingga mencapai dinding sel semula. Hal tersebut mungkin disebabkan karena mikrotubula- mikrotubula pada fragmoplas awal dirakit dirombak pada bagian perifer dari lempeng sel awal. Di tempat tersebut mereka menarik vesikula-vesikula lain dan kembali berfusi pada bidang ekuator sehingga lempeng sel meluas kearah tepi. Proses ini berulang hingga lempeng sel mencapai membran plasma, dan dua sel baru terpisah secara sempurna. Pada akhirnya mikrofibril-mikrofibril selulosaditempatkan pada bagian bawah lempeng sel untuk membentuk dinding sel baru.

2. MIOSIS

Fertilisasi menandai dimulainya fase diploid pada hewan dan tumbuhan yang berkembang biak secara seksual. Stadium haploid dari siklus seksual dihasilkan dari proses pembelahan inti yang disebut miosis. Miosis berlangsung pada sel-sel miosit yang terdapat di dalam jaringan reproduksi pada suatu organisme. Seperti halnya dengan mitosis, miosis berlangsung setelah fase G1, S dan G2 dari interfase dan menentukan distribusi kromosom yang tepat ke dalam sel-sel anak. Berbeda dengan mitosis, sebab miosis mencakup dua siklus pembelahan berturut-turut dan menghasilkan 4 sel anak. Pembelahan pertama dari miosis disebut pembelahan reduksi. Miosis pertama mengubah inti dari suatu miosit yang mengandung kromosom diploid menjadi inti haploid yang mengandung kromosom n. Jumlah kromosom direduksi jika pasangan kromosom homolog terpisah. Pembelahan kedua disebut equation devision atau miosis kedua. Miosis kedua mengubah dua hasil dari pembelahan miosis pertama menjadi 4 inti haploid.

Pembelahan miosis merupakan suatu bentuk pembelahan inti yang penting pada organisme yang berkembang biak secara seksual. Miosis berlangsung pada organisme eukariota yang mengandung jumlah kromosom diploid (2n). Kedua set kromosom yang berpasangan tersebut dinamakan kromosom homolog. Telah diketahui bahwa manusia m,engandung 46 kromosom atau 23 kromosom homolog (pada manusia n=23). Ke 46 kromosom yang terdapat pada zygot dibentuk pada saat fertilisasi yang diturunkan dari sel sperma dan sel telur dari kedua induknya (paternal dan maternal). Sel sperma dan sel telur mengandung setengah jumlah kromosom induknya dan dinamakanhaploid (n). Jadi sel haploid adalah sebuah sel dengan satu set kromosom tunggal. Sel diploid adalah sel yang memiliki dua set kromosom.

Pengujian dengan mikroskop terhadap ke 46 kromosom manusia menunjukkan bahwa setiap jenis kromosom ada dua dan tersusun berpasang-pasangan dimulai dari kromosom terpanjang. Tampilan visualnya dinamakankariotipe. Kromosom yang membentuk pasangan, yang mempunyai panjang, posisi sentromer, dan pola pewarnaan yang sama dinamakan kromosom homolog. Pengecualian penting terhadap aturan kromosom homolog untuk sel somatic manusia, yaitu pada kromosom X dan Y. Karena keduanya menentukan jenis kelamin suatu individu, maka kromosom X dan Y dinamakan kromosom seks (kromosom jenis kelamin). Kromosom di luar kromosom seks dinamakan kromosom autosom.

2.1. Miosis Pertama

Profase I

Profase pertama merupakan fase yang sangat kompleks dari miosis. Kromosom mulai memadat. Dalam suatu proses yang dinamakan sinapsis, kromosom homolog yang masing-masing tersusun dari dua kromatid saudara muncul secara bersamaaan sebagai suatu pasangan. Masing-masing pasangan kromosom terlihat sebagai suatu tetrad, yaitu kompleks kromosom dengan empat kromatid. Pada banyak tempat di sepanjang kromosom, kromatid kromosom homolog saling silang menyilang. Persilangan yang membantu mengikat kromosom agar tetap bersama ini dinamakan kiasmata (tunggal, kiasma). Semenetara itu komponen seluler lainnya mempersiapkan pemebelahan inti dengan cara yang mirip mitosis. Sentrosom bergerak saling menjauh dan gelendong mikrotubula terbentuk di antaranya.

Selubung nucleus dan nucleoli menyebar. Akhirnya gelendong mikrotubula menangkap kinetokor yang terbentuk pada kromosom, dan kromosom mulai bergerak ke arah lempeng metafase. Biasanya memakan waktu lebih dari 90% waktu yang dibutuhkan untuk miosis. Secara terinci profase pertama terdiri atas 5 fase yaitu leptonema (leptoten), Zygonema (zygoten), Pachynema (pachyten), diplonema (diploten), dan diakinesis.

• Leptonema: Stadium ini ditandai dengan dimulainya kondensasi kromosom., setiapkromosom tanpak terdiri atas dua kromatid.

• Zygonema: Stadium ini ditandai dengan adanya kromosom homolog yang berpasangan. Kejadian ini disebut sinapsis. Setiap unit terdiri atas dua synap, dan kromosom homolog yang telah terduplikasi disebut bivalen atau tetrad. Pada fase ini terbentuk kompleks sinaptonema dimana terjadi crossing over. Crossing over dihasilkan dari pembelahan oleh endonuklease dari DNA sesuai posisi dari dua kromatid non sister yang diikuti dengan transposisi dan penggabungan kembali ujung-ujung bebas dari rantai kromosom homolog. Hasil dari crossing over adalah kombinasi gen-gen baru, dibentuk pada kromosom homolog.

• Pachynema: Selama stadium ini, kromatid menjadi sangat jelas sebagai hasil kondensasi yang terus menerus.

• Diplonema dan diakinesis: Stadium ini ditandai dengan

terjadinya pemisahan kromosom homolog kecuali pada

titik dimana chiasmata dibentuk.

Metafase I

Pada fase ini apparatus spindel terbentuk seperti pada mitosis, dan tetrad berkumpul pada bidang ekuatorial atau bidang pembelahan atau lempeng metafase. Kromosom masih dalam pasangan homolognya. Mikrotubula kinetokor dari masing-masing kutub sel melekat pada satu kromosom, sementara itu mikrotubula dari kutub berlawanan menempel pada homolognya pada daerah sentromer.

Anafase I

Seperti pada mitosis, alat gelendong menggerakkan kromosom ke arah kutub sel, akan tetapi kromatid saudara tetap terikat pada sentromernya dan bergerak sebagai satu unit tunggal ke arah kutub yang sama. Kromosom homolog bergerak ke arah kutub yang berlawanan. Berbeda dengan mitosis, kromosom muncul sendiri-sendiri pada lempeng metafase dan bukan dalam pasangan, dan gelendong memisahkan kromatid saudara dari masing-masing kromosom. Dengan kata lain pada miosis fase anafase I, kromosom homolog (bukan kromatid saudara) dari setiap tetrad terpisah satu dengan yang lain, dan bergerak ke kutub gelendong (spindle) yang berlawanan.

