Tidak terlalu berlebihan, Boeing memang yang pertama memproduksi pesawat badan lebar yang sangat populer. Sebut saja Boeing 747-200 yang dijuluki The Jumbo Jet, diikuti Boeing 747-400 yang disebut Mega Top. Disusul dengan Boeing 767, kemudian Boeing 777 yang banyak dioperasikan oleh maskapai-maskapai besar di dunia.
Superioritas Amerika Serikat memang terasa betul merasuki alam pikiran siapa saja, termasuk di dunia kedirgantaraan. Pesawat terbang Boeing-pun menguasai pasaran di dunia.Banyak maskapai penerbangan yang sebagian besar mempergunakan produk Boeing untuk memperkuat armadanya. Alasannya, karena after sales service-nya murah dan mudah. Di Indonesia-pun sebagian besar maskapai pe-nerbangan mengoperasikan pesawat terbang produksi Boeing ini. Diantaranya Boeing 737-200 (tipe yang masih konvensional dalam hal sistem Avionik dan mesin jet sebagai mesin pendorongnya), Boeing 737-300,400 (classic series, sudah lebih maju dalam hal sistem avionik (Avionic system) serta dilengkapi Flight Management Computer System/FMS), Boeing 737-500 (shorter fuselage/lebih pendek).
Saat ini bahkan banyak maskapai yang me-ngoperasikan varian yang lumayan baru dan semakin canggih tentunya, yaitu Boeing 737-800 The New Generation. Saking populernya, ada pemeo yang sangat berkumandang bahwa..If it’s not Boeing, I’m not going..( Bila bukan pesawat Boeing,.saya tidak mau naik..). Ini mengesankan bahwa citra Boeing memang sengaja dibangun sedemikian rupa agar alam pikiran manusia awam tetap setia pada produk Boeing Company ini.
Di Indonesia pengunaan pesawat ini sangat dominan, dimana maskapai Indonesia rata-rata memiliki pesawat dari Boeing dengan seri dari Boeing 737-200 Hingga yang terbaru Boeing 737-900ER yang di miliki dari LION AIR, dan Lion Air adalah pengguna pertama dari jenis pesawat model baru ini di dunia, sebuah kebanggan tersendiri bagi Bangsa Indonesia bisa mencicipi rakitan terbaru dari perusahaan BOEING ini.
Eropa memiliki Airbus Industrie. Pabrik pesawat Airbus ini berpusat di Toulouse, Perancis. Modalnya berasal dari EADS (80%) dan BAE System (20%). EADS adalah European Aeronautic Defence and Space Company N.V. Semacam korporasi yang terbesar di bidang industri dirgantara di Eropa. Sedangkan BAE System ini adalah raksasa kontraktor pertahanan terbesar kedua di Eropa. BAE System ini terdiri dari perusahaan-perusahaan besar seperti BAe (British Aerospace), GEC (General Electric Company), dan MES (Marconi Electronic System).
Melihat siapa-siapa yang berdiri di belakang Airbus Industri diatas, bisa dibayangkan bagaimana seriusnya konsorsium Eropa ini mengerjakan program pesawat terbang produk Airbus. Tidak heran jika dalam beberapa segi teknis dan non teknis, produk Airbus ternyata memang lebih unggul dibanding produk Boeing. Pegawai Airbus yang berjumlah 57.000 itu tersebar di berbagai perusahaan Airbus yang terletak di Jerman, Perancis, Inggris, dan Spanyol. Penyelesaian perakitan terakhir tetap di Toulouse, Perancis.
Di Indonesia Mandala Air dengan mengunakan pesawat Airbus A319, yang konon kata pihak MANDALA AIR, airbus ini adalah pesawat baru yang di pesan di perusahaan airbus.
Airbus S.A.S. adalah produsen pesawat komersial yang berbasis di Toulouse, Perancis. Perusahaan ini didirikan tahun 2001 di bawah hukum Perancis sebagai perusahaan join stok yang dipermudah or “S.A.S.” (Société par Actions Simplifiée).
Airbus dipegang oleh EADS (80%) dan BAE SYSTEMS (20%), dua penyedia dan pemroduksi militer terbesar. Juga dikenal nama dahuluAirbus Industrie, atau Airbus.
Airbus mempekerjakan sekitar 40.000 karyawan di beberapa negara Eropa. Perakitan final dilaksanakan di Toulouse, Perancis danHamburg, Jerman, meskipun konstruksi dilakukan di beberapa pabrik di Eropa.
