TUGAS AKHIR KELAS PROKOMP

Ini adalah tugas akhir dari kelas pemrograman komputer.saya di beri tugas untuk membuat sebuah program diman program tersebut bisa digunakan untuk menghitung nilai dari mahasiswa.rincian syarat program tersebut seperti tertulis dibawah ini:

  1. 40% NilaiTugas + 30% Nilai kuis + 30% Nilai UAS
  2. Nilai Tugas = Nilai rata-rata dari 8x tugas
  3. Nilai kuis    = Nilai rata-rata dari 2x kuis
  4. Nilai UAS    = Nilai akhir dari Ujian Akhir Semester
  5. Data yang diinputkan = Nilai tugas selama 8x, Nilai kuis selama 2x, Nilai UAS, jumlah kehadiran
  6. Konversi nilai akhir dengan nilai A-E

A jika >= 3.75, B+ jika >= 3.5, B jika >= 3, C+ jika >= 2.5, C jika >= 2, D+ jika >= 1.5,

D jika >= 1, dan E jika < 1

  1. Berilah persyaratan kehadiran untuk bisa memunculkan nilai akhir, jika kehadiran kurang dari 13x maka nilai tidak bisa keluar

Untuk pengerjaan program tersebut ikuti step-step di bawah ini:

  1. Buka FBIde
  2. Pilih New-File, maka jendela coding akan terbuka
  3. Ketikan Coding seperti dibawah ini:

dim a as string,tugas(8) as double, kuis(2) as double, uas as double, NA as double, k as double,NT as double,NK as double,NU as double, nama as string
do
input”masukan nama:”,nama
input”masukan nilai tugas 1:”,tugas(1)
input”masukan nilai tugas 2:”,tugas(2)
input”masukan nilai tugas 3:”,tugas(3)
input”masukan nilai tugas 4:”,tugas(4)
input”masukan nilai tugas 5:”,tugas(5)
input”masukan nilai tugas 6:”,tugas(6)
input”masukan nilai tugas 7:”,tugas(7)
input”masukan nilai tugas 8:”,tugas(8)
input”masukan nilai kuis 1:”,kuis(1)
input”masukan nilai kuis 2:”,kuis(2)
input”masukan nilai uas:”,uas
input”masukan banyak kehadiran:”,k
NT = (tugas(1)+tugas(2)+tugas(3)+tugas(4)+tugas(5)+tugas(6)+tugas(7)+tugas(8))/8
NK = (kuis(1)+ kuis(2))/2
NU = (30/100)* uas
NA = (((40/100)*NT) + ((30/100)*NK) + NU)/25
if k >= 13 then
if NA >= 3.75 then
print nama
print”nilai anda adalah A”
elseif NA >=3.5 then
print nama
print”nilai anda adalah B+”
elseif NA >= 3 then
print nama
print”nilai anda adalah B”
elseif NA >= 2.5 then
print nama
print”nilai anda adalah C+”
elseif NA >= 2 then
print nama
print”nilai anda adalah C”
elseif NA >= 1.5 then
print nama
print”nilai anda adalah D+”
elseif NA >= 1 then
print nama
print”nilai anda adalah D”
else
print nama
print”nilai anda adalah E”
end if
elseif k<13 then
print” maaf nilai anda tidak bisa diproses”
end if
input”apakah anda ingin mengulang (Y/N)?”,a
if a = “N” or a = “n” then
exit do
end if
loop

Ya,codingan dari program ini kurang lebih seperti di atas

 

ta1 ta2 ta3

setelah selesai dengan codingan program,maka kita harus me-run program tersebut dengan cara mengklik ikon run atau menekan tombol f5 pada keyboard.kurang lebih hasilnya seperti di bawah ini

ta4

Sekian dulu postingannya,see you soon 🙂

 Untuk programnya bisa didownload disini
Post by: Diky Firmansyah

Project UAS

Pada kali ini saya akan membuat sebuah program untuk mengkalkulasi nilai akhir dengan ketentuan sebagai berikut:

  1. 40% NilaiTugas + 30% Nilai kuis + 30% Nilai UAS
  2. Nilai Tugas = Nilai rata-rata dari 8x tugas
  3. Nilai kuis    = Nilai rata-rata dari 2x kuis
  4. Nilai UAS    = Nilai akhir dari Ujian Akhir Semester
  5. Data yang diinputkan = Nilai tugas selama 8x, Nilai kuis selama 2x, Nilai UAS, jumlah kehadiran
  6. Konversi nilai akhir dengan nilai A-E
  7. Berilah persyaratan kehadiran untuk bisa memunculkan nilai akhir, jika kehadiran kurang dari 13x maka nilai tidak bisa keluar

Pada program kali ini penginputan data menggunakan Array. Untuk konversi nilai akhir dan persyaratan kehadiran menggukan branching “if then” , dan akan looping pada akhir program jika ingin mengulang

 

 

  1. Buka FBIde
  2. Pilih New-File, maka jendela coding akan terbuka
  3. Ketikan Coding seperti dibawah ini:

Kurang lebih Coding akan seperti ini

ta1 ta2 ta3

dan ketika dijalankan tampilan program akan seperti berikut

ta4

Cukup sekian postingan kali ini semoga bermanfaat, dan jangan lupa nantikan postingan selanjutnya 😀

 

 Untuk programnya bisa didownload disini
untuk program exe download disini
Asep Agung W 145060200111002

Assambley Language

assembly-mainscreen

Pada postingan kali ini saya tidak membuat program akan tetapi akan membahas bahasa pemrograman utamanya bahasa Assembly.

Bahasa komputer adalah merupakan suatu set pemrograman yang digunakan untuk membuat suatu program komputer. Bahasa komputer biasa dikenal dengan nama bahasa pemrograman. Program komputer atau software sendiri adalah suatu set instruksi yang harus dijalankan oleh komputer pada saat komputer dihidupkan atau ketika diperintahkan oleh pengguna komputer. Bahasa pemograman menggunakan kata-kata unik yang menjadi kode untuk menjalankan perintah tertentu pada komputer. Contoh bahasa pemrograman antara lain adalah Pascal, Fortran, Clipper, dBase, Delphi, Basic, Cobol, C++, C#, Java dan lain-lain. Sebuah CPU komputer, dalam hal ini prosesor memiliki sejumlah perintah terbatas dan dikenal dengan nama kode mesin. Kode ini adalah bahasa yang digunakan untuk mengkomunikasikan data dalam komputer. CPU dalam komputer hanya mengenal bahasa ini, tidak dengan bahasa lainnya. Semua bahasa pemrograman harus diubah menjadi kode mesin terlebih dahulu supaya CPU dapat mengolah dan menjalankan perintah yang diberikan oleh program yang dibuat.