Telofase I

Telofase I menghasilkan pembelahan miosis I. Kumpulan kromosom homolog pada akhirnya dipisahkan menuju kutubnya masing-masing dan terbentuk dua daerah inti yang dapat dibedakan secara jelas. Pada beberapa organisme, salut inti yang baru dibentuk, dan dekondensasi kromosom kadang-kadang terjadi.

Interkinesis adalah periode di antara akhir telofase I dan awal profase II. Periode ini biasanya sangat singkat. DNA yang dihasilkan dari dua inti pada pembelahan miosis pertama tidak mengalami replikasi selama fase interkinesis.

2.1. Miosis Kedua

Profase II

Profase II mirip dengan profase pada pembelahan mitosis, walaupun setiap inti sel hanya memiliki setengah dari jumlah kromosom. Inti haploid dari setiap kromosom disusun atas dua kromatid saudara yang dibentuk sebelum profase I.

Metafase II

Metafase dua mirip dengan metafase pada pembelahan mitosis. Pasangan kromatid bergerak ke pusat spindel dan melekat pada mikrotubula-mnikrotubula.

Anafase II

Mirip dengan anafase pada pembelahan mitosis. Tetapi berbeda dengan anafase I. Pada anafase II kromatid sister terpisah satu sama lain dan bergerak menuju kutub spindel yang berlawanan.

Telofase II

Telofase II mirip dengan telofase pada pembelahan mitosis. Kelompok-kelompok kromosom yang telah terpisah kembali dibungkus oleh salut inti yang baru berkembang dan kromosom mulai mengalami dekondensasi.

Miosis menghasilkan 4 sel haploid. Umumnya pada hewan dan beberap tumbuhan tinggi, miosis yang berlangsung pada jaringan reproduksi diiringi oleh pembelahan sitoplasma. Contoh pembelahan miosis adalah pembentukan gamet pada manusia.

  • Dasar dari reproduksi dan pewarisan keturuan level sel adalah pembelahan sel
  • Hanya manusai yang menghasilkan lebih banyak lagi manusia, tanaman kobis menghasilkan lebih banyak lagi tanaman kobis, udang menghasilkan lebih lagi udang. Fenomena itu dalam peribahasa kuno adalah “like bigets like”
  • Sel berasal dari sel yang sebelumnya telah ada
  • Pembelahan sel mendasari pertumbuhan dan reproduksi. Like bigets like cocok untuk reproduksi aseksual
  • Ketika sebuah sel membelah, kedua sel anakan masing-masing harus memiliki jumlah molekul DNA dan sitoplasma yang dibutuhkan
  • Sel prokariot bakteri bereproduksi melalui pembelahan sel yang disebut fisi bineri yang berarti pembagian menjadi separuh/setengah. Kromoson bekteri tunggal
  • Sel eukariot jumlah kromsomnya banya, besar, dan kompleks.
  • Jumlah kromosom sel eukariot tergantung spesies
  • Pada spesies eukariot multiseluler, sel gamet spermatozoa atau ovum mengandung separuh dari jumlah kromosom sel lain pada tubuhnya yang disebut sel somatis. Contoh manusia, jumlah kromosom 46, pada sel somatisnya adalah 46 dan pada sel spermatozoa atau sel telur kromosomnya berjumlah 23.
  • Pemebelahan sel esensial bagi kehidupan
  • Sel eukariot mengalami siklus sel, yaitu suatu rangkaian kejadian dari saat sel membelah menjadi dua sel ke saat sel anakan membelah lagi.
  • Fase siklus sel fase mitosis disingkat fase M, diikuti fase interfase yang merupakan 90% jumlah total siklus sel. Selama interfase sintesa DNA untuk menduplikasi kromosom terjadi. Selama interfase dibagi lagi ke dalam subfase yaitu subfase G1, yaitu fase sebelum sintesa DNA terjadi. Huruf G berasal dari kata gap. Jadi G1 berarti gap antara pemebelahan sel dan sintesa DNA. Subfase berikutnya adalah subfase G2, yaitu periode antara selesainya sintesa DNA ke pembelahan sel. Selama fase gap baik G1 maupun G2 adalah saat aktivitas metabolisme berlangsung.
  • Mitosis adalah cara efisien memindahkan kopian sejumlah besar informasi genetik dalam berbagai kromosom ke kedua sel anakan.
  • Di bawah mikroskop cahaya, sel yang mengalami pembelahan dapat dilihat kromosomnya. Kromosom berduplikasi lalu kemudian berpisah ke masing-masing sel anakan.
  • Proses pembelahan sel adalah berlangsung kontinyu, tidak terputus-putus
  • Untuk memudahkan mempelajari, proses pembelahan sel dibedakan atas:

Interfase Sel nampak sama dengan sel fase interfase, perubahan belum terdeteksi Profase Kromatin menjadi kromosom yang jelas terlihat, pada sitoplasma ada dua pusat yang terbentuk dari mikrotubul, dinding inti hilang, pada akhir profase dua pusat saling menjauh ke kutub berlawanan dan spindel mikrotubul yang berhubungan dengan pusat terbentuk Metafase Spindel mitosis terbentuk sempurna, sentromer kromosom berbaris pada bidang metafase di daerah ekuator sel Anafase Ketika sentromer memisahkan kromatid-kromatid ke masing-masing kutub, sel mulai memanjang Telofase Kebalikan profase, pemanjangan sel yang dimulai saat anafase berlanjut, dinding inti mulai terbentuk Sitokinesis

  • Ini bagian akhir telofase, yaitu proses pembagian sitoplasma yang berlangsung bersamaan dengan fase telofase, di mana dua sel anakan berpisah benar
  • Sitokinesis berbeda antar sel tanaman dan sel hewan. Pada sel hewan sitokinesis berlangsung melalui proses pembentukan “cleavage furrow”, yang dimulai dari penonjolan landai pada permukaan sel. Pada sel tumbuhan sitokinesis berlangsung melalui pembentukan “lempeng sel”

Faktor-faktor yang mempengaruhi pembelahan sel

  • Penempelan (sel bertumpu): sel membelah setelah sel bertumpu/menempel
  • Kerapatan sel: sel berhenti membelah setelah seluruh permukaan dilipisi satu lapis sel
  • Faktor pertumbuhan (growth factors): walau seluruh permukaan telah penuh sel, bila ditambahi faktor pertumbuhan sel maka pembelahan sel berlangsung mengakibatkan penumpukan sel

Pertumbuhan sel yang di luar kontrol mengakibatkan apa yang disebut kanker

  • sel normal pada kultur tumbuh dan membelah antara 20-50 generasi
  • sel kanker dapat membelah terus tanpa henti sepanjang ada nutrisi. Sel kanker membelah tidak mengikuti pola siklus sel normal, tapi acak.
  • Sel-sel kanker menghasilkan tumor ganas (tumor malignan)
  • Penyebaran sel-sel kanker di luar asal sel kanker disebut metastasis

Macam-macam kanker

  • karcinoma adalah kanker yang menutupi permukaan internal atau eksternal tubuh, seperti kulit, permukaan usus
  • Sarcoma adalah kanker berasal dari jaringan penyokong tubuh, seperti tulang, otot
  • Leukemia: kanker jaringan pembentuk darah, seperti sumsum tulang-          Lymphomas: kanker berasal dari jaringan limfa, lymph nodes

