Cara Mudah Membuat Pakan Sapi Organik

Dewasa ini semakin banyak orang yang ternak sapi memberikan jerami padi sebagai pakan selingan untuk sapi. Yang mungkin belum mereka ketahui, ternyata jerami bisa digunakan sebagai pakan utama dan menggantikan rumput, tentunya dengan penggunaan teknologi yang baru. Jerami padi selama ini hanya dipakai sebagai pakan selingan karena memiliki kandungan gizi yang rendah, kandungan proteinnya hanya 2-3 persen saja, vitamin dan mineralnya pun sedikit. Apalagi jerami padi termasuk berserat kasar dan sulit untuk dicerna.

Teknologi yang digunakan untuk mengolah jerami adalah fermentasi. Jerami yang telah difermentasi bisa mengalami peningkatan kandungan protein dari 2-3 persen menjadi 7-9 persen. Selain itu jerami tersebut menjadi lebih mudah dicerna, aroma yang dihasilkan pun harum, serta menjadi lebih bersih dan higienis, pantaslah disebut sebagai pakan organik. Yang lebih penting lagi adalah cara ini cukup mudah dilakukan, siapa saja bisa mencobanya dalam waktu 7-10 hari, untuk biaya yang dibutuhkan juga cukup murah dan praktis.

Bahan yang perlu disiapkan untuk membuat fermentasi jerami tentu saja jeraminya, dilengkapi dengan ragi tape jerami, tetes tebu atau gula jawa, dan air secukupnya. Jerami yang digunakan jangan terlalu basah ataupun terlalu kering, dengan takaran satu ton atau 3 colt. Ragi tape jerami yang dipakai adalah sebotol bioactivator. Sementara tetes tebu yang dipakai sebanyak 1 kg, atau diganti gula jawa sebanyak 500 gram. Air yang dibutuhkan sekitar 300-400 liter, tergantung dari kondisi jeraminya juga, pokoknya nanti kandungan air dalam jerami mencapai 50-60 persen.

Berikutnya adalah proses pengolahan. Carilah lokasi tanah yang tidak terkena panas dan hujan. Kemudian jerami ditumpuk di atasnya sampai setebal 20 cm. Pastikan jeraminya telah padat dengan cara menginjaknya. Bahan lainnya berupa ragi tape jerami, tetes tebu dan air dicampurkan dalam satu wadah, aduk sampai tercampur rata sebelum disiramkan ke permukaan jerami. Setelah itu tambahkan tumpukan jerami setebal 20 cm lagi dan dipadatkan juga. Lakukan penyiraman dan penumpukan terus-menerus sampai jeraminya habis. Jerami yang telah diolah ditutup dengan plastik dan dibiarkan selama 7-10 hari.

Tanda bahwa proses fermentasi telah selesai adalah bau jerami berubah menjadi bau tape, serat jerami menjadi lunak, dan muncul jamur berwarna putih atau kuning di dalam tumpukan jerami. Periksalah tumpukan jerami tersebut pada hari ketujuh, jika tanda-tanda tersebut telah muncul berarti proses fermentasi telah berakhir, jika tidak maka tunggulah sampai hari kesepuluh.

Takaran dari bahan pakan organik ini adalah 10 kg perhari untuk seekor sapi dewasa. Sebelum diberikan kepada sapi, angin-anginkan dulu selama 5 menit, berikan secukupnya sesuai dengan takaran yang dibutuhkan. Pemberian pakan bisa dilakukan dua atau tiga kali dalam sehari. Jika dua kali berarti pagi dan sore, jika tiga kali berarti pagi, siang dan malam. Namun terkadang ada sapi yang tidak mau makan tape jerami ini, harus dibiasakan terlebih dahulu. Caranya dengan mengurani jatah pakannya dalam sehari, berikan konsentrat dan minuman saja, setelah itu berikan tape jerami pada malamnya, kemungkinan besar sapi itu akan bersedia memakan tape jeraminya.

Kelebihan lain dari bahan pakan organik berupa tape jerami ini adalah daya tahannya. Tape jerami bisa disimpan sampai setahun asalkan dengan cara yang benar. Caranya dengan membongkar jerami yang sudah jadi, angin-anginkan sampai kering, ikat kembali dengan ditekan sampai menjadi padat dan mudah diatur. Buatlah tape jerami sebanyak mungkin pada musim kemarau, agar nanti saat musim hujan kita tidak bingung mencari pakan untuk sapi, karena masih mempunyai persediaan pakan organik.

Pakan organik ini memang telah mencukupi sebagai pengganti pakan hijauan untuk para ternak sapi, sehingga kita tidak perlu lagi mencari rumput atau hijauan sebagai tambahan. Namun tentu saja kita masih memerlukan pakan tambahan lain yang berupa konsentrat dan tambahan lainnya seperti vitamin, mineral dan probiotik. Konsentrat bisa membuat sendiri dari campuran bahan makanan yang ada, atau bisa juga dengan membelinya di toko pertanian yang telah teruji kualitasnya. Takaran untuk konsentrat adalah 2,5 persen dari bobot hewan ternak. Selain itu berikan air minum secara teratur untuk melancarkan metabolisme hewan ternak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

CAPTCHA Image

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>