  1. Machine language adalah seperangkat perintah yang dinyatakan dalam bentuk bilangan biner (hanya angka 0 dan 1) yang berfungsi untuk memberikan data dan instruksi bagaimana mengolah data kepada CPU.
  2. Assembly Language adalah bahasa komputer tingkat rendah yang memiliki banyak kode yang membantu memori untuk “mengingat data (informasi). Assembly language juga mengandung seperangkat simbolis yang berhubungan dengan perintah tertentu pada bahasa mesin.
  3. High level language disebut sebagai bahasa komputer tingkat tinggi karena berisi perintah yang dirancang mendekati bahasa manusia. Bahasa ini lebih mudah dipahami dan dipelajari oleh manusia dan digunakan untuk pembuatan program komputer tertentu seperti Pascal, Fortran, Clipper, dBase, Delphi, Basic.

3

Bahasa assembly adalah sebuah program yang terdiri dari instruksi-instruksi  yang menggantikan kode-kode biner dari bahasa mesin dengan “mnemonik” yang mudah diingat. Misalnya sebuah instruksi penambahan dalam bahasa mesin dengan kode “10110011” yang dalam bahasa assembly dapat dibuat dalam instruksi mnemonik ADD, sehingga mudah diingat dibandingkan dengan angka 0 dan 1, dalam setiap instruksi membutuhkan suatu operand baik berupa data langsung maupun suatu lokasi memori yang menyimpan data yang bersangkutan. Bahasa assembly sering juga disebut kode sumber atau kode simbolik yang tidak dapat dijalankan oleh prosesor, sedangkan assembler adalah suatu program yang dapat menerjemahkan program bahasa assembly ke program bahasa mesin. bahasa mesin adalah kumpulan kode biner yang merupakan instruksi yang bisa dijalankan oleh komputer. Program bahasa mesin sering disebut sebagai kode objek.

Baris-baris program yang mengandung instruksi mesin atau pengarah assembler harus mengikuti aturan program assembler ASM51. Masing-masing baris atas beberapa field yang dipisahkan dengan spasi atau tabulasi adalah bagian label, bagian mnemonic, bagian operand yang bisa lebih dari satu bagian komentar dan diakhiri dengan END.

Bahasa assembly diciptakan karena bahasa mesin memiliki kelemahan, yaitu:

1. Terlalu lama dalam penulisan, karena masih menggunakan angka biner (10000101111) sehingga sulit dimengerti oleh manusia.

2. Hanya bisa dibaca oleh komputer, dan tidak bisa dikoreksi.

Sedangkan kelebihan dan kekurangan bahasa Assemly sendiri adalah sebagai berikut

Kelebihan Bahasa Assembly:
1. Ketika di-compile lebih kecil ukuran
2. Lebih efisien/hemat memori
3. Lebih cepat dieksekusi

Kesulitan Bahasa Assembly:
1. Dalam melakukan suatu pekerjaan, baris program relatif lebih panjang dibanding bahasa  tingkat tinggi
2. Relatif lebih sulit untuk dipahami terutama jika jumlah baris sudah terlalu banyak
3. Lebih sulit dalam melakukan pekerjaan rumit, misalnya operasi matematis

 

Bagian – Bagian Dari Program Assembler

Berikut ini adalah bagian – bagian dari program assembler yaitu:

1.      Label

            Label merupakan suatu simbol yang didefinisikan sendiri oleh pembuat program untuk menandai lokasi memori pada area program. Simbol dan label adalah dua hal yang berbeda. Simbol tidak menggunakan titik dua, sedangkan label harus diakhiri dengan titik dua.

Contoh :

PAR                      EQU 500        ; “PAR” Menunjukan suatu simbol

; dari nilai 500

 

MULAI:

MOV                      A, #0FFh       ; pada label; “Mulai” nilai 0FFh

; dipindahkan ke Akumulator

Dalam satu baris hanya ada satu label, pada umumnya Assembler membatasi jumlah karakter yang bisa digunakan hingga 31 karakter.

2.   Mnenonik

            Mnemonic instruksi atau pengarah Assembler dimasukan dalam “Mnemonic field” yang mengikuti “label mnemonic”. Mnemonic instruksi misalnya ADD, MOV, INC dan lain-lain.Sedangkan pengarah Assembler misalnya ORG, EQU, DB dan lain-lain.

3.     Operand

            Operand ditulis setelah mnemonic, bisa berupa alamat atau data yang digunakan instruksi yang bersangkutan.

Contoh :

MOV                      A, #20h         ; A dan #20h adalah operand

LAGI:

JNB                        LAGI            ; LAGI adalah operand

4.     Komentar

Komentar harus diawali dengan titik koma. Sub rutin dari bagian besar program yang mengerjakan suatu operasi biasanya diawali dengan blok komentar yang menjelaskan fungsi sub rutin atau bagian besar program tersebut.

 5.     End

            Petunjuk END merupakan kode perintah terakhir yang menunjukan batas akhir dari proses Assembly.

Instruksi yang sering digunakan dalam pembuatan program yaitu :

a.   Instruksi Aritmatik

Instruksi aritmatik selalu melibatkan akumulator dan ada juga beberapa instruksi yang melibatkan register lain.

Berikut ini contoh instruksi–instruksi arimatika yaitu:

Tabel 2.4 Instruksi-instruksi Aritmatik

Instruksi

Keterangan

Contoh

ADD A,Rn Menambah isi register Rn dengan isi akumulator lalu disimpan di akumulator ADD A,R1
ADD A, direct Menambah isi direct dengan akumulator, hasilnya disimpan di akumulator ADD A, 30H
ADD A, #data Menambahkan immediate data ke akumulator ADD A, #20H
ADD A, @Rn Menambahkan isi dari alamat yang ditunjuk Rn dengan akumulator ADD A, @R1
ADDC A, #data Menambahkan immediate data ke akumulator dengan carry ADDC A, #20H
SUBB A, Rn Kurangkan isi register Rn dari akumulator SUBB A, R1
INC A Tambah isi akumulator dengan 1 INC A
DEC A Kurangkan isi akumulator denga 1 DEC A
MUL AB Kalikan isi A dengan isi B, low-byte disimpan pada akumulator, dan high byte pada B MUL AB
DIV AB Bagi isi A dengan isi B. Akumulator menerima hasil integer pembagian dan B menerima integer sisanya. DIV AB

b.  Instruksi Logika

Instruksi Logika ini dipakai untuk melakukan operasi logika, yaitu operasi AND (instruksi ANL), operasi OR (instruksi ORL), operasi Exclusive-OR (instruksi XRL), operasi clear (instruksi CLR), instruksi komplemen (instruksi CPL), operasi penggeseran kanan atau kiri (instruksi RR, RRC, RL dan RLC) serta operasi penukaran data (instruksi SWAP). Data yang dipakai dalam operasi  ini biasanya berupa data yang berada dalam akumulator atau data yang berada dalam memori data.

c.   Instruksi Pemindahan Data

Instruksi – instruksi pemindahan data adalah :

Tabel 2.5 Instruksi – instruksi Perpindahan Data

Instuksi

Keterangan

Contoh

MOV A, Rn Memindahkan isi register Rn ke akumulator MOV A, R0
MOV A,direct Memindahkan isi direct byte ke akumulator MOV A, 30h
MOV A , #data Mengisi akumulator dengan nilai data MOV A,#20h
MOV A, @Rn Mengisi akumulator dengan isi dari alamat yang ditunjuk oleh Rn MOV A, @R0

Mode – Mode Pengalamatan

1.    Mode Pengalamatan Langsung

Dalam pengalamat langsung nilai yang akan disimpan dalam suatu memori diperoleh secara langsung dengan mengambil dari lokasi memori yang lain.