Fungsi mitosis untuk pertumbuhan, penggantian sel yang rusak, dan reproduksi aseksual Kromosom manusia yang 46, kalau diamati mereka masing-masing berpasangan dengan homolognya, sehingga ada 23 pasang kromosom pada manusia Hukum kromosom homolog yaitu kromosom homolog yang berpasangan karena sama ukurannya, sama bentuknya, sama kandungan gen-gennya. Misalnya gen yang mengatur warna mata terdapat pada lokus 1 pada satu kromosom, maka pada kromosom homolognya gen warna mata juga terdapat lokus yang sama, walaupun gennya untuk warna mata yang berbeda Ada dua jenis/tipe kromosom

  • Tipe pertama adalah disebut autosom, sejumlah 22 pasang, terdapat pada baik laki-laki maupun wanita.
  • Tipe kedua, sepasang yang lain adalah penentu kelamin disebut kromosom kelamin atau sex kromosom. Wanita memiliki sepasang sex kromosom disebut kromosom X. Laki-laki memiliki kromosom kelamin X dan Y yang berpasanga. Inilah perkecualian, pada kromosom kelamin laki-laki perkecualian penting terjadi yaitu dua kromosom X dan Y yang berbeda ukuran dan bentuknya juga kandungan gen-gennya berbeda tapi saling berpasangan.

Individu memiliki dua set kromosom, satu berasal dari ayah dan satu berasal dari ibu adalah kunci siklus hidup manusia. Sel yang mengandung dua homolog set kromosom disebut sel diploid, dan jumlah total kromosom disebut angka diploid, disingkat 2n Pada manusia angka diploid adalah 46, yaitu 2n=46. Manusia adalah organisme diploid, karena hampir semua sel penyusun tubuh kita adalah sel diploid. Perkecualian adalah sel telur atau sel spermatozoa, yang keduanya disebut sel gamet. Masing-masing gamet memiliki set tunggal kromosom terdiri atas 22 autosom dan sebuah seks kromosom X dan Y. Sel dengan set tunggal disebut haploid. Pada manusia angka haploid (disingkat n) adalah 23 (n=23) Siklus hidup manusia dimulai dari sebuah sel telur ibu haploid dibuahi oleh sel spermatozoa bapak yang haploid dalam proses yang disebut ferlilisasi, menghasilkan zigot yang diploid. Zigot tumbuh berkembang menjadi dewasa. Pembelahan mitosis menjaga sel-sel anakan dari zigot menerima 46 set kromosom. Ada perubahan terjadi untuk tahapan dari diploid menjadi haploid dalam siklus hidup kita. Gamet kita yang haploid, dihasilkan dari proses pembelahan yang disebut meiosis, yang hanya terjadi selama fase seksual dari siklus hidup kita. Meiosis mereduksi atau mengurangi jumlah kromosom menjadi setengahnya Meiosis adalah proses menghasilkan gamet yang haploid dari diploid

  • pada meiosis sel mengalami dua pembelahan berurutan, disebut meiosis I dan meiosis II
  • Sel anakan yang dihasilkan adalah 4 sel, bukan 2 sel seperti mitosis
  • Dua pembelahan meiosis dilangsungkan oleh hanya satu proses duplikasi kromosom, sehingga hasilnya keempat sel anakan hanya memiliki separuh jumlah kromosom induknya. Reduksi jumlah kromosom terjadi selama meiosis I.

Interfase I Profase I Metafase I, tetrad berjejer pada bidang metafase Anafase I, kromatid sejenis tetap bersama dan pergi ke kutub yang sama Telofase I Cytokinesis Profase II Metafase II Anafase II Telofase II Cytokinesis Bandingkan mitosis dan meiosis

  • orientasi kromosom selama metafase meiosis yang acak, menghasilkan gamet yang beragam, ditambah proses fertilisasi yang acak, keduanya menghasilkan turunan yang bervariasi
  • kromosom homolog membawa gen-gen yang berbeda versinya
  • crossing over, yaitu pergantian segmen kromosom yang berhubungan antara dua kromosom homolog
  • crossing over lebih lanjut meningkatkan variasi genetis

Matrix Ekstraseluler

Monday, January 16th, 2012

Nama    :Habyb Palyoga

NIM       : 105130101111089

PKH-UB 2010

Tugas bioselluler

 

Tugas : Buat dua pertanyaan tentang matriks ekstraseluler sekaligus jawabannya dan terangkan kenapa jawabannya itu.

 

  • Deskripsikan bagaimana matriks ekstraseluler itu!
  • ECM (Matriks Ekstraseluler) terdiri dari 3 kelompok,jelaskan!

 

Jawaban :

ü  Deskripsikan bagaiman matriks ekstraseluler itu!

Dari beberapa sumber dijelaskan bahwa :

“Matriks ekstraseluler (ECM) adalah ekstraseluller bagian dari jaringan hewan yang biasanya memberikan dukungan struktural pada sel hewan disamping melakukan berbagai fungsi penting lainnya.Matriks ekstra seluler adalah ciri jaringan ikat pada hewan (wikipedia,2011).”

“Dimediasi ECM (Ekstraseluler Matriks) berpengaruh terhadap cara sel menjalani kehidupannya dan bagaimana sel berkomunikasi dengan sel lainnya (Anonim,2008).”

“Matriks Ekstraseluler (ECM) adalah struktural yang kompleks disekitarnya dan mendukung sel yang ditemukan pada jaringan mamalia.ECM juga sering disebut jaringan ikat (Michael W King,2011).”

Dari beberapa uraian di atas dapat kita gambarkan bahwa matriks ekstraseluler (ECM) ini adalah suatu bagaian dari jaringan hewan (mamalia) yang memberikan sokongan ataupun dukungan struktural tanpa mengenyampingkan fungsi pentingnya dalam menjalani kehidupan di dalam sel dan membantu dalam proses komunikasi sel satu dengan sel yang lainnya,akan tetapi matriks ekstraseluler ini juga sering disebut jaringan ikat.

ü  ECM (matriks ekstraseluler) terdiri dari tiga kelompok,jelaskan!

Matriks ekstraseluler (ECM) terdiri dari tiga kelompok utama dari biomelekulnya yaitu :

  1. Struktural Protein            à Kolagen
  2. Specialized Protein          à Fibronektin dan Laminin
  3. Proteoglikan

v  Kolagen

Kolagen adalah protein yang paling banyak ditemukan dalam kingdom hewan.Ini adalah protein utama yang terdiri dari ECM sekitar 30 Gen kolagen yang berbeda tersebar.30 Gen inilah yang menghasilkan protein yang menggabung dalam berbagai cara untuk membuat lebih dari 20 jenis fibril kolagen.

