SUHU DAN KELEMBABAN

SUHU


Definisi Suhu

Suhu adalah keadaan yang menentukan kemampuan benda tersebut, untuk memindahkan  (transfer) panas ke benda – benda lain atau menerima panas dari benda – benda lain.

                                                                                    (Anonymous,2011)

Suhu adalah derajat panas dinginnya suatu benda yang dinyatakan dalam energi kinetik.

                                                                                    (Anonymous,2011)

Suhu adalah tinjauan panas suatu benda atau kemampuan benda dalam hal membuang atau menerima panas.

                                                                                                            (Anonymous,2011)

Macam-Macam Termometer Dan Kegunaannya

Macam – macam termometer

A. Berdasarnya zat termometriknya, termometer dapat dibedakan menjadi :

1) Termometer zat padat.

Termometer zat padat menggunakan prinsip perubahan hambatan logam konduktor terhadapap suhu sehingga sering juga disebut sebagai termometer hambatan. Biasanya termometer ini menggunakan kawat platina halus yang dililitkan pad mika dan dimasukkan dalam tabung perak tipis tahan panas.

 

Contoh: Termometer platina

2) Termometer zat cair.

Termometer zat cair dibuat berdasarkan perubahan volume. Zat cair yang digunakan biasanya raksa atau alkohol. Contoh termometer Fahrenheit, Celcius, Reamur.

Alasan pemilihan raksa atau alkohol sebagai isi termometer adalah sebagai berikut:

1.mudah dilihat karena raksa terlihat mengkilap sedangkan  alkohol
dapat diberi warna merah.

2. daerah ukurannya sangat luas (raksa : – 390C s/d 3370C dan alkohol:
-1140C – 780C)

3.keduanya merupakan panghantar kalor yang baik

4.keduanya mempunyai kalor jenis yang kecil.

3) Termometer gas

Termomter gas menggunakan prinsip pengaruh suhu terhadap tekanan. Bagan alat ini sama seperti nanometer. Pipa U yang berisi raksa mula-mula permukaannya sama tinggi. Jika salah satu ujungnya dihubungkan dengan ruangan yang bersisi gas bertekanan, maka akan terjadi selisih tinggi.

Contoh: termometer gas pada volume gas tetap

B. Berdasarkan pembuatnya, antara lain:

1) termometer Celcius

2)termometer Fahrenheit

3) termometer Reamur

4)termometer Kelvin

 

C. Berdasarkan penggunaanya, antara lain:

1.   Termometer Laboratorium

Termometer yang biasanya digunakan untuk eksperimen di lab.

 

 

2.  Termometer suhu badan / klinis

Termometer khusus untuk mengukur suhu badan manusia. Termometer ini biasanya digunakan dalam bidang medis dan mempunyai batas skala 34-42 0C.

4)  Skala Termometer

A. Fahrenheit

Pada tahun 1714, seorang ilmuwan Jerman yang bernama Daniel George Fahrenheit membuat termometer yang mula-mula diisi alkohol dan kemudian diganti dengan raksa. Sebagai titik tetap pertama ia menggunakan campuran es dan garam dapur yang diberi angka 00F (suhu terendah yang ia ketahui) dan titik tetap kedua ia menggunakan tubuh manusia dan diberi angka 960C.

Berdasarkan definisi modern, skala termometer Fahrenheit adalah skala dengan temperatur air mendidih ditetapkan sebagai 212 derajat dan temperatur es melebur sebagai 32 derajat.

Pada jaman dulu termometer ini banyak digunakan di Eropa dan Amerika Serikat, tetapi pada saat ini negara-negara di Eropa sudah banyak beralih ke termometer Celcius sedangkan Amerika Serikat masih tetap menggunakannya.

B. Celcius

Sekitar 20 tahun setelah Fahrenheit membuat termometer, seorang profesor dari Swedia yang bernama Ander Celsius juga membuat termometer. Termometer ini menggunakan titik tetap bawah adalah suhu es sedang mencair sebagai 00C dan titik tetap atas adalah suhu air sedang mendidih sebagai 1000C masing-masing pada tekanan standar. Skala antar kedua temperatur ini dibagi dalam 100 derajat.

Termometer ini banyak digunakan oleh negara-negara di dunia, termasuk Indonesia.

