ANDAI SAYA MENJADI ANGGOTA DPD RI : SUMBAR

Sumatera Barat sangat terkenal dengan masakannya yang cocok dengan semua lidah masyarakat Indonesia. Sehingga tidak heran,dari sabang sampai merauke ada rumah makan Padang,Minimal 1 rumah makan di tiap kota di seluruh Indonesia.

Andai saya menjadi anggota DPD RI khususnya daerah Sumatera Barat. Pertama yang harus saya perbaiki adalah kebiasaan Ka pajak (Ke warung kopi). Masyarakat minangkabau,khususnya kaum laki-laki Padang pasti melakukan rutinitas ini (sebagian besar). Bangun pagi,cuci muka langsung terbang ke warung langganan mereka tiap pagi. Mulai dari jam 07.00 WIB sampai jam 11.00 WIB malahan sampai ba’da zhuhur.

Kebiasaan buruk inilah yang semakin menjadi-jadi di Tanah Andalas. Hal inipun mendoktrin pemuda minangkabau agar meneruskan perjalanan leluhurnya untuk malas-malasan di pajak (warung kopi). Secara tidak langsung,kebiasaan ini menyuruh kaum muda menjadi pamaleh (pemalas), hanya memanfaatkan setengah hari buat bekerja malahan mereka berkata “lah tangguang..” (sudah nanggung).

 Cara yang saya lakukan pertama kali adalah dengan pendekatan secara emotional ke konsumen atau pelaku kebiasaan ka pajak tersebut. Kalau seandainya belum berhasil, opsi yang saya lakukan berikutnya dengan membangun dan men-support penuh komunitas “istri sayang suami” dimana kegiatan istri pada pagi hari adalah membuatkan kopi atau makanan kesukaan suami. Karena di Padang aktifitas ini sangat jarang dilakukan. Kalau masih belum bisa mengentikan kebiasaan itu,saya mulai melakukan tindakan yang “agak” keras,yaitu memberikan pilihan kepada pemilik warung kopi,agar buka lapak ba’da zhuhur atau malam hari.

Kenapa saya melakukan hal yang sepele ini sampai sekeras itu? Jawabannya begitu mudah. Ibarat pepatah “rezki dipatok ayam” hal itulah rasanya harus dihilangkan di Padang. Dimana pada pagi hari,kegiatan suami seharunya bekerja,baik ke kantor maupun ke sawah. Sayangnya di padang yang bekerja kebanyakan perempuan,baik di sawah,menjadi guru dan kegiatan kantor lainnya. Lalu kemana para laki-laki dan pemuda Padang? Jawabannya hanya dua kalau tidak merantau ya di pajak.

Nah,latarbelakang di ataslah yang membuat saya begitu antusias dengan gerakan ini (Gerakan anti ka pajak ).Harapannya 10 tahun setelah gerakan ini bisa merubah Sumatera Barat menjadi provinsi yang disiplin,pemuda melakukan hal yang positif,para pria bekerja pagi hari dan kegiatan lainnya. Tapi,para penyedia warung kopi saya coba pindahkan jamnya,yaitu pada jam ba’da zhuhur atau malam. Karena saya yakin,warung kopi merupakan salah satu tempat bersosialisasi yang baik. Kita membicarakan hal apapun bisa di warung kopi,mulai dari obrolan ringan sampai pembicaraan bisnis bisa dilakukan disini.

Walaupun gerakan yang saya lakukan tidak “wah”,tapi saya harapkan hal ini bisa merubah kebiasaan pamaleh masyarakat minangkabau bisa diatasi. Karena saya yakin,dengan kedisiplinan otomatis semua kincir-kincir mata pencaharian akan jalan stabil dan bisa meningkatkan kesejahteran semua orang.

Salam disiplin!

Tags: , , , , , , ,