Akan tetapi,hanya 12 jenis saja yang memiliki karakteristik yang khusus sebagaimana yang bisa dilihat di bawah :

      Jenis I dengan rantai komposisi [A1(I)2[α(1)] dengan simbol gen COL1A1 / COL1A2 memiliki struktural detail 300nm,67nm fibril banded terletak di kulit,tendon,tulang dll

      Jenis II dengan rantai komposisi [A1(II)]3 dengan simbol gen COL2A1 memiliki struktur 300nm,67nm fibril kecil terletak di tulang rawan,humor vitreous

      Jenis III dengan rantai komposisi [A1(III)]3 dengan simbol gen COL3A1 memiliki struktur 300nm,67nm fibril kecil terletak di kulit,otot dan sering juga bersama tipe I

      Jenis IV dengan rantai komposisi [A1(IV)2[α2(IV)] dengan simbol gen COL4A1 melalui COL4A6 dengan struktur 390nm domain globular C-panjang,non fibrillar terletak di semua lamina basal.

      Jenis V dengan rantai komposisi [A1(V)[α2(V)[α3(V)] dengan simbol gen COL5A1/COL5A2/COL5A3 dengan struktur 390nm domain globular N-panjang,serat kecil terletak di intertisial jaringan,Assoc dengan tipe I

      Jenis VI dengan rantai komposisi [A1(VI)][α2(VI)][α3(VI)] dengan simbol COL6A1/COL6A2/COL6A3 dengan struktur 150 nm,N+C panjang Globular domain,mikrofibril,fibril banded 100nm terletak di jaringan intertisial dengan tipe I

      Jenis VII dengan komposisi [A1(VII)]3 dengan simbol gen COL7A1 dengan struktur 450nm,dimer terletak di epitel

      Jenis VIII dengan komposisi [A1(VIII)]3 dengan simbol gen COL8A1/COL8A2 terletak di endotel dengan struktur : (-)

      Jenis IX dengan komposisi [A1(IX)][α2(IX)[α3(IX)] dengan simbol COL9A1/COL9A2/COL9A3 dengan struktur 200nm,N-panjang Globular domain,proteoglycon terikat terletak di tulang rawan Assoc dengan tipe II

      Jenis X dengan komposisi [A1(X][α2(X)[α3(X)] dengan simbol COL10A1 dengan struktur 150nm C-panjang globular domain terletak di hipertrofik dan mineralizing tulang rawan

      Jenis XI dengan komposisi [A1(XI)][α2(XI)][α3(XI)] dengan simbol COL11A1/COL11A2 dengan struktur 300nm dengan serat kecil terletak di tulang rawan

      Jenis XII dengan komposisi α1(XII) dengan simbol COL12A1 terletak di ( – ) berinteraksi dengan tipe I dan III dengan struktur ( – )

v  Spesialized Protein

  1. Fibronektin

Peran dari fibronektin adalah untuk melampirkan sel ke berbagai matriks ekstraseluler.Fibrinektin menempel pada semua matriks ekstraseluler kecuali tipe IV yang melibatkan molekul laminin sebagai perekat.Fibronektin adalah dimer dari 2 peptida serupa,setiap rantai 60-70nm panjang dan 2-3nm tebal

  1. Laminin

Semua lamina basal mengandung seperangkat protein dan GAG.Ini adalah tipe IV kolagen,proteoglikan sulfat heparan,entactin dan laminin.Lamina sering disebut sebagai tipe W matriks.Masing-masing komponen dari lamina basal adalah disintesis oleh sel-sel yang beristirahat di atasnya.

v  Proteoglikan

Ini terdiri dari protein yang terpasang rantai panjang mengulang unit disakarida disebut dari glukosaminoglikan (GAG) membentuk sangat tinggi berat molekul komplek dengan komponen ECM.Proteoglikan juga bersangkutan dengan glysaminolycan dan proteoglikan.

Sumber :

  1. Anonim.Sel Komunikasi.www.tp.unud.ac.id/biotek/biology-sel/sel-komunikasi/ (diakses tanggal 11 April 2011)
  2. Anonim.Matriks Ekstraseluler.http://en.wikipedia.org/wiki/ekstraseluler-matrikx (diakses pada tanggal 11 april 2011)
  3. King,Michael W.The Ekstraseluler Matrix.themedicalbiochemistrypage.org /extracellularmatrix.html (diakses pada tanggal 11 April 2011)

Membran Sel

Friday, January 13th, 2012
  1. 1.      Strurktur dan fungsi membran

Membran utamanya disusun oleh lemak berbentuk lipid  bilayer. Selain lemak, komponen penyusun membran adalah protein dan karbohidrat dengan komposisi bergantung kepada jenis spesies. Membran sel merupakan lipid bilayer. (disebut sebagaii fluid-mosaic model). Molekul penyusun utama adalah fosfolipid, yang terdiri dari bagian kepala yang polar (hidrofilik) dan dua ekor nonpolar (hidrofobik).

Membran plasma atau membran sel tersusun atas molekul lemak dan protein. Molekul lemak terdiri atas dua lapis, terdapat di bagian tengah membran. Di sebelah luarnya terdapat lapisan protein perifer (protein tepi yang menempel di lapisan fosfolipid), yang menyusun tepi luar dan dalam membran. Selain protein perifer, terdapat pula molekul-molekul protein tertentu yang masuk ke dalam lapisan lemak. Bahkan ada yang masuk hingga menembus dua lapisan lemak. Protein yang masuk ke lapisan lemak itu disebut protein integral (protein yang terbenam). Pada tempat-tempat tertentu, terbentuk pori yang dibatasi oleh molekul protein. Tebal membran plasma antara 5-10 nm.

Fungsi membran sel

v  Kompartementalisasi

         Membran plasma membagi protoplasma menjadi beberapa kompartemen (ruangan). Membran sel membungkus seluruh protoplasma. Membran inti memisahkan nukleoplasma dengan dari stoplasma. Selain itu selaput plasma membagi sitoplasma menjadi beberapa kompartemen yang disebut dengan organel. Adanya selaput ini pembatas ini  sangat penting karena memungkinkan kegiatan setiap kompartemen dapat berlangsung tanpa gangguan dari kompatemen lain namun tetap dapat bekerja sama.

v  Barier selektif permeabel

         Membran sel mencegah pertukaran materi secara bebas dari satu sisi ke sisi lain pada saat bersamaan. Membran plasma harus menjamin pertukaran molekul antara bagian lur dan dalam pada saat yang tepat.

v  Transport molekul

         Membran plasma mengandung mesin transpor molekul dari satu sisi ke sisi lain yang mencegah molekul dengan konsentrasi rendah masuk ke dalam sel daerah yang memeiliki konsentrasi tinggi.  Mesin ini memungkinkan sel mengakumulasi molekul tertentu dalam konsentari yang lebih tinggi di bandingkan di sebelah luar.

v  Penghantaran signal

         Membran plasma memainkan peran penting dalam respon sel terhadap signal. Proses itu disebut dengan penghantaran signal. Membran sel memiliki resptor yang berkombinasi dengan molekul tertentu (ligan). Setiap sel berbeda memiliki reseptor berbeda, yang mampu mengenali dan berespon terhadap ligan pada lingkungan berbeda.

v  Interaksi interseluler

         Membran sel memperantarai interaksi antar sel pada organisme multiseluler. Membran sel memungkinlkan sel mengenal satu sama lain, berikatan dan saling bertukar materi dan informasi

  1. 2.         Tipe dan cara kerja protein membrane

Protein membran dapat diklasifikasi menjadi tiga kelas berdasarkan hubungan (posisi) pada lipid bilayer, yaitu:

v  Protein integral

            Protein integral adalah protein yang berpenetrasi kedalam lipid bilayer. Protein ini dapat menembus membran sehingga memiliki domain pada sisi ekstra seluler dan sitoplasmik dari membran.

v  Protein perifer

            Seluruhnya berlokasi dibagian luar dari lipid bilayer, baik itu di permukaan sebelah ekstraseluler maupun sitoplasmik dan berhubungan dengan membran malalui ikatan non kovalen.

v  Lipid anchor protein

            Terdapat disebelah luar lipid bilayer tetapi berikatan secara kovalen dengan molekul lemak yang terdapat pada lipid bilayer.