Airbus Industrie mulai sebagai konsorsium perusahaaan penerbangan Eropa untuk menandingi perusahaan Amerika seperti Boeing danMcDonnell Douglas. Dibentuk pada tahun 1970 setelah adanya persetujuan antara Aerospatiale (Perancis) dan Deutsche Aerospace(Jerman) (disusul oleh CASA (Spanyol) pada tahun 1971) untuk mengembangkan Airbus A300, yang terbang pertama kali pada 1972.
Pada tahun 1979 British Aerospace (sekarang BAE SYSTEMS) bergabung dengan Airbus. Dengan 38% saham masing-masing dipegang oleh Jerman dan Perancis, 20% dipegang Inggris dan Spanyol memegang 4%.
Pada awalnya merupakan aliansi longgar tapi hal ini berubah pada tahun 2000 ketika DASA, dan CASA bergabung membentuk EADS dan 2001 ketika BAE dan EADS membentuk Perusahaan Terintegrasi Airbus untuk mengembangkan A380, yang merupakan pesawat dengan 555 penumpang dan pesawat terbesar komersial terbesar di dunia pada saat mulai beroperasi pada tahun 2006. Pesawat A380 diluncurkan pada tanggal 18 Januari 2005.
Boeing 747 lahir pada waktu industri udara era 60-an sedang maju pesat. Era pesawat komersil pada waktu itu, dijuarai oleh Boeing 707yang telah membuat satu revolusi di dalam perjalanan udara jarak jauh dan merealisasikan konsep “Kota Global”. Pada waktu itu, Boeing sudah pun mengkaji pesawat yang besar untuk memenangi kontrak dari Tentara Amerika Serikat tetapi kalah kepada Lockheed C-5 Galaxy. Pan Am, klien setia Boeing pada waktu itu, meminta Boeing membuat sebuah pesawat penumpang yang besar, 2 kali ukuranBoeing 707. Maka, pada tahun 1966 Boeing mengeluarkan satu garis panduan mengenai konfigurasi pesawat penumpang yang akan dinamakan Boeing 747. Pan Am memesan 25 buat seri 747-100. Pada mulanya, desain pesawat ini adalah pesawat dua tingkat penuh atau ‘double decker’ tetapi karena masalah evakuasi pesawat ketika keadaan darurat, ide ini diganti menjadi sebuah pesawat berbadan lebar.
Ketika itu, Boeing 747 diperkirakan akan digantikan oleh pengangkutan supersonik. Maka Boeing membuat ulang Boeing 747 supaya dapat diubah menjadi pesawat kargo, untuk berjaga-jaga apabila permintaan bagi versi penumpang akan menurun suatu hari nanti dan hanya versi kargo yang mampu bertahan. Maka kokpit pesawat itu dipindahkan ke dek atas agar moncong pesawat dapat dibuat untuk dibuka menjadi satu pintu kargo. Pada mulanya dek atas digunakan untuk kelas pertama dan lobi/bar tetapi saat-saat ini dek itu biasanya digunakan sebagai tempat duduk ekstra. Dengan perkiraan penjualan hanya sebanyak 400 unit, 747 mampu bertahan darikritik-kritik dan pada tahun 1993 sebanyak 1000 pesawat berhasil dibuat.
Perakitan 747 adalah satu proses yang rumit. Hal ini disebabkan karena Boeing tidak mempunyai bangsal pesawat yang cukup besar untuk menampung pesawat-pesawat itu. Maka, perusahaan ini terpaksa membuat satu pabrik di Everett, Washington, dan pabrik tersebut menjadi pabrik terbesar yang pernah dibuat. Pratt and Whitney pula pada waktu itu membangunkan satu mesin turbofan yang cukup besar, JT9D, untuk Boeing 747. Maka, untuk keselamatan dan kemampuan terbang, Boeing 747 dibuat dengan 4 sistem hidrolik untuk keadaan]] darurat, kontrol permukaan yang terpisah, berbagai macam ‘stuctural redundancy’ dan ‘flaps’ yang kompleks yang membolehkan 747 digunakan pada landasan biasa. ]] Pada mulanya, banyak perusahaan penerbangan yang ragu terhadap Boeing 747. Waktu itu, pesaing Boeing, McDonnell Douglas dan Lockheed, sedang membuat pesawat berbadan lebar dengan tiga mesin yang dinamai ‘trijet’, yang lebih kecil dari 747. Malahan kebanyakan perusahaan penerbangan merasa bahwa 747 terlalu besar untuk penerbangan jarak jauh dan dengan itu mereka berinvestasi pada proyek ‘trijet’. Terdapat juga keraguan akan kemampuan 747 untuk beroperasi dengan infrastruktur lapangan terbang ketika itu.