Contoh :

MOV A,30H         ; isi akumulator dengan bilangan 30 heksadesimal

2.      Mode Pengalamatan Tak Langsung

Dalam pengalamatan tak langsung, instruksi menentukan  suatu register yang digunakan untuk menyimpan alamat operan

Contoh :

ADD A,R         ; Tambahkan isi RAM yang lokasinya ditunjukan oleh register R1 ke akumulator.

DEC @R1        ; Kurangi satu isi RAM yang  alamatnya ditunjukan                  oleh register R1.                         

3.        Mode Pengalamatan Segera

Cara ini menggunakan konstanta.

Contoh :

MOV A,#20H        ; isi akumulator dengan bilangan 20 heksadesimal

Data konstanta merupakan data yang menyatu dengan instruksi, contoh intruksi diatas mempunyai arti bahwa data konstantanya, yaitu 20H, (sebagai data konstanta harus diawali dengan ’#’ dan tanda H untuk menyatakn format bilangan heksadesimal) disalin ke Akumulator (A).

4.      Mode Pengalamatan Data

Pengalamatan data terjadi pada sebuah perintah ketika nilai operasi merupakan alamat data yang akan diisi atau yang akan dipindahkan.

Contoh :

MOV P1,A            ; isi P1 dari nilai akumulator.

5.      Mode Pengalamatan Bit

Pengalamatan bit adalah penunjukkan menggunakan simbol titik (.) yang menunjuk alamat lokasi bit, baik dalam RAM internal atau perangkat keras.

Contoh :

SETB P1.7            ; set bit port 1.7 high ( pot 1.7 diberi nilai logika 1)

CONTOH MEMBUAT PROGRAM DENGAN BAHASA ASSEMBLY

Untuk membuat program dari assembly, kita memerlukan tiga aplikasi, yaitu TASM, TLINK, RTM. Bagi yang belum memilikinya bisa mendownloadnya disini, kemudian extract filenya:
Download link Program Assembly (157kb): (mediafire|4shared|tusfiles)
Kita juga akan memerlukan Command prompt untuk menulis perintah-perintah assembly. Jika sudah memiliki semua aplikasi yang diperlukan, kita akan memulai pembuatan karakter assembly.
Pertama, bukalah aplikasi command prompt, ini bisa dilakukan dengan berbagai cara:
– klik start menu>all programs>accesories>command prompt.
– ketik “cmd” pada kolom search di start menu kemudian tekan enter.
– tekan tombol Windows+R di keyboard, kemudian ketikkan “cmd” lalu enter.

Untuk menjalankan program assembly kita harus memasuki folder assembly menggunakan command prompt. Beberapa fungsi perintah di command prompt antara lain:
cd [nama folder]” masuk kedalam direktori.
cd..” keluar dari direktori
dir”  menampilkan isi direktori.
C:” atau “D:” memasuki direktori system C: atau D:

cls” membersihkan layar command prompt.masuki folder tempat file assembly tadi berada. misalnya file assembly berada di dalam folder D:\programming\program\Program Assembly”, maka langkah yang harus dilakukan adalah seperti di gambar dibawah ini

Setelah memasuki folder assembly di command prompt, ketik “edit” di command prompt lalu tekan enter untuk membuka DOS text editor.

Disinilah kita akan membuat program assembly. untuk mencetak karakter, buatlah teks seperti di bawah ini:

Adapun fungsi dari perintah-perintah diatas adalah:

.model small 
Tanda directive ini digunakan untuk memberitahukan kepada assembler bentuk memory yang digunakan  oleh program kita.

.code            
Tanda directive ini digunakan untuk memberitahukan kepada assembler bahwa kita akan mulai  menggunakan Code Segment-nya disini. Code segment ini digunakan untuk menyimpan program yang nantinya akan dijalankan.

org 100h  
Perintah ini digunakan untuk memberitahukan assembler supaya program pada saat dijalankan(diload ke memory) ditaruh mulai pada offset ke 100h(256) byte.

proses:
Mulai proses assembly.

MOV AH,02h
Nilai servis ntuk mencetak karakter.

MOV DL,’A’
DL = Karakter ASCII yang akan dicetak. Untuk mencetak karakter lain,  huruf A dalam tanda petik bisa diubah menjadi karakter lain, tapi tidak boleh lebih dari satu karakter.

INT 21h
Berfungsi untuk mencetak dan menampilkan karakter di layar.

INT 20h
Interupsi 20h berfungsi untuk mengakhiri program dan menyerahkan kendali sepenuhnya kepada Dos.

END      PROSES
Mengakhiri proses assembly.

Klik menu file dan kemudian save dengan nama apa saja tapi dengan tambahkan akhiran .asm. File saya akan saya beri nama “tes.asm”. lalu kembali ke command prompt dengan meng-klik menu file>exit.

Kemudian, compile-lah dengan menggunakan TASM.exe dengan perintah di command prompt:

“TASM tes”

Jika anda telah melakukan hal diatas dengan benar, maka anda akan mendapatkan tulisan seperti ini

Turbo Assembler Version 4.1 Copyright (c) 1988, 1996
Borland International
Assembling file: tes.ASM
Error messages: None
Warning messages: None
Passes: 1
Remaining memory: 419k

Sampai disini sudah dihasilkan suatu file object dari tes.ASM yang siap dijadikan file COM dan EXE. Untuk itu lakukanlah langkah kedua, dengan perintah :

“TLINK tes” kemudian perintah “TLINK/t tes”

Jika anda telah melakukan semuanya dengan benar, maka file telah berhasil diubah menjadi file exe. Untuk mencetak karakter yang telah dibuat, tulis nama file assembly anda dan tekan enter, maka command prompt akan menampilkan karakter yang telah anda buat.

 Cukup sekian postingan kali ini semoga bermanfaat 🙂
Sumber :

TUGAS AKHIR

Pada kali ini saya akan membuat sebuah program untuk mengkalkulasi nilai akhir dengan ketentuan sebagai berikut:

  1. 40% NilaiTugas + 30% Nilai kuis + 30% Nilai UAS
  2. Nilai Tugas = Nilai rata-rata dari 8x tugas
  3. Nilai kuis    = Nilai rata-rata dari 2x kuis
  4. Nilai UAS    = Nilai akhir dari Ujian Akhir Semester
  5. Data yang diinputkan = Nilai tugas selama 8x, Nilai kuis selama 2x, Nilai UAS, jumlah kehadiran
  6. Konversi nilai akhir dengan nilai A-E

A jika >= 3.75, B+ jika >= 3.5, B jika >= 3, C+ jika >= 2.5, C jika >= 2, D+ jika >= 1.5,

D jika >= 1, dan E jika < 1

  1. Berilah persyaratan kehadiran untuk bisa memunculkan nilai akhir, jika kehadiran kurang dari 13x maka nilai tidak bisa keluar

Pada program kali ini fungsi yang digunakan seperti pada post saya sebelumnya yaitu, fungsi branching, looping dan saya juga menggunakan variabel Array untuk memudahkan dalam pembuatan programnya. Langsung saja untuk lebih jelasnya kita akan buat programnya.

