mitha story

Blog mahasiswa Universitas Brawijaya

Aliran dan Tokoh Ilmu Manajemen

Sep 30

Sebagai suatu ilmu, manajemen juga memilki suatu sejarah tertulis secara teoritis dan konsep. Beberapa ilmuwan-ilmuwan dan ahli dalam bidang ilmu menejemen juga memiliki peran penting yang tak terelakkan manfaatnya bagi perkembangan ilmu dan praktek menejemen. Di bawah ini, akan kami ulas sedikit banyak tentang aliran dan tokoh-tokoh yang berperan dalam bidang ilmu menejemen.

 

  • Aliran  Klasik

Tokoh : Frederick W. Taylor, Frank dan Lilian Gilbreth

Secara Teoritis : Fayol dan Max Weber

 

Frederick menjelaskan manajemen secara ilmiah dalam buku berjudul “Principles Of Scientific Management”.

Menjelaskan pula tentang empat prinsip-prinsip manajemen ilmiah.

Glibreth menjelaskan skema tujuh belas gerakan tangan dasar.

Fayol –> 14 prinsip manajemen –> pencetus 5 fungsi (Planning, Organizing, Commanding, Coordinating, Controlling).

Max Weber –> Birokrasi ala Max Weber. Namun ia mengakui bahwa “birokrasi ideal” tidak ada di dunia nyata.

 

Kelemahan :

-Pada aliran ini banyak yang berpendapat bahwa bisa menghambat kreativitas individu.

-Membatasi kemampuan organisasi untuk bereaksi secara cepat dalam mengikuti dinamika bisnis saat ini.

 

  • Aliran Kuantiatif

Aliran ini mulai tumbuh dan berkembang setelah perang dunia kedua,karena pada saat itu peperangan melibatkan AS dan Inggris, para petinggi militer melakukan penelitian bagaimana agar penggunaan sumber daya militer yang digunakan secara efektif dan efisien. Aliran ini mengadopsi pendekatan matematika yang lebih menekankan penggunaan model matematika dalam penyelesaian seluruh kegiatan dan persoalan manajemen , hal ini dikemukakan oleh Frederich winslow Taylor. Aliran ini juga melakukan pendekatan “Six Sigma” yang mengadopsi model statistika untuk meningkatkan produktifitas perusahaan.

Tokoh :

Selain terdapat tokoh yang mengemukakan pendapat ada pula yang mengkritik yaitu Peter F. Drucker dalam artikelnya “We Need to Measure, Not Count”  beliau mengkritisi mereka yang berfokus pada perhitungan akan tetapi melupakan pemaknaan dan pengukuran dari perhitungan itu sendiri dan pada akhirnya perspektif kuantitatif tidak ubahnya dengan matematika.

 

  • Aliran Perilaku

Aliran ini mempelajari bagaimana seorang manajer membuat sistim social dalam perusahaan agar dapat melakukan tindakan motivasi, mengkoordinasi, dll.

 

Tokoh : Robert Owen, Hugo Munsterberg, Mark Parker Follet dan Chester Barnard.

  • Aliran Kontemporer

Dibagi –> Kesisteman –>Terbuka & Tertutup

–> Situasional

Ringkasan:

Aliran ini lebih tertuju pada bagaimana sebuah organisasi(perusahaan) bisa bersifat terbuka kepada seluruh anggota organisasi dan kepada lingkungan di luar organisasi. Dan aliran kontemporer sangat bisa menyesuaikan pengelolaan dan situasi.

 

Tokoh :

Chester Bernard,1938, the function of an executive –> sebuah organisasi berfungsi sebagai system kerja sama.

Berdasarkan beberapa penjelasan terkait aliran dan tokoh yang berperan didalamnya, kami berkeyakinan dan berkesimpulan bahwa aliran Kontemporer lah yang terbaik dan sangat fleksibel di era saat ini karena aliran ini mengedepankan pemahaman kondisi terlebih dahulu lalu bagaimana mencari suatu konsep tentang pelaksanaan prktek menejemen dalam berbagai macam perusahaan. Tetatpi, aliran ini akan menjadi sangat fleksibel dan berperan sebagaimana mestinya bilamana aliran ini didukung oleh pengaplikasian aliran Etika. Hal ini kami kemukakan karena dengan memiliki etika dan sifat yang etis dan baik, semua macam sistem akan sangat mudah dilaksanakan dan akan membuahkan hasil yang terbaik bagi semua kalanagan perusahaan dan orang yang menikmati hasil produksi perusahaann tersebut. Pengombinasian aliran keduaanya dirasa sangat hebat efeknya.

 

You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply

*