Satu lagi isu yang diangkat oleh perusahan penerbangan adalah penggunaan bahan bakar. Ini karena penggunaan bahan bakar pesawat ‘trijet’ lebih rendah dari pesawat empat jet dan perusahaan penerbangan tentunya lebih cenderung memilih biaya bahan bakar yang rendah. Isu ini telah menghantui Boeing pada 1970.
Bagaimanapun, Boeing telah berjanji untuk mengantar 747 kepada Pan Am, dalam masa kurang empat tahun, Boeing perlu membuat dan menguji pesawat itu. Dalam tempo yang singkat ini, proses pembangunan membuat mereka yang terlibat dalam proyek ini berkerja dalam keadaan yang sangat menekan dan mereka ini disebut sebagai ‘The Incredibles’. Biaya yang tinggi untuk pembangunan pesawat ini dan pembinaan infrastuktur di Everett merupakan satu pertaruhan bagi Boeing dan keberhasilan perusahaan ini bergantung kepada keberhasilan 747. Boeing hampir gulung tikar pada tahun 1970. Namun, Boeing memenangi pertaruhan ini pada akhirnya dan Boeing memonopoli pengangkutan berbadan lebar selama 35 tahun. Kedatangan Airbus A380 memecah rekor Boeing.
747 dibuat dengan beberapa seri untuk memenuhi kehendak klien.
Model pertama 747 adalah 747 seri 100 (747-100), diresmikan di Everett pada 2 September 1968. 747-100 mulai beroperasi pada 1 Januari 1970 dengan klien pertama Pan American World Airways. 747-100B kemudian menggantikan 747-100, dengan fuselage yang lebih kokoh dan rangkaian ban yang kebih kuat. Terdapat juga seri 747-100SR yang mampu menampung 550 penumpang dan digunakan untuk penerbangan domestik di Jepang. Seri 100 mampu terbang sejauh 7.200 km dengan muatan yang penuh.
Dek atas 747-100, biasanya mempunyai 3 jendela, membedakan pesawat ini dengan pesawat-pesawat yang lain. Pada mulanya, dek atas digunakan sebagai lounge, namun maskapai-maskapai penerbangan kemudian menggunakan dek atas untuk tempat duduk penumpang.
Diperkenalkan pada tahun 1971, 747-200 mempunyai daya yang lebih tinggi dan mampu terbang dengan muatan yang lebih berat, jika dibandingkan dengan seri 100, dan karenanya 747-200 dapat terbang lebih jauh. 747-200 dapat dibedakan dengan seri 100 dengan jumlah jendela tingkat atas yaitu sebanyak 10 jendela, sedangkan seri 100 memiliki 3. Variasi seri 200 yang terakhir, 200B, dibuat pada akhir 1980an, mampu terbang 10.800 km dengan muatan yang penuh.
Seri 747-200C dan 200F dibuat untuk pesawat kargo. 747-200F adalah pesawat kargo sepenuhnya, 747-200C adalah seri yang dapat ditukar menjadi pesawat kargo ataupun pesawat penumpang. Seri gabungan pesawat penumpang dan pesawat kargo digelar pesawat combo. Tidak seperti seri 100, kebanyakkan 200 dijadikan pesawat kargo.
747SP atau ‘Special Performance,’ diperkenalkan pada tahun 1976. Seri ini dikeluarkan untuk menyaingi Douglas DC-10 dan Lockheed L-1011 TriStar dan karena Boeing tidak ada pesawat berbadan lebar ukuran sederhana untuk bersaing dengan DC-10 dan Tristar. Biaya konstruksi 747 dan 737 yang tinggi pada akhir 1960 menyebabkan Boeing tidak mampu untuk membuat pesawat baru dan karena itu model 747 diperpendek dan dirancang ulang supaya kecepatan dan jarak maksimum disesuaikan dengan kapasitasnya. Seri SP, dengan konfigurasi 3-kelas, mampu membawa 220 penumpang dan terbang sejauh 10.500 km dengan kelajuan 980 km/jam.
