Home » Info Beasiswa » MUHAMMAD NUGRAHA “ORANG PINTAR KALAH SAMA ORANG BERUNTUNG”

MUHAMMAD NUGRAHA “ORANG PINTAR KALAH SAMA ORANG BERUNTUNG”

Muhammad-Nugraha-300x225

Sebelum masuk ke cerita saya mau memperkenalkan diri dulu. Nama saya Muhammad Nugraha, di Indonesia biasanya di panggil Nugraha tapi kalau oleh temen-temen dan profesor-profesor di Korea, saya suka dipanggil Muhammad. Kenapa demikian, karena saya kasihan dengan mereka kalau memanggil Nugraha, mereka akan kesulitan ketika memanggil saya dengan sebutan Nugraha, karena mereka susah menyebut huruf “R”. Maka dari itu, agar mereka tidak susah dan bingung memanggil saya, saya saranin untuk panggil saya dengan sebutan Muhammad aja.

Dulu ketika kuliah S1 saya kuliah di Jurusan Teknik Informatika di salah satu univeritas swasta di Jogjakarta. Universitas ini tidak terkenal bahkan banyak dari sebagian orang yang tidak tahu dengan universitas yang satu ini. Sebenernya saya bisa masuk ke universitas ini karena saya tidak lulus ketika tes masuk ke STAN kemudian saya juga nggak lulus PMDK ke Ilmu komputer IPB, terus saya juga nggak lulus SPMB ke Ilmu Komputer UGM. Oleh karena itu, saya mau nggak mau harus masuk univeritas ini biar nggak nganggur atau harus nunggu lagi untuk test tahun depan. Memang kualitas jurusan Teknik Informatika di universitas itu tidak terlalu bagus, bahkan akreditasinya juga hanya mendapat akreditasi “C”, sumber daya manusianya atau dosen nya juga kurang, bahkan ada beberapa dosennya yang hanya lulusan S1. Ketika masuk semester 2, Saya sempat kepikiran ingin pindah kuliah karena melihat perkuliahan yang kurang saya suka, tapi orangtua saya menyarankan agar lanjut aja di universitas tersebut. Ibu saya menasehati untuk terus melanjutkan kuliah di sana, dan untuk masalah kualitas, ibu saya menasehati saya kalo untuk kualitas seseorang itu tergantung kepada diri kita masing-masing, bukan dari orang lain ataupun kampus, kalo kita bagus maka insya Allah hasilnya juga akan bagus. Mendengar nasehat dari orangtua saya, saya pun menurutinya dan melanjutkan kuliah disana sampe saya selesai. Selama masa kuliah saya tidak begitu pintar dan tidak juga begitu bodoh, saya berada di tengah-tengah yaitu menjadi orang yang biasa-biasa aja dengan hasil yang biasa-biasay aja. Bahkan hasil akhir atau IPK pun saya tidak terlalu besar, saya hanya mendapatkan IPK yang pas-pasan dan jauh di banding teman-temen saya yang IPKnya tinggi. Meskipun begitu, saya tetap optimis kalau dengan IPK saya yang kecil itu saya bisa dan akan menjadi orang yang besar daripada teman-teman saya yang IPKnya tinggi.

Setelah wisuda, dari dulu saya memang sudah ada cita-cita ingin melanjutkan kuliah S2, kalau tidak mampu ke luar negeri di dalam negeri juga tidak apa-apa, akan tetapi saya sangat berharap bisa melanjutkan kuliah ke luar negeri dan itu sudah cita-cita saya semenjak masih duduk di bangku SMA. Kemudian hari demi hari saya lalui dengan mencari cari beasiswa ke luar negeri, akan tetapi tidak pernah membuahkan hasil dan untuk antisipasinya saya pun mendaftar S2 di dalam negeri di salah satu universitas negeri di Jogja. Hal ini saya lakukan untuk mengantisipasi kalau sampai nanti pengumuman penerimaan S2 di Jogja sudah di umumkan dan saya belum mendapatkan beasiswa ke luar negeri juga maka saya akan putuskan untuk melanjutkan kuliah S2 di jogja aja.

Suatu saat saya chating dengan teman saya yang sedang studi di Korea, tepatnya di Chonnam National University(CNU). Waktu itu saya ngobrol dan nanya-nanya tentang beasiswa di Korea. Dan pas lagi chating itu saya ditawarin temen saya untuk mengajukan beasiswa ke CNU dan nanti teman saya akan bantu saya untuk menguruskannya dan meminta rekomendasi dari profesornya di lab. Mendengar informasi itu saya pun menyiapkan berkas-berkas yang di perlukan dan mengirimkannya ke teman saya tadi agar nanti temen saya bisa menguruskannya ke kampus. Sebenarnya di pikiran saya untuk melanjutkan kuliah ke CNU itu masih di liputi perasaan ragu dan bimbang karena kemampuan akademik saya yang sangat kurang, IPK saya yang kecil, kemampuan bahasa inggris saya yang masih ancur dan bahasa korea pun saya tidak bisa sama sekali. Tapi karena tekat yang kuat dan cita-cita yg tinggi ingin melanjutkan kuliah S2 ke luar negeri saya pun nekad untuk mencoba ke sana. Perlu di ketahui ketika nge-apply beasiswa ke Korea itu berkas-berkas yang saya kirimkan sangat minim sekali, mulai dari nilai TOEFL saya yang rendah, IPK saya juga rendah, dan profil saya pun biasa2aja (tidak ada prestasi satupun). Meskipun demikian saya tetap optimis dan selalu berdoa agar di berikan yang terbaik. Di setiap doa yang saya panjatkan saya selalu minta keridhoan Allah SWT untuk meridhoi saya agar bisa melanjutkan kuliah ke luar negeri.