  1. Buka FBIde
  2. Pilih New-File, maka jendela coding akan terbuka
  3. Ketikan Coding seperti dibawah ini:

dim a as string,tugas(8) as double, kuis(2) as double, uas as double, NA as double, k as double,NT as double,NK as double,NU as double, nama as string
do
input”masukan nama:”,nama
input”masukan nilai tugas 1:”,tugas(1)
input”masukan nilai tugas 2:”,tugas(2)
input”masukan nilai tugas 3:”,tugas(3)
input”masukan nilai tugas 4:”,tugas(4)
input”masukan nilai tugas 5:”,tugas(5)
input”masukan nilai tugas 6:”,tugas(6)
input”masukan nilai tugas 7:”,tugas(7)
input”masukan nilai tugas 8:”,tugas(8)
input”masukan nilai kuis 1:”,kuis(1)
input”masukan nilai kuis 2:”,kuis(2)
input”masukan nilai uas:”,uas
input”masukan banyak kehadiran:”,k
NT = (tugas(1)+tugas(2)+tugas(3)+tugas(4)+tugas(5)+tugas(6)+tugas(7)+tugas(8))/8
NK = (kuis(1)+ kuis(2))/2
NU = (30/100)* uas
NA = (((40/100)*NT) + ((30/100)*NK) + NU)/25
if k >= 13 then
if NA >= 3.75 then
print nama
print”nilai anda adalah A”
elseif NA >=3.5 then
print nama
print”nilai anda adalah B+”
elseif NA >= 3 then
print nama
print”nilai anda adalah B”
elseif NA >= 2.5 then
print nama
print”nilai anda adalah C+”
elseif NA >= 2 then
print nama
print”nilai anda adalah C”
elseif NA >= 1.5 then
print nama
print”nilai anda adalah D+”
elseif NA >= 1 then
print nama
print”nilai anda adalah D”
else
print nama
print”nilai anda adalah E”
end if
elseif k<13 then
print” maaf nilai anda tidak bisa diproses”
end if
input”apakah anda ingin mengulang (Y/N)?”,a
if a = “N” or a = “n” then
exit do
end if
loop

Kurang lebih Coding akan seperti ini

ta1 ta2 ta3

dan ketika dijalankan tampilan program akan seperti berikut

ta4

Cukup sekian postingan kali ini semoga bermanfaat, dan jangan lupa nantikan postingan selanjutnya 😀

 

 Untuk programnya bisa didownload disini
Post by: Imam Mawardi M

ARRAY

array

Pada kali ini kita akan membahas mengenai variabel Array. Variabel Array adalah sekumpulan variabel yang memiliki tipe data yan sama dan dinyatakan  dengan nama yang sama pula. Array merupakan konsep yang penting dalam pemrograman, karena array memungkinkan untuk menyimpan data maupun refrensi objek dalam jumlah banyak dan terindeks namun hanya sementara.

Variabel array dideklarasikan dengan mencantumkan tipe dan nama variabel yang diikuti dengan banyaknya lokasi memori yang ingin dibuat. misal: kita mendeklarasikan

Dim A(3) as integer

yang artinya kita akan menyimpan data berupa integer (angka) ke dalam variabel A dan variabel A tersebut akan dipakai sebanyak tiga kali yaitu A(1), A(2), dan A(3). Agar lebih mudah untuk dimengerti langsung saja kita akan membuat program yang menggunakan variabel Array.  Program kali ini juga akan membahas tentang “Vibratory System” dengan materi lanjutan dari postingan kemarin yaitu tentang Free Vibration without Damping.

Langkah-langkah untuk membuat programnya:

  • Buka FBIde
  • Buka File dan pilih New
  • Lalu ketikan coding seperti dibawah ini pada jendela coding