            Protein membran plasma memiliki fungsi yang sangat luas antara lain sebagai protein pembawa (carrier) senyawa melalui membran sel, penerima isyarat (signal) hormonal dan meneruskan isyarat tersebut ke bagian sel sendiri atau sel lainnya. Protein selaput plasma juga berfungsi sebagai pengikat komponen sitoskeleton dengan senyawa-senyawa ekstraseluler. Protein-protein permukaan luar memberikan ciri individual sel dan macam protein dapat berubah sesuai dengan diferensiasi sel. Protein-protein pada membran sel banyak juga yang berfungsi sebagai enzim terutama yang terdapat pada selaput mitokondria, retikulum endoplasma dan kloroplas. Sebagai contoh, senyawa-senyawa fosfolipid membran plasma disintesis oleh enzim-enzim yang terdapat pada membran retikulum endoplasma.

.

  1. 3.      Permeabilitas membran dan bagaimana suatu zat dapat melewati membran baik masuk maupun keluar sel ?

Membran sel bersifat semi permeable artinya hanya ion ion tertentu yang dapat masuk melaluinya

Zat / substrat dapat melewati membran dibantu atau difasilitasi oleh protein transport. Masing – masing protein transport membawa molekul tertentu melewati membran. Ada beberapa jenis protein transport seperti : protein chanel, protein carrier, dan protein pompa.

Ada dua jenis transport yang mampu melewati membran

v  Difusi yang difasilitasi

Ion mengalir secara pasif. Dari konsetrasi tinggi ke konsentrasi rendah. Dibantu oleh protein membran. Tidak membutuhkan energi.

v  Transport aktif

Mengalirkan ion secara aktif, dari konsentrasi rendah ke konsentrasi tinggi. Transport aktif membutuhkan energi untuk melawan konsentrasi.

Adaptasi

Wednesday, January 11th, 2012

 Disusun Oleh :   

MUNIP SETYOWATI ( 105130101111100)

HABYB PALYOGA (105130101111089)

 

BAB I

PENDAHULUAN

Latar Belakang

            Adaptasi adalah proses dimana dimensi fisiologis dan psikososial berubah dalam berespon terhadap stress. Stress terjadi jika orang dihadapkan dengan peristiwa yang dirasakan mengancam fisik atau psikologisnya. Peristiwa stress di sebut stressor.

            Stresor yang menstimulasi adaptasi mungkin berjangka pendek, seperti demam atau berjangka panjang seperti paralysis dari anggota gerak tubuh. Agar dapat berfungsi optimal, seseorang harus mampu berespons terhadap stressor dan beradaptasi terhadap tuntutan atau perubahan yang dibutuhkan. Adaptasi membutuhkan respons aktif dari seluruh individu.

            Suatu proses adaptif terjadi ketika stimulus dari lingkungan internal dan eksternal menyebabkan penyimpangan keseimbangan organisme. Dengan demikian adaptasi adalah suatu upaya untuk mempertahankan fungsi yang optimal. Adaptasi melibatkan refleks, mekanisme otomatis untuk perlindungan, mekanisme koping dan idealnya dapat mengarah pada penyesuaian atau penguasaan situasi (Selye, 1976, ; Monsen, Floyd dan Brookman, 1992).

Rumusan Masalah

  1. Apa yang dimaksud dengan teori adaptasi?
  2. Bagaimanakah bentuk konsep adaptasi?
  3. Bagaimanakah model konsep adaptasi?
  4. Bagaimanakah cara beradaptasi?

Tujuan

  1. Untuk mengetahui apa yang dimaksud dengan teori adaptasi
  2. Untuk mengetahui lebih jauh tentang konsep adaptasi
  3. Untuk mengetahui model konsep adaptasi
  4. Untuk mengetahui cara beradaptasi

BAB II

PEMBAHASAN

TEORI ADAPTASI

            Individu memiliki integritas keseluruhan dalam komponen bio,psiko dan sosial yang berinteraksi secara konstan.Lingkungan termasuk semua kondisi,keadaan sekitar yang mengelilingi dan mempengaruhi perkembangan dan kepribadian seseorang.Perubahan lingkungan merangsang seseorang untuk membuat respon adaptasi.Contohnya sehat terjadi jika individu mampu beradaptasi pada masalah-masalah di lingkungan yang selalu berubah.Tingkat adaptasi manusia tergantung dari stimulus yang diterima dan yang masih dapat diadaptasi secara normal.

            Adaptasi adalah proses dimana dimensi fisiologis dan psikososial berubah dalam berespon terhadap stress.Indifidu adalah makhluk biopsikososial sebagai kesatuan yang utuh,dan individu dikatakan sehat jika mampu memenuhi kebutuhan tersebut.Dalam beradaptasi,individu menggunakan mekanisme koping yang positif dan negatif,kemampuan beradaptasi dipengaruhi oleh 3 komponen yaitu penyebab utama terjadinya perubahan,kondisi dan situasi yang ada dan keyakinan dan pengalaman dalam beradaptasi.Setiap individu berespon terhadap kebutuhan fisiologik,konsep diri,kemampuan hidup mandiri dan kemampuan untuk melakukan peran dan fungsi secara optimal untuk menjaga integritas diri.Kemandirian seseorang lebih difokuskan pada kebutuhan dan kemampuan melakukan interaksi sosialtermasuk kebutuhan akan dukungan orang lain.

            Faktor penting yang mempengaruhi tingkah
laku manusia :

1. Kebutuhan :

  • Kebutuhan badaniah
  • Kebutuhan psikologis

2. Dorongan :

  • Menjamin agar manusia berusaha
  • memenuhi kebutuhannya

             Individu adalah makhluk biopsikososial sebagai suatu kesatuan yang utuh yang memiliki mekanisme untuk beradaptasi terhadap perubahan lingkungan.Proses adaptasi adalah suatu proses yang mempengaruhi kesehatan secara positif.Prses adaptasi menyangkut semua interaksi manusia dengan lingkungannya.Lingkungan dipandang sebagai suatu unsur di dalam dan di sekitar manusia.

