Print Shortlink

Manajer Sebagai Pembuat Keputusan

Berpikir tentang isu-isu manajemen

1. Mengapa pembuatan keputusan sering kali digambarkan sebagai inti pekerjaan manajer?

JAWAB: Manajer adalah setiap orang yang mempunyai tanggung jawab atas bawahannya dan sumber daya organisasi lainnya. Pembuatan keputusan adalah inti pekerjaan manajer yang juga merupakan tanggung jawab dari manajer, karena dari pengambilan keputusan yang dilakukan seorang manajer akan mempengaruhi jalannya suatu organisasi. Keputusan yang baik maka akan membangun organisasi tersebut menjadi lebih baik dalam pencapaian tujuan organisasi tersebut.

2. Bagaimana budaya organisasi dapat mempengaruhi cara manajer membuat keputusan?

JAWAB: Tujuh dimensi budaya organisasi adalah perhatian pada detail, orientasi hasil, orientasi manusia, orientasi tim, agresivitas, stabilitas, serta inovasi da pengambilan resiko. Semakin kuat budaya organisasi, semakin kuat memepengaruhi bagaimana para manajer merencanakan, menata, memimpin, dan mengendalikan, karena dalam organisasi yang memiliki budaya yang kuat, karyawan biasanya akan lebih setia dan kinerja organisasi cenderung lebih baik.

3. Semua dari kita membawa bias dalam keputusan yang kita buat. Apakah keburukan dari memiliki bias? Apakah ada keuntungan memiliki bias? Jelaskan. Apakah implikasinya dalam pembuatan keputusan manajerial?

JAWAB: Keburukan memiliki bias adalah seorang manajer bisa menghasilkan keputusan yang salah. Tidak ada keuntungan dari memiliki bias. Namun, seorang menajer dapat menghindarinya dengan cara menanyakan kepada sekelilingnya untuk membantu mengidentifikasi kelemahan gaya pembuatan keputusan dan menghindari kelemahan tersebut agar dapat mengambil keputusan yang baik bagi suatu organisasi.

4. Apakah anda menyebut diri anda sendiri pemikir linear atau nonlinear? Apakah implikasinya bagi pemilihan jenis organisasi dimana anda hendak bekerja?

JAWAB: Nonlinear. Dengan gaya pemikiran nonlinear maka pemilihan dimana tempat kerja yang diinginkan akan lebih baik. Karena semua berasal dari perasaan. Jika perasaan mengatakan tempat itu menyenangkan maka, kita akan bekerja lebih baik.

5. “Apabila manajer semakin sering menggunakan komputer dan perangkat lunak, mereka akan lebih mampu membuat keputusan yang rasional”. Apakah anda setuju dengan pernyataan ini? Mengapa?

JAWAB: Setuju. Karena dengan menggunkan komputer dan perangkat lunak, manajer dapat melihat fakta-fakta di dalam suatu organisasi dari data-data  didalam komputer atau perangkat lunak tersebut. Dengan begitu manajer dapat mengambil keputusan secara rasional.

6. Bagaimana manajer dapat memadukan pedoman untuk membuat keputusan yang efektif di dunia dewasa ini dengan model pembuatan keputusan? Rasionalitas dan rasionalitas terikat? Atau dapatkah manajer tidak melakukan ini? Jelaskan.

JAWAB: Seorang manajer dapat mengambil keputusan untuk jalannya suatu organisasi bisa berasal dari fakta-fakta yang ada di dalam perusahaan. Manajer dapat memilih untuk menggunakan pikiran logisnya dalam mengambil keputusan, namun untuk beberapa manajer bisa saja tidak menggunkan hal-hal yang logis dalam pengambilan keputusan, yaitu dengan menggunakan intuisinya.

7. Apakah ada perbedaan antara keputusan yang salah dan keputusan yang buruk? Mengapa manajer yang baik kadang kala membuat keputusan yang salah? Keputusan yang buruk? Bagaimana manajer dapat meningkatkan keterampilan membuat keputusan?

JAWAB: Keputusan yang salah dan keputusan yang buruk tidak memiliki perbedaan, karena keputusan tersebut berpengaruh buruk kedalam jalannya suatu organisasi. Seorang manajer bisa saja mengambil keputusan yang salah atau buruk, karena semua hanyalah perkiraan, dan tidak semua akan berjalan sesuai dengan harapan yang telah dibuat. Dengan adanya pengalaman, intuisi yang baik, belajar dari kesalahan, juga saran-saran dari  sekitar, maka seorang manajer dapat meningkatkan keterampilannya dalam membuat keputusan.

 

APLIKASI KASUS

1. Apakah anda akan menggolongkan keputusan desain produk sebagai masalah terstruktur atau tak terstruktur?

JAWAB: Saya menggolongkan keputusan desain produk sebagai masalah yang tak terstruktur.

2. Gambarkan dan evaluasi proses yang ingin dilalui Chuck untuk mengubah cara keputusan desain dibuat. Gambarkan dan evaluasi proses keputusan desain perusahaan yang baru.

JAWAB:

(a) identifikasi masalah: perlunya peningkatan proses pengambilan keputusan

(b) identifikasi kriteria keputusan: desain yang dibutuhkan oleh konsumen

(c) alokasi bobot kriteria: penambahan desain

(d) pengembangan alternatif: menambahkan ornamen pada kulkas

(e) analisis alternatif: menambahkan ornamen pada kulkas

(f) pemilihan alternatif: menambahkan ornamen pada kulkas

(g) evaluasi efektifitas: keputusan yang diambil adalah sesuai dengan orientasi disain yang diinginkan pelanggan, dengan begitu pelanggan dapan memenuhi kebutuhan dan perusahaan dapat merealisasi pengembalian keuangan.

3. Kriteria apa yang digunakan tim desain Whirlpool dalam keputusan desain? Apa yang anda pikir tentang setiap kriteria yang terlibat?

JAWAB: kriteria yang digunakan adalah desain yang diinginkan oleh pelanggan atau konsumen agar desain yang dihasilkan sesuai dengan kebutuhan para pelanggan.

Leave a Reply


*