C. Kelvin

Pada dasarnya skala kelvin sama dengan skala celcius (seperseratus). Hanya saja skala kelvin dimulai dari suhu nol mutlak (0 K) yang besarnya sama dengan -273,150C. Sehingga untuk suhu es mencair sama dengan 273,15 K dan air mendidih sama dengan 373,15 K.

 

Perbandingan antar skala termometer

Konversi Antar Skala Termometer

Untuk mengkorvensi suhu menurut termometer satu ke suhu menurut
termometer yang lain, digunakan persamaan sebagai berikut

Untuk skala Celcius, Fahrenheit, dan Kelvin berlaku:

(Anonymous, 2011)

 

Faktor-Faktor  Yang Mempengaruhi Suhu

Faktor yang mempengaruhi suhu udara

Temperatur udara adalah tingkat atau derajat panas dari kegiatan molekul dalam atmosfer yang dinyatakan dengan skala Celcius, Fahrenheit, atau skala Reamur. Perlu diketahui bahwa suhu udara antara daerah satu dengan daerah lain sangat berbeda. hal ini sangat dipengaruhi oleh hal-hal tersebut.

a). Sudut Datangnya Sinar Matahari
Sudut datang sinar matahari terkecil terjadi pada pagi dan sore hari, sedangkan sudut terbesar pada waktu siang hari tepatnya pukul 12.00 siang. Sudut datangnya sinar matahari yaitu sudut yang dibentuk oleh sinar matahari dan suatu bidang di permukaan bumi. Semakin besar sudut datangnya sinar matahari, maka semakin tegak datangnya sinar sehingga suhu yang diterima bumi semakin tinggi. Sebaliknya, semakin kecil sudut datangnya sinar matahari, berarti semakin miring datangnya sinar dan suhu yang diterima bumi semakin rendah.

b). Tinggi Rendahnya Tempat
Semakin tinggi kedudukan suatu tempat, temperatur udara di tempat tersebut akan semakin rendah, begitu juga sebaliknya semakin rendah kedudukan suatu tempat, temperatur udara akan semakin tinggi. Perbedaan temperatur udara yang disebabkan adanya perbedaan tinggi rendah suatu daerah disebut amplitudo. Alat yang digunakan untuk mengatur tekanan udara dinamakan termometer. Garis khayal yang menghubungkan tempat-tempat yang mempunyai tekanan udara sama disebut Garis isotherm. Salah satu sifat khas udara yaitu bila kita naik 100 meter, suhu udara akan turun 0,6 °C. Di Indonesia suhu rata-rata tahunan pada ketinggian 0 meter adalah 26 °C. Misal, suatu daerah dengan ketinggian 5.000 m di atas permukaan laut suhunya adalah 26 °C × -0,6 °C = -4 °C, jadi suhu udara di daerah tersebut adalah -4 °C. Perbedaan temperatur tinggi rendahnya suatu daerah dinamakan derajat geotermis. Suhu udara rata-rata tahunan pada setiap wilayah di Indonesia berbeda-beda sesuai dengan tinggi rendahnya tempat tersebut dari permukaan laut.

c). Angin dan Arus Laut
Angin dan arus laut mempunyai pengaruh terhadap temperatur udara. Misalnya, angin dan arus dari daerah yang dingin, akan menyebabkan daerah yang dilalui angin tersebut juga akan menjadi dingin.

d). Lamanya Penyinaran
Lamanya penyinaran matahari pada suatu tempat tergantung dari letak garis lintangnya. Semakin rendah letak garis lintangnya maka semakin lama daerah tersebut mendapatkan sinar matahari dan suhu udaranya semakin tinggi.

Sebaliknya, semakin tinggi letak garis lintang maka intensitas penyinaran matahari semakin kecil sehingga suhu udaranya semakin rendah. Indonesia yang terletak di daerah lintang rendah (6 °LU – 11 °LS) mendapatkan penyinaran matahari relatif lebih lama sehingga suhu rata-rata hariannya cukup tinggi.

e). Awan
Awan merupakan penghalang pancaran sinar matahari ke bumi. Jika suatu daerah terjadi awan (mendung) maka panas yang diterima bumi relatif sedikit, hal ini disebabkan sinar matahari tertutup oleh awan dan kemampuan awan menyerap panas matahari. Permukaan daratan lebih cepat menerima panas dan cepat pula melepaskan panas, sedangkan permukaan lautan lebih lambat menerima panas dan lambat pula melepaskan panas. Apabila udara pada siang hari diselimuti oleh awan, maka temperatur udara pada malam hari akan semakin dingin.