dim vs as integer, b as string,c as single, g as string,k as double,x as integer,w as string, m as double, R as integer, d as string, T as double, Fn as double, h as string,A as double,n as integer, ti(n) as single, P(n) as single,wn(6) as double, s as integer,F as integer,v as integer
color 14
locate,29:print”##################################”
locate,29:print”#       VIBRATORY SYSTEMS        #”
locate,29:print”##################################”
locate 6,29:print”==================================”
locate 7,29:print”=  1. Gerak Translasi            =”
locate 8,29:print”=  2. Gerak Rotasi               =”
locate 9,29:print”=  3. Kecepatan Angular Natural  =”
locate 10,29:print”=  4. Frekuensi Natural          =”
locate 11,29:print”=  5. Periode                    =”
locate 12,29:print”=  6. Menentukan Posisi          =”
locate 13,29:print”==================================”
do
input  “Pilih salah satu:”, vs
if vs = 1 then
locate ,29:print”1.Spring”
locate ,29:print”2.Inertia”
locate ,29:print”3.Damper”
input  “Pilih salah satu:”, R
if R = 1 then
locate ,29:print”F = k . x”
locate ,29:print”F = Gaya(N)”
locate ,29:print”k = Konstanta pegas (N/m)”
locate ,29:print”x = Perubahan panjang (m)”
input”Masukan k:”,k
input”Masukan x:”,x
F  = k*x
print”Besar gaya adalah”,F
elseif R = 2 then
locate ,29:print”F = m . a”
locate ,29:print”F = Gaya(N)”
locate ,29:print”m = Massa (Kg)”
locate ,29:print”a = Percepatan (m/s^2)”
input”Masukan m:”,m
input”Masukan a:”,a
F  = m*a
print”Besar gaya adalah”,F
elseif R = 3 then
print”F = c . v”
locate ,29:print”F = Gaya(N)”
locate ,29:print”c = Konstanta Damper (Ns/m)”
locate ,29:print”v = Perubahan Kecepatan (m/s)”
input”Masukan c:”,c
input”Masukan v:”,v
F  = c*v
print”Besar gaya adalah”,F
else
locate ,29:print”404 NOT FOUND”
end if
elseif vs = 2 then
locate ,29:print”fn = 1/T = wn/2phi”
locate ,29:print”fn = Frekuensi natural (Hz)”
locate ,29:print”T = Periode (s)”
locate ,29:print”wn = Kecepatan angular normal (rad/s)”
input”Apakah kecepatan angular naturalnya sudah diketahui(Y/N)?”,w
if w = “N” or w = “n” then
input”Masukan k:”,k
input”Masukan m:”,m
wn(5) = k/m
print”Besar wn = “,wn(5)
fn = wn(5)/(2*(22/7))
print”Sehingga besar Frekuensi naturalnya adalah “,fn
elseif w = “Y” or w = “y” then
input”Masukan wn:”,wn(6)
fn = wn(6)/(2*(22/7))
print”Frekuensi naturalnya adalah “,fn
end if
elseif vs = 3 then
locate ,29:print”Wn = sqr (k/m)”
locate ,29:print”Wn = Kecepatan angular natural (rad/s)”
locate ,29:print”k = konstanta pegas (N/m)”
locate ,29:print”m = Massa (Kg)”
input”Masukan k:”,k
input”Masukan m:”,m
wn(1)  = sqr (k/m)
print”Kecepatan angular natural adalah”,wn(1)
input”Apakah ingin menghitung Frekuensi natural(Fn)(Y/N)?”,d
if d = “Y” or d = “y” then
Fn = wn(1)/(2*3.14)
print”Frekuensi naturalnya adalah”,Fn
elseif d = “N” or d = “n” then
input”Apakah ingin menghitung Periode (T)(Y/N)?”,g
if g =  “Y” or g = “y” then
T = (2*3.14)/wn(1)
print”Periodenya adalah”,T
end if
end if
elseif vs = 4 then
input”Apakah Periode(T) diketahui(Y/N)?”,d
if d = “Y” or d = “y” then
locate ,29:print”Fn = 1/T”
locate ,29:print”Fn = Frekuensi natural (Hz)”
locate ,29:print”T = Periode (s)”
input”masukan T:”,T
Fn = 1/T
print”Frekuensi naturalnya adalah”,Fn
elseif d = “N” or d = “n” then
locate ,29:print”Fn = Wn/2*phi”
locate ,29:print”Fn = Frekuensi natural (Hz)”
locate ,29:print”Wn = Kecepatan angular natural (rad/s)”
locate ,29:print”phi = 3.14″
input”masukan Wn:”,Wn(2)
Fn = Wn(2)/(2*3.14)
print”Frekuensi naturalnya adalah”,Fn
else
print”404 Not Found”
end if
elseif vs = 5 then
input”Apakah Frekuensi natural(Fn) diketahui (Y/N)?”,h
if h = “Y” or h = “y” then
locate ,29:print”T = 1/Fn”
locate ,29:print”T = Periode (s)”
locate ,29:print”Fn = Frekuensi natural (Hz)”
input”masukan Fn:”,Fn
T = 1/Fn
print”Periodenya adalah”,T
elseif h = “N” or h = “n” then
locate ,29:print”T = 2*phi/Wn”
locate ,29:print”T = Periode (s)”
locate ,29:print”Wn = Kecepatan angular natural (rad/s)”
locate ,29:print”phi = 3.14″
input”masukan Wn:”,Wn(3)
T = (2*3.14)/Wn(3)
print”Periodenya adalah”,T
else
print”404 Not Found”
end if
elseif vs = 6 then
locate ,29:print”X = A sin (Wn) t”
locate ,29:print”X = Posisi (m) ”
locate ,29:print”Wn = Kecepatan angular (rad/s)”
locate ,29:print”A = Amplitudo”
locate ,29:print”t = Waktu (s)”
input”Masukan wn:”,wn(4)
input”Masukan A:”,A
input”Banyak posisi yang dicari:”,s
for n = 1 to s
print: input “waktu:”, ti(n)
next n
for n = 1 to s
P(n) = A*sin(wn(4))*ti(n)
print “Posisinya:”, P(n)
next n
else
print”404 Not Found”
end if
print “Apakah Anda ingin menghitung lagi(Y/N)? ”
Input ” ” ,h
If h= “N” or h=”n” Then
Exit Do
End If
loop

Tampilan codingan akan seperti ini

re re1 re2 re3 re5 re6 re7re10

  • Run program, maka tampilannya akan seperti ini

re8 re9

Pada baris pertama yang diblok warna kuning tersebut merupakan variabel array, dimana saya mendeklarasikan wn sebagai double,ti sebagai single dan P sebagai single, dan untuk variabel wn  saya mengalokasikan memory sebanyak tiga, yang artinya saya akan menggunakan wn sebanyak tiga kali seperti wn(1), wn (2), dan wn(3), sedangkan untuk variabel ti dan P saya alokasikan memory sebanyak n dimana n sendiri merupakan inputan yang menunjukan berapa banyak posisi yang dicari pada subbab 6

Pada baris ke 69 ketika user memilih untuk menghitung kecepatan angular natural maka rumusnya adalah sqr k/m dimana hasil perhitungan sqr k/m tersebut akan disimpan dalam wn(1) dan setelah menghitung wn(1) user akan ditanyai apakah ingin menghitung frekuensi, jika iya maka hasil hitungan wn(1) tersebut akan dipanggil kembali dalam perhitungan frekuensi pada baris 80, begitupun pula jika ingin menghitung periode maka wn(1) akan dipanggil dalam perhitungan baris ke 85.

Sedangkan untuk wn(2) akan dipakai pada perhitungan frekuensi natural pada baris ke 104, dan wn(3) dipakai dalam perhitungan periode pada baris ke 124.

Jika user memilih menghitung posisi maka setelah memasukkan wn (kecepatan angular) dan A (amplitudo) maka user akan ditanya berapa banyak posisi yang ingin diketahui dan banyaknya posisi tersebut disimpan dalam variabel n, setelah itu user harus menginputkan waktu sebanyak posisi yang ingin diketahui dan disimpan dalam variabel ti(n), dan variabel ti(n) akan dipanggil dalam perhitungan P(n) sehingga akan diketahui Posisi sebanyak data yang simpan dalam variabel n.

Cukup sekian pembahasan Array pada kali ini semoga bermanfaat, dan nantikan postingan-postingan selanjutnya.. 😀

 

Untuk hasil programnya bisa diunduh disini

 Sumber:
1. Modul Pemrograman Komputer Teknik Mesin Brawijaya Th.2014/2015
2. Basic vibration theory by Ralph E. Blake (pdf)

VIBRATORY SYSTEMS

Pada pembahasan kali ini saya tidak membahas perintah atau fungsi pengoperasian dalam Freebasic namun saya akan membahas lebih lanjut mengenai progam yang akan saya buat, seperti title diatas progam yang akan saya buat adalah mengenai Vibratory System, dimana pembahasan tersebut merupakan salah satu matakuliah dalam jurusan teknik mesin, dan untuk fungsi yang digunakan seperti progam-progam yang saya buat sebelumnya yaitu memuat sequential structure, branching yang pada kali saya menggunakan if then elseif, dan pada looping saya menggunakan Do loop.