747SP adalah satu-satunya pesawat yang mampu terbang dengan jarak terjauh, sampai kemunculanAirbus A340. Penerbangan yang menggunakan model ini antara lain adalahAmerican Airlines, Pan Am, dan Qantas, karena kemampuan seri ini untuk terbang melintasi Lautan Pasifik memenuhi keperluan penerbangan-penerbangan ini untuk terbang ke Tokyo.South African Airways juga menggunakan 747SP untuk rute penerbangan dari Johannesburg ke London, ketika rezim apartheid berkuasa, maskapai ini tidak diperbolehkan untuk terbang melintasi negara-negara Afrika lainnya dan menyebabkan South African Airways cukup kerepotan, dan SP adalah penyelesaiannya.
Meskipun memiliki kemampuan istimewa, penjualan SP tidak seperti yang diharapkan, dimana hanya 45 buah yang terjual, dimana kebanyakan beroperasi untuk penerbangan di Timur Tengah dan Afrika. Salah satu maskapai yang kini masih menggunakan SP untuk membawa penumpang umum adalah Iran Air dan Syrian Air. Beberapa negara Arab Teluk, sepertiBahrain dan Arab Saudi juga masih menggunakan SP untuk penerbangan VIP.
Salah satu modifikasi spesial 747SP adalah pengamat astronomi SOFIA yang membawa teleskop inframerah yang berdiameter 2,5 meter. Sebelum dimodifikasi, pesawat tersebut dioperasikan oleh Pan Am dan dinamakan “Clipper Lindbergh”, dan pesawat tersebut juga sempat beroperasi untuk maskapai United Airlines.
Pada mulanya, model 747-300 direncanakan untuk menjadi pesawat ‘trijet’ versi 747SP. Tetapi disebabkan permintaan yang kurang banyak, rencana ini dilupakan saja.
Yang kemudian terjadi, 747-300 menjadi satu model baru untuk Boeing dan diperkenalkan pada tahun 1980. 747-300 adalah model pertama 747 dengan dek atas diperbesar untuk menambah kapasitas.
747-400 adalah model 747 terbaru Boeing, dan satu-satunya seri yang dibuat hingga saat ini. Antara perubahan yang nyata ialah perpanjangan sayap sebanyak 2 meter dan penambahan ‘winglet’ / lentik di ujung sayap sepanjang 2 meter. 747-400 memasuki pasaran pada tahun 1989 dengan klien pertama Northwest Airlines.
Seri 400 dibuat dalam bentuk penumpang sepenuhnya, ‘combo’ (747-400M) dan kargo (747-400F). Seri domestik untuk pasaran Jepangyaitu 747-400D, adalah pesawat penumpang dengan kapasitas tertinggi di dunia, sampai kemunculan A380, dan 747-400D dapat ditukar menjadi pesawat jarak jauh bila diperlukan.
747-400ER ialah seri 400 yang mampu terbang dengan jarak yang terjauh di dalam model 747. 747-400ER juga datang dalam bentukkargo sepenuhnya iaitu 747-400ERF. Satu rencana kini sedang dipersiapkan untuk model terbaru iaitu 747-400XQLR, kini ditukar menjadi747 Advanced, yang mampu terbang dengan jarak yang lebih jauh.
Boeing mengumumkan pada Oktober 2003 bahwa komponen-komponen untuk 7E7/787 , yang dibuat diseluruh dunia, akan diterbangkan ke Everett, Washington untuk digabungkan. Untuk mengangkut komponen-komponen tersebut, Boeing membuat modifikasi terhadap 747-400 menjadi pesawat kargo.
Waktu pengantaran dapat dipersingkat menjadi 30 hari dengan menggunakan satu 747. Ini cukup penting karena sayap 787 dibuat di Jepang.Boeing 747 Large Cargo Freighter sudah diproduksi sebanyak 4 buah. [2] [3]
747X adalah satu rencana untuk membuat seri 747 dengan menambah luas dek atas, sama seperti 757-500. Tetapi rencana ini ditolak setelah pembangunan 747Adv di dalam proses.
Boeing sekarang ini membuat satu usaha sama dengan perusahaan pernerbangan untuk membuat seri terbaru 747, Boeing 747 Advanced yang akan menggunakan kokpit dan mesin yang sama dengan 7E7/787. 747 dibuat untuk terbang dengan lebih tidak berisik, lebih ekonomis dan ramah lingkungan. 747 Advanced berkapasitas 500 penumpang dengan konfigurasi 3-kelas dan mampu terbang sejauh 18.816 km dengan kecepatan 0.86 Mach.