(Anonymous, 2011)

 

KELEMBABAN

Definisi Kelembapan

Definisi kelembaban udara adalah banyaknya kandungan uap air di atmosfer. Udara atmosfer adalah campuran dari udara kering dan uap air.

                                                                                                (Anonymous, 2011)

Kelembaban adalah kandungan  total uap air di udara.

                                                                        (Susilowargonogunawan,dkk, 2011)

Kelembaban udara menggambarkan kandungan uap air di udara yang dapat dinyatakan sebagai kelembaban mutlak.

                                                                                                (Anonymous, 2011)

 

Macam-Macam Higrometer Dan Kegunaannya

Secara umum kelembaban (Relative Humidity) adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan jumlah uap air yang ada di udara dan dinyatakan dalam persen dari jumlah uap air maksimum dalam kondisi jenuh. Dan alat yang dapat digunakan untuk mengukur kelembaban udara (Relative Humidity) adalah Higrometer. Higrometer adalah nama alat pengukur kelembaban udara (RelativeHumidity) secara umum.

Fungsi Higreometer:

Hygrometer digunakan untuk mengukur kelembaban udara relative (RH)

1. Higrometer rambut adalah sebuah alat pengukur kelembaban udara dengan satuan persen yang menggunakan prinsip muai panjang rambut dimana rambut akan memanjang ketika kelembaban udara bertambah. Adapun rambut yang digunakan adalah rambut manusia atau kuda yang sudah dihilangkan lemaknya yang kemudian dikaitkan dengan pengungkit (engsel) yang dihubungkan dengan jarum yang menunjuk kepada skala sehingga memperbesar perubahan skala dari perubahan kecil dari panjangnya rambut.

 

Hal-hal yang sangat mempengaruhi ketelitian pengukuran kelembaban dengan mempergunakan Psychrometer ialah :

  1. Sifat peka, teliti dan cara membaca thermometer-thermometer
  2. Kecepatan udara melalui Thermometer bola basah
  3. Ukuran, bentuk, bahan dan cara membasahi kain
  4. Letak bola kering atau bola basah
  5. Suhu dan murninya air yang dipakai untuk membasahi kain

(TIM DOSEN,2011)

 

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kelembaban

Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi kelembaban udara antara lain:

1. Ketingian Tempat

Apabila semakin tinggi tempat maka tingkat kelembabannya juga tinggi karena suhunya rendah dan sebaliknya semakin rendah tempat suhunya  semakin tinggi dan kelembabanyapun menjadi rendah.

2. Kerapatan Udara

Kerapatan udara ini juga berkaitan dengan suhu dimana apabila kerapatan udara pada daerah tertentu rapat maka kelembabanya tinggi.Sedangkan apabila kerapatan udara di suatu daerah renggang maka tinggkat kelembabannya juga rendah.Diketahui pula antara kerapatan,suhu,dan ketinggian tempat juga saling berkaitan.

3. Tekanan Udara

Tekanan udara juga mempengaruhi kelembaban udara dimana apabila takanan udara pada suatu daerah tinggi maka kelembabanya juga tinggi,hal ini disebabkan oleh kapasitas lapang udaranya yang rendah.

4. Radiasi Matahari

Dimana adanya radiasi matahari ini menyebabkan terjadinya penguapan air di udara yang tingkatannya tinggi,sehingga kelembaban udaranya semakin besar.

5. Angin

Adanya angin ini memudahkan proses penguapan yang terjadi pada air laut menguap ke udara.Besarnya tingkat kelembaban ini dapat berubah menjadi air dan terjadi pembentukan awan.