            Suatu proses adaptif terjadi ketika stimulus dari lingkungan internal dan eksternal menyebabkan penyimpangan keseimbangan organisme. Dengan demikian adaptasi adalah suatu upaya untuk mempertahankan fungsi yang optimal. Adaptasi melibatkan refleks, mekanisme otomatis untuk perlindungan, mekanisme koping dan idealnya dapat mengarah pada penyesuaian atau penguasaan situasi menyeluruh. (Selye, 1976, ; Monsen, Floyd dan Brookman, 1992).

Stres dapat mempengaruhi dimensi fisik, perkembangan, emosional, intelektual, sosial dan spiritual. Sumber adaptif terdapat dalam setiap dimensi ini. Oleh karenanya, ketika mengkaji adaptasi klien terhadap stress, perawat harus mempertimbangkan individu secara

BENTUK-BENTUK  / JENIS ADAPTASI

 

  1. ADAPTASI FISIOLOGIS

adalah adaptasi yang meliputi fungsi alat-alat tubuh. Adaptasi ini bisa berupa enzim yang dihasilkan suatu organisme. Kamu tidak mudah mengamati adaptasi fisiologi karena adaptasi fisiologi menyangkut fungsi alat-alat tubuh yang umumnya terletak di bagian dalam tubuh. Contoh adaptasi fisiologi adalah sebagai berikut:

  • Adaptasi Fisiologi pada Manusia
  1. Jumlah sel darah merah orang yang tinggal di pegunungan lebih banyak jika dibandingkan dengan orang yang tinggal di pantai/dataran rendah.
  2. Ukuran jantung para atlet rata-rata lebih besar dari pada ukuran jantung orang kebanyakan.
  3. Pada saat udara dingin, orang cenderung lebih banyak mengeluarkan urine (air seni).

  • Adaptasi Fisiologi pada Hewan

Berdasarkan jenis makanannya, hewan dapat dibedakan menjadi karnivor (pemakan daging). herbivor memakan tumbuhan), serta omnivor (pemakan daging dan turnbuhan). Penyesuaian hewan-hewan tersebut terhadap jenis makanannya. antara lain terdapat pada ukuran (panjang) usus dan enzim pencernaan yang berbeda. Untuk mencerna tumbuhan yang umumnya mempunyai sel-sel berdinding sel keras, rata-rata usus herbrvor lebih panjang daripada usus karnivor.

  • Adaptasi Fisiologi pada Tumbuhan
  1. Tumbuhan yang penyerbukannya dibantu oleh serangga mempunyai bunga yang berbau khas.
  2. Tumbuhan tertentu menghasilkan zat khusus yang dapat menghambat pertumbuhan tumbuhan lain atau melindungi diri terhadap herbivor. Misalnya. semak azalea di Jepang menghasilkan bahan kimia beracun sehingga rusa tidak memakan daunnya.

  1. ADAPTASI PSIKOLOGIS

Emosi kadang dikaji secara langsung atau tidak langsung dengan mengamati perilaku klien. Stress mempengaruhi kesejahteraan emosional dalam berbagai cara. Karena kepribadian individual mencakup hubungan yang kompleks di antara banyak faktor, maka reaksi terhadap stress yang berkepanjangan ditetapkan dengan memeriksa gaya hidup dan stresor klien yang terakhir, pengalaman terdahulu dengan stressor, mekanisme koping yang berhasil di masa lalu, fungsi peran, konsep diri dan ketabahan yang merupakan kombinasi dari tiga karakteristik kepribadian yang di duga menjadi media terhadap stress. Ketiga karakteristik ini adalah rasa kontrol terhadap peristiwa kehidupan, komitmen terhadap aktivitas yang berhasil, dan antisipasi dari tantangan sebagai suatu kesempatan untuk pertumbuhan (Wiebe dan Williams, 1992 ; Tarstasky, 1993)

  1. ADAPTASI PERKEMBANGAN

Stres yang berkepanjangan dapat mempengaruhi kemampuan untuk menyelesaikan tugas perkembangan. Pada setiap tahap perkembangan, seseorang biasanya menghadapi tugas perkembangan dan menunjukkan karakteristik perilaku dari tahap perkembangan tersebut. Stress yang berkepanjangan dapat mengganggu atau menghambat kelancaran menyelesaikan tahap perkembangan tersebut. Dalam bentuk yang ekstrem, stress yang berkepanjangan dapat mengarah pada krisis pendewasaan.Bayi atau anak kecil umumnya menghadapi stressor di rumah . Jika diasuh dalam lingkungan yang responsive dan empati, mereka mampu mengembangkan harga diri yang sehat dan pada akhirnya belajar respons koping adaptif yang sehat (Haber et al, 1992).

Anak-anak usia sekolah biasanya mengembangkan rasa kecukupan. Mereka mulai mnyedari bahwa akumulasi pengetahuan dan penguasaan keterampilan dapat membantu mereka mencapai tujuan , dan harga diri berkembang melalui hubungan berteman dan saling berbagi di antara teman. Pada tahap ini, stress ditunjukkan oleh ketidakmampuann atau ketidakinginan untuk mengembangkan hubungan berteman.Remaja biasanya mengembangkan rasa identitas yang kuat tetapi pada waktu yang bersamaan perlu diterima oleh teman sebaya. Remaja dengan sistem pendukung sosial yang kuat menunjukkan suatu peningkatan kemampuan untuk menyesuaikan diri terhadap stressor, tetapi remaja tanpa sistem pendukung sosial sering menunjukkan peningkatan masalah psikososial (Dubos, 1992).

4.Adaptasi Morfologi

            Adaptasi morfologi adalah penyesuaian bentuk tubuh. Struktur tubuh. atau alat-alat tubuh organisme terhaclap lingkungannya. Kamu dengan mudah dapat mengamati adaptasi morfologi karena perubahan yang terjadi merupakan perubahan bentuk luar. Contoh adaptasi morfologi adalah sebagai berikut.

  • Adaptasi Morfologi pada Hewan

            Mengapa bentuk paruh burung bermacam-macam?, bentuk paruh burung bermacam-macarn disesuaikan dengan jenis makanannya. Burung paruhnya sesuai untuk makan biji-bijian. Burung kolibri, paruhya sesuai untuk mengisap madu dari bunga. Burung pelikan, paruhnya sesuai untuk menangkap ikan. Burung elang, paruhnya sesuai untuk mengoyak daging mangsanya. Burung pelatuk. paruhnya sesuai untuk memahat batang pohon dan menangkap serangga di dalamnya. Adaptasi morfologi pada burung juga dapat dilihat pada macam-macam bentuk kakinya.

  • Adaptasi Morfologi pada Tumbuhan

Berdasarkan tempat hidupnya, tumbuhan dibedakan menjadi sebagai berikut.

  1. Xeroflt, yaitu tumbuhan yang menyesuaikan diri dengan lingkungan yang kering, contohnya kaktus. Cara adaptasi xerofit. antara lain mempunyai daun berukuran kecil atau bahkan tidak berdaun (mengalami modifikasi menjadi duri), batang dilapisi lapisan lilin yang tebal, dan berakar panjang sehingga berjangkauan sangat luas.
  2. Hidrofit. yaitu tumbuhan yang menyesuaikan diri dengan lingkungan berair, contohnya teratai. Cara adaptasi hidrofit, antara lain berdaun lebar dan tipis, serta mempunyai banyak stomata.
  3. Higrofit, yaitu tumbuhan yang menyesuaikan diri dengan lingkungan lembap, contohnya tumbuhan paku dan lumut.