Boeing 747-8 adalah perubahan dari model boeing 747 Advanced yang gagal dibuat oleh perusaahan Boeing.Tipe ini merupakan pesawat terpanjang didunia, dengan panjang lebih dari 76 meter. Rancangan pesawat ini mengikuti rancangan Boeing 787. Boeing 747-8 terbang pertama kali pada tanggal 8 Februari 2010 dengan versi kargo. Kemudian, versi penumpang Boeing 747-8 terbang perdana pada 11 Februari 2011. Boeing 747-8 mampu membawa penumpang 465 penumpang,15 penumpang lebih banyak dari versi sebelumnya, boeing 747-400. Boeing 747-8 juga dimaksudkan untuk menyaingi Airbus A380. Boeing 747-8 juga mempunyai perubahan, yaitu terletak di bagian sayap dan mesin. Tujuan sayap 747 diubah karena untuk memperkecil gesekan udara dan memberi performa yang lebih kuat. Boeing 747-8 menggunakan mesin General Electric Next Generation versi 2B 67 yang lebih efisien dakam penggunaan bahan bakar.Boeing 747-8 juga disebut dengan pesawat antarbenua, karena versi Boeing ini mampu terbang dari Amerika ke Jepang melintasi Samudera Atlantik secara nonstop.
| Dimensi | B747-100 (versi pertama) | B747-8 (versi terakhir) |
|---|---|---|
| Panjang | 70,7 m | 76,25 m |
| Lebar (dari ujung sayap kiri ke ujung sayap kanan) | 59,6 m | 68,45 m |
| Tinggi | 19,3 m | 19,35 m |
| Luas sayap | 511 m² | 541 m² |
| Berat bersih | 162,4 ton | 180,8 ton |
| Berat maksimum untuk terbang | 340,2 ton | 412,8 ton |
| Kecepatan maksimum | 967 km/h | 917 km/h |
| Jarak maksimum | 9.040 km | 15.000 km |
| Kapasitas kargo | 170,6 CBM (5 palet + 14 LD1s) | 158,6 CBM (4 palet + 14 LD1s) |
| Contoh mesin | 4 × Pratt & Whitney JT9D masing masing dengan gaya 209 kN | 4 × General Electric GE NX 2B76 masing masing dengan gaya 296 kN |
| Krew Kokpit | Tiga | Dua |
Pada era 60-an, pesawat penumpang berkapasitas rendah dan jarak dekat didominasi oleh BAC 1-11 dan Douglas DC-9. Boeingketika itu dapat dikatakan tertinggal dibanding dengan pesaing-pesaingnya dalam pembuatan pesawat berjarak dekat. Pada 1964, Boeing memulai program pembuatan 737 tetapi, untuk menghemat waktu Boeing menggunakan rancangan Boeing 707 danBoeing 727 dalam pembangunan 737. Hal ini adalah satu kelebihan bagi 737 karena lebar fuselage 737 yang didesain ini mampu memuat enam tempat duduk, lebih satu dari BAC 1-11 dan Douglas DC-9.
Boeing 737 maskapai Astraeus.
737-100 adalah desain pertama Boeing dan karena bentuknya yang pendek dan gemuk, Boeing menggelarkannya “FLUF” untuk ‘Fat Little Ugly Fella’ di mana pada masa yang sama, industri penerbangan memanggilnya ‘Baby Boeing’. Seri -100 dan -200 dapat dibedakan dengan seri-seri yang lain dengan melihat kedudukan mesinnya yang bercantum dengan sayap pesawat. Manakala Pratt and Whitney JT8D adalah mesin asal untuk model ini
Penerbangan perdana 737 (sebuah pesawat seri 100) dilaksanakan pada 9 April 1967 dan penerbangan komersial pada Februari 1968 oleh Lufthansa. Bagi 737-200, penerbangan perdananya ialah pada 8 Agustus 1967. Akan tetapi, hanya 30 pesawat 737-100 saja yang digunakan.
Kokpit 737 awal ditampilkan di Museum of Flightdi Seattle, Washington
Pada awal 1980, 737 mengalami perubahan yang besar, yaitu penggantian mesin 737 dari JT8D keCFM56. Namun, mesin ini terlalu besar dibandingkan dengan JT8D, sehingga harus dipasang dibawah sayap. Bagian bawah mesin ini terpaksa diratakan untuk tujuan kelegaan tempat. 737-300 mulai beroperasi pada tahun 1984.