Langsung saja saya akan buat progamnya lebih dulu

  • Buka FBIde
  • Pilih File – New
  • ketik coding berikut:

Dim vs As integer , b as integer
Dim As String yn
dim F as integer, k as double, x as integer,m as integer, a as integer, c as integer, v as integer
Dim abc as Integer , Tengah as Integer, s as string, wn as double,w as string, fn as double
Dim Pjkata as Integer,h as string

Const Kata=”VIBRATORY SYSTEMS”
color 10
Pjkata=Len(Kata)

Tengah=(80-Pjkata)/2

For abc=1 To Tengah
Locate 1,abc
Print Kata

Sleep 150
Locate 1,abc
Print String(Pjkata,” “)

Next
Locate 1,Tengah
Print Kata
do
color 10
locate,29:print”1. Gerak Translasi”
locate,29:print”2. Gerak Rotasi”
input  “Pilih salah satu:”, vs
if vs = 1 then
locate ,29:print”1.Linier Spring”
locate ,29:print”2.Rigid Mass”
locate ,29:print”3.Damper”
input  “Pilih salah satu:”, b
if b = 1 then
locate ,29:print”F = k . x”
locate ,29:print”F = Gaya(N)”
locate ,29:print”k = Konstanta pegas (N/m)”
locate ,29:print”x = Perubahan panjang (m)”
input”Masukan k:”,k
input”Masukan x:”,x
F  = k*x
print”Besar gaya adalah”,F
elseif b = 2 then
locate ,29:print”F = m . a”
locate ,29:print”F = Gaya(N)”
locate ,29:print”m = Massa (Kg)”
locate ,29:print”a = Percepatan (m/s^2)”
input”Masukan m:”,m
input”Masukan a:”,a
F  = m*a
print”Besar gaya adalah”,F
else b = 3
print”F = c . v”
locate ,29:print”F = Gaya(N)”
locate ,29:print”c = Konstanta Damper (Ns/m)”
locate ,29:print”v = Kecepatan (m/s)”
input”Masukan c:”,c
input”Masukan v:”,v
F  = c*v
print”Besar gaya adalah”,F
end if
elseif vs = 2 then
locate ,29:print”fn = 1/T = wn/2phi”
locate ,29:print”fn = Frekuensi natural (Hz)”
locate ,29:print”T = Periode (s)”
locate ,29:print”wn = Kecepatan angular normal (rad/s)”
input”Apakah kecepatan angular naturalnya sudah diketahui(Y/N)?”,w
if w = “N” or w = “n” then
input”Masukan k:”,k
input”Masukan m:”,m
wn = k/m
print”Besar wn = “,wn
fn = wn/(2*(22/7))
print”Sehingga besar Frekuensi naturalnya adalah “,fn
elseif w = “Y” or w = “y” then
input”Masukan wn:”,wn
fn = wn/(2*(22/7))
print”Frekuensi naturalnya adalah “,fn
end if
end if
print “Apakah Anda ingin menghitung lagi(Y/N)? ”
Input ” ” ,h
If h= “N” or h=”n” Then
Exit Do
End If
loop

  • kurang lebih tampilannya akan seperti ini

vs1 vs2 vs3 vs4

Pada progam ini Vibratory system membahas dua gerak yaitu gerak translasi dan gerak rotasi, dimana jika kita memilih gerak rotasi akan muncul 3 pilihan yaitu 1. gaya yang terjadi pada linier spring 2. gaya yang terjadi pada a rigid mass(benda yang bermassa) 3. gaya yang tejadi pada damper ketika memilih salah satu akan muncul rumusnya. Dan untuk gerak rotasi akan ditanyakan lebih dahulu apakah wn(kecepatan angular natural) sudah diketahau apa belum jika sudah akan masuk rumus fn(frekuensi natural) dan jika belum maka harus mencari wn dulu dengan rumus yang sudah disediakan.

Untuk bagian yang saya lingkari dengan pen biru menunjukan fungsi yang saya gunakan baik itu branching maupun looping.

  • Untuk tampilan ketika progam dijalankan akan seperti ini

vs5

Cukup sekian pembahasan kali ini semoga bermanfaat 🙂

Untuk progamnya bisa diunduh disini

Sumber : Basic vibration theory by Ralph E. Blake (pdf)

 

Cara Mengatasi Spaghetti Code

SpaghettiCode

Seperti yang kita ketahui sebuah programmer dituntut untuk membuat program yang bagus dan baik, dan tenntunya bermanfaat, namun sejalan dengan bagusnya sebuah program tersebut pasti untuk pencodingan akan semakin banyak, memerlukan waktu yang lama dan membutuhkan ketelitian, kadang-kadang pula coding yang kita buat akan menyulitkan orang lain untuk membacanya karena terlalu “ruwet” karena coding yang kita buat terlalu berpanjang lebar oleh karena itu seorang programmer juga harus memperhatikan coding yang telah dibuat sudah efektif atau belum,  karena efektif tidaknya sebuah coding akan berpengaruh terhadap bagusnya sebuah program. Inilah hal-hal yang harus diperhatikan agar coding yang kita buat tidak termasuk spaghetti code :

 

  • Sequential Instruction

Sebuah pencodingan harus disusun secara berurutan agar efektif dan efisien, dan supaya orang lain yang membaca akan mudah memahami coding yang kita buat.

  • Branching Instruction

Untuk pencodingan yang bercabang kita bisa menggunakan fungsi If then atau Select Case seperti program yang saya buat sebelumnya.

  • Looping Instruction

Untuk mengulang perintah pada program, agar kita tidak menulis ulang codingnya kita bisa menggunakan fungsi Do Loop atau For Next.

 

Untuk memahami lebih lanjut langsung saja kita membuat program yang mencakup hal-hal diatas, Program berikut berfungsi untuk menghitung kalor yang dibutuhkan  untuk menaikan suhu pada suatu zat.

  • Buka FBIde
  • Buka File – New
  • Ketikan coding berikut:

dim a as string, m as integer, c as integer,c1 as integer,c2 as integer, Q as integer,Q1 as integer,Q2 as integer,Q3 as integer, T1 as integer, T2 aS integer
Dim X as Integer , Tengah as Integer, s as string
Dim Pjkata as Integer
Const Kata=”CARA MENGHITUNG KALOR”
color 14
Pjkata=Len(Kata)

Tengah=(80-Pjkata)/2

For X=1 To Tengah
Locate 1,X
Print Kata

Sleep 150
Locate 1,X
Print String(Pjkata,” “)

Next
Locate 1,Tengah
Print Kata
color 10
locate 3,29:print” Q = m . c . delta T”
locate 5,25:print” Q       = kalor (Joule)”
locate 6,25:print” m       = kalor jenis (J/Kg C)”
locate 7,25:print” delta T = perubahan temperatur(Celcius)”
color 9

locate 9:print”1.Air  2.Alkohol  3.Almunium 4.Besi 5.ES”
do
input”pilih jenis zat:”,a