5. Adaptasi Tingkah Laku

            Adaptasi tingkah laku adalah penyesuaian organisme terhadap lingkungan dalam bentuk tingkah laku. Kamu dapat dengan mudah mengamati adaptasi ini. Contoh adaptasi tingkah laku adalah sebagai berikut.

  • Adaptasi Tingkah Laku pada Hewan
  1. Bunglon melakukan mimikri, yaitu mengubah-ubah warna kulitnya sesuai dengan warna lingkungan/tempat hinggapnya. Dengan mengubah warna kulitnya sesuai dengan lingkungannya, bunglon terlindung dari pemangsanya sekaligus tersamar dari hewan yang akan dimangsanya. Dengan demikian, bunglon dapat terhindar dari bahaya dan sekaligus lebih mudah menangkap mangsanya.
  2. Cumi-cumi mengeluarkan tinta/cairan hitam ketika ada bahaya yang mengancamnya. Cumi-cumi juga mampu mengubah-ubah warna kulitnya sesuai dengan warna lingkungannya.
  3. Secara berkala, paus muncul di permukaan air untuk menghirup udara dan menyemprotkan air. Paus melakukan tindakan demikian karena alat pernapasannya berupa paru-paru tidak dapat memanfaatkan oksigen yang terlarut di dalam air.
  4. Dalam keadaan bahaya, cecak melakukan autotomi, yaitu memutuskan ekornya. Ekor cecak yang terputus tetap dapat bergerak sehingga perhatian pemangsanya beralih pada ekor tersebut dan cecak dapat menyelamatkan diri.

  • Adaptasi Tingkah Laku pada Tumbuhan
  1. Pada saat lingkungan dalam keadaan kering, tumbuhan yang termasuk suku jahe-jahean akan mematikan sebagian tubuhnya yang tumbuh di permukaan tanah.
  2. Pada musim kemarau. tumbuhan tropofit, misalnya pohon jati dan randu, menggugurkan daunnya.

MODEL KONSEP ADAPTASI

Model konsep adaptasi pertama kali dikemukakan oleh Suster Callista Roy (1969). Konsep ini dikembangkan dari konsep individu dan proses adaptasi seperti diuraikan di bawah ini. Asumsi dasar model adaptasi Roy adalah :

  1. Manusia adalah keseluruhan dari biopsikologi dan sosial yang terus-menerus berinteraksi dengan lingkungan.
  2. Manusia menggunakan mekanisme pertahanan untuk mengatasi perubahan-perubahan biopsikososial.
  3. Setiap orang memahami bagaimana individu mempunyai batas kemampuan untuk beradaptasi. Pada dasarnya manusia memberikan respon terhadap semua rangsangan baik positif maupun negatif.
  4. Kemampuan adaptasi manusia berbeda-beda antara satu dengan yang lainnya, jika seseorang dapat menyesuaikan diri dengan perubahan maka ia mempunyai kemampuan untuk menghadapi rangsangan baik positif maupun negatif.
  5. Sehat dan sakit merupakan adalah suatu hal yang tidak dapat dihindari dari kehidupan manusia.

Tiga elemen penting yang termasuk dalam Model Adaptasi adalah 1) manusia; 2) lingkungan; 3) sehat. Unsur keperawatan terdiri dari dua bagian yaitu tujuan keperawatan dan aktivitas keperawatan. Juga termasuk dalam elemen penting pada konsep adaptasi.

1. Manusia

Roy mengemukakan bahwa manusia sebagai sebuah sistem adaptif. Sebagai sistem adaptif, manusia dapat digambarkan secara holistik sebagai satu kesatuan yang mempunyai input, kontrol, out put dan proses umpan balik. Proses kontrol adalah mekanisme koping yang dimanifestasikan dengan cara- cara adaptasi. Lebih spesifik manusia didefenisikan sebagai sebuah sistem adaptif dengan aktivitas kognator dan regulator untuk mempertahankan adaptasi dalam empat cara-cara adaptasi yaitu : fungsi fisiologis, konsep diri, fungsi peran dan interdependensi. Dalam model adaptasi keperawatan, manusia dijelaskan sebagai suatu sistem yang hidup, terbuka dan adaptif yang dapat mengalami kekuatan dan zat dengan perubahan lingkungan. Sebagai sistem adaptif manusia dapat digambarkan dalam istilah karakteristik sistem, jadi manusia dilihat sebagai satu-kesatuan yang saling berhubungan antara unit fungsional secara keseluruhan atau beberapa unit fungsional untuk beberapa tujuan. Input pada manusia sebagai suatu sistem adaptasi adalah dengan menerima masukan dari lingkungan luar dan lingkungan dalam diri individu itu sendiri. Input atau stimulus termasuk variabel standar yang berlawanan yang umpan baliknya dapat dibandingkan. Variabel standar ini adalah stimulus internal yang mempunyai tingkat adaptasi dan mewakili dari rentang stimulus manusia yang dapat ditoleransi dengan usaha-usaha yang biasa dilakukan. Proses kontrol manusia sebagai suatu sistem adaptasi adalah mekanisme koping. Dua mekanisme koping yang telah diidentifikasi yaitu : subsistem regulator dan subsistem kognator. Regulator dan kognator digambarkan sebagai aksi dalam hubungannya terhadap empat efektor atau cara-cara adaptasi yaitu : fungsi fisiologis, konsep diri, fungsi peran dan interdependen.

2. Lingkungan

Lingkungan digambarkan sebagai dunia di dalam dan di luar manusia. Lingkungan merupakan masukan (input) bagi manusia sebagai sistem yang adaptif sama halnya lingkungan sebagai stimulus internal dan eksternal. Lebih lanjut stimulus itu dikelompokkan menjadi tiga jenis stimulus yaitu : fokal, kontekstual dan residual.

1. Stimulus fokal yaitu rangsangan yang berhubungan langsung dengan perubahan lingkungan misalnya polusi udara dapat menyebabkan infeksi paru, kehilangan suhu pada bayi yang baru lahir.

2. Stimulus kontekstual yaitu : stimulus yang menunjang terjadinya sakit (faktor presipitasi) keadaan tidak sehat. Keadaan ini tidak terlihat langsung pada saat ini. Misalnya : daya tahan tubuh yang menurun, lingkungan yang tidak sehat.

3. Stimulus residual yaitu : sikap, keyakinan dan pemahaman individu yang dapat mempengaruhi terjadinya keadaan tidak sehat atau disebut dengan faktor presdiposisi sehingga terjadi kondisi fokal. Misalnya : persepsi klien tentang penyakit, gaya hidup dan fungsi peran.

Lebih luas lagi lingkungan didefinisikan sebagai segala kondisi, keadaan di sekitar yang mempengaruhi keadaan, perkembangan dan perilaku manusia sebagai individu atau kelompok.