6. Suhu

Apabila suhu suatu tempat tinggi maka kelembabanya rendah dan sebaliknya apabila suhu rendah maka kelembaban tinggi.Dimana hal ini antara suhu dan kelembaban ini juga berkaitan dengan ketinggian tempat.
7.Kerapatan Vegetasi

Jika tumbuhan tersebut kerapatannya semakin rapat maka kelembabannya juga tinggi hal ini di sebabkan oleh adanya seresah yang menutupi pada permukaan tanah sangat besar sehingga berpengaruh pada kelembabannya.Bahkan sebaliknya apabila kerapatannya jarang maka tinggkat kelembabannya juga rendah karena adanya seresah yang menutupi permukaan tanah ini  sedikit.

            (Tim Dosen,2011)

 

Hukum Beer

Hukum Beer Lambert

Menurut ”Introduction to Biomedical Equipment Technology” hukum Beer Lambert berbunyi: ”jika sebuah berkas cahaya dilewatkan ke larutan maka ada sebagian cahaya yang akan di serap, ada yang dilewatkan serta sebagian kecil yang dipantulkan”. Rumusnya sebagai berikut :

A = a.C.L

A = Absorbance (Penyerapan)

C = Concentration (Konsentrasi zat yang menyerap cahaya)

L = Panjang tempat sample

a = Nilai absorbsi zat (diketahui dari konsentrasi standar larutan)

Dapat disimpulkan jika konsentrasi suatu zat bertambah, maka nilai absorbance akan bertambah dan sebaliknya nilai transmitan akan berkurang.

(Anonymous, 2011)

Definisi Hukum Beer

Hukum Beer menyatakan bahwa absorbansi cahaya berbanding lurus dengan dengan konsentrasi dan ketebalan bahan/medium. Yakni

A = ε c l

  • dimana ε adalah molar absorbsitivitas untuk panjang gelombang tertentu, atau disebut juga sebagai koefisien ekstinsif (dalam l mol-1 cm-1)),
  •  c adalah konsentrasi molar (mol l-1),
  •  l adalah panjang/ketebalan dari bahan/medium yang dilintasi oleh cahaya (cm).

(Anonymous,2011)

Kegunaan Dan Cara Kerja Luxmeter

Lux Meter

  1. Kegunaan untuk mengukur intensitas cahaya dengan satuan lux bath.
  2. Cara penggunaan:

1)      Mengkalibrasi alat sebelum digunakan yaitu skala 1.

2)      Mengarahkan penerimaan cahaya alat pada datangnya cahaya yang akan diukur dengan menentukan besarnya intensitas cahaya bertahap dari 1x, 10x dan 100x.

3)      Apabila skala rendah (1x) masing mengukur skala 1 maka tingkatkan yang lebih tinggi yaitu 10x dan apabila masih 1 diteruskan pada yang lebih tinggi yaitu 100x.

4)      Melihat angka yang ditunjukkan alat yaitu dapat dari angka yang sering muncul atau kisarannya.

(Anonymous,2011)

Faktor Yang Mempengaruhi Hukum Beer

Faktor Yang Mempengaruhi Hukum Beer ada beberapa yaitu

  1. Concentration (Konsentrasi zat yang menyerap cahaya). Semakin Tinggi nilai Concentration (Konsentrasi zat yang menyerap cahaya) maka semakin tinggi Nilai Absorbance (Penyerapan), begitu pula sebaliknya.
  2. Panjang tempat sample. Semakin tinggi nilai Panjang tempat sample maka semakin tinggi Nilai Absorbance (Penyerapan), begitu pula sebaliknya.
  3. Absorbsi zat (diketahui dari konsentrasi standar larutan). Semakin tinggi nilai Absorbsi zat (diketahui dari konsentrasi standar larutan) maka semakin tinggi Nilai Absorbance (Penyerapan), begitu pula sebaliknya.

(Anonymous,2011)

Anonymous,2011.http://alljabbar.wordpress.com/2008/04/07/suhu/

Anonymous,2011.http://alljabbar.wordpress.com/2008/04/07/suhu/

Anonymous,2011.http://arifkristanta.wordpress.com/belajar-online/suhu-dan pengukurannya/

Anonymous,2011.www.cuacajateng.com/kelembabanudara.htm

Susilowarnogunawan, dkk.2011.biologi sma/ma kelasXII.grasindo:Indonesia

abuhaniyya.files.wordpress.com/2009/02/kelembaban-udara1.ppt

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CAPTCHA Image

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>