if a=”air” then
input”Temperatur akhir:”,T2
if T2>100 then
input”massa zat:”,m
input”Temperatur awal:”,T1
c=4200
c1=2268000
c2=2100
Q1=m*c*(100-T1)
Q2=m*c1
Q3=m*c2*(T2-100)
Q=Q1+Q2+Q3
color 9
print”Banyak kalor yang dibutuhkan adalah”,Q
else
c=4200
input”massa zat:”,m
input”Temperatur awal:”,T1
Q=m*c*(T2-T1)
color 9
print”Banyak kalor yang dibutuhkan adalah”,Q
endif
elseif a=”alkohol” then
c=2400
input”massa zat:”,m
input”Temperatur awal:”,T1
input”Temperatur akhir:”,T2
Q=m*c*(T2-T1)
color 9
print”Banyak kalor yang dibutuhkan adalah”,Q
elseif a=”alumunium” then
c=900
input”massa zat:”,m
input”Temperatur awal:”,T1
input”Temperatur akhir:”,T2
Q=m*c*(T2-T1)
color 9
print”Banyak kalor yang dibutuhkan adalah”,Q
elseif a=”besi” then
c=450
input”massa zat:”,m
input”Temperatur awal:”,T1
input”Temperatur akhir:”,T2
color 9
Q=m*c*(T2-T1)
print”Banyak kalor yang dibutuhkan adalah”,Q
elseif a=”es” then
input”Temperatur awal:”,T1
if T1<0 then
c=4200
c1=2100
c2=336000
input”massa zat:”,m
input”Temperatur akhir:”,T2
Q1=m*c1*(0-T1)
Q2=m*c2
Q3=m*c*(T2-0)
Q=Q1+Q2+Q3
color 9
print”Banyak kalor yang dibutuhkan adalah”,Q
else
c=2100
input”massa zat:”,m
input”Temperatur akhir:”,T2
Q=m*c*(T2-T1)
color 9
print”Banyak kalor yang dibutuhkan adalah”,Q
endif
else
print”zat yang anda masukan tidak tersedia”
endif
color 9
print “Apakah Anda ingin menghitung kalor lagi(Y/T)? ”
Input ” ” ,s
If s= “T” or s=”t” Then
Exit Do
End If
loop

Kurang lebih tampilan akan seperti ini:

kalor1 kalor2 kalor3 kalor4

Pada baris 29 ada perintah do untuk mengawali perintah pengulangan, dan pada baris 32 ada fungsi If Then digunakan untuk percabangan, dimana kita bisa lihat fungsi tersebut di program digunakan  untuk memilih zat apa yang ingin diketahui kalornya, pada baris ke 102 ada fungsi End If untuk mengakhiri percabangan, dan pada baris ke 107 ada fungsi Exit Do dimana jika kita menginputkan t atau T maka perintah Exit Do berjalan sehingga tidak ada lagi pengulangan dan program pun berhenti, dan pada baris ke 109 ada fungsi Loop jika kita menginputkan selain t atau T maka perintah akan diulang.

  • Untuk hasil program ketika dijalankan akan seperti ini:

kalor5

Untuk hasil programnya bisa didownload disini

Sumber: ramazotob.blogspot.com

 

 

 

 

 

KONTROL PENGULANGAN PADA FREEBASIC

loo

Struktur Kontrol Pengulangan
suktur pengulangan digunakan untuk mengulang perintah, sehingga kita tidak perlu
menulis ulang perintah sebanyak pengulangan yang diinginkan. Beberapa jenis struktur kontrol
pengulangan adalah sebagai berikut :

1. Do…Loop
Struktur ini digunakan untuk mengulang sebuah blok perintah sampai jumlah
tertentu.Pada struktur bentuk ini kita akan mengulang suatu blok pernyataan/perintah selama
(while) suatu kondisi (syarat) bernilai false atau sampai (until) suatu kondisi menjadi True.
Bentuk penulisan (syntax) struktur Do…Loop memiliki bentuk penulisan (syntax) sebagai berikut
:
DO WHILE <kondisi>
<perintah>
LOOP

Do    – adalah perintah yang menyatakan lakukan proses dibawah ini
Loop  – adalah perintah yang menyatakan ulangi perintah yang dimulai dari Do
While – adalah perintah yang menyatakan sebuah kondisi yang harus dipenuhi jika perintah

2. FOR..NEXT
Bentuk ini digunakan untuk melakukan pengulangan suatu blok program
beberapa kali yang ditentukan nilai awal dan nilai akhir (banyak pengulangannya sudah pasti).
Pada struktur kontrol For…Next, kita tidak perlu menuliskan sebuah kondisi untuk diuji oleh
Freebasic. Kita hanya perlu menuliskan nilai awal dan akhir variabel penghitung. Nilai
variabel penghitung ini akan secara otomatis bertambah atau berkurang setiap kali sebuah
pengulangan (loop) dilaksanakan.

saya kira cukup untuk perkenalannya langsung saja kita akan buat program yang menggunakan perintah loop

  • Buka FBIde
  • Klik File – New, akan terbuka jendela pengcodingan
  • Pada kali ini kita akan membuat program bagaimana cara menghitung gaji bersih
  • Ketik Coding sebagai berikut :

Dim A as Integer , Tengah as Integer
Dim Pjkata as Integer
Dim NK as string, Gol as string, TI as integer, TK as integer, GP as integer
dim TG as integer, Pot as integer
dim GB as integer , t as string
dim ulang as string *1
COLOR 11
Const Kata=”FREEBASIC CORPORATE”

Pjkata=Len(Kata)

Tengah=(80-Pjkata)/2

For A=1 To Tengah
Locate 1,A
Print Kata

Sleep 100
Locate 1,A
Print  Pjkata

Next
Locate 1,Tengah
Print Kata

locate 2,29:print”Menghitung Gaji Bersih”

do
input”Nama Karyawan:”,NK
input”Golongan:”,Gol

if Gol=”A” or Gol=”a” then
GP=10000000
TI=2500000
TK=1000000
elseif Gol=”B” or Gol=”b” then
GP=7500000
TI=2000000
TK=750000
elseif Gol=”C” or Gol=”c” then
GP=6000000
TI=1500000
TK=500000
endif

TG=GP+TI+TK

if TG >=10000000 then
Pot=1*TG
elseif TG<10000000 then
Pot=0.5*TG
endif

GB=TG-Pot

print”Nama Karyawan=”;NK
print”Golongan=”;Gol
print”Tunjangan Insetive=”;TI
print”Tunjangan Karyawan=”;TK
print”Gaji Pokok=”;GP
print”Total Gaji=”;TG
print”Potongan=”;Pot
print”Gaji Bersih=”;GB

locate 23,1
input”isi data lagi(Y/T)?: “,t
If t= “T” or t= “t” Then
Exit Do
End If
loop

 

 

  • Kurang lebih tampilan akan seperti ini

gaji1 gaji2 gaji3

Untuk coding yang saya lingkari menunjukan perintah pengulangan dimana jika diketikan selain huruf “T” or “t” maka proses akan diulang dan jika diketikan “T” or “t” maka perintah exit do akan berjalan yang artinya pengulangan berhenti dan program akan berhenti pula.

  • Untuk tampilan ketika program dijalankan akan seperti ini

                                   GAJI4

 

Untuk hasil program bisa didownload disini

Post by: Imam Mawardi M

Sumber: Modul pemrograman komputer teknik mesin brawijaya

Kontrol Keputusan pada FreeBasic

Apa itu Kontrol Keputusan?

Kontrol keputusan adalah struktur yang digunakan untuk memutuskan kode program mana yang akan dikerjakan berdasarkan suatu kondisi. Jenis-jenis kontrol keputusan yang bisa kita gunakan:

  1. If.. then.. (biasanya digunankan untuk satu kondisi)
  2. If.. then.. else.. (bisa kita gunakan jika kita mempunyai dua kondisi)
  3. If.. then.. elseif.. (bisa kita gunakan jika kita mempunyai lebih dari dua kondisi)
  4. Select case (perintah ini mudah dibaca dan mudah digunakan terutama jika percabangan dibuat berdasarkan satu variabel kunci, dan pada perintah ini kondisi akan dibuat seperti range/kelas sehingga akan lebih memudahkan kita)

Jangan lupa juga untuk penggunaan kontrol keputusan harus diakhiri End if  atau End select. Saya kira cukup untuk pengenalannya langsung saja kita buat program pengabungan antara if then dan select case..