Tibalah saatnya pengumuman mahasiswa yang keterima untuk kuliah di CNU dan sayapun cepat bergegas membuka web dimana pengum0uman beasiswa itu di umumkan. Dan setelah saya lihat Alhamdulillah ternyata saya diterima untuk kuliah S2 di CNU, tapi kesenangan itu sirna ketika melihat keterangan ternyata saya tidak mendapatkan beasiswa untuk kuliah disana melainkan harus biaya dari sendiri. Dari hasil pengumuman tersebut saya pun berniat untuk tidak mengambil kuliah ke CNU karena saya tidak mendapatkan beasiswa. saya berniat dan sudah bulat mau melanjutkan kuliah S2 di Indonesia saja, lebih tepatnya di Jogjakarta. Setelah beberapa hari saya mengambil keputusan tersebut keajaiban pun datang, yaitu saya mendapatkan kabar dari teman saya bahwa saya ternyata mendapatkan beasiswa. Mau tau kenapa saya tiba-tiba mendapatkan beasiswa padahal tadinya saya tidak mendapatkannya? Ternyata ketika teman saya mendapatkan info bahwa saya lulus masuk CNU dan tidak mendapatkan beasiswa maka 2 orang teman saya yang di CNU menyarikan dan meloby ke professor agar saya bisa mendapatkan beasiswa, dan akhirnya  setelah beberapa proses saya pun mendapatkan beasiswa. Selain berkat bantuan perjuangan dari teman saya tersebut ini juga berkat do’a kedua orang tua saya dan keridhoan Allah SWT yang mengabulkan doa-doa saya. Semenjak mendapatkan informasi tersebut saya pun segera mengurus keberangkatan saya ke Korea.

Hampir semua teman-teman saya tidak ada yang percaya kalau saya mendapatkan beasiswa S2 ke Korea, karena mereka juga tahu kepintaran dan kemampuan saya yang hanya biasa-biasa saja. Jangankan teman-teman, orang tua pun tidak percaya kalau saya mendapatkan beasiswa ke Korea, kedengarannya ini seperti becanda. Disinilah peranan Allah SWT yang berbicara, segala sesuatu itu tidak ada yg tidak mungkin bagi Allah, segala sesuatu itu akan mungkin kalau Allah berkehendak. Maka dari itu jangan bosan-bosannya meminta dan mohon pertolongan sama Allah SWT dan tentunya di barengi dengan usaha juga.

 Main point

Beberapa pelajaran yang bisa diambil dari beberapa pengalaman saya adalah:

  1. Positif thinking, yakin bakal kecapai apa yang kita tuju dan inginkan di barengi dengan doa terus menerus.
  2. Mintalah restu dan do’a orang tua untuk mencapai tujuanmu itu agar lebih di lancarkan.
  3. Untuk yang ngerasa dirinya biasa-biasa aja seperti saya, jangan minder, pasti ada jalan untuk menjadi orang besar, tetap berusaha dan terus berjuang semampunya. “orang pintar kalah dengan orang beruntung”
  4. Link atau relasi akan sangat membatu baik dalam mendapatkan beasiswa ataupun untuk mendapatkan pekerjaan. Berkat link teman yang saya punya di Korea saya bisa mendapatkan beasiswa ke Korea meskipun kemampuan saya biasa-biasa aja.

Mudah-mudahan cerita ini bisa menjadi penyemangat dan motivasi untuk yang minder dengan keadaan yang biasa-biasa aja. cerita ini real 100% saya alami tanpa ada rekayasa sedikitpun. “Orang pintar kalah dengan orang beruntung”, mungkin buat orang yg ngerasa biasa-biasa aja itu kata-kata bisa jadi penyemangat dan motivasi bahwa kamu yakin kamu itu adalah orang-orang yang beruntung yang bisa mengalahkan orang pintar. Orang pintar belum tentu bisa beruntung. Dan untuk bisa jadi orang beruntung terus positif thinking, berusaha, dan do’a.

Gwangju, September 29th 2012

E-mail             : kertas_24@yahoo.com

Skype              : nugraha8989

YM                   : kertas_24

Facebook      : http://www.facebook.com/nugraha1

Twitter           : @nugraha8989

 

Info Beasiswa

No Comments to “MUHAMMAD NUGRAHA “ORANG PINTAR KALAH SAMA ORANG BERUNTUNG””

Leave a Reply

(required)

(required)


*