Pada 1990 pula, kemunculan Airbus A320 yang dilengkapi dengan teknologi tinggi merupakan satu saingan baru bagi 737. Dan pada tahun 1993 Boeing memulai pembangunan ’737 – X Next Generation (NG)’. Program ini adalah untuk pembinaan seri -600, -700, -800 dan -900.
Dalam pembuatan NG ini, perubahan dilakukan dengan merancang sayap baru, peralatan elektronik yang baru dan rancangan ulang mesin pesawat. 737 NG dilengkapi dengan teknologi-teknologi dari Boeing 777, tingkap kokpit berteknologi tinggi, sistem dalaman pesawat yang baru (diambil dari 777), dengan penambahan berupa ‘wingtip’ sehingga menjadi sayap lawi yang mengurangi biaya bahan bakar dan memperbaiki proses ‘take-off’ pesawat. Pesawat 737 NG boleh dikatakan sebagai sebuah model baru kerana ciri-cirinya yang banyak berbeda dengan seri-seri yang lama.
Pada tahun 2001, Boeing membuat 737-900 yang mampu terbang lebih jauh dam menampung penumpang lebih banyak dari 707.
Pada varian terbaru, yaitu Boeing 737-900 ER (Extended Range), cockpitnya telah dilengkapi dengan HUD (Head Up Display). Peralatan ini biasanya dipakai pada pesawat militer / pesawat tempur. Fungsinya adalah untuk mempermudah pilot dalam menentukan kemiringan pesawat baik secara vertikal maupun horizontal. Pesawat ini menggunakan layar LCD yang terpadu dalam bentuk glass cockpit. Pesawat ini menggunakan Glass Cockpit secara menyeluruh. Sistem Glass cockpit ini dipercaya akan menjadi trend bagi pesawat-pesawat baru.Lion Air merupakan launch customer pesawat ini.
Di Indonesia, Boeing 737 merupakan “standar” armada bagi maskapai-maskapai di Indonesia. Hampir semua maskapai penerbangan di Indonesia pernah dan atau masih mengoperasikan 737, baik varian “original” (seri -200) varian “Classic” (seri -300, -400, dan -500), maupun “Next Generation” (seri -800 dan -900ER) Catatan: Varian 737 yang disebut di atas merupakan varian Boeing 737 yang pernah dan atau masih beroperasi di Indonesia.
Boeing 737-200 milik maskapai Sriwijaya Air.
Boeing 737-800 milik maskapai Garuda Indonesia.
Boeing 737-900ER milik maskapai Lion Air.
Seri-seri 737 dibagi menjadi empat kategori, yaitu:
Variasi juga terdapat dalam separuh pesawat dalam generasi yang sama:
Terdapat juga variasi 737 yang lain yaitu Boeing Business Jet (BBJ dan BBJ2). Desain ini berdasarkan seri -700 tetapi sayapnya disesuaikan dengan sayap seri -800, sedangkan BBJ2 adalah berdasarkan 737-800. BBJ berupaya untuk terbang lebih jauh dan kebanyakan pesawat ini digunakan untuk pesawat pribadi para eksekutif perusahaan besar dan pesawat pemerintahan di dunia.
5.
Bandwidth adalah suatu ukuran dari banyaknya informasi yang dapat mengalir dari suatu tempat ke tempat lain dalam suatu waktu tertentu.
Bandwidth dapat dipakaikan untuk mengukur baik aliran data analog mau pun aliran data digital. Sekarang telah menjadi umum jika kata bandwidth lebih banyak dipakaikan untuk mengukur aliran data digital. Satuan yang dipakai untuk bandwidth adalah bits per second atau sering disingkat sebagai bps. Seperti kita tahu bahwa bit atau binary digit adalah basis angka yang terdiri dari angka 0 dan 1. Satuan ini menggambarkan seberapa banyak bit (angka 0 dan 1) yang dapat mengalir dari satu tempat ke tempat yang lain dalam setiap detiknya melalui suatu media.
Throughput adalah bandwidth aktual yang terukur pada suatu ukuran waktu tertentu dalam suatu hari menggunakan rute internet yang spesifik ketika sedang mendownload suatu file.