  • Buka FBIde
  • Pilih File – New, maka jendela untuk menulis code akan terbuka
  • Ketik code berikut:

#lang “fblite”
color 14,0
Print “========== Selamat datang di FreeBasic STORE ==========”
Do
print “1. Sembako        2.Alat tulis”
Print “Jenis barang apa yang akan Anda beli?”
input ” “,A$

if A$=”satu” then
print “1.Beras 2.Minyak goreng 3.LPG 4.Kecap 5.Gula 6.Mie”
input ” “,B$
if B$=”satu” then
print “harga beras/kg adalah 9.800”
input “Berapa kilo beras yang akan Anda beli? “,c%
select case c
case is>=10
d=(c*9800)-(10/100*c*9800)
print”Anda mendapat diskon 10% jadi yang harus Anda bayar adalah”,d
case is>=5
d=(c*9800)-(5/100*c*9800)
print”Anda mendapat diskon 5% jadi yang harus Anda bayar adalah”,d
case else
d=c*9800
print”yang harus Anda bayar adalah”,d
end select
elseif B$=”dua” then
print “harga minyak goreng/liter adalah 12.000”
input “Berapa liter minyak goreng yang akan Anda beli? “,e
f=e*9800
print”yang harus Anda bayar adalah”,f
elseif B$=”tiga” then
print “harga 1 tabung LPG 3 KG adalah 16.000”
input “Berapa tabung yang akan Anda beli? “,g
h=g*16000
print”yang harus Anda bayar adalah”,h
elseif B$=”empat” then
print “harga 1 botol kecap adalah 12.500”
input “Berapa botol yang akan Anda beli? “,i
j=i*16000
print”yang harus Anda bayar adalah”,j
elseif B$=”lima” then
print “harga gula/kg adalah 10.500”
input “Berapa kilo gula yang akan Anda beli? “,k%
select case k
case is>=20
d=(k*10500)-(10/100*k*10500)
print”Anda mendapat diskon 10% jadi yang harus Anda bayar adalah”,d
case is>=10
d=(k*10500)-(5/100*k*10500)
print”Anda mendapat diskon 5% jadi yang harus Anda bayar adalah”,d
case else
d=k*10500
print”yang harus Anda bayar adalah”,d
end select
elseif B$=”enam” then
print “harga 1 sabun adalah 2.500”
input “Berapa sabun yang akan Anda beli? “,m
n=m*2500
print”yang harus Anda bayar adalah”,n
end if

elseif A$=”dua”    then
Print “1.Buku 2.Pulpen 3.Pensil 4.Penghapus 5.Correction pen 6.Penggaris”
input ” “,O$
if O$=”satu” then
print “harga 1 buku adalah 4.000”
input “Berapa buku yang akan Anda beli? “,p
q=p*4000
print”yang harus Anda bayar adalah”,q
elseif O$=”dua” then
print “harga 1 pulpen adalah 2.500”
input “Berapa pulpen yang akan Anda beli? “,r
s=r*2500
print”yang harus Anda bayar adalah”,s
elseif O$=”tiga” then
print “harga 1 pensil adalah 2.500”
input “Berapa pensil yang akan Anda beli? “,r
s=r*2500
print”yang harus Anda bayar adalah”,s
elseif O$=”empat” then
print “harga 1 penghapus adalah 2.000”
input “Berapa penghapus yang akan Anda beli? “,r
s=r*2000
print”yang harus Anda bayar adalah”,s
elseif O$=”lima” then
print “harga 1 correction pen adalah 3.500”
input “Berapa correction pen yang akan Anda beli? “,r
s=r*3500
print”yang harus Anda bayar adalah”,s
elseif O$=”enam” then
print “harga 1 penggaris adalah 3.000”
input “Berapa penggaris yang akan Anda beli? “,p
q=p*3000
print”yang harus Anda bayar adalah”,q
end if
else
print”Maaf kami tidak menjual barang yang Anda butuhkan”
end if
LOOP

  • Kurang lebih tampilan akan seperti ini

22 44 66 88 99

Pada baris ke 9 bisa kita lihat saya menggunakan perintah if then untuk memilih barang apa yang akan dibeli. Dan pada baris 15 saya menggunakan select case untuk menggolongkan berapa kilo berapa beras yang akan dibeli..

Untuk tampilan ketika di run akan seperti ini

run

untuk hasil programnya bisa diunduh disini

post by: Imam Mawardi M

String Dan Integer

Pada kesempatan kali ini kita akan membuat sebuah program yang berhubungan dengan string dan integer. Namun kita akan kenalkan lebih dulu apa itu string dan integer.

String adalah tipe data yang digunakan untuk mewakili data non numerik.

Simbol = $

Range nilai = 1 s/d 65.400 karakter
Memori yang dibutuhkan = 1 byte

sedangkan Integer adalah tipe data yang digunakan untuk mewakili data numerik khususnya bilangan bulat

Simbol = %

Range = -32768 s/d 32767
Memori yang dibutuhkan = 2 byte

Langsung saja kita akan buat  programnya

Langkah-langkah:

1. Buka FBIde

2. Buat lembar project (klik icon new)

3. Tuliskan coding ini di lembar tersebut

#lang “fblite”

do
dim a as integer
dim b as integer
dim h as integer
Print “masukan luas bangun apa yang ingin anda ketahui”
input ” “,Z$

if z$=”segitiga”   then
input “masukan tinggi segitiga ” ,a
input “masukan panjang alas segitiga ”  ,b
c =1/2*a*b
print “maka luas”,z$,c
elseif z$=”persegi panjang”    then
input “masukan panjang persegi panjang ” ,a
input “masukan lebar persegi panjang ”  ,b
d =a*b
print “maka luas”,z$,d
elseif z$=”persegi”    then
input “masukan panjang  sisi persegi “,a
c=a^2
print “maka luas”,z$,c

elseif z$=”lingkaran”    then
input “masukan jari jari lingkaran “,a
e =22/7* a ^2
print “maka luas”,z$,e

elseif z$=”jajar genjang”    then
input “masukan panjang alas jajar genjang ” ,a
input “masukan tinggi jajar genjang ”  ,b
f =a*b
print “maka luas”,z$,f

elseif z$=”trapesium”    then
input “masukan panjang alas atas ” ,a
input “masukan panjang alas bawah ”  ,b
input “masukan tinggi trapesium ”  ,h
g =1/2*(a+b)*h
print “maka luas”,z$,g
else print ” maaf program ini masih belum mengetahui rumus tersebut”
end if

loop
4. Klik Run jika muncul jendela exe berarti anda berhasil, jika masih ada error coba teliti kembali barang kali ada coding yang salah atau terlewatkan

5. Selamat mencoba, sampai jumpa di tutorial selanjutnya..

Untuk hasil progam bisa didownload disini

Go to Top