3. Sehat

Menurut Roy, kesehatan didefinisikan sebagai keadaan dan proses menjadi manusia secara utuh dan terintegrasi secara keseluruhan. Integritas atau keutuhan manusia menyatakan secara tidak langsung bahwa kesehatan atau kondisi tidak terganggu mengacu kelengkapan atau kesatuan dan kemungkinan tertinggi dari pemenuhan potensi manusia. Jadi integrasi adalah sehat, sebaliknya kondisi yang tidak ada integrasi adalah kurang sehat. Definisi kesehatan ini lebih dari tidak adanya sakit tapi termasuk penekanan pada kondisi sehat sejahtera. Dalam model adaptasi keperawatan, konsep sehat dihubungkan dengan konsep adaptasi. Adaptasi yang bebas energi dari koping yang inefektif dan mengizinkan manusia berespons terhadap stimulus yang lain. Adaptasi adalah komponen pusat dalam model adaptasi keperawatan. Di dalamnya menggambarkan manusia sebagai sistem adaptif. Proses adaptasi termasuk semua interaksi manusia dan lingkungan terdiri dari dua proses. Bagian pertama dari proses ini dimulai dengan perubahan dalam lingkungan internal dan eksternal yang membutuhkan sebuah respons. Perubahan- perubahan itu adalah stresor atau stimulus fokal dan ditengahi oleh faktor- faktor kontekstual dan residual. Bagian kedua adalah mekanisme koping yang merangsang untuk menghasilkan respons adaptif atau inefektif. Produk adaptasi adalah hasil dari proses adaptasi dan digambarkan dalam istilah kondisi yang meningkatkan tujuan-tujuan manusia yang meliputi : kelangsungan hidup, pertumbuhan, reproduksi dan penguasaan yang disebut integritas. Kondisi akhir ini adalah kondisi keseimbangan dinamik equilibrium yang meliputi peningkatan dan penurunan respons. Setiap kondisi adaptasi baru dipengaruhi oleh tingkat adaptasi, sehingga dinamik equilibrium manusia berada pada tingkat yang lebih tinggi. Jarak yang besar dari stimulus dapat disepakati dengan suksesnya manusia sebagai sistem adaptif. Jadi peningkatan adaptasi mengarah pada tingkat-tingkat yang lebih tinggi pada keadaan sejahtera atau sehat.

CARA BERADAPTASI

  1. Berorientasi pada tugas

v  Misalnya :

ü  seseorang yang menghadapi kegagalan  kemungkinan bereaksi,

ü  penyesuaian diri berupa serangan (bekerja lebih keras) atau menghadapi secara terang-terangan,

ü  menarik diri dan tidak mau tau lagi (tidak berusaha),

ü  kompromi atau mengurangi keinginannya lalu memilih jalan tengah.

Reaksi tersebut menunjukkan langkah-langkah :
a.Mempelajari dan menentukan persoalan,
b.Menyusun alternatif penyelesaian,
c.Menentukan tindakan yang mempunyai kemungkinan besar akan    berhasil,
d.Bertindak,
e.Menilai hasil tindakan dan dapat mengambil langkah yang lain bila kurang memuaskan .

BAB III

PENUTUP

KESIMPULAN:

Adaptasi adalah proses dimana dimensi fisiologis dan psikososial berubah dalam berespon terhadap stress. Perubahan lingkungan merangsang seseorang untuk membuat respon adaptasi. Dalam beradaptasi,individu menggunakan mekanisme koping yang positif dan negatif.Kemampuan beradaptasi dipengaruhi oleh 3 komponen yaitu penyebab utama terjadinya perubahan,kondisi dan situasi yang ada dan keyakinan dan pengalaman dalam beradaptasi. Tiga elemen penting yang termasuk dalam Model Adaptasi adalah 1) manusia; 2) lingkungan; 3) sehat.

DAFTAR PUSTAKA

  1. http://prasetijo.wordpress.com/2008/01/28/adaptasi-dalam-anthropologi/.

Diakses tanggal 31 Mei pukul 08.00 WIB.

  1. Arens, Alvin A, JK Loebbecke, 1995. Auditing. Adaptasi Amir Abadi Yusuf. Edisi 5. Jakarta: Salemba Empat.
  2. Arikunto, Suharsimi, DR, 2002. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: Rineka Cipta.

LIMPA

Friday, January 6th, 2012

Disusun oleh :

  1. M. Alif Nur M                        115130101111066
  2. Visti Ajeng Naval       115130101111067
  3. Ika Dahlia                   115130101111069

LIMPA

Getah bening atau limfa berasal dari plasma darah yang keluar dari kapiler dan dialirkan oleh pembuluh limfa.

  • Pembuluh limfa yang berasal dari kepala, leher, dada, jantung, paru-paru dan lengan kanan akan bersatu menjadi pembuluh limfa kanan (ductus limfaticus dexter).
  • Adapun pembuluh limfa yang berasal dari bagian lainnya akan bersatu menjadi pembuluh limfa dada (ductus thorasicus) dan bermuara di vena bawah selangka.

Limpa adalahsebuah kelenjar berwarna ungu tua yang terletak di sebelah kiri abdomen di daerah hipogastrium kiri di bawah iga kesembilan, sepuluh dan sebelas. Limpa berdekatan dengan fundus dan permukaan luarnya menyentuh diafragma. Limpa menyentuh ginjal kiri, kelokan kolon di kiri atas dan ekor pankreas.

Limpa terdiri atas jalinan struktur jaringan ikat. Di antara jalinan-jalinan itu terbentuk isi limpa atau pulpa yang terdiri atass jaringan limfe dan sejumlah besar sel darah. Limpa dibungkus oleh kapsul yang terdiri atas jaringan kolagen dan elastik dan beberapa serabut otot halus. Serabut otot halus ini berperan-seandainya-sangat kecil bagi fungsi limpa manusia. Dari kapsul itu keluar tajuk-tajuk yang disebut trabekula yang masuk ke dalam jaringan limpa dan membaginya dalam beberapa bagian.

Pembuluh darah limpa masuk dan keluar melalui hilum yang berada di permukaan dalam. Pembuluh-pembuluh darah itu menuangkan isinya langsung ke dalam pulpa sehingga darahnya dapat bercampur dengan unsur-unsur limpa dan tidak seperti pada organ-organ lain yang dipisahkan oleh pembuluh darah. Disini tidak terdapat sistem kapiler biasa, tetapi darah langsung berhubungan dengan sel-sel limpa. Darah yang mengalir dalam limpa dikumpulkan lagi oleh sebuah sistem sinus yang bekerja seperti vena. Cabang-cabang ini bersatu dan membentuk vena limpa (vena lienalis). Vena ini membawa darahnya dari limpa masuk peredaran gerbang (peredaran portal) dan diantarkan ke hati.

Trabekula        : Jaringan ikat yang terdapat di dalam limpa

Pulpa Putih     : Pulpa putih di dalam limpa terdiri dari nodule limpa, arteri sentralis dan germinal center. Di sebut pulpa putih karena pada umumnya saat pewarnaan pusat germinal berwarna putih.

Pulpa Merah    : Pulpa merah terdiri dari jalur limpa dan sinus venosus. Disebut pulpa merah karena pada saat pewarnaan tampak berwarna merah