Throughput walau pun memiliki satuan dan rumus yang sama dengan bandwidth, tetapi throughput lebih pada menggambarkan bandwidth yang sebenarnya (aktual) pada suatu waktu tertentu dan pada kondisi dan jaringan internet tertentu yang digunakan untuk mendownload suatu file dengan ukuran tertentu.
Goodput adalah jumlah keseluruhan data yang baik yang berhasil dikirim melalui chanel komunikasi, juga dihitung per detik. Mirip dengan throughput, hanya saja kalau goodput, yang dihitung hanyalah data yang baik saja.
Memulai usaha baru memang bukanlah perkara yang mudah, berbagai tantangan dan persaingan pasar turut mewarnai perkembangan sebuah usaha. Dalam menjalankan bisnis, adanya persaingan pasar memang bukan hal yang baru. Baik usaha yang memang memiliki peluang pasar cukup bagus, atau pun peluang usaha yang pasarnya tidak terlalu bagus. Bagus tidaknya peluang usaha disini tentunya kita ukur dengan tingginya permintaan pasar.
Oleh karena itu, maraknya pertumbuhan usaha saat ini, ternyata berhasil menciptakan persaingan pasar yang semakin ketat. Keadaan ini tentu saja memaksa para pengusaha untuk menggunakan berbagai cara dalam strategi pemasaran mereka. Banyak cara yang mereka lakukan agar usahanya tidak kalah bersaing dengan peluang usaha lainnya, sehingga masih bisa bertahan bahkan berkembang ditengah persaingan pasar yang semakin ramai.
Cara menghadapi persaingan pasar.
Masalah Manajerial dalam E-Commerce
E-Commerce merupakan salah satu konsep yang cukup berkembang dalam dunia internet. Penggunaan sistem ini sebenarnya dapat menguntungkan banyak pihak, baik pihak konsumen, produsen maupun penjual (retail). Konsep online shopping menyediakan banyak kemudahan dan kelebihan jika dibandingkan dengan konsep belanja yang konvensional. Selain proses transaksi bisa menjadi lebih cepat, di internet telah disediakan hampir semua barang yang biasanya dijual secara lengkap.
Pada saat ini bukan suatu hal yang tidak mungkin untuk mewujudkan sebuah E-Commerce, karena semua fasilitas yang mendukung terselenggaranya sebuah EC sudah tersedia. Salah satu komponen terjadinya EC adalah Internet. Seperti yang sudah kita ketahui, Internet telah menjadi kebutuhan pokok bagi banyak orang. Dengan adanya EC maka mempermudah interaksi antara produsen dan konsumen.
Evaluasi itu penting, karena dengan adanya evaluasi maka kita akan dapat dengan mudah mendeteksi kekurangan-kekurangan yang ada, dan dengan segera memperbaikinya. Evaluasi ini bisa dengan cara menerima kritik dan saran dari konsumen itu sendiri.
Strategi yang umum dilakukan beberapa di antaranya adalah dengan mengerti kebutuhan konsumen dan keadaan pasar. Jika suatu produsen mampu menguasai kedua itu diimbangi dengan ide-ide cemerlang dalam memajukan EC, maka sebuah perusahaan itu akan maju dan dapat diterima baik oleh para konsumen.
Seorang pebisnis, pasti akan bekerja sama dengan pebisnis lainnya untuk memajukan usaha mereka. Semua saling melengkapi kebutuhan masing-masing dan saling bertukar pikiran. Tidak mungkin jika sebuah perusahaan mampu memenuhi kebutuhannya sendiri. Pasti dibutuhkan sebuah kerja sama yang baik.
Cara terbaik belajar EC adalah dengan belajar sendiri, mengasah kemampuan yang ada. Memasuki lingkup EC agar mengerti sampai dimana kemampuan pribadi dan menemukan cara untuk memajukan bisnis yang ada.
Ethical issues itu pasti ada dan yang sering muncul di masyarakat adalah kebanyakan masyarakat masih ragu untuk melakukan transaksi dengan EC karena merasa cemas dengan keamanan dari EC itu sendiri.
Kegagalan selalu mungkin terjadi, tetapi kita perlu mengantisipasinya dari awal. Cari tahu kemungkinan apa saja yang mungkin menyebabkan kegagalan dan diperlukan juga solusinya. Selalu memikirkan kedepan langkah apa yang akan diambil demi memajukan bisnis kita, tentu lengkap dengan solusi serta akibat terburuknya.